LAPORAN
AKTUALISASI
Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III
Angkatan XXXVII Tahun 2021
Peningkatan Kesiapsiagaan Terhadap Ancaman
Bencana Melalui Pembuatan Jalur Evakuasi
Darurat Di Lingkungan Kantor Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Ponorogo
Roma Haqni, S.I.Kom
19891227 202012 1 003
Coach
Dr. IMAM TRISNO EDY, M.M
Mentor
ARIM KAMANDOKO, S.Pd
iii
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN TERHADAP ANCAMAN BENCANA
MELALUI PEMBUATAN JALUR EVAKUASI DARURAT
DI LINGKUNGAN KANTOR BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
KABUPATEN PONOROGO
Telah disempurnakan berdasarkan masukan dari Coach, Mentor, dan Penguji pada Seminar
Pelaksanaan Aktualisasi, hari Rabu tanggal 30 Juni 2021 di melalui Zoom Conference di
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo.
Ponorogo, 30 Juni 2021
COACH / PEMBIMBING MENTOR
Dr. IMAM TRISNO EDY, M.M. ARIM KAMANDOKO, S.Pd
Pembina Utama NIP. 19640522 198404 1 001
NIP. 19590407 198503 1 015001
iii
DAFTAR ISI ii
LEMBAR PENGESAHAN iii
DAFTAR ISI iv
KATA PENGANTAR 1
4
PENDAHULUAN 6
UNIT KERJA 9
RANCANGAN AKTUALISASI 12
PELAKSANAAN AKTUALISASI 13
PENUTUP
LAMPIRAN
iii
KATA PENGANTAR
30 Juni 2021
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat, dan hidayah-
Nya Laporan Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS dapat terselesaikan dengan baik.
Laporan Rancangan aktualisasi ini ditulis untuk memenuhi persyaratan kelulusan
Pendidikan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III angkatan XXXVII tahun 2021.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan rancangan aktualisasi ini
masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun
dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan rancangan aktualisasi ini.
Penulis,
Roma Haqni, S.I.Kom
1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) menurut Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 merupakan
profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
bekerja pada instansi pemerintah. Aparatur Sipil Negara memiliki peran dalam pelaksanaan
kebijakan, penyelenggaraan pelayanan publik serta perekat dan pemersatu bangsa yang
berlandaskan pada Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Dalam menjalankan tugas
dan fungsinya, seorang Aparatur Sipil Negara wajib memiliki nilai –nilai dasar ANEKA yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Nilai-nilai dasar
ANEKA ini harus diinteranalisasi dan diterapkan oleh para Aparatur Sipil Negara dalam
menjalankan tugas dan kewajibannya di lingkungan kerja.
Menurut Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 tentang
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, disebutkan bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) wajib menjalanai masa percobaan selama 1 (satu) tahun melalui proses pendidikan
dan pelatihan. Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa
Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran,
1
semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan
bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Berkenaan
dengan situasi pandemi COVID-19 saat ini, Pelatihan Dasar CPNS dibagi menjadi beberapa
bagian guna mengurangi resiko penyebaran COVID-19 yang diantaranya adalah pelatihan
klasikal, pelatihan terpadu (blended learning), pelatihan mandiri secara daring dan pelatihan
jarak jauh (distance learning).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo adalah Organisasi Perangkat
Derah ( OPD ) yang merupakan unsur pendukung Kepala Daerah, dipimpin oleh Kepala
Badan, yang secara ex-officio dijabat oleh Sekretaris Daerah. Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo terletak di Jalan Sekar Putih Timur No. 32, Kelurahan
Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo. Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Kabupaten Ponorogo ini mempunyai tugas melaksanakan upaya penanggulangan
bencana melalui langkah-langkah mitigasi, kesiapsiagaan, kedaruratan, rekonstruksi,
rehabilitasi. Bidang-bidang yang termasuk antara lain : Pencegahan dan Kesiapsiagaan,
Kedaruratan dan Logistik, Rekonstruksi dan Rehabilitasi.
Dari environmental scanning yang penulis lakukan, ditemukan beberapa isu yang membuat
operasional Pusdalops-PB dan kesiapsiagaan di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Kabupaten Ponorogo belum optimal, adapun beberapa isu yang teridentifikasi
adalah:
1. Kurangnya respon operator untuk menanggapi informasi kejadian bencana yang masuk
ke Pusdalops-PB.
2. Rendahnya nilai guna dari data kejadian bencana yang dikelola oleh Pusdalops-PB BPBD
Ponorogo.
3. Rendahnya kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana di lingkungan kantor BPBD
Ponorogo.
4. Kurang terawatnya sarana prasarana Pusdalops-PB BPBD Ponorogo.
5. Rendahnya tingkat disiplin waktu operator Pusdalops-PB
2
Tujuan
Tujuan penerapan kegiatan aktualisasi oleh peserta pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil (CPNS) adalah sebagai berikut :
1. Terlaksananya pembuatan denah jalur evakuasi darurat di lingkungan kantor Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo;
2. Terlaksananya pemasangan dan sosialisasi denah jalur evakuasi darurat Gedung BPBD
Ponorogo.
3. Terwujudnya peningkatan kesiapsiagaan pegawai dan tamu Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo terhadap potensi bencana.
Manfaat
1. Manfaat Individu
Dapat menciptakan individu sebagai Aparatur Sipil Negara yang dapat melakukan
kinerjanya dengan menerapkan 5 nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Nasionalisme, dan Anti Korupsi (ANEKA).
