B A H A N A J A R LISTRIK DINAMIS SULASTRI_F1051201039
i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk kelas IX Sekolam Menengah Pertama pada materi Listrik Dinamis. Sebagai konsekuensi atas terbitnya Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Pemerintah, dalam hal ini Menteri Pendidikan Nasional, telah menerbitkan berbagai peraturan agar penyelenggaraan pendidikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) paling tidak dapat memenuhi standar minimal tertentu. Berbagai standar tersebut adalah: (1) standar isi, (2) standar kompetensi lulusan, (3) standar proses, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan. Dalam pencapaian standar isi (SI) yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai oleh peserta didik setelah melalui pembelajaran dalam jenjang dan waktu tertentu, sehingga pada gilirannya mencapai standar kompetensi lulusan (SKL) setelah menyelesaikan pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu secara tuntas. Agar peserta didik dapat mencapai SK, KD, maupun SKL yang diharapkan, perlu didukung oleh berbagai standar lainnya, antara lain standar proses dan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam PP nomor 19 tahun 2005 Pasal 20, diisyaratkan bahwa guru diharapkan mengembangkan materi pembelajaran, yang kemudian dipertegas malalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Salah satu elemen dalam RPP adalah sumber belajar. Dengan demikian, guru diharapkan untuk mengembangkan bahan ajar sebagai salah satu sumber belajar. Berlandaskan dasar hukum tersebut maka disusun lah bahan ajar "Listrik Dinamis" guna membantu siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan pemerintah. Bahan ajar "Listrik Dinamis" berisi materi esensial yang akan dipelajari selama beberapa pertemuan kedepan. Bahan ajar juga dilengkapi ilustrasi dan contoh soal yang bertujuan untuk mempermudah peserta didik memahami materi yang mereka pelajari. Pontianak, 29 Mei 2023
ii DAFTAR ISI Kata Pengantar ..........................................................................................................................i Daftar Isi ....................................................................................................................................ii Pendahuluan.............................................................................................................................iii SUB MATERI I ARUS LISTRIK 1.1. Definisi Arus Listrik...................................................................................................2 1.2. Penyebab dan Proses Terjadinya Arus Listrik................................................................2 1.3. Syarat dan Komponen untuk Mengalirkan Arus Listrik.................................................4 1.4. Persamaan Kuat Arus Listrik .................................................................................... 4 1.5. Rangkaian Listrik Terbuka dan Tertutup........................................................................5 SUB MATERI II HANTARAN LISTRIK 2.1. Konduktor......................................................................................................................8 2.2. Isolator .......................................................................................................................... 9 2.3. Semikonduktor..............................................................................................................10 SUB MATERI III RANGKAIAN LISTRIK DAN KARAKTERISTIKNYA 3.1. Rangkaian Listrik Seri dan Paralel............................................................................14 3.2. Hukum Kirchoff ...................................................................................................... 16 SUB MATERI IV ENERGI LISTRIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI 4.1. Sumber Energi Listrik ............................................................................................., 21 4.2. Transmisi Energi Listrik ............................................................................................25 SUB MATERI V PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK DI LINGKUNGAN SEKITAR 5.1. Penggunaan Energi Listrik Di Lingkungan Sekitar.................................................. 28 5.2. Upaya Penghematan Energi Listrik..............................................................................28 5.3. Pencegahan Bahaya Penggunaan Energi Listrik ......................................................... 28 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. 29 Pontianak, 29 Mei 2023
A. Deskripsi Singkat Materi pembelajaran yang dibahas pada bahan ajar adalah materi listrik dinamis yang terdiri dari arus listrik, hantaran listrik, rangkaian listrik, karakteristik rangkaian listrik, sumber arus listrik, sumber energi listrik, dan transmisi energi listrik. Bahan ajar juga dilengkapi dengan contoh soal, dan latihan soal sebagai bentuk evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi listrik dinamis. Selain itu, maeri juga dilengkapi dengan informasi tambahan mengenai penemu penemu serta informasi menarik yang berkaitan dengan materi yang dibahas. Di dalam bahan ajar diangkat penerapan listrik dinamis dalam kehidupan sehari hari yang kemudian akan dibahas didalam materi untuk menjelaskan permasalahan tersebut. Bahan ajar ini disusun setelah menganalisis materi listrik dinamis dan diuraikan kedalam 5 sub materi. B. Peta Konsep iii PENDAHULUAN
1 ARUS LISTRIK Kamu pasti sering melihat lampu-lampu yang menerangi jalanan, rumah, lampu pada transportasi, dan lain sebagainya. Pernahkah kamu memikirkan bagaimana lampu-lampu itu bisa menyala?, atau pernahkah kamu memikirkan apa saja yang diperlukan untuk menyalakan lampu lampu tersebut?. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan kita bahas dalam sub-materi Arus Listrik. Setelah belajar menganai Arus Listrik kamu akan mengetahui mengenai arus listrik, proses terjadinya arus listrik, syarat dan komponen yang diperlukan untuk menghasilkan arus listrik, persamaan arus listrik, dan rangkaian terbuka dan tertutup.
