Dzulqornain Ramadiansyah Joko Susilo/Mawar Diah Pratiwi Diadaptasi dari buku Rahasia Dini (Wulandari Pratiwi, 2018) Untuk Pembaca Lancar (10—12 Tahun) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Cerita Dini Dzulqornain Ramadiansyah Joko Susilo/Mawar Diah Pratiwi Diadaptasi dari buku Rahasia Dini (Wulandari Pratiwi, 2018) MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
PB 398.209 598 RAM c Katalog Dalam Terbitan (KDT) Ramadiansyah, Dzulqornain Cerita Dini/Dzulqornain Ramadiansyah; Penyunting: Kity Karenisa. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2020. iv; 24 hlm.; 29,7 cm. ISBN 978-623-307-047-8 1. CERITA ANAK-INDONESIA 2. KOMIK Cerita Dini Penulis Skenario: Dzulqornain Ramadiansyah 'HVDLQ*UDÀV 6XU\D(YHQGL Ilustrator : Joko Susilo Mawar Diah Pratiwi Penata Letak : Irwan Penyunting : Kity Karenisa Diterbitkan pada tahun 2020 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun Jakarta Timur Cetakan pertama, 2021 Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah.
iii KATA PENGANTAR MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BUKU LITERASI BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA Literasi tidak dapat dipisahkan dari sejarah kelahiran serta perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Perjuangan dalam menyusun teks Proklamasi Kemerdekaan sampai akhimya dibacakan oleh Bung Kamo merupakan bukti bahwa negara ini terlahir dari kata-kata. Bergerak menuju abad ke-21 saat ini, literasi menjadi kecakapan hidup yang harus dimiliki semua orang. Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas. Sebagaimana kemampuan literasi telah menjadi faktor penentu kualitas hidup manusia dan pertumbuhan negara, upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Indonesia harus terus digencarkan. Berkenaan dengan hal tersebut, pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menginisiasi sebuah gerakan yang ditujukan untuk meningkatkan budaya literasi di Indonesia, yakni Gerakan Literasi Nasional. Gerakan tersebut hadir untuk mendorong masyarakat Indonesia terus aktif meningkatkan kemampuan literasi guna mewujudkan cita-cita Merdeka Belajar, yakni terciptanya pendidikan yang memerdekakan dan mencerdaskan. Sebagai salah satu unit utama di lingkungan Kemendikbudristek, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berperan aktif dalam upaya peningkatan kemampuan literasi dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembaca. Bahan bacaan ini merupakan sumber pustaka pengayaan kegiatan literasi yang diharapkan akan menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia untuk terus melatih dan mengembangkan keterampilan literasi. Mengingat pentingnya kehadiran buku ini, ucapan terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta para penulis bahan bacaan literasi ini. Saya berharap buku ini akan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia, para penggerak literasi, pelaku perbukuan, serta masyarakat luas. Mari, bergotong royong mencerdaskan bangsa Indonesia dengan meningkatkan kemampuan literasi serta bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar.
iv Perundungan pada sebagian masyarakat Indonesia sudah menjadi masalah besar, terutama kasus perundungan di sekolah. Hal ini terjadi karena adanya siswa yang merasa dirinya superior dan lebih kuat dari teman-temannya sehingga sering menghakimi teman-temannya, terutama yang memiliki kekurangan. Banyak siswa yang mengalami perundungan, tetapi diam saja karena tidak tahu harus berbuat apa sehingga guru pun tidak dapat membantunya. Hal ini membuat mereka semakin tidak percaya diri, bahkan tidak ingin pergi ke sekolah lagi. Oleh karena itu, buku komik ini bisa menjadi salah satu contoh untuk mengatasi masalah perundungan ini. Buku komik ini diadaptasi dari buku Gerakan Literasi Nasional (GLN) tahun 2018 karya Wulandari Pratiwi yang berjudul Rahasia Dini. Semoga buku komik ini dapat menjadi salah satu solusi untuk menghentikan perundungan sekaligus menjadi contoh yang baik bagi pembacanya. Jakarta, Agustus 2020 Penulis Dzulqornain Ramadiansyah Joko Susilo Mawar Diyah Pratiwi Sekapur Sirih
1 Dini mau di SLB saja, Bu. Namun, … Dini enggak mau sekolah, Bu Dini, kenapa menangis? Kenapa? Dini enggak mau sekolah, Bu Terkadang, kita harus melakukan sesuatu yang sebetulnya tidak kita sukai, tetapi… Itu semua demi kebaikan kita. Walaupun awalnya Dini takut, Dini akan suka saat nanti sudah punya teman Dini, kenapa menangis? Kenapa? Bagaimana kalau teman-teman melihat bibir Dini?
