Cerita 6 : Kisah Krishna dan Penjual Buah - 43 - segala hal di sekitarnya, dan dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Krishna. Suara Krishna yang lugu membuyarkan lamunannya. “Bisakah aku membeli beberapa mangga juga?” Sang penjual buah pun menjawab dengan ceria, “Tentu saja bocah kecil.” Krishna segera memberikan segenggam gandum tersebut, penjual buah pun memasukkannya ke dalam karung . Segera Krishna tersadar bahwa biji – bijian yang mampu terbawa oleh tangannya sangatlah sedikit. Mana mungkin biji gandum sesedikit itu dapat ditukarkan dengan mangga. Seketika raut
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 44 - wajah Krishna berubah dari sebelumnya ceria kini mendadak penuh kekecewaan. Untungnya penjual buah membaca gelagat ini. Ia memperhatikan kekecewaan di wajah bocah itu. Dia dengan senang hati mengambil mangga yang ranum dan meletakkannya di tangan Krishna sebanyak yang mampu ia bawa. Kegembiraan Krishna seketika menyeruak, ia begitu senang dan juga semua orang di sekitarnya. Tiba – tiba, sekeranjang biji – bijian yang diberikan ayah Krishna, Nandaraja, kepada penjual buah berubah menjadi sekeranjang penuh emas dan permata berharga. Penjual
Cerita 6 : Kisah Krishna dan Penjual Buah - 45 - buah tidak dapat mempercayai apa yang telah dilihatnya. Dia melihat kembali pada Krishna yang masih berdiri tersenyum. Saat itu penjual buah pun baru menyadari bahwa ia sedang berjumpa dengan seorang manusia luar biasa.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 46 - Pesan Moral : Kejujuran serta ketulusan hati telah mendasari perilaku dari penjual buah. Tuhan Yang Maha Kuasa akan selalu menganugrahkan rejeki, kesehatan serta kebahagiaan bagi hambanya yang berbakti penuh kesungguhan dan ketulusan hati
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 47 - C E R I T A 0 6 Kisah Pengemis dan Raksasa Dalam bahasa Sansekerta, Chandala berarti seorang pengemis. Dikisahkan di pinggiran sebuah kota yang bernama Avanti, hiduplah
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 48 - seorang Chandala (pengemis). Ada sebuah kuil yang ditujukan untuk memuja Dewa Wisnu, pengemis ini adalah salah satu pemuja Wisnu yang taat. Pengemis ini adalah juga seorang penyanyi lagu suci yang handal. Hari ekadasi adalah hari yang disucikan bagi para pemuja Wisnu. Setiap bulan, saat hari ekadasi, pengemis ini akan berpuasa sehari penuh, dan saat malam tiba ia akan pergi ke kuil Wisnu dan menyanyikan lagu pujian untuknya. Pengemis ini tidak pernah sekalipun melewatkan ritual di hari suci ini. Sungai Shipra tepat mengalir melalui kota Avanti. Di suatu malam, saat malam ekadasi,
Cerita 6 : Kisah Pengemis dan Raksasa - 49 - pengemis itu pergi ke pinggiran sungai dengan tujuan untuk memetik beberapa kuntum bunga yang ditujukan untuk memuja Dewa Wisnu. Di pinggiran sungai itu juga tumbuh sebatang pohon besar. Di pohon itu hiduplah raksasa jahat yang bernama “Brahmarakshasa”. Dan ketika raksasa itu melihat pengemis, seketika itu pula niat jahat untuk memangsa pengemis itu muncul. “Aku mohon raksasa, kabulkanlah permintaanku, janganlah memangsaku malam ini”, kata sang pengemis. “Aku harus menyelesaikan puja pujiku kepada Dewa Wisnu malam ini. Lepaskanlah aku…”.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 50 - Raksasa dengan menyeringai, terlihat gigi taringnya penuh bekas daging dan darah yang telah mengering, entah apa yang telah menjadi mangsanya sebelum malam itu. “Tentu saja pengemis, aku akan melepaskanmu, itu pasti, tapi tidak dalam keadaan hidup….hahahahhaa, karena aku sudah tidak makan 10 hari, jadi perutku ini butuh untuk diisi!” “Aku mohon raksasa, lepaskanlah diriku. Aku berjanji padamu, jika aku telah menyelesaikan pujaku kehadapan Dewa Wisnu, aku akan kembali kehadapanmu. Kau bebas melakukan apapun kepadaku…”, ujar Sang pengemis.
