3. Berjanjikah saudara/i untuk menjalankan tugas dan
tanggung jawab dengan baik dan benar berdasarkan
Alkitab?
P : Apakah jawab saudara/i? (Sebutkan nama pejabat masing-
masing)
Jawab: Dengan pertolongan Tuhan, saya percaya, yakin dan
berjanji akan melaksanakan amanat ini dengan baik
dan benar. Amin.
P : Tuhan yang telah mengamanatkan tugas dan tanggungjawab
ini, senantiasa menuntun dan memberi hikmat kepada
saudara/i.
MENYANYI:
P : Kita berdoa: ya Roh Kudus kami mohon, urapilah hamba-
hamba-Mu ini yang akan melaksanakan tugas dan
tanggungjawab sesuai jabatan yang mereka terima. Kuasai
dan teguhkanlah mereka, mampukanlah mereka untuk
memelihara kesucian hidup serta menegakkan keadilan dan
kebenaran-Mu dengan hikmat yang dari pada-Mu. Amin.
PELANTIKAN: (oleh seorang mantan BPHS)
Dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, saya melantik
saudara/i sebagai Badan Pekerja Harian Sinode dan Badan
Pembinaan dan Pengawasan Perbendaharaan Gereja, Gereja
Masehi Injili di Halmahera masa bakti ________
Allah menyertai saudara/i dalam pelayanan. Amin.
(Yang dilantik menghadap jemaat)
P : Kini dihadapan Allah dan jemaat-Nya, nyatakanlah
pengakuan dan tekadmu terhadap pelayanan ini:
t a t a i b a d a h G M I H … 141
BPHS dan BPPPG: ”Aku bersyukur kepada Dia, yang
menguatkan aku, yaitu Yesus Kristus, Tuhan
kita, karena Ia menganggap aku setia dan
mempercayakan pelayanan ini kepadaku.”
(1Tim. 1: 12).
P : Kini dihadapan Allah dan jemaat-Nya nyatakanlah tekad
saudara/i....
BPHS dan BPPPG: Menyanyi KJ. 363:1, 2 (atau nyanyian
lain yang sejiwa)
Ketua Sinode: (Mengucapkan pernyataan singkat atas
penerimaan tugas baru ini)
Dilanjutkan dengan Tata Ibadah selanjutnya.
Catatan:
Untuk nyanyian pujian, disesuaikan dengan jiwa liturgi.
142…..t a t a i b a d a h G M I H
TATA IBADAH
PENEGUHAN MAJELIS JEMAAT
(Mengikuti Tata Ibadah Minggu s/d unsur sebelum Pelayanan
Firman).
MENYANYI: (duduk)
PENGAJARAN:
P : Telah diumumkan bahwa pada hari ini akan dilaksanakan
peneguhan saudara/i kita yang terpilih dalam jabatan sebagai
Penatua dan Diaken untuk periode ………………. Untuk itu,
baiklah kita menghayati apa yang menjadi tugas dan
wewenang Penatua dan Diaken.
Pada dasarnya semua anggota sidi jemaat terpanggil untuk
bekerja di ladang Tuhan, khususnya untuk mengakui Yesus
Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Namun ada yang
mempunyai tugas dan wewenang khusus, yaitu mereka yang
diteguhkan sebagai pelayan khusus.
Menyangkut tugas dan tanggungjawab, rasul Paulus menulis
dalam Efesus 4:7,11-16, demikian: “Tetapi kepada kita
masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut
ukuran pemberian Kristus. Dan Ialah yang memberikan baik
rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita injil
maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan
pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus, sampai kita
semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang
benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat
pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak yang diombang-
ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan
palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran, di dalam
kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus,
yang adalah Kepala. Dari pada-Nya seluruh tubuh, yang rapih
t a t a i b a d a h G M I H … 143
tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua
bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota,
menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam
kasih.”
Oleh karena dalam ibadah ini akan diteguhkan saudara/i kita
sebagai Penatua dan Diaken, maka perlu dijelaskan apa yang
menjadi tugas dan wewenang para penatua dan diaken.
Kepada penatua-penatua di jemaat Efesus, rasul Paulus
berkata: “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh
kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus
menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang
diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri” (Kis. 20:28).
Dan kepada Diaken, rasul Paulus berkata: “kamu harus
menjaga rahasia iman dalam hati yang suci, karena kamu
ditetapkan dalam pelayanan ini.” (band. 1Tim. 3:9).
P : Berdasarkan firman Tuhan ini, Tata Gereja dan Peraturan-
peraturan GMIH menjelaskan tugas dan wewenang majelis
jemaat sebagai berikut:
1. Melaksanakan panggilan gereja, sebagaimana tercantum
dalam Tata Gereja
2. Melayani dan melengkapi anggota jemaat bagi pekerjaan
pelayanan dan membangun tubuh Kristus
3. Mengadakan pembinaan, penggembalaan bagi anggota
jemaat
4. Menjaga dan memelihara kemurnian pengakuan GMIH
dalam kehidupan anggota jemaat
5. Melaksanakan keputusan Sidang Sinode, Sidang Majelis
Sinode, dan Sidang Sidi-sidi Jemaat
6. Mengadakan rapat-rapat Majelis Jemaat dan jemaat
7. Mengatur dan melaksanakan pelayanan dalam jemaat
P : Demikianlah pengajaran tentang tugas dan wewenang
Penatua dan Diaken.
PERTANYAAN-PERTANYAAN PENEGUHAN:
(Para calon Penatua dan Diaken diundang berdiri)
144…..t a t a i b a d a h G M I H
P : Di depan kita telah berdiri saudara/i kita yang bersedia
diteguhkan sebagai Penatua dan Diaken di jemaat ini. Agar
menjadi nyata pada kita, bahwa mereka bersedia memenuhi
panggilan Tuhan, maka kami mempersilahkan saudara/i
untuk menjawab secara jujur di hadapan Tuhan dan jemaat
sebagai saksi pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah saudara/i percaya kepada kepada Tuhan, Allah,
Pencipta langit dan bumi dan kepada Yesus Kristus,
Anak-Nya yang Tunggal Tuhan kita dan kepada Roh
Kudus?
2. Yakinkah saudara bahwa melalui tata cara pemilihan
yang benar saudara/i telah dipanggil dan dipilih Tuhan
untuk melayani Tuhan dan jemaat-Nya?
3. Berjanjikah saudara untuk memenuhi tugas dan
tanggung jawab dengan baik dan benar berdasarkan
Alkitab?
P : Apakah jawab saudara/i…………sebagai Penatua/Diaken?
Calon: Ya, oleh pertolongan Tuhan saya percaya, yakin dan
berjanji dengan segenap hatiku. Amin
DOA PENYERAHAN:
MENYANYI:
PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN:
(Pemimpin ibadah turun dari mimbar)
P : Berdasarkan jawaban saudara/i maka saya sebagai pelayan
Yesus Kristus meneguhkan saudara/i menjadi Penatua dan
Diaken di jemaat ………….. dalam nama Bapa dan Anak
dan Roh Kudus.
(Jemaat berdiri, Majelis Baru berlutut, Penumpangan
Tangan)
P : “Semoga Allah Bapa, di dalam Yesus Kristus, yang telah
memanggil saudara/i untuk melayani umat-Nya, akan
t a t a i b a d a h G M I H … 145
menerangi saudara/i dengan Roh Kudus, supaya berbuah bagi
Allah.” Amin.
Majelis Jemaat yang baru diteguhkan menyanyi: ………..
(Sesudah itu pemimpin ibadah menjemput Majelis Baru berdiri),
dan berkata:
P : Pakailah Stola ini sebagai kelengkapan pelayanan (secara
simbolik).
P : (Menyerahkan Alkitab sambil mengucapkan): Laksanakanlah
tugas pelayananmu berdasarkan firman Tuhan.
NASIHAT: (Jemaat duduk – Majelis Baru tetap berdiri)
P : Membaca 2 Tim. 4:2-5....
(Majelis Baru menghadap jemaat)
P : Jemaat, terimalah para Penatua dan Diaken ini dengan penuh
sukacita, doakanlah mereka dan bekerjalah bersama dengan
mereka, supaya jemaat……….…semakin mencapai tingkat
pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Amin
MENYANYI:
(Majelis Baru mengambil tempat Majelis Jemaat - pemimpin
kembali ke mimbar)
Dilanjutkan dengan unsur Tata Ibadah selanjutnya.
146…..t a t a i b a d a h G M I H
TATA IBADAH
PENGUTUSAN VIKARIS
(Mengikuti Tata Ibadah Minggu …. s/d unsur sesudah Khotbah)
PENGAJARAN:
P : Saudara/i, pada dasarnya semua anggota jemaat terpanggil
untuk bekerja di ladang Tuhan, namun masing-masing
mempunyai tugas, tanggungjawab dan wewenang yang
berbeda-beda. Walaupun tugas, tanggungjawab dan
wewenang setiap orang berbeda, namun semuanya
mempunyai tujuan yang sama, yaitu bekerja untuk Tuhan.
Mengenai keragaman dan kesatuan ini, rasul Paulus menulis
dalam Roma 12:6–8, (dibaca ……….)
