The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Agnes, 2023-03-27 12:06:24

Perawatan Peralatan Laboratorium

Modul Pembelajaran

Keywords: #E-modul#E-book

i


ii KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia, berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan E- modul pembelajaran yang bejudul “Perawatan Peralatan Laboratorium’’, sebagai tugas pengganti UTS mata kuliah Literasi ICT dan Media Pembelajaran Pendidikan Teknologi Agroindustri. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah meberikan dukungan dalam pembuatan E-modul ini. Dalam E-modul ini tentunya masih terdapat kekurangan dan kesalahan penulis karena pengetahuan yang masih sangat terbatas. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, diharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di masa mendatang. Penulis berharap semoga E-modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, penulis sendiri maupun para pembaca. Bandung, 26 Maret 2023 Penulis


iii DAFTAR ISI Halaman Sampul………………………………………………………………………………………………………………………………………i KATA PENGANTAR ........................................................................................................................................ i DAFTAR ISI ....................................................................................................................................................iii Pengertian Perawatan.................................................................................................................................. 1 Jenis Perawatan............................................................................................................................................ 2 Tujuan Perawatan Laboratorium ................................................................................................................. 3 Penyimpanan Alat ........................................................................................................................................ 4 Perawatan Alat Laboratorium...................................................................................................................... 7 1. Mikroskop.......................................................................................................................................... 7 2. Neraca................................................................................................................................................ 8 3. Termometer ...................................................................................................................................... 9 4. Peralatan dari Stainless................................................................................................................... 10 5. Peralatan Non logam....................................................................................................................... 10 6. Peralatan kaca ................................................................................................................................. 10 DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................................... 14


1 Pengertian Perawatan Perawatan atau pemeliharaan merupakan suatu bentuk tindakan yang di lakukan dengan sadar untuk menjaga agar suatu alat selalu dalam keadaan siap pakai atau untuk memalukan perbaikan sampai pada kondisi alat dapat berfungsi kembali. Perawatan adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan peralatan dalam kondisi yang baik dan siap pakai. Dalam kaitannya dengan perawatan peralatan laboratorium, perawatan dimaksudkan sebagai usaha pencegahan agar peralatan tidak rusak atau tetap terjaga dalam kondisi baik dan siap beroperasi. Disamping itu, perawatan juga dimaksudkan sebagai upaya untuk menyetel atau memperbaiki kembali peralatan laboratorium yang sudah terlanjur rusak atau kurang layak sehingga siap digunakan untuk kegiatan praktikum .


2 Jenis Perawatan Perawatan dapat di bagi menjadi 2 bagian, ada perawatan terencana dan perawatan tidak terencana. Perawatan terencana diartikan sebagai suatu proses perawatan yang di atur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan mendatang. Dalam perawatan terencana ini ada terdapat unsur pengendalian dan unsur pencatatan. Perawatan terencana merupakan bagian dari sistem manajemen perawatan yang terdiri atas perawatan preventif (preventive maintenance), perawatan prediktif (predictive maintenance) dan perawatan korektif (corrective maintenance). 1. Perawatan Terencana Perawatan terencana merupakan jenis perawatan yang diprogramkan, diorganisir, dijadwalkan, dianggarkan dan dikasanakan sesuai dengan rencana serta dilakukan monitoring dan evaluasi. Perawatan terencana dibedakan menjadi dua, yakni : a) Perawatan Preventif Perawatan preventif merupakan perawatan yang dilakukan untuk pencegahan atau meminimalkan terjadinya kerusakan pada peralatan. Perawatan preventif juga adalah perawatan dengan sistem perawatan peralatan laboratorium yang secara sadar dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring dengan tujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan peralatan laboratorium. b) Perawatan Korektif Perawatan korektif merupakan perawatan yang bersifat koreksi yakni sistem perawatan peralatan laboratorium yang secara sadar dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta monitoring dengan tujuan untuk mengembalikan peralatan laboratorium pada kondisi standar sehingga dapat berfungsi dengan normal. 2. Perawatan Tidak Terencana Perawatan tidak terencana adalah jenis perawatan yang bersifat perbaikan terhadap kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Pekerjaan perawatan ini juga tidak direncanakan, dan juga tidak dijadwalkan. Umumnya tingkat kerusakan yang terjadi adalah tingkat kerusakan berat. Karena tidak direncanakan sebelumnya, maka juga disebut perawatan darurat.