2. Manfaat Internal
Mendukung tujuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo untuk
meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam penanggulangan bencana dan penanganan
bencana secara terkoordinasi.
3. Manfaat Eksternal
Meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam penanggulangan bencana dan penanganan
bencana secara terkoordinasi.
Ruang Lingkup
Dalam rangkaian kegiatan aktualisasi yang dijalani, adapun ruang lingkup atau batasan
rancangan kegiatan aktualisasi ini meliputi:
1. Nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang biasa dikenal dengan istilah
ANEKA;
2. Melakukan peningkatan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana di lingkungan
kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo.
3
UNIT KERJA
Tupoksi
Berdasarkan Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 22 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas,
Fungsi, dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo
mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi
dan tugas pembantuan di bidang kebencanaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Ponorogo mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang penanggulangan bencana ;
2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang
penanggulangan bencana ;
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang penanggulangan bencana ;
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
4
Uraian Tugas Penulis
1. Mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan
pencegahan pada saat pra bencana, pengurangan resiko bencana, kesiapsiagaan pada
pra bencana, peringatan dini, dan mitigasi.
2. Menyiapkan bahan fasilitasi di bidang pencegahan pada saat pra bencana, pengurangan
resiko bencana, kesiapsiagaan pada pra bencana, peringatan dini, dan mitigasi.
3. Menyiapkan bahan pemanduan penanggulangan bencana dalam perencanaan
pembangunan daerah.
4. Menyusun rencana program dan atau kegiatan pencegahan pada saat pra bencana,
pengurangan resiko bencana, kesiapsiagaan pada pra bencana, peringatan dini, dan
mitigasi.
5. Memantau dan mengevaluasi pelaksaan tugas serta Menyusun laporan kinerja sesuai
dengan bidang tugas.
6. Menyiapkan bahan kerjasama di bidang pencegahan pada saat pra bencana,
pengurangan resiko bencana, kesiapsiagaan pada pra bencana, peringatan dini, dan
mitigasi.
5
RANCANGAN AKTUALISASI
Penetapan Core Issue
Berdasarkan environmental scanning yang telah dilakukan, terdapat beberapa isu
yang menyebabkan proses operasional Pusdalops-PB dan kesiapsiagaan bencana
di lingkungan kantor BPBD Kabupaten Ponorogo belum berjalan optimal. Adapun
beberapa isu yang teridentifikasi di lingkungan kerja BPBD Kabupaten Ponorogo
adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya respon operator untuk menanggapi informasi kejadian bencana
yang masuk ke Pusdalops-PB.
2. Rendahnya nilai guna dari data kejadian bencana yang dikelola oleh Pusdalops-
PB BPBD Ponorogo.
3. Rendahnya kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana di lingkungan kantor
BPBD Ponorogo.
4. Kurang terawatnya sarana prasarana Pusdalops-PB BPBD Ponorogo.
5. Rendahnya tingkat disiplin waktu operator Pusdalops-PB.
6
Seleksi Menentukan Kualitas Isu Menggunakan
Metode AKPL
No. Permasalahan A K P L Jumlah Peringkat
1. Kurangnya respon operator 1 4 3 4 12 3
untuk menanggapi informasi
kejadian bencana yang masuk
ke Pusdalops-PB.
2. Rendahnya nilai guna dari 4 4 5 4 17 2
data kejadian bencana yang
dikelola oleh Pusdalops-PB
BPBD Ponorogo.
3. Rendahnya kesiapsiagaan 5 4 4 5 19 1
terhadap ancaman
bencana di lingkungan
kantor BPBD Ponorogo.
4. Kurang terawatnya sarana 3 2 2 4 11 4
prasarana Pusdalops-PB BPBD
Ponorogo.
5. Rendahnya tingkat disiplin 2 2 2 4 10 5
waktu operator Pusdalops-PB
Seleksi Menentukan Kualitas Isu Menggunakan
Metode USG
No. Isu U S G Jumlah Peringkat
1
1. Rendahnya kesiapsiagaan 4 4 4 12
2
terhadap ancaman bencana di
3
lingkungan kantor BPBD
Ponorogo.
2. Rendahnya nilai guna dari data 4 3 4 11
kejadian bencana yang dikelola
oleh Pusdalops-PB BPBD
Ponorogo.
3. Kurangnya respon operator 3 2 3 8
untuk menanggapi informasi
kejadian bencana yang masuk
ke Pusdalops-PB.
Alur Kegiatan
7
Alur Kegiatan
1. Melakukan konsultasi dan 2. Melakukan pengumpulan 3. Membuat konsep desain
diskusi dengan mentor dan data untuk menyusun bahan denah jalur evakuasi darurat
coach tentang rancangan pembuatan rencana denah di Gedung BPBD Ponorogo
aktualisasi jalur evakuasi darurat di
gedung BPBD Ponorogo
4. Melakukan konsultasi dan 5. Melakukan produksi materi 6. Melakukan pemasangan
review kepada mentor atas visual denah jalur evakuasi dan sosialisasi denah jalur
desain denah jalur evakuasi darurat. evakuasi darurat Gedung
darurat Gedung BPBD BPBD Ponorogo.
Ponorogo.
7. Melaporkan hasil
pelaksanaan kegiatan
aktualisasi kepada mentor
dan coach.
8
PELAKSANAAN AKTUALISASI
9
10
11
PENUTUP
12
LAMPIRAN
13