LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS IMPLEMENTASI METODE TUTOR SEBAYA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA Q.S. ALI IMRAN/3:190-191 DAN AR-RAHMAN/55:33 DENGAN TARTIL DAN SESUAI KAIDAH TAJWID SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 BLADO Oleh : Nama : Daryanto, S.H.I NIM : 23031170341 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN (PPG DALJAB) ANGKATAN I UIN WALISONGO SEMARANG TAHUN 2023
1 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan proposal penelitian tindakan kelas ini. Shalawat serta salam tak henti-hentinya kami sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah membimbing umat manusia dengan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup yang agung. Penelitian ini kami lakukan dengan tujuan untuk mengimplementasikan metode Tutor Sebaya dalam meningkatkan keterampilan membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan ArRahman/55:33 dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid. Kami menyadari bahwa pembelajaran Al-Qur'an yang baik dan benar merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan umat Muslim. Dalam konteks ini, keterampilan membaca yang baik dan sesuai dengan kaidah tajwid sangatlah penting agar makna ayat-ayat suci Al-Qur'an dapat dipahami dengan baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di SMK Negeri 1 Blado. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang kaidah tajwid dan meningkatkan keterampilan membaca mereka dengan tartil dan sesuai dengan kaidah tersebut. Dengan demikian, siswa akan mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Kami menyadari bahwa penelitian ini memiliki keterbatasan dan kendala yang mungkin muncul selama proses pelaksanaan. Namun, dengan niat yang tulus, tekad yang kuat, serta kerja sama antara semua pihak yang terlibat, kami yakin bahwa penelitian ini akan memberikan hasil yang bermanfaat. Akhir kata, kami berharap semoga penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan pendidikan Al-Qur'an dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi seluruh umat Muslim dalam mempelajari dan memahami Al-Qur'an dengan lebih baik. Peneliti
2 ABSTRAK Implementasi Metode Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 dengan Tartil dan sesuai Kaidah Tajwid Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Blado Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas implementasi metode tutor sebaya dalam meningkatkan keterampilan membaca ayat-ayat Al-Qur'an (Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33) dengan penerapan tartil dan sesuai kaidah tajwid pada siswa Kelas XI di SMK Negeri 1 Blado. Penelitian tindakan kelas dilakukan selama satu semester dengan dua siklus, melibatkan 36 siswa sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tindakan kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai bagaimana implementasi metode tutor sebaya dapat meningkatkan keterampilan membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode tutor sebaya memiliki dampak positif terhadap peningkatan keterampilan membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid pada siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Blado. Siswa mengalami peningkatan dalam pemahaman terhadap tartil dan kaidah tajwid, serta mampu mengaplikasikan keterampilan membaca yang lebih baik dalam membaca ayat-ayat yang telah ditentukan. Proses pembelajaran melalui metode tutor sebaya mampu mengurangi hambatanhambatan dalam pembelajaran tartil dan tajwid, seperti kesulitan dalam melafalkan huruf-huruf arab dan pemahaman terhadap tajwid. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor pendukung dan hambatan dalam implementasi metode tutor sebaya, seperti motivasi siswa, dukungan dari guru, dan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Rekomendasi penelitian ini mencakup penerapan metode tutor sebaya dalam pembelajaran Al-Qur'an di sekolah-sekolah lain, serta peningkatan pelatihan bagi guru dan tutor sebaya untuk meningkatkan kemampuan dalam membimbing siswa dalam membaca Al-Qur'an dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid. Kata Kunci: Metode Tutor Sebaya, Keterampilan Membaca, Tartil, Kaidah Tajwid, Al-Qur'an, Penelitian Tindakan Kelas.
3 DAFTAR ISI DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar ............................................................................................................... 1 Abstrak .......................................................................................................................... 2 Daftar Isi ........................................................................................................................ 2 BAB 1 Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah .......................................................................................... 4 B. Identifikasi Masalah ................................................................................................ 5 C. Rumusan Masalah ................................................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian .................................................................................................. 5 BAB II Landasan Teori A. Pengertian Al-Qur’an .............................................................................................. 6 B. Ilmu Tajwid ............................................................................................................. 9 BAB III Metode Penelitian A. Setingan Penelitian .................................................................................................. 21 B. Persiapan penelitian tindakan kelas (PTK) .............................................................. 21 C. Subjek Penelitian ..................................................................................................... 22 D. Sumber .................................................................................................................... 22 E. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................................... 22 F. Indikator Kinerja ..................................................................................................... 23 G. Analisis Data .......................................................................................................... 23 H. Prosedur Penelitian .................................................................................................. 23 BAB IV Kesimpulan dan Saran I. Kesimpulan .............................................................................................................. 37 J. Saran ........................................................................................................................ 37 K. Daftar Pustaka ......................................................................................................... 38 L. Lampiran-lampiran
4 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Membaca Al-Qur'an dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid merupakan tujuan utama dalam mempelajari Al-Qur'an. Namun, keterampilan membaca yang baik dan benar seringkali menjadi tantangan bagi siswa, terutama dalam konteks pengajaran di sekolah. Banyak siswa yang menghadapi kesulitan dalam menguasai kaidah tajwid dan membaca dengan tartil, yang dapat menghalangi pemahaman mereka terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kesulitan siswa dalam mengembangkan keterampilan membaca Al-Qur'an dengan baik. Pertama, kurangnya pemahaman siswa terhadap metode pembelajaran yang efektif dalam pengajaran Al-Qur'an. Metode pengajaran yang kurang menarik atau tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dapat menghambat kemampuan mereka dalam mempelajari dan menguasai keterampilan membaca Al-Qur'an dengan baik. Selain itu, kurangnya kesempatan bagi siswa untuk berlatih secara intensif juga dapat menjadi kendala dalam pengembangan keterampilan membaca. Pembelajaran AlQur'an yang terbatas pada waktu pelajaran di sekolah saja tidak memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk berlatih dan mengasah keterampilan membaca mereka. Oleh karena itu, diperlukan suatu tindakan yang spesifik untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid. Implementasi metode Tutor Sebaya dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an siswa. Metode Tutor Sebaya, yang melibatkan kolaborasi antara siswa, dapat memperkuat pemahaman dan keterampilan siswa melalui pertukaran pengetahuan, pemahaman, dan umpan balik antar sesama siswa. Dalam konteks inilah penelitian tindakan kelas diusulkan, yaitu untuk mengimplementasikan metode Tutor Sebaya dalam meningkatkan keterampilan membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid siswa. Dengan menerapkan metode ini, diharapkan siswa dapat memperbaiki keterampilan membaca Al-Qur'an mereka dengan baik dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan keterangan diatas, melalui penelitian ini akan diteliti : “Implementasi Metode Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Q.S. Ali Imran/3:190- 191 dan Ar-Rahman/55:33 dengan Tartil dan sesuai Kaidah Tajwid Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Blado”
5 B. Identifikasi Masalah Melihat dan memperhatikan kondisi yang ada saat ini adalah: 1. Masih banyaknya siswa yang belum pandai dalam hal membaca al-Qur’an 2. Belum adanya strategi pembelajaran yang tepat 3. Belum adanya kolaborasi antara guru dan siswa C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian tindakan kelas ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Bagaimana implementasi metode Tutor Sebaya dalam pembelajaran Al-Qur'an terhadap keterampilan membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Blado? D. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Blado pada ayat-ayat Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33. 2. Meningkatkan kolaborasi dan interaksi antara siswa melalui implementasi metode Tutor Sebaya dalam pembelajaran Al-Qur'an. E. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Ditemukan strategi yang tepat dalam membaca al-Qur’an 2. Kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an meningkat. 3. Kualitas siswa dalam membaca al-Qur’an pada pendidikan agama Islam
6 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Al-Qur’an Yang paling prinsip dan mutlak tentang pengertian Al-Qur’an ini adalah bahwa AlQur’an itu wahyu atau firman Allah SWT untuk menjadi petunjuk dan pedoman bagi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Dan bukanlah Al- Qur’an itu kitab karangan Muhammad atau ciptaannya, atau pikiran-pikiran serta pendapat Muhammad. Dibawah ini akan dikemukakan beberapa pendapat ulama tentang pengertian Al-Qur’an: KH.Munawar Khalil, beliau menyatakan: ”Al-Qur‟an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang bersifat mukjizat dengan sebuah surat dari padanya yang beribadat bagi yang membacanya.” Drs.H.M. Khudhari Umar, mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: “AlQur‟an adalah kalam Allah yang tiada tandingannya (Mukjizat) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan rasul, dengan perantaraan malaikat jibril, ditulis dalam mushaf-mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dari surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Naas. Prof. Dr. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, dia memberikan pengertiannya sebagai berikut: “Al-Qur‟an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad yang ditilawatkan dengan lisan lagi mutawatir penulisannya.” Imam Fakhrur Razie dan Syekh Mahmud Syaltut, yang menyatakan :”Al- Qur‟an adalah lafadz Arab yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yang dinukilkan kepada kita secara Mutawatir.” Dengan memperhatikan apa yang sudah disampaikan dan dijelaskan oleh para pakar dan ulama mengenai pengertian al-Qur’an diatas, maka pengertian tersebut dapat dirangkum sebagai berikut: ✓ Wahyu atau firman Allah SWT. ✓ Diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. ✓ Dengan perantaraan Malaikat Jibril, atau dengan cara lain. ✓ Menggunakan Bahasa Arab. ✓ Untuk pedoman dan petunjuk bagi manusia. ✓ Merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang terbesar. ✓ Diterima oleh umat Islam secara mutawatir.