3 Tujuan Perawatan Laboratorium Perawatan peralatan memilki beberapa tujuan, yaitu : 1. Peralatan laboratorium selalu prima dan siap pakai secara optimal. 2. Memperpanjang umur pemakaian peralatan laboratorium. 3. Menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi para pengguna peralatan tersebut. 4. Menjamin kesiapan operasional peralatan yang diperlukan terutama dalam keadaan darurat, adanya unit cadangan, pemadam kebakaran, dan penyelamat. 5. Menjamin kelancaran kegiatan pembelajaran. 6. Mengetahui kerusakan secara dini atau gejala kerusakan. 7. Menghindari terjadinya kerusakan secara tiba-tiba atau mendadak. 8. Menghindari terjadinya kerusakan fatal.


4 Penyimpanan Alat Peralatan yang digunakan dalam kegiatan dilaboratorium memerlukan perlakuan khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing. Ketika melakukan perlakuan yang salah dalam membawa, menggunakan dan menyimpan alat di laboratorium dapat menyebabkan kerusakan alat dan bahan . Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerusakan yang ditimbulkan dari bahan tersebut. Dalam penyimpanan alat hendaknya dibedakan antara alat-alat yang sering digunakan dan alat-alat yang mahal harganya. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan peralatan laboratorium adalah : 1. Alat yang berat atau bahan yang berbahaya diletakkan di tempat penyimpanan yang mudah dijangkau, misalnya di rak paling bawah, tidak di rak teratas. 2. Peralatan disimpan di tempat tersendiri yang tidak lembap, tidak panas dan dihindarkan berdekatan dengan bahan kimia yang bersifat korosi.


5 3. Penyimpanan alat dan bahan dapat dikelompokkan berdasarkan jenis, sifat, ukuran/ volume dan bahaya dari masing-masing alat/bahan kimia. Misalnya obat-obatan, bahan habis pakai, alat dari besi, phantom/manikin/model, cairan kimia dan peralatan non medis lainnya. 4. Kekerapan pemakaian dipertimbangkan dalam menempatkan alat. Alat yang sering/kerap dipakai disimpan di tempat yang mudah untuk dijangkau. 5. Alat yang mahal atau berbahaya disimpan di tempat yang terkunci. 6. Untuk memudahkan menemukan atau mengambil alat adalah dengan menempatkan alat di tempat tertentu, tidak berpindah-pindah, dikelompokkan menurut pengelompokan yang logis. Alat alat yang sejenis (misalnya logam dan logam, bahan habis pakai, alat non medis dll) diletakkan di tempat yang sama atau berdekatan. 7. Alat berbentuk set, penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang. Penyimpanan dan perawatan peralatan/bahan juga harus melihat sumber kerusakan alat dan bahan. Salah satunya faktor lingkungan, yang meliputi hal-hal berikut: 1. Udara Udara mengandung oksigen dan uap air (kelembaban). Kandungan ini dapat membuat alat-alat dari logam seperti besi menjadi berkarat. Barang-barang yang terbuat dari logam lain seperti seng, tembaga, kuningan dan lain-lain menjadi kusam 2. Air dan Asam – Basa Alat laboratorium sebaiknya disimpan dalam keadaan kering dan bersih, jauh dari asam-basa, dan cairan lainnya. Karena cairan asam dan basa memiliki daya rusak yang kuat dan menyebabkan kerusakan alat seperti berkarat, korosof dan berubah fungsinya. Cara untuk mencegah kerusakan alat-alat yang disebabkan oleh asam, ialah mengisolir asam itu sendiri. Misalnya dengan menempatkan botol asam yang tertutup rapat dan ditempatkan dalam tempat khusus cairan habis pakai. 3. suhu Beberapa bahan peka terhadap suhu/temperature dan dapat membuat alat dan bahan menjadi memuai, mengkerut, terkadang membuat perubahan bentuk, merusak cat serta mengganggu fungsi alat elektronika. 4. mekanisme Sebaiknya alat dan bahan laboratorium yang terbuat dari kaca atau bahan yang mudah pecah, hindarkan dari benturan, tarikan, dan gerakan mekanis lainnya, seperti tekanan atau tempaan atau pada saat pencucian.


