The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by perpus smansaku, 2023-08-28 22:30:15

babad-pasek

babad-pasek

Keywords: babad,pasek

101 diangkat menjadi Anglurah Padanglwih atau Padanglambih bagian barat. Sedang Padanglwih bagian timur sudah diperintahkan oleh I Gusti Agung Lanang Dawan. Selanjutnya Gde Selat bergelar I Gusti Gde Selat. Kemudian I Gusti Gde Selat berputra dua orang laki-laki. Yang sulung bernama I Gusti Wayahan Bandesa Mas, dan adiknya bernama I Gusti Nengah Bandesa Mas. Karena I Gusti Gde Selat sudah lanjut usia, lalu tampuk pimpinan pemerintahan diserahkan kepada I Gusti Wayahan Bandesa Mas. Namun I Gusti Wayahan Bandesa Mas tidak dapat menyetujui pengangkatan ini. Ia minta agar daerah itu dibagi menjadi 2, sehingga mereka berdua sama-sama memiliki daerah kekuasaan. Akan tetapi I Gusti Wayahan Bandesa Mas tetap dan bertahan dengan keputusan orang tuanya, bahwa daerah itu adalah daerah kekuasaanya. I Gusti Gde Selat lalu meninggal dunia. I Gusti Nengah Bandesa Mas tetap bersikeras dan menuntut agar daerah Padanglwih dibagi menjadi 2 daerah, akan tetapi I Gusti Wayahan Bandesa Mas tetap mempertahankan keutuhan daerah Padanglwih. Semakin lama perselisihan semakin memuncak dan akhirnya pihak I Gusti Nengah Bandesa Mas menyerang I Gusti Wayahan Bandesa Mas yang terletak di sebelah utara pasar. Serangan itu mengakibatkan terjadinya pertempuran sengit. Di dalam pertempuran ini banyak korban berjatuhan sehingga banyak pula mayat sampai bertumpuk-tumpuk. Darahnya mengalir seperti air parit mengalir yang menimbulkan suara ngerobok(beriak). Mulai saat itu desa Padanglwih berubah nama menjdai desa Ngerobok dan akhirnya desa Kerobokan. Kedua orang saudara kandung ini tidak ada menjadi pemenang. Karma keduanya sangat tebal, sehingga tidak dapat terlukai oleh setiap senjata. Yang menjadi korban adalah rakyatnya masing-masing. Untuk menghindari dan menghentikan permusuhan ini, lalu I Gusti Wayahan Bandesa Mas dating menghadap Raja Badung di Pemecutan, dan mempermaklumkan tentang apa yang terjadi di desa Krobokan. Tatkala itu I Gusti Wayahan Bandesa Mas mohon kepada Raja Badung supaya diperkenankan mengangkat seorang putranya menjadi pimpinan pemerintahan di daerahnya. Raja Badung memenuhi permohonan I Gusti wayahan Bandesa Mas yakni mengijinkan mengangkat seorang putranya menjadi pimpinan pemerintahan di desa Krobokan bagian utara, dan di beri gelar I Gusti Ketut Krobokan.


102 Adapun I Gusti Ketut Krobokan dibuatkan Jro Krobokan Kajanan. Sedang seluruh keluarga I Gusti Wayahan Bandesa Mas membuat rumah sebagai pekandel jro. Mulai saat itu I Gusti Wayahan Bandesa Mas dan keturunan tidak lagi memakai gusti, sebab semua kekuasaannya sudah diserahkan kepada I Gusti Ketut Kerobokan. Sejak itu I Gusti Wayahan Bandesa Mas disebut Ki Bandesa Mas. Demikian seterusnya anak cucu sampai keturunannya sekarang. Dari peristiwa ini I Gusti Nengah Bandesa Mas merasa terpukul, lalu ia berangkat ke Mengwi menghadap Raja Mengwi untuk memohon seorang putra Raja Mengwi untuk diangkat di desa Krobokan menjadi pimpinan pemerintahan. Akan tetapi Raja Mengwi tidak dapat memenuhi permintaannya, karena mengharapkan hubungan Mengwi dan Badung tetap baik. Kemudian I Gusti Nengah Bandesa Mas kembali ke desa Krobokan, dengan hati yang sangat kesal. Lalu ia terus dating menghadap ke Puri Agung Pemecutan, memohon seorang putra Raja Badung untuk diangkat menjadi pimpinan pemerintahan di desa krobokan bagian selatan. Raja Pemecutan menyetujui permohonan I Gusti Nengah Bandesa Mas. Beliau menunjuk seorang putranya yang masih jejaka, sedang putra-putranya yang lain sudah keluar dari puri Pemecutann, menempati tempat-tempat yang dianggap rawan dan sering diserang oleh pihak lawan. Putranya yang bernama I Gusti Lanang Celuk waktu itu sedang menuntut ilmu di Puri Agung Klungkung. Kedua orang pimpinan pemerintahan itu oleh ayahnya Raja Badung ditugaskan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap desa-desa di perbatasan, antara lain Desa Dalung yang merupakan basis terdepan bagi kerajaan Mengwi yang sering dipakai tempat memulai mengadakan kekacauan terhadap keamanan kerajaan Badung. Kemudian Bandesa Selat atausering disebut juga Bandesa Mas, lama-lama banyak menurunkan I Gusti Ketut Kerobokan dan keturunan I Gusti Lanang Celuk. Oleh sebab itu diantaranya selalu terjalin hubungan yang harmonis. Demikianlah ikhwal diangkatnya Bandesa Gde Selat oleh Raja Maharaja Cakti di Puri Pemecutan sebagai anglurah di Pandanglwih atau Padanglambih kemudian berubah menjadi Desa Kerobokan, bergelar I Gusti Bandesa Selat. Seterusnya desa Krobokan oleh putra dari I Gusti Gde Selat kepemimpinannya diserahkan kepada I gusti Ketut Krobokan dan I Gusti Lanang Celuk keduanya putra dari Raha Maharaja Cakti dari Puri Pemecutan.


103 Demikianlah keturunan Mpu Withadarmma, yang lazim disebut Pasek Bandesa Mas, Pasek Gelgel, Pasek Bandesa, Pasek Bandesa Tebuwana, Bandesa Manik Mas, Pasek Pegambuhan, Pasek Galengan, Pasek Bea, Pasek Dawuh, Pasek Sekalan, Pasek Tangkas Kori Agung, dan lain-lainnya. Begitu pula peranan keturunan Mpu Withadharmma dalam berbagai peristiwa membawa dampak positif, bukan saja bagi keturunan beliau namun juga bagi masyarakat luas.


Click to View FlipBook Version