2 B Penyebab dan Proses Terjadinya Arus Listrik Apabila ada aliran elektron maka ada aliran arus listrik. Elektron akan mengalir jika ada dua benda yang memiliki beda potensial (perbedaan tegangan listrik). Arus listrik akan berhenti mengalir apabila beda potensial kedua benda sama besar. Perlu diingat bahwa, arah arus listrik berlawanan dengan arah arus listrik. Arah arus listrik berasal dari tegangan yang tinggi ke tegangan yang lebih rendah. Gambar 1: Arah arus dan arah aliran elektron Agar arus listrik terus mengalir, maka diperlukan alat yang dapat menghasilkan perbedaan potensial listrik. Alat yang dapat menghasilkan perbedaan tegangan listrik disebut sumber tegangan listrik (sumber listrik), contohnya adalah batere, aki (akumulator), dinamo sepeda, dan generator listrik. 1.Baterai (elemen kering) Apabila kalian membongkar batere, maka akan ditemukan bahwa bagian luarnya berupa sebuah bejana yang terbuat dari logam seng yang berfungsi sebagai katoda (kutub negatif), karena bertegangan lebih rendah. Di dalamnya berisi zat kimia (elektrolit) dalam bentuk pasta (lebih padat dari krim) yang merupakan campuran dari salmiak (amunium klorida), dengan serbuk karbon dan batu kawi (Mangan Dioksida). Sebagai anoda atau kutub positif (bertegangan lebih tinggi) digunakan batang karbon yang ujungnya telah ditutupi logam kuningan. Gambar 2: Gambar baterai dan dan cara kerja baterai A Definisi Arus Listrik
3 2. Aki (Akumulator) Akumulator biasanya terbuat dari sebuah bejana plastik yang relatif kuat sebagai wadah cairan zat kimia yaitu larutan Asam Sulfat. Sebagai katoda digunakan lapisan timbal berpori, sedangkan sebagai anoda digunakan lapisan dioksida berpori. Perubahan energi yang terjadi pada akumulator, sama seperti baterai yaitu dari bentuk energi kimia yang menjadi energi listrik. Karena elektrolitnya berbentuk cair, maka akumulator disebut elemen basah. Gambar 3: Gambar Akumulator dan bagiannya 3. Dinamo dan Generator Pada prinsipnya dinamo dengan generator, yaitu terdiri dari magnet dan kumparan (gulungan kawat) seperti yang terlihat dalam gambar berikut. Jika kepala dinamo ditempelkan pada ban sepeda yang sedang berputar, maka magnetnya akan ikut berputar. Cara memutar generator bermacam macam, generator kecil bisa diputar menggunakan motor listrik. Untuk generator yangdigunakan oleh PLN bermacam macam jenisnya, ada yang digerakkan dengan tenaga air (PLTA), menggunakan tenaga uap (PLTU) dan lain sebagainya. Perubahan yang terjadi pada dinamo dan generator adalah dari energi gerak (kinetik) menjadi energi listrik. Gambar 4: Dinamo sepeda dan bagiannya Gambar 5: Generator dan bagiannya
4 Kita telah mengetahui bahwa arus listrik dapat mengalir, jika antara kedua tempat selalu ada perbedaan tegangan listrik. Berarti, untuk menghasilkan arus listrik didalam suatu rangkaian maka pada rangkaian itu harus ada sumber tegangan yang berfungsi untuk memberikan perbedaan tegangan pada ujung-ujung rangkaian. Selain sumber tegangan, terdapat beberapa komponen yang menjadisyarat untuk megalirkan aruslistrik diantaranya 1.Sumber Tegangan Sumber tegangan adalah alat yang menghasilkan perbedaan potensial pada ujungujung rangkaian listrik. Jenis-jenis simber tegangan telah dijelaskan pada bagian B (penyebab terjadinya arus listrik). 2. Penghantar Listrik Apakah kamu pernah melihat kabel listrik di rumah mu?. Kabel listrik adalah alat untuk menghantarkan arus listrik, sekaligus menjadi penghubung kutub negatif dan kutub positif sumber tegangan. Kabel listrik adalah penghantar listrik yang sering digunakan pada jaringan listrik rumah tangga, hal ini dikarenakan kabel listrik mudah didapatkan, serta lebih aman dikarenakan kabel listrik terbungkus dengan bahan isolator yang tidak dapat menghantarkan listrik sehingga meminimalisir resiko tersengat arus listrik. Gambar 6: Kabel Listrik Karena aruslistrik merupakan aliran muatan listrik, maka besar kuat arus listrik dapat dinyatakan sebagai "Banyaknya muatan listrik yang mengalir setiap detik melalui suatu penghantar". Sehingga bentuk persamaannya adalah sebagai berikut I= Q/t keterangan: I = aruslistrik (A) Q= muatan listrik (C) t = waktu (s) D Persamaan Kuat Arus Listrik C Syarat dan Komponen Terjadinya Arus Listrik
5 E Rangkaian Listrik Terbuka dan Tertutup 1.Berapa besar kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian, jika jumlah muatan yang mengalir 300 C dalam waktu 6 sekon? Jawab : Diketahui : Q= 300 C dan t = 6 sekon I = Q/t = 300C/60 s = 5A Apakah kamu pernah menyalakan dan mematikan lampu dirumahmu?. Jika pernah kamu pasti menekan saklar untuk menyalakan atau mematikan lampu. Pada saat lampu rumah mu menyala maka kondisi itu di sebut rangkaian listrik tertutup, dan pada saat lampu rumah mu tidak menyala maka kondisi itu disebut sebagai rangkaian listrik terbuka. Sakelar adalah alat yang digunakan untuk membuka dan menutup rangkaian listrik. Pada saat sakelar ditutup (on), maka akan terbentuk rangkaian tertutup. Artinya kabel yang semula terputus disambung kembali, sehingga kutub-kutub sumber tegangan yang saling dihubungkan dengan kedua terminal lampu akan membentuk suatu siklus yang tertutup. Pada rangkaian yang tertutup akan mengalir arus listik (lampu menyala). Harus diperhatikan, jangan langsung menghubungkan kutub-kutub sumber tegangan dengan menggunakan kabel, sebab dapat menimbulkan konsleting listrik yang dapat merusak sumber tegangan. Pada saat sakelar dibuka (off), sambungan kabel pada sakelar dilepas. Sehingga kutub-kutub sumber tegangan yang saling dihubungkan dengan kedua terminal lampu tidak membentuk siklus yang tertutup, maka kondisi ini disebut rangkaian terbuka. Dalam rangkaian terbuka tidak ada arus listrik yang mengalir (lampu padam). Gambar 7: Thomas Alfa Edison Gambar 8: Sakelar Tahukah kamu? Ternyata Thomas Alfa Edison bukanlah orang pertama yang menemukan besar lain prototipe lampu. Ada banyak nama di balik penemuan lampu miliknya. Bagaimanakah sejarahnya? Silahkan simak di link berikut ini https://www.ruangguru.com/blog/sejarahpenemu-bola-lampu Contoh Soal Sekilas Info
