The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by smpn2watumalangoke, 2023-12-05 00:55:50

Bahasa Jawa 8

Bahasa Jawa 8

ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka ANALISIS CAPAIAN PEA. IDENTITAS Nama dokumen : Alur dan Tujuan PembelajNama Sekolah : SMP.... Mata pelajaran : Bahasa Jawa Kelas : VIII (DELAPAN) Fase : D Penyusun : HARTINI B. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE D: Fase D . Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa Jawadan kagunan basa) untuk berkomunikasi dan bernalar sesmemahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi pmacapat/parikan/ tembang macapat Gambuh /geguritan/cerita pdiskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi non sasmacapat Gambuh/geguritan/cerita pendek/ cerita rakyat /


MBELAJARAN BAHASA JAWA FASE D jaran a dengan santun sesuai kaidah unggah-ungguh basa dan tata bahasa (paramasastra) suai dengan tujuan dalam konteks sosial dan budaya. Peserta didik mampu paparan tentang topik sosial budaya dan karya sastra(misalnya: tembang pendek/cerita rakyat/cerita wayang). Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam stra(tentang sosial budaya)dan sastra (misalnya tembang macapat, parikan/tembang cerita wayang). yang dipaparkan. Peserta didik memiliki


ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka perbendaharaan kosakata bahasa Jawa tentang ungkapan-unsastra)untuk menyampaikan hasil pengamatan dan pengalamadan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. kaidah penulis huruf Jawa. Capaian Pembelajaran Sub Elemen CP Membaca: Membaca Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai Jenis teks (deskripsi/narasi/eksposisi/argumentas i/lainnya) pada konteks sosial budaya. Peserta didik mampu membaca teks sastra (tembang macapat/parikan/ dongeng/geguritan/cerita pendek/cerita rakyat/cerita wayang epos Ramayana/lainnya) dari teks visual Membaca: Peserta didik memahami informasi gagasan, pikiran, pandangan, arahapesan dari berbagai teks(deskripsi/narasi/eksposisi/arguntasi/ lainnya) pada konteks sosial b


gkapan Jawa. Peserta didik mampu menulis berbagai teks (non sastra dan annya dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tannggapanya terhadap paparan Peserta didik mampu menulis teks paragraf dengan huruf Jawa sesuai dengan Tujuan Pembelajaran (TP) Profil Pelajar Pancasila Asesmen berupa an atau jenis ume budaya 8. 1 Memahami informasi atau Mandiri Kreatif Bernalar kritis Diagnostik kognitif awal materi Formatif: Observasi Kuis Penilaian diri/antartema n Sumatif: Sumatif lingkup materi pesan dari teks eksposisi peristiwa budaya 8.2 Menulis gagasan atau pesan tentang sosial budaya dalam teks eksposisi secara logis, kritis, dan kreatif


. Menulis: Peserta didik mampu menulis gagapikiran, pandangan, arahan atau ptertulis tentang sosial budaya uberbagai tujuan secara logis, kritis,Menulis: Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis tentang sosial budaya untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif dengan menggunakan bahasa Jawa sesuai kaidah unggah-ungguh basa dan tata bahasa. Peserta didik mampu menulis teks paragraf aksara Jawa sesuai kaidah penulisan aksara Jawa. Peserta didik mampu menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang dimiliki tentang busananing basa dan ungkapan Jawa untuk ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


asan, pesan untuk dan Sumatif akhir semester/tahun: Tes tulis


menulis berbagai tujuan. Peserta didik mampu menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk gancaran (prosa) dan geguritan (puisi jawa) dengan penggunaan kosa kata secara kreatif Menyimak: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks non sastra (konteks sosial budaya). Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari teks sastra (misalnya; tembang macapat/parikan/wangsalan/cangkrima n/dongeng/monolog/geguritan/cerita Menyimak: Peserta didik mampu menganalisismengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandanarahan atau pesan yang akurat teks sastra (misalnya; tembmacapat/parikan/wangsalan/cangkrn/dongeng/monolog/geguritan/ceritpendek/cerita rakyat/cerita wayepos Ramayana atau lainnya) dabentuk audiovisual dan aural Membaca: Peserta didik mampu membaca sastra (tembang macapat/parikATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


dan ngan, dari bang rima ta yang alam teks kan/ 8.2.1 Menganalisis tembang Mandiri Berpikir kritis Kreatif Diagnostik kognitif awal materi Formatif: Observasi Kuis Penilaian diri/antarte man Sumatif: Sumatif lingkup materi Sumatif akhir macapat pangkur dalam bentuk audiovisual atau aural 8.2.2. Mengevaluasi tembang macapat pangkur dalam bentuk audiovisual atau aural 8.2.3 Membaca teks sastra tembang macapat pangkur dalam bentuk audiovisual atau aural


pendek/cerita rakyat/cerita wayang dongeng/geguritan/ceritapendek/ceepos Ramayana atau lainnya) dalam rakyat/cerita wayang ebentuk audiovisual aural. Peserta didik Ramayana/lainnya) dari teks vimampu menganalisis dan dan audio visual. mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari teks nonsastra (dialog/gelar wicara/lainnya). Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. Membaca: Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks (deskripsi/narasi/eksposisi/argumentas i/lainnya) pada konteks sosial budaya. Peserta didik mampu membaca teks ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