7 1. Keistemewaan Al-Qur’an. Diantara keistimewaan al-Qur’an ialah: a. al-Qur’an memuat ajaran ketuhanaan yang benar yang pernah dimuat di dalam kitab-kitab sebelumnya, namun diantaranya sudah diubah demikian rupa. b. Ajaran yang dibawa al-Qur’an adalah kalimat (keputusan hukum) Allah SWT yang terakhir, oleh sebab itu ia tetap dipelihara dan dijaga. c. Al-Qur’an dikehendaki kekekalannya, sehingga isinya sesuai dengan Perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan tidak ada yang kontradiktif dengannya. d. Isi al-Qur’an berdimensi seluruh kehidupan, empat dimensi itu dibicarakan oleh alQur’an agar manusia dapat hidup dengan baik, yaitumatinya manusia sebelum hidup, bagaimana menghadapi hidup Sekarang, bagaimana menghadapi kematian dan bagaimana hidup sesudah mati. 2. Tanggung jawab Muslim terhadap Al-Qur’an. Sebagai seorang muslim, kita mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap kitab suci al-Qur’an, wahyu Allah SWT yang berisikan ajaran agama (islam) yang dikehendakiNya untuk diterapkan di dalam hidup dan kehidupan. Hal ini adalah realisasi dari rukun iman, percaya kepada kitab-kitab Allah. Tugas dan Tanggung jawab itu dapat diringkas sebagai berikut: a. Mengenal kitab suci al-Qur’an sebagai wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, terdiri dari 30 juz, 114 surah dan hal-hallain yang terkait dengannya, sehingga seorang muslim dapat membedakan antara kitab suci alQur’an daripada kitab atau buku-buku lainnya, dan apabila dibacakan al-Qur’an ia dapat membedakan daripadabacaan lainnya. b. Menghormati dan memuliakan al-Qur’an atau dengan kata lain memelihara kehormatan al-Qur’an. c. Menghayati al-Qur’an, ialah menelaah ayat-ayat al-Qur’an yang dibaca sehingga dapat disimak kandungan isinya. d. Mengamalkan isi kandungan al-Qur’an. e. Mendakwahkan isi kandungan al-Qur’an kepada semua manusia sehingga hidup dan kehidupan ini selamat dengan nuansa al-Qur’an. 3. Adab membaca al-qur’an. Imam Ghazali di dalam kitabnya yang terkenal “Ihya Ulumiddin “ menguraikan
8 sejelas-jelasnya adab dan tata cara membaca al-Qur’an, baik lahir maupun bathin. Di antara adab lahir: a. Suci dari hadats besar maupun kecil, termasuk bersih mulut. b. Membaca dengan penuh kesopanan, yaitu dengan menghadap kiblat,berdiri jika dalam shalat, lebih utama (afdhal) daripada duduk, kendati dibolehkan dalam posisi duduk atau berbaring. c. Menguraikan air mata (menangis). d. Memelihara hak masing-masing huruf dan ayat, termasuk melaksanakan sujud tilawah pada 14 tempat yang dianjurkan. e. Membaca dimulai dengan bacaan ta’awwuz dan ditutup dengan tashdiqtermasuk membaca tasbih,istiqfar dan do’a pada tempat-tempat tertentu. f. Membaca dengan nyaring, minimal didengar oleh diri sendiri (murattal). g. Disunatkan berlagu yang baik (mujawwad) tetapi tidak berlebihan (talhin) karena Nabi SAW menganjurkan agar menghiasi al-Qur’an dengan baiknya suara. Diantara adab bathin ialah: a. Menghadirkan hati, karena yang akan dibaca adalah kalam Allah. Penyair Muhammad Iqbal mengatakan , “jadikanlah Al-Qur’an ituseakan-akan turun buat anda” b. Tadabbur, merenungi dan menyimak makna yang terkandung di dalamayat-ayat al-Qur’an. c. Pilihlah waktu-waktu yang baik, diwaktu malam usai shalat magrib dan isya, dan diakhir malam pada waktu fajar. Pada waktu siang yang terbaik sesudah shalat subuh. Juga menggunakan hari yan baik untuk membaca al-Qur’an seperti hari jum’at, senin dan kamis, pada hari arafah, 10 hari pertama bulan zulhijjah, dibulan ramadhan dan sepuluh hari terakhir dibulan ramadhan. 4. Fungsi al-Qur’an. Fungsi al-Qur’an sebagai tersurat dalam nama-namanya adalah sebagai berikut : a. Al-Huda (petunjuk). Dalam al-Qur’an terdapat tiga kategori tentang posisi alQur’an sebagai petunjuk. Pertama petunjuk bagi manusia secara umum terdapat dalam Qur’an surah al-Baqarah [2]:185. Kedua, al-qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa terdapat dalam Qur’an surah al-Baqarah [2]:2, surah
9 Ali Imran [3]: 138, Ketiga petunjuk bagi orang-orang beriman terdapat dalam Qur’an surah fushshilat [41]:44 dan surah Yunus [10];57. b. Al-furqan (pemisah). Dalam al-qur’an dikatakan bahwa ia adalah ukuranuntuk membedakan dan bahkan memisahkan antara yang hak dan bathil, atau antara yang benar dan dengan yang salah, terdapat dalam Qur’an surah al-Baqarah [2]:185. c. Al-Syifa (obat). Dalam al-Qur’an dikatakan bahwa ia berfungsi sebagai obat bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada, terdapat dalam Qur’an surahYunus [10]:57. d. Al-mau‟izhah (nasihat). Dalam al-Qur’an dikatakan bahwa ia berfungsi sebagai nasihat bagi orang-orang bertaqwa, terdapat dalam Qur’an surahAli Imran 32]:138. B. Ilmu Tajwid. 1. Definisi Ilmu Tajwid. Lafadz Tajwid menurut bahasa artinya “membaguskan”. Sedangkan menurut istilah adalah “mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan member hyak dan mustahaknya”. Yang dimaksud dengan hak huruf adalah sifat asli yang selalu bersama dengan huruf tersebut, seperti Al Jahr, Isti’la, istifal dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan mustahak huruf adalah sifat yang Nampak sewaktuwaktu, seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa dan lain sebagainya. Hukum mempelajari ilmu tajwid secara teori adalah fardhu kifayah, sedangkan hokum membaca al-Qur’an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah fardhu’ain. Ilmu tajwid adalah ilmu yang sangat mulia. Hal ini karena keterkaitannya secara langsung dengan al-Qur’an. Diantara keistimewaannya adalah sebagai berikut: a. Mempelajari dan mengajarkan al-Qur’an merupakan tolok ukur kualitas seorang muslim b. Mempelajari al-Qur’an adalah sebaik-baik kesibukan. c. Dengan mempelajari al-Qur’an, maka akan turun sakinah (ketentraman),rahmat, malaikat dan Allah menyebut-nyebut orang yang mempelajari al-Qur’an kepada makhluk yang ada di sisiNya. Sedangkan tingkatan dalam membaca al-Qur’an yang diakui oleh ulama qiroat ada empat yakni: a. التحقيق At Tahqiq, yaitu bacaan al-Qur’an yang sangat lambat dan bertajwid, yang lazim digunakan untuk mengajarkan al- Qur’an dengan sempurna.
10 b. الترتيل At Tartil, yaitu bacaan lambat dan bertajwid yang sesuai dengan standar, yakni pertengahan antara At Tahqiq dan At Tadwir. Bacaan ini adalah bacaan yang paling bagus karena sesuai dengan bacaan al-Qur’an saat diturunkan. c. التدوير At Tadwir yaitu bacaan yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, yakni pertengahan antara Al hard dan Attartil namun masih bertajwid. d. الحدر Al Hadr, yaitu bacaan yang dilakukan dengan tingkatanpaling cepat namun tetap mempraktikkan tajwidnya. 2. Tempat – Tempat keluarnya huruf. Untuk membantu agar lebih cepat dan tepat dalam mempelajari makhroj huruf, ulama Qira’at menuangkan pengucapan setiap huruf dalam bentuk tulisan. Dengan mengetahui makhroj huruf dan ditopang dengan latihan secara terus menerus dalam mengucapkannya, maka akan dapat memperlancar lidah dalam mengucapkan huruf dengan baik dan benar. Sedangkan secara terperinci berjumlah tujuh belas, yaitu: a. الجوف Yang keluar dari rongga mulut adalah huruf-huruf mad, yakni: 1. و : pengucapannya dengan memoyongkan dua bibir ي : pengucapannya dengan menurunkan bibir bagian bawah ا : pengucapannya dengan membuka mulut b. الحلق yang keluar d a r i tenggorokan adalah huruf-huruf: 2). ء - ه ; keluar dari tenggorokan bawah 3).ع - ح ; keluar dari tenggorokan tengah 4).غ - خ ; keluar dari tenggorokan atas c. اللسان huruf-huruf yang keluar dari lidah sebagai berikut 5).ق ; keluar dari pangkal lidah (dekat tenggorokan) dengan mengangkatnya keatas langit-langit. 6).ك : seperti makhruj huruf qof namun pangkal lidah diturunkan. 7).ي - ش – ج ; keluar dari tengah lidah bertemu dengfan langit – langit. 8).ض : keluar dari dua sisi lidah atau salah satunya bertemu dengan gigi geraham. 9).ل ;keluarnya dengan menggerakan semua lidah dan bertemu dengan ujung langit-langit. 10).ن : keluarnya dari ujung lidah dibawah makhroj huruf lam. 11).ر : keluarnya dari ujung lidah, hampir sama seperti dengan memasukkan punggung lidah. 12).ط - د – ت : keluar dari ujung lidah yang bertemu dengan gigi bagian atas.