6 1. Pernyataan yang benar mengenai aruslistrik adalah.... A. Aruslistrik dapat mengalir disebabkan oleh beda potensial pada kedua kutub sumber tegangan sama besar B. Arah aruslistrik searah dengan arah aliran elektron C. Arah elektron bberasal dari tegangan yang lebih tinggi ke tegangan yang lebih rendah D. Aruslistrik berhenti mengalir apabila tegangan kedua kutub sama besar 2. Jenis sumber tegangan yang elektrolitnya merupakan campuran dari salmiak, serbuk karbon, dan Mangan Dioksida adalah...... A. Baterai C. Aki B. Dinamo D. Generator 3. Perhatikan gambar berikut! Bagian bagian baterai yang ditunjukkan oleh 1 nomor 1,2, dan 3 secara berturut turut adalah ..... A. Elektrolit, Katoda, dan Anoda 2 B. Elektrolit, Anoda, dan Katoda C. Anoda, Katoda, dan Elektrolit 3 D. Anoda, Elektrolit, dan Katoda mengalir 4. Berapa besar kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian jika muatan yang pada rangkaian adalah 240 C selama 2 menit? A. 2,4 A C. 2 A B. 120 A D. 4 A 5. Mekanisme yang benar dari rangkaian listrik tertutup adalah... A. Pada saatsakelar dibuka (kondisi on),sambungan kabel pada sakelasterhubung sehingga arus listrik pada rangkaian akan mengalir (lampu menyala). B. Pada saat sakelar ditutup kondisi (off), sambungan kabel pada sakelar terhubung sehingga arus listrik akan mengalir pada rangkaian (lampu menyala). C. Pada saat sakelar ditutup (kondisi on), sambungan kabel pada sakelar terhubung sehingga arus listrik akan mengalir pada rangkaian (lampu menyala). D. Pada saat sakelar dibuka (kondisi off), sambungan kabel pada sakelar akan terhubung sehingga aruslistrik akan mengalir pada rangkaian (lampu menyala) Soal-Soal Latihan
7 HANTARAN LISTRIK Kamu sudah belajar tentang salah satu alat penghantar listrik rumah tangga yaitu kabel listrik. Pernahkah kamu berfikir tentang bahan pembuat kabel listrik? mengapa menggunakan bahan tersebut?. Hal tersebut akan kita bahas lebih mendalam pada Sub-Bab Hantaran Listrik. Oleh karena itu, baca, dan pahami materi yang akan diajarkan dengan seksama.
8 Contoh Soal A Konduktor Listrik Penghantar adalah suatu benda yang berbentuk logam ataupun non logam yang dapat mengalirkan arus listrik dari satu titik ke titik yang lain. Ciri–ciri Konduktor yang baik adalah memiliki tingkat resistansi (hambatan) yang kecil. Contoh Konduktor yg sangat baik adalah emas, akan tetapi karena harganya yang begitu mahal, maka penghantar yg umumnya digunakan adalah tambaga dan aluminium untuk menghemat biaya. Gambar 9: Contoh konduktor listrik BahBan-bahan yang biasa digunakan sebagai konduktor: 1. Logam biasa,seperti: tembaga, alumunium dan besi. 2. Logam campuran (alloy) yaitu logam dari tembaga ataualumunium yang dicampur dengan jumlah tertentu dari logam jenis lain untuk meningkatkan kekuatan mekanisnya. 3. Logam paduan (composite), yaitu dua atau lebih jenis logam yang dipadukan dengan cara kompresi, peleburan (melting) atau pengelasan (welding Sifat daya hantar listrik material dinyatakan dengan konduktivitas, yaitu kebalikan dari resistivitas atau hambatan jenis penghantar, dimana tahanan jenis penghantar tersebut didefinisikan sebagai: dimana; R= ρ L/ A A : luas penampang (m2) L : Panjang penghantar (m) ρ : tahanan jenis penghantar (ohm.m R : tahanan penghantar (ohm) Sebuah kawat Aluminium yang memiliki panjang 20 cm dan luas penampang 2.10-4 m2. Jika diketahui hambatan jenis aluminium adalah 2,82 . 10-8 Ωm. tentukan besarnya hambatan listrik yang dimiliki oleh kawat tersebut? Dik : L = 20 cm A=2 . 10-4 m2 2,82 . 10-8 Ωm Dit : R? Jawab : R =
9 B Isolator Listrik Isolator adalah sebuah bahan atau zat yang tidak dapat menghantarkan panas dan juga listrik.. Bahan isolator memiliki hambatan besar. Hal ini dikarenakan hambatan jenisnya besar. Bahan isolator diketahui mempunyai beberapa elektron pada kulit atom terluar yang gaya tariknya dengan inti atom sangat kuat. Jika setiap ujung isolator terhubung dengan tegangan kecil, maka elektron terluar tidak akan mampu melepaskan gaya ikat inti. Maka dari itu, tidak ada elektron yang mengalir dalam isolator. Selain itu, tidak ada arus listrik yang bisa berpindah melalui isolator. Bahan isolator terbagi menjadi isolator alami dan sintetis. Isolator bahan alami merupakan isolator yang berasal dari bahan baku alami dengan kegunaan sebagai pencegah perpindahan panas atau listrik. Contoh isolator bahan alami yaitu seperti, kayu. Kayu biasanya digunakan sebagai isolator panas untuk beberapa alat rumah di dapur. Isolator bahan sintetis sendiri dapat dipahami sebagai isolator yang terbuat dari berbagai bahan dasar hasil pengolahan bahan lain sehingga menjadi senyawa yang tidak alami. Beberapa contoh isolator bahan sintetis yaitu, karet dan juga plastik. Karet dan plastik memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan seharihari, misalnya saja kabel hingga saklar. Gambar 10: Contoh Isolator listrik Hambatan Jenis ahan i
