The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by qamarsyams71, 2021-05-03 23:53:01

Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia

Sejarah Indonesia

Kerajaan-Kerajaan Islam

Di Indonesia

KELOMPOK 3 - X MIPA 2

1. ALDE REZA PURNAMA DALIUWA
2. BAYU ANUGRAH SURYANINGRAT
3. NAJMI QAMARIAH TOMAYAHU
4. NURWAHIDAH MUTYAH LASANDE
5. REASTY LUTFIA MAULANI IDRUS
6. SALSABILA MUSTAPA

KERAJAAN SAMUDRA PASAI

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh, dan adalah kerajaan Islam
pertama di Indonesia. Nama lengkap kerajaan samudera pasai adalah
“Samudera Aca Pasai”, yang berarti “Kerajaan Samudera yang baik dengan
ibukota di Pasai”

Letak kesultanan samudera pasai berada di muara sungai pasangan yang
bertepatan di pantai utara Aceh. Terdapat dua kota diantara muara sungai
tersebut yaitu kota Samudera dan kota Pasai. Masyarakat yang berada di
kedua kota tersebut sudah masuk Islam dan dipersatukan oleh Marah Silu
yang masuk Islam setelah bertemu utusan syarif mekah bernama Syekh
Ismail. Selanjutnya, Merah Selu diangkat menjadi sultan samudera pasai
bergelar Sultan Malik al Saleh. Sultan Malik As-Saleh memerintah samudera
pasai hingga ia mangkat sekitar tahun 696 H atau 1297 M.

Kemudian pada tahun 1128 M berdiri sebuah kerajaan bernama kerajaan pasai
di muara Sungai Pasai. Kerajaan tersebut didirikan oleh Nazimuddin Al-Kamil.
Tujuan dinasti Fathimiah membangun pemerintahan di Pasai adalah
mendominasi perdagangan di wilayah pantai timur Sumatera yang sungguh
amat ramai.
Berdasarkan kisah dalam Hikayat Raja Pasai, awal mula kerajaan yang dipimpin oleh Sultan Malik Al
Salih bernama Kerajaan Samudera. Sedangkan Kerajaan Pasai adalah pemerintahan baru yang
muncul mengikuti keberadaan Kerajaan Samudera.

Adanya kerajaan ini dibuktikan dengan adanya bukti arkeologis yaitu temuan makam raja-raja Pasai
yang berada di Geudong, Aceh Utara. Makam ini ditemukan di dekat runtuhan bangunan pusat
kerajaan Samudera di desa Beuringin, kecamatan Samudera, berjarak 17 km dari timur Lhokseumawe.

Terdapat nama raja pasai yang pertama yaitu Sultan Malik al-Saleh diantara makam itu. Sebelum
menganut agama Islam, Malik Al Salih bernama asli Marah Silu atau Meurah Silo. “Meurah” merupakan
sebutan kehormatan bagi orang berderajat tinggi, sedangkan “Silo” bisa diartikan silau atau gemerlap.

KEHIDUPAN
KERAJAAN SAMUDRA PASAI

Kehidupan politik Kehidupan Ekonomi

Kerajaan Samudra Pasai dibangun oleh Perekonomian rakyat samudra pasai
Marah Silu. Dia berhasil mempersatukan
Samudra dan Pasai. Marah silu memeluk bertumpu pada perdagangan dan
agama Islam berkat pertemuannya
dengan Syekh Ismail, seorang utusan pelayaran. Hal tersebut didukung oleh
Syarif Makkah. Pada tahun 1285, Marah
silu kemudian dinobatkan menjadi letaknya yang strategis, dekat dengan Selat
sultan dengan gelar Sultan Malik As
Saleh. Malaka yang menjadi jalur pelayaran dunia