6 5. Cahaya Peralatan dan bahan kimia sebaiknya dihindari dari cahaya matahari secara langsung. Alat dan bahan yang dapat rusak jika terkena cahaya matahari langsung, sebaikya disimpan dilemari tertutup dan bahan kimianya sebaiknya disimpan pada botol yang bewarna gelap. 6. Debu atau kotoran Debu atau kotoran merupakan salah satu penyebab rusaknya alat. Suatu alat yang secara terus menerus terkena debu dan jarang dibersihkan akan mudah rusak. Semakin banyak noda atau debu yang melekat, makin sukar pula noda tersebut dibersihkan.


7 Perawatan Alat Laboratorium 1) Mikroskop Mikroskop adalah alat yang sering digunakan oleh peneliti, mahasiswa, dan tenaga kesehatan untuk melihat benda yang berukuran kecil dengan struktur dari material atau definisi lainnya merupakan alat bantu yang digunakan untuk melihat suatu benda yang kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata saja. Untuk menjaga Mikroskop tetap dalam keadaan baik maka beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut: a) Memindahkan Pada saat memindahkan Mikroskop posisi tangan harus memegang tabung Mikroskop dan tangan yang satunya memegang bagian bawah Mikroskop. b) Membersihkan Selain itu membersihkan minyak imersi dengan menggunakan silol pada saat Mikroskop telah digunakan dan membersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap yang bersih dari bahan yang halus. c) Penyimpanan Hal lain yang perlu dilakukan untuk memelihara agar Mikroskop tetap berfungsi dengan baik adalah penyimpanan Mikroskop harus ditempatkan pada tempat yang sejuk dan bebas dari debu. Selain itu bagian-bagian Mikroskop yang non optik dapat dihilangkan debunya menggunakan kain flanel. Upaya-upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan Mikroskop berupa berkaratnya alat atau disfungsi alat.


8 2) Neraca Neraca analitik (analytical balance) adalah instrument sederhana yang dibutuhkan oleh seluruh pelaku industri di segala bidang, baik dalam laboratorium uji, bidang farmasi, pulp dan kertas, makanan, pengolahan air, dan lainnya. Umumnya neraca analitik digunakan untuk analisa yang bersifat makro dan semi-mikro dengan resolusi 4 digit angka dibelakang koma atau yang memiliki kemampuan baca (readability) hingga 0.1 mg. Untuk menjaga neraca tetap dalam keadaan baik maka beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut: a) Letakkan neraca analitik pada ruang tersendiri yang terhindar dari kebisingan dan ruangan dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC). Neraca analitik tidak boleh tersorot AC secara langsung. b) Letakkan neraca analitik pada meja timbang atau meja yang kokoh. Sebagai catatan, dilarang menaruh benda atau bahan kimia pada meja tempat neraca. c) Selalu siapkan kuas pembersih didekat meja timbang, hal ini memudahkan agar analis selalu membersihkan neraca baik sebelum maupun sesudah pemakaian. d) Selalu berhati – hati dalam menimbang bahan kimia, khususnya untuk bahan kimia yang bersifat korosif ataupun liquid. Jika jatuh pada weighing plate, bersihkan segera dengan menggunakan kain atau kuas. Hindari menggunakan cairan pembersih dan tanyakan pada vendor yang bersangkutan untuk cara pembersihannya. e) Untuk batu timbang, selalu gunakan sarung tangan bersih untuk memegang batu timbang ukuran besar. Untuk ukurang kecil, dapat menggunakan pinset. Hal ini


9 mencegah menempelnya lemak atau residu pada batu timbang. Sebagai tambahan, cuci sarung tangan penimbangan secara berkala. f) Selalu kalibrasi neraca dan batu timbang secara berkala, minimal 1 tahun sekali untuk memastikan bahwa alat masih dalam keadaan baik. 3) Termometer Termometer yang biasa berfungsi untuk mengukur suhu tubuh manusia adalah jenis termometer klinis. Sedangkan termometer laboratorium berfungsi untuk mengukur titik didih atau titik beku dalam sebuah penelitian. Sebuah termometer laboratorium mempunyai skala suhu yang luas yaitu berkisar antara -10°C hingga 110°C dibandingkan dengan termometer klinis yang hanya mempunyai skala dari 35°C hingga 42°C. Biasanya, termometer laboratorium menggunakan zat cair raksa atau alkohol yang terdapat di dalam sebuah pipa kapiler yang dilindungi oleh tabung atau dinding termometer. Untuk menjaga termometer tetap dalam keadaan baik maka beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut: 1. Pegang thermometer dengan tangan kiri dan ambil tissue 15 kemudian basahi dengan air sabun 2. Lap thermometer memakasi tissue tersebut dengan gerakan memutar dari atas kea rah reservoir 3. Masukkan thermometer dalam larutan desinfektan 5% selama 3 menit 4. Lap dengan tissue dari atas ke bawah reservoir. Buang tisu yang kotor 5. Masukkan thermometer kedalam air yang bersih


