The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM PEKALONGAN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by febiiainpklproject, 2018-11-08 01:55:43

LAPORAN KERJA DEKAN FEBI 2017

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM PEKALONGAN

Keywords: LAPORAN DEKAN FEBI 2017

2018 2019 2020 2021
yang dilakukan oleh yang dilakukan oleh yang dilakukan oleh
dosen tetap melalui dosen tetap melalui dosen tetap melalui yang dilakukan oleh
kerjasama DN. kerjasama DN. kerjasama DN. dosen tetap melalui
kerjasama internasional
dan DN.

2 kegiatan yang 2 kegiatan yang 3 kegiatan yang 3 kegiatan yang
m melibatkan mahasiswa melibatkan melibatkan melibatkan mahasiswa
dian dalam kegiatan mahasiswa dalam mahasiswa dalam dalam kegiatan
pelayanan/pengabdian kegiatan pelayanan/pengabdian
kegiatan
kepada masyarakat pelayanan/pengabdia pelayanan/pengabdia kepada masyarakat
n kepada masyarakat n kepada masyarakat melalui baksos,
melalui baksos melalui baksos melalui baksos

5 kerjasama 6 kerjasama 7 kerjasama 8 kerjasama

1 kerjasama dengan 1 kerjasama dengan 2kerjasama dengan 2 kerjasama dengan
institusi di luar negeri. institusi di luar institusi di luar negeri. institusi di luar negeri.
negeri.

C. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN
Rencana kegiatan dan anggaran selama tahun 2017 tertuang dalam Rencana
KerjaAnggaran Kementerian/Lembaga (RKA KL) FEBItahun 2017 sebesar Rp 850,200,250,-
Dengan rincian sebagai berikut :

NO KEGIATAN ANGGARAN

1 Honor penguji proposal skripsi 35,000,000
2 Honor Pembimbing Skripsi 60,000,000
3 honor penguji skripsi 90,000,000
4 penguji kompre 60,000,000
5 honor penguji proposal TA 18,000,000
6 honor pembimbing TA 28,000,000
7 honor penguji TA 48,000,000
8 Praktikum mini bank syariah 1,700,000
9 Praktikum akuntansi komputer perbankan syariah 1,700,000
10 praktikum ibadah 18,000,000
11 praktikum tilawah 18,000,000
12 PPL EKOSY 107,613,750
13 PPL DBS 69,800,000
14 KKL EKOSY 67,900,000
15 KKL DBS 23,650,000
16 Workshop persiapan jurnal FEBI 30,495,000
17 workshop desain pembelajaran KKNI 34,810,000
18 workshop perumusan profil lulusan prodi perbankan syariah 35,150,000
19 seminar peran OJK dalam pengawasan keuangan indonesia 21,184,000
20 rapat koordinasi FEBI 22,724,000
21 pelatihan penulisan skripsi Ekosy 14,404,000
22 Academic Writting DBS 13,998,000
23 training motivsi mahasiswa FEBI 13,065,000
24 workshop penguatan tata kelola FEBI 17,006,500
850,200,250
Jumlah

BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Sebagai sebuah organisasi maka Dekan FEBI IAIN Pekalongan dalam menjalan tugas dan

amanah yang diembannya senantiasa berpegang pada rambu-rambu yang telah ditetapkan baik oleh
peraturan hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah, kementerian maupun Rektor IAIN Pekalongan.
FEBI adalah fakultas yang cukup besar, sehingga dalam melaksanakan tugasnya Dekan tidak bisa
melakukannya sendiri, sebab pada dasarnya FEBI sebagai sebuah organisasi dan birokrasi modern,
maka alur kerja senantiasa mengedepankan alur yang bernuansa top-down, berjenjang, koordinasi dan
kerjasama.

Capaian kinerja organisasi ini pada dasarnya adalah kerja dari sebuah tim dibawah komando
Dekan, oleh karena itu pencapaian kinerja tidak dapat diklaim secara sepihak sebagai kerja atau
prestasi satu orang saja. Capaian kinerja ini pada dasarnya adalah cerminan kerja tim yang harus
solid, loyal dan prosefional. Kinerja Dekan pada dasarnya merupakan cerminan dari kinerja semua
pengelola di FEBI IAIN Pekalongan.

Secara garis besar maka capaian kinerja Dekan FEBI IAIN Pekalongan dapat dipaparkan sebagai
berikut:
1. MAHASISWA DAN LULUSAN

a. Pedoman Seleksi Mahasiswa Baru
Untuk memperoleh input mahasiswa yang berkualitas, maka FEBI IAIN Pekalongan

menerima dan menyeleksi calon mahasiswa baru melalui empat jalur, yang dilaksanakan secara
on-line. PMB online adalah sebuah sistem penerimaan mahasiswa baru berbasis website yang
didesain oleh pihak IAIN Pekalongan dengan jalan me-link-an antara pihak institusi dengan pihak
Kementerian Agama Pusat selaku induk dari beberapa perguruan tinggi agama baik negeri
maupun swasta di satu sisi, di sisi lain menghubungkan dengan perguruan tinggi agama Islam
negeri yang lain, mulai dari UIN, IAIN hingga STAIN.

Keempat jalur tersebut adalah sebagai berikut:
1) Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-

PTKIN)
Dari jalur ini sekolah mengirimkan nama-nama siswa berprestasi dengan kriteria: sekolah
berakreditasi A sebanyak 30% dari total siswa kelas XI, sekolah berakreditasi B 20% dan
berakreditasi C 10%
2) Seleksi Nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SENAM-
PTKIN)
Melalui jalur seleksi ini calon mahasiswa melakukan pendaftaran sesuai dengan minat
keilmuan yang ada di PTKIN seluruh Indonesia, dimana pendaftaran dilaksanakan secara on-
line.
3) Seleksi Jalur Mandiri

IAIN Pekalongan membuka pendaftaran calon mahasiswa baru secara mandiri, dimana
proses pendaftaran, seleksi dan penentuan kelulusan dilaksanakan secara mandiri oleh IAIN
Pekalongan
4) Seleksi Bakat dan Minat
Melalui jalur seleksi ini FEBI IAIN Pekalongan menerima calon mahasiswa baru melalui
jalur prestasi akademik dan non akademik.

Dari tahun ke tahun persentase jumlah pendaftar mahasiswa baru FEBI IAIN Pekalongan dari
jalur SPAN atau prestasi mengelami perkembangan yang cukup baik. Hal ini menjadi indikator
kuat bahwa kualitas input mahasiswa FEBI IAIN Pekalongan selalu meningkat.

b. Jumlah Mahasiswa Baru
Data perkembangan jumlah mahasiswa FEBI IAIN Pekalongan sampai dengan tahun 2017

adalah sebagai berikut:

No. Jurusan Tabel 3.2 Jumlah Mahasiswa baru FEBI
Angkatan 2017
1 S1 Ekosy 393
2 D3 PBS Jurusan Syariah & Ekonomi Islam STAIN
3. S1 Aksya 2012 2013 2014 2015 2016 0
4. S1 PS 260 348 509 571 482 101
115 130 172 153 136 46
Jumlah
000 0 0 540
000 0 0

375 478 681 724 618

Mengacu pada data tersebut maka dapat diketahui bahwa jumlah mahasiswa FEBI IAIN
Pekalongan dari tahun ke tahun mengalami perkembangan. Hal ini menjadi indikator penting
bahwa masyarakat semakin mempercayakan pendidikan tinggi putra-putrinya di FEBI IAIN
Pekalongan. Kepercayaan ini menjadi cambuk yang melecut bagi FEBI IAIN Pekalongan untuk
meningkatkan kualitasnya sehingga dapat memenuhi ekspektasi masyarakat.

Pada tahun akademik 2017/2018 FEBI IAIN Pekalongan membuka dua program studi baru,
yaitu S1 Perbankan Syariah dan S1 Akuntansi Syariah. Meskipun tergolong dua program studi
baru namun animo masyarakat cukup tinggi yang terindikasi dari ketatnya dalam proses
PMB.Hingga tahun 2017, maka jumlah mahasiswa FEBI mencapai 2750 mahasiswa. Jika dirata-
rata dari empat jalur SPMB, maka untuk S1 Perbankan Syariah rasio antara yang diterima dengan
pendaftar adalah 1 : 7, untuk S1 Akuntansi Syariah 1 : 11, adapun S1 Ekonomi Syariah 1 : 16.

2. SUMBER DAYA MANUSIA
a. SDM FEBI IAIN Pekalongan

FEBI sudah melakukan pengelolaan Sumber Daya Manusia yang ada, di antaranya:
menentukan kuota penerimaan dosen dan tenaga kependidikan yang disesuaikan dengan
kebutuhan Jurusan yang berada di FEBI, Penempatan dosen sesuai dengan jurusan, dan
menempatkan tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan unit. Demikian juga upaya-upaya
pengelolaan SDM yang baik terus dilakukan, seperti adanya sistem monitoring dan evaluasi, serta

rekam jejak kinerja dosen dan tenaga kependidikan yang baik, pengelolaan rasio dosen, tenaga
kependidikan dan mahasiswa yang proporsional, serta diupayakannya sistem pengelolaan SDM
yang lengkap, transparan, dan akuntabel.