Setelah Sultan Malik As Saleh wafat pada saat itu. Samudra Pasai menggunakan
pada tahun 1297, jabatan sultan
kemudian diteruskan oleh putranya Selat Malaka sebagai pengguhung antara
yaitu Sultan Malik At Thahir. Sultan
Malik At Thahir memiliki dua orang Samudra Pasai, Arab, India dan Cina.
putra, yaitu Mahmud dan Malik Al
Mansyur. Kedua orang putranya itulah Samudra Pasai juga menyediakan bandar
yang kemudian mewarisi tahta kerajaan,
kemudian ibu kota kerajaan dagang sebagai perbekalan pelayaran,
dipindahkan ke Lhokseumawe.
Pemegang kekuasaan selanjutnya menangani masalah perkapalan,
adalah Sultan Ahmad Perumadat
Perumal. Pada masa pemerintahannya, menghimpun barang dagangan yang
Samudra Pasai
nantinya dikirim ke luar negeri dan
telah menjalin hubungan dagang
dengan Kesultanan Delhi (India). Hal menyimpan barang dagangan sebelum
tersebut dibuktikan ketika Muhammad
Tughlug dari India pada tahun 1345 disalurkan ke sejumlah daerah di Indonesia.
mengirimkan utusannya, Ibnu Batutah
ke Cina. Ia singgah terlebih dahulu di Kehidupan Sosial Budaya
Samudra Pasai. Sekembalinya dari Cina
pada tahun 1346, Ibnu Batutah singgah Para pedagang asing menetap sementara di
lagi di Samudra Pasai dan diterima Malaka untuk mengurusi perdagangan milik
dengan baik oleh Sultan Ahmad mereka. Hal tersebut membuat para
pedagang dari banyak bangsa berbaur
dengan penduduk setempat. Peluang
tersebut digunakan para pedagang Islam
dari Gujarat, Persia, dan Arab untuk
menyebarkan agama Islam. Sehingga,
kehidupan sosial masyarakat semakin maju
baik di bidang perdagangan maupun
pelayaran.

Islam sangat mempengaruhi kerajaan
samudera pasai, ini terbukti dengan adanya
perubahan dari mahzab Syiah menjadi
mahzab Syafi’i yang ternyata mengikuti
perubahan yang terjadi di Mesir. Mahzab
syafi’i yang berkembang di Pasai
menyesuaikan dengan adat istiadat
setempat.

Masa Kejayaan Runtuhnya
Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan ini mulai keruntuhan dikarenakan
Masa kebangkitan dari kerajaan Samudera oleh beberapa pengaruh internal dan juga
Pasai yakni berada pada kepemimpinan eksternal. Sebelum masa dari keruntuhan
dari Sultan Zain Al-Abidin, tepatnya yakni ini sangatlah sering terjadi yakni pertikaian
pada 1383 sampai 1405. Menurut dari diantara keluarga kerajaan, perebutan
catatan negeri Cina didalam bentuk kekuasaan dan juga jabatan sering kali
sebuah kronik cina seorang Sultan Zain Al- terjadi. Perang Saudara dan juga
Abidin didalam catatan itu dengan pemberontakan tidak lagi bisa dihindari.
menggunakan nama cina yakni Bahkan Raja yang pada saat itu
Tsainuliapitingki. Tapi pada masa memerintah bahkan meminta bantuan
kepemimpinan si Sultan Zain Al-Abidin pada Raja Melaka sebagai peredam dari
haruslah berakhir yang ditandai yakni pemberontakan. Tapi tidak juga urung
tewasnya beliau dibunuh dengan Raja terjadi dikarenakan pada 1511 Kerajaan
Nakur didalam salah satu pertempuran. Malaka itu jatuh ditangan Portugis. 10
Dari sejak itulah Kekuasaan di Kerajaan tahun kemudian yakni pada 1521 Portugis
Samudera Pasai di bawah kepemerintahan itu menyerang dari Kerajaan Samudera
istri dari Sultan Zain Al-Abidin yakni Pasai dan itu membuat runtuhlah kerajaan
Sultanah Nahrasiyah atau Ratu yang ini. Tapi bibit dari kerajaan ini masih lah ada
pertama di Kerajaan Samudera Pasai. sehingga pada 1524 Kerajaan ini menjadi
Dibawah kepemerintahan Sultanah bagian dari sebuah Kesultanan Aceh.
Nahrasiyah, diKerajaan Samudera Pasai
mencapai masa kejayaannya. Pada masa
itu ia sudah didatangi oleh Laksamana Laut
yakni Cheng Ho. Armada dari Cheng Ho itu
berkunjung sering kali ke Kerajaan ini
diantaranya pada tahun 1405, tahun 1408
dan terakhir ditahun 1412.