10 6. Keringkan thermometer dengan tisu dengan cara memutar dari reservoir ke atas. Buang tisu yang kotor 7. Turunkan air raksa dan simpan pada tempat tertutup 8. Mencuci tangan 4) Peralatan dari Stainless 1. Langsung bersihkan alat dengan menggunakan air dan spons cuci piring setelah digunakan, bisa menggunakan sedikit sabun, setelah itu langsung dikeringkan 2. Alat-alat harus disimpan dalam keadaan kering diruangan yang kering dan bersih 3. Jangan mencuci alat dengan menggunakan bensin atau 18 cairan lain karena akan membuat warna alat berubah. 4. Jika alat berkarat bersihkan dengan sabut stainless dan sabun. Setelah itu keringkan alat lalu simpan ditempat bersih dan kering. 5. Jangan menumpuk alat yang masih basah karena akan menimbulkan karat pada alat tersebut. 5) Peralatan Non logam 1. Segera bersihkan alat setelah digunakan dengan menggunakan air dan sabun 2. Langsung keringkan alat setelah dicuci 3. Simpan alat di tempat yang kering dan dingin. 6) Peralatan kaca


11 Alat-alat praktik di laboratorium biologi juga terdapat dari bahan kaca. Agar alatalat ini siap pakai, alat harus dalam keadaan bersih. Untuk mendapatkan alat kaca yang bersih diperlukan perawatan yang teratur, yang meliputi pengecekan, penyimpanan yang benar, dan pencucian. 1) Pencucian Alat Kaca Umum Alat-alat kaca yang tidak terlalu kotor dapat dibersihkan dengan cara pencucian umum, yaitu dengan air (jika perlu air hangat) dan sedikit deterjen. Pada waktu mencuci alat kaca, gunakan sarung tangan dan alat bantu lain, misalnya sikat tabung. Jika pada alat kaca terdapat noda yang agak kuat melekat, noda ini dapat dihilangkan dengan bubuk pencuci yang sesuai, misalnya trinatium fosfat yang dicampur dengan sedikit bubuk batu apung. Jika perlu gunakan alkohol atau aseton. Setelah pencucian dengan zat pencuci, alat kaca dibilas dengan air bersih dan terakhir dibilas lagi dengan air suling. Jika alat kaca yang baru dicuci akan segera digunakan untuk praktikum, bilas alat kaca itu dengan aseton dan spiritus dan untuk pengeringan yang cepat dapat digunakan udara panas yang ditiupkan dari kompresor. 2) Pencucian Alat Kaca Khusus Alat kaca yang terkontaminasi dengan nodanoda tertentu yang sukar dibersihkan dengan air dan deterjen memerlukan pencucian dengan larutan pencuci tertentu sebagai perlakuan akhir setelah alat tersebut dicuci dengan cara pencucian umum. Larutan yang umum digunakan untuk mencuci noda-noda tertentu dapat dibuat di laboratorium. Larutan pencuci ini hendaknya selalu tersedia dan siap dipakai. Kekuatan/ daya pencuci dalam membersihkan noda tergantung pada kekuatan/daya oksidasi larutan tersebut, sifat noda, dan lamanya noda tersebut telah melekat pada alat kaca. Larutan pencuci yang telah digunakan beberapa kali jangan dicampurkan lagi dengan larutan pencuci stok. Larutan pencuci yang telah digunakan jangan langsung dibuang, tetapi simpan dalam botol berlabel.


