The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by putryadilla25, 2021-12-12 23:51:36

Bibliografi Minangkabau

ebook

Keywords: Ebook

KATA PENGANTAR

Bibliografi Minangkabau ini disusun untuk memberikan informasi mengenai
kearifan lokal Minangkabau dalam segala aspek kepada para pemakai perpustakaan.
Informasi yang tercakup dalam bibliografi khusus ini diperoleh dari koleksi Pusat
Perpustakaan dan Penyebaran kearifan lokal minangkabau.

Bibliografi khusus ini dikelompokkan menurut subjek ilmu budaya secara garis
besar. Artikel disajikan berdasarkan urutan nama pengarang, dan urutan judul artikel
secara alfabetis.

Untuk memudahkan penelusuran informasi yang tercakup dalam bibliografi
khusus ini disertakan pula indeks pengarang, indeks subjek dan indeks geografi.
Semoga bibliografi khusus ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Merangin Jambi, 30 November 2021

Putri adila alji

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI. ....................................................................................................ii

A. Penyusunan Bibliografi................................................................................ 1
B. Contoh Bibliografi Beranotasi ...................................................................... 4

1. Adat istiadat ................................................................................................ 4
2. Budaya ........................................................................................................ 4
3. Hiburan ....................................................................................................... 5
4. Kaba ............................................................................................................ 6
5. Kedudukan .................................................................................................. 7
6. Kearifan lokal .............................................................................................. 8
7. Kesenian...................................................................................................... 9
8. Khazanah .................................................................................................... 10
9. Kuliner ......................................................................................................... 11
10. Pakaian........................................................................................................ 12
11. Pernikahan ................................................................................................... 12
12. Peranan ....................................................................................................... 13
13. Sejarah ........................................................................................................ 13
14. Sastra Minangkabau ................................................................................... 14
15. Sistematik.................................................................................................... 14
16. Sosial budaya ............................................................................................... 15
17. Tata krama ................................................................................................... 16
18. Wisata .......................................................................................................... 16
INDEKS PENGARANG ........................................................................................15
INDEKS SUBJEK.................................................................................................18

ii

1. Penentuan Judul Bibliografi

Dalam merancang penyusunan daftar bibliografi, pustakawan perlu
mempertimbangkan banyak hal, seperti seperti misalnya keterseediaan dan
keterpakaian koleksi diperpustakaan, Informasi yang paling banyak diminati dan lain
sebagainya. Sebagai contoh,dalam pembuatan bibliografi khusus, maka
pertimbangan untuk menentukan judul bibliografi dapat didasarkan pada berbagai
cakupan. Seperti waktu, wilayah, komoditas, dll.

2. Pengumpulan Bahan Pustaka / Penelusuran Informasi

Pengumpulan bahan informasi atau penelusuran dapat dilakukan dengan cara
menelusi langsung ke sumber bahan informasi berupa buku, artikel atau majalah
ilmiah. Juga dapat ditelusuri secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan
bahan informasi sekunder seperti dari daftar bibliografi, daftar pustaka dalam
artikel, dsb. Selanjutnya dapat dilakukan melalui penelusuran pangkalan data
elektronis. Artikel yang berhasil ditelusur dilakukan pencatatan data bibliografisnya.
Keterangan yang harus dicatat antara lain Nama pengarang, Judul buku atau artikel
Sumber informasi, Data fisik buku, Data terbitan dan keterangan keterangan lain.

3. Seleksi Bahan Pustaka

Untuk menyeleksi informasi yang masih yang sesuai, pustakawan harus
mengetahui pula sinomin suatu komoditas, seperti nama dalam bahasa Latinnya,
nama-nama daerah/lokal, ataupun produk olahan suatu komoditas. Contoh: nama-
nama sinonim untuk kakao adalah: Theobroma cacao,cocoa, kakao lindak, coklat,
chocholate, dan sebagainya. Pada proses ini dilakukan pemilihan terhadap artikel
yang sesuai dengan pokok permasalahan.