Dalam laporan dari Cheng Ho yang ditulis
pembantunya yakni Ma Huan dan juga Fei
Xin, dituliskan batas dari wilayah Kerajaan
ini yaitu sebelah selatan dan juga timur ada
pegunungan tinggi. Sebelah timur itu
berbatasan dengan sebuah kerajaan yakni
kerajaan Aru. Bagian Utara berbatasan
dengan laut dan juga dua kerajaan,
disebelah barat yakni Kerajaan nakur dan
juga Kerajaan Lide. Lalu kearah barat ada
sebuah kerajaan yakni Lamuri yang apabila
kesana harus menempuh perjalannya
selama 3 hari dan juga 3 malam dari
kerajaan pasai.

Kerajaan Aceh berdiri yaitu pada tahun Kerajaan
1496 di wilayah Kerajaan Lamuri yang Aceh
lebih dulu ada. Dan kemudian Kerajaan
Aceh memperluas wilayahnya dengan
menundukan beberapa wilayah di
sekitar kerajaan, seperti wilayah
Kerajaan Dayak, Kerajaan Pedir,
Kerajaan Lidie, dan Kerajaan Nakur.

Dalam sistem pemerintahan Kerajaan Aceh, pemimpin tertinggi adalah Sultan.
Akan tetapi pada saat itu Kerajaan lebih banyak dikendalikan oleh orang kaya.
Menurut cerita Aceh, ada seorang Sultan yang diturunkan dari jabatannya yaitu
Sultan Sri Alam pada tahun 1579 diakibatkan perilakunya yang membagikan harta
kerajaan pada pengikutnya.

Kemudian digantikan dengan Sultan Zainal Abidin, akan tetapi Sultan Zainal
terbunuh setelah beberapa bulan menjadi raja, karena disebabkan sifatnya yang
kejam dan memiliki kecanduan dalam hal berburu.

Selanjutnya digantikan dengan Alaiddin Riayat. Dalam masa kepemimpinanya,
Sultan Alaiddin melakukan penumpasan terhadap orang kaya yang berlawanan
pada sistem kepemimpinannya.

Dan masa kejayaan Kesultanan Aceh terjadi pada kepemimpinan Sultan Iskandar
Muda pada tahu 1607-1636. Pada saat itu Aceh berhasil menaklukan Wilayah
Pahang, karena wilayah tersebut merupakan sumber utama timah.

Kemudian pada tahun 1629,
kesultanan Aceh melakukan
perlawanan, dengan menyerang
Portugis di wilayah Malaka. Usaha
itu dilakukan guna melakukan
perluasan wilayah kekuasaan Aceh
atas Selat Malaka dan
semenanjung Melayu, akan tetapi
upaya tersebut gagal

Masa Kejayaan Kerajaan Aceh

Kerajaan Aceh mengalami kejayaan pada masa
pemerintahan Sultan Iskandar Muda, yaitu pada tahun
1607 sampai 1636. Kerajaan aceh pada saat itu
mengalami banyak kemajuan di banyak bidang, yaitu
diantaranya wilayah kekuasaan, ekonomi, pendidikan,
politik luar negeri, ataupun kemiliteran kerajaan.