erita semester/tahun epos isual Bentuk instrumen: Tes tulis


sastra (tembang macapat/parikan/dongeng/geguritan/ce rita pendek/cerita rakyat/cerita wayang epos Ramayana/lainnya) dari teks visual dan audio visual. Peserta didik mampu membaca teks paragraph aksara Jawa untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual tentang sosial dan budaya yang dibaca dan dipirsa. Menyimak: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasiinformasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, Menyimak: Peserta didik mampu menganalisismengevaluasi informasi begagasan, pikiran, perasaan, pandanATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


s dan erupa ngan, 8.3.1 Menganalisis teks cerita Gotong royong Bernalar kritis Guru mengaitkan nilai Diagnostik kognitif awal materi rakyat dalam bentuk audiovisual dan aural 8.3.2 Mengevaluasi teks cerita


pandangan,arahan atau pesan yang arahan atau pesan yang akurat akurat dari berbagai tipe teksnonsastra teks sastra (misaln(konteks sosial budaya). Peserta didik tembangmacapat/parikan/wangsalamampu angkriman/dongeng/monolog/gegumenganalisis dan mengevaluasi n/cerita pendek/cerita rakyat/ceinformasi berupagagasan, pikiran, wayang epos Ramayana atau lainnperasaan, pandangan, arahan dalam bentuk audiovisual dan auraataupesan yang akurat dari teks sastra Membaca: (misalnya; tembang Peserta didik mampu membaca macapat/parikan/wangsalan/cangkrima sastra (tembang macapat/parikan/ n/dongeng/monolog/geguritan/cerita dongeng/geguritan/cerita pendek/cependek/cerita rakyat/cerita wayang rakyat/cerita wayang eepos Ramayana atau lainnya) dalam Ramayana/lainnya) dari teks vibentuk audiovisual aural. Peserta didik dan audio visual. mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari teks nonsastra (dialog/gelar wicara/lainnya). Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


dari rakyat dalam bentuk audiovisual dan aural 8.3.3 Membaca teks sastra cerita rakyat dalam bentuk audivisual dan aural Mandiri nya; Formatif: an/c Observasi urita Kuis erita Penilaian nya) diri/antarte al. man Sumatif: teks Sumatif lingkup erita materi epos Sumatif akhir isual semester/tahun: Bentuk instrumen: Tes tulis


berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. Membaca: Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks (deskripsi/narasi/eksposisi/argumentas i/lainnya) pada konteks sosial budaya. Peserta didik mampu membaca teks sastra (tembang macapat/parikan/dongeng/geguritan/ce rita pendek/cerita rakyat/cerita wayang epos Ramayana/lainnya) dari teks visual dan audio visual. Peserta didik mampu membaca teks paragraph aksara Jawa untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual tentang sosial dan budaya yang dibaca dan dipirsa. Menyimak: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks nonsastra (konteks sosial budaya). Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari teks sastra (misalnya; tembang macapat/parikan/wangsalan/cangkrima n/dongeng/mon olog/geguritan/cerita Menyimak: Peserta didik mampu menganalisismengevaluasi informasi bergagasan, pikiran, perasaan, pandanarahan atau pesan yang akurat teks sastra (misalntembangmacapat/parikan/wangsalaangkriman/dongeng/monolog/gegun/cerita pendek/cerita rakyat/cewayang epos Ramayana atau lainndalam bentuk audiovisual dan auraATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


dan rupa ngan, dari nya; an/c urita erita nya) al. 8.4.1 Menganalisis teks sastra Mandiri Kreatif Bernalar kritis Diagnostik kognitif awal materi Formatif: Observasi Kuis Penilaian diri/antarte man Sumatif: Sumatif lingkup materi Sumatif akhir cerita cekak dalam bentuk audiovisual dan aural 8.4.2 Mengevaluasi teks sastra cerita cekak dalam bentuk audiovisual dan aural 8.4.3 Membaca teks sastra cerita cekak dalam bentuk audiovisual dan aural


pendek/cerita rakyat/cerita wayang Membaca: epos Ramayana atau lainnya) dalam Peserta didik mampu membaca bentuk audiovisual dan aural. Peserta sastra (tembang macapat/parikan/ didik mampu menganalisis dan dongeng/geguritan/cerita pendek/cemengevaluasi informasi berupa rakyat/cerita wayang egagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari Ramayana/lainnya) dari teks vidan audio visual teks nonsastra (dialog/gelar wicara/lainnya). Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. Membaca: Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks (deskripsi/narasi/eksposisi/argumentas i/lainnya) pada konteks sosial budaya. Peserta didik mampu membaca teks ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


