The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by smpn2watumalangoke, 2023-11-15 21:40:46

RKT

RKT 2023

i RENCANA KERJA TAHUNAN DAN RENCANA KEGIATAN ANGGARAN SEKOLAH TAHUN 2023 SMP NEGERI 2 WATUMALANG KABUPATEN WONOSOBO Jl Watumalang km 05 Desa Limbangan Pos 56354 Telepon : [email protected] PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA


ii


iii KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKT/RKAS) SMP Negeri 2 Watumalang Kabupaten Wonosobo Tahun 2023 dapat diselesaikan dengan baik RKT/RKAS SMP Negeri 2 Watumalang Kabupaten Wonosobo Tahun 2023 berpedoman pada Rapor Pendidikan dan sebagai tahun ketiga dalam upaya pencapaian Visi dan Misi SMP Negeri 2 Watumalang. Dokumen RKT/RKAS SMP Negeri 2 Watumalang Tahun 2023 ini memuat visi, misi, tujuan, program dan kegiatan SMP Negeri 2 Watumalang yang berfokus pada pelayanan pendidikan dalam kerangka pemenuhan Standar Nasional Pendidikan.. Keberhasilan pelaksanaan RKT/RKAS memerlukan kerjasama semua pihak, dari kepala sekolah, guru, karyawan, orang tua/wali murid dan masyarakat di SMP Negeri 2 Watumalang Kecamatan Watumalang Wonosobo . Apresiasi diberikan kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan RKT/RKAS ini. Khususnya pada seluruh stakeholder yang terlibat dan Tim dan pengawas yang telah membantu sekolah kami dalam hal pelatihan, bimbingan, pembinaan, RKT/RKAS SMP Negeri 2 Watumalang Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo Tahun 2023 diharapkan dapat mendukung capaian program Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam pembangunan pendidikan. Wonosobo , 30 Desember 2022 Penyusun Tim Pengembang


iv DAFTAR ISI Halaman Judul ……………………………………………………………... i Pengesahan ……………………………………………………………...... ii Kata Pengantar .................................................................................... iii Daftar Isi ……………………………………………………………………. iv Daftar Tabel ………………………………………………………….......... iv Daftar Lampiran …………………………………………………………... v BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………… 1 A. Latar Belakang …………………………………………… 1 B. Dasar Hukum …………………………………………….. 1 C. Tujuan …………………………………………………….. 1 D. Manfaat …………………………………………………… 3 E. Ruang Lingkup …………………………………………… 3 F. Sistematika ……………………………………………….. 3 BAB II RINGKASAN KUALITAS PENDIDIKAN ……………………. 4 A. Gambaran Satuan Pendidikan …………………………. 4 B. Capaian Kinerja Tahun 2022 …………………………… 8 BAB III RENCANA KERJA TAHUN 2023……………………………. 15 A. Target Kinerja Tahun 2023………………………………. 15 B. Rencana Program Kerja Tahun 2023…………………… 26 C. Jadwal Implementasi Progam Kerja Tahun 2023……… 33 BAB IV RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS) TAHUN 2023…………………………………………. 39 BAB V PENUTUP ………………………………………………………. 68 DAFTAR TABEL Tabel II.1 Pendidik dan Tenaga Kependidikan.............................................. 6 Tabel II.2 Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin..................................... 7 Tabel II.3 Peserta Didik Berdasarkan Usia..................................................... 7 Tabel II.4 Peserta Didik Berdasarkan Penghasilan Orang Tua/Wali.............. 7 Tabel II.5 Peserta Didik Berdasarkan Tingkat................................................ 8 Tabel II.6 Prasarana Pendidikan.................................................................... 8 Tabel II.1 Distribusi kemampuan peserta didik pada Kemampuan Literasi.... 9 Tabel II.2 Distribusi kemampuan peserta didik pada Kemampuan Numerasi 10 Tabel II.3 Rincian Capaian Indeks Karakter…………………………………… 10 Tabel II.4 Rincian Capaian Iklim Keamanan…………………………………… 11 Tabel II.5 Rincian Capaian Iklim Inklusivitas…………………………………… 11 Tabel II.6 Rincian Capaian Indeks Kualitas Pembelajaran…………………… 12 Tabel II.7 Rincian Capaian Indeks Refleksi Guru……………………………… 12 Tabel II.8 Rincian Capaian Kepemimpinan Instruksional…………………….. 12 Tabel II.9 Rincian Capaian Nilai uji kompetensi guru…………………………. 13 Tabel II.10 Rincian Capaian Pengalaman Pelatihan GTK……………………... 13 Tabel II.11 Rincian Capaian Partisipasi Warga Sekolah……………………….. 14 Tabel II.12 Rincian Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah……………………… 14 Tabel II.13 Rincian Capaian Pemanfaatan TIK untuk Administrasi…………… 14 Tabel III.1 Capaian Indikator Rapor Pendidikan (Dimensi A - Dimensi E)…… 15 Tabel III.2 Rencana Kerja Tahun 2023…………………………………………... 26 Tabel III.3 Jadwal Implementasi Program Kerja………………………………… 33


v DAFTAR LAMPIRAN 1. SK Tim Pengembang Sekolah 2. Berita Acara Perumusan 3. Berita Acara Review 4. Berita Acara Penetapan 5. Daftar Hadir Perumusan 6. Daftar Hadir Review 7. Daftar Hadir Penetapan 8. Rapor Pendidikan Hasil Unduhan 9. Lembar Rekomendasi PBD


1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rencana Kerja Tahunan (RKT/RKAS) SMP Negeri 2 Watumalang Kabupaten Wonosobo Tahun 2023,disusun selain sebagai salah satu dokumen yang wajib disusun dan dimiliki berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan, tetapi secara substansi, dokumen ini disusun sebagai pedoman bagi sekolah untuk memastikan kualitas layanan Pendidikan yang diberikan kepada warga satuan Pendidikan terselenggara berdasarkan visi dan misi sekolah dalam pencapaian Standar Nasional Pendidikan. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan mengenai fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pernyataan ini menunjukkan betapa urgennya pendidikan dalam rangka mempersiapkan pribadi, masyarakat, dan bangsa menjadi manusia yang berharkat dan bermartabat. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang demikian kompleks dan ideal itu diperlukan proses pendidikan yang serius dan bertanggung jawab. Proses tersebut harus dimulai dengan perencanaan yang matang. Perencanaan yang baik akan sangat mendukung keberhasilan pencapaian tujuan. B. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan PemerintahNomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan; 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah; 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru; 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah; 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SMP/MI) Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (MA); 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah;