Iya, agar disukai teman, pertama kita harus tersenyum pada semua orang. Kedua, tidak boleh mengejek orang lain. Keempat, jangan malu memuji temanmu. Ketiga, hibur temanmu jika mereka bersedih. Terakhir, selalu membantu teman yang kesulitan. Wah, banyak, ya, Bu. Dini akan mengikuti apa yang Ibu pesankan. Kelima, selalu ucapkan tolong, maaf saat salah, dan terima kasih. 2 Betulkah, Bu? Ibu punya rahasia agar temanteman tidak melihat bibirmu. Dengar ya, Dini cantik. Rahasia Bibir Manis? Namanya adalah Rahasia Bibir Manis. Ada satu rahasia lagi, sayang. Apakah itu, Ibu? Tiap kali Dini merasa sedih atau takut, ingatlah bahwa Ibu selalu sayang Dini. Ayo, Ibu, kita berangkat ke sekolah! Nanti telat lo.
SDN Cimarga, Lebak, Banten. Anak-Anak, hari ini kita kedatangan teman baru. Ayo, Dini, perkenalkan dirimu. Hai…, semuanya. Namaku… Andini Paramita. Murid-murid tertawa melihat Dini. Ibu Guru mencoba menenangkan para murid. Dini duduk di kursinya dengan wajah tertunduk sedih dan malu karena ditertawakan. 3
4 Hai, aku Raisa. Dini, ayo kita jajan di kantin. Aku Temmy. Tidak Raisa, aku sudah dibawakan bekal oleh ibuku. Oh, baik. Kalau begitu, kita jajan di kantin dulu, ya, Din. Iya. Saat Dini sedang makan bekalnya, beberapa murid kaget dengan cara makan Dini yang berbeda. Dini ingin segera pulang. Bagaimana di sekolah tadi? Apakah besok Dini masih mau sekolah? Menyenangkan, Bu. Dini masih mau sekolah. Baik, Bu. Baik. Kalau begitu, sekarang saatnya Dini tidur agar besok tidak telat ke sekolah.
?! Boleh aku duduk di sini? Tentu saja. 5 Biasalah, Bagas minta PR-nya aku kerjakan. Aku menolak. Kok kamu enggak duduk sama Bagas, Ren? Kamu sudah mengerjakan PR, Din? Sudah, tapi aku tidak bisa mengerjakan soal nomor 5. Kalau aku sudah selesai semua dong. Kamu duduk saja dengan si Sumbing itu! ?! Ya, sudah kalau begitu. Sana pergi. Kamu enggak boleh duduk denganku. Aku Rendi.
6 Teman-teman, maaf, ya, cara makanku tidak sebaik kalian. Jam istirahat tiba. Dini, Raisa, Temmy, dan Rendi makan bersama di kelas. Memangnya seperti apa cara makanmu? Coba tunjukkan. Ya, begitulah. Bibirku ‘kan tidak sempurna seperti kalian. Ternyata, kamu lucu, ya, Din. Melihat kamu makan jauh lebih lucu dari cerita yang kupunya. Ibu menjemput Dini di gerbang sekolah. Dini gembira sekali sepertinya. Mau cerita? Iya, tapi belikan es krim dulu, Bu. Hari ini Dini dapat temanteman yang baik, Bu. Dini dan temanteman tertawa terus. Mereka baik sama Dini? Iya, Bu. Tadi kami makan sama-sama. Memangnya Dini enggak merasa malu saat makan di depan Tidak, mereka? mereka bilang cara makan Dini itu lucu, jadi kami tertawa lagi. Jadi… Terus…?