semester/tahun: teks Bentuk instrumen: Tes tulis erita epos isual


sastra (tembang macapat/parikan/dongeng/geguritan/ce rita pendek/cerita rakyat/cerita wayang epos Ramayana/lainnya) dari teks visual dan audio visual. Peserta didik mampu membaca teks paragraph aksara Jawa untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual tentang sosial dan budaya yang dibaca dan dipirsa. Menyimak: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari Menyimak: Peserta didik mampu mengeksplodan mengevaluasi berbagai infordari topik actual yang didengar. ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


orasi rmasi 8.5.1 Mengeksplorasi berbagai Gotong royong Bernalar kritis Kreatif Diagnostik kognitif awal materi Formatif: Observasi Kuis informasi dari topik aktual aktual yang didengar 8.5.2 Mengevaluasi berbagai


berbagai tipe teks nonsastra (konteks Membaca sosial budaya). Peserta didik mampu Peserta didik mampu mengeksplomenganalisis dan mengevaluasi dan mengevaluasi berbagai toinformasi berupa gagasan, pikiran, aktual tentang sosial dan budaya yperasaan, pandangan, arahan atau dibaca dan dipirsa. pesan yang akurat dari teks sastra (misalnya; tembang macapat/parikan/wangsalan/cangkrima n/dongeng/mon olog/geguritan/cerita pendek/cerita rakyat/cerita wayang epos Ramayana atau lainnya) dalam bentuk audiovisual dan aural. Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari teks nonsastra (dialog/gelar wicara/lainnya). Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


informasi sosial budaya dari Penilaian orasi topik aktual yang didengar diri/antarte opik man yang Sumatif: Sumatif lingkup materi Sumatif akhir semester/tahun: Bentuk instrumen: Tes tulis


Membaca: Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks(deskripsi/narasi/eksposisi/argume ntasi/lainnya) pada konteks sosial budaya. Peserta didik mampu membaca teks sastra (tembang macapat/parikan/ dongeng/geguritan/cerita pendek/cerita rakyat/cerita wayang epos Ramayana/lainnya) dari teks visual dan audio visual. Peserta didik mampu membaca teks paragraph aksara Jawa untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


audiovisual. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual tentang sosial dan budaya yang dibaca dan dipirsa. Membaca: Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks(deskripsi/narasi/eksposisi/argume ntasi/lainnya) pada konteks sosial budaya. Peserta didik mampu membaca teks sastra (tembang macapat/parikan/dongeng/geguritan/ce rita pendek/cerita rakyat/cerita wayang epos Ramayana/lainnya) dari teks visual dan audio visual. Peserta didik mampu membaca teks paragraph aksara Jawa untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, Membaca: Peserta didik mampu membaca paragraf aksara Jawa umenemukan makna yang tersurat dan tersirat. Menulis Peserta didik mampu menulis paragraf aksara Jawa sesuai kapenulisan aksara Jawa. ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


teks untuk teks aidah 8.6.1 Membaca teks paragraf Kreatif Mandiri Gotong royong - Diagnostik kognitif awal materi Formatif: Observasi Kuis Penilaian diri/antarte man Sumatif: Sumatif lingkup materi(tes tulis) Sumatif akhir semester/tahun: Bentuk instrumen: aksara Jawa yang tersurat dan tersirat 8.6.2 Menulis teks paragraf aksara Jawa sesuai kaidah penulisan aksara Jawa


kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual tentang sosial dan budaya yang dibaca dan dipirsa. Menyimak: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks nonsastra (konteks sosial budaya). Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari teks sastra (misalnya; tembang macapat/parikan/wangsalan/cangkrima n/dongeng/mon olog/geguritan/cerita pendek/cerita rakyat/cerita wayang Menyimak: Peserta didik mampu menganalisismengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandanarahan atau pesan yang akurat teks sastra (misalntembangmacapat/parikan/wangsalaangkriman/dongeng/mon olog/geguritan/cerita pendek/cerakyat/cerita wayang epos Ramayatau lainnya) dalam benaudiovisual dan aural. Membaca: Peserta didik mampu membaca sastra (tembang macapat/parATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


Tes tulis dan ngan, dari nya; an/c erita yana ntuk teks rikan/ 8.7.1 Menganalisis teks sastra Berkebinek aan Global Kreatif Mandiri Diagnostik kognitif awal materi Formatif: Observasi Kuis Penilaian diri/antartem an Sumatif: Sumatif lingkup materi Sumatif akhir semester/tahun: cerita wayang epos Ramayana dalam audiovisual dan aural 8.7.2 Mengevaluasi teks sastra cerita wayang epos Ramayana dalam audiovisual dan aural 8.7.3 Menyimak teks sastra cerita wayang epos Ramayana dari teks visual dan audiovisual


epos Ramayana atau lainnya) dalam dongeng/geguritan/ceritapendek/cebentuk audiovisual dan aural. Peserta rakyat/cerita wayang didik mampu menganalisis dan Ramayana/lainnya) dari teks visuamengevaluasi informasi berupa audio visual. gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari teks nonsastra (dialog/gelar wicara/lainnya). Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. Membaca: Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks(deskripsi/narasi/eksposisi/argume ntasi/lainnya) pada konteks sosial budaya. Peserta didik mampu membaca teks sastra (tembang macapat/parikan/Dongeng/geguritan/c ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


erita Bentuk instrumen: epos Tes tulis al dan


erita pendek/cerita rakyat/cerita wayang epos Ramayana/lainnya) dari teks visual dan audio visual. Peserta didik mampu membaca teks paragraph aksara Jawa untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual tentang sosial dan budaya yang dibaca dan dipirsa. Mengetahui Kepala Sekolah Dra. Endang Hermawanti Widiastuti, M.M.Pd NIP.19670508 199702 2 004 ATP Bahasa Jawa-Fase D-Kelas 8-Kurikulum Merdeka