Cerita 6 : Kisah Pengemis dan Raksasa - 51 - Raksasapun dengan berat hati melepaskan pengemis. Sang pengemis dengan segera kembali ke kuil. Ia melanjutkan puja dan melantunkan nyanyian suci sepanjang malam. Pagi harinya ia teringat akan janjinya kepada raksasa jahat itu, iapun kembali ke pohon di pinggiran sungai. “Aku terkejut dengan kedatanganmu wahai pengemis, aku kira kau akan melarikan diri, kau sangatlah jujur dan penuh keteguhan. Kau pasti bukan pengemis biasa. Kau pasti seorang pendeta yang menyamar. Sekarang jawab
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 52 - pertanyaanku, apa yang telah kau lakukan semalam?, Tanya raksasa. Sang pengemispun menjawab,”Aku berada di kuil Dewa Wisnu dan menyanyikan lagu pujian untuknya.” “Sudah berapa lama kamu melakukan hal ini , wahai pengemis?” Raksasa itupun tertarik ingin segera tahu jawabannya. “20 tahun….,” ujar pengemis “Kau pasti memiliki banyak punya (pahala), setelah melakukan ini sekian lama. Aku mohon
Cerita 6 : Kisah Pengemis dan Raksasa - 53 - padamu pengemis, berilah aku pahala 1 malam mu melakukan puja, aku raksasa yang banyak berbuat dosa….”, kata raksasa itu sambil memohon kepada pengemis. Wajahnya yang sebelumnya garang berubah menjadi sedu dan sedih. “Tidak! Aku tidak akan membagi pahalaku dengan siapapun. Aku akan memberikan badanku untuk kau makan, tapi tidak dengan pahalaku!’ pengemispun berkata dengan lantang.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 54 - Raksasa pun balik bertanya, “Baiklah, bagaimana jika kamu memberi aku 2 jam dari pahalamu? Aku ini pendosa….”. “Aku sudah mengatakan padamu, aku tidak akan membagi pahalaku dengan siapapun, tapi aku ingin tahu dosa apa yang sebenarnya telah kau lakukan wahai raksasa?” Raksasa yang bernama “Brahmarakshasa” itupun menceritakan kisah dirinya. Pada kehidupan sebelumnya ia bernama Somasharma. Ayahnya bernama Dewasharma. Dewasharma adalah seorang pendeta yang arif dan bijaksana namun putranya Somasharma tidaklah demikian, ia
Cerita 6 : Kisah Pengemis dan Raksasa - 55 - tidak mencontoh sikap maupun perilaku yang baik dari ayahnya. Seorang Brahmana tidak diperkenankan bertindak sebagai seorang pendeta sebelum ia menempuh sebuah upacara suci yang disebut upanayana. Akan tetapi Somasharma merasa dirinya sombong, ia bertindak sebagai seorang pendeta dalam upacara yadnya meskipun ia belum melalui upacara upanayana. Sebagai hasil dari perbuatannya itu, ketika ia meninggal, Somasharma terlahirkan kembali dalam wujud sebagai raksasa. Cerita ini telah mengetuk hati Sang pengemis, iapun memutuskan untuk membagi sebagian
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 56 - punya (pahala) yang ia miliki kepada Raksasa. Raksasa itu begitu gembira dan menyampaikan rasa terimakasih yang begitu besar kepada sang pengemis. Ia menyesali niat dan perbuatannya kepada pengemis itu. Raksasa itupun pergi mencari tirtha (Pertirtan) atau tempat dengan air suci untuk melakukan pertobatan hingga iapun diampuni segala kesalahannya oleh Yang Maha Kuasa. Lalu bagaimana nasib pengemis itu? Pengemis itupun kembali ke pinggiran kota tempat ia biasanya tinggal. Tak berapa lama ia pun memulai perjalanan dengan mengunjungi tempat - tempat suci untuk bertirtayatra,