C Semikonduktor Listrik Semikonduktor adalah sebuah komponen yang memiliki konduktivitas listrik yang terletak diantara insulator (isolator) dan konduktor. Isolator memiliki sifat yang kurang baik dalam menghantarkan arus listrik, sedangkan Konduktor memiliki sifat yang baik dalam menghantarkan arus listrik. Dengan demikian, semikonduktor artinya komponen yang berada di pertengahan atau sebagai penghantar listrik. Berdasarkan sifat dari semikonduktor memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Berikut ini merupakan kegunaan semikonduktor adalah: 1. Germanium (Ge) berfungsi sebagai Dioda dan transistor awal 2. Silikon (Si) berfungsi sebagai Dioda, transistor, IC dan sebagainya 3. Selenium (Se) berfungsisebagai Rectifier 4. Germanium Silikon (Ge Si) berfungsisebagai Pembangkitan Thermoelektrik 5. Tellurida Timah (PbTe) berfungsisebagai Detektor inframerah 6. Arsenida Gallium (GaAs) berfungsi sebagai Transistor frekuensi tinggi, laser, dan beberapa alat khusus 7. Barium Titinate (Ba Ti) berfungsi sebagai Thermistor (PTC) 8. Bismut Telurida (Bi2Te3) berfungsisebagai Konvermasi thermoelektrik 9. Indium Antimonida (In Sb) berfungsisebagai Magneto Resistor, Plezo Resistor 10. Indium arsenida (In As) berfungsi sebagai Plezo Resistor 11. Silicon carbida (Si Cb) berfungsi sebagai Varistor 12. Aliuminium Stibium (Al Sb) berfungsi sebagai Dioda penerang 13. Gallium Phosphor (Ga P) berfungsisebagai Dioda penerang 14. Indium Phospor (In P) berfungsisebagai Filter Infra merah 15. Plumbum Sulfur (Pb S) berfungsi sebagai Foto sel 16. Plumbun Selenium (Pb Se) berfungsisebagai Foto sel 17. Gaxln1-xAs berfungsisebagai Alat-alat frekuensi tinggi dan alat optis 18. Hg1-xCdxTe berfungsi sebagai detektor inframerah 19. GaAsxP1-x berfungsisebagai Dioda pemancar cahaya Sekilas Info Tahukah kamu kalau semenjak pandemi Covid-19 industri otomotif dan teknologi mengalami krisis chip semikonduktor. Perangkat ini memiliki peran penting, karena untuk mengoperasikan fitur-fitur terkini pada kendaraan bermotor. Chip semikonduktor merupakan bahan utama untuk membuat Integrated Circuit (IC) dan terbuat dari gallium arsenide, germanium, silicon dan lainnya. IC sendiri adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan, ribuan bahkan jutaan komponen elektronik Chip semikonduktor sangat penting bagi sejumlah industri, termasuk kendaraan seperti mobil dan juga sepeda motor. Tanpa komponen kecil tersebut, baik mobil dan sepeda motor tidak bisa diproduksi dengan sempurna. 10 i
AYO BEREKSPERIMEN UAH PENGHANTAR LISTRIK Tahukah kamu, ternyata caairan buah juga ada yang bersifat konduktor lo! Untuk membuktikannya, kamu bisa bereksperimen dengan melakukan percobaan. Lets Go! Alat dan Bahan: Buah 1.Air Perasan Lemon 2.Air Kelapa 3.Air Jeruk Manis 4. Air Tomat Catatan: Kamu juga bisa menggunakan buah lain yang sesuai dengan tempat mu Rangkaian Listrik 1. Lampu DC 2.Baterai 3.Kawat 4. Solasi Hitam 5.Gelas Langkah Percobaan: 1. Siapkan rangkaian listrik seperti pada gambar berikut! Keterangan : 1. Baterai 2. Kabel Listrik 3. Lampu DC 4 dan 5. Kawat 6. Cairan Buah 7. Gelas(Lebih baik yang bening) 2. Siapkan air perasan buah, kemudian masukkan ke dalam gelas dan amatisatu persatu 3. Amati nyala lampu, dan gelembung yang ada di sekitar kawat 4. Isilah hasil pengamatan mu kedalam tabel dan simpulkan 11 i
i AYO BEREKSPERIMEN Tabel Pengamatan No Air Perasan Buah Karakteristik Buah Intensitas Gelembung (Banyak, Sedang, Sedikit) Nyala Lampu 5. Tulislah kesimpulan berdasarkan hasil percobaan yang kamu lakukan, serta kaitkan intensitas gelembung yang dihasilkan dan nyala lampu dengan karakteristik buah! 6. Golongkan jenis-jenis buah yang termasuk konduktor dan isolator! 1. Perhatikan jenis-jenis benda berikut! a) Karet d) Besi b) Air Keran e) Tanah c) Silikon f) Kayu Benda-benda yang merupakan konduktor, isolator, dan semi konduktor secara berturut turut adalah.... A. d), c), dan b) C. d), e), dan c) B. d), b), dan c) D. d), a), dan b) Soal-Soal Latihan 2. Pernyataan yang benar dari gambar disamping adalah.... A. Merupaan alat yang terbuat dari bahan konduktor B. Sifat penyusunnya adalah tidak mudah mengalirkan arus listrik C. Merupakan komponen penyusun Integrated Circuit (IC) D. Sangat mudah didapatkan, sehingga bisa digunakan untuk peralatan rumah tangga 12
i 4. Sebuah kawat Aluminium yang memiliki panjang 30 cm dan luas penampang 0,0002 m2. Jika diketahui hambatan jenis aluminium adalah 2,82 . 10-8 Ωm. tentukan besarnya hambatan listrik yang dimiliki oleh kawat tersebut? A. 0,0000423 C. 0,00423 B. 0,000423 D. 0,0423 5. Bahan di bawah ini yang dapat menyalurkan arus listrik adalah.... A. Plastik C. Tembaga B. Karet D. Kayu 13
13 Rangkaian Listrik & Karakteristiknya Penahkah kami menyalakan dan mematikan lampu dirumah mu? Pada saat kamu menyalakan lampu dirumahmu, kamu menekan tombol On pada saklar listrik. Namun, terkadang ada beberapa lampu yang dapat menyala bersamaan cukup dengan menekan tombol on pada saklar. Namun, ada juga beberapa lampu yang tidak dapat menyala secara bersamaan ketika kamu menekan tombol On pada saklar. Mangapa hal tersebut dapat terjadi?