2 10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah; 11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaiman telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah; 12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah; 13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Kelulusan Pendidikan Dasar dan Menengah; 14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah; 15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah; 16. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan; 17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 tahun 2019 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah; 18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah; 19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah; 20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah; 21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa oleh Satuan Pendidikan. 22. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah 23. Permendikbudristek Nomor 56/M/ 2022 tentang pedoman penerapan kurikulum merdeka dalam rangka pemuliahan pembelajaran 24. Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Sekolah pada pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah 25. Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar isi pendidikan pada Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah


3 26. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah 27. Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Juknis BOP dan BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2022 C. Tujuan RKT/RKAS SMP Negeri 2 Watumalang Tahun 2023 disusun dengan tujuan sebagai pedoman pelaksanaan pengembangan sekolah pada tahun 2023 untuk mengukur tingkat pencapaian kinerja sekolah dalam kerangka Visi dan Misi Sekolah dan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan. D. Manfaat 1. Sebagai pedoman pengelolaan kegiatan sekolah tahun 2023 2. Sebagai pedoman untuk mengukur target keberhasilan kinerja 3. Sebagai bahan dasar evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan kegiatan sekolah. E. Ruang Lingkup Meliputi profil satuan pendidikan, capaian kinerja sekolah, visi, misi serta tujuan. Selain itu juga mencakup rencana kerja yang akan dilakukan tahun 2023 dan berdasarkan target indikator kinerja Standar Nasional Pendidikan yang ditetapkan. F. Sistematika BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan ini terdiri dari latar belakang, tujuan, dan landasan hukum penyusunan. BAB II PROFIL SEKOLAH, CAPAIAN KINERJA DAN TARGET KINERJA 2023 - Berisi visi, misi dan tujuan Sekolah , profil sekolah (lokasi, data pokok pendidikan) Data profil dapat diunduh di aplikasi Dapodik - Narasi Ringkasan Kualitas Pendidikan yang bersumber dari Rapor Pendidikan tahun 2021 BAB III RENCANA KERJA TAHUN 2023 A. Target Kinerja Tahun 2023 • Berisi target kinerja tahun 2023 yang telah ditetapkan oleh sekolah berdasarkan FGD • Tabel Target Kinerja ( berisi hasil rapor pendidikan tahun 2021 dan target rapor pendidikan tahun 2023) B. Rencana Program Kerja Tahun 2023 Prioritas Rekomendasi hasil unduhan yang dilengkapi dengan kegiatan (diperbolehkan untuk dilakukan penyesuaian) C. Jadwal Implementasi Progam Kerja Tahun 2023 Berisi jadwal implementasi program dan Kegiatan Tahun 2023 Tabel Jadwal Implementasi Program Kerja BAB IV RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS) TAHUN 2023 Print out (Hasil Input ARKAS/Lembar Kerja ARKAS BAB V PENUTUP Lampiran-Lampiran


4 BAB II PROFIL SEKOLAH, CAPAIAN KINERJA DAN TARGET KINERJA 2023 A. Profil Sekolah SMP Negeri 2 watumalang berada di Desa Limbangan Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo Terletak ketinggian 1200 dengan posisi geografis pada Lintang -7,3001 dan Bujur 109,9557. Didirikan pada tahun 1992 dan diresmikan sebagai Sekolah Negeri pada tanggal 22 Juli 1992. Sebagaimana termuat dalam Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) Tahun 2021-2024, SMP Negeri 2 Watumalang memiliki visi, misi dan tujuan sebagai berikut : VISI : Terwujudnya Warga Sekolah yang ”BERIMAN, BERPRESTASI, TERAMPIL DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN”. MISI : 1. Mewujudkan warga sekolah yang beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Mewujudkan warga sekolah yang sadar hukum, patuh tata tertib, dan disiplin 3. Membudayakan sikap toleransi di lingkungan sekolah 4. Menyelenggarakan pembelajaran yang efektif, kreatif, inovatif dan menyenangkan berbasis Teknologi 5. Menjadikan warga sekolah yang unggul dalam bidang akademik maupun non akademik 6. Mewujudkan pembelajaran kontekstual yang berorientasi kemandirian dan kecakapan hidup dimasa depan 7. Mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta didik untuk kecakapan hidup 8. Mengembangkan keterampilan dalam penerapan teknologi informasi 9. Membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat serta cinta lingkungan hidup 10. Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, sehat, hijau, sejuk, indah dan kondusif 11. Mewujudkan generasi emas yang sehat, tanpa rokok, miras dan narkoba 12. Mengembangkan budaya kearifan lokal dan nasional TUJUAN : 1. Tercapainya budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan 2. Terwujudnya warga sekolah yang sadar hukum, patuh tata tertib, dan disiplin 3. Terwujudnya budaya sikap toleransi di lingkungan sekolah 4. Terselenggaranya pembelajaran yang efektif, kreatif, dan inovatif berbasis teknologi di era globalisasi 2.


5 5. Terwujudnya sekolah yang unggul dalam bidang akademik maupun non akademik 6. Terwujudnya pembelajaran kontekstual yang berorientasi kemandirian dan kecakapan hidup di masa depan 7. Berkembanganya keterampilan penerapan teknologi informasi 8. Terwujudnya budaya perilaku hidup bersih dan sehat serta cinta lingkungan hidup 9. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, sehat, hijau, sejuk, indah, dan kondusif 10. Terwujudnya generasi emas yang sehat tanpa rokok, miras dan narkoba 11. Berkembangnya budaya kearifan lokal dan nasional INDIKATOR : 1. Terlaksananya ibadah sholat berjamaah 2. Terlaksananya kegiatan tadarus harian 3. Terlaksananya kegiatan hari besar keagamaan 4. Sekolah aman dan bebas dari bullying maupun kekerasan fisik 5. Seluruh warga sekolah patuh dan disiplin pada peraturan akademik dan tata tertib sekolah 6. Warga sekolah saling menghargai segala perbedaan yang ada (keyakinan, status sosial, ekonomi dan budaya) 7. Menerima dan melayani siswa yang berkebutuhan khusus 8. Melaksanakan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan inovatif 9. Pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran 10. Pembimbingan terhadap potensi, minat dan bakat siswa melalui ekstrakurikuler 11. Mengikuti berbagai ajang kompetensi bidang akademik dan non akademik 12. Melaksanakan pembelajaran kontekstual yang berorientasi pada kemandirian 13. Melaksanakan pembelajaran kontekstual yang berorientasi pada kecakapan hidup di masa depan 14. Meningkatnya keterampilan warga sekolah dalam menggunakan TIK 15. Warga sekolah bijak dalam penggunaan dan pemanfaatan TIK Adapun untuk profil sekolah adalah sebagai berikut :


