The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Publikasi Analisis Situasi Pembangunan Manusia (ASPM) Kabupaten Samosir tahun 2020 menyajikan informasi dan analisis situasi pembangunan manusia ditinjau dari aspek pendidikan (Harapan lama sekolah dan Rata-rata lama sekolah), kesehatan (Angka harapan hidup), daya beli masyarakat, dan hubungan antara IPM dengan tingkat perekonomian Kabupaten Samosir. Publikasi ini tidak hanya menggambarkan kondisi tahun 2020 saja, namun juga dibandingkan dari kondisi tahun 2016, sehingga dapat melihat perkembangan pembangunan manusia selama periode 2016-2020. Informasi dan analisis data, grafik, tabel perkembangan pencapaian IPM di Kabupaten Samosir beserta komponen-komponennya selama tahun 2016-2020 secara sederhana sehingga diharapkan dapat dipahami dengan mudah oleh pengguna data.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nerwilisbps1217, 2022-12-26 20:49:59

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir Tahun 2020

Publikasi Analisis Situasi Pembangunan Manusia (ASPM) Kabupaten Samosir tahun 2020 menyajikan informasi dan analisis situasi pembangunan manusia ditinjau dari aspek pendidikan (Harapan lama sekolah dan Rata-rata lama sekolah), kesehatan (Angka harapan hidup), daya beli masyarakat, dan hubungan antara IPM dengan tingkat perekonomian Kabupaten Samosir. Publikasi ini tidak hanya menggambarkan kondisi tahun 2020 saja, namun juga dibandingkan dari kondisi tahun 2016, sehingga dapat melihat perkembangan pembangunan manusia selama periode 2016-2020. Informasi dan analisis data, grafik, tabel perkembangan pencapaian IPM di Kabupaten Samosir beserta komponen-komponennya selama tahun 2016-2020 secara sederhana sehingga diharapkan dapat dipahami dengan mudah oleh pengguna data.

https://samosirkab.bps.go.id4.3 TINGKAT PENDIDIKAN
Salah satu amanat yang diemban pemerintah menurut UUD 1945

adalah upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejauh mana amanat ini
dilaksanakan tercermin dari profil pendidikan penduduk yang akan dibahas
dalam uraian berikut ini, yang akan menyajikan gambaran umum mengenai
angka partisipasi sekolah dan tingkat pendidikan (formal) yang dicapai.

4.3.1 Angka Partisipasi Sekolah
Gambar 4.4 menyajikan perbandingan partisipasi sekolah penduduk

menurut kelompok umur antara Kabupaten Samosir dan Propinsi Sumatera
Utara secara keseluruhan tahun 2019.

Gambar 4.3 *
Angka Partisipasi Sekolah Kabupaten Samosir dan Sumatera Utara

Menurut Kelompok Umur (persen), 2019

• Data 2020 belum tersedia
Sumber : BPS - Susenas 2019

40 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

https://samosirkab.bps.go.idBila diamati menurut kelompok umur, partisipasi sekolah usia 5-6
tahun di Kabupaten Samosir tahun 2019 adalah sebesar 47,53 persen yang
berarti bahwa penduduk yang berumur 5-6 tahun di Kabupaten Samosir dan
telah mendapat pendidikan formal hanya 47,53 persen. Hal ini sesuai kondisi
di Kabupaten Samosir bahwa penduduk pada rentan usia ini sebagian besar
masih mengenyam pendidikan pada tahap TK atau PAUD (bukan pendidikan
formal). Sementara itu, partisipasi sekolah usia 7-12 tahun di Kabupaten
Samosir tahun 2019 adalah sebesar 99,57 persen yang berarti bahwa masih
ditemukan penduduk usia 7-12 tahun yang belum menikmati fasilitas
pendidikan SD sebesar 0,43 persen. Sementara partisipasi sekolah usia 7-12
tahun untuk Provinsi Sumatera Utara tahun 2019 sebesar 99,27 persen.
Sedangkan angka partisipasi sekolah usia 13-15 tahun Kabupaten Samosir
adalah sebesar 99,27 persen, atau masih ditemukan penduduk usia 13-15
tahun yang belum menikmati fasilitas pendidikan SMP. Sedangkan partisipasi
sekolah kelompok usia 13-15 tahun Provinsi Sumatera Utara adalah sebesar
96,88 persen.