Ibuku menyiapkan bekal lebih banyak hari ini. Nanti bisa makan bersama-sama. Keesokan harinya ... Wah, asyik sekali! Bu Rahma masuk, lalu memberikan pengumuman. Selamat pagi, Anak-Anak. Selamat pagi, Bu. Tugas pelajaran IPA hari ini akan dikerjakan secara berkelompok berisi lima orang. Tiap kelompok akan membuat pesawat sederhana yang akan dipamerkan di perlombaan sains antarsekolah. Dalam perlombaan itu, ada beberapa sekolah yang akan ikut, termasuk sekolah kita. 7
Murid-murid mulai ribut menentukan siapa yang akan menjadi anggota kelompoknya. Sudah sumbing, buta juga kamu rupanya. Ki, bagaimana rasanya satu kelompok sama si Sumbing? Eh, Rindu, hati-hati, ya, bibir sumbing itu menular. Ada apa ini? Ayo, Bagas. Kembali ke tempat duduk masing-masing. Kita bisa buat katrol,bidang miring, dan pengungkit dalam satu rangkaian. Kalau kelompok lain membuat satu saja, kita bikin tiga. Itu ide yang bagus, Din. Oke, kita buat tiga pesawat sederhana. Bagas, Dinda, Temmy, Oki, dan Melda yang akan menjadi ketua kelompok. Baik, Ibu akan menentukan dulu ketua kelompoknya. Anak-Anak, tenang! Karena kalian semua ribut, Ibu yangakan membagi kelompoknya. Dini kembali ke kursinya dan menangis tanpa sepengetahuan yang lain. Kelompok Dini terdiri atas 2NL6RÀD5LQGXGDQ,ZD Hmmm, apa, ya? Mungkin kita bisa membuat tiga jenis pesawat sederhana dalam satu rangkaian. Bagas menghampiri kelompok Dini. Din, apa kamu ada ide? Maksudnya? 8
Dalam perjalanan pulang sekolah bersama Ibu ... Iya Tadi waktu istirahat, Dini makan bekal dengan Raisa dan Temmy. Mereka suka masakan Ibu. Wah bagus sekali, besok Dini ingin bawa bekal lebih banyak? Tadi belajar apa di sekolah? Tadi Dini belajar IPA berkelompok, Bu. Awalnya Dini sendiri, tapi Bu Rahma menentukan kelompoknya. Jadi, Dini berkelompok dengan siapa? Dini satu kelompok dengan Oki, 6RÀD5LQGX dan Iwa. Maksudnya? Mereka baik? Mereka takut, Bu. Ya, mereka takut ketularan bibir sumbingnya Dini. Iya 9 Dini mau es krim? Mau, Bu.
Kenapa, Nak? Hmmm, Bagaimana, ya? Ibu, ada teman yang jahil sama Dini boleh dibalas? Dini kesal sekali, ingin membalasnya, tapi Dini ingat pesan Ibu. Boleh Dini laporkan kepada Bu Rahma? Iya, Bu, semoga. Dini sabar, ya, tapi kalau sudah keterlaluan, laporkan saja kepada Bu Rahma. Semoga tidak ada yang menggangu Dini lagi. 10
Keesokan harinya, Ibu mengantar Dini ke sekolah. Dini nanti pulang sendiri, ya. Iya, Bu. Hai, Rin. Aku takut ketularan, Rin. Aku juga. Sabar, sabar. Di dalam kelas ... 11 Dini menyapa Raisa dan Temmy. Kemarin kami belum tahu kalau bibir sumbing itu menular. Maaf, tapi aku enggak mau makan sama kamu lagi. Tapi, kemarin kalian bilang kalian suka, ‘kan? Hai. Hai. Hari ini aku bawa bekal banyak. Nanti kita makan bersama, yuk.
Bu Rahma mulai mengajar matematika di depan kelas. Dini, coba kerjakan soal di depan, ya, I...iya, Bu. Bagus, pintar sekali, Dini. Silakan kembali ke tempatmu. Baik, Bu, terima kasih. Dini mulai percaya diri karena bisa mengerjakan soal di depan. 12
Jam istirahat tiba, Dini sedang makan bekalnya sendiri. Terdengar tangisan di pojok kelas. Kamu kenapa menangis? Apakah kamu belum selesai mengerjakan tadi? Oh, namanya Sheila. Sama-sama, Sheila. Enggaklah. Boleh aku bantu mengerjakan soal itu, Sheila? Boleh, kamu enggak keberatan, Din? Terima kasih ya, Din. Jam istirahat pun selesai. Murid-murid sudah mulai masuk ke kelas. Din, kamu hebat bisa menyelesaikan soal matematika tadi. Rendi diam saja saat ditanya Bagas 13 Terima kasih, Ren. Ren, kamu enggak takut ketularan?