6 1. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tabel II.1 Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 2 Watumalang No Nama JK Status Kepegawaian Jenis PTK Pendidikan Terakhir Mengajar 1 Agus Cahyono L Tenaga Honor Sekolah Tenaga Administrasi Sekolah SMA / sederajat lainnya 2 Agus Lestari P PNS Guru BK S1 Bimbingan dan Konseling (Konselor) 3 Anna Augusteen Ardhie Mahasin Puruhita P PNS Guru Mapel S1 Bahasa Inggris 4 Arif Handaya L PNS Guru Mapel S1 Geografi 5 Endah Fatmaningsih P PNS Guru Mapel S1 Bahasa Indonesia 6 Farikha Nur Hidayah P PNS Guru Mapel S1 Matematika 7 Fefrin Nur Afietta P PNS Guru Mapel S1 Bahasa Inggris 8 Fenti Laeli P PNS Tenaga Administrasi Sekolah SMA / sederajat Lainnya 9 Fitriana Mahadhita P PNS Guru BK S1 Bimbingan dan Konseling 10 Hartini P PNS Guru Mapel S1 Muatan Lokal Potensi Daerah 11 Kasin L PNS Guru Mapel S1 Pendidikan Agama Islam 12 Kuntomo L PNS Guru Mapel S1 Seni Budaya 13 Lestari P PNS Guru Mapel S1 Fisika 14 Lu'luatin Nadhifah P Guru Honor Sekolah Guru TIK S1 Informatika 15 Mardiani P PNS Kepala Sekolah S2 Manajemen Pendidikan 16 Nurul Masrechach P PNS Guru Mapel S1 Matematika 17 Partinem P PNS Guru Mapel S1 Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) 18 Prihatin P PNS Guru Mapel S2 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 19 Purwati Widyaningsih P PNS Guru Mapel S1 Muatan Lokal 20 Siska Wahyu Pratiwi P PPPK Guru Mapel S1 Biologi 21 Sri Sugiyati P PNS Guru Mapel S1 Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) 22 S L Tenaga Honor Sekolah Penjaga Sekolah Putus SD lainnya 23 Sunardi L PNS Guru Mapel S1 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 24 Susilo Wardoyo L PNS Guru Mapel D3 Bahasa Indonesia


7 No Nama JK Status Kepegawaian Jenis PTK Pendidikan Terakhir Mengajar 25 Sutarno L Tenaga Honor Sekolah Tenaga Administrasi Sekolah D2 Lainnya 26 Tri Lukitanti P Tenaga Honor Sekolah Tenaga Administrasi Sekolah D2 Lainnya Sumber data Dapodik Tahun 2022 2. Jumlah Peserta Didik dan Rombongan Belajar Tahun 2022 a. Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel II.2 Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total 150 136 286 Sumber data Dapodik Tahun 2022 b. Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Usia Tabel II.3 Peserta Didik Berdasarkan Usia Usia L P Total < 6 tahun 0 0 0 6 - 12 tahun 23 32 55 13 - 15 tahun 125 101 226 16 - 20 tahun 2 3 5 > 20 tahun 0 0 0 Total 149 135 286 Sumber data Dapodik Tahun 2022 c. Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Penghasilan Orang Tua/Wali Tabel II.4 Peserta Didik Berdasarkan Penghasilan Orang Tua/Wali Penghasilan L P Total Tidak di isi 5 6 11 Kurang dari Rp. 500,000 51 56 107 Rp. 500,000 - Rp. 999,999 59 46 103 Rp. 1,000,000 - Rp. 1,999,999 32 25 57 Rp. 2,000,000 - Rp. 4,999,999 4 3 7 Rp. 5,000,000 - Rp. 20,000,000 0 1 1 Lebih dari Rp. 20,000,000 0 0 0 Total 149 135 286 Sumber data Dapodik Tahun 2022


8 d. Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Tingkat Tabel II.5 Peserta Didik Berdasarkan Tingkat Tingkat Pendidikan L P Total Tingkat 9 58 49 107 Tingkat 7 55 43 98 Tingkat 8 37 44 81 Total 149 135 286 Sumber data Dapodik Tahun 2022 e. Prasarana dan Sarana Pendidikan Tabel II.6 Prasarana dan Sarana Pendidikan No Ruang Jumlah Kondisi Baik Rusak Sedang Rusak Berat 1 Ruang Kelas 12 √ 2 Ruang Guru 1 √ 3 Ruang Kepala Sekolah 1 √ 4 Ruang Perpustakaan 1 √ 5 Ruang Lab Komputer 2 √ 6 Ruang Lab IPA 1 √ 7 Ruang TU 1 √ 8 Ruang Ketrampilan 1 √ 9 Ruang Dapur 1 √ 10 Ruang BK 1 √ 11 Ruang UKS 1 √ 12 Ruang OSIS 1 √ Sumber data Dapodik Tahun 2022 B. Capaian Kinerja berdasarkan Rapor Pendidikan Tahun 2022 Rapor Pendidikan menampilkan hasil asesmen dan survei nasional suatu satuan pendidikan satuan pendidikan. Satuan pendidikan dapat menjadikan Rapor Pendidikan sebagai acuan dalam mengidentifikasi masalah, merefleksikan akarnya, dan membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh. Rapor Pendidikan mengukur indikator yang disusun berdasarkan input, proses, dan output pendidikan. Indikator dalam rapor pendidikan disebut dengan dimensi. Dimensi dalam rapor pendidikan meliputi : 1. Dimensi A: Mutu dan relevansi hasil belajar peserta didik 2. Dimensi B: Pemerataan pendidikan yang bermutu 3. Dimensi C: Kompetensi dan kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan 4. Dimensi D: Mutu dan relevansi pembelajaran 5. Dimensi E: Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel


9 1. Kualitas Capaian Pembelajaran Peserta Didik a. Mutu Hasil Belajar Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan nonkognitif. Aspek kognitif diukur dari kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, sementara aspek nonkognitif diukur dari karakter dan perilaku yang sejalan dengan nilai Pancasila. 1) Kemampuan Literasi, capaian nilai sekolah sebesar 2.1 dengan rentang nilai antara 1-3. Masuk dalam kategori Diatas kompetensi minimum. Kemampuan literasi terdiri dari: - Kompetensi membaca teks informasi - Kompetensi membaca teks sastra - Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) - Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks (L2) - Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) Distribusi kemampuan peserta didik sebagai berikut : Tabel II. 1 Distribusi kemampuan peserta didik pada Kemampuan Literasi Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian A.1 Kemampuan literasi 2.1 Di atas kompetensi minimum A.1 Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Mahir 17.78% Mahir A.1 Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Cakap 68.89% Cakap A.1 Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Dasar 11.11% Dasar A.1 Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Perlu Intervensi Khusus 2.22% Perlu Intervensi Khusus A.1.1 Kompetensi membaca teks informasi 69.68 Belum Tersedia A.1.2 Kompetensi membaca teks sastra 71.73 Belum Tersedia A.1.3 Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) 69.99 Belum Tersedia A.1.4 Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks (L2) 65.13 Belum Tersedia A.1.5 Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) 61.91 Belum Tersedia 2) Kemampuan Numerasi, capaian nilai sekolah sebesar 2 dengan rentang nilai sebesar 1 – 3. Masuk dalam kategori Mencapai Kompetensi Minimum. Kemampuan numerasi terdiri dari: • Kompetensi pada domain Bilangan • Kompetensi pada domain Aljabar • Kompetensi pada domain Geometri • Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian


10 • Kompetensi mengetahui (L1) • Kompetensi menerapkan (L2) • Kompetensi menalar (L3) Distribusi kemampuan peserta didik sebagai berikut : Tabel II. 2 Distribusi kemampuan peserta didik pada Kemampuan Numerasi Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian A.2 Kemampuan numerasi 2 Mencapai kompetensi mininum A.2 Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Mahir 15.56% Mahir A.2 Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Cakap 53.33% Cakap A.2 Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Dasar 31.11% Dasar A.2 Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Perlu Intervensi Khusus 0% Perlu Intervensi Khusus A.2.1 Kompetensi pada domain Bilangan 60.13 Belum Tersedia A.2.2 Kompetensi pada domain Aljabar 58.54 Belum Tersedia A.2.3 Kompetensi pada domain Geometri 58.71 Belum Tersedia A.2.4 Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian 57.68 Belum Tersedia A.2.5 Kompetensi mengetahui (L1) 59.82 Belum Tersedia A.2.6 Kompetensi menerapkan (L2) 57.3 Belum Tersedia A.2.7 Kompetensi menalar (L3) 58.83 Belum Tersedia 3) Indeks Karakter, nilai capaian sekolah sebesar 2 dengan rentang nilai antara 1 – 3. Masuk dalam kategori capaian Perlu Dikembangkan. Karakter terdiri dari: Tabel II. 3 Rincian Capaian Indeks Karakter Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian A.3 Karakter 2 Perlu Dikembangkan A.3.1 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia 2 Berkembang A.3.2 Gotong Royong 2 Berkembang A.3.3 Kreativitas 2 Berkembang A.3.4 Nalar Kritis 2 Berkembang A.3.5 Kebinekaan global 2 Berkembang A.3.6 Kemandirian 2 Berkembang


11 2. Kualitas Proses Pembelajaran Peserta Didik a. Mutu Pembelajaran 1. Keamanan dan Inklusivitas Perasaan dan interaksi peserta didik di sekolah sangat menentukan kualitas pembelajaran. Peserta didik yang merasa tidak aman, misalnya karena mengalami perundungan atau diskriminasi agama, ras, sosial ekonomi, atau kondisi fisiknya, akan kesulitan dalam mengikuti pelajaran. a) Iklim Keamanan, capaian nilai sekolah sebesar 2.52 dengan rentang nilai antara 1 – 3. Masuk dalam kategori capaian Aman. Iklim keamanan sekolah terdiri dari: Tabel II. 4 Rincian Capaian Iklim Keamanan Nomor Indika tor Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian D.4 Iklim keamanan sekolah 2.52 Aman D.4.1 Kesejahteraan psikologis murid 2 Berkembang D.4.2 Kesejahteraan psikologis guru 2 Berkembang D.4.3 Perundungan 2.75 Aman D.4.4 Hukuman fisik 2.63 Aman D.4.5 Kekerasan seksual 2.38 Aman D.4.6 Narkoba 3 Aman b) Iklim Inklusivitas, capaian nilai sekolah sebesar 2.03 dengan rentang nilai antara 1 – 3. Masuk dalam kategori capaian Merintis. Iklim Inklusivitas terdiri dari : Tabel II. 5 Rincian Capaian Iklim Inklusivitas Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian D.10 Iklim Inklusivitas 2.03 Merintis D.10.1 Layanan disabilitas 2.1 Berkembang D.10.2 Layanan sekolah untuk murid cerdas dan bakat istimewa 1.67 Perlu peningkatan D.10.3 Sikap terhadap disabilitas 2.33 Menerima D.10.4 Fasilitas dan Layanan Sekolah untuk Siswa Disabilitas dan Cerdas Berbakat Istimewa Data Terbaru Belum Tersedia Data Terbaru Belum Tersedia


12 2. Kualitas Pengajaran Untuk menghasilkan pembelajaran yang berkualitas, guru perlu melakukan refleksi dan evaluasi terhadap cara mengajar saat ini. Tetapi, rencana perkembangan guru juga harus didukung oleh program dan kebijakan dari kepala sekolah. a) Indeks Kualitas Pembelajaran, capaian nilai sekolah sebesar 2.08 dengan rentang nilai antara 1 – 3. Masuk dalam kategori capaian Terarah. Kualitas pembelajaran terdiri dari: Tabel II. 6 Rincian Capaian Indeks Kualitas Pembelajaran Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian D.1 Kualitas pembelajaran 2.08 Terarah D.1.1 Manajemen kelas 2 Menerapkan D.1.2 Dukungan afektif 2.38 Konstruktif D.1.3 Aktivasi kognitif 1.87 Responsif b) Indeks Refleksi Guru, nilai capaian sekolah sebesar 2 dengan rentang nilai antara 1 – 3. Masuk dalam kategori capaian Aktif. Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru terdiri dari: Tabel II. 7 Rincian Capaian Indeks Refleksi Guru Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru 2 Aktif D.2.1 Belajar tentang pembelajaran 51.8 Aktif D.2.2 Refleksi atas praktik mengajar 56.23 Aktif D.2.3 Penerapan praktik inovatif 56.98 Aktif c) Kepemimpinan Instruksional, capaian nilai sekolah sebesar 2,33 dengan rentang nilai antara 1 – 3. Masuk dalam kategori capaian Berdampak. Kepemimpinan instruksional terdiri dari: Tabel II. 8 Rincian Capaian Kepemimpinan Instruksional Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian D.3 Kepemimpinan instruksional 2.33 Berdampak D.3.1 Visi-misi sekolah 55.85 Terarah D.3.2 Pengelolaan kurikulum sekolah 52.45 Berorientasi D.3.3 Dukungan untuk refleksi guru 51.98 Terstruktur