Sultan Iskandar Muda memperluas wilayah
kekuasaannya dan terus meningkatkan perdagangan
rempah-rempah yang menjadi komoditi ekspor
potensial untuk kemakmuran masyarakatnya. Wilayah
yang pernah dikuasainya yaitu diantaranya, Pahang
tahun 1618, daerah Kedah tahun 1619, serta Perak pada
tahun 1620, dimana daerah tersebut merupakan
daerah penghasil timah. Bahkan Sultan Iskandar
Muda juga mampu menyerang Johor dan Melayu
sampai Singapura sekitar tahun 1613 dan 1615. Karena
itulah Sultan Iskandar mendapatkan gelar Iskandar
Agung dari Timur.

Tak hanya itu saja, pada masa kepemimpinan Sultan
Iskandar Muda juga memajukan dibidang politik luar
negeri, salah satunya bekerja sama dengan Turki,
Inggris, Belanda dan Perancis. Dalam hubungan
ekonomi perdagangan banyak komoditas yang
diimpor dari Mesir, Turki, Arab, Perancis, Inggris, Afrika,
india, Cina dan Jepang. Namun Kerajaan Aceh juga
melakukan ekspor yaitu, kayu cendana, saapan,
gandarukem (resin), damar, getah perca, obat-obatan.

Masa Kemunduran atau Keruntuhan Kerajaan Aceh

Setelah meninggalnya sultan Iskandar Thani, kerajaan Aceh mengalami kemunduran.
Hal tersebut disebabkan tidak adanya penerus yang mampu mengatur daerah
Kerajaan Aceh yang sangat luas. Akibatnya banyak daerah yang ditaklukan oleh
kerajaan lain dan ada pula yang melepaskan diri seperti Johor, Pahang, dan
Minangkabau.

Selain itu juga, terjadi perselisihan antara golongan ulama (Teungku) dan bangsawan
(Teuku) yang dipicu akibat perbedaan aliran keagamaan (aliran Sunnah wal Jama’ah
dan Syiah). Namun walaupun begitu, Kerajaan Aceh tetap berdiri sampai abad ke 20.
Akan tetapi akibat pertikaian yang terjadi terus menerus dan wilayah kekuasaan yang
terus berkurang membuat Kerajaan Aceh runtuh di awal abad 20 dan dikuasai oleh
Belanda.

Kehidupan KERAJAAN DEMAK
Kerajaan Demak
Kerajaan Demak itu didirikan oleh Raden Fatah. Beliau
Kehidupan Politik selalu memajukan agama islam di bantu oleh para wali
dan saudagar Islam. Raden Fatah nama kecilnya adalah
Dimulai dari pendirinya Pangeran Jimbun. Menurut sejarah, dia adalah putera raja
yakni Radepn Patah yang Majapahit yang terakhir dari garwa Ampean, dan Raden
mendapat gelar Senapati Fatah dilahirkan di Palembang. Karena Arya Damar sudah
Jumbung Ngabdurrahman masuk Islam maka Raden Fatah dididik secara Islam,
Panembahan Sayidin sehingga jadi pemuda yang taat beragama Islam.
Panatagama kerajaan ini
dibawah pimpinannya. Setelah usia 20 tahun Raden Fatah dikirim ke Jawa untuk
Sistem kerajaan memperdalam ilmu agama di bawa asuhan Raden Rahmat
kesultanan atau menganut dan akhirnya kawin dengan cucu beliau. Dan akhirnya
Agama Islam. Setelah Raden Fatah menetap di Demak (Bintoro).
Raden Patah wafat
digantikan oleh Pati Unus Pada kira-kira tahun 1475 M, Raden Fatah mulai
yang dulunya merupakan melaksanakan perintah gurunya dengan jalan membuka
seorang panglima armada madrasah atau pondok pesantren di daerah tersebut.
laut Kerajaan Demak. Rupanya tugas yang diberikan kepada Raden Fatah
Dengan keberaniannya, dijalankan dengan sebaik-baiknya. Lama kelamaan Desa
Pati Unus menyerang Glagahwangi ramai dikunjungi orang-orang. Tidak hanya
Portugis walaupun misinya menjadi pusat ilmu pengetahuan dan agama, tetapi
gagal beliau tetap kemudian menjadi pusat peradagangan bahkan akhirnya
mendapatkan julukan menjadi pusat kerajaan Islam pertama di Jawa. Desa
Pangeran Sebrang Lor Glagahwangi, dalam perkemabangannya kemudian karena
karena keberaniannya ramainya akhirnya menjadi ibukota negara dengan nama
tersebut. Setelah Pati Unus Bintoro Demak.
wafat kemudian
digantikan oleh Sultan
Trenggana, dan dibawah
kepemimpinan beliaulah
Kerajaan Demak
mengalami puncak
kejayaan.