Namun demikian, FEBI belum memiliki pedoman sistem pengelolaan sumber daya yang
lengkap yang meliputi: perencanaan, rekrutmen, seleksi,orientasi, penempatan pegawai,
pengembangan karier, penghargaan dan sanksi. Hal ini disebabkan karena FEBI belum memiliki
kewenangan untuk merekrut dan mengatur sistempengelolaan SDM. Sistem rekrutmen masih
ditangani oleh Bagian Umum khususnya subbagian organisasi, kepegawaian dan penyusunan
peraturan.

Sumber daya manusia yang ada FEBI IAIN Pekalonganterdiri dari SDM pengelola, staf dan
dosen. Di jajaran dekanat ada 1 dekan dibantu 3 wakil dekan.Sedangkan untuk pelaksana akademik
dipimpin oleh Kabag yang dibantu oleh 2 kasubag dan 1 bendara. Sementara itu staff ada 10 orang
b. Monitoring dan Evaluasi Kinerja SDM

FEBI Pekalongan telah melakukan langkah-langkah untuk memonitoring dan mengevaluasi
kinerja dosen dan tenaga kependidikan, di antaranya melalui: kegiatan evaluasi kinerja dosen
dengan menggunakan ukuran Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan Beban Kinerja Dosen (BKD) dan
Indeks Kinerja Akademik Dosen (IKD), kegiatan evaluasi kinerja tenaga kependidikan melalui
Laporan Catatan Kinerja Harian (LCKH), Instrumen Kendali Mutu (IKM), Kuesioner Kepuasan
Mahasiswa terhadap pelayanan di FEBI, dan upaya peningkatan kedisiplinan melalui sistem
fingerprint.

Meskipun FEBI telah melakukan langkah-langkah monitoring dan evaluasi kinerja seperti
tersebut di atas, namun monitoring dan evaluasi tersebut belum maksimal. Misalnya, fingerprint
hanya dilakukan pada waktu berangkat dan pulang, belum dilakukan pada waktu menjelang dan
setelah istirahat. Selain itu, FEBI juga belum menerapkan sanksi secara tegas sehingga masih ada
beberapa dosen dan tenaga kependidikan yang tidak disiplin dalam melaksanakan tugasnya.

c. Jumlah Dosen

Selama ini FEBI memiliki 25 dosen yang terdiri dari 22 dosen tetap PNS dan 3 Dosen

Tetap Non PNS. Jumlah dosen tersebut belum sebanding dengan jumlah mahasiswa yang ada

di FEBI. Jumlah mahasiswa FEBI sampai dengan tahun 2017 yaitu 2.760 mahasiswa. Dengan

demikian maka rasio perbandingan dosen dan mahasiswa adalah 1:120. Padahal menurut

standar BAN-PT rasio perbandingan dosen mahasiswa adalah 1:33. Selain ada kelemahan juga

dapat dilihat dari jenjang pendidikan dosen di mana saat ini dosen yang bergelar doktor (S3)

masih berjumlah 3 orang dan dari jumlah tersebut, tidak ada satu pun yang bergelar guru besar

(Profesor).

Adapun daftar Dosen Tetap FEBI IAIN Pekalongan adalah sebagai berikut :

No Nama/NIP Pendidikan Jurusan Bidang

Terakhir Kepakaran

1 Agus Fahrina, MSI S.2 IAIN Walisongo Ekonomi Syariah Hukum Ekonomi

Islam

2 Kuat Ismanto, MAg S.2 UIN SUKA Ekonomi Syariah Ekonomi Islam

3 Karima Tamara, ST, MM S.2 UNDIP Ekonomi Syariah Manajemen

keuangan

5 Ali Amin Isfandiar S.2 IAIN SUKA Ekonomi Syariah Hukum Islam

6 Mansur Chadi Mursid, MM S.2 IPB Ekonomi Syariah Manajemen

Bisnis

7 Muhammad Masur, M.EI S.2 IAIN Sunan Ekonomi Syariah Manajemen

Ampel

8 Drajat Setiawan, M.SI S.2 IPB Ekonomi Syariah Matematika

Terapan

9 Dr. Hj Shinta Dewi Rismawati, MH S.3 UNDIP Perbankan Ilmu Hukum

10 Dr. AM. M. Hafid Ma’shum, M.Ag S.3 UIN Suka Syariah Ekonomi Islam
Perbankan

Syariah

11 H. Tamammudin, SE MM S.2 UNDIP Perbankan Manajemen

Syariah Keuangan

12 Shultoni, Lc, MSi S.2 IAIN SUKA Perbankan Ekonomi Islam

Syariah

13 Nur Fani Arisnawati, MM S.2 UNDIP Perbankan Manajemen

Syariah

14 Siti Aminah Chaniago, MSI S.2 UII D.3 Perbankan Ekonomi Islam

Syariah

16 Hj. Rinda Astusti, MSi S.2 UI D.3 Perbankan Ekonomi Islam

Syariah

17 Ahmad Syukron, MEI S.2 IAIN Sunan D.3 Perbankan Ekonomi Islam

Ampel Syariah

18 Muhammad Aris Syaf’i, MEI S.2 IAIN SUKA D.3 Perbankan Hukum Islam,

Syariah Keuangan dan

Perbankan

Syariah

17 Muhammad Izza, MEI S.2 UII D.3 Perbankan Ekonomi Islam

Syariah

18 Muhammad Khoirul Fikri, MEI S.2 UIN SUKA D.3 Perbankan Manajemen

Syariah Keuangan

19 Drs. H. A. Tubagus Surur, MAg S.2 IAIN Walisongo Akuntansi Syariah Ulumul Hadits

20 H. Gunawan Aji, MSI S.2 UNDIP Akuntansi Syariah Akuntansi

21 H. Ahmad Rosyid, SE Akt, MSI S.2 UNDIP Akuntansi Syariah Akuntansi

22 Muhammad Nasrullah, SEMSI S.2 UII Akuntansi Syariah Ekonomi Islam

23 Agus Arwani, MAg S.2 IAIN SUKA Akuntansi Syariah Hukum Islam
24 Alvita Tyas Dwi Aryani, MSi S.2 UNDIP Akuntansi Syariah Akuntansi

d. Pengembangan Dosen

FEBI IAIN Pekalongan berusaha untuk melakukan pengembangan dosen, terutama dari
aspek kompetensi akademik. Sampai saat ini jumlah dosen yang bergelar doktor sebanyak 3
orang. Oleh karena itu, semua dosen yang ada didorong untuk mengikuti studi lanjut.Selain
pengembangan kualifikasi pendidikan, pengembangan kapasitas dosen juga dilakukan dalam
bidang riset, pengabdian dan publikasi ilmiah. Untuk menghasilkan riset dan karya tulis ilmiah
yang baik, para dosen juga diberikan pelatihan-pelatihan penulisan ilmiah. Karya tulis ilmiah
yang sudah ditulis oleh dosen-dosen yang ada juga didorong untuk dapat diterbitkan di jurnal-
jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional.

Selain itu, dosen juga didorong untuk memiliki kompetensi sosial, sehingga para dosen
FEBI dapat berkiprah dalam melakukan perubahan-perubahan sosial di masyarakat. Namun
demikian, pedoman sistem pengembangan dosen sampai saat ini belum terumuskan dengan
baik, sehingga upaya-upaya pengembangan yang selama ini dilakukan masih bersifat sporadis
dan tidak mengacu pada rencana pengembangan yang sistematis dan berkelanjutan.

e. Tenaga Kependidikan

FEBI saat ini memiliki 14 tenaga kependidikanyang terdiri dari:

1) Tenaga PNS : 4 orang

2) Pegawai Kontrak : 10 orang

Jika dilihat dari jabatannya, tenaga kependidikan PNS dapat dirinci sebagai berikut:

1) Kabag Tata Usaha : 1 orang

2) Kasubag AUK : 1 orang

3) Kasubag AKMA : 1 orang

4) Bendahara : 1 orang

Jumlah tenaga kependidikan tersebut tidak ideal jika dibandingkan dengan jumlah

dosen.Idealnya rasio tenaga kependidikan dan dosen adalah 1:10. Selain itu Job description

dan analisis jabatan masih kurang baik.

f. Pengukuran Kepuasan Pegawai dan Dosen
Pengukuran kepuasan pegawai dan dosen terhadap sistem pengelolaan SDM di FEBI

dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) melalui survei yang dilakukan secara rutin
setiap tahun. Survei kepuasan pegawai dan dosen terhadap sistem pengelolaan SDM meliputi
perekrutan, penempatan, pengembangan, fasilitas, iklim dan suasana kerja, sanksi,
keteladanan, penghasilan dan penghargaan. Dari hasil survei diketahui bahwa FEBI
mendapatkan peringkat ke III, setelah Fakultas Tarbiyah dan LPM.

Dari hasil survei Kepuasan pegawai dan dosen terhadap sistem pengelolaan SDM di FEBI
secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen pengelolaan SDM di FEBI dilakukan
secara baik dengan memperhatikan kepuasan dosen dan tenaga kependidikan.