13 3. Kualitas Sumber Daya Manusia dan Satuan Pendidikan a. Kompetensi dan Kinerja GTK Tingkat kompetensi GTK bisa dilihat dari proposi GTK yang bersertifikat dan nilai Uji Kompetensi Guru (UKG). Sementara itu, jumlah kehadiran GTK di kelas bisa menggambarkan bagaimana kinerja mereka seharihari. Tak hanya melihat kondisi saat ini, kita juga perlu melihat potensi perkembangan mutu dengan keikutsertaan GTK ke berbagai pelatihan dan keterlibatan mereka menjadi GTK penggerak. 1) Proporsi GTK bersertifikat, nilai capaian sekolah sebesar 66.67% dengan rentang nilai antara 1 – 100. Masuk dalam kategori capaian Cukup. Hal ini didapat dari Jumlah guru dan tenaga pendidikan di sekolah yang memiliki sertifikat dibagi dengan total guru dan tenaga pendidikan yang ada. 2) Nilai uji kompetensi guru, nilai capaian sekolah sebesar 59.77 dengan rentang nilai antara 1 – 100. Masuk dalam kategori capaian Baik. Nilai uji kompetensi guru terdiri dari: Tabel II. 9 Rincian Capaian Nilai uji kompetensi guru Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian C.5 Nilai uji kompetensi guru 59.7 Baik C.5.1 Kompetensi pedagogic 56.39 Baik C.5.2 Kompetensi professional 63 Baik b. Peningkatan Mutu Selain melihat kondisi saat ini, kita juga perlu melihat potensi perkembangan mutu dengan keikutsertaan GTK ke berbagai pelatihan dan keterlibatan mereka menjadi GTK penggerak. 1) Pengalaman Pelatihan GTK, nilai capaian sekolah sebesar 2 dengan rentang nilai antara 1 – 100. Masuk dalam kategori capaian Selektif Tabel II. 10 Rincian Capaian Pengalaman Pelatihan GTK Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian C.1 Proporsi GTK bersertifikat 85% Baik Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel Dalam pelaksanaan dan pengembangan aktivitas, sekolah penting untuk melibatkan warga sekolah (orang tua dan peserta didik). Dari sisi pengelolaan dana, perlu diperhatikan proporsi jenis belanja yang dilakukan, dan bagaimana tingkat pemanfaatan TIK dalam melakukan perencanaan dan pembelanjaan anggaran.


14 1) Partisipasi Warga Sekolah, capaian nilai sekolah sebesar 2 dengan rentang nilai antara 1 – 3. Masuk dalam kategori capaian Selektif. Partisipasi warga sekolah terdiri dari: Tabel II. 11 Rincian Capaian Partisipasi Warga Sekolah Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian E.1 Partisipasi warga sekolah 2 Selektif E.1.1 Partisipasi orang tua 62.08 Selektif E.1.2 Partisipasi murid 79.38 Selektif 2) Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah, nilai capaian sekolah sebesar 29.9% dengan rentang nilai antara 1 – 100. Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu terdiri dari: Tabel II. 12 Rincian Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian E.2 Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu 46.02% Belum Tersedia E.2.1 Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan 3.83% Belum Tersedia E.2.2 Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran 42.2% Belum Tersedia 3) Pemanfaatan TIK untuk Administrasi, nilai capaian sekolah sebesar 0 dengan rentang nilai antara 1 – 100. Masuk dalam kategori capaian Rendah. Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran terdiri dari: Tabel II. 13 Rincian Capaian Pemanfaatan TIK untuk Administrasi Nomor Indikator Nama Indikator Nilai Sekolah Anda Capaian E.3 Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran 3.6 Rendah E.3.1 Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring 3.6% Rendah E.3.2 Indeks penggunaan platform SDS sumber daya sekolah - ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan Data Terbaru Belum Tersedia Data Terbaru Belum Tersedia


RENCANA KA. Target Indikator Kinerja tahun 2023 Target KNomor Indikator Nama Indikator Capaian tahun 2021 Target Capaian tahun 2023 CaA.1 Kemampuan literasi 2.1 2.4 Di atas kminimumA.1 Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Mahir 17.78% 20% Mahir A.1 Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Cakap 68.89% 70% Cakap A.1 Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Dasar 11.11% 9% Dasar A.1 Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Perlu Intervensi Khusus 2.22% 1% Perlu IntKhusus


15 BAB III KERJA TAHUN 2023 Tabel III.1 Kinerja tahun 2023 paian Rentang Nilai Definisi Capaian kompetensi m 1 - 3 Peserta didik di sekolah menunjukkan tingkat literasi membaca yang cakap dan cukup banyak peserta didik berada pada level mahir. 0 - 100 Peserta didik mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks; mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap isi teks. 0 - 100 Peserta didik mampu membuat interpretasi dari informasi implisit yang ada dalam teks; mampu membuat simpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam suatu teks. 0 - 100 Peserta didik mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana. ervensi 0 - 100 Peserta didik belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks ataupun membuat interpretasi sederhana.


A.1.1 Kompetensi membaca teks informasi 69.68 71 Belum TA.1.2 Kompetensi membaca teks sastra 71.73 75 Belum TA.1.3 Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) 69.99 72 Belum TA.1.4 Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks (L2) 65.13 67 Belum TA.1.5 Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) 61.91 73 Belum TA.2 Kemampuan numerasi 2 2,2 MencapakompeteminimumA.2 Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Mahir 15.56% 20% Mahir A.2 Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Cakap 53.33% 55% Cakap A.2 Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Dasar 31.11% 25% Dasar


16 ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ai ensi m 1 - 3 Sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk numerasi namun perlu upaya mendorong lebih banyak peserta didik menjadi mahir. 0 - 100 Peserta didik mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta nonrutin berdasarkan konsep matematika yang dimilikinya. 0 - 100 Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan matematika yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam. 0 - 100 Peserta didik memiliki keterampilan dasar matematika: komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin.


