The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by septinanurmartanti1, 2024-01-26 03:56:31

LKPD BILOKS

LKPD BILOKS

LKPD BILOKS Bilangan Oksidasi Reduksi Petunjuk Bacalah buku atau literatur mengenai Biloks (Intan Pariwara, Erlangga dan Buku Teks lainnya / Searching internet) TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik dapat mengidentifikasi reaksi redoks dalam kehidupan seharihari Peserta didik dapat menentukan bilangan oksidasi atom dalam senyawa dengan tepat setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi.


A. Simulasi Mengapa sayur bayam tidak diperbolehkan dipaskan kembali ???????? Hal ini dikarenakan pemanasan berulang-ulang dapat mengoksidasi kandungan zat besi yang terdapat di dalam bayam, yang akan mengubah zat besi menjadi racun bagi tubuh. Karena zat besi di dalam bayam cukup tinggi, maka saat Anda mengkonsumsi sayur bayam yang telah dipanaskan, tubuh Anda pun akan mengalami keracunan. Naaah…. Hal ini juga menyangkut dengan materi yang akan kita pelajari saat ini yaitu REDOKS (Reaksi Reduksi dan Oksidasi). Untuk lebih jelasnya Apa Itu Redoks ??? silahkan cari tahu reaksi apa saja yang ada pada kehidupan sekitar kita yang berhubungan dengan Reaksi REDOKS. Hai,,, Popeye. Kenapa sih kamu suka banget makan bayam ? Hallo Oliv…. Ya saya suka makan bayam karna ini sangat lezat dan kaya zat besi yang membuat tubuh saya menjadi kuat “Bayam juga disebut sebagai salah satu sumber zat besi yang baik bagi Anda yang menjalani pola makan vegan atau vegetarian. Di dalam 100 gram bayam, terkandung 2,7 miligram zat besi. Selain itu, sayuran ini juga mengandung vitamin A dan vitamin E, kalsium, serta serat. “


B. Bilangan Oksidasi Terdapat 8 aturan yang harus kamu ketahui dalam menentukan bilangan oksidasi suatu atom, antara lain adalah sebagai berikut: 1. Bilangan oksidasi unsur bebas adalah 0. unsur bebas berbentuk atom, seperti C, Ca, Cu, Na, Fe, Al, Ne unsur bebas berbentuk molekul, seperti H2, O2, Cl2, P4, S8. Kesemua unsur-unsur tersebut akan memiliki bilangan oksidasi 0. 2. Bilangan oksidasi ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sesuai dengan jenis muatan ionnya. Bilangan oksidasi ion monoatom Na+ , Mg2+, dan Al3+ berturut-turut adalah +1, +2, dan +3. Bilangan oksidasi ion poliatom NH4 + , SO4 2- , dan PO4 3- berturut-turut adalah +1, -2, dan -3. 3. Bilangan oksidasi unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya. Penentuan bilangan oksidasi disesuaikan dengan Golongan suatu unsur pada Tabel periodic. Perhatikan tabel SPU dibawah ini ! Unsur bebas adalah unsur yang tidak bergabung atau berikatan secara kimia dengan unsur lain. Unsur bebas terbagi menjadi dua, yaitu unsur bebas berbentuk atom


Bilangan oksidasi: Golongan IA = H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr = +1. Contoh: Bilangan oksidasi Na dalam senyawa NaCl adalah +1. Golongan IIA = Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra = +2. Contoh: Bilangan oksidasi Mg dalam senyawa MgSO2 adalah +2. Golongan IIIA = B, Al, Ga, In, Tl = +3 Contoh: Bilangan oksidasi Al dalam senyawa Al2O3 adalah +3. INGAT !!!!! peraturan ini hanya perlaku untuk unsur logam golongan IA, IIA, dan IIIA 4. Bilangan oksidasi unsur golongan transisi (golongan B) lebih dari satu. Bilangan oksidasi Cu = +1 dan +2. Bilangan oksidasi Au = +1 dan +3. Bilangan oksidasi Sn = +3 dan +4.


5. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya. NH4 + = +1 Biloks H = +1. Atom H memiliki indeks 4, maka biloks H dikalikan dengan indeks H = +4. Karena jumlah muatan NH4 + = +1, maka biloks N haruslah -3, agar ketika biloks N dan H dijumlahkan, hasilnya sesuai dengan jumlah muatannya, yaitu +1. 6. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0. H2O = 0 Biloks H = +1. Atom H memiliki indeks 2, sehingga biloks H dikalikan dengan indeks H = +1 x 2 = +2. Agar jumlah biloks H dan O sama dengan 0, maka biloks O harus bernilai -2. 7. Bilangan oksidasi hidrogen (H) bila berikatan dengan logam = -1. Bila H berikatan dengan non-logam = +1. Biloks H dalam AlH3 = -1. Atom Al merupakan unsur logam golongan IIIA, sehingga biloks Al = +3. Ingat aturan biloks poin 6, jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0. Jadi, apabila biloks Al dan H dijumlahkan, hasilnya harus 0. Agar biloks Al + biloks H = 0, biloks H haruslah -3. Karena atom H memiliki indeks 3, maka biloks H : indeks H = -3 : 3 = -1. Terbukti jika biloks H dalam AlH3 adalah -1. 8. Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida = -2. Biloks O dalam BaO2 = -1. Atom Ba merupakan unsur logam golongan IIA, sehingga biloks Ba = +2. Jumlah biloks Ba dan biloks O harus 0 (aturan biloks poin 6). Oleh sebab itu, biloks O harus bernilai -2. Karena atom O memiliki indeks 2, jadi biloks O : indeks O =


-2 : 2 = -1. Terbukti jika biloks O dalam BaO2 adalah -1. Bagaimana, teman-teman? Apa kamu paham dengan penjelasan di atas? Di bawah ini ada beberapa contoh soal yang bisa kamu kerjakan, nih! Jangan lupa dicoba, ya. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PENENTUAN BILANGAN OKSIDASI Tentukan bilangan oksidasi pada unsur C pada unsur, iuon, dan senyawa berikut: a. C b. CO2 c. H2CO3 Jawab: (Lihat penentuan bilangan oksidasi pada materi ya) a. Unsur C adalah unsur netral atau berdiri sendiri sehingga biloksnya = 0 b. Unsur C pada CO2, Biloksnya = +4 caranya: biloks O = -2 dikalikan indeknya (- 2 x 2 = -4) kebalikan daeri -4 adalah +4. d. Unsur C pada H2CO3 adalah +4 caranya bilok H = +1 x2 = +2, unsur O biloksnya -2 x 3 = -6 (+2+-6) = -4 kebalikan -4 = +4 Latihan Tentukan bilangan oksidari dari unsur yang di garis bawahi: a. Cr2O72- b. NH3 c. H3PO4 d. Cl2 e. NO2 Sekarang kita coba mengerjakan soal dibawah ini ya guys Latihan soal


Click to View FlipBook Version