PERTANYAAN PENGUTUSAN: (berdiri)
P : Sekarang di hadapan kita telah berdiri saudara/i kita yang
bersedia diutus sebagai tenaga gerejawi, yakni sebagai
Vikaris. Supaya nyata kepada kita bahwa mereka bersedia
memenuhi panggilan Tuhan, maka kami mempersilahkan
saudara/i untuk menjawab secara jujur di hadapan Tuhan dan
jemaat sebagai saksi, pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Yakinkah saudara bahwa tanggungjawab yang
dipercayakan gereja adalah panggilan Tuhan Allah?
2. Apakah saudara mengakui Alkitab sebagai sumber
pemberitaan dan sebagai ukuran iman yang benar?
3. Berjanjikah saudara untuk tetap berpegang pada
pengakuan iman gerejawi dan hidup sesuai kehendak
Allah, serta menjadi teladan bagi sesama manusia?
Apakah jawab saudara Vikaris….?
(Sebut nama satu-satu oleh khadim)
t a t a i b a d a h G M I H … 147
VIK : Ya, oleh pertolongan Tuhan, saya yakin, mengakui dan
berjanji dengan segenap hatiku. Amin.
PEMBACAAN SURAT TUGAS:
PENGUTUSAN:
P : Berdasarkan jawaban saudara/i maka saya sebagai pelayan
Yesus Kristus mengutus saudara/i dalam nama Bapa dan
Anak dan Roh Kudus.
“Semoga Allah Bapa di dalam Yesus Kristsus yang telah
memanggil saudara dalam pelayanan ini menerangi saudara/i
dengan Roh Kudus, supaya berbuah bagi Allah.” Amin.
MENYANYI: KJ. No. 369a:1 (atau nyanyian lain yang sejiwa--
khusus dinyanyikan oleh para vikaris)
PELEPASAN: (oleh Badan Pekerja Harian Sinode GMIH)
Dilanjutkan dengan unsur Tata Ibadah selanjutnya.
148…..t a t a i b a d a h G M I H
TATA IBADAH
PENEGUHAN VIKARIS MENJADI PENATUA
(Mengikuti Tata Ibadah Minggu s/d unsur sebelum Pelayanan
Firman).
PENGAJARAN:
P : Jemaat Yesus Kristus, pada minggu-minggu yang lalu telah
diumumkan bahwa pada hari ini minggu…di jemaat…..akan
diteguhkan (para) Vikaris menjadi Penatua. Oleh karena tidak
ada faktor-faktor yang menghalangi pelaksanaan rencana ini,
maka sekarang kita akan meneguhkan saudara (saudara/i) kita
ini.
Tetapi sebelumnya, perlu dipelajari bersama, apa yang
menjadi tugas, tanggungjawab dan wewenang penatua. Pada
dasarnya, anggota sidi jemaat terpanggil untuk bekerja di
ladang Tuhan, khususnya untuk mengakui Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamat serta melayani sesama
manusia. Namun ada orang yang mempunyai tugas,
tanggungjawab dan wewenang khusus yaitu mereka yang
ditetapkan sebagai Pegawai Organik Gereja.
Walaupun tugas, tanggungjawab dan wewenang setiap orang
berbeda-beda namun semua mempunyai tujuan yang sama
yaitu bekerja untuk Tuhan.
Mengenai keanekaragaman dan kesatuan ini, Rasul Paulus
berkata: “Tetapi kepada kita masing-masing telah
dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian
Kristus. Dan Ia-lah yang memberikan baik rasul-rasul maupun
nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-
gembala dan pengajar-pengajar untuk memperlengkapi orang-
orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan
iman, dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah,
kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai
dengan kepenuhan Kristus sehingga kita bukan lagi anak-anak
yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran,
oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang
t a t a i b a d a h G M I H … 149
menyesatkan. Tetapi dengan teguh berpegang kepada
kebenaran,didalam kasih kita bertumbuh didalam segala hal ke
arah Dia, Kristus yang adalah kepala. Daripada-Nyalah seluruh
tubuh - yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh
pelayanan semua bagiannya sesuai dengan kadar pekerjaan
tiap-tiap anggota - menerima pertumbuhannya dan
membangun dirinya dalam kasih.” (Ef. 4:7,11-16). Itulah dasar
dari pelaksanaan peneguhan Vikaris menjadi Penatua.
Sebelum diteguhkan menjadi Penatua, perlu diketahui apa
yang menjadi tugas, tanggungjawab dan wewenang seorang
Penatua. Kepada Penatua-penatua di jemaat Efesus, Paulus
berkata: “Karena itu, jagalah dirimu dan jagalah seluruh
kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus
menjadipenilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang
diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.” (Kis. 20:28).
Setelah melaksanakan tugas kevikariatan sebanyak 4 tahap
sesuai yang diisyaratkan dalam Pengukuran Kompetensi Inti
Vikaris (calon Pendeta) GMIH, maka yang saudara
(saudara/i) kita ini akan diteguhkan menjadi Penatua. Adapun
tugas dan tanggungjawab serta wewenang Penatua adalah
sebagai berikut :
1. Bersama-sama dengan Pendeta memimpin pelayanan
kesaksian dan penggembalaan, penilikan dan disiplin
gerejawi.
2. Memajukan kehidupan warga jemaat untuk bertumbuh
kearah kedewasaan iman dan hidup dalam pengharapan
yang diwujudkan dalam kehidupan yang sehat sosial,
ekonomi, budaya, politik serta memiliki wawasan
ekologis.
3. Bertanggungjawab atas kelancaran pemberitaan firman
Allah dalam ibadah-ibadah dan sakramen-sakramen,
katekisasi, dan kegiatan pembinaan lainnya.
4. Berkunjung ke rumah tangga-rumah tangga anggota
jemaat GMIH dan masyarakat untuk menggembalakan
150…..t a t a i b a d a h G M I H
dan menilik mereka agar tetap memelihara hubungan dan
persekutuan dengan Tuhan Allah sambil memelihara
rahasia jabatannya sebagai gembala.
5. Mengumpulkan anggota jemaat dalam persekutuan ibadah
bersama guna memelihara dan mengembangkan ajaran
dan pengakuan iman dalam kerjasama dengan pendeta.
6. Bersama dengan Pendeta, memimpin dan mengajarkan
kepada warga jemaat agar mereka dapat menggembalakan
dan menyaksikan imannnya kepada anggota masyarakat
disekitarnya.
7. Berkerjasama di bidang kesaksian dengan jemaat GMIH
maupun jemaat-jemaat denominasi lainnya.
8. Fungsi kepejabatan dilengkapi oleh atribut-atribut
kepejabatan yang berfungsi sebagai tanda kehadiran Allah
dan otoritas pejabat dalam melaksanakan tugasnya.
PERTANYAAN-PERTANYAAN PENEGUHAN:
(Vikaris yang akan diteguhkan, berdiri)
P : Di depan kita telah berdiri, saudara (saudara) kita yang
bersedia untuk diteguhkan sebagai Penatua GMIH. Agar
menjadi nyata kepada kita, maka kita akan mendengar
jawaban yang bersangkutan dengan jujur di hadapan Tuhan
dan jemaat sebagai saksi, pertanyaan-pertanyaan berikut ini :
1. Yakinkah saudara (saudara) bahwa Tuhan, Allah kita
telah memanggil saudara (saudara), untuk menjadi
penatua?
2. Adakah saudara (saudara) mengakui Alkitab sebagai
sumber pemberitaan dan sebagai ukuran iman yang
benar?
3. Berjanjikah saudara (saudara) untuk tetap hidup kudus,
menjadi teladan, melaksanakan tugas dengan rajin dan
setia sebagaimana tercantum dalam Tata Gereja GMIH,
memegang rahasia jabatan serta mempertanggung-
t a t a i b a d a h G M I H … 151
jawabkan segala sesuatu yang telah dipercayakan kepada
saudara (saudara)?
P : Apakah jawab saudara (saudara)?
Vik: Ya, saya yakin, mengakui dan berjanji dengan segenap
hatiku. Amin.
DOA PENYERAHAN:
MENYANYI:
PENEGUHAN:
(Jemaat berdiri, yang diteguhkan berlutut, pemimpin ibadah turun
untuk penumpangan tangan)
P : “Berdasarkan jawaban saudara maka sebagai pelayan Yesus
Kristus, meneguhkan saudara menjadi Penatua di GMIH
dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Semoga Allah
Bapa kita, di dalam Yesus Kristus yang telah memanggil
saudara dalam pekerjaan pelayanan ini menerangi saudara
dengan Roh Kudus, supaya saudara berbuah bagi Allah.”
Amin.
(Yang diteguhkan menyanyi KJ. No. 369a, atau nyanyian lain yang
sejiwa)
P : (Menjemput berdiri lalu memasang stola) dan berkata:
“Stola ini adalah alat kelengkapan pelayanan.”
P : (Menuntun Vikaris Penatua ke tempat Alkitab) dan berkata:
“Layani dan beritakanlah firman Tuhan berdasarkan
Alkitab.”
(Selanjutnya Vikaris Penatua yang baru ditahbiskan menghadap
jemaat, Khadim berkata sambil menunjuk jemaat).
P : “Di depan saudara (saudara) adalah warga jemaat yang
dipercayakan oleh Tuhan Yesus Kristus untuk digembalakan.