Kehidupan Sosial
Budaya

Dalam kehidupan sosial
dan budaya, kerajaan ini
sudah hidup dengan
tentran dan teratur. Roda
kehidupan diatur dengan
menggunakan hukum
Islam sebab pada dasarnya
Demak merupakan tempat
berkumpulnya para Wali
Sanga yang menyebarkan
islam di pulau Jawa.

Kehidupan Masa Kejayaan Kerajaan Demak
Kerajaan Demak
Kerajaan Demak merupakan kerajaan yang berkembang
Kehidupan Ekonomi dengan sangat pesat. Bahkan tak ada kerajaan yang dapat
menandingi kerajaan ini. Dan perluasan wilayah kerajaan
Menjadi salah satu ini dibawah pimpinan Pati Unus dan Sultan Trenggana.
pelabuhan terbesar di
Nusantara, Demak 1. Pati Unus
memagang peranan yang Pada masa Pati Unus perluasan wilayah lebih kepada
penting dalam berbagai kemaritiman. Pati Unus memerintahkan pasukannya untuk
aktivitas perekonomian merebut Malak dari tangan Portugis. Namun misi itu gagal
antarpulau. karena kekalahan persenjataan yang dimiliki kerajaan
kurang. Pati Unus berpendapat bahwa keberadaan
Hal itu juga ditunjang dari Portugis di Malaka dapat membuat cita-cita menjadi
daerah pertanian yang kerajaan maritim terganggu.
lumayan luas dan menjadi
sumber penghasilan bahan 2. Sultan Trenggana
makanan seperti beras dan Sultan Trenggana adalah seorang pemimpin yang
lainnya. Hal ini juga berperan dalam penyebaran Islam di daerah Jawa Timur
membuat aktivitas dan juga Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinan beliau,
perdagangan semakin Kerajaan Demak mampu menguasai daerah-daerah di
meningkat. Barang yang Jawa. Daerah tersebut diantaranya seperti Sunda Kelapa
diekspor yaitu Lilin, Madu dari Padjajaran dan menghalau Portugis untuk mendarat
dan Beras. di Sunda Kelapa, Madiun, Surabaya dan Pasuruan. Selain
itu, Sultan Trenggana juga menghalau Portugis mendarat
Diekspor ke Malaka melalui di Malang, Blambangan serta Kerajaan Hindu terakhir yang
Pelabuhan Jepara. Melalui berada di ujung timur Pulau Jawa.
aktivitas tersebutlah
kerajaan demak mendapat Setelah beliau wafat, jabatannya digantikan oleh Sunan
keuntungan sangat besar. Prawoto. Sementara itu Putra Sunan Gunung Jati Maulana
Hasanuddin diperintah oleh Sultan Trenggana untuk
menundukkan Banten. Sejak saat itulah Banten dijadikan
sebagai kerajaan yang mandiri. Kemudian Sunan Kudus
menjadi seorang imam di Masjid Agung Demak sekaligus
menjadi pimpinan utama dalam misi menghancurkan
Kerajaan Majapahit sebelum beliau pindah ke Kudus.