11 13).ظ - ذ – ث : keluar dari ujung lidah, ujung lidah keluar sedikit dan bertemu dengan ujung gigi depan bagian atas. 14).ص - س – ز ; keluar dari ujung lidah yang hampir bertemu dengan gigi depan bagian bawah. d. الشفتان yang keluar dari dua bibir. 15).ف : keluar dari bibir bawah bagian dalam yang bertemu dengan ujung gigi seri atas. 16).م - ب – و ; huruf mim dan ba keluar dari dua bibir yang dirapatkan, sedangkan waw dengan memonyongkan bibir. 17).الحيشوم yang keluar dari rongga hidung adalah huru-huruf ghunnah (dengung). terdapat pada tujuh tempat berikut: a) GhunnahMusyaddah b) idgham bighunnah c) idgham mutajanisain d) idgham mitslain e) iqlab f) ikhfa haqiqi g) ikhfa syafawi 3. Hukum Nun Mati dan Tanwin Dalam membaca al-Qur’an kita akan mendengarkan nun mati atau tanwin yang ada dalam setiap ayat. Pengucapan nun mati atau tanwin ada yang harus jelas, ada yang harus samar, ada yang harus lebor sehingga nun mati atau tanwin tersebuttidak tampak, dan ada pula yang berubah menjadi mim. Untuk itu,maka dalam hal ini akan dibahas satu persatu hukum-hukum tersebut. a. Izh-har (atau lengkapnya izh-har halqy), secara bahasa artinya jelas. Sedangkan menurut ilmu tajwid adalah pembacaan nun mati atau tanwinsesuai dengan makhrojnya tanpa dighunnahkan apabila bertemu dengan salah satu huruf halqiyah (tenggorokan). Huruf-hurufnya adalah: ع – ه – ا غ - خ – ح– Alif/Hamzah – ha – ain – ha – ghain - kho b. Idgham, secara bahasa artinya memasukkan, sedangkan menurut ilmu tajwid adalah pengucapan nun mati atau tanwin secara lebur ketikabertemu huruf- huruf idgham, atau pengucapan dua huruf seperti dua huruf yang ditasydidkan. Pembacaan idgham, ada yang yang harus dighunnahkan yaitu dinamakan dengan idgham bighunnah atau idgham ma’al ghunnah, dan ada pula yang tidak boleh dighunnahkan, yaitudisebut idgham bila ghunnah.Huruf-huruf idgham bi ghunnah:
12 - ن – م – و-ي waw – mim – nun – ya Huruf-huruf idgham bila ghunnah: ر – ل lam– ra c. Iqlab, secara bahasa artinya merubah, sedangkan menurut istilah adalah pengucapan nun mati atau tanwin yang bertemu dengan huruf ba’ yang berubah menjadi mim dan disertai dengan ghunnah –sebagian ulama’ menambahkan ikhfa’, yakni suara mim tidak terdengar sempurna karenadua bibir tidak merapat dengan sempurna. d. Ikhfa‟( atau lengkapnya ikhfa Haqiqy), secara bahasa artinya menutupi. Sedangkan yang dimaksud disisni adalah pengucapan nun mati atautanwin ketika bertemu dengan huruf – huruf ikhfa’ memiliki sifat antara izh-har dan idgham dengan disertai ghunnah. Huruf-hurufnya berjumlah 15:- ض - ز – ت-ظ - ش – ق– ث -ط -ك - ذ – ف –ص – ج – د –س 4. Hukum Mim Mati Apabila terdapat mim sakinah, maka hukum bacaannya ada tiga macam, yaitu: a. Ikhfa‟ syafawi, yaitu apabila mim mati bertemu dengan ba’ carapengucapannya mim tampak samar disertai dengan ghunnah b. Idgham mitslain, yaitu apabila mim mati bertemu dengan mim. Cara pengucapannya harus disertai dengan ghunnah. c. izh-har syafawi, yaitu apabila mim mati bertemu dengan selain huruf mim dan ba’. Cara pengucapannya adalah mim harus tampak jelas tanpa ghunnah, terutamaketika bertemu dengan fa’ dan waw. Sedikitpun mim tidak boleh terpengaruh makhroj fa’ dan waw walaupun makhrojnya beredekatan/ sama. 5. Hukum Mim dan Nun Bertasydid Setiap mim dan nun bertasydid wajib dighunnahkan sepanjang dua harokat. Adapun mengenai ukuran lama ghunnahnya sebagian ulama Qiro’at menetapkannya dengan cara menutup jari atau membukanya dengan gerakan yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. 6. Hukum Alif Laam Berdasarkan cara pembacaannya, alif lam dibagi menjadi dua macam, yaitu: a. ال هٌقمر alif lam Qamariyah, yakni alif lam harus dibaca jelas ketika ا – ب – غ -ج – ح - ك - و – ح – ف ع – ق – ي – م – ه :berikut huruf-huruf menghadapi b. ال هٌشمس alif lam Syamsiyah, yakni alif lam harus dibaca idghom (masuk ke dalam huruf berikutnya) apabila bertemu dengan huruf- huruf berikut: – ر – ص – ث – ط د – س - ظ –ز – ش - ل-ت – ض – ذ – ن 7. Hukum Mad Arti mad menurut bahasa adalah tambahan . sedangkan menurut istilah adalah
13 memanjangkan suara ketika mengucapkan huruf mad. Huruf mad ada tiga, yaitu: a. ا alif yang huruf sebelumnya berharokat fathah b. و waw yang huruf sebelumnya berharokat dhommah. c. ي Ya yang huruf sebelumnya berharokat kasrah. 1). Mad Asli Mad asli yaitu mad yang tidak dipengaruhi oleh sebab hamzah atau sukun, tetapi di dalamnya terdapat salah satu dari huruf mad diatas. Kadar panjang dari mad ini adalah 2 (dua) harokat. Yang termasukdalam kategori Mad Asli –dalam riwayat Hafs dari’ Ashim- adalah: a) Mad Thabi‟ii Yaitu mad yang terdiri dari huruf huruf mad, dan tidak terdapat unsur tambahan lainnya seperti hamzah. b) Mad Badal Yaitu setiap hamzah yang dipanjangkan 2 harakat sebagai pengganti hamzah yang terhilangkan. c) Mad Iwadh Yaitu mad yang terjadi ketika berwaqaf pada huruf yang berakhiran fathatain. d) Mad Tamkiin Yaitu mad yang terdapat pada huruf ya yang bertasydid bertemu dengan ya mati. e) Mad Qashirah Shilah Yaitu ha’ dhomir yang tidak didahului maupun diikuti oleh huruf sukun bertemu dengan selain hamzah. 2).Mad Far’i Mad far’i merupakan kebalikan dari Mad Asli, yaitu mad yang dipengaruhi oleh sebab hamzah dan sukun. Kadar panjang mad far’I cukup beragam, yaitu 2, 4, 5 dan 6 harakat. Adapun pembagian mad far’I dikelompokkan karena tiga sebab, yaitu mad yang bertemu dengan hamzah, mad yang bertemu dengan sukun murni, dan mad yang bertemu dengan sukun karena waqaf. a) Mad yang bertemu dengan hamzah, terbagi menjadi 3 macam, yaitu: 1) Mad wajib muttashil
14 Yaitu mad yang bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Mad ini dibaca panjang 4 dan 5 harakat ketika washal, dan dibaca panjang 4, 5 dan 6 harakat ketika waqaf. 2) Munfashil jaiz Mad Yaitu mad yang bertemu dengan hamzah dalam kata yang terpisah. Mad ini dibaca panjang 4 atau 5 harakat ketikawashal, dan dibaca panjang 2 harakat ketika waqaf (kembali ke hokum asalnya yaitu mad asli) 3) Thawilah shilah Mad Yaitu ha dhamir yang bertemu dengan hamzah dalam kata yang terpisah. Mad ini dibaca panjang 4 dan 5 harakat ketika washal, dan berubah menjadi mati ketika waqaf. a) Mad yang bertemu dengan sukun murni – maksudnya sukun itu sendiri dan tasydid-, terbagi menjadi 5 macam, yang kesemuanya memiliki kadar panjang yang sama yaitu 6 harakat. (1) Farqi Mad Yaitu mad badal yang bertemu dengan tasydid. Mad ini hanya terjadi pada dua kata di dalam Al-Qur’an, yakni yang terdapat di dalam surat Al-An’am: 143-144, yunus: 59 dan An-Naml:59. (2) kalimi Mukhaffaf Lazim Mad Yaitu mad yang bertemu dengan sukun yang terjadi dalam rangkaian kata (kalimat). (3) Kalimi LazimMutssaqal Mad Yaitu mad yang bertemu dengan tasydid yang terjadi dalam rangkaian kata. (4) Harfi Mukhaffaf Lazim Mad Yaitu mad yang bertemu dengan sukun yang terjadi dalam rangkaian huruf muqatha’ah (rangkaian huruf yang terdapat pada awal sebagaian surat atau disebut fawatihus Suwar). ن – ق – ص – ع – س – ل – ك – م :adalah hurufnya-Huruf (5) Harfi Mutsaqal lazim Mad Yaitu mad yang bertemu dengan tasydid (karena Idgham) yang terjadi didalam rangkaian huruf muqatha’ah. b) Mad yang bertemu dengan sukun karena waqaf, terbagi menjadi2 macam yang kesemuanya memiliki kadar panjang sama 2, 4 atau 6
15 harakat, yaitu: (1) Mad Aridh Lissukun للسكون عرض مد Yaitu mad yang bertemu dengan huruf yang disukunkankarena berwaqaf. مد ل ٌٌن Liin Mad) 2( Yaitu mad yang terjadi ketika berwaqaf pada huruf yang didahului oleh huiruf liin (waw dan ya mati sebelumnya huruf berharakat fathah) bertemu dengan huruf yang disukunkan karena berwaqaf. 8. Tafkhim dan Tarqiq Di dalam membaca al-Qur’an, kita memerlukan pengetahuan tentang tafkhim dan tarqiq, karena hal ini termasuk bagian dari kesempurnaan tilawah. Tafkhim berarti menebalkan suara, sedangkan tarqiq adalah lawannya yaitu menipiskan suara. Ulama Tajwid menjelaskan kepada kita tiga hal yang harus ditafkhimkan atau ditarqiqkan, yaitu: a. Huruf-huruf isti’la. Semua huruf isti’la harus dibaca tafkhim, dengan dua tingkatan. Pertama, tingkatan tafkhim yang kuat, yakni ketika sedang berharokat fathah atau dhommah, dan ketika sukun jika sebelumnya berharokat fat-hah atau dhommah. Kedua, adalah tingkatan tafkhim yang lebih ringan, yakni ketika berharokat kasroh atau ketika sukun dengan huruf sebelumnya berharokat kasroh. b. Huruf Ro’ 1). Ro’ dibaca tafkhim apabila keadaannya sebagai berikut: a) Ketika berharokat fat-hah. b) Ketika berharokat dhommah. c) Ro’ sukun sebelumnya berharokat fat-hah d) Ro’ sukun sebelumnya huruf berharokat dhommah. e) Ro’ sukun sebelumnya hamzah washol. f) Ro’ sukun sebelumnya huruf berharokat kasroh dan sesudahnyahuruf isti’la’ tidak berharokat kasroh serta berada dalam satu kalimat. g) Ro’ sukun karena waqaf sebelumnya huruf fat-hah. h) Ro’ sukun karena waqof sebelumnya huruf dhommah. i) Ro’ sukun karena waqof sebelumnya alif.