3. KURIKULUM
a. Kebijakan Pendidikan dan Pedoman Pembelajaran
Pengembangan dan pemutakhiran kurikulum dilakukan minimal empat tahun sekali.FEBI
IAIN Pekalongan telah mewajibkan masing-masing program studi untuk menerapkan kurikulum
KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) mulai tahun 2017. Langkah ini ditempuh untuk

mengantisipasi dinamika kehidupan masyarakat yang selalu bergerak dinamis sehingga dijawab
oleh IAIN Pekalongan melalui evaluasi kurikulum, dengan tetap mengacu pada mandate,
kebutuhan stakeholder dan VMTS.Pemutakhiran kurikulum mengikuti regulasi yang berlaku,
mulai sejak masa diberlakukannya KBK sampai dengan KKNI.

Pengembangan kurikulum di FEBI IAIN Pekalongan didasarkan pada Keputusan
Rektor Nomor: 561 Tahun 2017 tentang Panduan Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI
IAIN Pekalongan.

Kebijakan Pengembangan kurikulum IAIN Pekalongan tersebut didasarkan pada
landasan-landasan sebagai berikut:
1) Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional

Indonesia (KKNI);
2) Permenristekdikti RI Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan

Tinggi;
3) Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2016 tentang Ijazah, Transkip Akademik,

dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah Perguruan Tinggi Keagamaan;
4) Permenristek Dikti Nomor 55 Tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru;
5) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Perubahan

STAIN Pekalongan menjadi IAIN Pekalongan. Dalam keputusan ini diperoleh
pesan utama bahwa perubahan status“STAIN” menjadi “Institut” menghendaki
adanya pengembangan ilmu atau jurusan yang lebih luas. Hal ini menuntut adanya
perubahan pada struktur kurikulum;
6) Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Organisasi
dan Tata kerja IAIN Pekalongan;
7) Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 tentang Statuta IAIN
Pekalongan.
8) Keputusan Rektor Nomor: 561 Tahun 2017 tentang Panduan Pengembangan Kurikulum
Berbasis KKNI IAIN Pekalongan; dan
9) Peraturan Direktur Jenderal Nomor 2500 Tahun 2018 tentang Standar Kompetensi
Lulusan dan Capaian Pembelajaran Program Studi Jendang Sarjana Pada
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Fakultas Agama Islam Pada Perguruan
Tinggi.

Untuk menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi kurikulum, dilakukan beberapa
langkah, seperti perbaikan kurikulum, penerbitan dokumen yang terkait pelaksanaan kurikulum,
workshop kurikulum, workshop upgrading dosen, program penunjang kurikulum dan workshop
pengembangan program studi.Salah satu bentuk tindak lanjut hasil monitoring kurikulum di FEBI
IAIN Pekalongan adalah membuat koherensi antara satu kurikulum pada satu program studi
dengan program studi yang lain. Koherensi tersebut salah satunya terlekat pada upaya semua
kurikulum untuk mewujudkan visi dan misi institusi, yang mana ini dimanifestasikan dengan
adanya mata kuliah tingkat institut. Mata kuliah tingkat institut ini ada di semua kurikulum

program studi, sehingga mahasiswa mempunyai capaian pembelajaran yang sama pada aspek
tertentu.

Adapun kedalaman keilmuan direpresentasikan pada mata kuliah program studi yang pada
umumnya menempati porsi terbesar dari seluruh beban SKS yang harus ditempuh oleh
mahasiswa. Isi kurikulum di tingkat program studi juga dirumuskan melalui asosiasi program
studi sesuai dengan diberlakukannya kurikukum KKNI. Langkah ini merupakan upaya agar
mahasiswa di masing-masing program studi terspesialisasi sesuai dengan kompetensi dan capaian
pembelajarannya masing-masing, sehingga mereka menjadi Sumber Daya Manusia yang
profesional dibidangnya.

Struktur dan isi kurikulum kemudian diorganisir sehingga muncullah klusterisasi mata
kuliah, yaitu yang meliputi:
a. Mata kuliah institut
b. Mata kuliah fakultas
c. Mata kuliah program studi

Karena setiap mata kuliah berhubungan dengan mata kuliah yang lain, maka dalam
penataan mata kuliah juga dimunculkan mata kuliah pra-syarat dan co-syarat. Untuk dapat
mengambil mata kuliah tertentu, maka mahasiswa harus lulus terlebih dahulu dari mata kuliah
yang menjadi pra-syaratnya. Hal ini bertujuan agar capaian pembelajaran dapat dikuasai oleh
mahasiswa secara berjenjang, sistematis dan terstruktur sehingga tidak menimbulkan overlapping
yang berimplikasi pada tidak tercapainya capaian pembelajaran.

b. Pengembangan Kurikulum
Kebijakan teknis dalam upaya pengembangan kurikulum adalah dengan menyelenggarakan

berbagai jenis workshop redesain kurikulum di masing-masing fakultas. Salah satu tujuan dari
kebijakan ini adalah agar standar kompetensi lulusan yang dinyatakan dalam rumusan capaian
pembelajaran lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi pembelajaran,
standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan
standar pembiayaan pembelajaran. Implikasi dari karakteristik ini adalah bahwa perencanaan
pembelajaran, proses pembelajaran dan evaluasinya mengacu pada capaian dan standar
kompetensi.Ini artinya bahwa (misalnya dalam tahap perencanaan pembelajaran), Capaian
Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang disusun dalam RPS oleh dosen mengacu pada capaian
pembelajaran lulusan; dan CPMK sendiri menjadi acuan dalam menyusun sub-CPMK.

Untuk melaksanakan perencanaan, pengembangan dan pemutakhiran kurikulum telah
disusun serangkaian dokumen yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan. Dengan adanya
panduan ini maka implementasi kurikulum dapat dieksekusi secara terarah, mulai dari
perencanaan sampai dengan tahap pengembangannya.

Monitoring dan evaluasi kurikulum merupakan salah satu upaya agar IAIN Pekalongan
berkontribusi dalam pembangunan melalui luluskan yang dihasilkan. Monev kurikulum adalah
lankah konkrit bagaimana perguruan tinggi mensikapi dan menjawab kebutuhan masyarakat,

sehingga perguruan tinggi tidak hanya berkutat dari satu teori ke teori yang lain. Melalui monev
kurikulum, IAIN Pekalongan berusaha untuk mengaplikasikan teori, melakukan refresh terhadap
teori dan sekaligus mampu membaca ralitas empirik dengan teori yang mapan dan dapat
dipertanggungjawabkan secara akademik.

c. Kurikulum Program Studi
Sampai dengan tahun akademik 2017/2018, FEBI IAIN Pekalongan memberlakukan dua

jenis kurikulum, yaitu kurikulum 2009 dan kurikulum KKNI 2017. Kurikulum 2009 diberlakukan
kepada mahasiswa FEBI IAIN Pekalongan untuk tahun masuk 2016/2017 dan sebelumnya, yaitu
untuk S1 Ekonomi Syariah dan D3 Perbankan Syariah. Sedangkan kurikulum KKNI diberlakukan
untuk mahasiswa semua jurusan di FEBI, untuk mahasiswa yang masuk mulai tahun akademik
2017/2018.

Untuk kurikulum KKNI ini semua jurusan telah merumuskan profil lulusannya. Untuk
Jurusan S1 Ekonomi Syariah profil lulusannya adalah sebagai berikut:

a. Praktisi Ekonomi Syariah
Mendirikan, mengembangkan dan melaksanakan usaha mandiri sesuai kompetensi.

b. Enterpreneur Ekonomi Syariah
Melakukan tugas pekerjaan sebagai praktisi di lembaga keuangan syariah sesuai dengan
kompetensi dan kewenangan

c. Analis Ekonomi Syariah
Melakukan analisis ekonomi dan pencarian solusi terhadap fenomena dan permasalahan
ekonomi yang sedang berkembang sesuai dengan kompetensi.

d. Peneliti Muda
Membantu peneliti utama dalam melakukan berbagai penelitian ilmiah sesuai dengan
kompetensi.

Adapun untuk S1 Akuntansi Syariah profil lulusan yang ditargetkan adalah sebagai berikut:
a. Profil Lulusan utama

Akademisi, Peneliti, Konsultan, Praktisi Akuntansi yang kompeten, terampil, dan mampu
mengintegrasikan Ilmu-ilmu akuntansi syariah (ilmu-ilmu islam dalam ilmu akuntansi ) dan
ilmu pengetahuan yang lain serta berahlakul karimah dalam bidang profesinya..
b. Profil Lulusan Tambahan
Profil tambahan lulusanprogramS1 akuntansi syariah adalah menjadi Enterpreneur muslim
yang kreatif dan inovatif.
Sedangkan untuk S1 Perbankan Syariah profil lulusan yang ditargetkan adalah sebagai
berikut:
a. Profil Utama Lulusan
1) Praktisi Keuangan dan Perbankan Syariah
2) AkademisiDibidangKeuangan Dan Perbankan Syariah
3) PenelitiBidang Kajian Perbankan Syariah

4) KonsultanPerbankan Syariah

b. Profil Tambahan Lulusan
1) Enterprenuer
2) Birokrat atau regulator lembaga keuangan syariah
3) Dewan Pengawas Syariah

Adapun untuk kurikulum untuk seluruh jurusan sebagaimana terlampir dalam laporan ini.

d. Suasana Akademik
Suasana akademik dengan kebebasan akademiknya di FEBI IAIN Pekalongan diatur dan

dijamin melalui berbagai jenis regulasi, baik yang berupa PMA, SK Rektor sampai petunjuk teknis
lainnya. Civitas akademika IAIN Pekalongan mempunyai otonomi keilmuan pada suatu cabang
ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menemukan, mengembangkan, mengungkapkan, dan/atau
mempertahankan kebenaran ilmiah menurut kaidah, metode keilmuan, dan budaya akademik, yang
termanifestasi dalam bentuk pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Civitas
akademika tidak terintervensi oleh kepentingan apapun dalam melaksanakan Tri Dharma PT untuk
mengembangan kebebasan akademik dan otonomi keilmuan.