Runtuhnya Kerajaan Demak

Setelah Sultan Trenggana wafat, Kerajaan Demak perlahan mulai memudar kekuatannya dan
terjadi perebutan kekuasaan semenjak Sultan Trenggana wafat.

Pada awalnya jabatan Sultan Trenggana diambil alih oleh saudaranya Pangeran Sedo Lepen,
namun anak kandung dari sultan yang bernama Pangeran Prawoto tidak terima sehingga
Pangeran Sedo Lepen dibunuh. Tak hanya samapi situ saja, putra dari Pangeran Sedo Lepen
yang bernama Arya Penangsang tidak terima lalu membunuh Pangeran Prawoto, sehingga
jatuhlah kekuasaan Kerajaan Demak di tangannya.

Namun selang beberapa waktu, Arya Penangsang dikalahkan oleh anak angkat Joko Tingkir
Sutawijaya sehingga kekuasaannya jatuh ke tangan Joko Timgkir dan dipindahkan ke Pajang.
Dan sejak saat itulah Kerajaan Demak berakhir.

KERAJAAN
MALAKA

Kerajaan ini terletak di wilayah yang strategis Setelah Muhammad Iskandar Syah,
karena dekat dengan jalur pelayaran dan kepemimpinan kerajaan Malaka dipegang
perdagangan internasional. Ibu kota kerajaan oleh anaknya, yakni Sultan Muhammad
ini berada di Melaka, yakni daerah yang dekat Syah di tahun 1424-1444. Di masa
dengan Selat Malaka. kepemimpinannya, wilayah kerajaan
diperluas ke seluruh Semenanjung Malaka.
Pendiri kerajaan ini adalah Parameswara. Ia
merupakan salah satu anak dari raja di Setelah itu, ia digantikan oleh saudaranya
Sriwijaya dan berhasil selamat saat ada Sultan Muzaffar Syah dari tahun 1444
serangan dari kerajaan Majapahit yang hingga 1459 dengan cara dikudeta
dikenal dengan nama Perang Paragreg. pemerintahan. Selanjutnya, pemerintahan
dipegang oleh Sultan Mansur Syah di
Ia memimpin kerajaan sejak tahun 1403 tahun 1459-1477, Sultan Alauddin Syah
hingga 1424. Ia baru memeluk agama Islam di pada 1477 hingga 1488, dan terakhir Sultan
pertengahan masa pemerintahannya, yakni di Mahmud Syah 14488 hingga 1528.
tahun 1414 dan berganti nama menjadi nama
Iskandar Syah.

Keputusannya memeluk Islam tak lepas dari
pengaruh para pedagang Islam. Diketahui,
Malaka merupakan pusat perdagangan besar
yang banyak dikunjungi para pedagang Islam.

Kehidupan Politik dan Sosial

Kerajaan Malaka

Sistem pemerintahan yang dianut adalah
kerajaan. Mereka mewariskan tahta kepada
penerus putra mahkota dari era Muhammad
Iskandar Syah hingga Sultan Mahmud Syah.

Untuk kehidupan sosial, walaupun memiliki Masa Kejayaan Kerajaan Malaka
tanah yang tidak subur, masyarakat kerajaan
Malaka sangat pintar dalam berdagang. Kejayaan kerajaan diperoleh di masa
Malaka akhirnya berhasil menjadi pusat kepemimpinan Sultan Mudzafar Syah. Ia
perdagangan yang menyatukan wilayah berhasil menjadikan Malaka sebagai pusat
Barat dan Timur. perdagangan antara Timur dan Barat.

Berdasarkan berita dari pedagang China, Ma Bahkan, Malaka berhasil membuat
Huan kegiatan perdagangan di Malaka kerajaan SIam bertekuk lutut. Malaka juga
dilakukan di atas jembatan yang berhasil memperluas wilayahnya hingga ke
membentang di atas sungai. Para penjual Pahang, Kampar, dan Indragiri. Kemudian,
dan pembeli pun berasal dari berbagai kejayaan terus dirasakan di masa
daerah. kepemimpinan Sultan Mansyur Syah.