A Rangkaian Listrik Seri dan Paralel 14 1. Rangkaian Seri Rangkaian seri merupakan rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bersebelahan/sejajar. Hal inilah yang menyebabkan rangkaian listrik seri dapat menghemat biaya (digunakan sedikit kabel penghubung). Contohnya, rangkaian pada gambar berikut: Gambar 11: Rangkaian Listrik Seri Selain memeliki kelebihan, rangkaian listrik seri juga memiliki suatu kelemahan, yaitu jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Misal tiga buah bola lampu dirangkai seri, maka input dari lampu satu akan datang dari output lampu yang lain. Jika salah satu lampu dicabut atau rusak, maka lampu yan lain akan ikut padam. Sifat-Sifat Rangkaian Listrik Seri a) Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama. b) Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besartahanan sama. c)Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan. d) Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian. e) Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian. f) Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran arus terhenti. Pada rangkaian listrik yang disusun seri berlaku ketentuan sebagai berikut: 1.Hambatan pengganti seri sama dengan jumlah tiap-tiap hambatan Rs = R1 + R2 + R3 + R4 + .......+ Rn 2. Kuat arus yang melalui tiap-tiap hambatan adalah sama I1 = I2 = I3 = In 3. Tegangan pada hambatan pengganti seri sama dengan jumlah tegangan pada tiap tiap hambatan Vs = V1 + V2 + V3 + Vn B
A Rangkaian Listrik Seri dan Paralel 15 1. Rangkaian Paralel Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Sidat-Sifat Rangkaian Paralel Gambar 12: Rangkaian Listrik Seri a) Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber. b) Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. c) Arus masingmasing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang. d) Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian paralel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arustotal lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalamrangkaian.) e) Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. f) Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut. Pada rangkaian listri paralel berlaku ketentuan sebagai berikut: 1) Hambatan pengganti paralel dihitung dengan persamaan 1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/Rn 2) Kuat arus yang melalui hambatan pengganti paralelsama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap-tiap hambatan Ip = I1 + I2 + I3 +.... + In 3) Tegangan pada tiap-tiap hambatana dalah sama, dan sama dengan tegangan pada hambatan pengganti paralel V1 = V2 = V3 = Vn = Vp
16 Sekilas Info Hukum I Kirchoff Hukum ini merupakan hukum kekekalan muatan listrik yang menyatakan bahwa jumlah muatan listrik yang mengalir tidaklah berubah. Jadi, pada suatu percabangan, laju muatan listrik yang menuju titik cabang sama besarnya dengan laju muatan yang meninggalkan titik cabang itu. Nah, di fisika, laju muatan listrik adalah kuat arus listrik. Oleh karena itu, bunyi Hukum I Kirchhoff lebih umum ditulis: "Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan jumlah kuat arus listrik yang meninggalkan titik itu". Hukum I Kirchhoff biasa disebut Hukum Arus Kirchhoff atau Kirchhoff's Current Law (KCL). Berdasarkan gambar di bawah, besar kuat arus total yang melewati titik percabangan a secara matematis dinyatakan Σ Imasuk = Σ Ikeluar yang besarnya adalah I1 = I2 + I3. Gambar 13: Konsep HK I Kirchoff Gustav Robert Kirchhoff (12 Maret 1824 – 17 Oktober 1887) adalah seorang fisikawan Jerman yang berkontribusi pada pemahaman konsep dasar teori rangkaian listrik, spektroskopi, dan emisi radiasi benda hitam yang dihasilkan oleh benda-benda yang dipanaskan. Dia menciptakan istilah radiasi "benda hitam" pada tahun 1862. Terdapat 3 konsep fisika berbeda yang kemudian dinamai berdasarkan namanya, "hukum Kirchhoff", masing-masing dalam teori rangkaian listrik, termodinamika, dan spektroskopi. Kirchhoff merumuskan hukum rangkaian, yang sekarang digunakan pada rekayasa listrik, pada 1845, saat dia masih berstatus mahasiswa. Ia mengusulkan hukum radiasi termal pada 1859, dan membuktikannya pada 1861. Di Breslau, ia bekerjasama dalam studi spektroskopi dengan Robert Bunsen. Dia adalah penemu pendamping dari caesium dan rubidium pada 1861 saat mempelajari komposisi kimia Matahari via spektrumnya. B Hukum Kirchoff