Mereka juga adalah kawan sekerja Allah. Lengkapilah
mereka dan bekerjasamalah dengan mereka.”
(Selanjutnya pemimpin berkata kepada jemaat):
P : “Saudara/i jemaat, sambutlah (para) Vikaris Penatua yang
telah menyerahkan diri untuk pekerjaan pelayanan di ladang
Tuhan.”
(ibadah dilanjutkan dengan unsur Tata Ibadah selanjutnya).
152…..t a t a i b a d a h G M I H
TATA IBADAH
PENTAHBISAN PENDETA
SAMBUTAN BERIBADAH: (berdiri)
MENYANYI:
TAHBISAN DAN SALAM:
P : Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan
langit dan bumi.
J : Amin.
P : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan
Tuhan Yesus Kristus, menyertai saudara sekalian.
P+J: Dan menyertai saudara juga.
NAS PEMBIMBING:
MENYANYI:
PENGAKUAN DOSA: (duduk)
P : Marilah saudara/i, dengan rasa sesal dan malu dan dengan
segala kerendahan hati, kita mengaku dosa-dosa kita kepada
Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus.
(Nas ajakan mengaku dosa, pilih salah satu: Mzm. 34:19,
51,19; Yes. 57:15; Yer. 17:9,10; 1Yoh. 1:8,9, atau bagian
lain).
P : Kita berdoa: Bapa di dalam Sorga, kami mengaku bahwa
kami telah berdosa terhadap Engkau dan terhadap sesama
kami. Kami telah berjalan di dalam kegelapan dari pada di
dalam terang-Mu. Kami menyebut nama Kristus tetapi kami
tidak meninggalkan kesalahan kami. Karena itu dengan
penuh penyesalan, kami berseru kepada-Mu, ya Tuhan,
kasihanilah kami orang berdosa, ampunilah dan sucikan kami
oleh kuasa Roh Kudus, hidupkanlah perasaan hati kami, dan
berilah supaya kami dapat beribadah kepada-Mu dengan
hidup yang baru, untuk kemuliaan nama-Mu. Dalam nama
t a t a i b a d a h G M I H … 153
Yesus, Penebus dosa kami. Amin. (Atau dengan rumusan
doa yang lain).
MENYANYI:
BERITA PENGAMPUNAN DAN PETUNJUK HIDUP
BARU:
P : Saudara/i, Allah telah mendamaikan isi dunia dengan diri-
Nya dengan perantaraan Yesus Kristus. Oleh sebab itu
biarlah kita juga diperdamaikan dengan sesama dengan
saling mengampuni serta mengambil bagian di dalam damai
sejahtera Tuhan. Amin. (Atau Yes. 1:18; Yoh. 3:16-17).
P : Tuhan telah mengampuni dosa kita karena itu, baiklah kita
hidup sesuai dengan hukum-Nya, sebagaimana tertulis dalam
Mat. 22:37-39: “Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan,
Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang
terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua yang
sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh
hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Pilih slah satu: Kel.
20:1-17; Im. 19:2-4, 11-18; Ul. 5:6-21, 6:4-7, 30:11-20;
Mat. 22:37-40; Mrk. 12:29-31; Yoh. 13:34-35; Rm. 6:11-14;
13:8-10; Gal. 5:13-22; Ef. 4:17-32; Kol. 3:12-15; 1Yoh.
3:11-18, 4:7-12).
MENYANYI: (berdiri)
PENGAKUAN IMAN:
MENYANYI:
PERSEMBAHAN:
o Ajakan Persembahan:
P : Marilah kita memberikan persembahan sebagai tanda ucapan
syukur atas berkat Tuhan sambil mengingat kata Alkitab:
“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai
154…..t a t a i b a d a h G M I H
sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai
banyak juga. Hendaklah masing-masing memberi menurut
kerelaan hati, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan,
sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita,
dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada
kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan dalam segala
sesuatu dan malah berkelimpahan dalam pelbagai
kebajikan.” (2Kor. 9:6-8; Ams. 3:9,10; 2Kor. 9:12).
o Menyanyi:
o Doa Persembahan: (oleh seorang Majelis Jemaat)(berdiri)
“Ya Allah Pengasih dan Pemurah, kami mengucap syukur
dan memuji nama-Mu, sebab siapakah kami, sehingga kami
mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini,
sebab dari pada-Mulah segala-galanya, dan dari tangan-Mu
sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.
Dalam nama Yesus.” Amin.
DOA UMUM: (duduk)
1. Doa Syukur
2. Doa Permohonan
3. Doa Syafaat
PELAYANAN PENEGUHAN PENDETA:
o Pengajaran:
P : Jemaat Yesus Kristus, sebelum kita meneguhkan saudara
(saudara) kita ini dalam jabatan Pendeta baiklah kita
mendengar pengajaran tentang tugas, tanggungjawab dan
wewenang seorang pendeta:
Pada dasarnya gereja dipanggil, dipilih dan diutus Tuhan,
untuk memberitakan kepada dunia perbuatan-perbuatan
besar Allah yang telah dinyatakan dalam Kristus Yesus.
Untuk melaksanakan tugas pengutusan ini gereja sebagai
tubuh Kristus di dunia, telah diperlengkapi dengan karunia-
karunia yang dianugerahkan kepada setiap orang yang
percaya dan mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan
Juruselamat. (Band. 1Kor. 12:1-11) Allah berkenan
t a t a i b a d a h G M I H … 155
memberikan kepercayaan kepada orang-orang tertentu untuk
melakukan berbagai peran dan tugas yang berbeda-beda,
dengan maksud yang sama yakni membangun tubuh Kristus
demi pelaksanaan tugas pengutusan. (Band. Ef. 4:11-13)
Gereja Masehi Injili di Halmahera menetapkan jabatan
Pelayan Khusus Gereja, dan salah satu jabatan diantara
barisan pelayan khusus adalah Pendeta. Pendeta adalah
mereka yang berdasarkan keterpanggilannya, telah
mempersiapkan diri secara khusus, untuk selanjutnya akan
mengabdikan segenap keberadaan hidupnya dalam tugas
selaku pemimpin yang melayani dan menggembalakan
kawanan domba Allah di setiap waktu dan tempat, selama
Tuhan berkenan memakainya dalam pekerjaan pelayanan-
Nya. Berdasarkan Alkitab, GMIH dalam Tata Gereja telah
mengatur dan menetapkan apa yang menjadi tugas dan
tanggung jawab Pendeta.
o Pertanyaan, Pengakuan dan Janji:
P : Agar menjadi nyata bahwa saudara (saudara) Vikaris
Penatua.………………… bersedia memenuhi panggilan
Tuhan, maka sekarang saudara (saudara) dipersilahkan
berdiri dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini, di
hadapan Tuhan dan jemaat:
1. Yakinkah saudara (saudara) bahwa melalui suatu proses
dalam hidup saudara, Allah berkenan memanggil, dan
mempersiapkan saudara untuk menjadi Pendeta?
2. Apakah saudara (saudara) mengakui Alkitab sebagai
sumber pemberitaan dan kesaksian tentang perbuatan-
perbuatan Allah dalam Yesus Kristus, dan karena itu,
hanya Alkitab dan iman kepada Yesus Kristus yang akan
mendasari pekerjaan saudara (saudara) sebagai
Pendeta?
3. Apakah suadara (saudara) berjanji akan melaksanakan
dengan rajin dan setia semua tugas dan tanggung jawab
yang dipercayakan kepada saudara (saudara) sebagai
Pendeta GMIH sambil tetap berdoa, membaca Alkitab,
156…..t a t a i b a d a h G M I H
hidup kudus, menjadi teladan bagi semua orang dan siap
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas saudara
(saudara) kepada Tuhan dan gereja-Nya?
Saudara Vikaris Penatua………..………….., apakah jawabmu?
Calon Pendeta:
Dengan pertolongan Tuhan saya menjawab, ya, saya yakin,
mengaku dan berjanji dengan segenap hatiku. Amin.
P : Berdasarkan jawaban saudara, maka saya sebagai pelayan
Yesus Kristus, meneguhkan saudara (saudara) dalam jabatan
Pendeta, dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Amin.
Doa:
P : Allah yang Maha Kuasa dan Kekal, Engkau telah berpesan
kepada kami supaya kami berdoa bagi pekerja-pekerja dalam
kebun anggur-Mu. Sekarang kami mohon, karuniakanlah
Roh Kudus yang menguatkan dan memampukan Pendeta
(Pendeta) baru ini dalam penuaian tugasnya. Biarlah dengan
kuat kuasa yang dari pada-Mu, ia (mereka) dapat
menyaksikan Engkau, sehingga gereja-Mu dapat bertumbuh
dalam iman kepada Yesus Kristus. Amin.
o Pemakaian Toga dan Penumpangan Tangan:
P : Berdasarkan pengakuan saudara untuk menjadi Pelayan
Firman, maka kepada saudara diberikan pakaian jabatan ini
sebagai tanda perkenanan Tuhan. Pakailah ini dengan rasa
syukur dan hormat akan Tuhan, dan jadikanlah pakaian
jabatan ini sebagai alat berkat dalam pelayananmu.