16 j) Ro’ sukun karena waqof sebelumnya waw. k) Ro’ sukun karena waqof sebelumnya huruf yang mati, dandidahului huruf fat-hah atau dhommah. 2). Ro’ dibaca tarqiq apabila keadaannya sebagai berikut: a. Ro’ berharokat kasroh. (1) Ro’ sukun sebelumnya berharokat kasroh dan sesudahnya bukan huruf isti’la’, atau bertemu hurufisti’la’ namun dalam kata yang terpisah. (2) Ro’ sukun karena waqof sebelumnya huruf kasroh atauya’ sukun. (3) Ro’ sukun karena waqaf sebelumnya bukan huruf isti’la’ dan sebelumnya didahului oleh kasroh. b. Ro’ boleh dibaca tafkhim atau tarqiq. (1) Ro’ sukun sebelum berharokat kasroh dan sesudahnya huruf isti’la’ berharokat kasroh. (2) Ro’ sukun karena waqaf, sebelumnya huruf isti’la’ sukun yang diawali dengan huruf berharokat kasroh. (3) Ro’ sukun karena waqof dan setelahnya terdapat ya’ terbuang. c. Lafazh Jalalah. Yang dimaksud dengan lafazh jalalh adalah kalimat Allah. Arti Al- Jalalah adalah kebesaran atau keagungan. Lafazh ini banyak tercantum dalam al-Qur’an. Cara membacanya ada dua macam yakni tafkhim dan tarqiq. 1). Lafazh Jalalah dibaca tafkhim apabila keadaannya sebagaiberikut a) Berada diawal susunan kalimat atau disebut mubtada (istilahTata bahasa Arab). b) apabila lafazh Jalalah berada setelah huruf berharokat fat-hah. c) apabila lafazh Jalalah berada setelah huruf berharokatdhommah. 2). Lafazh Jalalah dibaca tarqiq, apabila sebelumnya huruf berharokat kasroh. 9. Idgham Mutamatsilain, Mutajanisain dan Mutaqaribain. Idgham artinya memasukkan atau melebur huruf, menurut istilah idgham berarti pengucapan dua huruf seperti dua huruf yang ditasydidkan. Berdasarkan tempat-tempat keluarnya huruf dan sifat-sifat yang dimilikinya, idgham dibagi menjadi tiga macam, yaitu: a. Idgham Mutamatsilain, yaitu pertemuan dua huruf yang sama makhrojdan sifatnya. (pembacaan dua huruf yang sama ini dilakukan dengan cara lebur menjadi satu).
17 b. Idgham mutajanisain, yaitu pertemuan dua huruf yang sama makhroj, namun sifatnya berlainan. Di dalam al-Qur’an, pertemuan huruf-huruf yang memiliki kesamaan makhroj namun berlainan sifat tersebut terjadi pada huruf huruf berikut: ت – د – ط - ث – ذ - ظ - ب - م c. Idgham Mutaqoribain, yaitu pertemuan dua huruf yang makhraj dan sifatnya berdekatan (hampir sama). Huruf-hurufnya yaitu: ر – ل – ق – ك 10. Waqaf dan pembagiannya. a. Pengertian Waqaf Waqaf artinya berhenti disuatu kata ketika membaca al-Qur’an, baik diakhir maupun ditengah ayat yang disertai nafas. Sedangkan berhenti dengan tanpa nafas disebut saktah. Untuk mengetahui tempat-tempat berhenti yang tepat diperlukan pemahaman terhadap ayat-ayat yang dibaca, sehingga setiap pemberhentian member kesan arti yang sempurna. Oleh karena itu, bagi mereka yang sudah memahami al-Qur’an dengan baik, maka dirinya dapat menentukan pemberhentian yang tepat walaupun tanpa terikat dengan tanda-tanda waqaf. Oleh karena itu, mengikuti tanda-tanda waqaf yang ada dalam al-Qur’an, kedudukannya tidak dihukumi wajib atau haram syar’I bagi yang melanggarnya, kecuali yang dilakukan dengan sengaja untuk mengaburkan makna. Sebagaimana perkataan imam Jazari: وليس فى القرإن من وقف وجب × وال حرام غير ماله سبب “Di dalam al-Qur’an tidak ada waqaf yang berhukum wajib syar’i, juga tidakada yang berhukum haram syar’i, kecuali karena satu sebab.” b. Pembagian Waqaf Secara umum waqaf dibagi menjadi empat kategori, yaitu: 1) Waqaf ikhtibari اختباري Yaitu berhenti pada ayat yang belum sempurna yang dilakukan oleh seorang ustadz dalam proses menguji muridnya, hal ini hukumnya boleh. 2) Waqaf Intizhari ري انتظا Yaitu berhenti pada ayat yang belum sempurna yang dilakukan khusus dalam proses belajar mengajar al-Qur’an, hal ini dilakukan dalam rangka untuk menguasai cara membacanya dan hukumnya boleh. 3) Waqaf Idhtirari اضطراري Yaitu berhenti pada ayat yang belum sempurna yang dilakukan dalam keadaan darurat atau terpaksa atau tidak sengaja karena kehabisan nafas, lupa,
18 bersin, batuk, menguap, menjawab salam, dan sebagainya. Hal ini hukumnya boleh. 4) Waqaf ikhtiyari Waqaf ikhtiyari disebut juga dengan waqaf ijtihadi, yaitu berhenti sesuai dengan pilihan sendiri. Hal ini hanya dapat dikuasai oleh orang yang memahami kaidah bahasa arab. Karena memilih sendiri tempat yanbg dijadikan sebagai tempat berhenti, maka waqaf ikhtiyari bias terjadi empat kemungkinan: a) م التا الوقف yaitu waqaf pada ayat yang sudah sempurna artinya dan tidak ada hubungannya dengan ayat sesudahnya, baik secara lafazh atauarti. Oleh karena itu, sebaiknya seorang pembaca setelah berhenti langsung memulai dengan ayat berikutnya. b) ف الك الوقف yaitu waqaf pada ayat yang sudah sdempurna artinya, namun ayat selanjutnya masih ada hubungan lafazh. Oleh karena itu, sangat dianjurkan langsung memulai dengan ayat selanjutnya. c) الحسن الوقف yaitu waqaf pada ayat yang sempurna artinya. Namun secara arti dan lafazh masih terdapat hubungan. Oleh karena itu sangatdianjurkan memulai dari ayat sebelumnya, kecuali berhenti diakhir ayat. d) ح ٌالقب الوقف yaitu waqaf pada ayat yang belum sempurna artinya, karena adanya keterkaitan dengan kata berikutnya, baik secara lafazh maupun arti, sehingga menimbulkan kesan arti yang tidak bagus atau yang merusak. c. Tanda – Tada Waqaf Agar waqaf tilawah kita tepat dan terhindar dari kesalahan arti maka ulama menciptakan tanda – tanda waqaf yang disesuaikan dengan arti disetiap ayat. Tanda waqaf yang diletakkan di mush-haf ada yang seragam, ada juga yang tidak. 1) الالزم الوقف عالمة) م (tanda waqaf yang menunjukkan harus berhenti 2) الممنوع الوقف عالمة) ال ( tanda waqaf yang menunjukkan dilarang berhenti namun, berhenti boleh waqaf tanda) صلى) عالمة الوقف الجائز مع كون الوصل اولى (3 meneruskan bacaan lebih utama. waqaf menunjukkan yang waqaf Tanda) ج) عالمة الوقف الجا ئز لمستوى الطرف ن (4 atau washol sama saja, keduanya boleh dilakukan. lebih menunjukkan yang waqaf tanda) قلى) عالمة الوقف الجائز مع كون الوقف اولى (5 bagus berhenti walaupun nafas masih kuat. 6) ^.....^ ( مع (Tanda waqaf agar berhenti pada salah satu kata.