Atmosfir akademik selalu diupayakan keberlangsungannya di IAIN Pekalongan. Transfer of
knowledge tidak hanya diselenggarakan di dalam ruang kuliah, karena telah banyak disediakan
berbagai jenis kegiatan akademik seperti seminar, workshop, diskusi rutin dan sebagainya. Kebijakan
ini ditempuh sebagai upaya untuk meningkatkan gairah keilmuan di kalangan civitas akademika
IAIN Pekalongan

e. Kegiatan Kemahasiswaan
Unit kegiatan mahasiswa dapat dijadikan wadah untuk mengembangkan minat, bakat

dan kemampuan berorganisasi bagi mahasiswa FEBI. Unit-unit kegiatan mahasiswa adalah
sebagai berikut:
1) Resimen Mahasiswa
2) GEMALAWA
3) Seni Musik El Fata
4) Al-Mizan
5) Teater Zenith
6) SPEAC
7) KOPMA
8) KSR-PMI
9) LPTQ
10) Studi Gender Mahasiswa
11) Lembaga Dakwah Kampus
12) SPORT
13) HMJ EKOS, HMJ AKSYA dan HMJ PBS
14) UKM Kelompok Studi Pasar Modal Syariah

15) UKM Dycres
UKM merupakan bagian penting dari proses pendewasaan mahasiswa. Di sini,

mahasiswa dapat belajar berorganisasi, mengembang-kan potensi diri dan mengelola
kegiatan.Masing-masing UKM di IAIN Pekalongan dibimbing oleh seorang dosen
pembimbing.Tugas pembimbing adalah mengarahkan, memonitor dan mengevaluasi
kegiatan masing-masing UKM.

Hingga kini sudah ada 2 (dua) UKM di tingkat FEBI IAIN Pekalongan yakni UKM
KSPMS dan UKM Dycres. Ke depan perlu dibentuk UKM lagidi tingkat Fakultas untuk
mewadahi minat bakat mahasiswa yang lebih spesifik dan secara khusus terkait dengan
kompetensi keilmuan yang dikembangkan FEBI, yakni UKM Kewirausahaan.

Meskipun sudah ada banyak UKM sebagai wadah mahasiswa untuk
mengembangkan minat dan bakatnya, akan tetapi masih ditemukanb eberapa kelemahan
yang ada di UKM FEBI IAIN Pekalongan adalah:
1) Program yang disusun monoton, tidak ada inovasi kegiatan yang dapat

mengembangkan UKM tersebut.
2) Belum mampu merencanakan program yang berkelanjutan.
3) Koordinasi antar UKM belum maksimal, hal ini dibuktikan dengan sering terjadinya

kegiatan yang sama tetapi dilakukan oleh beberapa UKM. seperti pelaksanaan maulid,
kurban, dan lainnya.
4) Fungsi pembimbing belum berjalan maksimal.
5) Keterbatasan anggaran sarana prasarana dan lahan menjadi kendala bagi
penyelenggaraan kegiatan UKM.
6) Dukungan dan persiapan yang kurang maksimal pada kegiatan yang bersifat kompetitif
antar perguruan tinggi sehingga prestasi kurang maksimal.

c. Kegiatan alumni
Sampai dengan tahun 2016, FEBI IAIN Pekalongan telah menghasilkan 849 alumni

yang tersebar di seluruh Indonesia.Alumni-alumni FEBI IAIN Pekalongan telah terserap di
berbagai instansi seperti pengadilan, pemerintah kota/kabupaten, sekolah-sekolah, lembaga
keuangan dan lain sebagainya.Selain itu, banyak alumni yang bergerak di sektor informal,
seperti berwirausaha.

Alumni FEBI IAIN Pekalongan belum mempunyai wadah ikatan alumni.Seluruh alumni
FEBI menjadi anggota organisasi alumni yang bernama IKA alumni STAIN Pekalongan.IKA
Alumni telah melakukan rekrutmen anggota alumni pada peserta wisuda pada tahun
berjalan.

Beberapa kelemahan keberadaan IKA Alumni adalah:
1) Kepengurusan belum berjalan maksimal;
2) Belum mempunyai kantor kesekretariatan;
3) Tidak memiliki database alumni;
4) Tidak adanya program yang dapat mengumpulkan alumni masing-masing angkatan

sehingga data tracer study tidak terdokumentasi maksimal;
5) Alumni belum memberikan kontribusi riil terhadap pengembangan kelembagaan FEBI

secara keseluruhan; dan

6) Alumni belum berperan dalam memberikan sumbangan dana baik akademik maupun
non akademik.

4. SARANA DAN PRASARANA
FEBI IAIN Pekalongan sebagai lembaga baru di tahun 2017, maka FEBI IAIN Pekalongan

belum memiliki ruang kuliah terpadu. Ruang kuliah baru memiliki 20 ruang kuliah yang terdistribusi
di Gedung G sebanyak 11 dan 2 ruang ujian, sebagian di Gedung Pasca Sarjana sebanyak 5
kelas dan Sebagian di Gedung C sebanyak 5 kelas.

Sedangkan ruang pelayanan akademik dan ruang dekanat maupun jurusan ditempatkan di
Gedung Guest House, sementara baik untuk ruang dosen, lab, sarana olah raga serta poliklinik
masih berbagi dengan fakultas lainnya. Dengan demikian sarana dan prasarana FEBI IAIN
Pekalongan pada tahun 2017 masih sangat minimalis dan terbatas.

5. KEGIATAN ILMIAH DAN KERJASAMA
a. Kegiatan Ilmiah
Kegiatan Ilmiah di lingkungan FEBI IAIN Pekalongan mencakup antara lain kegiatan
perkuliahan, seminar, workshop, kegiatan praktikum, praktik pengalaman lapangan (PPL),
Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan sejumlah ujian-ujian. Adapun
yang terekam di tahun 2017 adalah sebagai berikut:
1) Perkuliahan
Perkuliahan dilakukan setiap semester dengan 16 kali tatap muka, termasuk di dalamnya
pertemuan untuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).
2) Ujian Akhir.
Ujian tahap akhir yang diselenggarakan oleh FEBI IAIN Pekalongan meliputi Ujian
Komprehensif, Seminar Proposal Penelitian dan Ujian Munaqasyah Skripsi.
3) Workshop FEBI IAIN Pekalongan
Kegiatan workshop yang terkait dengan bidang akademik antara lain adalah:
 Workshop Kurikulum KKNI pada April 2017, yang menghadirkan nara sumber dari
Bank Indonesia dan Akuntan Publik. Kegiatan ini untuk mempertajam rumusan profil
lulusan dari 3 jurusan yang ada di FEBI IAIN Pekalongan
 Workshop Pembelajaran Berbasis Kurikulum KKNI. Kegiatan ini dilaksanakan di
penghujung tahun 2017 dengan tujuan agar para dosen dapat meng-update dan upgrade
proses perkuliahan yang diadaptasikan dengan kurikulum KKNI yang baru. Nara
sumber yang dihadirkan adalah Dekan FEBI IAIN Salatiga yang sekaligus asesor BAN-
PT.
4) Seminar Nasional FEBI IAIN Pekalongan
Seminar nasional yang diselenggarakan oleh FEBI IAIN Pekalongan yang bekerja sama
dengan BEI Semarang adalah terkait dengan literasi keuangan syariah. Kegiatan ini bertujuan
untuk meningkatkan literasi di kalangan mahasiswa yang terkait dengan keuangan syariah.
Nara sumber yang dihadirkan adalah Divisi Legal OJK, dan BEI Semarang.
5) Praktikum Lab Mini Bank