(Pakaian diserahkan oleh Majelis Jemaat kepada pemimpin
kemudian dipakaikan oleh pemimpin bersama para pendeta
pembantu).
(Pendeta Baru berlutut dan para pendeta pembantu mengelilingi
Pendeta Baru), dan berkata:
P : Terimalah Roh Kudus untuk jabatan dan pekerjaan
pelayanan dalam gereja yang dipercayakan kepadamu.
t a t a i b a d a h G M I H … 157
- Para pendeta pembantu sambil menumpangkan tangan
mengucapkan nas-nas untuk menasehati, menguatkan,
memberikan pengharapan kepada kawan sekerja Allah yang
baru.
- Setelah semua selesai mengucapkan...
(Jemaat berdiri – Penumpangan tangan)
P : “Allah Bapa yang di sorga yang telah memanggil saudara
dalam pekerjaan kudus ini, kiranya menerangi saudara
dengan Roh-Nya, menguatkan saudara, dengan tangan-Nya
dan memimpin saudara dalam pelayanan, supaya saudara
dapat melakukan dengan takut akan Tuhan dan menghasilkan
buah demi kemuliaan dan kebesaran Tuhan Yesus Kristus.”
Amin.
- Pendeta Baru menyanyikan lagu penyerahan (KJ. No. 441:1;
KJ. No. 369.)
- Para pendeta pembantu kembali ke tempat
- Pendeta Pentahbis menjemput Pendeta Baru untuk berdiri
o Penyerahan Tugas-Tugas Pelayanan Pendeta:
(Mengantarkan Pendeta Baru ke tempat Alkitab), dan berkata:
P : “Layanilah jemaat Tuhan Yesus Kristus berdasarkan
Alkitab.”
(Mengantarkan Pendeta Baru ke tempat bejana baptisan), dan
berkata:
P : “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus dan ajarlah
mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku-perintahkan
kepadamu.” (Mat. 28:19-20a).
(Mengantarkan Pendeta Baru ke tempat piring roti dan cawan
anggur), dan berkata:
P : “Pecahkanlah roti dan berilah mereka makan. Angkatlah
piala keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.
Beritakanlah berita sukacita dan ucapkanlah: Roti dan air
158…..t a t a i b a d a h G M I H
anggur ini melambangkan tubuh dan darah Kristus yang
dikorbankan bagi kamu.”
(Pendeta Pentahbis dan Pendeta Baru menghadap jemaat), dan
berkata:
P : “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu,
jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan
kehendak Allah, dan janganlah karena mau mencari
keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Jangan kamu
berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang
dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi
teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila
Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota
kemuliaan yang tidak dapat layu.” (1Ptr. 5:2-4).
(Mengantarkan Pendeta Baru ke mimbar dan sambil
memasangkan stola), dan berkata:
P : Stola ini sebagai alat perlengkapan pelayanan.
(Setelah Pendeta Baru di atas mimbar), berkata:
P : Beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
o Penyerahan pendeta baru kepada jemaat:
P : Saudara/i jemaat, sambutlah Pelayan Firman ini dengan
sukacita. Terimalah perkataan yang diucapkan berdasarkan
Alkitab, bukan selaku perkataan manusia, melainkan selaku
firman Allah. Ingatlah bahwa melalui mereka Allah berkata-
kata kepadamu. Taatilah pemimpin-pemimpinmu karena
mereka memelihara kehidupan. Biarlah pemimpinmu bekerja
dengan sukacita yang mendatangkan faedah bagimu. Dengan
melakukan hal-hal ini, maka damai sejahtera Allah akan
berdiam di rumahmu. Dan jika karena pemberitaannya,
saudara/i percaya kepada Yesus Kristus, itu berarti saudara
telah memilih hidup yang kekal.
PELAYANAN FIRMAN:
o Doa Pembacaan Alkitab:
t a t a i b a d a h G M I H … 159
P : Ya Tuhan, kami sangat merindukan firman-Mu, karena
firman-Mu adalah pelita bagi kaki kami dan terang pada jalan
kami. Terangilah hati dan pikiran kami dengan Roh Kudus,
agar kami mengerti, serta melakukannya dalam hidup kami.
Amin.
o Pembacaan Alkitab:
(Setelah membaca Alkitab), berkata:
P : Berbahagialah saudara/i yang telah mendengar firman Tuhan
dan memeliharanya.
P+J: Haleluya.......Haleluya......Haleluya….. (atau nyanyian lain)
o Khotbah
o Saat Teduh (instrumentalia)
PS/VG/Group Yangere/Bentuk Pujian Lainnya
MENYANYI: (berdiri)
BERKAT:
P : Jemaat Tuhan, terimalah berkat Tuhan dan pergilah dengan
selamat.
“Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan
menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau
kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu
dan memberi engkau damai sejahtera.” (Bil. 6:24-26).
P+J:
Saat Teduh
160…..t a t a i b a d a h G M I H
TATA IBADAH
EMIRITASI PENDETA-GURU JEMAAT GMIH
PERSIAPAN:
(Pelayan Firman memasuki ruangan ibadah bersama
pendeta/Guru Jemaat Emiritus, BPHS, Majelis Jemaat, dengan
membawa Alkitab dan lilin diiringi intrumentalia--Jemaat
berdiri).
TAHBISAN:
P : Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan
langit dan bumi
J : Amin.
P : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan
Tuhan Yesus Kristus, menyertai saudara sekalian.
P+J: Dan menyertai saudara juga.
NAS PEMBIMBING: (2Sam. 23:2, atau nas lain yang sejiwa).
MENYANYI:
HUKUM TUHAN: (1Petrus 3: 13-18b) (duduk)
P : “Dan siapakah yang berbuat jahat kepada kamu, jika kamu
rajin berbuat baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita
karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu
janganlah kamu takut akan apa yang mereka takuti dan
jangan gentar.
J : Tetapi Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!
Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi
pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta
pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang
ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan
hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka,
yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam
Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
t a t a i b a d a h G M I H … 161
P : Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik jika hal itu
dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita,
Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia
membawa kita kepada Allah; ...” (1Ptr. 3:13-18a).
PADUAN SUARA: Pelayan Khusus
PENGAKUAN DOSA:
P : Saudara/i, kita telah mendengar hukum Tuhan yang
mengingatkan kita akan segala kekeliruan dan kesalahan kita.
Mari kita berdoa:
“Tuhan, di hadapan-Mu kami membuka hati dan mengaku
bahwa kami bersalah. Hari-hari hidup kami sering berlalu
hampir tanpa makna. Kami telah melakukan pekerjaan rutin
setiap hari, tetapi masih banyak juga waktu yang kami lewati
dengan sia-sia. Sesungguhnya hati kami rindu berbuat yang
baik, tetapi terkadang perbuatan kasih kami, tidaklah tulus.
Kami tergoda menghitung untung rugi dalam pelayanan
terhadap umat-Mu.
Tuhan kami mengaku, kekuatiran akan makan, minum dan
pakai membuat kami mengabaikan janji-Mu yang
memelihara kami. Padahal Engkau memberi kami tenaga dan
kuat, sehingga kami mampu bekerja dan berkarya.
Tuhan, sebagai hamba-Mu, yang telah purna dalam
menjalankan tugas, juga mengaku, bahwa di sepanjang
menjalani tugas-tugas gereja-Mu, hamba-Mu sadar bahwa
dalam memenuhi tugas panggilan pelayanan, ada banyak hal
yang menyimpang dari kehendak-Mu. Dan sering hamba-
Mu ini berlaku kurang setia.
P : Ya Allah, ya Tuhan kami, berkenanlah mendengar
pengakuan umat-Mu dan hamba-Mu ini. Janganlah kiranya
Engkau memperhitungkan dosa kami, tetapi kasihani dan
ampunilah kami. Berilah rahmat-Mu agar kami layak hidup
di hadapan-Mu. Amin
162…..t a t a i b a d a h G M I H
MENYANYI:
PELAYANAN FIRMAN:
(oleh Pdt/Gr Jemaat yang menjalani EMIRITASI)
o Doa Pembacaan Alkitab:
o Pembacaan Alkitab:
(Setelah membaca Alkitab), berkata:
P : “Berbahagialah setiap orang yang mendengar dan melakukan
firman Tuhan dalam hidupnya.”
o Pujian: Firman-Mu Pelita (dinyanyikan secara spontan)
o Khotbah
o Saat Teduh (instrumentalia)
MENYANYI:
PROSES EMIRITASI:
P : Marilah kita mengikuti pembacaan penugasan Gereja sejak
bertugas sampai mengakhirinya (dibaca oleh Sekretaris
Umum GMIH atau yang ditugaskan)
Sehubungan dengan itu, maka khusus kepada saudara
Pdt/Gr..........................; saya sebagai rekan pelayan atas
nama GMIH mengundang saudara berdiri untuk mendengar
pembacaan Surat Keputusan Pensiun (dibacakan oleh
Sekretaris Umum).
BPHS: Setelah mendengar penugasan-penugasan Gereja serta SK
pensiun GMIH, maka saya atas nama BPHS GMIH
mengumumkan bahwa saudara ...............................
dinyatakan menjadi Pendeta/Guru Jemaat Emiritus GMIH,
sambil mengucapkan terima kasih atas segala hal yang telah
dinyatakan untuk mengambil bagian dalam karya perbuatan
Allah yang ajaib, besar dan dasyat bagi dunia. Kami juga
mengucapkan terima kasih kepada keluarga
Pdt./Gr......................