Jam pulang sekolah pun tiba. Dini tidak dijemput Ibu? Kenapa? Tidak, Bu. Nenek baru tiba dari Malang, Bu. Oh, begitu, mau Ibu antar? Tidak usah, Bu, Dini bisa pulang sendiri. Betul tidak apaapa? Baik, kalau begitu hati-hati, ya, Din. Iya, Bu. Dini tidak apa-apa? Sedang apa kalian di sini? Pulang kalian semua. Ibu antar Dini pulang, ya. Ti...dak. Di depan rumah Dini ... Dini kenapa, Nak? Permisi, selamat siang Ada apa ini Bu? Tadi ada anak-anak menggangu Dini di jalan pulang Lalu bagaimana ini bu? Halo, Sumbing Gak punya teman ya, kok pulang sendiri Kaaliaan jjanggan ganggu aaku Hahahaha Kalian jangan ganggu aku Pergi kalian Besok, saya akan panggil mereka 14
Dini lari ke kamarnya. Dini diam saja 15 Besok… Dini enggak mau sekolah, Bu. Dini tidak ingin cerita tentang tadi siang? Keesokan harinya di sekolah. Ren, kenapa Bagas dan Rindu di panggil ke ruang guru? Enggak tahu. Menurutku, ini ada hubungannya dengan Dini. Padahal, Dini itu baik sekali. Dia bantu aku mengerjakan soal Metematika kemarin. Mungkin karena Bagas terlalu sering mengejek Dini. Iya, betul, Dini hari ini juga enggak masuk. Apa betul yang Bagas katakan kalau bibir sumbing itu menular? Yang benar? Kalian lebih percaya aku atau Bagas? Aku jadi menyesal sudah menolak makanan Dini kemarin. Bagaimana kalau kita ke rumah Dini nanti sepulang sekolah? Setuju. Kita tanya Bu Rahma saja. Eh, kita ‘kan belum tahu rumah Dini di mana. Aku ikut juga dong. Kita juga bisa sambil mengerjakan tugas kelompok ‘kan. Mana mungkin! Kamu Ren
Hai..., temanteman, ada apa kalian datang ke rumahku? Kami pikir ini pasti ada hubungannya denganmu. Mereka mengejekku terus, padahal sudah kubilang untuk pergi. DING DONG Dini, Din, teman-temanmu datang Temanteman siapa, Bu? Baik Bu Temanteman Dini, dong, ayo cepat temui mereka 16 Aku mau minta maaf, Din. Iya, aku juga. Minta maaf kenapa? Kita ‘kan sudah menolak makananmu karena takut ketularan? Aku sudah maafkan kok? Kita ke sini ingin membahas tugas kelompok kita, Din. Minggu depan pesawat sederhana harus sudah selesai dibuat agar bisa dipajang di lomba sains itu. Kamu tahu tidak, Din? Bagas dan Rindu dipanggil Bu Rahma ke ruang guru. Kalau aku cuma ingin main saja, Din Oh iya, aku baru ingat tugas kelompok itu oh iya, aku ingin memberikan ini wah, untukmu apa ini Sheila? Cuma hadiah kecil saja karena kamu bantu aku kemarin terima kasih banyak, Sheila terima kasih, Bu Kalian sudah bilang orang tua kalian kalau ingin kesini? Sudah Bu Maaf anak-anak, ibu hanya punya sedikit camilan
Aku harus bagaimana? Bagas lewat di depan Dini. Dini tersenyum, tetapi Bagas tidak menghiraukannya. Din, aku titip kardus bekas untuk bahan pesawat sederhana kelompok kita, ya. Oke. Aku duduk di sini, ya, Din. Kenapa kamu tidak duduk dengan Bagas, Ren? Aku ingin kasih Bagas pelajaran. Bagas sudah keterlaluan. Dia harus tahu bahwa sikapnya itu buruk. Tapi, kita ‘kan harus tetap baik kepada orangnya. Tadi aku tersenyum kepada bagas, walau dia Kamu terlalu diam saja. baik, Din. 17 Keesokan harinya di sekolah ...