Cerita 6 : Kisah Pengemis dan Raksasa - 57 - hingga pada suatu ketika iapun mampu mengingat kehidupan di masa lalunya. Pengemis itu, dahulu di kehidupan sebelumnya adalah seorang pertapa yang ahli dalam kitab suci weda serta berbagai macam sastra. Pertapa itu hidup dengan meminta - minta . Suatu ketika ia telah selesai berkeliling desa untuk meminta - minta sedekah makanan, ia pun ingin kembali ke hutan . Akan tetapi saat di perjalanan ia melihat beberapa pencuri sapi telah membuat sapi - sapi di perkampungan menjadi panik dan berontak. Sapi - sapi itu melarikan diri karena takut dan hal ini membuat debu - debu jalan beterbangan. Debu - debu itu tanpa sengaja mengotori
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 58 - makanan sang pertapa yang ia dapat dari sedekah. Pertapa itu dengan menggerutu dan perasaan gusar membuang makanan sedekah itu tanpa berusaha untuk memilah kembali mana saja yang masih dapat dimakan, ia membuang semua makanan itu. Karena pertapa itu telah membuang sedekah yang diberikan dengan tulus hati oleh penduduk desa maka ketika dilahirkan kembali, iapun terlahir dalam keluarga yang miskin dan pada kehidupannya ia menjadi pengemis. Setelah melakukan penebusan dosa atas kesalahannya di masa lalu, pengemis itu pun
Cerita 6 : Kisah Pengemis dan Raksasa - 59 - mendapatkan pengampunan dari yang Maha Kuasa. Pesan moral Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang sempurna. Siapapun dapat melakukan kesalahan, yang terpenting adalah bagaimana kita semua mampu belajar dari kesalahan dan berdoa kepada Hyang Widhi agar dapat diampuni segala dosa yang telah lalu.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 60 - C E R I T A 0 7 Narotama Sang Brahmana Kisah ini diceritakan kembali dalam Padma Purana Bab “SRISHTI-KHANDA”,
Cerita 7 : Kisah Narotama Sang Brahmana - 61 - yang mana mengutip percakapan antara Maharesi Pulastya dengan Bhisma. Maharesi Pulasyta menyampaikan bahwa ada 5 perilaku utama dan mulia, yang wajib dilakukan oleh seluruh umat manusia agar dapat mencapai kemuliaan. 5 hal itu adalah, taat dan patuh kepada orang tua, taat dan patuh kepada suami (bagi seorang istri), berlaku adil pada sesama, setia kawan serta berbakti tulus ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan berbakti kepada ayah sama dengan berbakti kepada Dewa – Dewi. Berbakti kepada Ibu adalah lebih utama dan mulia jika dibandingkan bakti kita di semua tempat suci digabungkan menjadi satu. Maharesi Pulastya kemudian menceritakan
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 62 - sebuah kisah kepada Bhisma, yang mana kisah ini adalah kisah yang sama yang telah diceritakan Dewa Brahma kepada Maharesi terdahulu. Dahulu kala hiduplah seorang brahmana yang terkenal akan kesaktiannya. Brahmana itu bernama Narotama. Narotama mendapatkan kesaktiannya melalui pertapaan yang lama dan sulit, akan tetapi sayang, Narotama tidak pernah memperlakukan kedua orang tuanya dengan penuh kasih sayang. Di satu waktu, saat Narotama mandi, seperti biasa ia akan menggantung pakaian basahnya, menjemurnya dibawah terik matahari hingga