Partisipasi sekolah untuk kelompok umur 16-18 tahun Samosir
selama tahun 2019 adalah sebesar 91,36 persen yang berarti bahwa sekitar
8,64 persen penduduk usia 16-18 tahun belum menikmati fasilitas pendidikan
SMA. Sedangkan partisipasi sekolah kelompok usia 16-18 tahun Provinsi
Sumatera Utara adalah sebesar 77,20 persen. Hal ini menunjukkan bahwa di
Kabupaten Samosir selama tahun 2019, tingkat partisipasi sekolah usia SD (7-
12 tahun) dan usia SMP (13-15 tahun) masih lebih besar dari partisipasi usia
SMA (16-18 tahun). Faktor ekonomi diduga menjadi salah satu faktor
penyebab hal tersebut. Secara umum, kemampuan ekonomi masyarakat

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 41

Kabupaten Samosir masih tergolong menengah ke bawah sehingga
masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan sampai
ke jenjang perguruan tinggi.

4.3.2 Tingkat Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan
Sebagaimana halnya dengan Angka Partisipasi Sekolah, tingkat

pendidikan tertinggi yang ditamatkan penduduk 10 tahun ke atas juga
merupakan salah satu indikator untuk mengukur hasil pembangunan di
bidang pendidikan.

Gambar 4.4
Ijazah/STTB Tertinggi yang dimiliki
Penduduk Kabupaten Samosir Usia 10 tahun ke atas (persen), 2020
https://samosirkab.bps.go.id
SD, 19.97 SMTP, 17.36

Tdk/blm SMTA, 27.61
pernah
sekolah/belu Diploma III,
m Tamat SD, 1.63
22.35

Diploma Diploma I &
IV/Sarjana, SMK, 3.09 II, 0.34

7.65

Sumber : BPS – Susenas 2020

42 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Pada tahun 2020, di Kabupaten Samosir masih terdapat 22,35 persen
penduduk berumur 10 tahun ke atas yang tidak/belum pernah/belum tamat
SD. Sementara itu, penduduk Kabupaten Samosir yang berumur 10 tahun ke
atas paling banyak menamatkan pendidikan SMTA Umum yaitu sebanyak
27,61 persen, diikuti dengan tamat SD sebesar 19,97 persen, kemudian tamat
SMTP sebesar 17,36 persen, tamat Diploma IV/Sarjana sebesar 7,65 persen,
tamat SMK sebesar 3,09 persen, tamat Diploma III sebesar 1,63 persen,dan
tamat Diploma I & II sebesar 0,34 persen.
https://samosirkab.bps.go.id
4.4 TINGKAT KESEHATAN

4.4.1 Penyediaan Sarana Kesehatan

Kesehatan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi di masa

mendatang dalam upaya pembangunan manusia yang berkualitas diukur dari

derajat kesehatan. Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan agar semua

lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah,

murah dan merata. Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan

masyarakat diantaranya adalah kurangnya sarana pelayanan kesehatan,

keadaan sanitasi dan lingkungan yang tidak memadai, dan rendahnya

konsumsi makanan bergizi. Tetapi faktor terpenting dalam upaya peningkatan

kesehatan ada pada manusia sebagai subyek dan sekaligus obyek dari upaya

tersebut.

Pada tahun 2020, jenis sarana kesehatan yang telah dimiliki oleh

Kabupaten Samosir adalah rumah sakit sebanyak 2 unit, puskesmas sebanyak

12 unit, pustu sebanyak 35 unit, posyandu sebanyak 197 unit, poskesdes

sebanyak 62 unit dan polindes sebanyak 68 unit. 43
Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Bila diperhatikan persebaran sarana kesehatan di tiap kecamatan
maka terlihat bahwa sarana kesehatan telah tersebut di setiap kecamatan
dengan jumlah yang berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan di tiap
kecamatan. Kecamatan yang memiliki fasilitas lengkap termasuk rumah sakit
adalah Kecamatan Pangururan, yang merupakan ibukota dari Kabupaten
Samosir. Namun demikian, keberadaan puskesmas telah berada di setiap
kecamatan dengan jumlah masing-masing 1 unit, dan juga sarana kesehatan
lainnya sehingga diharapkan bahwa semua penduduk Kabupaten Samosir bisa
mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat.
https://samosirkab.bps.go.id
Tabel 4.2
Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Samosir