Watumalang, Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Hartini. S.Pd NIP.19760528 200801 2 005


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 MODUL AJAR CERITA RAKYAT Sekolah SMP Negeri 2 Watumalang Nama Guru Hartini, S.Pd Fase/Kelas D/7 Durasi 4 pertemuan, 2 JP; 40 menit (2x4 )= 8 JP Modul Pembelajaran Luring Jumlah murid 32 orang Target Peserta Siswa Reguler Tujuan Pembelajaran 7.2.1 Menyimak cerita rakyat melalui rekaman, video, youtube, model atau lainnya 7.2.2 Memahami informasi dalam cerita rakyat 7.2.3 Mempresentasikan cerita rakyat 7.2.4 Menulis teks cerita pengalama Profil Pelajar Pancasila - Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia: Akhlak kepada alam dan manusia melalui berdoa pada pembelajaran. - Bergotong royong: Kolaborasi pada praproyek membuat video wawan wicara peristiwa budaya. - Bernalar kritis: Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan pada karangan narasi peristiwa budaya. - Mandiri: Pemahaman diri seperti melakuan refleksi pemahaman budaya Festival Balon Udara Ing Wonosobo Kemampuan Prasyarat Pertanyaan Pemantik - Siswa sudah dapat menjelaskan ciri cerita rakyat - Siswa juga memahami contoh cerita rakyat - Kowe tau krungu crita rakyat? - Kepriye carane gawe crita rakyat?


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 Rencana Asesmen Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: Rubrik Lampiran 1 Asesmen Formatif: Observasi dan catatan anekdot Tulis Alat ukur: Rubrik Penilaian Proses (Lampiran 2) Asesmen Sumatif: Tes Tulis Pilihan ganda dan Isian Alat ukur: Rubrik Penilaian Kinerja(Lampiran 2) Remidial bagi murid yang belum mencapai kriteria tujuan pembelajaran: Membaca ulang teks Narasi dengan topik yang lebih sederhana PERTEMUAN 1 (2 X 40 MENIT) Indikator Keberhasilan Asesmen 7.2.1 Murid memahami isi dan struktur crita perngalaman 7.2.2 Murid mengetahui isi cerita rakyat Mengelompokkan data dalam cerita rakyat secara berkelompok. Alat ukur: Catatan anekdot Praktik Tulis Sarana dan Prasarana - Teks cerita rakyat (Lampiran 2) - Pengaturan tempat duduk berkelompok untuk 32 siswa - Audio berupa QR code tentang cerita rakyat Sarana: LCD, Laptop, speaker,wifi Rincian Kegiatan Kegiatan Awal (15 menit) 1. Siswa dan guru memulai dengan berdoa bersama sebagai perwujudan subdimensi Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, akhlak kepada Tuhan. 2. Guru mengeluarkan satu pernyataan data mengenai cerita rakyat. 3. Guru melakukan ice breaking awal sebelum pembelajaran 4. Siswa diminta untuk mencari data-data awal tentang cerita rakyat berupa


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 (video Cerita rakyat, teks cerita rakyat selain pada buku*)(diferensiasi konten) 5. Guru menyampaikan pertanyaan pemantik tentang cerita rakyat Sapa sing nate maca crita rakyat? Kegiatan Inti (55 menit) Modelling of Text 1. Guru membimbing kegiatan curah pendapat mengenai data /teks cerita rakyat 2. Guru membagi siswa ke dalam kelompok untuk (gotong royong) terdiri dari 5- 6 siswa. 3. Setiap kelompok dibagikan bahan ajar narasi tertentu (scan Audio berupa QR code), video, maupun teks cerita rakyat dan diminta untuk (Diferensiasi proses); a. menyimak nada dan irama cerita rakyat melalui teks bacaan b. Membaca teks cerita rakyat di buku paket. c. Menyebutkan bagian/unsur pada teks cerita rakyat. 4. Guru dan kelompok menyepakati waktu pengerjaan 5. Guru menuliskan struktur cerita rakyat pada papan tulis sebagai panduan diskusi kelompok. 6. Siswa secara bergantian menyajikan hasil diskusinya. 7. Guru memberikan pengarahan kegiatan diskusi*. Setiap perwakilan kelompok akan menyampaikan hasil diskusinya, yaitu: a. Satu teks cerita rakyat b. siswa membandingkan antarteks cerita rakyat 8. Guru memoderatori diskusi jika ada kelompok yang memiliki pendapat berbeda 9. Guru langsung memberikan jawaban yang benar disertai dengan alasannya. 10. Siswa mendengarkan kesimpulan dari diskusi dan pemaparan guru mengenaihal-hal berikut: a. Definisi cerita rakyat b. Ciri cerita rakyat 11. Etika dalam beropini Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari ini dengan menyebutkanpoin-poin yang dibahas 2. Siswa diberikan kesempatan untuk menuliskan pertanyaan yang ingin diketahuilebih lanjut di papan tulis. 3. Guru dan murid melakukan refleksi