Cerita 7 : Kisah Narotama Sang Brahmana - 63 - mengering. Namun karena dia sakti, dia dapat menjemur pakaiannya tanpa alat apapun, dia meletakkan pakaiannya diatas udara sehingga seolah melayang tidak jatuh ke tanah. Kekuatan ini membuat ia sombong. Suatu ketika seekor burung terbang di atas langit, tanpa sengaja burung itu membuang kotorannya tepat diatas wajah Narotama dan hal ini membuatnya sangat marah. Narotama pun mengutuk burung itu sehingga hangus terbakar. Seketika kesaktian yang dimiliki Narotama hilang dalam sekejap karena ia telah membunuh burung yang tak berdosa. Sekarang, ia tak bisa menjemur pakaian basahnya melayang di udara seperti sebelumnya.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 64 - Narotama menjadi sangat bersedih. Kemudian dia mendengar sebuah sabda dari langit untuk mencari seorang chandala (pengemis) yang bernama “Muuka”. “Nasehat dari pengemis itu akan sangat berguna bagimu…”, suara langit berkata. Narotama segera pergi mencari Muuka, sang pengemis, dan pada akhirnya ia menemukannya di sebuah gubuk kecil, di mana ia sedang melayani kedua orangtuanya dengan penuh rasa bakti. Muuka adalah seorang yang sangat berbakti pada orang tuanya, hal ini telah memberkati Muuka dengan kesaktian, sehingga gubuk pengemis itu mampu melayang di atas udara tanpa ada penyangga apapun. Narotama begitu kagum terhadap apa yang dilihatnya. Dia
Cerita 7 : Kisah Narotama Sang Brahmana - 65 - ingin tahu bagaimana Muuka mendapatkan kesaktian itu. Muuka menyuruh Narotama untuk menunggu jika ingin tahu darimana asal kesaktiannya. Narotama tidak sabar menunggu, ia menjadi marah. Muuka kemudian berkata pada Narotama, “Aku akan memberitahumu darimana asal kesaktianku, asal dengan satu syarat bahwa kau harus menunggu aku selesai melayani kedua orang tuaku. Aku bukanlah seperti burung yang kau kutuk dan akhirnya mati menemui ajalnya. Kalau kau tidak punya waktu maka pergilah dari tempat ini, carilah seorang wanita yang bernama Suhita, dia adalah seorang istri yang
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 66 - berbudi luhur. Dia akan menjawab semua pertanyaanmu!” Narotama tidak tahu dimana wanita itu tinggal, sehingga dia bingung hendak berbuat apa selanjutnya. Di tengah kebingungannya datanglah Dewa Wisnu yang menyamar sebagai seorang Brahmana muncul dari arah gubuk Muuka si pengemis. Brahmana itu lalu menawarkan diri sebagai penunjuk jalan ke rumah Suhita, wanita berbudi luhur. Sepanjang perjalanan Brahmana yang tidak lain adalah Dewa Wisnu sendiri menceritakan kepada Narotama tentang keutamaan sikap dan perilaku dari Suhita. Sesampainya mereka di rumah
Cerita 7 : Kisah Narotama Sang Brahmana - 67 - Suhita, Sang Brahmana menghilang meninggalkan Narotama sendiri. Narotama pun segera menemui Suhita lalu mengutarakan maksud kedatangannya. Suhita adalah wanita yang sangat berbakti kepada suaminya. Suhita menyampaikan bahwa ia akan membantu menjawab pertanyaan dari Narotama, namun ia harus menunggu kedatangan suaminya dulu. Narotama tidak sabar dan ia pun berniat akan mengutuk Suhita. Suhita pun menjawab, “ Aku bukanlah burung tak berdosa yang telah kau bunuh. Jika kau memang terburu – buru kau harus pergi dari rumahku dan segera temui seorang pedagang yang bernama “Dharma Tuladhara”. Dia adalah