Praktikum ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Jurusan Perbankan
Syariah. Mahasiswa diharapkan mampu untuk menguasai operasional teknis perbankan
syariah. Praktikum dilaksanakan di laboratorium lab mini bank FEBI IAIN Pekalongan.
6) Praktikum Keuangan Syariah
Praktikum ini diperuntukkan bagi mahasiswa Jurusan S1 Ekonomi Syariah untuk
mempelajari praktik keuangan syariah. Praktikum dilaksanakan di laboratorium komputer
keuangan syariah FEBI IAIN Pekalongan.
7) Praktikum Ibadah dan Tilawah
Praktikum ibadah dan tilawah merupakan praktikum yang harus diikuti mahasiswa mulai
semester V, guna menguji kemampuan baca tulis Al Qur’an dan pengetahuan serta
kemampuan dalam menguasai dan mempraktikkan ibadah-ibadah wajib maupun sunah
sehari-hari. Mahasiswa yang telah lulus praktikum akan memperoleh sertifikat yang akan
digunakan sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Komprehensif.
8) PPL Perbankan Syariah
PPL Perbankan Syariah ditempuh oleh mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah yang telah
memenuhi persyaratan akademik. Selama 2 bulan mereka magang di beberapa kantor bank
syariah yang ada di Jawa Tengah.
9) PPL Ekonomi Syariah
PPL ini ditempuh oleh mahasiswa Jurusan S1 Ekonomi Syariah di berbagai perusahaan,
instansi pemerintah dan lembaga keuangan dan perekonomian syariah. Mahasiswa
menempuh PPL selama 2 bulan dan akan memperoleh sertifikat yang akan digunakan sebagai
persyaratan untuk mengikuti Ujian Komprehensif.
10) KKL Jurusan Ekonomi Syariah
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah kegiatan yang berorientasi pada pengenalan pada dunia
kerja bagi mahasiswa, baik itu di perusahaan, instansi pemerintah dan wirausahawan. Oleh
karenanya tujuan KKL Ekonomi Syariah antara lain:

 Bank Indonesia
 Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
 Kementerian Keuangan
 PT Sinar Mas
 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)
 Republik Telo
 Peternakan Lebah Madu
11) KKL Perbankan Syariah
KKL Perbankan Syariah yang ditempuh oleh mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah
berorientasi pada pengenalan pada dunia kerja bagi mahasiswa, di bidang perbankan dan
lembaga keuangan syariah.. Oleh karenanya tujuan KKL Perbankan Syariah antara lain:
 Bank Indonesia
 Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
 Koperasi Syariah BMT Sidogiri

 Dan lain-lain.
12) KKN

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) FEBI IAIN Pekalongan dikoordinir dan dilaksanakan
oleh LP2M. Kegiatan KKN di tahun 2017 merupakan KKN berbasis prodi, dengan
mengkolaborasi keilmuan-keilmuan prodi di IAIN Pekalongan dan melibatkan para dosen
FEBI IAIN Pekalongan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
b. Kerjasama
Dalam tahun 2017, FEBI IAIN Pekalongan telah berhasil membuat dan menandatangani MOU
dengan beberapa perguruan tinggi maupun perusahaan, sebanyak 7 dokumen kerjasama.
Dokumen kerja sama itu antara lain dilakukan FEBI IAIN Pekalongan dengan:
a. Fakultas Ekonomi dan Bisnis IslamUIN Raden Fatah Palembang
b. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Manado
c. Fakultas Syari’ah dan Ekonomi IslamIAIN SYEKH NURJATI CIREBON
d. BMT MaslahahSidogiri Jawa Timur
e. Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS)
f. ASBISINDO (ASOSIASI BANK SYARIAH INDONESIA)
g. STIES (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah) PUTRA BANGSA TEGAL

Berdasarkan program kerja yang telah ditetapkan dalam RIP, RENSTRA dan RENOV FEBI IAIN
Pekalongan, maka dapat dilaporkan bahwa capaian kinerja organisasi adalah sebagai berikut :

Tujuan Pertama REALISASI RENCANA STR

Meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan visi, misi, tuj

N0 PROGRAM/INDIKATOR KINERJA 2017
Perumusan visi, misi, tujuan dan sasaran
1 Tersedia dokumen visi, misi, tujuan, dansasaran yang
sangatjelasdansangatrealistik. Tersedia dokumen
strategi pencapaian sasaran: dengan tahapa
2 Tersedia dokumen strategi pencapaian sasaran: dengan sangat realistik, serta didukung oleh dokume
tahapan waktu yang jelas dan sangat
realistik, serta didukung oleh dokumen yang sangat lengkap

3 Survei pemahaman seluruh sivitas akademika dan tenaga Melakukan survei
kependidikan. tentang pemahaman seluruh civitas akadem
kependidikan tentang visi danmisi, dan evalu

RATEGIS FEBI TAHUN 2017-2021

juan dan sasaran, serta strategi pencapaian.

Realisasi Kendala
100 %
Tidak ada

an waktu yang jelas dan 60% Belum tersusun dalam dokumen strategi secara rapi,
en yang sangat lengkap kegiatan juga telah dilakukan tetapi dokumen ada
tetapi belum terolah dengan baik

mika dan tenaga 40% Survey belum dilakukan secara maksimal, butuh
uasi untuk tindak lanjut strategi dan alat survey yang mudah dan murah,
seperti via on line

N0 PROGRAM/INDIKATOR KINERJA 2017

4 Terselenggaranya tatakelola FEBI IAIN Pekalonganyang (1) kredibel; Pemberlakuan ortaker,
(b2e)rtaranngsgpuanrgajna;w(a3b) ;adkaunt(a5b)eal;d(il4) Statuta IAIN dan .
Tatakelola prodi

N0 PROGRAM/INDIKATOR KINERJA 2017

Tujuan Kedua Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan Tata Pamong, Kepemi

1 Terselenggaranya tatMa kuetluol.a prodi yang (1) kredibel; (2) transparan; (3) Pemberlakuan ortaker,
akuntabel; (4) Statuta IAIN dan SK
bertanggung jawab; dan (5) adil
Rektor tentang tatakelolapr

2 Terselenggaranya kepemimpinan prodi secara operasional, organisasi dan Pemberlakuan ortaker,
publik STATUTA IAIN dan SK

Rektor tentang tatakelolapr

3 Berjalannya penjaminan mutu di level prodi dan tersedia dokumen Pembentukan gugus kend
penjaminan mutu dan penyusunan SOP

4 Job Deskripsi, SOP Prodi Telah ada job deskripsi
dan perintisan SOP

Realisasi Kendala
80%
Sudah ada WT pengelola dan Job diss staf ttp blm maksimal
2 prodi belum memiliki sekjuur karena keterbatasan SDM
mamaksimal dilaksanakan , adaadadidokumentasikans ecara
baik

Realisasi Kendala

impinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan

90 % Sudah ada WT pengelola dan Job diss staf tetapi belum
maksimal

rodi
2 prodi belum memiliki sekjur karena keterbatasan SDM
Staff hanya 10

90% 2 prodi belum memiliki sekjur karena keterbatasan SDM
rodi Staff hanya 10

dali mutu 100% Meski sudah adda Gugud mutu akan tetapi salah satu
95% personil tidak bertugas I FEBI tetapi di LPM, sehingga
untuk koordinasi menjadi kurang maksimal

Masih ada beberapa kegiatan yang belum ada SOP nya

N0 PROGRAM/INDIKATOR KINERJA 2017
5 Survei Evaluasi kinerja prodi secara periodik Survei kinerja
prodi secara periodic
6 Promosi dan sosialisasi program studi
Promosi dan sosialisasi
7 Redesign kurikulum program studi
8 Berpartisipasi dalam event ilmiah Redesign kurikulum
Berpartisipasi dalam
event ilmiah

Tujuan Ketiga Peningkatan kapabilitas, kompetensi mahasiswa dan alumni yang mampu menanga

N0 PROGRAM/INDI-KATOR KINERJA 2017
1 Rasio yang ikut seleksi dan daya tampung (11 :1)
Terpenuhi rasio
Data SPMB yang ikut seleksi dan daya tam
(2,6 : 1)
2 Rasio mahasiswa baru reguler yang melakukan registrasi dan calon
mahasiswa baru reguler yang Rasio mahasiswa baru
lulus seleksi (100%). reguler yang melakukan regis
dan calon mahasiswa baru re
3 Indeks Prestasi Kumulatif yang memenuhi standar minimal (lebih
Terpenuhinya dari 3) yang lulus seleksi (86%)
IPK (3,3)
Indeks Prestasi
Kumulatif yang
memenuhi standar minimal (le
Terpenuhinya dari 3)
IPK (3,05)

Realisasi Kendala
50% Baru sekali, dan belum dilaksanak2a0n20secara maksimal, karena
2pke0rot2eg1rrbeastsarseapnoSrtDfaMkudlatansanggaran, yang ada baru kegiatan evalusi
90% Sosialisasi masih dikendalikan oleh institute

100% Telah disusun dalam dokumen
80%
Keterbatasan anggaran delegasi sehingga tidak semua undangan
kegiatan ilmiah dapat diikuti

ani masalah sosial kemasyarakatan.