Selain itu, kekayaan alam Malaka berasal Di masa kepemimpinan Sultan Mansyur
dari timah dan berhasil diekspor ke berbagai Syah, hidup seorang laksamana bernama
negara. Berkat itu juga, Malaka bisa Hang Tuah yang berjasa besar dalam
mengalahkan kemajuan kerajaan Samudera melakukan ekspansi wilayah.
Pasai.

Keruntuhan Kerajaan Malaka

Keruntuhan Kerajaan Malaka mulai
dirasakan di era Sultan Alaudin Syah dan
Sultan Mahmud Syah. Di masa ini, wilayah
yang dikuasai Malaka perlahan-lahan
dilepas hingga akhirnya Malaka
berhadapan dengan Portugis.

Perebutan kekuasaan oleh Portugis
dipimpin oleh Alfonso D'albuquerque.
Perlawanan kerajaan Malaka pun gagal
hingga akhirnya wilayah tersebut dikuasai
oleh Portugis.

KERAJAAN
GOWA-TALLO

Kerajaan Gowa Tallo yang terletak di Sulawesi Sejarah Kerajaan Gowa Tallo yang telah diungkap
Selatan ini berasal dari gabungan Kerajaan lama seringkali diatasnamakan sebagai Kerajaan
Gowa dan Kerajaan Tallo. Sebelum menyatukan Makassar. Meski demikian, nama Kerajaan Gowa Tallo
Kerajaan Gowa dan Kerajaan Talo, wilayah ini menjadi cukup populer karena menggambarkan
pada dasarnya berasal dari Tonangka Lopi, kisah persatuan dua kerajaan yang selalu berseteru.
seorang Raja Gowa VI. Kemudian, raja tersebut
membagi 2 wilayah untuk kediaman putranya Menariknya, persatuan dua kerajaan ini bahkan
yang bernama Batara Gowa dan Karaeng Loe memiliki sistem pembagian kekuasaan yang unik.
Sero. Raja Gowa yang berhasil menang dalam pertempuran
menjadikan garis keturunan Gowa sebagai raja.

Batara Gowa melanjutkan masa pemerintahan Namun, garis keturunan Tallo juga ikut andil dalam
ayahnya menjadi Raja Gowa VII setelah sistem pemerintahan menjadi perdana menteri.
Tonangka Lopi meninggal. Sedangkan Karaeng Persatuan kerajaan ini bahkan mampu melahirkan
Loe Sero akhirnya mendirikan kerajaan baru kekuatan besar yang berasal dari Pulau Sulawesi.
yang telah diberikan oleh ayahnya bernama
Kerajaan Tallo. Kehadiran 2 saudara dalam satu Kerajaan Gowa Tallo pertama kali akhirnya dipimpin
wilayah ini menghadirkan perseteruan yang oleh Tunipalangga sebagai penerus Raja Gowa X
terus berlanjut. dengan Nappakata’tana Daeng Padulung sebagai
perdana menteri yang berasal dari kerajaan Tallo.

Namun, kekalahan Kerajaan Tallo Persatuan kerajaan ini bahkan mampu menghadirkan
ekspansi kerajaan tetangga hingga mencapai
menyebabkan 2 wilayah ini kembali disatukan. pedalaman Bugis dan perairan Teluk Bone.