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 PERTEMUAN 2 (80 MENIT) Indikator Keberhasilan Asesmen 7.2.3 Murid membaca cerita rakyat Memandu siswa bercerita rakyat Alat ukur: Rubrik penilaian proses dan catatan anekdot. Sarana dan Prasarana - Teks cerita rakyat (Lampiran 3) - Video dan Audio cerita rakyat - Rangkuman cerita rakyat (Lampiran 1) Rincian Kegiatan Kegiatan Awal (25 menit) 1. Siswa dan Guru memulai dengan berdoa bersama (akhlak kepada Tuhan YME) 2. Siswa dibagi dalam kelompok terdiri dari 5-6 orang untuk menyimak teks cerita rakyat. 3. Guru mereview materi pertemuan sebelumnya terkait berbagai informasi dan ciri cerita rakyat 4. Guru meminta murid mencermati teks/video cerita rakyat 5. Siswa mencoba bercerita rakyat sesuai contoh dalam video 6. Setiap kelompok diminta bercerita rakyat secara bergantian 7. Masing-masing kelompok harus meyakinkan guru bahwa penyajiannya benar-benar menunjukkan mampu bercerita 8. Siswa mendapatkan umpan balik dari guru mengenai kemampuan bercerita rakyat 9. Guru menutup simulasi dengan memberikan pengantar mengenai cara bercerita rakyat. Kegiatan Inti (40 menit) 1. Berdasarkan kegiatan di kegiatan awal, guru menyimpulkan mengenai: a. Cara bercerita rakyat b. Struktur cerita rakyat 2. Masing-masing kelompok dibagikan sebuah teks cerita rakyat 3. Secara mandiri siswa melakukan analisis teks dan cara bercerita rakyat a. Bagaiamana cara bercerita rakyat? b. Nilai apa saja yang bisa ditemukan di dalam cerita rakyat? 4. Siswa diizinkan untuk: a. Berdiskusi dengan teman di sebelahnya terkait teks yang dibacanya. b. Melihat buku teks/rangkuman di depan sebagai referensi 5. Guru berperan sebagai fasilitator dan memotivasi murid mengerjakan secara


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 mandiri. Guru juga dapat mengingatkan tentang kandungan nilai-nilai dalam cerita rakyat . 6. Siswa menuliskan jawaban diskusi pada buku tugas masing-masing. Kegiatan Penutup (15 menit) 1. Siswa fokus kembali pada kelas besar 2. Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari ini dengan menyebutkanpoin-poin yang dibahas. 3. Siswa dan guru melakukan refleksi pembelajaran 4. Siswa diminta untuk memikirkan 1 cerita rakyat yang nantinya akan diuraikan dalam pertemuan berikutnya. PERTEMUAN 3 (80 MENIT) Mempresentasikan isi cerita rakyat Indikator Keberhasilan Asesmen 7.2.4 Murid mempresentasikan isi cerita rakyat Menuliskan kandungan cerita rakyat Alat ukur: Rubrik penilaian proses dan catatan anekdot. Sarana dan Prasarana - Teks cerita rakyat - Lembar Aktivitas 6 sesuai jumlah murid (Lampiran 5). Rincian Kegiatan Kegiatan Awal (10 menit) 1. Siswa dan guru memulai dengan berdoa bersama(akhlak kepada Tuhan YME) 2. Siswa saling membagikan teks cerita rakyat berdasarkan hasil kegiatan mandiri. 3. Guru mendata siswa yang belum membawa teks cerita rakyat. Kegiatan Inti (55 menit) joint construction), 1. Guru mereview pekerjaan siswa pada pertemuan sebelumnya. 2. Siswa mendengarkan pemaparan guru. 3. Siswa melakukan latihan bersama dengan guru dalam menggunakan berpikir kritis untuk mengevaluasi salah satu teks cerita rakyat 4. Siswa dibagikan lembar kerja dengan panduan guru, siswa mengisi bagian pada papan tulis untuk isu tersebut. Kegiatan Penutup (15 menit)