4. Pengelompokan / Klasifikasi

Untuk membentuk suatu daftar bibliografi yang tersusun secara sistematik,
pengelompokan bahan informasi/ artikel harus dilakukan dilakukan agar artikel
dengan subjek yang sama akan terkumpul secara berdekatan.

Klasifikasi yang dipakai dapat ditentukan lebih dulu. Klasifikasi tersebut dapat
berupa klasifikasi notasi angka, klasifik angka, klasifikasi subjek, atau subjek verbal,
atau campuran. Misalnya pengelompokan pengelompokan sistem klasifikasi notasi
angka (UDC atau DDC) untuk daftar katalog katalog buku, sistem klasifikasi AGRIS,
sistem subjek, dan sebagainya.

1

Seluruh bahan bibliografi yang telah dikelompokkan berdasarkan subjek,
kemudian diurutkan berdasarkan berdasarkan urutan abjad urutan abjad nama
pengarang. pengarang. Kegiatan ini Kegiatan ini disebut " disebut " filing ". Hasil
kegiatan ini akan diperoleh urutan bahan bibliografi yang terkelompok bibliografi
berdasarkan subjek, dan berdasarkan subjek, dan dalam kelompok subjek akan
terurut berdasarkan abjad nama pengarang.

5. Pembuatan Kata Kunci

Tujuan pembuatan kata kunci adalah untuk menggambarkan konsep-konsep
pengetahuan yang dibahas di dalam artikel tersebut, sehingga pembaca dapat
memahami isi pokok tulisan tersebut.

Kata kunci juga dipakai untuk memudahkan penelusuran informasi yang telah
dikumpulkan dalam daftar bibliografi. Kata kunci dapat dipilih dari judul artikel yang
tertulis, dari abstrak, atau dari dalam atau artikel itu sendiri baik dari
metodologi,hasil kesimpulan termasuk kesimpulan tempat dan tempat dan waktu.

Kata kunci yang dipilih adalah suatu kosa kata yang menggambarkan suatu pokok
permasalahan, dengan menggunakan menggunakan kata-kata berdasarkan
berdasarkan cabang ilmu pengetahuan pengetahuan atau subjek tertentu yang telah
dikenal secara umum. Contoh : Kakao, Karet, Padi, Jagung, Budidaya, Pemuliaan,
Pertanaman, dan sebagainya.

6. Penyusunan Indeks

Indeks berarti penunjukkan. Indeks merupakan suatu daftar petunjuk letak kata,
konsep, dan istilah lain yang terdapat dalam suatu terbitan. Indeks disusun menurut
abjad dan merujuk ke artikel dimana kata, konsep, atau artikel dimana kata, konsep,
atau istilah tersebut dibahas. Dengan demikian tujuan penyusunan indeks pada
suatu terbitan atau dalam bibliografi adalah untuk mempermudah pengguna
menemukan kembali istilah yang terdapat pada daftar bibliografi yang disusun.

Indeks biasanya dikumpulkan dari kata kunci dan nama pengarang. Istilah lain
yang ingin disajikan sebagai rujukan dapat juga dikumpulkan, misalnya lokasi
geografi, judul majalah,nama badan penerbit, dan sebagainya.

Cara membuat daftar indeks dapat dilakukan sebagai berikut:

o setiap kata kunci, nama pengarang, dan lokasi geografi didaftar ke dalam
lembar tersendiri

o tiap istilah indeks diikuti nomor urut artikel/nomor entri
o istilah indeks disusun berdasarkan abjad untuk setiap kelompok indeks.

2

7. Pengetikan Naskah Bibliografi

Kumpulan artikel yang telah disusun menurut klasifikasi dan abjad pengarang
serta telah dilengkapi dengan daftar indeks, kemudian dilakukan pengetikan naskah
bibliografi. Pengetikan naskah secara manual dapat menggunakan sarana yang ada
di perpustakaan.