Menurut Kecamatan (unit), 2020

KECAMATAN Rumah Puskes Pustu Pos Klinik Pos Polin
Sakit mas yandu Ber Kesdes des
salin
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Sianjur Mulamula - 1 3 11 14 1
- 1 7
2. Harian - 14 9 - 4 4
5 3
3. Sitiotio - 12 8 - 5 11
- 12 10
4. Onan Runggu - 1 7 20 - 1 3
10 16
5. Nainggolan 1 1 4 17 - 10 13
- 62 68
6. Palipi - 1 3 37 -

7. Ronggur Nihuta - 1 4 13 -

8. Pangururan 1 1 5 44 -

9. Simanindo - 4 3 38

SAMOSIR 2 12 35 197

Sumber : BPS Kabupaten Samosir, 2020

44 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

4.4.2 Tenaga Kesehatan Penolong Kelahiran

Kesehatan balita selain dipengaruhi oleh kesehatan ibu, dapat juga

dipengaruhi oleh faktor lain, diantaranya adalah penolong kelahiran. Data

komposisi penolong kelahiran bayi dapat dijadikan sebagai salah satu indikator

kesehatan dalam hubungannya dengan tingkat kesehatan ibu dan anak serta

pelayanan kesehatan secara umum.

Gambar 4.5
Persentase Penduduk Perempuan Berumur 15-49 tahun
yang PernahKawin dan Penolong Kelahiran Anak Lahir Hidup Terakhir ,

2020
https://samosirkab.bps.go.id
Dukun Dokter
Beranak, kandunga
n, 32.65
3.92

Bidan, Dokter
62.63 Umum,

0.80

Sumber : BPS – Susenas 2020

Dilihat dari kesehatan ibu dan anak, persalinan yang ditolong oleh

tenaga medis seperti dokter dan bidan dapat dianggap lebih baik dibanding

dengan yang ditolong oleh dukun, famili atau lainnya. Penanganan kelahiran

bayi yang kurang baik dapat membahayakan kondisi ibu dan bayi yang

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 45

https://samosirkab.bps.go.iddilahirkan seperti pendarahan, kejang-kejang atau situasi yang lebih
berbahaya dapat mengakibatkan kematian pada bayi dan atau si ibu.

Hasil Susenas 2020 mencatat bahwa penolong kelahiran anak terakhir
di Kabupaten Samosir secara umum telah ditangani oleh tenaga kesehatan
yaitu dokter dan bidan. Dalam dua tahun, kelahiran di Kabupaten Samosir
ditangani paling banyak oleh bidan sebesar 62,63 persen, diikuti dengan
dokter kandungan sebesar 32,65 persen, dan dokter umum sebesar 0,80
persen.

4.5 PEREKONOMIAN

Pada hakekatnya, pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha
dan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,
memperluas lapangan kerja, memeratakan distribusi pendapatan masyarakat,
meningkatkan hubungan ekonomi regional dan melalui pergeseran kegiatan
ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier. Arah dari
pembangunan ekonomi adalah mengusahakan agar pendapatan masyarakat
naik, serta tingkat pemerataan sebaik mungkin.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto
seluruh barang dan jasa yang tercipta atau dihasilkan di wilayah domestik
suatu negara yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu
periode tertentu tanpa memperhatikan apakah faktor produksi yang dimiliki
residen atau non-residen. Pembentukan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Kabupaten Samosir tahun 2020 masih didominasi oleh kategori Pertanian,
Kehutanan dan Perikanan dengan nilai sebesar Rp. 2.310,91 milyar (50,87
persen), diikuti kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan

46 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Sosial sebesar Rp. 527,78 milyar (11,62 persen), Kategori Konstruksi mencapaihttps://samosirkab.bps.go.id
Rp. 505,32 milyar (11,12 persen), dan Kategori Perdagangan Besar dan
Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda motor sebesar Rp. 492,36 milyar (10,84
persen). Keempat kategori tersebut memberikan total peranan yaitu sebesar
84,44 persen terhadap pembentukan Pendapatan Domestik Regional Bruto
(PDRB) Kabupaten Samosir. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian
Kabupaten Samosir masih sangat tergantung pada keempat kategori
tersebut.