Berdasarkan pembacaan Surat Keputusan Pensiun, maka
diberi kesempatan kepada saudara Pdt./Gr........................
untuk menyampaikan ungkapan syukur dan kesaksian atas
t a t a i b a d a h G M I H … 163
penyertaan Tuhan, perkenanan panggilan-Nya, dan karya-
karya yang dapat dilakukan selama masa tugas.
JAWABAN SYUKUR DAN KESAKSIAN:
Pdt/Gr Jemaat Emiritus : Dengan suka cita saya mengucapkan
syukur kepada Allah di dalam Yesus
Kristus Kepala Gereja. Saya menerima
pembebasan tugas sebagai
Pendeta/Guru Jemaat dari tugas-tugas
rutin struktural dan akan tetap
melakukan fungsi sebagai Pdt/Guru
Jemaat Emiritus. Amin
PEMBERIAN LILIN: (oleh BPHS)
BPHS: Lilin yang menyala ini adalah simbol terang firman Tuhan,
yang telah saudara bawa di tengah kehidupan jemaat, yang
melenyapkan rasa takut mereka dan yang membawa kepada
jalan yang tentram dan damai. Teruslah nyalakan lilin ini
selama hidupmu, di mana pun engkau berada.
MENYANYI:
DOA UMUM:
MENYANYI: (berdiri)
PENGUTUSAN DAN BERKAT:
P : Dan akhirnya hendaklah kamu seia sekata, seperasaan,
mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati dan
janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci-
maki dengan caci-maki, tetapi hendaklah kamu memberkati
karena untuk itulah kamu dipanggil yaitu untuk memperoleh
berkat.
Pergilah dengan selamat, sampaikanlah berita sukacita dari
Tuhan kepada setiap orang yang kamu jumpai dan terimalah
berkat Tuhan.
164…..t a t a i b a d a h G M I H
P : “Tuhan yang telah memanggil saudara untuk menyaksikan
pekerjaan besar Allah dalam kuasa-Nya, Ia akan menolong
dan menguatkan saudara dan Roh-Nya menyertai saudara
hari ini sampai selama-lamanya.”
J:
Saat Teduh
t a t a i b a d a h G M I H … 165
TATA IBADAH
PELANTIKAN PIMPINAN KELEMBAGAAN DAN
YAYASAN TINGKAT SINODE,
PENGURUS BIDANG PELAYANAN/
PANITIA/TIM KERJA TINGKAT JEMAAT
(Liturgi Pelantikan memakai Tata Ibadah Minggu dari Tahbisan
s/d sesudah Khotbah).
PENGHAYATAN PANGGILAN:
P : Sebelum saudara/i dilantik sebagai Pengurus Bidang
Pelayanan /Panitia/Tim Kerja, maka perlu dihayati bersama
apa yang menjadi tugas, tanggung jawab dan wewenang:
Pada dasarnya semua orang percaya terpanggil bekerja di
ladang Tuhan, khususnya mengakui Yesus Kristus sebagai
Tuhan dan Juruselamat dunia dan melayani sesama
berdasarkan karunia yang dimilikinya.
Walaupun tugas dan tanggung jawab berbeda-beda, namun
semuanya mempunyai maksud dan tujuan yang sama, yaitu
bekerja untuk Tuhan. Mengenai keanekaragaman dan kesatuan
ini rasul Paulus menulis dalam Efesus 4:7,11,12 “Kepada kita
masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut
ukuran pemberian Kristus. Dan Ialah yang memberikan baik
rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil
maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan,
bagi pembangunan Tubuh Kristus.” Karena itu laksanakanlah
tugas, tanggung jawab dan wewenang saudara/i sebagai...,
pengurus bidang pelayanan/panitia/ team, dengan sukacita.
PERTANYAAN-PERTANYAAN: (Yang dilantik berdiri)
P : Untuk menjadi nyata bahwa saudara bersedia memenuhi
panggilan Tuhan, maka sebagai hamba Tuhan, saya meminta
kesediaan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai
berikut:
1. Percayakah saudara, bahwa melalui prosedur yang sah
saudara telah dipanggil dan dipercayakan oleh Tuhan
166…..t a t a i b a d a h G M I H
untuk menjadi: (Pimpinan Kelembagaan dan Yayasan,
Bengurus bidang pelayanan/panitia/team )?
2. Bersediakah saudara menjalani tugas ini dengan setia dan
rajin dengan rasa takut akan Tuhan dan tetap
mempertanggung-jawabkan tugas dan tanggung jawab ini
kepada Tuhan melalui jemaat-Nya?
P : Apakah jawab saudara/i?
Pimpinan Kelembagaan dan Yayasan, Pengurus Bidang
Pelayanan/Panitia/Tim Kerja: menjawab “Ya dengan segenap
hatiku.” Amin.
DOA PENYERAHAN:
PEMBACAAN SURAT KEPUTUSAN:
PELANTIKAN: (oleh BPHS/KORWIL/BPHJ)
Pada hari ini saya atas nama BPHS/KORWIL/BPHJ melantik
saudara/i sebagai………….. Gereja Masehi Injili di
Halmahera dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.
MENYANYI: KJ. No. 369a:1,2
Dilanjutkan dengan unsur Tata Ibadah selanjutnya.
t a t a i b a d a h G M I H … 167
TATA IBADAH PERSEMAYAMAN
JENAZAH, PEMAKAMAN,
PEMINDAHAN KERANGKA JASAD
& PENGHIBURAN
168…..t a t a i b a d a h G M I H
TATA IBADAH
PERSEMAYAMAN JENAZAH
PERSIAPAN: (berdiri)
MENYANYI:
PANGGILAN BERIBADAH:
P : Hidup manusia seperti uap yang sebentar ada dan kelihatan
tapi seketika juga akan lenyap bersama hembusan angin.
J : Di hadapan Allah Pencipta, keberadaan manusia yang fana
dan terbatas. Kefanaan dan kesementaraan itu pula yang
harus disadari dan diaminkan manusia.
P : Karena itu, saat kita menyaksikan tubuh saudara kekasih kita
terbujur kaku tak lagi bernyawa, mari kita arahkan hati dan
pikiran kepada Allah, Pemilik dan Penguasa atas hidup dan
mati manusia; sambil mengagungkan kasih dan kebesaran
nama-Nya...
MENYANYI: “Sungguh Hidup Aku” (atau nyanyian lain yang
sejiwa)
TAHBISAN DAN SALAM:
P : Dalam nama Bapa, Pemilik dan Penguasa hidup manusia,
Yesus Kristus sumber Kebangkitan dan Roh Kudus pemberi
napas dan kekuatan hidup manusia. Amin.
Salam sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus! Amin.
MENYANYI:
PENGAKUAN KEFANAAN MANUSIA DI HADAPAN
ALLAH: (duduk)
P : Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata:
“Kembalilah hai anak-anak manusia.”
J : Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin,
apabila berlalu atau seperti giliran jaga di waktu malam.
P : Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi
t a t a i b a d a h G M I H … 169
J : Seperti rumput yang bertumbuh, diwaktu pagi berkembang
dan bertumbuh di waktu petang lesut dan layu.
P : Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena
kehangatan amarah-Mu dan kami terkejut. (Mzm. 90:3-7).
MENYANYI: DSL. No. 62:1 “Di Tengah Kesukaran” (atau
nyanyian lain yang sejiwa)
PELAYANAN FIRMAN:
DOA UMUM:
UNGKAPAN PENGHARAPAN: (berdiri)
P : Kuasa dan kebesaran Allah tidak dibatasi oleh kondisi, ruang
dan waktu yang dilewati dan dialami manusia.
J : Allah bertindak mengangkat dan memulihkan manusia
seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb yang
telah mati (Mzm. 126:4b; 1Tes. 4:13-18, atau yang lain).
P : Kepada-Nya kita menyerahkan hidup dan mati kita, karena
orang yang mati dalam Tuhan berharga di mata-Nya.
J : Kami pun percaya bahwa Allah mampu melakukan segala
perkara yang ajaib melampaui kekuatan dan kemampuan
manusia.
P : Karena itu hanya kepada-Nya kita berharap sambil memuji
dan memuliakan nama-Nya.
MENYANYI:
BERKAT:
P : Terimalah berkat Tuhan.
“Allah sumber segala kasih karunia yang menyertai orang
hidup dan yang mati akan terus hadir dan menyertai kita
dalam persekutuan ini, sekarang dan sampai selama-
lamanya.”
P+J:
170…..t a t a i b a d a h G M I H
TATA IBADAH PEMAKAMAN JEMAAT
BENTUK I
I. DI RUMAH DUKA
PERSIAPAN:
(Majelis Jemaat menyampaikan rasa duka sebagai bentuk
penguatan dan pengharapan-pengharapan terhadap keluarga
yang berduka, sekaligus menyampaikan urut-urutan acara
Pemakaman).
PANGGILAN BERIBADAH: (berdiri)
P : Allah, sumber kehidupan dunia, kami percaya, bahwa
manusia telah ditebus karena kematian dan kebangkitan
Kristus.