8. Pemeriksaan Naskah Akhir Bibliografi

Naskah akhir bibliografi yang siap dipublikasikan, terlebih terlebih dahulu harus
diperiksa kembali. Pemeriksaan akhir mencakup :

- Pemeriksaan tulisan dari kesalahan ejaan dan tanda baca
- Kesesuaian penyingkatan dan pembalikan nama pengarang
- Penulisan dengan huruf Penulisan dengan huruf miring untuk miring untuk kata-kata

latin dan judul majalah judul majalah
- Kelengkapan data artikel yang dijadikan bahan bibligrafi
- Pemeriksaan kesesuaian indeks dengan nomor entri yang entri yang dirujuk dirujuk
- Pemeriksaan letak perwajahan /tata letak (lay-outing ) setiap bagian tulisan.

Keterangan :
1. Nomor entry.
2. Bibliografi (MLA) baris kedua dijorokan kedalam, sesuai dengan aturan MLA
3. Anotasi, terdiri dari penjelasan singkat dari artikel yang dibuat.
4. Kata kunci,terdiri dari kata istilah penting dalam artikel yang dibuat, setiap kata kunci
diberi tanda ; (titik koma) sebagai pemisah.

3

ADAT ISTIADAT

001
Zaiful, Anwar. “Upacara Turun Mandi Anak Secara Tradisional Minangkabau Di Daerah
Sumatera Barat”. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1991.Tercetak.

Buku ini menjelaskan tentang tata cara turun mandi anak secara tradisional di
Minangkabau. Diantaranya babauah atau musyawarah, kulansia atau undangan dan
baralek atau mambakoi anak. Juga menjelaskan pemberian nama dan tahapnya,
maksud dan tujuan acara, waktu dan tempat pelaksanaan, pihak yang terlibat,
persiapan dan perlengkapan acara, jalannya upacara, pantangan yang harus di
patuhi dan makna yang terkandung dalam simbol-simbol upacara.
Kata Kunci : Upacara Turun Mandi; Tradisional; Minangkabau.

BUDAYA

002
Rahmat, Wahyudi, dan Maryelliwati. “Minangkabau (Adat, Bahasa, Sastra dan Bentuk
Penerapan)”. Padang : STKIP PGRI Sumbar Press, 2019. Tercetak.

Buku ini menceritakan tentang berbagai bentuk sastra rakyat Minangkabau
kemudian diolah dan diadaptasikan dalam seni pertunjukan. Bahasa dan sastra
Minangkabau, dendang Minangkabau dan pementasan kesenian daerah di
Minangkabau, semuanya berpedagang dan berangkat dari kaba tanpa
mengesampingkan bentuk tuturan lisan tradisi Minangkabau lainnya. Dalam buku ini
juga menjelaskan tentang adat-adat Minangkabau, Bahasa Minangkabau, Sastra dan
bentuk penerapan di dalam Minangkabau.
Kata Kunci : Minangkabau; Bahasa; Sastra; Tradisi.

4

HIBURAN

003

Anggraini, Vivi, Adi Priyanto. ‘’Peningkatan Kemampuan Pengenalan Sejarah Budaya
Minangkabau Melalui Lagu Kreasi Minangkabau Bagi Anak Usia Dini’’. Padang: Kaganga
Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 2019. Print

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran
mengenai lagu kreasi minangkabau untuk gkabau untuk menstimulasi pengena
pengenalan sejarah budaya minangkaba budaya minangkabau bagi anak bagi anak
ditaman kanak-kanak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian action
reseach pada kelompok B di TK Nurul Hidayah Sumatera Barat. Metode yang
digunakan adalah metode Kemmis dan Taggart yang terdiri dari perencanaan,
tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan pengumpulan data yang
digunakan digunakan adalah observasi, observasi, wawancara, wawancara, catatan
catatan lapangan, lapangan, instrumen instrument pemantau tindakan tindakan
dan dokumentasi. dokumentasi. Analisis Analisis data disajikan disajikan secara
kuantitatif kuantitatif dan kualitatif. kualitatif. Hasil data secara kuantitatif
menunjukan bahwa kemampuan pengenalan sejarah anak dapat meningkat setelah
dilakukan tindakan melalui lagu kreasi minangkabau. Hal ini dapat dilihat dari hasil
penelitian yang menyebutkan bahwa rata-rata kelas pada pra tindakan sebesar
54%. Setelah dilakukan tindakan dalam siklus I meningkat rata-rata kelas menjadi
69,70% dan siklus II meningkat sebesar 82,74%. Dari hasil penelitian ini maka dapat
disimpulkan lagu kreasi minangkabau mampu meningkatka kemampuan mengenal
sejarah sejarah budaya daerah minangkabau.