Peranan kategori lain yang menonjol selama tahun 2020 antara lain
kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 5,09 persen serta
kategori Transportasi dan Pergudangan sebesar 3,43 persen. Sementara
kategori lainnya memberikan sumbangan sebesar 7,03 persen terhadap
perekonomian di Kabupaten Samosir meskipun peranan tersebut tidak terlalu
besar/mempengaruhi. Distribusi persentase PDRB Kabupaten Samosir
menurut sektor ekonomi dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 4.6
Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Samosir
Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Tahun 2020

Jasa Pendidikan, 0.95 Jasa
Kesehatan, 0.57Jasa Lainnya, 0.08
Administrasi

Pemerintahan, Pertanian, Kehutanan,
dan Perikanan, 50.88
Pertahanan dan Jaminan

SosiaJlaWsaajib, 11.62

Perusahaan,

0.11

Real Estate, Perdagangan Besar dan Konstruksi, 11.12 Pertambangan &
2.1 Eceran; Reparasi Mobil Penggalian, 0.64
Pengadaan Air dan Industri Pengolahan,
Jasa dan Sepeda Motor, Pengelolaan Sampah,
Keuangan, 0.91 10.84 0.52
0.05 Pengadaan Listrik dan
Informasi dan Transportasi dan
Komunikasi, 0.82 Pergudangan , 3.43 Gas, 0.05

Penyediaan Akomodasi 47
dan Makan Minum, 5.09

Sumber: BPS Kabupaten Samosir, 2020

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

https://samosirkab.bps.go.idLaju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Samosir tahun 2020 diukur
berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHK 2010
,namun sangat disayangkan kenaikan laju pertumbuhan yang diharapkan
sebagaimana pada tahun – tahun sebelumnya, tahun 2020 justru sebaliknya
mengalami penurunan mencapai -0,59 ,perlambatan ini bila dibandingkan
tahun 2019 yaitu sebesar -10,37 persen. Hal ini digambarkan oleh PDRB Atas
Dasar Harga Konstan 2010 Kabupaten Samosir Tahun 2020. Penurunan ini
dapat dilihat pada sebagian lapangan usaha ekonomi, dimana lapangan usaha
Transportasi dan Pergudangan merupakan lapangan usaha yang mencapai
pertumbuhan tertinggi pada tahun 2019 yaitu sebesar 9,87 persen dibanding
dengan lapangan usaha yang lainnya, pada tahun 2020 mengalami penurunan
sebesar -3,81. Sebanyak delapan lapangan usaha mengalami penurunan yaitu
lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar -3,81 persen,
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar -2,86 persen, Konstruksi
sebesar -3,35 persen, Jasa Lainnya sebesar 0,27 persen, Perdagangan Besar
dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar -0,42 persen, Jasa
Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar -0,13 persen, dan Pertanian,
Kehutanan dan Perikanan -0,28 persen.

Satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kenaikan pertumbuhan
ekonomi adalah lapangan usaha pengadaan Listrik dan Gas yaitu sebesar 5,61
naik dari 3,39 pada tahun 2019. Selebihnya mengalami penurunan namun
tidak mencapai nilai minus, sebagai contoh lapangan usaha Pertambangan
dan penggalian laju pertumbuhannya sebesar 2,43 mengalami penurunan
dimana pada tahun 2019 laju pertumbuhannya sebesar 5,81.