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 1. Setiap siswa dibagikan Lembar Aktivitas 6 2. Siswa diminta untuk mengembangkan kerangka berpikir mengenai topik yang sudah dipilihnya menggunakan Lembar Aktivitas tersebut secara mandiri di rumah. 3. Bagi siswa yang kesulitan mencari topik, guru mempersilakan untuk melihat koran serta majalah yang sudah disiapkan atau akses internet. Atau berdiskusi langsung dengan guru. PERTEMUAN 4 (80 MENIT) Menuliskan amanat cerita rakyat Indikator Keberhasilan Asesmen 7.2.5 Murid menuliskan amanat cerita rakyat Praktik menulis nilai-nilai cerita rakyat Alat ukur: Rubrik Penilaian Produk/kinerja Sarana dan Prasarana - Teks cerita rakyat - Rubrik penilaian produk (Lampiran 6) Alat: Laptop, G Form, wifi, Android Rincian Kegiatan Kegiatan Awal (10 menit) 1. Siswa dan Guru memulai dengan berdoa bersama(akhlak kepada Tuhan YME) 2. Siswa saling membagikan hasil perkembangan yang sudah dilakukan dalam menyusun kerangka berpikir di Lembar Aktivitasnya. 3. Guru memberi pertanyaan pemantik terkait isi cerita rakyat Kegiatan Inti (55 menit) explaining, building the context 1. Siswa melanjutkan mencermati nilai-nilai cerita rakyat beragam bahasa ngoko 2. Guru memperlihatkan rubrik penilaian teks cerita rakyat di depan kelas. 3. Siswa berdiskusi tentang nilai-nilai di dalam tebang Cerita rakyat yang akan ditulis 4. Siswa menulis nilai cerita rakyat dengan ragam krama alus. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, bisa menyusun video peristiwa budaya, bagi siswa dengan gaya auditori bisa menyusun audio narasi peristiwa budaya(Diferensiasi Produk).


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 independent construction 5. Siswa melakukan pengecekan dan revisi mandiri terhadap teks yang dibuat dengan panduan pertanyaan berikut: a. Apakah data yang ditulis sudah sesuai dengan ragam bahasa krama ? b. Apakah tata tulis cerita rakyat sudah sesuai? 6. Siswa melakukan pengecekan bersama guru secara personal untuk mendapat kan umpan balik lanjutan jika ada kendala/pertanyaan. 7. Siswa mengunggah produknya di media sosial siswa/sekolah Kegiatan Penutup (15 menit) 1. Siswa mengomunikasikan perkembangan, pertanyaan atau kendala yang dihadapidalam menulis nilai cerita rakyat. 2. Siswa mengumpulkan Lembar Aktivitas dan cerita rakyat. 3. Siswa mendapatkan apresiasi dan motivasi atas proses yang sudah dilalui sejauh ini. 4. Bagi siswa yang belum selesai, diberikan waktu untuk menyelesaikan di kegiatan mandirinya. 5. Siswa dipersilakan untuk berinisiatif berdiskusi dengan guru di luar jam pelajaran. 6. Guru memberikan tenggat waktu penulisan sampai pertemuan selanjutnya. Referensi ● Tukijo, dkk.2022. Mardika Basa lan Sastra Jawa. Jakarta:PT Erlangga ● Yantilah, Hari I. 2023. Buku Basa Jawa. Purwakerta. CV Mandiri ● Panjbar Semangat Refleksi Guru 1. Momen terbaik apa yang saya rasakan ketika melakukan kegiatan ini? 2. Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? 3. Kapan atau pada bagian mana saya merasa kreatif saat mengajar? Mengapa? 4. Apa saja yang tidak berjalan dengan baik saat saya melakukan kegiatan? 5. Apa yang ingin saya ubah untuk meningkatkan pelaksanan dan hasil belajar? Wonosobo, Juli 2023 Kepala Sekolah Guru mapel Dra. Endang Hermawanti Widiastuti, M.M.Pd. HARTINI, S.Pd NIP.19670508 199702 2 004 NIP.197605282008012005