Contoh Soal 17 1.Perhatikan gambar dibawah ini! Tiga buah hambatan disusun secara seri seperti pada gambar, tentukanlah a) Besar hambatan total b) Besar Arus total c) Besar tegangan pada R1, R2, dan R3! Pembahasan: Dik : R1= 2 ohm R2 = 3 ohm R3 = 4 ohm V = 9V a) Besar hambatan total Rtotal = R1 + R2 + R3 = 2 ohm + 3 ohm + 4 ohm = 9 ohm b) Arus total I = V total/ R total = 9V/9 ohm = 1 A c) Besar tegangan pada R1 Sifat pada rangkaian listrik seri adalah I total = I1 = I2 = I3 Sehingga tegangan pada R1 adalah V1 = I1 . R1 = 1A . 2 ohm = 2 V Besar tegangan pada R2 V2 = I2 . R2 = 1A . 3 ohm = 3 V Besar tegangan pada R3 V3 = I3 . R3 = 1 A . 4 ohm = 4V
Contoh Soal 18 2. Perhatikan gambar dibawah ini! Tiga buah hambatan disusun secara paralel seperti pada gambar, tentukanlah a) Besar hambatan total b) Besar Arus total c) Besar arus pada R1, R2, dan R3! Pembahasan: Dik : R1= 5 ohm R2 = 10 ohm R3 =54 ohm V = 24V a) Besar hambatan total 1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 1/Rp = 1/5 ohm + 1/10 ohm + 1/5 ohm 1/Rp = 2/10 ohm + 1/10 ohm + 2/10 ohm 1/Rp = 5/10 ohm Rp = 10 ohm/5 = 2 ohm b) Arus total I = V total/ R total = 24V/ 2ohm = 12 A c) Besar arus pada R1 Sifat pada rangkaian listrik seri adalah V total = V1 = V2 = V3 Sehingga arus pada R1 adalah I1 = V/R1 = 24 V/5 ohm = 4,8 A Besar tegangan pada R2 I2= V / R2 = 24V/10 ohm =2,4 A Besar tegangan pada R3 I3 = V/ R3 = 124V/ 5 ohm = 4,8A
Contoh Soal 19 3 Perhatikan gambar dibawah ini! Arus yang mengalir pada I1 = 5 A, I2 = 10 A, dan I3 = 2 A, berapakah jumlah arus yang ada pada I4? Jawab: Arus Masuk = Arus Keluar I1 + I4 = I2 + I3 5 A + I4 = 10 A + 2A I4 = 12 A - 5 A = 7 A
20 ENERGI LISTRIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI Tahukan kamu, ternyata terdapat beberapa sumber energi listrik di alam yang dapat diperbaharui . Sumber energi tersebut disebt sumber energi alternatif sebagai pengganti sumber energi fosil (tak terbarukan) yang saat ini masih banyak digunakan. Energi listrik yang dihasilkan tersebut, kemudian akan di salurkan (ditransmisikan) kerumah-rumah penduduk untuk menerangi rumah rumah dan menalakan alat-alat elektronik.
A Sumber Energi Listrik Alternatif 21 Energi alternatif merupakan pengganti dari energi yang berbahan konvensional. Energi terbarukan merupakan energi yang tidak dikhawatirkan jumlahnya karena energi ini berasal dari alam yang berkelanjutan. Semakin berkurangnya bahan bakar konvensional di masa kini tentu saja energi terbarukan dan energi alternatif sangat diperlukan. Sementara itu meningkatnya kebutuhan energi semakin melonjak. Semakin berkurangnya jumlah bahan bakar yang berasal dari minyak ataupun batubara dan muncul berbagai alternatif sebagai subtitusi dari energi minyak ataupun batu bara tersebut. Energi alternatif meliputi energi surya, energi air, energi panas bumi, energi ombak, dan energi angin. Walaupun pemanfaatan energi angin dapat dilakukan di mana saja, daerah yang memiliki potensi energi angin yang tinggi tetap perlu diidentifikasi agar pemanfaatan energi angin ini lebih kompetitif dibandingkan dengan energi alternatif lainnya. Oleh karena itu studi potensi pemanfaatan energi angin ini sangat tepat dilakukan guna mengidentifikasi daerah-daerah berpotensi. Angin selama ini dipandang sebagai proses alam biasa yang kurang memiliki nilai ekonomis bagi kegiatan produktif masyarakat.. Diantara sumber energi listrik alternatif adalah: 1.Energi Angin Angin merupakan udara yang bergerak disebabkan adanya perbedaan tekanan udara. Udara akan mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan lebih rendah. Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan suhu udara akibat pemanasan atmosfir yang tidak merata oleh sinar matahari. Daerah yang banyak terkena paparan sinar matahari akan memiliki temperatur yang lebih tinggi daripada daerah yang sedikit terkena paparan sinar matahari. Menurut hukum gas ideal, temperatur berbanding terbalik dengan tekanan, dimana temperatur yang tinggi akan memiliki tekanan yang rendah, sedangkan temperatur yang rendah akan memiliki tekanan yang tinggi. Energi angin merupakan energi terbarukan yang sangat fleksibel. Energi angin dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya pemompaan air 8 untuk irigasi, pembangkitan listrik, pengeringan atau pencacah hasil panen, pendingin ikan pada perahuperahu nelayan dan lain-lain. Selain itu, pemanfaatan energi angin dapat dilakukan di manamana, baik di daerah landai maupun dataran tinggi, bahkan dapat diterapkan di laut. Pemanfaatan energi angin selain dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, diharapkan juga dapat meningkatkan produktifitas masyarakat pertanian. Walaupun pemanfaatan energi angin dapat dilakukan dimana saja, daerah-daerah yang memiliki potensi energi angin ini lebih kompetitif dibandingkan dengan energi alternatif lainnya. Oleh karena itu studi potensi pemanfaatan energi angin ini sangat tepat dilakukan guna mengidentifikasi daerah-daerah berpotensi.