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 68 - seorang pedagang yang jujur. Dia akan mampu menjawab semua pertanyaanmu!” Dewa Wisnu kembali menyamar sebagai Brahmana. Narotama bertanya kepada Sang Brahmana, “ Wahai Brahmin, bagaimana Muuka si pengemis dan Suhita, seorang istri yang berbakti kepada suaminya dapat mengetahui dosa yang aku lakukan pada saat aku membakar hingga mati burung itu?” Brahmana pun menjawab, “Mereka mendapatkan kekuatan itu dari baktinya. Baik bakti kepada orang tua maupun suaminya.” Narotama dan Brahmana melanjutkan perjalanannya menuju tempat dimana
Cerita 7 : Kisah Narotama Sang Brahmana - 69 - Dharmatuladhara melakukan kegiatan jual belinya. Ketika sampai, lagi - lagi Brahmana itu menghilang, tinggal Narotama sendiri. Narotama melihat Dharmatuladhara sangat jujur dalam menjalankan aktifitas berdagangnya. Narotama bertanya kepadanya apa rahasia kesaktian yang dimilkinya sehingga mampu menggantung pakai basah di udara tanpa penyangga apapun. Dharmatuladhara meminta Narotama untuk sabar menunggu karena ia masih melayani para pembeli yang telah banyak mengantri. Dan jika Narotama tidak mau menunggu, Dharmatuladhara menyarankan ia untuk mencari dan menemui “Adrohaka”, yang akan menjawab semua pertanyaannya.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 70 - Dengan ditemani lagi oleh Sang Brahmana, Narotama segera mencapai kediaman Adrohaka. Seperti sebelumnya sang Brahmana menghilang, meninggalkan Narotama yang sekarang berhadapan dengan Adrohaka. Adrohaka adalah seorang yang hidup sederhana serta sangat setia kepada istrinya. Narotama menanyakan hal yang sama kepadanya, yang kemudian dijawab oleh Adrohaka, “Pergilah ke seorang bakta (pemuja yang taat) Dewa Wisnu yang tinggal tidak jauh dari sini, ia akan menjawab semua pertanyaanmu.” Narotama segera menuju tempat yang ditunjukkan Adrohaka. Sesampainya disana, ia
Cerita 7 : Kisah Narotama Sang Brahmana - 71 - menemui pertapa itu sedang duduk dibawah pohon, segera ia menyampaikan salam hormat dan mengutarakan maksud kedatangannya. Melihat wajah dan senyuman pertapa itu membuat hati Narotama begitu ingin bertemu dengan Dewa Wisnu. Pertapa itu lalu mengajak Narotama ke kuil pemujaan yang dikelilingi oleh kolam dengan bunga teratai mekar sangat indahnya. Narotama begitu terkejut melihat Brahmana yang selama ini beberapa kali menemaninya dalam perjalanan mencari jawaban ternyata saat ini telah duduk diatas bunga teratai. Narotama segara menyadari bahwa Brahmana itu adalah Dewa Wisnu sendiri.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 72 - Narotama segera menghaturkan hormat dan Dewa Wisnu pun memberkati serta berkata, “Hormatilah kedua orang tuamu, jika kau ingin berada disisiKu, Aku akan berada di rumah mereka yang melakukan bakti kepada suaminya, yang jujur dan berlaku adil pada sesama, yang hidup sederhana dan mampu mengendalikan hawa nafsunya. Hal itulah mengapa kau bisa temui aku di gubuk kecil pengemis itu, di rumah Suhita, wanita berbudi luhur, di tempat Dharma tuladhara ataupun Adrohaka.” Narotama menyadari kesalahannya dan memutuskan akan berbakti kepada orang tuanya sepanjang hidupnya.