48 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Gambar 4.7
Perkembangan Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Samosir,
Provinsi Sumatera Utara dan Nasional berdasarkan ADHK Tahun 2016-2020

8.00
6.00 5.27 5.35 5.58 5.70

5.18 5.12 5.18 5.22
4.00 5.03 5.07 5.17 5.02

2.00
https://samosirkab.bps.go.id
0.00 -0.59

-2.00 2016 2017 2018 2019 2020-1.07

-2.07

-4.00

Samosir Sumatera Utara Nasional

Sumber: BPS Kabupaten Samosir, 2020

Bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dan
Nasional, maka laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Samosir pada 2020
mengalami perlambatan mencapai minus 0,59, namun masih berada diatas
pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara sebesar minus 1,07 dan juga
berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai minus 2,07
persen.

Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) per Kapita Kabupaten Samosir Atas Dasar Harga Berlaku tahun
2020 sebesar Rp. 35,85 juta mengalami peningkatan dari tahun 2019 PDRB
per Kapita nya adalah sebesar Rp. 35,14 juta dan pada tahun 2018 sebesar
Rp. 32,47 juta. Perkembangan struktur perekonomian Kabupaten Samosir
dilihat dari PDRB per kapita Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga
Konstan 2010 sejak tahun 2016-2020, dapat digambarkan sebagai berikut.

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 49

Gambar 4.8
Perkembangan PDRB Perkapita Kabupaten Samosir

Tahun 2016-2020 (juta rupiah)

32.47 35.14 35.85

27.65 29.9

21.17 https://samosirkab.bps.go.id22.223.3 24.56 24.31

2016 2017 2018 2019 2020
ADHK
ADHB

Sumber: BPS Kabupaten Samosir, 2020

50 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

https://samosirkab.bps.go.id
BAB

5

POSISI
PEMBANGUNAN

MANUSIA

https://samosirkab.bps.go.id

posisi pembangunan

5manusia

5.1 KOMPONEN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

5.1.1 Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat Kabupaten Samosir
https://samosirkab.bps.go.id
Umur Harapan Hidup merupakan salah satu indikator output
pembangunan di bidang kesehatan dalam upaya menciptakan sumber daya
manusia yang sehat dan berkualitas. Umur Harapan Hidup bahkan sering
dikaitkan dengan tingkat kemajuan suatu negara/daerah, karena pada
umumnya negara yang kurang maju bahkan miskin dan terbelakang
menunjukkan Umur Harapan Hidup rendah atau bahkan sebaliknya negara/
daerah yang sudah maju menunjukkan Umur Harapan Hidup yang tinggi, yang
berarti pula secara rata-rata sumber daya manusia di suatu negara/ daerah
yang maju lebih sehat dan berkualitas dibandingkan dengan negara/daerah
yang terbelakang bahkan miskin. Oleh karena itu pembangunan di segala
aspek khususnya bidang kesehatan yaitu peningkatan pelayanan kesehatan
masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup manusia, serta
mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas, mutlak harus dilakukan.
Pemerataan pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat diperlukan demi
tercapainya masyarakat yang sehat tanpa terkecuali di Kabupaten Samosir.

Umur Harapan Hidup adalah perkiraan jumlah tahun hidup/ umur
penduduk di suatu negara atau wilayah tertentu. Umur Harapan Hidup
merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 53

https://samosirkab.bps.go.idkesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat
kesehatan pada khususnya. Umur Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah
harus ditanggulangi dengan program pembangunan kesehatan, dan program
sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori
termasuk program pemberantasan kemiskinan. Peningkatan usia harapan
hidup penduduk dari suatu daerah merupakan efek keberhasilan program
kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi didaerah tersebut.
Meningkatnya daya beli masyarakat akan berbanding lurus dengan
peningkatan beberap faktor yaitu akses terhadap pelayanan kesehatan,
mampu memenuhi kebutuhan gizi dan kalori, mampu mempunyai pendidikan
yang lebih baik. Pendidikan yang lebih baik tentunya bertujuan untuk
memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, dimana tujuan
akhirnya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan
memperpanjang usia harapan hidupnya. Derajat kesehatan masyarakat
sangat dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu: Lingkungan, Pelayanan Kesehatan,
Keturunan, dan Perilaku masyarakat.