J : Engkaulah Tuhan Allah kami. Engkau mengembalikan
manusia kepada debu dan berkata: “Kembalilah, hai anak
anak manusia!” Sebab di mata-Mu, seribu tahun sama seperti
hari kemarin, apabila berlalu atau suatu giliran jaga di waktu
malam.
P : Hari-hari hidup kami seperti rumput, seperti bunga di padang,
ketika tertiup angin, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya
tidak mengenalnya lagi.
J : Tetapi kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai
selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan
keadilannya bagi anak cucu.
P : Kiranya Bpk/Ibu/Sdr-i/Anak.............. yang telah pulang ke
rumah Bapa di sorga, hidup di dalam keselamatan yang
kekal.
Karena itu, mari…kita satukan harapan dalam gumul
bersama mengantar Bpk/Ibu/Saudara/Anak kekasih kita
untuk menempuh suatu tahapan hidup di dalam Kristus …
MENYANYI:
TAHBISAN DAN SALAM:
P : Pertolongan kepada kita adalah dalam Nama Tuhan, Pencipta
segala sesuatu yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.
t a t a i b a d a h G M I H … 171
Yang tidak meninggalkan ciptaan-Nya dan yang kasih setia-
Nya kekal selama-lamanya. Amin.
Salam kasih dari Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara
orang mati!
BERITA PENGHARAPAN: (duduk)
P : “Allah sumber hidup telah menyiapkan bagi manusia segala
waktu untuk menjalani hidup di bumi. Sebagaimana firman -
Nya;
J : Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah
langit ada waktunya
P : Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada
waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang
ditanam.
J : Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ada
waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari.
P : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia
memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia
tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari
awal sampai akhir.” (Pkh. 3:1,2,4,11).
MENYANYI:
PELAYANAN FIRMAN:
o Doa dan Pembacaan Alkitab:
o Khotbah
o Saat Teduh (instrumentalia)
DOA UMUM: Doa Syafaat dan doa persembahan
UCAPAN TERAKHIR DI RUMAH:
P : Sebagai umat Allah, kita percaya bahwa kematian merupakan
suatu tahapan hidup dalam Kristus. Kita percaya adanya
kebangkitan bagi setiap orang percaya kepada Kristus, karena
Dialah sumber kebangkitan dan hidup. Sabda Yesus: Yang
percaya tidak binasa tetapi beroleh hidup kekal.
172…..t a t a i b a d a h G M I H
(Sambil menumpangkan tangan – jemaat berdiri), berkata:
“Tuhan menjaga keluar masukmu sekarang dan selamanya,
Tuhan menyertai orang hidup dan yang mati.” Amin .
Marilah kita siapkan jenazah: bapak/ibu/sdr/anak..............,
untuk dibawa ke tempat pemakaman.
(Sebelum peti jenazah ditutup, diberikan kesempatan kepada
keluarga untuk melihat jenazah untuk yang terakhir kali)
II. DI TEMPAT PEMAKAMAN
MENYANYI:
P : Dukacita akan menimbulkan keputusasaan dan ketakutan
untuk melangkah menuju masa depan, akan tetapi firman
TUHAN menjadi dasar pengharapan kristen. Firman Tuhan
berpesan: “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah
mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka
yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah
bersama-sama dengan Dia.” (1Tes. 4 : 14).
J : “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah
mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan
dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, hakim yang adil pada
harinya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan kepada
semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2Timotius
4:7-8).
P : Setelah Allah berkenan memanggil bapak/ ibu/sdr/anak kita
dari dunia yang fana ini, maka seluruh kehidupannya kita
serahkan kepada Allah yang empunya hidup ini. akan tetapi
pengharapan dan penghiburan kita itulah Penebus Yesus
Kristus dan sabda-Nya: “...orang-orang mati akan mendengar
suarda Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya akan
hidup.” (Yoh. 5:25b).
JENAZAH DITURUNKAN KE DALAM LIANG KUBUR:
P : Firman Tuhan menyaksikan bahwa ungkapan pengharapan
iman kristen tentang orang-orang yang mati di dalam Tuhan
t a t a i b a d a h G M I H … 173
: “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang
yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang
karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang
mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti
semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam,
demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam
persekutuan dengan Kristus.” (1Kor. 15:20-21). Karena itu,
kita memakamkan jenasah Bpk/Ibu/Sdr-i/Anak...............
dalam pengharapan iman, bahwa (sambil melemparkan
tanah ke dalam liang kubur) tubuh manusia yang berasal
dari tanah akan kembali kepada tanah, tetapi rohnya yang
datang dari Allah akan kembali kepada Allah. Syukur kepada
Tuhan yang menyelamatkan tiap orang percaya yang
meninggal di dalam Kristus.
MENYANYI:
DOA SYAFAAT: (diakhiri dengan Doa Bapa Kami)
MENYANYI:
BERKAT:
P : “Terpujilah Allah; Bapa, Tuhan kita Yesus Kristus, yang
karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali
oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati,
kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk
menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak
dapat cemar, dan yang tidak layu, yang tersimpan di sorga
bagi kamu.” (1Ptr. 1:3-4).
P : Terimalah berkat Tuhan.
“Anugerah Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah Bapa dalam
persekutuan Roh Kudus menyertai saudara sekalian.” Amin.
Saat Teduh
174…..t a t a i b a d a h G M I H
TATA IBADAH PEMAKAMAN JEMAAT
BENTUK II
I. DI RUMAH DUKA
PERSIAPAN:
(Majelis Jemaat menyampaikan rasa duka sebagai bentuk
penguatan dan pengharapan-pengharapan terhadap keluarga
duka, sekaligus menyampaikan urut-urutan acara pemakaman)
MENYANYI: (berdiri)
VOTUM DAN SALAM:
P : Sekali pun duka menyelimuti hati dan pikiran kita, namun
orang percaya yang setia selalu memiliki pengharapan kuat,
bahwa Pertolongan kita hanyalah di dalam nama Tuhan,
Allah yang menciptakan langit dan bumi, dia yang setia
memelihara kita dalam hidup yang kekal sampai selama-
lamanya.
P : Terpujilah Kristus, Tuhan dan Penebus kita. Amin
NAS PEMBIMBING:
P : “Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga
di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin
melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak
mengenalinya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-
lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut
akan Dia. Dan keadilan-Nya bagi anak-cucu.” (Mazmur 103:
15-17a, atau yang lain).
MENYANYI:
BERITA PENGHARAPAN: (duduk)
P : Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan.
“Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa
akan kebahagiaan. Sangkaku: hilang lenyaplah
kemasyuranku dan harapanku kepada Tuhan. Ingatlah akan
sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.
Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.
t a t a i b a d a h G M I H … 175
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku
akan berharap.
Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya
rahmat-Nya, Selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu.
Tuhan adalah bagianku, kata jiwaku, oleh sebab itu aku
berharap kepada-Nya. Tuhan adalah baik bagi orang yang
berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah
baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan.” (Rat. 3:17–
26).
MENYANYI:
PELAYANAN FIRMAN:
o Doa Pembacaan Alkitab:
o Pembacaan Alkitab:
o Khotbah
o Saat Teduh (instrumentalia)
MENYANYI: (Persembahan)
DOA UMUM: Doa syafaat dan doa persembahan
UCAPAN TERAKHIR DI RUMAH:
P : Kita ini lahir seolah-olah pada hari kemarin dan seorangpun
dari kita tidak tahu kapan kesudahannya, segala hari-hari kita
di atas bumi seperti bayang-bayang saja. Hanya firman
Tuhan yang kekal. Pengharapan kita adalah sabda Tuhan
Yesus: “orang mati akan mendengar suara Anak Allah dan
mereka yang mendengarnya akan hidup.” (Yoh. 5:25b).
(sambil menumpangkan tangan – jemaat berdiri), berkata:
“Tuhan menjaga keluar masukmu sekarang dan selamanya,
Tuhan menyertai orang hidup dan yang mati.” Amin.
Marilah kita siapkan jenazah: bapak/ibu/sdr/anak..............,
untuk dibawa ke tempat pemakaman.
(Sebelum peti jenazah ditutup, diberikan kesempatan kepada
keluarga melihat jenazah untuk yang terakhir kali).
II. DI TEMPAT PEMAKAMAN
176…..t a t a i b a d a h G M I H
MENYANYI:
P : Kita letakkan tubuh mendiang Bpk/Ibu/Sdr-i/Anak
......................... ini dengan sentosa di tempatnya. Tuhan
berfirman: (sambil melemparkan tanah ke dalam liang
kubur) “Engkau kembali lagi kepada tanah karena dari situ
engkau dijadikan, sebab engkau debu dan kembalilah kepada
debu.” (band. Kej. 3:19).
Akan tetapi Tuhan Yesus yang adalah sumber kebangkitan
akan menghidupkan orang percaya. firman-Nya: “Akulah
kebangkitan dan hidup, siapa yang percaya kepada-Ku, ia
akan hidup walupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25b).
Segala syukur bagi Allah yang mengaruniakan kepada kita
kemenangan dan pengharapan yang begitu besar oleh Tuhan
kita Yesus Kristus. Amin.