Cerita 7 : Kisah Narotama Sang Brahmana - 73 - Pesan moral Para Dewa – Dewi akan berada di tempat dimana manusia berbuat penuh dengan kasih sayang, adil dan jujur serta dapat mengendalikan hawa nafsunya. Adik – adik hendaknya selalu taat dan berbakti kepada orang tua, niscaya Dewa dan Dewi akan menganugrahkan keselamatan dan kebahagiaan.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 74 - C E R I T A 0 8 Narada Melawan “Kama” Suatu ketika Dewa Narada melakukan tapa di gua, di gunung Himalaya. Dewa Indra yang merasa tersaingi bila Narada berhasil dalam tapanya akhirnya mengutus Dewa Kama untuk mengganggu tapanya. Akan tetapi Dewa Kama
Cerita 8 : Narada melawan “Kama” - 75 - yang merupakan wujud aspek hawa nafsu tidak berhasil mengganggu tapa Narada, hal ini disebabkan tempat bertapanya Narada juga merupakan tempat bertapanya Dewa Siwa, dan karena kekuatan Dewa Siwa segala gangguan dapat dihilangkan. Setelah beberapa lama Narada telah menyelesaikan tapa bratanya, kesombongannya muncul karena merasa telah mengalahkan gangguan dari Dewa Kama (hawa nafsu). Narada pun pergi ke puncak Kailasha menemui Dewa Siwa serta menceritakan perihal keberhasilan tapanya. Narada tidak menyadari bahwa kemenangannya adalah akibat kekuatan dari tapa Dewa Siwa sendiri. Dewa Siwa dengan sabar mendengarkan cerita penuh
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 76 - kesombongan Narada. Dewa Siwa menyarankan Narada untuk tidak menceritakan rahasia ini kepada siapapun. Ternyata Narada tidak puas, ia ingin semua Dewa tahu mengenai kekuatannya. Ia pun pergi menemui Dewa Brahma di Brahmaloka, dan dengan kesombongannya yang sama menceritakan keberhasilan tapanya pada Dewa Brahma. Pada akhirnya setelah Dewa Brahma mendengarkan cerita Narada, Dewa Brahma juga tahu bahwa hal ini semua disebabkan kekuatan tapa dari Dewa Siwa, Iapun
Cerita 8 : Narada melawan “Kama” - 77 - menyarankan kepada Narada untuk tidak menceritakan hal ini kepada siapapun. Saran yang disampaikan Dewa Brahma juga tidak memuaskan Narada. Ia juga ingin memberitakan hal ini kepada Dewa Wisnu. Sehingga Narada pergi ke Vaikuntha untuk bertemu dengan Dewa Wisnu. Sekali lagi Narada menceritakan kesombongannya di hadapan Dewa Wisnu. Dewa Wisnu mendengarkan keseluruhan cerita Narada, dan setelah itu dia berniat untuk memberi pelajaran Narada dengan kekuatan ilusi seijin Dewa Siwa.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 78 - Ketika Narada kembali dari Vaikuntha loka, ia melewati sebuah kota yang sangat indah. Kota ini diperintah oleh seorang raja yang bernama Shelanidhi. Raja tersebut memiliki seorang putri yang akan dinikahkan melalui sebuah Swayamvara (sayembara). Banyak raja dan pangeran yang turut serta dalam sayembara tersebut. Narada dengan rasa penasaran memasuki istana tempat dilangsungkan sayembara. Raja Shelanidhi meminta Narada untuk menjelaskan asal usul garis keturunan Sang Putri kepada khalayak. Tak disangka Narada ternyata terpesona dengan kecantikan dari Sang putri.
Cerita 8 : Narada melawan “Kama” - 79 - Narada kemudian memutuskan kembali ke Dewa Wisnu, dia menyampaikan keinginannya untuk menikahi sang putri. Dia juga meminta kepada Wisnu untuk menjadikannya tampan, setampan Dewa Wisnu. Dewa Wisnu pun mengabulkan permohonan dari Narada dengan mengubah tampilan seluruh tubuhnya menjadi sangat gagah kecuali bagian wajah Narada yang diubah menjadi mirip kera. Narada tidak menyadari hal ini. Ia pun berpamit untuk segera kembali ke sayembara. Narada duduk diantara para Raja dan pangeran, ia tidak menyadari Dewa Wisnu juga turut hadir di ruangan itu dengan menyamar sebagai