A.2 Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Perlu Intervensi Khusus 0% 0% Perlu IntKhusus A.2.1 Kompetensi pada domain Bilangan 60.13 62 Belum TA.2.2 Kompetensi pada domain Aljabar 58.54 60 Belum TA.2.3 Kompetensi pada domain Geometri 58.71 60 Belum TA.2.4 Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian 57.68 60 Belum TA.2.5 Kompetensi mengetahui (L1) 59.82 62 Belum TA.2.6 Kompetensi menerapkan (L2) 57.3 59 Belum TA.2.7 Kompetensi menalar (L3) 58.83 60 Belum TA.3 Karakter 2 2,2 Perlu DikembaA.3.1 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia 2 2.2 Berkemb


17 ervensi 0 - 100 Peserta didik hanya memiliki pengetahuan matematika yang terbatas (penguasaan konsep yang parsial dan keterampilan komputasi yang terbatas). ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0 - 100 Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. angkan 1 - 3 Peserta didik telah menyadari pentingnya nilainilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global, namun masih perlu dukungan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. bang 1 - 3 Peserta didik memiliki kesadaran akan pentingnya berakhlak baik pada sesama manusia, alam, dan negara, serta sudah menerapkannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.


A.3.2 Gotong Royong 2 2.2 BerkembA.3.3 Kreativitas 2 2.2 BerkembA.3.4 Nalar Kritis 2 2.2 BerkembA.3.5 Kebinekaan global 2 2.2 BerkembA.3.6 Kemandirian 2 2.2 BerkembC.1 Proporsi GTK bersertifikat 85% 87.5% Baik C.2 Proporsi GTK penggerak Indikator Belum Relevan Indikator Belum Relevan IndikatorRelevan C.2.1 % guru penggerak Indikator Belum Relevan Indikator Belum Relevan IndikatorRelevan C.2.2 % KS/wakil KS penggerak Indikator Belum Relevan Indikator Belum Relevan IndikatorRelevan


18 bang 1 - 3 Peserta didik memiliki kesediaan dan kemauan berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan sosial, serta sudah diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. bang 1 - 3 Peserta didik memiliki kesenangan dan pengalaman untuk menghasilkan pemikiran, gagasan, serta karya yang baru dan berbeda, serta sudah diimplementasikan secara optimal. bang 1 - 3 Peserta didik terbiasa untuk menelusuri, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat. bang 1 - 3 Peserta didik memiliki ketertarikan terhadap keragaman di berbagai negara serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu global, dan sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. bang 1 - 3 Peserta didik terbiasa mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mencapai tujuan belajar dalam kehidupan sehari-hari. 0% - 100% Satuan Pendidikan dengan proporsi guru bersertifikat pendidik tinggi. r Belum 0% - 100% Satuan Pendidikan belum menjadi sasaran program guru penggerak. r Belum Satuan Pendidikan belum menjadi sasaran program guru penggerak. r Belum Satuan Pendidikan belum menjadi sasaran program guru penggerak.


C.2.3 % pengawas penggerak Indikator Belum Relevan Indikator Belum Relevan IndikatorRelevan C.3 Pengalaman pelatihan GTK 13.33 13.33 Merintis C.3.1 Pengetahuan bidang studi (termasuk magang untuk SMK) 20% 20% Merintis C.3.2 Pedagogi 10% 30% Merintis C.3.3 Manajerial 10% 30% BerkembC.5 Nilai uji kompetensi guru 59.7 59.7 Baik C.5.1 Kompetensi pedagogic 56.39 56.39 Baik C.5.2 Kompetensi professional 63 63 Baik C.6 Kehadiran guru di kelas Data Terbaru Belum Tersedia Data Terbaru Belum Tersedia Data TerBelum TC.6.1 Kehadiran guru menurut laporan murid Data Terbaru Belum Tersedia Data Terbaru Belum Tersedia Data TerBelum T


19 r Belum Satuan Pendidikan belum menjadi sasaran program guru penggerak. 0 - 100 Satuan Pendidikan sedang merintis dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan. 0% - 100% Satuan Pendidikan sedang merintis dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan pengetahuan bidang studi. 0% - 100% Satuan Pendidikan sedang merintis dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan pengetahuan pedagogik. bang 0% - 100% Satuan Pendidikan berkembang dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan penguatan manajerial. 0 - 100 Satuan Pendidikan dengan rata-rata nilai UKG sudah baik. 0 - 100 Satuan Pendidikan dengan rata-rata nilai UKG Pedadogik sudah baik. 0 - 100 Satuan Pendidikan dengan rata-rata nilai UKG Profesional sudah baik. rbaru ersedia Nilai indikator ini belum tersedia. rbaru ersedia Nilai indikator ini belum tersedia.


C.6.2 Kehadiran guru menurut laporan kepala sekolah Data Terbaru Belum Tersedia Data Terbaru Belum Tersedia Data TerBelum TC.8 Pemenuhan kebutuhan Guru 50% 75% Cukup D.1 Kualitas pembelajaran 2.08 2.20 Terarah D.1.1 Manajemen kelas 2 2,2 MenerapD.1.2 Dukungan afektif 2.38 2.50 KonstrukD.1.3 Aktivasi kognitif 1.87 2.1 ResponsD.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru 2 2.2 Aktif D.2.1 Belajar tentang pembelajaran 51.8 75 Aktif


20 rbaru ersedia Nilai indikator ini belum tersedia. 0% - 100% Satuan Pendidikan yang cukup mampu dalam melakukan pemenuhan guru. 1 - 3 Pembelajaran mengarah pada peningkatan kualitas yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif dari guru. pkan 1 - 3 Sebagian kelas suasananya kondusif untuk melangsungkan pembelajaran dan sejumlah guru berupaya aktif untuk melibatkan peserta didik dalam pengelolaan kelas. ktif 1 - 3 Dukungan afektif berupa perhatian, kepedulian dan umpan balik untuk meningkatkan ekspektasi akademik secara konstruktif telah diberikan oleh guru. sif 1 - 3 Aktivasi kognitif dalam proses pembelajaran berupa menciptakan iklim pembelajaran terbuka dengan memberikan instruksi, panduan dan aktivitas yang interaktif pada pembelajaran literasi dan numerasi yang dipraktekkan oleh guru bersifat terbatas. 1 - 3 Kegiatan pengembangan kualitas pembelajaran yang dilakukan belum terstruktur. Guru belum konsisten melakukan refleksi pembelajaran, mengeksplorasi referensi pengajaran baru, dan mencetuskan inovasi baru. 0 - 100 Guru belum secara intensif mencari referensi pengajaran melalui buku, seminar, diskusi, praktik baik guru lain, dll untuk meningkatkan kualitas pengajaran, namun masih perlu ditingkatkan intensitasnya.