Kata Kunci : Sejarah Budaya Minangkabau, Lagu Kreasi Minangkabau

KABA 5

004

Radjo Endah, Syamsuddin Sutan. “Kaba Sabai Nan Alui”. Bukittinggi: Kristal Multimedia,
2011. Non Cetak.

Buku ini menceritakan tentang Rajo Nan Panjang adalah sahabat akrabnya Rajo
Babandiang. Rajo Nan Panjang ingin melamar Sabai Nan Alui menjadi istri mudanya.
Dimana lamaran tersebut ditolak oleh Rajo Babandiang karena sahabatnya telah
lanjut usia dan beristri banyak. Penolakan itu dijawab oleh Rajo Nan Panjang
dengan mengajak Rajo Babandiang berkelahi atau bertengkar. Akhirnya Rajo
Babandiang tewas dalam perkelahian tersebut karena ditembak oleh anak buah
Rajo Nan Panjang yaitu Nan Kongkong. Akhirnya Sabai Nan Alui mulai melakukan
pemberontakan.

Kata Kunci : Kaba Minangkabau; Sabai Nan Alui.

KEDUDUKAN

005

Boestami. “Kedudukan dan peranan wanita dalam kebudayaan suku bangsa
Minangkabau” Padang: Esa Padang, 1992. Tercetak.

Menceritakan tentang kedudukan dan peranan wanita pada suku bangsa
Minangkabau. Mulai dari mengurus anak, kadang- kadang membantu perekonomian
rumah tangga, menyediakan persiapan untuk upacara sampai memelihara harta
pustaka karena Minagkabau mengenal sistem matrilineal, dimana wanita berhak
atas harta warisan. Wanita di Minangkabau sangat berperan dan selalu dimintai
pendapatnya serta tidak pernah ditinggalkan pada waktu berunding. Mereka
mempunyai hak-hak dan memegang peranan dalam kehidupan masyarakat
Minangkabau, terutama pernanannya dalam keluarga besar dan di Rumah Gadang.

Kata Kunci : Kedudukan; Peranan Wanita; Kebudayaan.

006
Nurwani. “Perempuan Minangkabau Dalam Metafora Kekuasaan”. Jakarta: Pustaka
Belajar. 2017. Tercetak.

Buku ini memperkaya wacana dan telaah tentang partisipasi
perempuan dalam bidang politik. Telaah dalam buku ini sangatlah penting untuk
dipublikasikan. Kita tahu bahwa secara kultural, Minangkabau memiliki sistem dan
perangkat simbolik yang mengakui dan menjunjung tinggi kaum perempuan. Dengan
demikian, dapat diasumsikan mendapatkan peranan yang sentral dan besar.

Kata Kunci : Perempuan Minangkabau; Metafora; Kekuasaan.

007 6
Khatib, Syeikh Ahmad. “Dari Minangkabau Untuk Dunia Islam”. Padang, Grepublishing.
2017. Tercetak.

Buku ini menceritakan tentang Tuanku Imam Bonjol, Buya Hamka,
Haji Agus Salim, dan masih banyak nama lainnya. Tak sedikit pula dari tokoh-tokoh
ini yang pengaruhnya bahkan mendunia bahkan menjadi tokoh dunia itu sendiri.
Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi adalah salah satunya. Ialah ulama tanah air
pertama yang diberi amanah dan kepercayaan sebagai khatib dan abdi di Masjidil
Haram, Mekkah. Sebuah posisi yang tak semua orang bisa menempati bahkan orang
Arab sekalipun di masa itu.