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 80 - seorang pangeran yang sangat tampan. Ketika sang putri melihat Narada, ia merasa ketakutan. Dan pada akhir sayembara, Sang putri memilih Dewa Wisnu yang menyamar serta pergi ke Vaikuntha loka bersamanya. Di istana , tempat dilangsungkannya sayembara, dihadiri pula ganas (pengikut) Shiva yang menyamar sebagai pendeta. Karena melihat kebingungan di wajah Narada, pendeta itu menyarankan agar Narada bercermin di air untuk melihat wajahnya sendiri. Betapa terkejutnya Narada melihat wajahnya menyerupai kera. Narada marah, dan meluapkannya pada pendeta itu, lalu
Cerita 8 : Narada melawan “Kama” - 81 - mengutuknya lahir menjadi iblis pada kehidupan selanjutnya. Narada segera menyusul Dewa Wisnu ke Vaikuntha loka. Ia pun meluapkan kemarahannya pada Dewa Wisnu dengan mengutuknya. Narada mengutuk Dewa Wisnu akan mengalami penderitaan berpisah dengan istrinya yaitu Dewi Sita saat kelahirannya sebagai awatara Rama, dan para kera akan menjadi pembantunya. Dewa Wisnu menerima dengan kutukan itu. Dengan segera ia menghapus kekuatan ilusi yang mana hal ini juga mempengaruhi pikiran Narada.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 82 - Narada sekarang menjadi tercerahkan. Ia menyadari dan menyesali kesalahannya. Dewa Wisnu menyampaikan Narada bahwa kemampuan dan kesaktian yang ia pikir itu adalah miliknya sebenarnya itu semua karena kekuatan dari Dewa Siwa. Dewa Wisnu pun bersabda, “Narada, kau tidak mengindahkan apa yang telah Dewa Siwa sampaikan kepadamu, sehingga dengan kekuatannya, Dewa Siwa hendak memberikan pelajaran untukmu. Dewa Siwa berada pada posisi yang paling tinggi, melebihi 3 dasar kualitas satwam, rajas ataupun tamas. Oleh karena itu, kau harus memuja dan memohon
Cerita 8 : Narada melawan “Kama” - 83 - ampun kepada Dewa Siwa agar semua dosa – dosamu dapat terampuni.” Setelah menasehati, Dewa Wisnu segera menghilang dari hadapan Narada. Narada segera turun kembali ke Bumi dan berkeliling mealakukan pemujaan Lingga Siwa, dan disaat melakukan pemujaan itu tanpa sengaja ia melihat ganas (pengikut) Dewa Siwa yang telah dikutuknya. Narada memohon maaf telah mengutuknya, kutukan itu tak bisa dicabut namun bisa di ubah. Bahwa kelak ganas itu akan dilahirkan dari cacing raksasa namun ayah mereka adalah seorang Resi.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 84 - Narada juga menyampaikan bahwa kelak ganas tersebut akan sangat terkenal karena bakti mereka. Setelah itu Narada pergi ke Brahmaloka menemui Dewa Brahma dan meminta kepadanya untuk menceritakan tentang keagungan Dewa Siwa.
Cerita 8 : Narada melawan “Kama” - 85 -
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 86 - C E R I T A 0 9 Pernikahan Putri Padma dan Maharesi Pippalada Dikisahkan ada seorang Raja yang bernama Anaranya, yang merupakan keturunan ke 14 dari Manu-Indrasavarni. Raja Anaranya adalah seorang pemuja Dewa Siwa yang taat. Raja Anaranya memiliki 5 orang istri, yang mana dari mereka di karuniai 100 orang putra dan seorang putri yang cantik jelita. Putri yang cantik ini bernama Padma.