Jagung bakar ini enak sekali, Din. Di rumah Dini ... DING DONG Tadi aku mampir sebentar ke rumah Rindu. Kasihan dia masih sakit. 18 Saat jam istirahat Dini, Raisa, Temmy, dan Rendi sedang makan bersama. Iya, enak sekali. Oh, ya, dulu aku enggak bisa makan seperti ini. Sejak kecil aku sudah beberapa kali dioperasi. Meskipun masih begini, aku sudah bisa makan sendiri. Aduh, aku haus. Beli minum, yuk. Ayo, ikut Din. Kamu belum pernah ke kantin, ‘kan, Din? Saat dikantin seorang anak laki-laki melotot melihat Dini dan lari ketakutan. Kamu lihat wajah anak itu, ‘kan? Anak itu pasti takut melihat wajahku. Dia mungkin menyangka kalau dia bertemu monster. Waktu sudah menunjukan pukul 5. Oh, maaf, Din. Kok aku tidak pernah lihat, ya? Itu ayahmu, Din? Tidak apa-apa kok. Ayahku sudah meninggal saat aku 5 tahun. Iya. Mungkin sebaiknya kita jengguk saja. Ya, sebaiknya kita bilang dulu ke Bu Rahma dan teman-teman lainnya.
Di ruang kelas, Bu Rahma memilih beberapa anak untuk menjenguk Rindu. Iya, Bu. Dini mau ikut? Oke, satu orang lagi laki-laki untuk membantu membawa buah-buahan. Raisa dan Temmy pun mengajukan diri. Rendi dan Oki Oki saja, ya, mengangkat tangan. Rendi. Iya, Bu, tidak apa-apa. 19
Hari sudah sore. Hari sudah sore. Ayo, kita berpamitan pulang, Lagi pula Rindu masih harus beristirahat. 20 Waktu pulang sekolah ... Di rumah Rindu .. Terima kasih sudah datang. Rindu ada di kamarnya. Kamu demam, Rin? Sudah enggak, Mi. Terima kasih, teman-teman. Ini ada buahbuahan untukmu. Apa ini, Din? Ini untukmu, Rin. Itu gambar aku dan kamu. Kita menjadi teman baik. Maafkan aku, ya, Din. Aku sudah keterlaluan. Aku merasa bersalah. Besok kita lanjutkan tugas membuat pesawat sederhana, ya. Iya, kita harus segera menyelesaikannya. Pesawat sederhana kelompokku sudah selesai. Kok kelompok kalian belum selesai? Anak Ibu baru pulang. Bagaimana keadaan Rindu? Looo, kok Ibu tahu Dini baru saja menjenguk Rindu? Tadi siang, Bu Rahma menelepon Ibu dan bilang kalau Dini akan menjenguk Rindu. Oooh, begitu. Tidak kok bu Apa itu tidak merepotkanmu, Raisa? Baik, ayo kita berangkat naik angkutan umum Bu bagaimana kalau kita berangkat naik mobil orang tuaku saja
21 Ibu mengantar Dini ke sekolah dan bertemu Rindu dan ibunya. Sudah. Aku merasa sehat sekali. Hai, Din. Kamu sudah sehat, Rin? Hai, Rin. Punya kelompokmu sudah selesai, Din? Belum, nanti sepulang sekolah kami akan menyelesaikannya. Baik, aku sudah siapkan alat-alatnya. Rindu akan ikut kerja kelompok ke rumahmu. Hari ini kita kerja kelompok lagi, ya, di rumahmu, ya, Din! Wah, saingan kita banyak sekali. Tenang saja. Ini ‘kan hanya lomba. Aku gugup, Sof. Kenapa diam saja, Din? Dua jam berlalu, akhirnya tugas mereka selesai. Maaf, ya, teman-teman aku baru bisa membantu kalian hari ini. Enggak apaapa, Rin, yang penting sekarang kita selesaikan tugas ini. Hebat sekali! Kalian sudah menyelesaikan ini bersamasama. Oh, ya, siapa yang akan membawa rangkaian ini Bagaimana besok? kalau aku dan Iwa saja? Kami bisa berangkat bersama-sama besok. Di rumah Dini ... Di halaman sekolah Keren sekali. Tentu saja.