MENYANYI:
DOA SYAFAAT:
MENYANYI:
BERKAT:
P : Kita telah dikuatkan oleh firman-Nya, karena itu marilah kita
meneruskan kehidupan kita, dengan keyakinan bahwa Tuhan
Allah tetap menolong dan menyertai kita. Terimalah berkat
Tuhan.
“Tuhan Allah sumber segala kasih dan penghiburan,
menyertai langkah kehidupan kita dari saat ini sampai
selama-lamanya.” Amin.
(Selanjutnya makam ditutup, dan jika memungkinkan diiringi
dengan kidung pengantar penutupan makam).
t a t a i b a d a h G M I H … 177
TATA IBADAH PEMAKAMAN
PEJABAT GEREJA
I. DI RUMAH DUKA (berdiri)
MENYANYI: NKB. No. 172:1, 3 “Dalam Rumah Bapaku” (atau
nyanyian lain yang sejiwa).
PANGGILAN BERIBADAH:
P : Hidup manusia sangatlah terbatas, ia seperti uap yang
sebentar saja kelihatan lalu lenyap atau seperti rumput yang
bertumbuh di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di
waktu petang lisut dan layu. Karena itu bersama Pengkhotbah
kita berkata:
J : “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah
langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk
meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk
mencabut yang ditanam; ada waktu untuk menangis, ada
waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu
untuk menari;
P : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia
memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia
tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari
awal sampai akhir.” (Pkh. 3:1-2,4,11).
TAHBISAN:
P : Pertolongan kepada kita adalah dari pihak Tuhan yang telah
menciptakan langit dan bumi serta segala isinya yang tetap
setia pada perjanjian-Nya. Amin.
Turunlah kiranya atas kamu anugerah dan sejahtera dari
Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus serta Roh
Kudus Penghibur sejati. Amin.
NAS PEMBIMBING:
P : “Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan
penuh kegelisahan. Seperti bunga ia berkembang, lalu layu,
seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat
bertahan.” (Ayb. 14:1,2). (Atau menggunakan rumusan lain).
178…..t a t a i b a d a h G M I H
Menyanyi: “Sungguh Hidup Aku” (atau nyanyian lain yang
sejiwa)
Doa Menuju ke Gedung Gereja
(Peti jenazah disiapkan untuk dibawa ke gedung gereja)
PROSESI MENUJU KE GEDUNG GEREJA
(Diiringi dengan puji-pujian)
II. DI GEDUNG GEREJA
Þ Penerimaan jenazah oleh pelayan (para pelayan menerima
peti jenazah di depan pintu gereja)
Þ Pembacaan riwayat hidup dan sambutan
PUJI-PUJIAN:
PELAYANAN FIRMAN:
PUJIAN:
DOA UMUM:
PELEPASAN JENAZAH:
P : Sebagai umat yang percaya, bahwa kematian merupakan
suatu tahapan hidup dalam Kristus. Kita percaya adanya
kebangkitan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus
karena Dialah sumber kebangkitan dan hidup . Sabda Yesus:
“...yang percaya tidak binasa tetapi beroleh hidup yang
kekal.” (band. Yoh. 3:16). Amin.
KELUARGA:
Kami bersyukur buat semua rencana Tuhan sekalipun kami
harus kehilangan seorang suami, papa, saudara kami yang
sangat kami kasihi..... kami tahu apa yang sedang kami alami
ini adalah kehendak Tuhan bagi kehidupan kami ……
Dengan ikhlas kami mengembalikan itu semua buat Tuhan..
JEMAAT:
t a t a i b a d a h G M I H … 179
Sebagai satu persekutuan jemaat yang menggumuli
pelayanan bersama, kami kehilangan satu sosok pelayan
dalam pengabdiannya bagi gereja dan masyarakat untuk
membangun persekutuan kasih….. kami mengucapkan
selamat jalan ......
PARA PELAYAN:
Sebagai sesama teman pelayan kami telah dipisahkan dalam
kebersamaan sebagai pelayan Tuhan…….dalam menjalani
tugas dan tanggungjawab pelayanan …dengan ketulusan hati
kami mengucapkan selamat jalan…buat sahabat kami
mendiang
KETUA SINODE:
Sebagai pemimpin gereja, kami merasa kehilangan seorang
sahabat di dalam menunaikan tugas pelayanan di Gereja
Masehi Injili di Halmahera. Rencana Allah bukanlah rencana
manusia. Karena itu dengan sukacita iman saya
mengucapkan selamat jalan buat saudara hamba pelayan
mendiang....
Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil terpujilah
nama Tuhan.
MENYANYI: KJ. No. 269:1,3 (atau nyanyian lain yang sejiwa)
(Pendeta turun dari mimbar)
PUJIAN: Para Pelayan
PENUMPANGAN TANGAN: (berdiri)
P : “Tuhan menjaga keluar masukmu sekarang dan selamanya.
Tuhan menyertai orang hidup dan yang mati.” Amin.
P : Marilah kita siapkan jenazah Mendiang………………untuk
dibawa ke tempat pemakaman.
Sebelum peti jenazah ditutup, diberikan kesempatan terakhir
bagi kerabat dan keluarga untuk melihat jenazah.
(Para pelayan, kerabat dan keluarga).
180…..t a t a i b a d a h G M I H
II. DI TEMPAT PEMAKAMAN
MENYANYI:
P : Setelah Allah berkenan memanggil ............ dari dunia yang
fana ini, maka seluruh kehidupannya kita serahkan pada
Allah yang empunya hidup ini. Akan tetapi pengharapan dan
penghiburan kita itulah Penebus Yesus Kristus dan sabda-
Nya “Orang yang mati dan beriman akan mendengar
suaranya dan beroleh hidup.” (band. Yoh. 5:25).
JENAZAH DITURUNKAN KE DALAM LIANG KUBUR:
P : (Sambil melemparkan tanah ke liang kubur) berkata: Allah
menjadikan manusia dari tanah, tetapi kehidupannya berasal
dari Allah, sebab itu ia harus kembali kepada Allah Pencipta,
dan tubuhnya kembali kepada tanah. Namun Yesus Kristus
yang telah bangkit itu, akan membangkitkan dan
menghidupkan orang yang percaya kepada-Nya.
Yesus bersabda: “Akulah kebangkitan dan hidup; barang
siapa yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia
sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya
kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” (Yoh. 11:25-
26a).
DOA BAPA KAMI:
MENYANYI: KJ. No. 453:1,3 (atau nyanyian lain yang sejiwa)
BERKAT:
P : Terimalah berkat Tuhan.
“Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, Pengasihan Allah Bapa
dan dalam persekutuan dengan RohNya yang Kudus,
menyertai dan menghibur kita sekalian.” Amin.
Saat Teduh
Peletakan Karangan Bunga/Ucapan Terima Kasih
t a t a i b a d a h G M I H … 181
TATA IBADAH PEMAKAMAN
MANTAN PELAYAN
I. DI RUMAH DUKA
PERSIAPAN:
NYANYIAN PEMBUKA:
PANGGILAN BERIBADAH: (berdiri)
P : Sebagai orang percaya kita mengamini bahwa kematian
adalah bagian dari hidup manusia. Kelahiran dan kematian
adalah awal dan akhir hidup manusia. Karna itu bersama
Pengkhotbah kita berkata…
J : Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah
langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk
meninggal, ada waktu untuk menanm, ada waktu untuk
mencabut yang ditanam, ada waktu untuk menangis, ada
waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada waktu
untuk menari. (Pkh. 3:1,2,4)
P : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia
memberi kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak
dapat menyelami pekerjaan Tuhan dari awal sampai akhir.
(Pkh. 3:11) Karena itu marilah kita mengantar
saudara…………………. untuk menempuh suatu tahapan
hidup dalam Kristus.
MENYANYI: “Sungguh Hidup Aku” (atau nyanyian lain yang
sejiwa)
TAHBISAN DAN SALAM:
P : Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan
langit dan bumi. Amin.
Turunlah kiranya atas kamu anugerah dan sejahtera dari
Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus serta Roh
Kudus Penghibur sejati. Amin.
NAS PEMBIMBING:
MENYANYI:
182…..t a t a i b a d a h G M I H
…….peti jenazah disiapkan untuk dibawa ke gedung gereja……
PROSESI MENUJU KE GEDUNG GEREJA (Diiringi dengan
puji-pujian)
II. DI GEDUNG GEREJA
• Penerimaan Jenazah oleh Pelayan di depan pintu Gereja
• Pembacaan Riwayat Hidup
• Ucapan terima kasih dari ketua BPHJ/Korwil
PELAYANAN FIRMAN:
o Doa Pembacaan Alkitab:
o Khotbah
o Saat Teduh (instrumentalia)
PS/VG/Group Yangere/Bentuk Pujian Lainnya
DOA UMUM:
KATA-KATA PENGHIBURAN:
P : Sebagai umat, kita percaya bahwa kematian merupakan suatu
tahapan hidup dalam Kristus. Kita percaya adanya
kebangkitan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus
karena Dialah sumber kebangkitan dan hidup. Sabda-Nya:
“...yang percaya tidak binasa tetapi beroleh hidup yang
kekal.” (band. Yoh. 3:16). Amin.
