PENINGKATAN KADAR CO2 ATMOSFER DI BALIK PENINGKATAN
SUHU BUMI
Indikator apa yang memberi petunjuk bahwa telah terjadi perubahan lingkungan?
Perhatikan gambar berikut ini.
Gambar 1. Kadar Peningkatan CO2
Sumber: www. wikipedia
Peningkatan kadar CO2
Peningkatan kadar CO2 di atmosfer telah dicatat sejak tahun 1958 oleh ilmuwan
bernama Charles David Keeling. Selanjutnya para ilmuwan melacak data akumulasi CO2 di
atmosfer bumi menggunakan kurva Keeling yang datanya diukur terus-menerus dari
Observatorium Mauna Loa di Hawai.
Peningkatan kadar CO2 dari waktu ke waktu terus terjadi dimulai sejak zaman Eosen
yaitu periode dalam skala geologi yang terjadi sekitar 60–40 juta tahun yang lalu. Hal ini
penting dipelajari dalam sejarah catatan CO2 yang memberi bukti kuat hubungan antara tingkat
Hal. 2
CO2 dan keadaan iklim yang menghangat. Dengan mempelajari perubahan iklim bumi di masa
lalu maka pemanasan global di masa yang akan datang dapat diprediksi dengan lebih baik.
Kadar CO2 yang tercatat pada 60 tahun yang lalu adalah 315 ppm. Namun, angka
tersebut naik teratur melebihi 410 ppm pada tahun 2018. Catatan terakhir pada 11 Februari
2021, kadar CO2 tercatat mencapai angka 417,21 ppm, artinya terdapat 417,21 mg CO2 yang
terkandung dalam satu juta mg udara).
Kandungan CO2 di atmosfer adalah hasil aktivitas manusia yang sebagian besar berasal
dari penggunaan bahan bakar dari fosil baik untuk kegiatan industri maupun berkendara. Bahan
bakar digunakan melalui reaksi pembakaran.
Gas CO2 hasil pembakaran diemisikan ke atmosfer sekitar 57% sedangkan sisanya
masuk ke laut dan terserap oleh reaksi fotosintesis, Ingatlah bahwa Hukum Lavoisier berlaku
untuk keadaan ini. Jumlah atom karbon selalu sama baik dalam bentuk CO2 di udara maupun
dalam bentuk senyawa lainnya di luar emisi CO2. Oleh karena itu, emisi CO2 di udara inilah
yang harus dikurangi.
Mekanisme Terjadinya Efek Rumah Kaca
Apakah Kalian pernah mendengar istilah rumah kaca? Jika Kalian mencari di internet,
Kalian akan menemukan gambar sebuah ruangan transparan terbuat dari kaca yang berfungsi
untuk memerangkap udara hangat yang bermanfaat bagi tumbuhan. Atmosfer Bumi pun
memiliki sistem serupa dengan rumah kaca tersebut. Peristiwa terperangkapnya udara hangat
di Bumi dikenal dengan istilah efek rumah kaca.
Sumber panas utama permukaan Bumi adalah sinar Matahari. Energi yang dipancarkan
Matahari disalurkan ke Bumi berupa radiasi, kemudian energi ini berubah menjadi panas di
permukaan Bumi. Energi Matahari yang sampai di permukaan Bumi dimanfaatkan dalam
menunjang aktivitas manusia, seperti mengeringkan baju, mengeringkan hasil pertanian,
pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain. Radiasi tersebut merupakan gelombang pendek
bersuhu hangat.
Gelombang pendek bersuhu hangat tersebut tidak seluruhnya diserap oleh permukaan
Bumi, sebagian lagi dipantulkan kembali menuju luar angkasa berupa gelombang inframerah,
sehingga suhu permukaan Bumi tidak akan kelebihan panas.
Gas-gas penyebab efek rumah kaca, seperti gas karbon dioksida (CO2), gas metana (CH4),
klorofluorokarbon (CFC), nitrogen monoksida (NO2), nitrogen dioksida (NO), dan belerang
dioksida (SO2) yang berada pada atmosfer Bumi menyerap energi dari gelombang pada
rentang panjang gelombang 5 – 50 nm. Molekul-molekul gas rumah kaca menyerap energi
Hal. 3
untuk dapat bervibrasi dan berotasi, dan sebagian besar energi lainnya dipancarkan lagi ke
permukaan Bumi.
Akibatnya, gelombang inframerah tidak dapat dilepaskan menuju luar angkasa, melainkan
dipantulkan kembali menuju Bumi, sehingga kebutuhan suhu rata-rata 15 oC untuk permukaan
Bumi dari efek rumah kaca dapat terpenuhi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca berfungsi
untuk untuk menjaga agar suhu antara siang dan malam tidak berbeda jauh, dan menjaga suhu
Bumi tetap hangat. Jika pada atmosfer Bumi kekurangan gas rumah kaca, suhu Bumi akan
menurun dan permukaan Bumi akan ditutupi es.
Anomali Efek Rumah Kaca
Jika jumlah gas rumah kaca pada atmosfer berlebihan, peningkatan suhu Bumi akan
terjadi secara tidak wajar, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8.2. Kini, temperatur yang
dihasilkan oleh emisi gelombang panas gas rumah kaca terhadap bumi telah meningkatkan
temperatur Bumi sebesar 0,6 oC sampai dengan 0,9 oC. Proses ini digambarkan dalam Gambar
2
Gambar 2. Efek Rumah Kaca
Langkah 1: Radiasi matahari mencapai atmosfer bumi, beberapa diantaranya dipantulkan
kembali ke luar angkasa.
Langkah 2 : Sisa energi matahari diserap oleh daratan dan lautan, memanaskan Bumi.
Langkah 3 : Panas memancar dari Bumi menuju ruang angkasa.
Langkah 4 : Sebagian dari panas ini terperangkap oleh gas rumah kaca di atmosfer, menjaga
Bumi tetap hangat untuk menopang kehidupan.
Langkah 5 : Aktivitas manusia seperti membakar bahan bakar fosil, pertanian dan pembukaan
lahan meningkatkan jumlah gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer.
Langkah 6 : Gas rumah kaca ini memerangkap panas ekstra, dan menyebabkan suhu bumi naik.
Hal. 4
Hal. 5