19 11. Hamzah Qatha’ & washal. Hamzah Qatha dan hamzah Washal merupakan bagian penting yang harus diketahui oleh setiap pembaca al-Qur’an untuk mencapai tilawah yang baik dan benar. Pengetahuan tentang hamzah qatha dan hamzah washal menjadi lebih dibutuhkan karena adanya perbedaan cetakan mush-haf antara satu negeri dengan negeri yang lain. Mush-haf cetakan Indonesia dalam penulisan semua hamzah telah dilengkapi dengan harakat-harakatnya, sedangkan mush-haf cetakan timur tengah, yang juga banyak beredar di masyarakat Indonesia, tidak dilengkapi dengan harokat karena mengikuti kaidah penulisan yang aslinya, sehingga menimbulkan masalah bagi pembaca al-Qur’an yang tidak faham bahasa arab. Oleh karena itu bagi para pembaca hendaknya dapat memahami dan memperhatikan bagaimana tata cara dalam hal mempelajari al-Qur’an. a. Hamzah Qatha’ Hamzah qatha adalah hamzah yang selamanya dibaca dan di tulis; baik diawal, ditengah maupun diakhir kata ism (kata Benda), fiil (kata kerja) dan Harf (kata sambung). Karena ia bagian dari kalimat tersebut. Adapun cirri – cirri yang terdapat di dalam mush-haf cetakan timur tengah ialah tanda hamzah. Sedangkan cara membacanya sesuai dengan harakat yang tertulis (fathah, kasroh, dhommah atau sukun) dan tidak boleh menggugurkannya di awal atau di tengah kalimat. b. Hamzah Washal Hamzah washal adalah hamzah tambahan yang harus terbaca pada awal kalimat dan tidak dibaca ditengah kalimat atau apabila sebelumnya terdapat huruf hidup. Adapun cirri – cirri yang terdapat di dalam mush-haf timur tengah adalah hamzah ditulis dengan huruf shod diatasnya. Hamzah washal di awal kalimat dapat dibaca dengan harokat fathah, dhommah dan kasroh sesuai kaidah yang berlaku. 12. Implementasi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), implementasi memiliki makna pelaksanaan atau penerapan. Hal ini berkaitan dengan suatu perencanaan, kesepakatan, maupun penerapan kewajiban 7 13. Metode Tutor Sebaya Tutor sebaya berarti siswa mengajar siswa lainnya atau yang berperan sebagai pengajar (tutor) adalah siswa. Tentu saja, siswa yang berperan sebagai tutor adalah
20 siswa yang mempunyai kelebihan daripada siswa yang lainnya, artinya seorang tutor adalah siswa yang lebih pintar atau lebih memahami pokok bahasan pada mata pelajaran tertentu dibandingkan siswa lainnya. 8 Metode pembelajaran tutor sebaya dikemukakan oleh Sutamin (2013, hlm. 24) “adalah pembelajaran yang pelaksanaannya dengan membagi kelas dalam kelompokkelompok kecil, yang sumber belajarnya bukan hanya guru melainkan juga teman sebaya yang pandai dan cepat dalam menguasai suatu materi tertentu. 14. Kaidah Tajwid Kaidah Tajwid adalah aturan-aturan yang mengatur pengucapan dan intonasi bacaan Al-Qur'an. Pemahaman dan penerapan kaidah tajwid penting untuk membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Dalam penelitian ini, kaidah tajwid digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa agar sesuai dengan kaidah yang berlaku. 15. Keterampilan Membaca Al-Qur'an Keterampilan membaca Al-Qur'an mencakup aspek tartil (lancar), pengucapan yang benar, intonasi yang tepat, serta pemahaman terhadap makna ayat-ayat yang dibaca. Penelitian ini berfokus pada meningkatkan keterampilan membaca siswa dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid pada ayat-ayat Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan ArRahman/55:33. 16. Tartil Tartil (bahasa Arab: ترتيل (merupakan sebuah bentuk aturan dalam pembacaan Al-Qur'an yang berarti membaca Al-Qur'an secara perlahan dengan tajwid dan makhraj yang jelas dan benar. Allah mewajibkan umat Muslim untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil. Dengan mengacu pada landasan teori tersebut, penelitian ini menggunakan metode Tutor Sebaya sebagai pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an siswa. Implementasi metode Tutor Sebaya akan memanfaatkan pengulangan dan imitasi dari pembacaan yang baik oleh guru, sementara implementasi metode Tutor Sebaya akan mendorong siswa untuk berkolaborasi dan saling mengajar dalam kelompok kecil. Penerapan kaidah tajwid juga menjadi fokus dalam penelitian ini untuk memastikan siswa membaca Al-Qur'an dengan benar.
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Setting penelitian Setting dalam penelitian ini meliputi, tempat penelitian, waktu penelitian, dan siklus penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai berikut: 1. Tempat penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Blado untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi Publik tahun pelajaran 2023/2024 dengan jumlah siswa 36 orang yang terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 33 siswa perempuan. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 yaitu pada bulan Juli 2023. Penentuan waktu penelitian ini mengacu pada kalender pendidikan sekolah, karena penelitian tindakan kelas (PTK) memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif dikelas. 3. Siklus penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekert melalui metode Tutor Sebaya. B. Persiapan penelitian tindakan kelas (PTK) Sebelum penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan , dibuat berbagai Infut instrument yang akan digunakan untuk memberi perlakuan dalam penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu rencana pembelajaran yang akan dijadikan penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu Capaian Pembelajaran (CP): 1. Peserta didik dapat menganalisis Al-Qur’an dan Hadis tentang berpikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi 2. Peserta didik dapat membaca huruf al-Qur’an sesuai dengan makhrijul huruf 3. Peserta didik dapat menyebutkan hukum-hukum bacaan dalam ilmu tajwid 4. Peserta didik dapat menyebutkan tanda-tanda waqaf Selain itu juga akan dibuat perangkat pembelajaran berupa: a. Lembar kerja siswa untuk bacaan b. Lembar pengamatan c. Lembar evaluasi
22 C. Subjek Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas XI Akuntasi Publik yang terdiri dari 36 siswa dengan komposisi lakilaki 3 orang siswa dan perempuan 33 orang siswi D. Sumber Data a) Siswa Untuk mendapatkan data tentang hasil belajar dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. b) Guru Untuk melihat tingkat keberhasilan Implementasi pembelajaran peningkatan baca tulis al-Qur’an terhadap siswa melalui metode Drill, dan hasil belajar serta aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. E. Teknik Pengumpulan Data 1. Tekhnik Tekhnik dalam pengumpulan data penelitian ini adalah Observasi , Angket, Tes, dan Wawancara. a. Tes : digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa. b. Observasi : dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang partisifasi siswa dalam PBM. c. Wawancara : di gunakan untuk mendapatkan data tentang tingkat keberhasilan implementasi pembelajaran melalui metode tutor sebaya dalam peningkatan membaca al-Qur’an. d. Diskusi antara guru, teman sejawat, kolaborator untuk refleksi hasil belajar pada siklus penelitian tindakan kelas (PTK). 2. Alat pengumpulan data Alat pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini meliputi Tes, Observasi, kuesioner dan diskusi sebagaimana berikut ini: a. Tes : menggunakan butir membaca dan instrument soal untuk mengukur hasil belajar siswa. b. Observasi : menggunakan lembaran observasi untuk mengukur tingkat partisifasi siswa. c. Angket : untuk mengetahui pendapat atau sikap siswa tentang pembelajaran membaca al-Qur’an terhadap siswa melalui metode tutor sebaya. d. Diskusi : menggunakan lembar hasil pengamatan.
23 F. Indikator Kinerja Dalam penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yang akan dilihat indikator kinerjanya selain siswa adalah guru, karena guru merupakan fasilitator yang sangat berperan terhadap kinerja siswa. 1. Siswa a. Tes membaca : Rata-rata nilai membaca b. Observasi : Kreatifan siswa dalam proses belajar membaca 2. Guru a. Dokumentasi : Kehadiran siswa b. Observasi : Hasil Observasi G. Analisis Data Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari peleksanaan siklus penelitian dianalisis secara deskriftif dengan menggunakan teknik persentasi untuk melihat kecendrungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. a. Hasil belejar : dengan menganalisis nilai rata-rata hapalan, kemudian dikategorikan dalam klasifikasi tinggi, sedang, dan rendah. b. Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam : dengan menganalisis tingkat kreaktifan siswa dalam proses belajar mengajar kemudian dikategorikan dalam klasifikasi tinggi, sedang, dan rendah. c. Implementasi pembelajaran peningkatan membaca al-Qur’an melalui metode tutor sebaya kemudian dikategorikan dalam klasifikasi berhasil, kurang berhasil, dan tidak berhasil. H. Prosedur penelitian. Siklus I (pertama) Siklus pertama dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini terjadi dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi sebagai berikut: 1. Perencanaan (Planing) a. Tim peneliti melakukan analisa untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan metode tutor sebaya. b. Membuat rencana pembelajaran dengan metode tutor sebaya c. Membuat lembar kerja siswa d. Membuat instrument yang digunakan dalam siklus penelitian tindakan kelas e. Menyusun alat evaluasi pembelajaran. 2. Pelaksanaan (Acting) a. Menyajikan materi pembelajaran
24 b. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan c. Memapakan materi yang akan di kembangkan d. Melakukan apersepsi untuk mengingatkan siswa tentang pelajaran yang akan dipelajari e. Siswa menyiapkan buku pelajaran / alat belajar. f. Guru memberikan pertanyaan g. Membuat kesimpulan secara bersama-sama. h. Melakukan pengamatan atau observasi. 3. Pengamatan (Observation) a. Situasi kegiatan belajar mengajar b. Kreatifan siswa 4. Kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan dari guru Refleksi (Reflecting)Penelitian tindakan kelas (PTK) ini berhasil apabila memenuhi beberapa syarat sebagai berikut: a. Sebagian besar dari siswa (85 %) mampu dan berani membaca surah yang diberikan guru. b. Sebagian besar dari siswa (70 %) mampu menuliskan huruf al-Qur’an dengan baik dan indah. c. Sebagian besar dari siswa(70 %) berani dan mampu bertanya tentang materi pelajaran pada hari itu. d. Sebagian besar dari siswa (80 %) aktif dalam melaksanakan/mengerjakan tugas yang diberikan guru. e. Penyelesaian tugas sesuai dengan waktu yang telah disediakan atau ditetapkan. 5. Refleksi (reflection) Peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus pertama dan menyusun rencana (plaining) untuk siklus kedua. Siklus 2 (Kedua) Seperti halnya siklus pertama, siklus kedua pun terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. 1. Perencanaan (Plaining) Tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama. 2. Pelaksanaan (acting) Guru melaksanakan pembelajaran melalui metode tutor sebaya berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus pertama.
25 3. Pengamatan (observasi) Guru melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran. 4. Refleksi (reflection) Guru melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan menganalisis untuk serta membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran tentang implementasi metode tutor sebaya dalam meningkatkan ketrampilan membaca dan meningkatan aktivasi dan hasil belajar siswa.
26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMABAHASAN A. Deskripsi Setting penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Blado Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi Publik yang berjumlah 36 orang. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah kurang terampilnya siswa dalam melafalkan (membaca) QS. Ali Imran 190-191 dan QS. Ar Rahman : 33. Tindakan kelas yang akan dilaksanakandalam upaya meningkatkan kemampuan membaca QS. Ali Imran 190-191 dan QS. Ar Rahman : 33 bagi siswa kelas XI Akuntasnsi Publik melalui metode Tutor Sebaya akan dilakukan melalui Pengamatan langsung yang dilakukan peneliti terhadap kegiatan pembelajaran dengan materi pokok QS. Ali Imran 190-191 dan QS. Ar Rahman : 33 tentang Berfikir Kritis dan Semangat Mencitai IPTEK. B. Hasil Penelitian 1. Tindakan kelas Siklus I Pertemuan pertama (3 x 40 menit) a. Persiapan Pada pertemuan pertama tindakan kelas siklus I ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut: 1) Menyusun Modul Ajar (MA) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan Capaian Pembelajaran menganalisis Al-Qur’an dan Hadis tentang berpikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi Tujuan Pembelajaran : - Siswa mampu menganalisis ayat Al-Qur'an dan hadits tentang berfikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi - Siswa mampu membaca dengan tartil, fasih, lancar dan sesuia hukum bacaan tajwid ayat Al-Qur'an serta hadits tentang berfikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi 2) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) 3) Membuat alat Evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi 4) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktifitas siswa dalam KBM
27 b. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pendahuluan (15 menit) 1. Mempersiapkan alat peraga/media/bahan berupa laptop, LCD projector, speaker active, laptop, Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI), handphone, kamera, atau media lain 2. Guru memberi salam dan meminta salah satu siswa untuk memimpin do’a, membaca asmaul husna dan tadarrus Al Qur’an 3. Guru memperhatikan kesiapan peserta didik, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik. 4. Guru mengabsen kehadiran siswa 5. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian Kegiatan Inti (85 menit) 1. Peserta didik mengamati gambar (tadabbur) dan menuliskan pesan-pesan moral pada setiap gambar. 2. Peserta didik membaca Q.S. Ali Imrān/3: 190-191 dan Q.S. ar-Rahmān/55: 33 tentang berpikir kritis dan semangat mencitai iptek 3. Peserta didik membaca Hadits dan penjelasan lain mengenai berpikir kritis dan semangat mencitai iptek 4. Peserta didik membuat kelompok kecil untuk berdiskusi tentang makna dan hukum bacaan tajwid yang ada pada Q.S. Ali Imrān/3: 190-191 dan Q.S. arRahmān/55: 33 5. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di kelas dan saling memberi masukan dengan kelompok lain 6. Peserta didik dibimbing oleh guru menyimpulkan hasil diskusi yang telah dilaksanakan
28 Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru memberikan penguatan kepada siswa, dengan menekankan pentingnya pembelajaran hari ini dalam kehidupan sehingga mereka termotivasi untuk membaca Q.S. Ali Imrān/3: 190-191 dan Q.S. ar-Rahmān/55: 33, karena membaca Al qur'an adalah bagian dari ibadah 2. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya 3. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik secara individu maupun kelompok pada peserta didik 4. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya 5. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan berdoa c. Hasil Tindakan Kelas (a) Observasi aktifitas siswa Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Tutor Sebaya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1 : Observasi Aktivitas siswa dalam KBM pertemuan pertama (siklus I ) No. Aspek yang Diamati Skala Penilaian 1 2 3 4 5 1 Pemahaman awal siswa tentang ayat-ayat tersebut 4 2 Minat dan motivasi siswa dalam belajar 5 3 Implementasi metode Tutor Sebaya 4 4 Keterampilan membaca dengan tartil 4 5 Penerapan kaidah tajwid dalam membaca 4 6 Peningkatan keterampilan membaca siswa 4 7 Persepsi siswa terhadap pembelajaran 5 Jumlah 20 10 Jumlah Total 30 Berdasarkan data observasi tersebut diatas dapat dipersentasikan aktivitas siswa dalam KBM sebagai Berikut: Total Skor 30 Nilai ---------------- X 100% = ------- X 100 % = 60,00 % 50 50 Dari persentasi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa
29 dalam kegiatan belajar mengajar cukup aktif, walaupun pada aspek-aspek tertentu masih ada yang belum optimal misalnya mengajukan pertanyaan, dan disiplin dalam belajar. Hal ini karena pembelajaran menggunakan metode Tutor Sebaya ini baru bagi anak sehingga anak belum terbiasa. (b) Tes hasil belajar siswa Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2 : Tes Hasil belajar Siswa pertemuan pertama (siklus I ) No Nilai Frekuensi Nilai X Frekuensi Persentasi 1 10 5 50 13,89% 2 9 4 36 11,11% 3 8 4 32 11,11% 4 7 5 35 13,89% 5 6 8 48 22,22% 6 5 10 50 27,78% 7 4 - - - 8 3 - - - 9 2 - - - 10 1 - - - 11 0 - - - Jumlah 36 251 100% Ratarata - 41,83 - Berdasarkan Tabel di atas dapat dilihat bahwa rata- rata nilai hasil tes siswa adalah 41,83. hal ini berarti di bawah persyaratan Tuntas belajar yang ditetapkan oleh kurikulum muatan lokal yaitu rata-rata 60,00. Oleh karena itu tindakan kelas perlu dilanjutkan pada pertemuan kedua. d. Refleksi Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam KBM, dan hasil tes belajar pertemuan pertama dan kedua tindakan kelas siklus I, maka dapat direfleksikan hal-hal sebagai berikut: (a) Kegiatan pembelajaran membaca Alquran melalui metode tutor sebaya dinyatakan cukup efektif, tetapi belum mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. (b) Aktivitas siswa dalam pembelajaran Alquran melalui metode tutor sebaya cukup mendukung dan aktif, namun belum maksimal maka kegiatan
30 pembelajaran membaca Alquran melalui metode tutor sebaya masih belum berhasil dan akan dilanjutkan pada siklus II. 2. Tindakan Kelas Siklus II a) Persiapan Pada pertemuan kedua tindakan kelas siklus II ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut: 1) Menyusun Modul Ajar (MA) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan Capaian Pembelajaran menganalisis Al-Qur’an dan Hadis tentang berpikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi Tujuan Pembelajaran : - Peserta didik dapat menganalisis Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191 dan Q.S. arRahmān/55: 33, serta Hadis tentang berpikir kritis dan semangat mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi. - Peserta didik dapat menganalisis manfaat dari penerapan perilaku berpikir krirtis dan mencintai iptek dalam kehidupan sehari-hari 2) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) 3) Membuat alat Evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi 4) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan aktifitas siswa dalam KBM b) Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pendahuluan (15 menit) (1) Guru memberi salam dan meminta salah satu siswa untuk memimpin do’a, membaca asmaul husna dan tadarrus Al Qur’an (2) Guru memperhatikan kesiapan peserta didik, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik. (3) Guru mengabsen kehadiran siswa (4) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian Kegiatan Inti (85 menit) (1) Guru menyampaikan pembahasan kepada peserta didik, yaitu menganalisis dua ayat Al-Qur'an (Q.S. Ali 'Imran/3: 190-191 dan Q.S. Ar-Rahman/55: 33) dan Hadis terkait.
31 (2) Guru membacakan ayat-ayat yang akan dianalisis (Q.S. Ali 'Imran/3: 190-191 dan Q.S. Ar-Rahman/55: 33) dengan tartil dan tajwid yang baik. (3) Guru membagi kelas dalam 6 kelompok untuk mendiskusikan tentang pesan, hikmah, dan makna yang bisa dipetik dari kedua ayat tersebut (4) Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok Kegiatan Penutup (10 menit) (1) Guru memberikan penguatan kepada siswa, dengan menekankan pentingnya pembelajaran hari ini (2) Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya (3) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik secara individu maupun kelompok pada peserta didik (4) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya (5) Kegiatan pembelajaran ditutup dengan berdoa c) Hasil Tindakan Kelas (1) Observasi aktifitas siswa Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Tutor Sebaya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1 : Observasi Aktivitas siswa dalam KBM pertemuan pertama (siklus II ) No. Aspek yang Diamati Skala Penilaian 1 2 3 4 5 1 Pemahaman awal siswa tentang ayat-ayat tersebut 5 2 Minat dan motivasi siswa dalam belajar 5 3 Implementasi metode Tutor Sebaya 5 4 Keterampilan membaca dengan tartil 5 5 Penerapan kaidah tajwid dalam membaca 5 6 Peningkatan keterampilan membaca siswa 5 7 Persepsi siswa terhadap pembelajaran 5 Jumlah 35 Jumlah Total 35 Berdasarkan data observasi tersebut diatas dapat dipersentasikan aktivitas
32 siswa dalam KBM sebagai Berikut: Total Skor 35 Nilai ---------------- X 100% = ------- X 100 % = 70,00 % 50 50 Dari persentasi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar lebih aktif dari siklus pertama, Hal ini karena pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya ini sudah mulai dipahami anak sehingga mudah melaksanakan kegiatan pembelajaran. (2) Tes hasil belajar siswa Tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2 : Tes Hasil belajar Siswa pertemuan pertama (siklus II ) No Nilai Frekuensi Nilai X Frekuensi Persentasi 1 10 7 70 19,44% 2 9 10 90 27,78% 3 8 12 96 33,33% 4 7 6 42 16,67% 5 6 - 6 5 - 7 4 - 8 3 - 9 2 - 10 1 - 11 0 - Jumlah Rata-rata 35 298 100% - 74,50 - Berdasarkan Tabel di atas dapat dilihat nilai tertinggi 10 diperoleh siswa sebanyak 7 orang (19,44 %), nilai 9 diperoleh 10 orang siswa (27,78 %) dan nilai 8 sebanyak 12 orang (33,33 %) dan nilai 7 diperoleh 6 orang siswa (16,67 %), rata – rata nilai tes formatif siswa adalah 74,50 ini berarti di atas persyaratan Tuntas belajar yang ditetapkan oleh kurikulum muatan lokal yaitu rata-rata 60,00 sudah terpenuhi.
33 d) Refleksi Berdasarkan Hasil observasi kegiatan Pembelajaran, Observasi aktivitas siswa dalam KBM, dan hasil tes belajar pertemuan pertama dan kedua tindakan kelas siklus II, maka dapat direfleksikan hal-hal sebagai berikut: a) Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode tutor sebaya dinyatakan Sangat efektif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. b) Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode tutor sebaya Sangat mendukung dan membantu siswa memahami pelajaran dan meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada : (1) Hasil tes siswa pada pertemuan pertama rata-rata nilai 41,83 dan pertemuan kedua rata-rata nilai 74,50 (2) Berdasarkan pada temuan tersebut, maka kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode Tutor Sebaya dinyatakan berhasil, karena berada diatas indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan kurikulum yaitu rata-rata nilai 60.00. 3. Kuesioner Terhadap Pembelajaran No Pertanyaan Skala Penilaian STS TS KS S SS Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % 1 Metode tutor sebaya membantu saya dalam memahami kaidah tajwid saat membaca Q.S. Ali Imran/3:190- 191 dan ArRahman/55:33 22 91,7 2 8,3 2 Saya merasa lebih termotivasi untuk belajar membaca tartil dengan metode tutor sebaya 3 12,5 19 79,2 2 8,3 3 Metode tutor sebaya membantu saya meningkatkan kemampuan tartil (kelancaran) dalam membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 2 8,3 21 87,5 1 4,2
34 4 Saya merasa nyaman belajar dengan metode tutor sebaya untuk memahami isi dari Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 3 12,5 19 79,2 2 8,3 5 Metode tutor sebaya membuat proses pembelajaran kaidah tajwid lebih menyenangkan. 21 87,5 3 12,5 6 Saya merasa lebih percaya diri dalam membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 setelah menggunakan metode tutor sebaya. 3 12,5 19 79,2 2 8,3 7 Interaksi dengan tutor sebaya memudahkan saya dalam mengatasi kesulitan dalam tartil dan tajwid. 3 13 18 78,3 2 8,7 8 Metode tutor sebaya membantu saya mengatasi hambatan dalam memahami makna dari Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33. 3 13 17 73,9 3 13 9 Saya merasa lebih semangat dan antusias dalam belajar membaca Al-Quran setelah menggunakan metode tutor sebaya. 3 13 18 78,3 2 8,7 10 Metode tutor sebaya secara efektif meningkatkan kemampuan membaca Q.S. Ali Imran/3:190- 191dan ArRahman/55:33 dengan tartil dan tajwid. 4 16 18 75 2 8,3 Berdasarkan data kuesioner tersebut di atas yang diperoleh dari jawaban siswa kelas XI menyatakan bahwa mereka pada umumnya setuju dilaksanakan pembelajaran membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191dan Ar-Rahman/55:33 dengan tutor sebaya. Hal ini dapat dilihat dari jawaban siswa sebagai berikut :
35 a. Metode tutor sebaya membantu saya dalam memahami kaidah tajwid saat membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33, Setuju 22 Orang (91,7%), Sangat Setuju 2 orang (8,3%) b. Saya merasa lebih termotivasi untuk belajar membaca tartil dengan metode tutor sebaya, Kurang Setuju 3 orang (12,5%), Seuju 19 orang (79,2%), Sangat Setuju 2 orang (8,3%) c. Metode tutor sebaya membantu saya meningkatkan kemampuan tartil (kelancaran) dalam membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33, Kurang Setuju 2 orang (8,3%), Setuju 21 orang (87,5%), Sangat Setuju 1 orang (4,2%). d. Saya merasa nyaman belajar dengan metode tutor sebaya untuk memahami isi dari Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33, Kurang Setuju 3 orang (12,5%), Setuju 19 orang (79,2%), Sangat Seuju 2 orang (8,3%). e. Metode tutor sebaya membuat proses pembelajaran kaidah tajwid lebih menyenangkan, Setuju 21 orang (87,5), Sangat Setuju 3 orang (12,5%). f. Saya merasa lebih percaya diri dalam membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan ArRahman/55:33 setelah menggunakan metode tutor sebaya, Kurang Setuju 3 orang (12,5%), Setuju 19 orang (79,2%), Sangat Setuju 2 orang (8,3%) g. Interaksi dengan tutor sebaya memudahkan saya dalam mengatasi kesulitan dalam tartil dan tajwid, Kurang Setuju 3 orang (13%), Setuju 18 orang (78,3%), Sangat Setuju 2 orang (8,7%) h. Metode tutor sebaya membantu saya mengatasi hambatan dalam memahami makna dari Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33, Kurang Setuju 3 orang (13%), Setuju 17 orang (73,9%), Sangat Setuju 3 orang (13%) i. Saya merasa lebih semangat dan antusias dalam belajar membaca Al-Quran setelah menggunakan metode tutor sebaya, Kurang Setuju 3 orang (13%), Setuju 18 orang (78,3), Sangat Setuju 2 orang (8,7%) j. Metode tutor sebaya secara efektif meningkatkan kemampuan membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191dan Ar-Rahman/55:33 dengan tartil dan tajwid, Kurang Setuju 4 orang (16%), Setuju 18 orang (75), Sangat Setuju 2 orang (8,3%) 4. Pembahasan Dari temuan yang diperoleh melalui kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan 2 siklus dengan 2 kali pertemuan 2 x ( 2 x 40 menit ) melalui observasi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dalam KBM, penilaian formatif, dan
36 kuesioner tentang sikap siswa, maka dapat dinyatakan bahwa metode tutor sebaya efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191dan Ar-Rahman/55:33 dengan tartil dan tajwid, hal ini terlihat dari : a. Kegiatan belajar mengajar membaca membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191dan ArRahman/55:33 dengan tartil dan tajwid dengan tutor sebaya di kelas XI SMK Negeri 1 Blado sebagaiamana direncanakan guru sebelumnya berlangsung dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari presentase hasil observasi teman sejawat terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan peneliti yaitu siklus I pertemuan pertama 41,83 % . Siklus II 60 pertemuan pertama 74,50 %. b. Dalam kegiatan pembelajaran mulai dari siklus I sampai pada siklus II terlihat aktivitas siswa sangat baik, hal ini sesuai dengan persentase hasil observasi teman sejawat terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar yaitu siklus I 60 %. Siklus II 70,00 % c. Tindakan kelas, dengan menggunakan pernbelajaran membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191dan Ar-Rahman/55:33 dengan tartil dan tajwid dengan tutor sebaya di kelas XI SMK Negeri 1 Blado dinyatakan berhasil dan tujuan pernbelajaran yang ditetapkan tercapai. Hal ini dibuktikan dari hasil pelaksanaan siklus I yang dilakukan satu kali refleksi telah terdapat kemajuan yang berarti, ini terlihat dari hasil tes yang dilaksanakan pada siklus I nilai rata-rata pada rata-rata nilai 41,83 di bawah indikator ketuntasan belajar, kemudian meningkat pada siklus II, rata-rata nilai 74,50 di atas indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil tes formatif dari siklus I ke siklus II. d. Dari hasil kuesioner tentang sikap siswa terhadap pernbelajaran membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191dan Ar-Rahman/55:33 dengan tartil dan tajwid dengan tutor sebaya di kelas XI SMK Negeri 1 Blado pada umumnya siswa setuju, yaitu yang menjawab sangat setuju 8,86 %, setuju 80,98 %, kurang setuju 12,6 %, tidak setuju 0%. dan sangat tidak setuju 0% Dari beberapa temuan tersebut di atas berarti pernbelajaran melalui metode tutor sebaya dapat dijadikan salah satu model pernbelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-quran.
37 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data pada Siklus I dan Siklus II dapat disimpulkan terjadi perubahan kemampuan siswa yang meningkat dalam penerapan metode tutor sebaya dalam membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191dan Ar-Rahman/55:33 dengan tartil dan tajwid. Aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran PAI pada materi membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191dan Ar-Rahman/55:33 secara tartil ada peningkatan pada tiap siklusnya, seperti: Pada siklus I mencapai rata-rata 60. Pada siklus II mencapai rata-rata 70. Hasil Belajar yang diperoleh siswa pada tiap siklusnya mengalami peningkatan. Hasil pada siklus I skor rata-rata: 41,83. Hasil pada siklus II naik menjadi skor rata-rata: 74,55. B. Saran Saran-saran sehubungan dengan hasil yang penulis peroleh dari penelitian ini adalah : 1. Guru bisa menggunakan metode tutor sebaya dalam proses belajar mengajar supaya suasana pembelajaran hidup, bervariasi sehingga tidak terjadi kebosanan pada diri siswa. 2. Guru harus menjaga dan membina keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran agar daya serap anak terhadap materi yang diberikan guru diterima dengan baik oleh siswa. 3. Metode tutor sebaya sangat bermanfaat bagi guru dan siswa, maka diharapkan metode ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam pembelajaran.
38 DAFTAR PUSTAKA Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, dalam https://kbbi.web.id/implementasi, diakses pada tanggal 12 Juli 2023 pukul 20.54 WIB Peter Salim dan Yenny Salim, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, (Modern English Perss, Jakarta, 2002), hlm.1598; dikutip : http://eprints.umpo.ac.id/7850/2/BAB%20II.pdf Badudu dan Sutan Mohammad Zain, Efektifitas Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2010), hlm. 1487; dikutip : http://eprints.umpo.ac.id/7850/2/BAB%20II.pdf Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, dalam https://kbbi.web.id/metode diakses pada tanggal 12 Juli 2023 pukul 21.07 WIB Atabik Ali dan Ahmad Zudi Muhdlor, Kamus Kontemporer Arab-Indonesia, (Yogyakarta: Multi Karya Grafika, Cetakan Ke-empat 1996) hlm. 566 Ahsin W al Hafidz, Kamus Ilmu al-Quran. (Jakarta: Amzah, 2008), hlm. 288 Yopi Nisa Febianti, Peer Teaching (Tutor Sebaya) Sebagai metode Pembelajaran Untuk Melatih Siswa Mengajar, Edunomic | Volume 2 No. 2 Tahun 2014 (https://www.neliti.com/id/publications/271644/peer-teaching-tutor-sebaya-sebagaimetode-pembelajaran-untuk-melatih-siswa-menga) https://penerbitdeepublish.com/populasi-dan-sampel/ Anggorowati, Ningrum Pusporini. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Tutor Sebaya Pada Masa Pelajaran Sosiologi. Jurnal Scolar. Vol 3. No 1. 2011.
39 LAMPIRAN
1. Instrumen Angket “Implementasi Metode Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 dengan Tartil dan sesuai Kaidah Tajwid Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Blado” Identitas Responden Nama : _______________________ Kelas : ________________________ Petunjuk pengisian angket 1) Baca dan pahamilah pertanyaan dibawah ini dengan cermat 2) Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik yang sesuai dengan jawaban anda 3) Berikan tanggapan Anda dengan memberikan skor dari 1 hingga 5 pada setiap pernyataan, di mana 1 = Sangat Tidak Setuju, dan 5 = Sangat Setuju. No Pertanyaan Skala Penilaian 1 2 3 4 5 1 Metode tutor sebaya membantu saya dalam memahami kaidah tajwid saat membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 2 Saya merasa lebih termotivasi untuk belajar membaca tartil dengan metode tutor sebaya 3 Metode tutor sebaya membantu saya meningkatkan kemampuan tartil (kelancaran) dalam membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 4 Saya merasa nyaman belajar dengan metode tutor sebaya untuk memahami isi dari Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 5 Metode tutor sebaya membuat proses pembelajaran kaidah tajwid lebih menyenangkan. 6 Saya merasa lebih percaya diri dalam membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 setelah menggunakan metode tutor sebaya. 7 Interaksi dengan tutor sebaya memudahkan saya dalam mengatasi kesulitan dalam tartil dan tajwid. 8 Metode tutor sebaya membantu saya mengatasi hambatan dalam memahami makna dari Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33. 9 Saya merasa lebih semangat dan antusias dalam belajar membaca Al-Quran setelah menggunakan metode tutor sebaya. 10 Metode tutor sebaya secara efektif meningkatkan kemampuan membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191dan Ar-Rahman/55:33 dengan tartil dan tajwid. Jumlah Skor
2. Instrumen Wawancara Identitas Responden : Nama : _______________________ Kelas : ________________________ Petunjuk : Berikan tanggapan Anda dengan mengungkapkan pendapat, pengalaman, dan pandangan Anda terkait pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Jika Anda memiliki hal-hal lain yang ingin disampaikan terkait pembelajaran Al-Qur'an dengan metode Tutor Sebaya. Pertanyaan: 1. Bagaimana pendapat Anda tentang penggunaan metode tutor sebaya dalam pembelajaran membaca QS. Ali Imran : 190-191 dan QS. Ar Rahman : 33? ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... 2. Apakah metode ini membantu Anda dalam memperbaiki keterampilan membaca QS. Ali Imran : 190-191 dan QS. Ar Rahman : 33? ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... 3. Menurut Anda, apa kelebihan dan kekurangan dari metode Tutor Sebaya dalam pembelajaran membaca QS. Ali Imran : 190-191 dan QS. Ar Rahman : 33? ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... 4. Bagaimana Anda merasa terlibat dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode Tutor Sebaya? ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... 5. Apakah Anda merasa lebih termotivasi dalam belajar membaca QS. Ali Imran : 190- 191 dan QS. Ar Rahman : 33 dengan baik dan benar melalui metode Tutor Sebaya? Mengapa demikian? ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................
3. Instrumen Pengamatan (Observasi) Identitas Responden : Nama : _______________________ Kelas : ________________________ Petunjuk 1. Skala penilaian: ➢ 1 = Sangat Rendah ➢ 2 = Rendah ➢ 3 = Cukup ➢ 4 = Tinggi ➢ 5 = Sangat Tinggi 2. Isi kolom "Catatan Pengamatan" untuk mencatat informasi dan pengamatan kualitatif yang relevan terkait dengan setiap aspek yang diamati. No. Aspek yang Diamati Skala Penilaian Catatan Pengamatan 1 Pemahaman awal siswa tentang QS. Ali Imran : 190-191 dan QS. Ar Rahman : 33 2 Minat dan motivasi siswa dalam belajar 3 Implementasi metode Tutor Sebaya 4 Keterampilan membaca dengan tartil 5 Penerapan kaidah tajwid dalam membaca 6 Peningkatan keterampilan membaca siswa 7 Persepsi siswa terhadap pembelajaran
4. Instrumen Tes Membaca Q.S. Ali Imran/3:190-191 dan Ar-Rahman/55:33 dengan Tartil dan sesuai Kaidah Tajwid Bagian A Identitas Responden : Nama : _______________________ Kelas : ________________________ Tabel Instrumen Tes Bacaan Tartil dan Tajwid: No. Ayat Bacaan Tartil Tajwid 1 Ali Imran/3:190 2 Ali Imran/3:191 3 Ar-Rahman/55:33 Pertanyaan: 1. Tuliskan bacaan dari ayat Ali Imran/3:190 beserta dengan makhraj hurufnya! 2. Berikan penilaian mengenai tartil bacaan pada ayat Ali Imran/3:191 (cepat, sedang, atau lambat)! 3. Pada ayat Ar-Rahman/55:33, beri tahu apakah ada penggunaan ghunnah, idgham, atau ikhfa' dalam bacaan tersebut! 4. Tartil dan Kaidah Tajwid Tandai (√) pada kolom yang tepat jika keterampilan membaca siswa sesuai dengan kaidah tartil dan tajwid. No. Ayat Tartil Kaidah Tajwid 1 Q.S. Ali Imran/3:190 - 191 2 Q.S. Ar-Rahman/55:33
Bagian B: Identitas Responden : Nama : _______________________ Kelas : ________________________ Pemahaman Ayat Tuliskan makna yang tepat dari ayat-ayat berikut: 1. Q.S. Ali Imran/3:190 - 191 ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... 2. Q.S. Ar-Rahman/55:33 ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................