Kata Kunci : Minangkabau; Islam; Kedudukan

KEARIFAN LOKAL

008
Harry,Andheska.‘’Kearifan Lokal Masyarakat Minangkabau Dalam Ungkapan
Kepercayaan Rakyat’’.Padang: BASINDO Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia,dan
Pembelajarannya, 2018. Print.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang bentuk, kategori, makna
dan fungsi dari ungkapan dari ungkapan kepercayaan rakyat di rakyat di masyarakat
Minangkaba rakat Minangkabau. Pengguna Penggunaan metode deskriptip kualitatif
diberlakukan terhadap tiga informan selaku sumber data yang layak untuk dikaji.
Hasilnya adalah kearifan lokal masyarakat Minangkabau ditemukan struktur, makna
dan fungsi yang merepresentasikan kebudayaan yang diwarisinya.
Kata Kunci: kearifan lokal, ungkapan kepercayaan,masyarakat.

KESENIAN

009
Wimra, Zelfeni. “Menimbang Minangkabau : Kesenian, Spiritualitas, dan Isu-isu
Kebangsaan”. Padang : Jual Buku Sastra, 2020. Tercetak.

Buku ini membahas tentang minangkabau. Minangkabau adalah ide yang penuh
konflik. Minangkabau adalah sengketa yang tiada putus. Klaim-klaim stigmatik ini
justru menjadi pintu masuk untuk melihat, memandang, dan kemudian menimbang
sejumlah diskursus yang pernah ada dan sedang terjadi dalam kehidupan orang
Minang mutakhir. Dari sekian banyak isu yang melekat pada keminangkabauan, ada
tiga bagian yang ditimbang buku ini:pertama: Komunitas Adat dan Proyek Industri
Otak yang Mangkrak. Kedua: Institusi Syara dan Isu-isu Kebangsaan. Ketiga: Album
Proses Kreatif Pelaku Budaya. Pemerhati seni budaya, spiritualitas, dan isu-isu
kebangsaan berbasis kearifan lokal penting memiliki buku ini.
Kata Kunci : Minangkabau; Kesenian; Spiritualitas.

7

Khazanah

010
Tegar putra,Esha. “Penguatan Data Seni dan Budaya” Padang Ekspres 7 Oktober 2018: 13.
Tercetak.

Artikel ini membahas tentang koleksi koleksi dokumen yang ada di Sumatra Barat,
dokumen tersebut merupakan kekayaan intelektual dan data yang kaya sekali untuk
dijadika rujukan dalam melihat distribusi wacana kebudayaan di Sumatra barat dari
satu decade ke decade selanjutnya,kerja pendataan, pemuatan katalog dan digitalisasi
merupakan proses yang Panjang,tapi setidaknya pameran khazanah pengetahuan
Minangkabau dalam manuskrip dan karya intelektual penyelenggara berharap muncul
kedasaran baru untuk melakukan kerja Bersama dalam proses tersebut.
Kata kunci : karya; koleksi Minangkabau; dokumen

011
Ananta Toer,Pramoedya. “Khazanah Indonesia untuk Dunia” Padang Ekspres” 8 Oktober
2018: 15.Tecetak.

Artikel ini membahas tentang cerita sejarah yang mencekam dan geram karena sikap
tanam paksa yang tak mempunyai hati Nurani kepada pekerja,hal ini dapat
ditemukan di rekam jejak pembuatan jalan raya pos yang dapat menambah
pengetahuan sejarah.
Kata kunci : tanam paksa; sejarah

8

KULINER

012
Gardjito, Murdijati, Lila Muliani, dan Chairunisa Chayatinufus. “Kuliner Minangkabau.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama”, 2019. Tercetak.