Cerita 9: Pernikahan Putri Padma & Maharesi Pippalada - 87 - Ketika Padma beranjak dewasa, Sang Raja mulai berpikir untuk mencari Suami yang serasi untuknya. Suatu hari Padma sedang mandi di sungai Bhadra, Maharesi Pippalada yang melewati pinggiran sungai tanpa sengaja melihat Padma dan terpesona akan kecantikannya. Setelah mendapatkan berita asal usul siapa sebenarnya Padma dari masyarakat, resi Pippalada pun pergi ke Raja Anaranya dan kemudian mengutarakan maksudnya untuk memperistri Padma. Karena melihat fisik dari Maharesi Pippalada yang sudah tua dan terlihat lemah, bimbang hati Raja Anaranya. Kebimbangan hati ini diartikan sebagai penolakan oleh Maharesi Pippalada, dan ia pun
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 88 - dengan tegas berkata, “Wahai Raja, walaupun aku terlihat tua, tapi aku datang dengan maksud baik, aku juga akan memperlakukan Padma sebagai istriku dengan layak. Ketahuilah wahai raja, kau dan kerajaanmu akan mendapatkan ganjaran jika permintaanku ini tak kau penuhi!” Raja Anaranya yang ketakutan akhirnya memberikan restu kepada Resi Pippalada untuk menikahi Padma. Dengan gembira Resi Pippalada dengan ditemani Padma meninggalkan istana. Namun sebaliknya dengan Raja dan ratu, mereka merasa sangat sedih kehilangan Padma. Raja kehilangan saat saat dimana senyum dan tawa
Cerita 9: Pernikahan Putri Padma & Maharesi Pippalada - 89 - Padma menghiasi istana Kerajaan. Sedangkan ratu merasa sedih karena sebenarnya ia menginginkan Padma dapat bersanding dengan pangeran yang tampan dari Kerajaan yang besar dan luas, dengan harapan ia akan semakin kaya dan berkuasa. Antara Raja dan ratu sama sama sedih, tapi ada perbedaan yang prinsip dalam motifnya. Pada akhirnya untuk menenangkan hati, mereka mengasingkan diri ke dalam hutan. Tak lama kemudian Sang Ratu meninggal dunia, demikian pula disusul oleh Raja Anaranya meninggalkan dunia untuk selama lamanya. Karena pengabdian dan pemujaan yang tulus ikhlas kepada Dewa Siwa, Raja Anaranya di terima di Siwaloka.
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 90 - Para Dewa begitu bersuka cita melihat pengabdian Padma sebagai seorang istri. Walaupun Resi Pappilada sudah tua dan lemah, Putri Padma sangat berbakti kepada suaminya, tingkah lakunya mencerminkan sikap yang seharusnya di lakukan oleh para istri kepada suaminya, walau bagaimanapun keadaan suaminya. Dalam keadaan seperti ini tidak hanya bakti dan kesabaran Padma yang diuji namun juga kesetiaannya akan selalu dipertaruhkan. Dharmaraja (Dewa Dharma) suatu ketika ingin menguji Padma, Dharmaraja tiba di pinggiran sungai dimana saat itu Putri Padma sedang mandi. Dharmaraja menyamar menjadi seorang
Cerita 9: Pernikahan Putri Padma & Maharesi Pippalada - 91 - pangeran yang muda dan sangat tampan. Ia mencoba merayu Padma agar meninggalkan suami tua rentanya dan pergi bersamanya. Padma menolak dengan keras ajakan itu dan serta merta mengutuk perbuatan pangeran itu. Mendengar itu Dharmaraja sangatlah senang, itu artinya Padma telah berhasil melalui ujiannya. Dharmaraja (Dewa Dharma) pun segera membuka jati dirinya yang sebenarnya dan bertanya kepada Padma bagaimana caranya agar akibat dari kutukan Padma dapat diringankan. Padma menyampaikan bahwa perwujudan Dharmaraja (Dewa Dharma) sebagai pengiring utama Dewa Siwa, sebagai sapi telah dikabulkan
Kumpulan Kisah Inspiratif Anak Hindu 1 - 92 - oleh Dewa Siwa, ia adalah Dharma, ia adalah kebajikan, kebaikan. Dimana ada Siwa disana ada kebajikan, ada kebaikan, ada Dharma, ada Dharmaraja. Disana ada Dharmaraja dalam kesatuan dengan Nandikeswara, Sang Sapi dengan 4 kaki. 4 kaki ini adalah perlambang 4 pilar dharma. Putri Padma melanjutkan pembicaraannya, ”Wahai Dewa Dharma, wujud kaki – kaki dharmamu akan tetap tegak di Satya yuga, tapi akan berkurang menjadi 3 kaki saat treta yuga, demikian pula akan berkurang menjadi 2 saat masa Dwapara Yuga. Dan pada akhirnya, Dharma (Kebajikan) hanya akan memiliki 1 kaki