A Sumber Energi Listrik Alternatif 22 2. Energi Surya Matahari merupakan sumber utama panas dan cahaya di bumi. Pada lapisan atmosfir terluar radiasi matahari rata-rata sebesar 1.373 watt/m2 . Sedangkan daya maksimum sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi sebesar 1.000 W/m2 secara langsung. Angka ini merupakan jumlah energi aktual yang mencapai permukaan bumi. Di permukaan total radiasi global yang diterima oleh berbagai benda merupakan jumlah komponen difusi langsung yang disebut sebagai insolasi. Ada dua macam teknologi populer untuk mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik yaitu photovoltaic dan solar thermal. a). Photovoltaic (PV). Komponen dasar photovoltaic atau solar sel (modul) meliputi bahan-bahan semikonduktor yang B mempunyai pembawa muatan positif dan negatif. Dua jenis modul utama adalah flat plane module dimana seluruh bidang yang disinari dipenuhi dengan sel surya (solar cell), dan concentrator PV module dengan elemen optik (cermin, lensa) yang mengkonsentrasikan sinar datang ke bidang kecil sel surya, sehingga lebih menghemat penggunaan bahan semikonduktor yang harganya mahal. Sedangkan efisiensi dari panel surya hanya sekitar 20% dari tangkapan energi sinar surya menjadi listrik. b). Solar Thermal. Lima sistem berbeda yang digunakan untuk teknologi panas surya adalah: cekung parabolik, piringan parabolik, penerima terpusat, mangkok hemisfirik dan kolam matahari. Lima komponen dasar sistem panas surya adalah konsentrator (kolektor), penerima, sistem transport energi, sistem konversi energi panas, dan sistem pengatur[1] . Data resolusi tentang DNI (direct normal irradiance) berasal dari Solar and Wind Energy Resource Assessment (SWERA), Amerika Serikat[2] . Dataset DNI berisi data bulanan dan tahunan ratarata untuk wilayah Afrika, Semenanjung Arab dan Timur Tengah. Potensi solar thermal yang besar berada di negara-negara MENA (Middle East and North Africa) ke selatan. Para ahli berasumsi bahwa teknologi CSP (concentrating solar power) membutuhkan DNI minimal 5 kWh/m2 /hari atau lebih, yang umumnya berada di wilayah gurun Afrika Utara. Sebuah solar thermal yang baik akan memberikan efisiensi sebesar maksimum 40% untuk menjadi listrik. Namun aktualnya menjadi jauh lebih rendah jika perhitungan sistem disertakan dengan fungsi waktu, yang mana sinar matahari hanya diperoleh pada siang hari.
A Sumber Energi Listrik Alternatif 23 3. Energi Panas Bumi Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 200711, Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu s nfaatan diperlukan proses penambangan. Tenaga panas bumi (geothermal) merupakan pemanfaatan energi panas bumi dari bawah permukaan bumi untuk menghasilkan listrik maupun panas. Pemanfaatan energi panas bumi untuk pemanasan air sudah ada sejak zaman Romawi, namun pemanfaatan pertama untuk energi listrik dilakukan pada tahun 1904 di Larderello, Italia oleh Giovanni Conti untuk pabrik Boron miliknya. Panas yang mengalir secara terus menerus dari dalam bumi diperkirakan setara dengan daya 42 juta MW atau setara dengan listrik yang digunakan oleh 31,5 milyar rumah. Menurut Asplund (2008)14, keuntungan energi panas bumi antara lain adalah sebagai berikut: biaya pembangkitan listrik yang rendah, kompetitif dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil; biaya pembangkit listrik tenaga panas bumi adalah konstan selama masa pakai fasilitas karena tidak ada bahan bakar yang dibeli dan biaya fasilitas sebagian besar tetap; sumber energi konstan sepanjang waktu (tidak intermittent/berselang seperti tenaga angin atau surya); sumber energI. terbarukan karena berasal dari inti bumi dan fluidanya disirkulasikan kembali ke bumi; pembangkit listrik panas bumi binary-cycle tidak menghasilkan polusi dan emisi GRK; energi panas bumi dihasilkan secara domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak bumi. Menurut Saptadji15, keunggulan lain dari energi panas bumi adalah dalam faktor kapasitas(capacity factor), yaitu perbandingan antara beban rata‐rata yang dibangkitkan oleh pembangkit dalam suatu periode (average load generated in period) dengan beban maksimum yang dapat dibangkitkan oleh PLTP tersebut (maximum load). Faktor kapasitas dari pembangkit listrik panas bumi rata‐rata 95%, jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan faktor kapasitas dari pembangkit listrik yang menggunakan batubara, yang besarnya hanya 60‐70%. Beberapa kekuatan (strength) energi panas bumi di Indonesia antara lain adalah: 16 potensi sumber daya panas bumi Indonesia diperkirakan setara 28 GW; sumber daya panas bumi merupakan sumber energi terbarukan sehingga pemanfaatannya bisa berkelanjutan; energi panas bumi berpeluang untuk mendapatkan dana karbon kredit; dukungan UU No. 27/2003; kegiatan pemanfaatan panas bumi sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.
A Sumber Energi Listrik Alternatif 24 4. Eneri Air PLTA merupakan salah satu sumber yang pertama dari energi mekanik dan sumber daya energi terbarukan tertua di dunia. Referensi yang dikenal paling awal adalah ditemukan dalam sebuah tulisan Yunani dari 85 SM dan ada referensi dalam teks Romawi terdahulu. Roda sederhana yang digunakan untuk menggerakkan pabrik dan menggiling gandum dikenal di Cina selama abad ke-1, dan pada awal milenium kedua teknologi secara luas dikenal di seluruh Asia dan Eropa (Breeze, 2014). Pembangkit listrik tenaga air adalah bentuk sumber daya energi terbarukan, yang berasal dari air yang mengalir. Untuk menghasilkan listrik, maka sumber air yang digunakan sebagai sumber energi harus bergerak (air terjun atau air mengalir). Ketika air yang jatuh dari ketinggian tertentu akibat gaya gravitasi, maka di dalam air tersebut memiliki energi potensial yang dapat digunakan sebagai sumber energi listrik. Sebelum dikonversi menjadi energi mekanik oleh turbin, energi potensial yang digunakan dikonversi terlebih dahulu menjadi energi kinetik. Energi kinetik dari air kemudian memberikan daya dorong (tekanan) terhadap sudu atau baling-baling turbin, sehingga bentuk energi kinetik dari air dikonversi menjadi energi mekanik. Turbin tersebut diguanakan untuk menggerakan rotor generator yang kemudian mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik dan sistem ini disebut pembangkit listrik tenaga air. Sistem listrik tenaga air pertama dikembangkan pada tahun 1880. Menurut lembaga energi internasional (IEA), pasokan pembangkit listrik tenaga air skala besar saat ini mencapai 16% dari kebutuhan listrik dunia (Abdul Nasir, 2014).