Realisasi Kendala
Prodi S.1 PS hanya meneri2m02a0 maba lewat jalur mandiri.
90% Se2h02in1gga Rasio PMB S1 Perbankan Syariah rasio antara yang
mpung diterima dengan pendaftar adalah 1 : 7, untuk S1 Akuntansi
Syariah 1 : 11, adapun S1 Ekonomi Syariah 1 : 16.
strasi 80%
eguler Masih banyak mhs yang registasi dan diterima tetapi tdaiak
melakukan registrasi terutama di jalur SPAN dan UMPTKIN
95%
ebih Masih ada yang IPKnya masih dibaawah target

N0 PROGRAM/INDIKATOR KINERJA 2017
4 Penerimaan mahasiswa kelas khusus
5 Jumlah keterlibatan dan prestasi mahasiswa di level nasional dan Belum

internasional Jumlah keterlibatan dan
prestasi mahasiswa di level
6 Survei pelayanan kepada mahasiswa (1) Bimbingandankonseling; (2) nasional (1) orang dan interna
Minatdanbakat (0) orang
(ekstrakurikuler); (3) Pembinaansoft skill; (4) Layananbeasiswa; dan (5)
Layanankesehatan. Survei tentang minat dan bak
mahasiswa, kecuali data di a
7 Survei kualitas pelayanan masuk. Sudah ada layanan
bimbingan konseling soft skil
beasiswa dan belum ada laya
kesehatan. (3 deskriptor).

Dilakukan survei tentang kua
pelayanan melalui penyebara
angketdan kotak saran tentan
kinerja pendidik dan kependid
serta kualitas pelayanan prod
kepada
mahasiswa.

Realiasasi Kendala
0% Belum ada keijakan dari rector t2e0n2ta0ng program ini
2021
100% Regenerasi mhs yang berpretasi masih kurang
asional
Belum semua survey dilakukan secara maksimal, baru survey
kat 30% pada bimbingan saja itupun datanya belum diolah
awal 30%
Sudah dilakukan tetapi belum didokumentasikan serta dianalisis
ll, karena keterbatasan SDM dan anggaran
anan
.

alitas
an
ng
dikan
di

N0 PROGRAM/INDIKATOR KINERJA 2017
8 Tersedia database alumni Tersedia data base alumn

9 Survei Pelacakan alumni Pelacakan alumni

10 Survei Kualitas alumni menurut pendapat pengguna Ada survei kualitas
11 Masa tunggu kerja pertama alumni (kurang dari 3 bulan) alumni menurut pendapat
pengguna melalui penyeb
angket, tetapi belum dilak
secara berkelanjutan.

Masa tungggu kerja
pertama alumni (kurang d
bulan): 50%)

12 Kesesuaian bidang kerja dengan bidang studi (minimal 70%) Ada kesesuaian bidang
kerja dengan bidang studi
60%)

13 Partisipasi alumni dalammendukung pengembanganakademik program Partisipasi alumni
studidalambentuk: (1) dalammendukung
Sumbangandana; (2) Sumbanganfasilitas; (3) Keterlibatandalamkegiatan pengembanganakademik
akademik; (4) Pengembanganjejaring; (5) Penyediaanfasilitasuntukkegiatan non studidalambentuk: (1)
akademik. sumbangan dana

Realiasasi Kendala
ni. 90% Sudah ada data base alumni (UTPID)
Sudah ada web tracey study tetapi belum dimaksimalkan karena
t 50% keterbatasan SDM dan anggaran
baran 50% Data sudah ada tetapi belum diolah dan didokumentasi secara baik,
kukan karena keterbatasan SDM dan anggaran
20%
dari 3 Kesulitan dalam pelacakan alumni karena SDM dan tidak ada anggaran

50% Banyak alumni yang berkerja tidak d bidangnya,
i (minimal Ada dokumen partisipasi alumni, tetapi belum maksimal

80%

program

N0 PROGRAM/INDIKATOR KINERJA 2017

14 Partisipasi lulusan dan alumni dalam mendukung pengembangan non-akademik Ada data
program partisipasi alumni dalam
studi dalam bentuk: (1) Sumbangandana; (2) Sumbangan fasilitas; (3) pengembangan non
Keterlibatan dalam kegiatan non akademik; (4) Pengembangan jejaring; (5) akademik program studi
Penyediaan fasilitas untuk kegiatan non akademik.

N0 INDIKATOR
KINERJA

Tujuan Keempat Peningkatan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan Sumber Daya Manusia.

1 Tersedia pedoman tertulis tentang sistem seleksi, perekrutan, penempatan, Tersedia pedom
pengembangan, retensi, tertulis tentang
dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan
perekrutan, pen

bangan, retensi
pemberhentian

kependidik-an t

kebijakan peme
dosen yang bel

2 Tersedia dokumen dan hasil monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja dosen dan Sudah tersedia
tenaga dokumen dan h
kependidikan
evaluasi, serta r

dosen dan tena

terbatas pada ju
presensi dosen

kependidikan.

3 Jumlah kegiatan dan SDM untuk meningkatkan kualifikasi akademik, kompetensi dosen Ada 1 kegiatan
tetap dan peningkatan kua
tidak tetap
kompetensi dos

tetap melalui ke
workshop dan s

dosen tetap

m mendukung Realiasi Kendala
i 70% Sudah ada dokumen tentang partisipasi alumni, meski
belum maksimal

2017 Realisasi Kendala
Regulasi dan dokumen terkait ada di WR 1, fakultas tidak
man 90% memiliki nya
sistem seleksi,
nempatan, pengem- Ada dokumen terkait tetapi di LPM, Fakultas hanya diberi
i, dan tembusan IKAD saja
n dosen dan tenaga
terbatas pada Kegiatan di handel oleh WR 1 dan WR 2
erintah dan kode etik
lum dioptimalkan

hasil monitoring dan 100%
rekam jejak kinerja
aga kependidikan,
urnal dosen dan
dan tenaga

alifikasi akademik, 100%
sen tetap dan tidak
egiatan seminar dan
studi lanjut bagi

4 Rasio dosen tetap terhadap mahasiswa Terpenuhi rasio
tetapterhadap m

5 Keseuaian bidang keahlian dosen tetap dengan mata kuliah yang diampu Ada 3 mata kuli
6 Kesesuaian bidang keahlian dosen tidak tetap dengan mata kuliah yang diampu bukan oleh dose
keahlian.

2 orang dosen
tetap mengajar
keahliannya

7 Kegiatan tenaga ahli/pakar dalam kegiatan akademik (minimal 4 orang dalam setahun) Ada beberapa t
ahli dalam bida
orang), pakar (2

8 Peningkatan kemampuan dosen tetap melalui program tugas belajar 3 orang yang se
tugas belajar

9 Keterlibatan dosen tetap dalam seminar/ilmiah/lokakarya/penataran/ workshop/ 3 makalah
pagelaran/pameran/peragaan

10 Keanggotaan dosen tetap menjadi anggota masyarakat bidang ilmu tingkat internasional Belum ada yang
(minimal 30%) anggota
masyarakat bida
internasional

11 Jumlah tenaga kependidikan Sudah ada tena
12 Rasio tenaga kependidikan terhadap dosen tetap kependidikan be
13 Kualifikasi akademik dan kompetensi tenaga kependidikan 10 orang : 25 d
1:2
Tenaga pustaka
D-3: 1 orang. te
: 18, SMA: 1 or

o dosen 60% Formasi DT dan DTT yang diterima masih kurang
mahasiswa 1 : 111 SDM kurang
SDM kurang
iah yang diajar 100%
en mata kuliah Kegiatan seminar dan workshop terlaksana

tidak 100% Hingga saat ini belum lulus
mata kuliah bukan Terpenuhi, akan tetapi dana delegasi belum sepenuhnya di
back up oleh institute, masih ada yang mengunakan dana
tenaga 100% pribadi
ang akademik (2 100% Belum banyak DT yang menjadi member assosiasi ilmu tingkat
2 orang) internnasional, hanya ada 1 dosen saja
edang
Tidak ada
100% Ideal, tetapi tidak ideal untuk melayani mahasiswa yang
jumlahnya banyak
g terlibat menjadi 10% Tidak ada
ang ilmu di tingkat

aga 100%
erjumlah 10 orang,

dosen 100%

awan: S-1: 1 orang, 100%
enaga administrasi S-1
rang.

Tujuan Kelima Peningkatan kualitas kurikulum, pembelajaran, dan suasana
akademik.

INDIKATOR KINERJA 2017
1. Adanya dokumen kurikulum merujuk KKNI, deskripsi, RPS dan RPP
Kurikulum merujuk KKN
2. Kesesuaian kurikulum dengan visi dan misi memuat kompetensi lul
3. Kesesuaian kurikulum dengan standar kompetensi dan berorientasi ke masa secara jelas melalui des
RPS dan RPP.
depan Kurikulum sudah sesua
dengan visi dan misi

Ada kesesuaian antara
kurikulum dengan stan
kompetensi tetapi belum
berorientasi ke masa d

Realisasi Kendala
Belum ada SK Rektor tentang pemberlakuan KKNI di semua fakultas
NI 100%
lusan Muatan kurikulum belum sepenuhnya mengakomodir visi dan
skripsi, misi

ai 90% Belum ada konsursium bidang keahlian

a 100%
ndar
m
depan

INDIKATOR KINERJA 2017

4. Ketersediaan laboratorium praktik, substansi praktikum dan pelaksanaan praktikum Pelaksanaan modul
praktikumcukup dan
dilaksanakan di pergu
tinggi sendiri.