Secara umum, Umur Harapan Hidup mulai tahun 2016 hingga 2020
mengalami peningkatan. Pada tahun 2020, Umur Harapan Hidup saat lahir di
Kabupaten Samosir mengalami peningkatan dari 71,16 tahun pada tahun 2019
menjadi 71,27 tahun pada tahun 2020. Kenaikan yang terjadi sebesar 0,11
tahun. Hal ini terjadi pula pada Provinsi Sumatera Utara yang pada tahun 2020
memiliki Umur Harapan Hidup saat lahir sebesar 68,95 tahun meningkat
menjadi 69,1 tahun. Secara umum dapat dikatakan bahwa ada peningkatan
kondisi kesehatan makro di Kabupaten Samosir. Selain itu, dapat dilihat pula
bahwa Umur Harapan Hidup Kabupaten Samosir selalu lebih tinggi dibanding

54 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Umur Harapan Hidup Sumatera Utara yang berarti bahwa kondisi kesehatan di
Kabupaten Samosir lebih baik dari rata-rata penduduk di Sumatera Utara.

Gambar 5.1
Umur Harapan Hidup Sejak Lahir
Kabupaten Samosir dan Provinsi Sumatera Utara, 2016-2020 (Tahun)

https://samosirkab.bps.go.id70.87 71.16 71.27

70.47 70.68

68.95 69.1

68.33 68.37 68.61

2016 2017 2018 2019 2020
Samosir Sumut

Sumber : BPS Propinsi Sumatera Utara, 2020

5.1.2 Dimensi Pengetahuan Kabupaten Samosir

Peningkatan kualitas SDM ditentukan oleh kualitas dan sistem

pendidikan yang diterima. Pendidikan mempunyai peranan penting bagi

bangsa dan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kecerdasan dan

keterampilan manusia. Pentingnya pendidikan tercermin dalam pasal pada

UUD 1945, yang mengatakan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga

negara bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian

program pendidikan mempunyai andil besar terhadap kemajuan bangsa, baik

di bidang ekonomi maupun sosial dan budaya. 55
Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

https://samosirkab.bps.go.idKeseriusan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas
pendidikan terlihat melalui pelaksanaan Program Wajib Belajar 6 tahun yang
telah dimulai sejak tahun 1984. Sejak tahun 1994 program wajib belajar yang
dilaksanakan menjadi wajib belajar 9 tahun. Hal serupa juga dilakukan oleh
pemerintah Kabupaten Samosir, tidak hanya turut serta menyukseskan
program wajib belajar 9 tahun, tetapi juga turut mendukung program
pemerintah lainnya di bidang pendidikan, diantaranya memberikan subsidi
biaya pendidikan. Dengan demikian diharapkan tingkat pendidikan
penduduknya akan semakin baik dan jumlah penduduk yang buta huruf akan
berkurang terutama pada penduduk usia sekolah (7-24 tahun). Secara umum
keadaan pendidikan digambarkan oleh beberapa indikator antara lain:
harapan lama sekolah (Expected Years of Schooling) dan rata-rata lama
sekolah (Mean Years of Schooling).

5.1.2.1 Harapan Lama Sekolah (HLS) Penduduk 7 Tahun ke Atas

Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya sekolah
(dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu
di masa mendatang. HLS dapat digunakan untuk mengetahui kondisi
pembangunan sistem pendidikan di berbagai jenjang. HLS dihitung pada usia 7
tahun ke atas karena mengikuti kebijakan pemerintah yaitu program wajib
belajar.

Selama periode 2016 hingga 2020, Harapan Lama Sekolah secara rata-
rata mengalami peningkatan setiap tahun. Meningkatnya Harapan Lama
Sekolah menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak penduduk yang
bersekolah.

56 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Tahun 2020, Harapan Lama Sekolah di Kabupaten Samosir telah
mencapai 13,47 tahun yang berarti anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang
untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus SMA atau D1.