B Transmisi Energi Listrik 25 Transmisi tenaga listrik adalah proses penghantaran tenaga listrik secara besar-besaran dari pembangkit listrik menuju ke gardu listrik. Jalur yang terinterkoneksi untuk memfasilitasi penghantaran ini dikenal sebagai jaringan transmisi listrik. Transmisi berbeda dengan proses penghantaran listrik dari gardu ke pengguna, yang biasanya disebut sebagai distribusi tenaga listrik. Kombinasi dari jaringan transmisi dan distribusi listrik dikenal sebagai "jaringan listrik". Pada awalnya, jalur transmisi dan distribusi listrik dimiliki oleh satu perusahaan yang sama, namun pada dekade 1990-an, banyak negara mulai meliberalisasi peraturan ketenagalistrikannya, sehingga suatu perusahaan dapat memiliki jalur transmisi saja ataupun jalur distribusi saja. Sebagian besar jalur transmisi menghantarkan listrik berarus bolak-balik tiga fasa tegangan tinggi, walaupun arus bolak-balik satu fasa terkadang juga digunakan dalam elektrifikasi perkeretaapian. Teknologi arus searah bertegangan tinggi juga digunakan untuk menghantarkan listrik dalam jarak yang sangat jauh (biasanya ratusan mil) karena lebih efisien daripada arus bolak-balik. Teknologi ini juga digunakan pada kabel listrik bawah laut (biasanya dengan jarak lebih dari 30 mil (50 km)). Listrik ditransmisikan pada tegangan tinggi (115 kV ke atas) untuk mengurangi hilangnya listrik pada saat dihantarkan dalam jarak yang jauh. Listrik biasanya ditransmisikan melalui saluran listrik udara, karena transmisi listrik melalui bawah tanah membutuhkan biaya pemasangan yang lebih besar dan banyak batasan dalam operasionalnya, walaupun biaya perawatannya lebih rendah. Transmisi listrik bawah tanah biasanya digunakan di kawasan urban dan di kawasan dengan lingkungan yang sensitif.
27 PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK DI LINGKUNGAN SEKITAR Dalam kehidupan sehari-hari, listrik sangat membantu kehidupan manusia di semua aspek kehidupan. Baik itu dalam kebutuhan rumah tangga, kebutuhan kantor, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah dan lain sebagainya, Namun, pemborosan listrik secara berlebihan dapat mengakibatkan dampak negatif bagi kehidupan. Oleh karena itu, diperlukannya upaya penghematan listrik.
28 A Penggunaan Energi Listrik Di Lingkungan Sekitar Dalam kehidupan sehari – hari energi listrik merupakan sumber energi utama yang banyak dimanfaatkan dan dibutuhkan oleh manusia. Energi listrik merupakan salah satu faktor pendukung penting bagi kehidupan manusia karena banyak sekali peralatan yang biasa menggunakan listrik sebagai sumber energinya. Dengan pentingnya energi listrik bagi kehidupan seharihari, maka pemanfaatan energi listrik sangat penting untuk dijaga, karena jumlah energi listrik yang terbatas. Seiring berjalannya waktu, manusia mengabaikan pentingnya hal dalam penggunaan energi listrik yang mengakibatkan pemborosan energi listrik. Karena kurangnya kesadaran dan perilaku manusia dalam menggunakan energi listrik yang menyebabkan kebiasaan pemborosan energi listrik yang mengakibatkan mahalnya biaya listrik. Sebagai contoh, penggunaan lampu yang berlebihan saat kita meninggalkan rumah dalam kurun waktu yang cukup lama mengakibatkan pemborosan listrik, hal ini akan menyebabkan pemanasan global yang akan berakibat fatal bagi manusia. Oleh karena itu diperlukan upaya penghematan listrik diantaranya : Upaya Penghematan Listrik 1. Mematikan Perangkat Elektronik Jika Sudah Tidak Digunakan 2. Mengganti Lampu dengan yang Hemat Energi 3. Menggunakan Air Secukupnya 4. Membuat Rumah dengan Ventilasi dan Penerangan yang Cukup 5. Jangan Mengisi Daya Telepon Genggam Semalaman 6. Menggunakan Perangkat Rumah yang Hemat Daya Pencegahan Bahaya Penggunaan Energi Listrik 1. Jangan menaruh peralatan listrik di dekat sumber air atau tempat yang basah. 2. Hindari terlalu banyak tancapkan kabel pada stopkontak. 3. Hindari meletakkan stopkontak sembarangan. 4. Jangan sampai stopkontak longgar, sehingga dapat memicu goncangan dan korsleting yang membahayakan lingkungan sekitar. 5. Jaga dan perhatikan kualitas kabel pada peralatan elektronik sehingga dapat menghindari sengatan arus listrik secara tiba-tiba. 6. Jangan menggunakan kabel pada peralatan elektronik yang sudah rusak. 7. Jangan memegang kabel peralatan elektronik ketika masih tersambung dengan sumber listrik. 8. Jangan memegang peralatan elektronik ketika tangan dalam keadaan basah. 9. Jangan sembarangan meletakkan kabel peralatan listrik di tempat yang banyak dilalui orang.
29 DAFTAR PUSTAKA Agung, A. I. (2013). Potensi Sumber Energi Alternatif Dalam Mendukung Kelistrikan Nasional. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 892-897. Liun, E. (2011). Potensi Energi Alternatif Dalam Sistem Kelistrikan Indoensia. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Energi Nuklir IV (pp. 311-322). Jakarta: Badan Tenaga Nuklir Nasional. Meiliani, H., & Wuryandani, D. (2010). Potensi Panas Bumi Sebagai Energi Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil Pembangkit Tenaga Listrik Di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Politik, 47-74. Zibaidah, S. (2018). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Kemendikbud.