5. Sistem pembelajaran yang berbasis penugasan/pekerjaan rumah Sistem pembelajaran y
berbasis penugasan/p
rumah berjumlah 50%

6. Fleksibilitas mata kuliah pilihan Ada 6 mata kuliah pilih

7. Evaluasi periodik kurikulum yang sesuai dengan iptek dan kebutuhan pemangku Redesain kurikulum ya
kepentingan sesuai dengan iptek da
kebutuhan pemangku
kepentingan

8. Proses pembelajaran yang berkualitas ditinjau dari kehadiran mahasiswa, Ada monitoring dan ev
kehadiran dosen dan terhadap kehadiran
materi kuliah mahasiswa, kehadiran
dan materi kuliah

9. Adanya kelompok dosen dalam satu bidang ilmu Adanya kelompok
dalam satu ilmu
materi kuliah disusun o
kelompok dosen dalam
bidang ilmu

Realisasi Kendala
60% Beberapa dosen pengampu pratikum belum ada dan mengumpulkan
modulnya
uruan
Tidak ada
yang 100%
pekerjaan Tidak ada
Tidak ada
han 100%
ang 100% Monitoring belum bisa dilakukan setiap hari, karena SDM terbatas
an
Tidak ada anggaran
valuasi 100%
n dosen

dosen 0%
oleh
m satu

INDIKATOR KINERJA 2017
10. Evaluasi mutu soal ujian Mutu soal ujian untuk
empat mata kuliah yang
diberikan semua bermutu
baik dan sesuai
denganRPP

11. Rasio mahasiswa dalam pembimbingan akademik (sama atau kurang dari 20) Rasio mahasiswa dalam
pembimbingan akademik
(111 : 1)

12. Pertemuan pembimbingan akademik per mahasiswa per semester (minimal 3 3 kali pertemuan
kali) pembimbing akademik pe
mahasiswa per semester

13. Evaluasi efektivitas kegiata perwalian Sistem bantuan
14. Rasio mahasiswa per dosen pembimbing tugas akhir (1 sd 4 orang) bimbingan akademik cuku
15. Rasio jumlah pertemuan pembimbing tugas akhir (minimal 8 kali) efektif
Rasio mahasiswa per
16. Kualifikasi akademik dosen pembimbing tugas akhir (minimal S2) Dosen pembimbing tugas
akhir(14:1)
17. Perbaikan sistem pembelajaran berkaitan dengan materi, metode Rasio pertemuan
pembelajaran, penggunaan teknologi dan cara evaluasi pembimbing tugas akhir
berjumlah 8 kali

Seluruh dosen pembimbin
berpendidikan S-2 dan
sesuai dengan bidang
keahlianya

Upaya perbaikan sistem
pembelajaran yang telah
dilakukan selama tiga
tahun terakhir

Realisasi Kedala

100% Belum ada verivikator nilai, dan masih ada soal antara dosen
satu dengan yang lain berbeda, meskipun kompetensi yang
u dituju sama

0% SDM terbatas

97% Masih ada beberapa dosen yang pertemuan dengan mahasswa
er dibawah bimbingannya kurang dari 3 kali

97% Ada beberapa dosen wali yang susah untuk ditemui mahasiswa
up SDM terbatas
Tidak ada
70%
s Tidak ada

100%

ng 100%

90% Ruang kelas , dan lab terbatas sehingga pembelajaran kurang
maksimal
Belum ada workshop tentang inovasi sistem pembelajaran berbasis
aplikasi e learning

INDIKATOR KINERJA 2017

berkaitan dengan:
d. Materi
e. Metode

pembelajaran
f. Cara-caraevaluasi

18. Kebijakan lengkap mencakup informasi tentang otonomi keilmuan, Ada kebijakan melalui
kebebasan akademik, kode etik mahasiswa dan
kebebasan mimbar akademik, dan kemitraan dosen-mahasiswa, serta
dosen mencakup informasi
dilaksanakan secara konsisten.
tentang

otonomi keilmuan, kebebasa
akademik, kebebasan mimb

akademik,dan
kemitraan dosen-

mahasiswa, serta
dilaksanakan secara

konsisten

19. Daftar prasarana,sarana serta dana Tersedia prasarana,
sarana serta dana untuk
interaksi akademik, seperti
ruang kelas, ruang dosen,
ruang panitia ujian,
laboratorium, telepon, saran
olah raga cukup memadahi.

20 Jumlah Kegiatan penanggulangan kemiskinan. Ada kegiatan
penanggulangan
kemiskinan untuk
keluarga kurang

Realisasi Kendala
berkaitan dengan:
f. Materi Belum ada karena belum ditetapkan oleh senat, kebijakan dan regulasi
g. Metode masih penigggalan STAIN
Belum ada buku panduan pendidikan
Pembelajaran
c. Cara-caraevaluasi
50%

an
bar

70% Keterbasatan ruang dan sarana pendkung pembelajaran lainnya, kondisi
kampus yang sering kena rob juga menganggu proses pembelajaran.
na Gedung guest house menjadi ruang pelayanan kantor FEBI, perkulihan
100% masih nebeng di Gedung Pasca dan Gedung C

Tidak ada, karena bagi mahasiswa miskin berprestasi ada bea siswa Bidik
Misi

INDIKATOR KINERJA 2017
21. Jumlah kegiatan Pelestarian lingkungan.
Ada kegiatan
pelestarian lingkunga
melalui kerjasama de
kementerian kehutana
dan kemenetrian
lingkungan hidup,
kegiatan kukerta dan
kegiatan bakti sosial.

22. Jumlah kegiatan Peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ada kegiatan
peningkatan

kesejahteraan

masyarakat melalui

kegiatan pengabdian
dosen dan kegiatan

LP2M.
23. Jumlah Kegiatan penanggulangan masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, dan Ada kegiatan
lingkungainnya. penanggulangan

masalah ekonomi, po
sosial, budaya, dan

lingkunganan melalui
pengabdian dose

kegiatan LP2M, dan

kegiatan kemahasisw

17

Realisasi Kendala
Dilakukan oleh mahasiswa baru
an 100%
engan
an

100% Tidak ada

90% Belum terkoordinasi dan terdokumentasi secara baik, terutama kegiatan
olitik, yang dilakukan oleh mahasiswa

en,
waan.

N0 INDIKATOR KINERJA 2017 Realisas

1. Otonomi Prodi dalam Ada keterlibatan prodi 80 %
melaksanakanperencanaanalokasidanpengelolaandana dalam perencanaan

target kinerja,
perencanaan

kegiatan/kerja dan
perencanaan alokasi

dan pengelolaan dana

prodi.

2. Rasio penggunaan dana untuk operasional (minimal 18 juta Penggunaan dana %
rupiah per mahasiswa per tahun) operasional berjumlah

15 juta per mahasiswa
per tahun

3. Rasio dana penelitian dosen tetap per tahun (minimal Rp3 Rasio dana penelitian 100%
juta per tahun per dosen) dosen tetap per tahun

berjumlah 2.1 juta per

tahun per dosen)

4. Dana pengabdian masyarakat (lebih dari Rp1,5 juta) Dana pengabdian 100%
masyarakat berjumlah
Rp 1,5 juta.

5. Terpenuhinya rasio prasarana ruang kerja dosen (per Terpenuhinya rasio 10%
dosen 4m2) prasarana ruang kerja

dosen per dosen

seluas 4 m2

6. Daftar prasarana (kantor, ruang kelas, ruang laboratorium, Tersedia prasarana 50%
ruang perpustakaan, dsb. Kecuali ruang dosen) yang (kantor, ruang kelas,
dipergunakan PS dalam proses pembelajaran ruang laboratorium,
dan ruang
perpustakaan), yang
dipergunakan PS dalam
proses pembelajaran
secara memadai.

18

si Kendala
Kebijakan anggaran masih terikat dengan kebijakan dan regulasi rektorat

Belum dihitung dengan pasti
Tidak ada
Tidak semua dosen DT ikut dalam kegiatan ini
Ruang dosen FEBI masih bercampur dengan dosen dari Fakultas lain
Ruang kelas dan lab computer masih berbagai dengan fakultas lain

7 Daftar prasarana penunjang tempatolah raga, Tersediaprasarana 50%
ruangbersama, ruanghimpunanmahasiswa, poliklinik penunjang tempat olah
raga, ruang bersama,
ruang himpunan
mahasiswa, poliklinik

8. Ketersediaan, akses dan pendayagunaan sarana utama di Tersedia tempat 50%
lab (tempatpraktikum, studio, praktikum ibadah dan
Ruangsimulasi, rumahsakit, Klinik kesehatan, guest house, laboratorium.
lahanuntukpertanian, dansejenisnya)

9.. Tersedianya sistem informasi dan fasilitas dalam proses Tersedia sistem 80%
pembelajaran yang ditangani dengan informasi dan fasilitas
komputer, serta dapat diakses melalui jaringan luas (WAN) dalam proses

pembelajaran yang
ditangani dengan
komputer, dan dapat

diakses melalui jaringan

luas(WAN).

Tujuan Ketujuh Meningkatkan akses dan kemanfaatan penelitian, pelayanan peng

N0 INDIKATOR KINERJA 2017 Realisasi
1. Jumlah penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan PS 0 penelitian yang sesuai 0%
dengan bidang
dana LN keilmuan PS dana LN.

19

Masih berbagi dengan fakultas lain

Masih berbagi dengan fakultas lain
Akses WIFI cukup lancar, meski perlu ditigkatkan lagi

gabdian kepada masyarakat dan kerjasama.