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 Rangkuman Cerita Rakyat Cerita rakyat nggambarake asal usul papan panggonan, jeneng lan liyaliyane kanggo pitutur Cerita rakyat kalebu crita panglipur kanggo sing maca Referensi Tukijo, dkk. 2022. Mardika Basa lan Sastra Jawa. Jakarta: Penerbit Erlangga Yantilah, Hari I. 2023. Buku Basa Jawa. Purwakerta. CV Mandiri Panjebar Semangat Resi Gotama sawijinng resi kang sekti mandraguna mapan ing pertapan Grastina. Piyambake kagungan putra kembar Guwarsa Guwarsi lan putri kang ayu sulitya aran Dewi Anjani. Katelu putra putrine mau tansah guyup rukun. Guwarsa lan Guwarsi eman banget marang adhine. Ing sawijing dina Guwarsa lan Guwarsi mbebedhag ing alas lan kasil nyekel kidang. Dadi bungahing wong loro amarga bisa nyekel kewan kang dadi kasenengane Dewi Anjani. “Elok tenan kidang iki mesthi diajeng Anjani seneng.” Kandhane Guwarsi karo ngelus-elus kidang sing wis kasil di cekel. “Cetha ta, Dimas. Ayo enggal digawa mulih mengko selak kesoren!” Pangajak Guwarsa marang Guwarsi amarga wis ora sranta kepengin menehake kidang marang Dewi Anjani. Ananging dadi gelaning ati amarga tekan pertapan Dewi Anjani sajak ora ngrewes marang kidang kang digawa kakange. Dewi Anjani malah lunga menyang kamar. “Dimas, kenangapa kok Dewi Anjani sajak ora seneng digawakake kidang?” “Iya, ya ana apa ya? Padatan menawa dhewe nggawa kidang dheweke mesthi bungah. Malah menawa dhewe ora nggawa apa-apa dheweke mesthi nakokake.” Guwarsa lan Guwarsi bingung mangerteni solah bawane Dewi Anjani sing ora kaya pakulinane. Kakange loro banjur golek sisik melik kenangapa Dewi Anjani sing biasane seneng dolanan karo kidang malah luwih seneng ning kamar. Nalika kakange loro ngintip meruhi Dewi Anjani lagi dolanan cupu, saka cupu ngetokake cahya kang sumunar. “Wahhh, apik tenan dolanan Dewi Anjani.” Guneme Guwarsa sajak kasengsem. “Ayo kangmas nyilih dolanan Dewi Anjani!” pangajakke Guwarsa Kakange loro banjur kepengin nyilih cupu kasebut. Malah menawa bisa kepengin nduweni sawise mangertine menawa iku cupu manik astagina. Tutup cupu menawa dibuka ngisore bakal katon kahanan alam donya saisine lan dibuka sisih ndhuwur katon kahanan kayangan. “Diajeng aku kuwi sedulur tuwa, ayo ndang wenehna aku cupu iku!” Panjaluke Guwarsa kanthi sora amarga Dewi Anjani nggegegi Cupu Astagina. “Wenehna aku wae, mengko kowe bisa nyilih sawayah-wayah!” pangglembuke Guwarsi “Ora arep dakwenehna sapa-sapa, iki cupu duweku. Ora arep daksilihke uga.” Kandhane Dewi Anjani karo ngumpetake cupu. Wong telu kang biasana guyup rukun dadi regejegan rebutan cupu. Sang rama Resi Gotama kaget meruhi putra putrine padha padudon. Sang rama banjur mundhut pirsa apa kang dadekna wong telu mau padha rebutan. “Iki padha ngapa kok padha padudon?” Pitakone Sang Resi marang putra putrine. “Diajeng Anjani Rama, gadhah dolanan mboten pareng dipunampil.” Sumaure Guwarsi “Cupu niki gadhahan kula badhe dipunrebat kangmas Guwarsa Guwarsi, Rama.” Dewi Anjani sajak ora trimaa. “Ya, menawa kangmase nyilih kuwi mbok ya disilihi.” Ngendikane Resi Gotawa sajak sareh. “Aaah, nggih mboten. Mangke mboten diwangsulke. Malah mangke saged risak menawi dipunampil.” Dewi Anjani suwala terus. “Sejatine apa ta, sing arep disuwun kangmasmu?” Dewi Anjani banjur meneng, dheweke ora wani matur menawa kuwi cupu manik Astagina. Resi Gotama ndhedhes terus lan malah kepara arep duka Dewi Anjani banjur blaka lan ngaturake cupu. Sang Resi kaged sawise nampa cupu saka Dewi Anjani. Piyambake mangerteni menawa sing kagungan cupu manik Aastagina kuwi mung para dewa. Jalma lumrah kuwi ora bisa nduweni. Resi Gotama banjur nakoni saka ngendi cupu kuwi. Dewi Anjani blaka menawa cupu manik astagina kuwi diparingi karo ibune yaiku Dewi Windradi. Resi Gotama nimbali dan nakoni sang garwa nanging Dewi Windradi meneng wae. Sanajan didhedhes supaya gelem blaka, Dewi Windradi tetep mendel. Amarga Dewi Windradi wis diwelingi marang dewa kang