12 Beberapa larutan pencuci yang umum dan sebaiknya tersedia di laboratorium di antaranya adalah sebagai berikut. a) Larutan deterjen Timbang kira-kira 10 gram deterjen padat, larutkan dalam air sampai 1 liter dan tambahkan sedikit asam nitrat pekat. Apabila akan menggunakan larutan ini untuk mencuci alat kaca, ambil 20 cm3 larutan stok ini. Encerkan dengan air sampai 1 liter. Larutan pencuci ini digunakan untuk membersihkan alat kaca yang tidak begitu kotor. b) Larutan Natrium atau Kalium dikromat Natrium atau kalium dikromat dalam asam sulfat: 10 gram natrium dikromat dilarutkan dalam 15 mL air. Secara berhatihati karena reaksi pelarutan eksotermis, tambahkan asam sulfat H2SO4 pekat sehingga volume 100 mL. Perlakukan larutan ini sebagai asam pekat. Larutan pencuci ini efektif untuk mencuci noda lemak yang melekat pada alat kaca. c) Larutan kalium permanganate Timbang kira-kira 10 gram kalium permanganat, larutkan dalam 1 liter air. Larutan ini sebelum digunakan dapat ditambahkan larutan natrium karbonat 1 M. Larutan ini dapat digunakan untuk membersihkan lemak yang melekat pada alat kaca. Agar hasil pencucian lebih bersih, alat kaca yang akan dibersihkan direndam semalam dengan larutan KMnO4 ini. Perendaman dengan larutan KMnO4 akan meninggalkan noda berwarna coklat pada alat kaca. Noda berwarna coklat ini (noda MnO2) dapat dihilangkan dengan asam klorida pekat kemudian dibilas dengan air banyak-banyak. Noda-noda yang umum melekat pada alat kaca dan cara membersihkannya, di antaranya sebagai berikut: 1) Minyak dan lemak Minyak dan lemak dapat dihilangkan dengan cara mencuci alat kaca dengan larutan deterjen hangat. Setelah pencucian, alat kaca dibilas dengan air bersih, terakhir dibilas dengan air suling. Jika lemak yang melekat pada alat kaca sukar dibersihkan, pertama-tama alatalat kaca dibilas dengan pelarut hidrokarbon, misalnya alkohol atau aseton, kemudian dibersihkan dengan larutan kalium kromat dalam asam. Pelarut lainnya yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : 1 5 gram Na perborat dalam 100 cm3 10% larutan NaOH. 2 Larutan KOH 10 15 % dalam 100 cm3 spiritus/alkohol.(larutan ini hendaknya tidak digunakan lebih dari 10 menit) 3 Pembersihan dengan CCl4


13 2) Ter Noda ter pada alat kaca dapat dibersihkan dengan benzene atau pelarut yang lain yang sesuai misalnya minyak tanah. 3) Karbon Noda karbon umumnya sukar dihilangkan, akan tetapi perendaman dengan larutan NaOH biasanya efektif, jika perlu lakukan perendaman dengan larutan pencuci asam bikromat. Jika noda karbon melekat kuat, sejumlah kecil asam kromat dimasukkan ke dalam alat kaca yang akan dicuci, panaskan dengan api kecil. Di samping asam kromat dapat digunakan juga campuran 2 bagian trinatrium fosfat dengan 1 bagian natrium oleat dalam 1 liter air. 4) Cairan atau larutan 1. Simpan semua larutan dalam tempat yang dingin, bersih, dan kering 2. WAJIB menggunakan APD (misalnya masker, sarung tangan, apron dll) ketika akan mengambil atau menggunakan cairan/larutan 3. Cairan atau larutan yang telah digunakan tidak boleh 19 dimasukkan kembali ke dalam larutan asal karena akan merusak kandungan larutan. 4. Larutan atau cairan harus disimpan dalam tempat atau wadah atau lemari yang terpisah dari alat atau bahan lainnya 5. Hindari paparan langsung terhadap sinar matahari 6. Hindari cairan atau larutan dengan benda benda yang mudah terbakar.


14 DAFTAR PUSTAKA ANNISA, K. R. (2022). KAJIAN PERAWATAN ALAT-ALAT LABORATORIUM BIOLOGI DI SMA (Doctoral dissertation, UIN RADEN INTAN LAMPUNG). Budimarwanti, C., & Si, M. (2010). Pengelolaan Alat dan Bahan Di Laboratorium Kimia. http://staffnew.uny.ac.id/upload/131872520/pengabdian/26.pdf http://www.saka.co.id/news-detail/neraca-analitik-dan-batu-timbang---tips-pemilihandan-perawatannya https://www.lemariasam.id/mikroskop/ Jufriyah, J., Mar'ah, I., & Isharyudono, K. (2009). Pemeliharaan dan penyimpanan peralatan laboratorium kimia. Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan, 1(1), 26-32. Kartikorini, N., Mardiyah, S., Kunsah, B., & Ariana, D. (2018). Modul Praktikum Instrumen Kimia. KEBUDAYAAN, K. P. D. Panduan Teknis Perawatan Peralatan Laboratorium Biologi.


Click to View FlipBook Version