Kendala
Belum ada lembaga donor dari LN, minim kerjasama dengan luar negeri

N0 INDIKATOR KINERJA 2017

2 Jumlah penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan PS dana DN 1 penelitian yang sesuai
dengan bidang
keilmuan PS dana DN.

3 Jumlah penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan PS dana IAIN 5 penelitian yang sesuai
dengan bidang keilmuan
PS dana IAIN.

Jumlah penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan PS dana sendiri 0 penelitian yang

4 sesuai dengan bidang keilmu

PS dana sendiri.

5 Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen (minimal 25%) 5 penelitian dosen
yang melibatkan mahasiswa.

6 Jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen tetap level internasional 1 artikel ilmiah
terakreditasi yang dihasilkan
oleh dosen tetap level
internasional.

Jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen tetap level nasional 1 artikel ilmiah
terakreditasi yang dihasilkan
oleh dosen tetap level nasion

Jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen tetap level lokal 5 artikel ilmiah yang
dihasilkan oleh dosen tetap

level lokal.

4 Jumlah Karya PS yang telah memperoleh perlindungan Hak atas Kekayaan 3 karya telah
Intelektual (HaKI) memperoleh perlindungan

Hak atas Kekayaan
Intelektual (HaKI),

5. Jumlah kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan 1 kegiatanpengabdian kepada
oleh dosen tetap masyarakat yang dilakukan
dosen

Realisasi Kendala
100% Tidak semua dosen mengajukan penelitian
Tidak semua dosen mengajukan penelitian
100% Tidak ada
Dosen belum melibatkan mahasiswa dalam risetnya
0% Belum banyak dosen tetap yang mengirimkan papernya
uan
Belum banyak dosen tetap yang mengirimkan papernya
25% Belum banyak dosen tetap yang mengirimkan papernya
. Belum banyak dosen tetap yang mendaftarkan HKI nya

0% Belum banyak dosen tetap yang terlibat dalam kegiatan pelayanan

100%
nal.

100%
80%

a 100%
n

N0 INDIKATOR KINERJA 2017
6 Mahasiswa terlibat penuh dan diberi tanggung jawab dalam kegiatan tetap melalui kerjasama DN.

pengabdian masyarakat 2 kegiatan yang
melibatkan mahasiswa dalam
7 Jumlah kerjasama dengan institusi di dalam negeri kegiatan
pelayanan/pengabdian kepad
masyarakat
melalui baksos

5 kerjasama

8 Jumlah kerjasama dengan institusi di luar negeri 0 kerjasama dengan
institusi di luar negeri.

Realiasasi Kendala
Dokumentasi belum maksimal
100%
m Perlu ditingkatkan kerjasama dengan PT, dan Perusahaan
da Tidak ada anggaran, masih dihandel instiut

100%
100%

B. REALISASI ANGGARAN
1. Perolehan Dana

Sumber pendanaan FEBI IAIN Pekalongan berasal dari Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (APBN) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),
Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan Surat Berharga Sukuk
Negara (SBSN). Adapun pedoman pengelolaannya mengacu pada beberapa
aturan sebagai berikut:
a. PMK tentang pedoman Pengelolaan APBN
b. PMK tentang BMN
c. PMK tentang Sistem Akuntansi Instansi
d. PMK tentang penerimaan APBN
e. PMA tentang pengelolaan keuangan.
f. SOP internal STAIN Pekalongan tentang penggunaan APBN

2. Pengeluaran Anggaran
Selama tahun 2017, anggaran yang tertera dalam RKA KL 2017 tidak

semua terserap, yakni sekitar 87, 7%. Berikut rincian pengeluaran anggaran
FEBI IAIN pekalongan selama tahun 2017:

NO KEGIATAN JUMLAH AWAL REALISASI SELISIH

1 Honor penguji proposal skripsi 35,000,000 26,400,000 8,600,000
60,000,000 18,000,000 42,000,000
2 Honor Pembimbing Skripsi 90,000,000 27,600,000 62,400,000
60,000,000 23,600,000 36,400,000
3 honor penguji skripsi 18,000,000 10,200,000 7,800,000
28,000,000 12,600,000 15,400,000
4 penguji kompre 48,000,000 22,800,000 25,200,000
1,700,000
5 honor penguji proposal TA 1,700,000 0

6 honor pembimbing TA 1,700,000
18,000,000
7 honor penguji TA 18,000,000
107,613,750
8 Praktikum mini bank syariah 69,800,000
67,900,000
9 Praktikum akuntansi komputer perbankan 23,650,000 1,700,000 0
syariah 30,495,000 18,000,000 0
18,000,000 0
10 praktikum ibadah 107,613,750 0
69,800,000 0
11 praktikum tilawah 55,900,000 12,000,000
23,650,000 0
12 PPL EKOSY 30,495,000 0

13 PPL DBS

14 KKL EKOSY

15 KKL DBS

16 Workshop persiapan jurnal FEBI

17 workshop desain pembelajaran KKNI 34,810,000 34,810,000 0

18 workshop perumusan profil lulusan prodi 35,150,000 35,150,000 0
perbankan syariah
21,184,000
19 seminar peran OJK dalam pengawasan 22,724,000 21,184,000 0
keuangan indonesia 14,404,000 22,724,000 0
13,998,000 14,404,000 0
20 rapat koordinasi FEBI 13,065,000 13,998,000 0
17,006,500 13,065,000 0
21 pelatihan penulisan skripsi Ekosy 850,200,250 17,006,500 0
640,400,250 209,800,000
22 Academic Writting DBS 209,800,000
850,200,250
23 training motivsi mahasiswa FEBI

24 workshop penguatan tata kelola FEBI

Jumlah

Ada beberapa hambatan/kendala mengapa dana DIPA IAIN Pekalongan
2017 tidak terserap sepenuhnya selama tahun 2017. Baik yang terserap maupun
yang tidak sepenuhnya terserap hampir semua memiliki permasalahan yang bisa
dijabarkan sebagai berikut:
1. Honor penguji proposal, honor pembimbing skripsi, honor penguji skripsi, dan

honor penguji komprehensif tidak sepenuhnya terserap. Alasannya:
a) banyak mahasiswa yang belum menyelesaikan skripsi, kendalanya berasal

dari mahasiswa itu sendiri dan dosen pembimbing.
b) Pelaksanaan wisuda pada awal januari 2018, sehingga dana diklaim pada

tahun 2018, padahal rencana anggaran ujian proposal ada di tahun 2017,
namun pelaksanaannya di tahun 2018.
c) Banyak mahasiswa yang mendaftar ujian proposal mendesak di akhir
tahun 2017 - awal tahun 2018,
2. Ada angkatan lama yang belum lulus ujian ibadah tilawah. Dana belum
terserap sepenuhnya. Mahasiswa yang belum lulus ini akan menjadi kendala
di tahun 2018, karena tahun 2018 ujian ibadah tilawah tidak lagi ditangani
institut.
3. Anggaran IJEBEC sudah terserap semua. Butuh dana lebih untuk call for
paper dan peneterjemahan makalah
4. Rakor ditingkat fakultas belum efektif, belum mencapai taraf yang diinginkan
meskipun dana sudah terserap. Perlu persiapan lebih matang untuk
mengadakan rakor fakultas kembali.

5. Permasalahan dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan EKOS
dan D.3 Perbankan Syariah adalah pembimbing lapangan yang jauh,
sehingga ada dosen pembimbing yang tidak pernah menjenguk/mengunjungi
mahasiswa bimbingannya.

6. Pelaksanaan PPL Ekos dengan jumlah mahasiswa yang cukup menyita
energi terkait dengan perencanaan waktu yang terbatas pada waktu libur
dan penentuan tujua PPL yang terbatas

7. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Ekos dalam setahun dilaksanakan 4 kali, cukup
menyita waktu sebab jumlah mahasiswa yang banyak, terkadang tempat
tujuan PPL tidak mampu menampung jumlah mahasiswa Ekos

Solusi yang diambil berdasarkan hambatan masalah di atas adalah

1. 1) wisuda diajukan di akhir tahun 2017, perlu adanya motivasi kepada
mahasiswa untuk segera mengajukan judul, khususnya mahasiswa EKOS
dan D.3 Perbankan Syariah, yang rencana di tahun 2018 sudah ada yang
wisuda, 2)mahasiswa dianjurkan untuk mengajukan judul pada semester 6,
3) perlu adanya pembatasan kelulusan, misal jika selama 6 bulan blm
menyelesaikan skripsi, maka harus mendaftar ulang kembali, peningkatan
rencana honor penguji

2. memotivasi mahasiswa supaya cepat selesai, pembatasan kelulusan,
peningkatan rencana honor penguji

3. mahasiswa maximal 3kali tdk lulus ujian kompre, diharuskan mendaftar di
awal, membuat panduan soal (kisi2)

4. mengenai ;praktikum ibadah tilawah bagi mahasiswa lama yang belum lulus,
dekan perlukomunikasi dengan pusat

5. perlu persiapan jauh-jauh hari sebelum rakor termasuk kegiatan lainnya.


Click to View FlipBook Version