D.2.2 Refleksi atas praktik mengajar 56.23 75 Aktif D.2.3 Penerapan praktik inovatif 56.98 75 Aktif D.3 Kepemimpinan instruksional 2.33 2.40 BerdampD.3.1 Visi-misi sekolah 55.85 60 Terarah D.3.2 Pengelolaan kurikulum sekolah 52.45 75.5 BerorienD.3.3 Dukungan untuk refleksi guru 51.98 60 Terstrukt


21 0 - 100 Proses refleksi untuk peningkatan kualitas yang dilakukan, tidak terbatas ketika terjadi permasalahan, namun, belum dilakukan secara rutin dan konsisten. 0 - 100 Guru mulai aktif mencari cara, sumber, dan strategi pengajaran baru dalam rangka melakukan inovasi pembelajaran untuk meningkatkan ketertarikan, keterlibatan, dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. pak 1 - 3 Kepemimpinan instruksional yang visioner dengan mengacu pada visi-misi sekolah secara konsisten termasuk mengkomunikasikan visimisi kepada warga sekolah sehingga perencanaan, praktik dan asesmen pembelajaran berorientasi peningkatan hasil belajar peserta didik melalui dukungan program, sistem insentif atau sumber daya yang memadai yang berdampak pada membudayanya guru melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran. 0 - 100 Visi-misi sekolah menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja sekolah serta dikomunikasikan kepada warga sekolah. tasi 0 - 100 Perencanaan pembelajaran, praktik pembelajaran, dan praktik asesmen di satuan pendidikan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik. tur 0 - 100 Sekolah sudah memiliki program, sistem insentif, dan sumber daya yang telah mendukung guru untuk melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran.


D.4 Iklim keamanan sekolah 2.52 2.75 Aman D.4.1 Kesejahteraan psikologis murid 2 2.2 BerkembD.4.2 Kesejahteraan psikologis guru 2 2.2 BerkembD.4.3 Perundungan 2.75 2.85 Aman D.4.4 Hukuman fisik 2.63 2.73 Aman D.4.5 Kekerasan seksual 2.38 2.48 Aman D.4.6 Narkoba 3 3 Aman


22 1 - 3 Satuan pendidikan memiliki lingkungan sekolah yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah dalam mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan sekolah. bang 1 - 3 Peserta didik merasa aman dan nyaman ketika berada di lingkungan sekolah pada situasisituasi tertentu saja. bang 1 - 3 Guru masih belum sepenuhnya merasa sebagai bagian dari satuan pendidikan sehingga mereka menikmati perannya sebagai seorang pendidik hanya pada situasi tertentu saja. 1 - 3 Satuan pendidikan aman dari kasus perundungan. Kepala sekolah dan guru telah memiliki konsepsi yang tepat dan yakin dengan pengetahuan dan kemampuannya terkait perundungan. 1 - 3 Satuan pendidikan aman dari kasus hukuman fisik. Kepala sekolah dan guru telah memiliki konsepsi yang tepat dan yakin dengan pengetahuan dan kemampuannya terkait hukuman fisik. 1 - 3 Satuan pendidikan aman dari kasus pelecehan seksual. Kepala sekolah dan guru sudah memahami dan meyakini konsep, definisi, bentuk, cara pencegahan dan kemampuan penanganan pelecehan seksual. 1 - 3 Satuan pendidikan aman dari kasus penyalahgunaan narkoba.Kepala sekolah dan


D.6 Iklim Kesetaraan Gender 2 2.2 Merintis D.6.1 Dukungan atas kesetaraan gender Data Terbaru Belum Tersedia Data Terbaru Belum Tersedia Data TerBelum TD.8 Iklim Kebinekaan 2.5 2.6 MembudD.8.1 Toleransi agama dan budaya 2.5 2.6 MembudD.8.2 Sikap Inklusif 2.5 2.6 MembudD.8.3 Dukungan atas kesetaraan agama dan budaya 2 2.2 Merintis D.8.4 Komitmen kebangsaan 3 3 Membud


23 guru memahami pengertian narkoba dan contoh penyalahgunaan narkoba. 1 - 3 Satuan pendidikan mendukung kesetaraan hakhak sipil antar kelompok gender. Dukungan tersebut seringkali didasari oleh alasan pragmatis dan cenderung bersifat pasif. rbaru ersedia Nilai indikator ini belum tersedia. daya 1 - 3 Satuan pendidikan sudah mampu menghadirkan suasana proses pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas; mendukung kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat nasionalisme. daya 1 - 3 Satuan pendidikan mengakui, menghargai, menerima, mendukung dan merawat keragaman agama/kepercayaan dan budaya. daya 1 - 3 Satuan pendidikan mendukung dan mengakomodir semua peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas. 1 - 3 Satuan pendidikan mendukung kesetaraan hakhak sipil antara kelompok agama/kepercayaan dan budaya mayoritas dan minoritas. Akan tetapi, dukungan tersebut sering kali didasari alasan pragmatis dan cenderung bersikap pasif. daya 1 - 3 Satuan Pendidikan mengetahui lemahnya komitmen kebangsaan dan menindak pelanggaran tersebut dengan cara-cara yang


D.10 Iklim Inklusivitas 2.03 2.13 Merintis D.10.1 Layanan disabilitas 2.1 2.2 BerkembD.10.2 Layanan sekolah untuk murid cerdas dan bakat istimewa 1.67 1.87 Perlu peD.10.3 Sikap terhadap disabilitas 2.33 2.43 MenerimD.10.4 Fasilitas dan Layanan Sekolah untuk Siswa Disabilitas dan Cerdas Berbakat Istimewa Data Terbaru Belum Tersedia Data Terbaru Belum Tersedia Data TerBelum TE.1 Partisipasi warga sekolah 2 2.1 Selektif E.1.1 Partisipasi orang tua 62.08 65.08 Selektif


24 demokratis, seperti bertukar pikiran satu sama lain. 1 - 3 Satuan pendidikan mulai mengembangkan suasana proses pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah bagi peserta didik dengan disabilitas dan cerdas berbakat istimewa. bang 1 - 3 Satuan pendidikan mulai memiliki pengetahuan, sikap yang tepat, dan kemampuan untuk melaksanakan praktik pembelajaran khusus bagi peserta didik dengan disabilitas. ningkatan 1 - 3 Satuan pendidikan membutuhkan pengetahuan, sikap yang tepat, dan kemampuan untuk melaksanakan praktik pembelajaran khusus bagi peserta didik dengan kecerdasan dan bakat istimewa. ma 1 - 3 Peserta didik sudah menerima keberadaan peserta didik disabilitas, sehingga merasa nyaman dan bisa berteman akrab. rbaru ersedia Nilai indikator ini belum tersedia. 1 - 3 Satuan pendidikan melibatkan orang tua dan peserta didik dalam beberapa kegiatan di satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik. 0 - 100 Satuan pendidikan melibatkan orang tua dalam beberapa kegiatan di satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik.