Itu Kelompok Kesenian Terbang Gede. Terbang Gede? 22 Suasana sekolah Dini ramai dengan peserta lomba sains. Mana pesawat sederhana buatan kelompokmu, Din? Oki dan Iwa yang membawanya. Itu penampilan apa? Ada penampil alat musik tradisional juga. Ramai sekali, ya. Banyak pengisi acara juga. Seru sekali kalau melihat pertunjukan Terbang Gede lo. Ini betul. Iya, Din. Terbang itu maksudnya rebana. Gede artinya besar. Kamu lihat ‘kan rebananya besar? Kelompok Kesenian Terbang Gede
Akhirnya, Oki dan Iwa datang dan membawa pesawat sederhana mereka. Permisi. Permisi. Wah , besar dan lengkap sekali. 23 Ibu datang ke sekolah melihat lomba yang diikuti Dini. Ibu mau coba alat ini? Ibu coba, ya. Boleh aku mencobanya? Tentu saja boleh. Terima kasih. Terima kasih banyak, Pak. Ini hanya butuh satu kali operasi lagi. Nah, Dini bisa datang ke rumah. Bagas cerita kalau ada temannya yang menderita labioschisis. Saya ingin membantu. Maaf, Bu. Saya ayah Bagas. Saya adalah seorang dokter spesialis bedah mulut. Maafkan aku ya, Din. Aku mengejekmu terus, padahal kamu sudah menolongku. Aku memaafkanmu, Gas. Ini bagus sekali, Din.
24 Pada siang itu, kepala sekolah mengumumkan pemenang lomba. Pemenang ketiga dari SD Negeri Bayah Barat 01. Pemenang kedua adalah Kelompok 1 dari SD Negeri 2 Sanghaing Maja. Pemenang pertama kita adalah … Kelompok 4 … SD Negeri Cimarga! Ketua dari setiap kelompok naik ke panggung untuk mengambil piala disertai dengan tepuk tangan penonton. Karya-karya dalam lomba sains antarsekolah hari ini sungguh luar biasa. Sayangnya, hanya ada tiga pemenang. Idemu memang luar biasa, Din. Kita jadi pemenang! Ibu, terima kasih telah menyekolah kan Dini, Dini bahagia sekali. Terima kasih juga, Din.
25 Biodata Penulis Skenario Dzulqornain Ramadiansyah lahir di Jakarta, 8 April 1995. Setelah lulus sebagai sarjana sastra dari Jurusan Sastra Inggris )DNXOWDV,OPX%XGD\D),%8QLYHUVLWDV'LSRQHJRURWDKXQ Ia bekerja di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sejak 2019. Ia dapat dihubungi melalui posel dzulqornain,[email protected] Ilustrator Nama : Joko Susilo Alamat : Kemanggisan pulo Rt 003/ Rw 017 No. 31 Tempat Tanggal Lahir : Jakarta 26 Februari 1970 2013-2019 : Bekerja sebagai storyboard artist, Animatic di MD Animation 2010-2012 : Mengelola Satu Animation Mengajar kelas Animasi 2D di SSR Jakarta, dan menjadi juri di smk.
“Kemampuan untuk melakukan manajemen pengetahuan dan kemampuan untuk belajar terus-menerus. Literasi informasi merupakan kemampuan untuk menyadari kebutuhan ĚĹčŃŠķÒŧĚôÒĹŧÒÒŰĚĹčŃŠķÒŧĚôĚŝúŠĮŸīÒĹȢķúĹĎĚôúĹŰĚƥīÒŧĚôÒĹ menemukan lokasi informasi yang diperlukan, mengevaluasi informasi secara kritis, mengorganisasikan dan mengintegrasikan informasi ke dalam pengetahuan yang sudah ada, memanfaatkan serta mengkomunikasikannya secara efektif, legal, dan etis.” (sebagaimana dirilis dalam www.unesco.org, dikutip dari Panduan Gerakan Literasi Sekolah, Kemdikbud 2019) Literasi Informasi 26
Tahukah Kamu Kamu bisa membaca buku literasi lainnya di laman buku digital Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu www.budi.kemdikbud.go.id. Mari, selangkah lebih dekat dengan buku melalui Budi! Baca buku bisa di mana saja dan kapan saja. 27
28
Dini adalah seorang siswa SD yang memiliki kelainan pada bibirnya. Dini merupakan anak satu-datunya. Ia baru saja pindah sekolah karena jarak sekolah dan rumahnya terlalu jauh. Di sekolah barunya dia merasa kesulitan untuk mencari teman karena kekurangannya. Bagaimana cara Dini mencari teman dan mengatasi rasa takutnya bersosialisasi dengan lingkungan baru? Buku nonteks pelajaran ini telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 001/P/2022 Tanggal 19 Januari 2022 tentang Buku Nonteks Pelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan sebagai Buku Pengayaan dalam Mendukung Proses Pembelajaran. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur