The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agnestrimaryunani, 2022-02-08 21:13:06

PDF KISAH DI AKHIR TAHUN-dikonversi

PDF KISAH DI AKHIR TAHUN-dikonversi

saling menertawakan. Wah, seru sekali
kegiatan ini. Rasanya tak ingin berakhir.
Namun, waktu sudah mengharuskan kami
untuk menutup kegiatan dan kami harus
pulang ke rumah masing-masing. Itulah
kisah kecilku saat persami. Semoga
bermanfaat bagi teman-teman. Salam
sehat.

51

15. Si Hitam Bermata Merah

Aldi

Di gelapnya malam yang begitu dingin
dan mencekam, aku melangkahkan kaki dengan
sedikit rasa gelisah dan takut. Aku berjalan
pelan menuju satu titik gelap untuk memastikan
bahwa apa yang aku khawatirkan tidak benar.
Ya! Seperti dugaanku, ternyata memang tidak
ada apa-apa. Mungkin cuma perasaanku, kataku
dalam hati. Malam pun berlalu.

Pagi hari, aku melakukan aktivitasku
seperti biasa. Bangun tidur, mandi, makan, dan
bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
Suasana di sekolah sangatlah menyenangkan.
Aku bertemu teman dan juga guru.

“Al, kamu udah mengerjakan tugas
Bahasa Indonesia?” tanya Anton padaku.

“Udah dong, kamu udah belum?” tanyaku
balik. Jangan bilang kalau kamu belum ngerjain,

52

Ya?” balasku untuk Anton. Tak lama, bel sekolah
pun berbunyi menandakan waktu belajar telah
usai. Semua kegiatan belajar mengajar
diberhentikan. Setelah berdoa, dengan tertib
anak-anak pun keluar kelas masing-masing.
Karena belum dijemput, aku dan teman-teman
bermain di lapangan sembari menunggu
jemputan. 15 menit kemudian, bunyi suara
klakson mobil ayahku terdengar.

“Hei, aku duluan yah! Udah dijemput
papah tuh!” teriakku pada teman-teman yang
masih bermain. Bye… sampai jumpa besok!”
pamitku kepada teman-teman.

“Bye, Aldi, sampai ketemu besok,” balas
mereka. Sesampai di rumah, Papa kembali ke
kantor. Ya, memang seperti itu. Walaupun sibuk
bekerja di kantor, Papa tetap menyempatkan
waktu untuk mengantar dan menjemputku di
sekolah. Aku hanya berdua dengan Mama di

53

rumah karena kakakku masih di sekolah.
Suasana rumah kembali berubah seperti malam
kemarin. Udara terasa dingin dan lembab, tak
seperti biasanya. Namun, aku tidak terlalu takut
karena masih siang dan ada mama di rumah. Aku
masuk kamar untuk mengganti pakaian dan
meletakkan tas sekolah, lalu makan siang di
ruang makan. Setelah itu, aku bermain di kamar.
Saat asyik bermain, tiba-tiba aku merasa
gelisah, seperti ada yang sedang mengawasiku.
Namun tak ada siapa pun di kamar karena aku
sedang sendirian.

Malam pun tiba. selesai makan malam
bersama semua anggota keluarga, aku segera
masuk kamar dan bersiap-siap untuk istirahat.

“Dek, ayo tidur, udah malam! Besok kan
kamu harus sekolah,” kata Mama.

“Iya, Ma,” jawabku singkat. Aku pun
segera tidur. Pukul 12.00 WIB, aku terbangun

54

dan merasa haus tapi tiba-tiba perasaan gelisah
dan mencekam itu kembali menggangguku.
Namun, karena aku sangat haus, aku
memberanikan diri melangkah ke dapur untuk
mengambil minum. Saat aku berjalan menuju
dapur, tiba-tiba anjingku melolong seperti
ketakutan hingga membuat suasana semakin
menyeramkan dan membuat bulu kudukku
berdiri.

“Apa sih Aldi, nggak ada apa-apa! Ini kan
di rumah, masa takut?” aku menyemangati
diriku sendiri. Perjalanan menuju ke dapur saat
itu terasa sangat jauh. Mungkin karena aku
ketakutan. Sampai di dapur, aku segera
mengambil air. Namun, tiba-tiba …

“Praaghhh!!!” bunyi suara barang jatuh
dari arah gudang. Dengan perasaan takut, aku
berjalan menuju arah suara.

55

“Oalah cuma barang jatuh, pasti karena
tikus,” kataku. Namun, perasaan takut itu masih
ada, ditambah udara yang makin terasa dingin.
Aku berjalan kembali ke dapur. Tiba-tiba lampu
mati. Aku kaget. Aku makin merasa takut, tapi
aku harus segera kembali ke kamar. Pada saat
aku melangkah, mataku melihat sesuatu yang
menyeramkan. Sosok besar hitam dengan mata
merah melihat ke arahku. Aku lari secepat
mungkin dalam kegelapan menuju kamar.
Namun, saat itu kamar menjadi terasa sangat
jauh. Aku berlari sambil berteriak.

“Papahhh, mamah, Juju tolong aku!!!”
teriakku berharap ada yang menolongku, tapi
tidak ada tanda-tanda ada yang terbangun. Tiba-
tiba, kakiku tersandung.

“Bruughhh!!!” aku terjatuh. Makhluk itu
berjalan mendekatiku. Tangan mahkluk itu
mulai mendekatiku dan aku sangat ketakutan.

56

“Tidakkkk, jangan sentuh akuuuu!!!!”
teriakku keras. Aku pun terbangun dari tidurku.

“Huh, ternyata cuma mimpi,” kataku
dalam hati. Aku terduduk di tempat tidur
dengan keringat dingin. Aku lega karena
pengalaman menyeramkan tadi ternyata cuma
mimpi Sambil bernapas, aku memperhatikan
kamarku yang masih seperti kemarin. Aku pun
berdoa dan tidur lagi. Itulah teman-teman cerita
mimpiku. Semoga teman-teman tidak
mengalami seperti mimpiku. Benar-benar
menyeramkan. Nah, teman-teman, jangan lupa
berdoa sebelum tidur, ya!

57

16. Sukacita Liburan di Yogyakarta

Vareta

Tahun 2020, tahun yang berbeda
dari tahun-tahun sebelumnya. Berbeda
karena pada tahun itu, dunia dilanda
pandemi virus corona. Tepatnya di akhir
tahun 2019, virus itu mulai muncul di
Wuhan China sehingga dikenal dengan
nama Covid 19 (Corona Virus Disease
2019). Banyak negara dan daerah
melakukan karantina wilayah (lockdown)
agar virus tidak menyebar sehingga orang
tidak bisa sembarangan keluar masuk kota,
provinsi, bahkan negara.

Pada akhir tahun 2020, ketika
pemerintah mulai sedikit melonggarkan
karantina wilayah, aku dan keluarga

58

berkesempatan pergi dari Kota Sukabumi
ke Kota Yogyakarta. Tentu saja dengan
berbagai persyaratan dan protokol
kesehatan yang ketat, salah satunya adalah
melakukan rapid tes dengan hasil negatif
untuk memastikan bahwa kami terhindar
dari virus corona. Setelah semua persiapan
selesai, kami berangkat dari Sukabumi
pukul 05.00 WIB dan sampai di Kota
Yogyakarta pkl. 18.00 WIB.

Setelah beberapa hari di rumah, aku
belajar naik sepeda yang tinggi. Meskipun
awalnya agak takut, aku terus berlatih
hingga akhirnya aku bisa naik sepeda yang
tinggi itu. Senangnya rasa hatiku saat itu.
Agar aku semakin terampil naik sepeda itu,
aku mengajak mama bersepeda sambil

59

menyaksikan pemandangan alam yang
indah di desaku. Hari berikutnya, aku,
Mama, Tante Anna, dan Om Tanjung pergi
ke jembatan Kreo naik sepeda. Eh, ternyata
sepeda yang ada tidak mencukupi untuk
kami berempat sehingga aku harus
dibonceng Om Tanjung. Namun, aku tetap
menikmati perjalanan ini dan
pemandangan di sekitarnya yang sungguh
memesona. Tak lupa, kami juga berfoto-
foto untuk mengabadikan peristiwa indah
ini. Setelah cukup puas, kami pun
memutuskan untuk kembali ke rumah
sebelum senja datang.

Perjalanan pulang, kami harus turun
dari sepeda karena jalan menanjak. Cukup
melelahkan tapi kami bahagia

60

menghabiskan waktu bersama keluarga.
Belum jauh berjalan, kami melewati pasar
sehingga kami berhenti sejenak untuk
sekedar membeli jajanan pasar yang jarang
kami temui di Sukabumi. Enak sekali
rasanya. Meskipun sedikit, tapi dapat
memberi kekuatan untuk bekal perjalanan
sampai di rumah.

Tanggal 26 desember 2020, Om
Tanjng dan Tante Anna menikah sehingga
aku harus berdandan dan memakai gaun
yang telah disiapkan oleh Mama. Wah,
ternyata aku terlihat cantik. Aku bangga
pada Mama yang telah mendandani dan
menyiapkan gaun bagus ini. Karena masih
dalam masa pandemi, pernikahan Tante
Anna dan Om Tanjung pun diselenggarakan

61

dengan sederhana, terbatas, dan dengan
protokol kesehatan yang ketat agar semua
yang hadir tetap sehat dan terhindar dari
virus.

Tanggal 31 Desember 2020, malam
tahun baru 2021, kami mengadakan acara
keluarga dengan membakar sate, sosis, dan
jagung. Ketika aku membawa jagung untuk
dibakar, tiba-tiba jagungnya jatuh ke kolam
ikan. Parahnya, jagung yang jatuh itu adalah
jagung terakhir yang menjadi bagianku
sehingga aku tidak bisa makan jagung
malam itu. Sedih dan kecewa hatiku saat
itu. Tapi, aku tetap dapat menikmati malam
tahun baru yang syahdu di kotaku,
Yogyakarta.

62

Pagi pun tiba. Liburan usai. Aku dan
keluarga harus kembali ke Kota Sukabumi.
Ketika kami harus meninggalkan Kota
Yogyakarta, aku benar-benar merasa sedih.
Aku harus meninggalkan Kota Yogyakarta,
kota masa kecilku dengan pemandangan
yang sangat indah. Gunung menjulang
tinggi, sawah yang hijau, udara yang bersih,
semua itu harus kutinggalkan. Aku harus
kembali ke Kota Sukabumi untuk sekolah
lagi meskipun masih belajar dari rumah
(BDR). Namun, aku tetap semangat, tetap
menjaga protokol kesehatan agar pandemi
segera berlalu. Itulah cerita liburanku di
Kota Yogyakarta. Semoga bermanfaat.

63

Biodata 16 Penulis Kisah

Antonius Siboro, biasa dipanggil Anton.
Remaja yang lahir di
Sukabumi, 4 November 2008
ini sekarang sedang

bersekolah di SMP Yuwati Bhakti Kelas VII.
Ia mempunyai hobi menggambar pesawat
dan bercita-cita menjadi pilot.

Angela Indah Pertiwi Dengah
nama lengkapnya. Kini ia
duduk di kelas VII SMP
Yuwati Bhakti Sukabumi.
Lahir di Sukabumi pada
tanggal 2 Juli 2009.

Nicholas Kevin Santony, lahir di
Sukabumi,
07 Maret 2009, sekolah di
Yuwati Bhakti,
hobinya membaca komik dan bermain
sepeda, sedang cita-citanya menjadi dokter

64

Ignatius Naoval Meiviant, biasa dipanggil Naoval
dilahirkan di Sukabumi pada
tanggal 9 Mei 2009. Dia yang kini
sedang belajar di SMP Yuwati
Bhakti kelas VII ini bercita-cita

menjadi chef dan memilliki hobi bermain bola
dan sepeda.

Haryorie Adhitya, anak ketiga
dari 3 bersaudara ini lahir di
Sukabumi pada tanggal 8
Agustus 2008. Adhitya yang
bercita-cita menjadi pilot ini
sangat menikmati ketika bermain sepeda yang
merupakan hobinya sejak kecil. Kini, ia belajar di
SMP Yuwati Bhakti kelas VII.

Calisya. Lahir di Sukabumi,
tanggal 1 April 2008, nama
lengkap Calisya Tanumihardja.
Anak dari Antonnyus Suherdi
Tanumihardja dan Teti Herawati ini
bersekolah di Yuwati Bhakti. Hobinya
bermain ukulele, mengedit video, dan
mendengar musik guitar. Cita-citanya
menjadi musisi. Saat kelas 1-3 ia mendapat
rangking 3 besar terus menerus..

65

Angelene. Lahir di Jakarta
tanggal 27 Mei 2009, nama
lengkapnya Angelene Cheryl
Halim. Hobinya mengedit
video dan cita-citanya
menjadi programmer.

Ratna Sari Sitanggang, sangat kagum dipanggil
dengan nama Ratna. Lahir 18
Januari 2009 di Kota Sukabumi.
Punya hobi menggambar dan
merajut, bercita-cita menjadi
pengusaha. Saat ini menjadi

seorang pelajar,Sekolah SMP Yuwati Bhakti.

Thanks!

Margaretha Lidya Agustiani lahir di
Sukabumi pada tanggal 20
Agustus 2009. Remaja kelas VII
SMP Yuwati Bhakti ini punya
hobi melukis dan berenan. Ia
bercita-cita ingin menjadi dokter.

66

Agatha Indah Pertiwi Dengah nama
Lengkapnya. Kini Ia duduk di
kelas VII SMP Yuwati Bhakti
Sukabumi. Ia lahir di Sukabumi
pada tanggal 2 Juli 2009.

Vicky Giri Lawana Silalahi, yang saat ini
duduk di kelas VII SMP Yuwati Bhakti
Sukabumi ini merupakan anak kedua dari
dua bersaudara. Ia lahir di Kota Sukabumi

pada tanggal 7 November 2008.
Berenang dan bermain sepeda
adalah hobiya, menjadi TNI
adalah cita-citanya.

Paris Jonathan lahir di Bandung pada
tanggal 1 Juni 2009. Remaja yang kini duduk
di bangku SMP kelas VII ini menekuni hobi
dance dan melukis. Ia bercita-
cita ingin menjadi dokter.
Motto hidupnya adalah “Do

the best you can do, be the best
you can be”.

67

Nama lengkapnya Griselda Theona
Arliansyah dan lahir pada tanggal
12 Mei 2009 di Sukabumi. Ia
bercita cita menjadi dokter yang
sukses dengan cara tekun belajar
ilmu pengetahuan alam. Sejak kecil, hobi yang ia
tekuni adalah menari

Nama lengkapnya Zeanetta
Angelove Chandra. Lahir di
Sukabumi 11 November 20009.
Punya hobi menari dan membaca.
Bercita-cita menjadi pengusaha
sukses. Kini duduk di bangku SMP kelas VII

Aldisano Yani Sapulette nama
lengkapnya. Ia biasa dipanggil Aldi. Kini
ia duduk di bangku SMP kelas VII.

Caecilia Elvareta Nareswari lahir di Yogyakarta,
tanggal 23 Feruari 2009. Saat ini
bersekolah di Yuwati Bhakti.
Hobinya fotografi, memasak, dan
mengedit video. Cita-citanya
menjadi Ahli IT. Saat TK ia pernah menang
lomba anak sehat 2 kali.

68

69


Click to View FlipBook Version