E.1.2 Partisipasi murid 79.38 81.38 Selektif E.2 Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu 46.02% 50.02% Belum TE.2.1 Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan 3.83% 5.83% Belum TE.2.2 Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran 42.2% 45.2% Belum TE.3 Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran 3.6 3.6 Rendah E.3.1 Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring 3.6% 50.6% Rendah E.3.2 Indeks penggunaan platform SDS sumber daya sekolah - ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan Data Terbaru Belum Tersedia Data Terbaru Belum Tersedia Data TerBelum T


25 0 - 100 Satuan pendidikan melibatkan peserta didik dalam beberapa kegiatan di satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik. ersedia 0% - 100% Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0% - 100% Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. ersedia 0% - 100% Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. 0 - 100 Satuan pendidikan memiliki proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring yang rendah. 0% - 100% Satuan pendidikan memiliki proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring yang rendah. rbaru ersedia Nilai indikator ini belum tersedia.


B. Rencana Kerja Tahun 2023 Untuk mencapai target yang diharapkan, SMP Negeberikut : Tabel INO Identifikasi Refleksi Masalah Kategori Capaian Nilai Capaian Akar Masalah Kategori Capaian 1 2 3 4 5 6 1 A.3 Karakter Perlu Dikembangkan 2 Kreativitas Berkembang


26 ri 2 Watumalang merencanakan program, kegiatan dan sub kegiatan III.2 Rencana Kerja Tahun 2023 Benahi Nilai Capaian Rekomendasi Program Kegiatan 7 8 9 g 2 Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi kreativitas (Benahi 1) Guru dan kepala sekolah mempelajari topik semangat guru 2 Modul 1 “kreativitas dan inovasi” Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter kreativitas (Benahi 1) Guru dan kepala sekolah Melaksanakan aksi nyata semangat Guru 2, dan berbagi praktik baik tersebut di komuitas online maupun komunitas di sekolah Penguatan pembelajaran karakter terkait tema kreativitas dengan menggunakan sumber lain di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2) 1. Peningkatan kualitas Guru Mapel melalui kegiatan MGMP, Seminar, Diklat, dsb 2. Peningkatan kualitas Kepala Sekolah melalui kegiatan MKKS, Seminar, Diklat, dsb Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran karakter kreativitas dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5) 1. Refleksi diri guru dan kepala sekolah bulanan 2. Pemberian umpan balik oleh teman sejawat


2 A.3 Karakter Perlu Dikembangkan 2 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Berkembang


27 Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter kreativitas sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6) 3. Penyusunan KTSP dan KOSP dengan mempertimbangkan peningkatan karakter kreativitas siswa g 2 Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia (Benahi 1) Guru dan kepala sekolah mempelajari Topik Profil Pelajar Pancasila Modul 2 “Dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berkarakter mulia” Penguatan pembelajaran karakter terkait tema Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dengan menggunakan sumber lain di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2) Guru dan kepala sekolah mengadakan pelatihan, seminar, dsb terkait tema Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dengan menggunakan sumber lain di luar platform merdeka mengajar Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia (Benahi 4) 1. Guru dan kepala sekolah membuat aksi nyata atau praktik baik yang berkaitan dengan “Dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berkarakter mulia” 2. Guru dan kepala sekolah berbagi pengetahuan dan siskusi terkait dengan aksi nyata atau praktik baik yang berkaitan dengan “Dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berkarakter mulia” baik di komunitas PMM maupun komunitas sekolah


3 A.3 Karakter Perlu Dikembangkan 2 Kemandirian Berkembang


28 Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran karakter Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5) Refleksi kegiatan pembelajaran dengan cara memberikan kuisoner umpan balik kepada siswa maupun teman sejawat Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6) Penyusunan KTSP dan KOSP yang mengakomodasi peningkatan karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah g 2 Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi karakter Kemandirian (Benahi 1) Guru dan kepala sekolah mempelajari Topik Profil Pelajar Pancasila materi “karakter kemandirian “ Penguatan pembelajaran karakter Kemandirian dengan menggunakan sumber lain di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2) Guru dan kepala sekolah mengikuti seminar melalui MGMP atau MKKS Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter Kemandirian (Benahi 4) Guru dan kepala sekolah Aktif dalam komunitas di sekolah untuk diskusi terkait karakter kemandirian serta aktif berbagi bukti karya Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran karakter Kemandirian dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5) Guru dan kepala sekolah melakukan refleksi rutin setiap bula sekali


4 A.3 Karakter Perlu Dikembangkan 2 Gotong Royong Berkembang


29 Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter Kemandirian sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6) Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter Kemandirian g 2 Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi karakter gotong royong (Benahi 1) Guru dan Kepala sekolah Mempelajari PMM Topik Profil Pelajar Pancasila Modul Dimensi Gotong Royong Penguatan pembelajaran karakter gotong royong dengan menggunakan sumber lain di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2) Guru dan kepala sekolah mengikuti kegiatan atau seminar yang berkaitan karakter gotong royong Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter gotong royong (Benahi 4) Guru dan kepala sekolah Aktif dalam komunitas di sekolah untuk diskusi terkait karakter gotong royong Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran karakter gotong royong dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5) Guru dan kepala sekolah melakukan refleksi rutin setiap bulan sekali terkait karakter gotong royong Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter gotong royong sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6) Penyusunan KTSP dan KOSP yang mencerminkan peningkatan karakter gotong royong sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah


5 A.3 Karakter Perlu Dikembangkan 2 Nalar Kritis Berkembang6 A.3 Karakter Perlu Dikembangkan 2 Kebinekaan global Berkembang


Click to View FlipBook Version