Buku ini menceritakan tentang kuliner khasnya yang mampu menambah kekayaan
budaya bangsa Indonesia. Kepiawaian dan kecerdasan urang Minang pada masa
lampau telah mewarnai kehidupan masyarakat Minang di masa setelahnya.
Meskipun demikian masyarakatnya tetap menjalankan berbagai macam tradisi daur
hidup dilengkapi dengan hidangan khasnya sejak tempo dulu hingga sekarang.
Keberagaman kuliner Minang dalam setiap tradisi yang dilakukan baik dalam upacara
berkaitan dengan kehidupan maupun keagamaan telah ikut mewarnai hidangan seperti
yang ditunjukkan dalam deretan hidangan nikmat mulai dari makanan yang
menyandang gelar mahkota hidangan yaitu Rendang, Sate Padang, Singgang Ayam,
Lalampa, Ayam Pop, Asam Padeh Ikan, Nasi Kapau, dan lain-lain. serta ada juga
minuman yang menjadi khas minangkabau yang enak.
Kata Kunci : Kuliner; Minangkabau; Rendang

9

PAKAIAN

013
Efi, Agusti Marthala. “Pakaian Penganten Dalam Perkawinan Masyarakat Minangkabau
Padang” Padang : Humaniora, 2015. Print.

Menjelaskan tentang pakaian penganten dalam perkawinan adat minangkabau di
padang. Dimana setiap nagari itu memiliki ciri khasnya masing-masing dalam acara
perkawinan terutama pada pakaian perkawinannya. Pakaian penganten ini sangat
memiliki nilai- nilai yang mengandung unsur kebudayaan adat minangkabau di
daerah tersebut. Setiap daerah memiliki perbedaan dalam memasang pakaian
penganten serta juga memiliki perbedaan dalam mengikat pakaian penganten.
Kata Kunci : Pakaian Penganten; Minangkabau; Nilai-nilai

PERNIKAHAN

014
Novika, Boby, dan Sari, Dewi Purnama. “Pernikahan Generasi Minangkabau Zaman Now”.
Jakarta; Psikosain. 2016. Tercetak.

Buku ini menceritakan perbedaan pernikahan zaman dulu dengan pernikahan zaman
sekarang. Dimana buku ini menjelaskan kepada kita bagaimana saja sistem
pernikahan zaman sekarang dibandingkan zaman dulu. Zaman sekarang tidak adanya
yang nama di jodohkan oleh orang tua, melainkan anaknya sendiri yang mencarikan
jodoh dia nantinya.
Kata Kunci : Pernikahan; Generasi; Minangkabau.

10

PERANAN

015

Umar, Syukri. “Peranan Ulama dan Pejuang Minangkabau Dalam Pengembangan Islam
dan Merebut Kemerdekaan di Nusantara”. Bandung: H. Syukri Umar. 2020.Tercetak.

Di dalam buku ini dijelaskan tentang Pergolakkan PRRI tahun 1958-1961 di Sumatera
Barat dan peranan ulama, tokoh Sumatera Barat. Begitu juga dalam penumpasan
G.30 SPKI. Ulama dan Pejuang Minangkabau tetap eksis dalam pengembangan Islam
dan mempertahankan Kemerdekaan.

Kata Kunci : Peranan Ulama; Minangkabau; Islam.

SEJARAH

016

Rahim, Arif. “Kerajaan Minangkabau Sebagai Asal-usul Kesultanan Jambi” Jambi: Jurnal

Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 2021. Tercetak.

Membahas tentang kerajaan Minangkabau dan keberadaannya sebagai asal- usul

Kesultanan Jambi. Masalah ini dinilai penting karena saat ini banyak kalangan yang

kurang memahami hubungan antar kerajaan pada masa lampau, yang mana daerah-

daerah tersebut dewasa ini termasuk ke dalam wilayah kerajaan-kerajaan tersebut.