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 maringi supaya nyimpen wadi saka ngendi asale cupu. Sang resi banjur jengkel lan duka banjur Dewi Windradi disupatani dadi tugu watu. Cupu manik astagina banjur diuntalake ing awang-awang. Cupu sisih ndhuwur ngisor tiba ing bumi dadi Tlaga Merdada lan sisish nduwur tiba dadi Tlaga Dringo. Sang resi banjur nganakake sayembara sapa sing bisa nemokake iku sing bakal nduweni. Guwarsa, Guwarsa lan Dewi Anjani banjur enggal nggoleki tibaning cupu. Sawetara nggoleki katelune nemokake Tlaga Merdada kang banyune bening lan saka dhasare tlaga katon mencorong. Dinuga cupu manik ana ing dhasare tlaga. Guwarsa lan Guwarsi banjur njegur ing tlaga. Nanging ing dhasaring tlaga dheweke ora nemokake cupu banjur mentas. Guwarsa Guwarsi kaget nalika mentas wis salin rupa, dadi kethek awake ana wulune. Dewi Anjani sing ora wani njegur lan lungguh ing pinggir tlaga mung rupane kang ana wulune. Amarga dheweke mbasuh raine nganggo banyu tlaga. Wong telu padha getun banjur tetangisan ngadhep Resi Gotama nyuwun ngapura. Ana pitutur wong jaman biyen menawa karo kadang sedulur utawa kanca ora kena padha tukaran utawa gelud. Menawa tukaran mengko bisa dadi kethek lan lutung. Mula kudu guyup rukun ora kena padha tukaran lan padudon. Lampiran 3: Rubrik Penilaian Produk Aspek Mahir (9-10) Cakap (7-8) Layak (4-6) Berkembang (1-3) Gagasan Gagasan memuat fakta dan data yang akurat dan meyakinkan Gagasan memuat fakta dan data namun sumber data tidak disebutkan secara jelas Gagasan memuat fakta yang bercampur dengan opini Gagasan bersifat opinipenulis sehingga bersifat subjektif. Mahir (9-10) Cakap (7-8) Layak (4-6) Berkembang (1-3) Organisasi dan struktur teks: 1. Judul Teks 2. Nama Penulis 3. Pendahuluan 4. Tubuh Argumen 5. Kesimpulan Struktur teks lengkap Seluruh kalimat dan paragraf menunjukkan kepaduan Struktur teks hanya memuat 4 bagian Terdapat 1 kalimat dalam paragraf yang tidak padu Struktur teks hanya memuat 3 bagian Terdapat 2 kalimat dalam paragraf yang tidak padu Struktur teks hanya memuat <3 bagian Terdapat <2 kalimat dalam paragraf yang tidak padu Bahasa: 1. Pilihan kata tepatguna menunjang maksud kalimat 2. Tidak terdapat kesalahan dalam penggunaan ejaan 3. Tidak terdapat kesalahan dalam Penggunaan tandabaca Memenuhi keseluruha n dari aspek bahasa Memenu hi 3 bagian dari aspek bahasa Memenu hi 2 bagian dari aspek bahasa Memenu hi 1 bagian dari aspek bahasa


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 Menggunak an kalimat yang efektif dalam keseluruhan teks Rubrik Penilaian Proses Aspek Mahir (9-10) Cakap (7-8) Layak (4-6) Berkembang (1-3) Pra menulis Siswa secara aktif danmandiri melakukan riset/persiapan pengenalan terhadap teks argumentasi melalui berbagai kegiatan dalam kelas seperti permainan, dsb. Siswa dengan sesekali dorongan dari guru menunjukkan keaktifan melakukan riset/persiapan pengenalan terhadap teks argumentasi melalui berbagai kegiatan dalam kelas seperti permainan, dsb. Siswa dengan bimbingan dari guru menunjukkan keaktifan melakukan riset/persiapan pengenalan terhadapteks argumentasi melalui berbagai kegiatan dalam kelas seperti permainan, dsb. Siswa tidak melakukan tahap persiapan meskipunsudah dibimbing oleh guru. Aspek Mahir (9-10) Cakap (7-8) Layak (4-6) Berkembang (1-3) Membangun kerangka dan menulis Siswa secara aktif dan mandiri mampu menggunakan metode 6 topi berpikirdalam menyusun kerangka tulisan dengan tepat serta mengembangkan menjadi teks yang utuh. Dengan sesekali diberikan bimbingan dari guru, siswa mampu menggunakan metode 6 topi berpikir dalam menyusun kerangka tulisan dengan tepat serta mengembankan menjadi teks yang utuh. Dengan bimbingan guru, siswa mampu menggunakan metode 6 topi berpikir dalam menyusun kerangka tulisan dengan beberapa bagian kurang tepat serta mengembangkan menjadi teks yang utuh. Siswa melakukan tahapan kerangkatulisan dengan kurang tepat baik secara instruksi maupun konten meskipun sudah dibimbing oleh guru. Aspek Mahir (9-10) Cakap (7-8) Layak (4-6) Berkembang (1-3) Mengelola umpan balik Siswa secara aktif danmandiri mampu mencari umpan balik baik Dengan sesekali dorongan dari guru, siswa Siswa secara aktif dan mandiri mampu Siswa tidak mencariumpan balik baik berdasarkan


Modul Ajar Crita Rakyat kelas 8 berdasarkan pertanyaan refleksi/revisi pribadi, revisi rekan, maupun guru. secara aktif mampu mencari umpanbalik baik berdasarkan pertanyaan refleksi/revisi pribadi, revisi rekan, maupun guru. mencari umpan balik baik berdasarkan pertanyaan refleksi/revisi pribadi, revisi rekan, maupun guru. pertanyaan refleksi/revisi pribadi, revisi rekan,maupun guru walaupun sudah diberikan doronganoleh guru. Intrumen : Anekdot record: Kelas :..................... No Nama siswa Catatan 1 2 3 4 dst REFLEKSI BAB 1 Kepriye panemumu nalika nggegulang pasinaon bab 1? Kepriye swasana ing jroning pasinaon? Apa kowe wis mangerteni babagan cerita rakyat? Kanggo luwih mangerteni gegambaran lan kanggo mbiji sepira olehmu nggegulang materi, coba jangkepi peta pikiran kasebut kanggo refleksi kasebut.


Click to View FlipBook Version