PARA PELAYAN:
Sebagai pelayan kami bersyukur karena semasa hidupnya,
mendiang ……………… telah mengambil bagian dalam
pelayanan pada periode………… Karena itu kami bersyukur
kepada Tuhan dan merelakan kepergiannya ke rumah Bapa
Sorgawi.
MENYANYI:
(Pelayan turun dari mimbar)
t a t a i b a d a h G M I H … 183
PENUMPANGAN TANGAN OLEH KHADIM BERSAMA
MAJELIS JEMAAT
P : Tuhan menjaga keluar masukmu sekarang dan selamanya.
Amin.
(Sebelum peti jenazah ditutup, diberikan kesempatan bagi keluarga
dan kerabat untuk melihat jenazah yang terakhir kali)
III. DI TEMPAT PEMAKAMAN
MENYANYI:
P : Setelah Allah berkenan memanggil saudara (mantan
Penatua/Diaken)…………dari dunia yang fana ini, maka
kehidupannya kita serahkan kepada Allah yang empunya
hidup ini. Pengharapan dan penghiburan kita hanya pada
Yesus Kristus. Sungguh kata Roh supaya mereka boleh
beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan
mereka menyertai mereka.” (Why. 14:13).
JENAZAH DITURUNKAN KE DALAM LIANG KUBUR:
P : (Sambil melemparkan tanah ke liang kubur), dan berkata:
Allah menjadikan manusia dari tanah tetapi kehidupannya
berasal dari Allah, sebab itu ia harus kembali kepada Allah
Pencipta tubuhnya kembali kepada tanah. Namun Yesus
Kristus yang telah bangkit itu, akan membangkitkan dan
menghidupkan orang yang percaya kepada-Nya. Yesus
bersabda: “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa yang
percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku,
tidak akan mati selama-lamanya.” (Yoh. 11:25-26a).
DOA BAPA KAMI:
MENYANYI: NKB. No. 173:1 (atau nyanyian lain yang sejiwa)
Melewati lembah air mata, jalanku gelap dan ngeri;
Tuhan, pimpinan-Mu kudambakan ‘ku tak dapat maju sendiri.
Reff : ‘Ku tiada tahu jalannya, Tuhan, Engkaulah yang mengerti;
Terang-Mu halau ketakutan, ‘ku tak dapat maju sendiri.
184…..t a t a i b a d a h G M I H
BERKAT:
P : Terimalah berkat Tuhan.
“Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, pengasihan Allah Bapa
dan dalam persekutuan dengan Roh-Nya Yang Kudus,
menyertai dan menghibur kita sekalian.” Amin.
Saat Teduh
PELETAKAN KARANGAN BUNGA/UCAPAN TERIMA
KASIH
t a t a i b a d a h G M I H … 185
TATA IBADAH
PEMAKAMAN UNTUK JANIN
I. DI RUMAH DUKA
PERSIAPAN:
MENYANYI: NKB. No. 166:1 (atau nyanyian lain yang sejiwa)
TAHBISAN dan SALAM:
P : Pertolongan bagi kita datangnya dari pihak Tuhan, Pencipta
langit dan bumi serta segala isinya.
J : Amin.
P : Tuhan menyertai saudara/i!
J : Dan menyertai saudara juga!
NAS PEMBIMBING:
P : “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan
telanjang juga aku akan kembali . . .
J : Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil.
P+J: Terpujilah nama Tuhan.” (Ayb. 1:21).
MENYANYI: KJ. No. 453:1,2 (atau nyanyian lain yang sejiwa)
PELAYANAN FIRMAN:
MENYANYI:
DOA BAGI KELUARGA:
PELEPASAN JENAZAH/PENUMPANGAN TANGAN:
(berdiri)
186…..t a t a i b a d a h G M I H
P : Sebagai umat Tuhan kita percaya bahwa Tuhan berkenan
membentuk setiap manusia di dalam rahim ibunya, Dia juga
mengenal setiap pribadi sebelum keluar dari kandungan
(band. Yer 1:5). Dialah yang telah mengaruniakan nafas
kehidupan setiap janin. Karena itu, ketika Tuhan berkenan
mengambil kembali kehidupannya itu, marilah dengan iman
kepada Kristus kita merelakan kepergiannya…
P : “Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai
selama-lamanya.” (penumpangan tangan) Amin.
PENGHORMATAN TERAKHIR BAGI JENAZAH:
(Sementara itu jemaat menyanyi)
MENYANYI: “Tuhan Yesus Setia” (atau nyanyian lain yang
sejiwa)
(Jenazah disiapkan untuk diusung ke tempat pemakaman)
II. DI TEMPAT PEMAKAMAN
MENYANYI: DSL. 176:1 “Jangan Kamu Takut” (atau nyanyian
lain yang sejiwa)
P : Setelah Allah berkenan mengambil kehidupan
janin/bayi…… mari kita serahkan segenap keberadaannya
kepada Allah. Sebab bukankah Tuhan telah berfirman:
“Tiada seorang pun berkuasa menahan angin dan tak seorang
pun berkuasa atas hari kematian …” (Pkh. 8:8a).
JENAZAH DITURUNKAN KE LIANG KUBUR:
P : (Sambil melemparkan tanah ke liang lahat), berkata: Allah
menjadikan manusia dari tanah tetapi kehidupannya berasal
dari Allah. Sabda-Nya: “…debu kembali menjadi tanah
t a t a i b a d a h G M I H … 187
seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang
mengaruniakannya.” (Pkh. 12:7). Pengharapan dan
penghiburan kita hanya dari Penebus Yesus Kristus,
sebagaimana firman-Nya: “Maut telah ditelan dalam
kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai
maut, di manakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa dan
kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah,
yang telah memberikan kepada kita kemenangan, oleh Yesus
Kritus Tuhan kita.” (1Kor. 15:55-57).
DOA BAPA KAMI:
P : Mari kita mengucapkan bersama Doa Bapa Kami...
MENYANYI: KJ. No. 438:1 (atau nyanyian lain yang sejiwa)
BERKAT:
P : Terimalah berkat Tuhan.
“Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, pengasihan Allah Bapa
dan persekutuan dengan Roh Kudus, menyertai dan
menghibur kita sekalian.” Amin.
Saat Teduh
188…..t a t a i b a d a h G M I H
TATA IBADAH
PEMAKAMAN EMERITUS
I. PERSIAPAN/PEMBUKAAN (DI RUMAH DUKA)
NYANYIAN PEMBUKA: PS/VG......
PANGGILAN BERIBADAH:
P : Hari dan Tahun berganti, suka dan duka mengiringi
perjalanan hidup manusia…kelahiran dan kebangkitan
adalah awal dan akhir dari kehidupan manusia.
J : Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah
langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk
meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk
mencabut yang ditanam, ada waktu untuk menangis, ada
waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada waktu
untuk menari.
P : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia
memberi kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak
dapat menyelami pekerjaan Tuhan dari awal sampai akhir.
Karena itu mari kita satukan harapan dalam gumul bersama,
mengantar orang tua: Bapak/Ibu , Almarhum/almarhumah
Emeritus…………, untuk menempuh suatu tahapan hidup
dalam Kristus. (saat teduh sejenak)....
TAHBISAN:
P : Pertolongan kepada kita adalah dari pihak Tuhan yang telah
menciptakan langit dan bumi serta isinya yang tetap setia
untuk selama-lamanya. Amin.
Turunlah kiranya atas kamu anugerah dan sejahtera dari
Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus serta Roh
Kudus Penghibur sejati. Amin.
NAS PEMBIMBING: (Mazmur 90:1-6).
MENYANYI : DSL. “Sungguh Hidup Aku”
Ø PETI JENAZAH DISIAPKAN UNTUK DIBAWA KE
GEDUNG GEREJA
t a t a i b a d a h G M I H … 189
Ø PROSESI MENUJU KE GEDUNG GEREJA (diiringi
dengan puji-pujian)
II. DI GEDUNG GEREJA
• Penerimaan Jenazah oleh Pelayan di depan pintu Gedung
Gereja
• Pembacaan Riwayat Hidup
• Sambutan BPHS GMIH
PELAYAN FIRMAN:
o Doa Pembacaan Alkitab:
o Pembacaan Alkitab:
o Khotbah
o Saat Teduh (instrumentalia)
PS/VG/Group Yangere/Bentuk Pujian Lainnya
DOA UMUM
PELEPASAN JENAZAH:
P : Sebagai umat yang percaya bahwa kematian merupakan
suatu tahapan hidup dalam Kristus. Kita percaya adanya
kebangkitan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus
karena Dialah sumber kebangkitan dan hidup. Sabda-Nya:
Yang percaya tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal.
Amin
KELUARGA:
Kami bersyukur buat rencana Tuhan, sekalipun kami
kehilangan seorang Bapak/Ibu/Suami/Istri, Kakak/Adik,
Saudara, yang kami kasihi. Kami tahu bahwa apa yang
sedang kami alami adalah kehendak Tuhan bagi kehidupan
kami. Dengan ikhlas kami kembalikan itu semua buat Tuhan.
JEMAAT:
Sebagai persekutuan jemaat yang menggumuli pelayanan
bersama, kami telah bersama-sama dengan sosok pelayan
190…..t a t a i b a d a h G M I H