Penelitian ini diharapkan tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberi

penjelasan terhadap masalah pokok yang diajukan dan seterusnya berkontribusi

terhadap pengembangan ilmu pengetahuan terutama tentang sejarah lokal Jambi

dan Sumatera Barat. Hasil Penelitian menunjukkan daerah Minangkabau merupakan

daerah tua yang telah didiami manusia setidaknya sejak zaman Batu Muda sekitar

2000 tahun SM. Di daerah kabupaten Lima Puluh Kota banyak ditemuan Menhir yang

diperkirakan berasal dari masa tersebut. Daerah Minangkabau merupakan daerah

tempat turunnya Sang Sapurba bergelar Datuk Maharaja Diraja yang dalam tradisi

lisan dianggap sebagai nenek moyang suku Minangkabau dan rumpun Melayu pada

umumnya dan juga sebagai sosok yang menurunkan raja-raja yang memerintah di

Pulau Sumatra, terutama negeri-negeri Melayu. Dalam konteks hubungan Jambi dan

Minangkabau, dapat dikatakan bahwa raja-raja yang memerintah di kerajaan Jambi

adalah keturunan dari Kerajaan Minangkabau. Putri Selaro Pinang Masak yang dalam

legenda kerajaan Jambi dipandang sebagai pendiri kerajaan Jambi adalah anak dari

Ananggawarman yang memerintah di Pagaruyung pada tahun 1376 – 1417 M.

Sebagai negeri tua, Minangkabau mempunyai sistem adat dan kebudayaan yang

yang mempegaruhi daerah sekitarnya, termasuk daerah Jambi. 11
Kata kunci: kerajaan Minangkabau; asal usul; kesultanan Jambi,Sejarah

SASTRA MINANGKABAU

017

Djamaris, Edwar. “Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau” . Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia, 2001. Tercetak.

Buku ini menceritakan tentang sastra rakyat Minangkabau dan karya-karya sastra
yang ada dan berasal dari Minangkabau, lalu menceritakan tentang daerah Sumatera
Barat adalah daerah yang merupakan penghasilan besarnya dari pertanian dan
pertambangan. Daerah Minangkabau merupakan lahan yang subur dan terdapat
banyak hasil tambang seperti yang terkenal adalah batu bara di Sawah Lunto, dan
Semen Padang dari Indarung kota Padang.

Kata Kunci : Sastra; Rakyat; Minangkabau.

018
Nusrirwan. “Manusia Minangkabau”. Yogyakarta, Gre Publishing. 2010. Tercetak.

Buku ini menceritakankan tentang manusia perantau yang menjadikan fenomena
perantau
Minang yang menyewa mobil pada saat lebaran sudah menjadi rahasia umum. Semua
dilakukan demi menjaga prestise bahwa “Awak sukses di rantau”. Matrilineal dan
Material adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan dalam kultur Minangkabau.

Kata Kunci : Manusia; Minangkabau, dan Prestise.

SISTEMATIKA

019

Ilyas, Abraham. Nan Empat: “Dialektika, logika, sistematika alam terkembang”.
Jakarta:Yayasan Datuk Soda, 1999.Tercetak.

Buku ini menjelaskan tentang kehidupan kita harus mengetahui tentang berbagai hal
yang dijadikan sebagai pedoman yang disebut dengan Nan Empat. Menurut penulis
yang dimaksud dengan nan empat tersebut meliputi: dialektika, logika, sistematika
berpikir, bersikap dan bermartabat terutama bagi orang Minangkabau. Buku ini
sangat bermanfaat dipelajari terutama masyarakat Minang agar dapat dijadikan
sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan bernegara.

Kata Kunci : Dialektika; Logika, Sistematik. 12

SOSIAL BUDAYA

020
Hastuti, Erni, Defi Julianti, Donny Erlangga, Teddy Oswari. ‘’Kearifan Lokal Sosial Budaya
Masyarakat Minang Pedagang Rantau di Jakarta’’. Jakarta : Proceeding PESAT,2013.
Tercetak.