Kesepakatan penyatuan kedua kerajaan ini

dilakukan oleh Raja Gowa X yang bernama I

Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Kerajaan ini bahkan selalu memiliki ambisi untuk

Tonipalangga Ulaweng. menguasai wilayah lain dalam rangka memekarkan

wilayah. Meski demikian, sejarah Kerajaan Gowa Tallo

melahirkan peperangan dengan wilayah lain di

Penyatuan kerajaan menjadi Kerajaan Gowa Sulawesi bagian selatan. Beberapa daerah yang kerap
Tallo ini dilakukan pada akhir masa
pemerintahan Raja Gowa X sekitar tahun 1546 bermusuhan dengan kerajaan ini adalah Wajo,
Masehi.
Soppeng, Bone dan Luwu. NOMADIC | 24

KERAJAAN
MATARAM ISLAM

Kesultanan Mataram pada awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam
terletak di Alas Mentaok, sebidang tanah di (Kesultanan Mataram)
antara Kali Opak dan Kali Progo. Tanah ini merupakan sebuah negara
diberikan Sultan Pajang, Hadiwijaya kepada Ki berbasis Islam yang pernah
Ageng Pemanahan. Tanah itu diberikan atas berdiri di Jawa pada abad ke-17.
hadiah terbunuhnya Arya Penangsang. Kesultanan ini berawal dari
Sutawijaya, anak dari Ki Ageng Pemanahan tanah yang diberikan oleh
memimpin pengembangan wilayah tersebut Hadiwijaya kepada Ki Ageng
sejak Ki Ageng Pemanahan wafat pada 1984. Pemanahan karena berhasil
menumpas Arya Penangsang.
Mataram berdiri menggantikan
Kerajaan Pajang setelah
Hadiwijaya wafat tahun 1987.
Putranya, Pangeran Benowo
kalah pengaruh dengan
Sutawijaya sehingga
kekuasaannya direbut.

Pengembangan wilayah Mataram dimulai
oleh Ki Ageng Pemanahan. Sutawijaya
menggantikannya sebagai pemimpin
Mataram. Ia bergelar Panembahan Senopati
ing Alaga, dan menjabat sejak tahun 1584-1601.
Sejak 1587 setelah Hadiwijaya wafat,
Panembahan Senopati merebut pengaruh
Pajang dari Pangeran Benowo dan
menjadikannya kadipaten.

Raja-Raja Kerajaan Mataram Islam
1. Sutawijaya/ Panembahan Senopati
(1584-1601)
2. Raden Mas Jolang/ Panembahan
Seda ing Krapyak (1601-1613)
3. Raden Mas Rangsang/ Sultan Agung
Hanyakrakusuma (1613-1645)
4. Raden Mas Sayidin/ Amangkurat I
(1646-1677)
5. Pangeran Adipati Anom/
Amangkurat II (1677-1703)
6. Amangkurat III (1703-1705)
7. Pakubuwana I (1705-1719)
8. Amangkurat IV (1719-1726)
9. Pakubuwana II (1726-1749)
10. Pakubuwana III (1749-1788)

Masa Kejayaan Kerajaan Mataram Islam

Masa kejayaan kesultanan Mataram berlangsung pada masa kekuasaan
Sultan Agung Hanyakrakusuma. Pada masa kekuasaannya ia menggempur
VOC dua kali, pertanda bahwa ia merasa perlu mengusir Belanda dari Jawa.
Ia membangun sistem agraris yang baik, sekaligus pasar perdagangannya di
Pantai Utara Jawa. Sultan Agung juga membangun sistem kalender Jawa
yang banyak digunakan sampai dengan hari ini. Kekuasaannya
membentang dari Blambangan, sampai dengan wilayah barat Jawa.

Keruntuhan Mataram Islam

Secara umum Mataram Islam terhitung runtuh pada tahun 1755 sejak
disepakatinya Perjanjian Giyanti. Perjanjian tersebut membelah kekuasaan
Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Hal ini
adalah ujung dari banyaknya kekuasaan yang diberikan kerajaan kepada
VOC, termasuk pengangkatan raja. Pada versi lain, sejak Amangkurat II
berkuasa di Kartasura, Mataram dikenal sebagai Kasunanan Kartasura.
Kemudian pada masa kekuasaan Pakubuwana II, menjadi Kasunanan
Surakarta karena keraton berpindah ke Surakarta.


Click to View FlipBook Version