Gambar 5.2
Harapan Lama Sekolah Penduduk 7 Tahun ke Atas
Kabupaten Samosir dan Provinsi Sumatera Utara

2016-2020 (Tahun)

13.42https://samosirkab.bps.go.id13.4313.44 13.46 13.47
13 13.1 13.14 13.15 13.23

2016 2017 2018 2019 2020
Sumut
Samosir

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara, 2020

5.1.2.2 Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Penduduk 25 Tahun ke Atas

Rata-rata lama sekolah mengindikasikan makin tingginya pendidikan

formal yang dicapai oleh masyarakat suatu daerah. Semakin tinggi rata-rata

lama sekolah berarti semakin tinggi jenjang pendidikan yang dijalani. Rata-rata

lama sekolah yaitu rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk usia

25 tahun ke atas di seluruh jenjang pendidikan formal yang diikuti. Untuk

meningkatkan rata-rata lama sekolah, pemerintah telah mencanangkan

program wajib belajar 9 tahun atau pendidikan dasar hingga tingkat SLTP.

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 57

Gambar 5.3
Rata-rata Lama Sekolah Penduduk 25 Tahun ke Atas

Kabupaten Samosir dan Provinsi Sumatera Utara
2016-2020 (Tahun)

9.54
9.45

9.34 9.43
9.25

https://samosirkab.bps.go.id9.12

9.14 9.15

8.94 8.95

2016 2017 2018 2019 2020
Sumut
Samosir

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara, 2020

Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas di Kabupaten
Samosir terus mengalami peningkatan selama periode 2016 hingga 2020.
Pertumbuhan yang positif ini merupakan modal penting bagi Kabupaten
Samosir dalam membangun kualitas manusia yang lebih baik. Pada tahun
2020, Rata-rata Lama Sekolah penduduk Kabupaten Samosir usia 25 tahun ke
atas mencapai 9,43 tahun atau sudah menyelesaikan pendidikan hingga kelas
IX (SMP kelas III). Kondisi ini lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata
lama sekolah Provinsi Sumatera Utara secara umum yang tercatat sebesar 9,5
tahun pada tahun 2020.

58 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Gambar 5.4
Persentase Penduduk 10 Tahun ke atas Menurut ijazah/STTB

Tertinggi yang dimiliki ,2020

SD, 19.97 SMTP,
17.36

Tdk/blm SMTA,
pernah 27.61
sekolah/bel
um Tamat
SD, 22.35
https://samosirkab.bps.go.id
Diploma SMK, 3.09
IV/Sarjana, Diploma
Diploma I
7.65 III, 1.63 & II, 0.34

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara, 2020

Kepedulian penduduk Kabupaten Samosir terhadap pendidikan dapat
dilihat dengan lebih spesifik dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Bila
ditinjau dari Ijazah/ STTB tertinggi yang dimiliki, ijazah/ STTB tingkat Sekolah
Menengah Umum (SMU) merupakan ijazah tertinggi yang paling banyak
dimiliki penduduk berusia 10 tahun ke atas di Kabupaten Samosir dengan
persentase kepemilikannya mencapai 27,61 persen. Selanjutnya tidak belum
tamat SD mencapai 22,35 persen, ijazah SD mencapai 19,97 persen dan ijazah
SMP mencapai 17,36 persen, diikuti ijazah Diploma dan Sarjana7,65 persen,
SMK 3,09 persen, dan Diploma, III 1,63 persen dan terakhir Diploma I & II
sebesar 0,34 persen.

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 59

https://samosirkab.bps.go.id5.1.3 Dimensi Standar Hidup Layak

Indeks Daya Beli merupakan satu dari tiga komponen pembangunan
manusia yang didasarkan pada paritas daya beli (Purchasing Power Parity)
disesuaikan. Komponen kemampuan daya beli atau dikenal sebagai komponen
standar hidup layak, yang digunakan pengeluaran perkapita yang disesuaikan.
Adanya peningkatan daya beli menunjukkan adanya peningkatan kemampuan
untuk hidup layak, hingga pada akhirnya peningkatan tersebut akan bermuara
pada terentaskannya kemiskinan dalam masyarakat. Kesenjangan ekonomi
yang terjadi antar golongan pendapatan juga perlu memperkaya analisis
mengenai PPP ini. Bagaimanapun ekonomi tetaplah motor bagi
pembangunan.