Pengidentifikasian kearifan lokal masyarakat Minang dapat dijadikan sebagai contoh
untuk mempertahankan berbagai karakteristik dari masyarakat perantau khususnya
bermata pencarian berdagang. Kearifan lokal masyarakat Minang harus diperkuat
guna penyelesaian permasalahan dalam sistem kemasyarakatan dalam menghadapi
isu global dan sekaligus mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi
keberlangsungan masyarakat lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dimensi
sosial budaya dari kearifan local masyarakat Minang pedagang rantau di DKI Jakarta,
mengetahui jenis jenis kearifan lokal sosial budaya yang dapat dipertahankan
masyarakat minang pedagang rantau di DKI Jakarta Jakarta dan faktor-faktor apa
saja yang mungkin menggeser atau meningkatkan kearifan lokal sosial budaya
masyaraka budaya masyarakat minang pedagang rantau dari kebiasaan normatif
menjadi formal.
Kata kunci: sosial, budaya, minang, pedagang, rantau

021
Purtama,Adetio. “Membaca sembari Dalami Seni Tradisi” Metropolis 12 Januari 2019: 10.
Tercetak.

Artikel ini membahas tentang kegiatan kesenian tradisional Minangkabau dan terdapat
kampung baca bukik Ase,pendirian kampung bukik ase tersebut karena banyaknya
dukungan dari berbagai pihak seperti Lembaga warisan budaya minang dan komunitas
orang kaya buku,terdapat jenis buku bacaan yang ada di kampung baca bukik
ase,seperti buku pelajaran,buku dongeng,buku cerita rakyat dan jugabuku tentang
kebudayaan.
Kata kunci : buku; kebudayaan; kampung baca

13

TATA KRAMA

022
Christyawatyeny. “Tata krama suku bangsa Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan
Provinsi Sumatera Barat”. Padang: Proyek Pengkajian, 2004. Tercetak.

Buku ini menjelaskan tentang tata krama suku bangsa
Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Seperti tata krama
menghormat, tata krama makan minum, tata krama berbicara, tata krama bertegur
sapa,tata krama berpakaian, tata krama berdandan, tata krama bersalaman, dan
penggunaan tata krama dalam kehidupan sehari-hari didalam dan diluar kerabat.
Kata Kunci : Tata Krama; Suku; Bangsa Minangkabau.

WISATA

023
Herwandi. ‘’Dari Megalit Borobono ke Tambo Rueh Buku : Penelusuran Awal Tentang
Tulisan Minangkabau’’.Padang : Linguistika Kultura, 2008. Print.

Artikel ini membahas tentang hubungan suatu corak yang terbentang pada sebuah
sebuah megalit, di Taeh Bukik, Limapuluah Koto, Sumatera Barat. Megalit disebut
oleh masyarakat sekitar sebagai Batu Batulih Borobono. Batu terebut dipercaya
memiliki kekuatan sihir.Di megalit tersebut terdapat sebuah bentangan yang
bermotif. Artikel ini mencoba untuk memahami tulisan atau untuk memahami
tulisan atau symbol tersebut untuk mengetahui hubungan antara pola dengan
simbol ortografis yang dianggap pernah digunakan di tanah Minangkabau.
Kata kunci: temuan arkeologi, batu batulih borobono, Tambo, Minangkabau, Kerinci

14

INDEKS PENGARANG

A
Abraham Ilyas 9
Adi Priyanto 9
Agusti Marthala Efi 5
Andheska Harry 6
Anggraini 6
Anwar Zaiful 12

B
Boby Novika 10
Boestami 6

C
Christyawatyeny 12

D
Defi Julianti 10
Donny Erlangga 10

E
Edison 4
Edwar Djamaris 10

H
Herwandi 9

M
Marthala Agusti Efi 10
Maryelliwati 11

15

Murdijati Gardjito 6
S
Syukri Umar 8
W
Wahyudi Rahmat 7
V
Vivi 6
Z
Zelfeni Wimra 7

16

INDEKS SUBJEK

A 17
Adat istiadat 5

B
Budaya 4

H
Hiburan 4

K
Kaba 5
Kedudukan 6
Kearifan lokal 10
Kesenian 8
Khazanah 5
Kuliner 6

P
Pakaian 10
Pernikahan 10

S
Sastra Minangkabau 10, 11
Sejarah 11
Sistematik 5
Sosial budaya 5

T
Tata Krama 12

W
Wisata 12

18


Click to View FlipBook Version