Dalam penghitungan tingkat daya beli digunakan pendekatan
pengeluaran per kapita yang telah disesuaikan dengan tingkat inflasi di daerah
masing-masing. Penyesuaian ini diperlukan untuk menstandarkan tingkat
harga yang berlaku di masing-masing daerah. Tingkat pengeluaran per kapita
yang sama di suatu daerah belum tentu menunjukkan daya beli terhadap
barang dan jasa yang sama karena tingkat harga di setiap daerah itu berbeda
dan selera/pola konsumsi masyarakat berbeda. Oleh sebab itu pengeluaran
per kapita ini terlebih dahulu disesuaikan untuk dapat mengukur tingkat daya
beli yang nyata. Pada umumnya kondisi perekonomian yang semakin
membaik, yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang positif akan
berpengaruh terhadap semakin membaiknya daya beli atau pengeluaran riil
per kapita masyarakat.

60 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Selama lima tahun terakhir, pengeluaran per kapita kabupaten
Samosir secara rata-rata meningkat setiap tahun. Pada tahun 2020,
pengeluaran per kapita penduduk Samosir sebesar Rp. 8.422.000 mengalami
penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar Rp. 8.654.000
dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan kabupaten sekitar yaitu Humbang
Hasundutan sebesar Rp. 7.850.000 dan Pakpak Bharat sebesar Rp. 8.170.000.
Namun bila dibandingkan dengan kabupaten sekitar yang lebih dahulu mekar,
daya beli penduduk kabupaten Samosir tersebut lebih rendah. Yakni bila
dibandingkan dengan kabupaten Tapanuli Utara sebesar Rp. 11.648.000 dan
kabupaten Toba Samosir sebesar Rp. 12.154.000. Jika dibandingkan dengan
Provinsi Sumatera Utara secara umum, dapat dikatakan bahwa standar hidup
penduduk di Samosir masih di bawah Provinsi Sumatera Utara yaitu sebesar
Rp. 10.420.000.
https://samosirkab.bps.go.id
Gambar 5.5
Tingkat Daya Beli Penduduk Samosir dan Sumatera Utara

Tahun 2016-2020 (000 Rp)

10,036 10,391 10,649 10,420

9,744

7,813 8,163 8,348 8,654 8,422

2016 2017 2018 2019 2020
Samosir Sumut

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara, 2020

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 61

https://samosirkab.bps.go.id5.2. KLASIFIKASI CAPAIAN IPM

Dengan menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), UNDP
membagi tingkatan capaian pembangunan manusia suatu negara atau wilayah
ke dalam empat golongan/kriteria yaitu:

1. Rendah dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah kurang
dari 60.

2. Sedang dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada diantara
60 sampai 70.

3. Tinggi dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada diantara
70 sampai 80.

4. Sangat Tinggi dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah
80 keatas.

Berdasarkan keempat kriteria di atas, dapat diambil kesimpulan
bahwa jika status pembangunan manusia berada pada kriteria rendah, hal ini
berarti kinerja pembangunan manusia daerah tersebut masih memerlukan
perhatian khusus untuk mengejar ketertinggalannya. Begitu juga jika status
pembangunan manusia berada pada kriteria sedang, berarti pembangunan
manusia masih perlu ditingkatkan. Jika daerah tersebut mempunyai status
pembangunan manusia tinggi hal ini berarti kinerja pembangunan manusia
daerah tersebut sudah baik/optimal. Maka perlu dipertahankan supaya
kualitas manusia tersebut lebih produktif sehingga memiliki produktivitas yang
tinggi. Berikut ini disajikan uraian tingkatan status pembangunan manusia
dengan kriteria sebagai berikut :

62 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Tabel 5.1
Tingkatan Capaian IPM Metode Baru

Tingkatan Capaian Kriteria

Rendah IPM  60
Sedang 60  IPM  70
Tinggi 70  IPM  80
Sangat Tinggi IPM > 80

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara, 2020
https://samosirkab.bps.go.id
Gambar 5.6
IPM Kabupaten Samosir dan Provinsi Sumatera Utara

Tahun 2016-2020

70 70.57 71.18 71.74 71.77
68.82 69.43 69.99 70.55 70.63

2016 2017 2018 2019 2020

Samosir Sumut
Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara, 2020

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 63

Pada gambar 5.6 terlihat bahwa selama 5 (lima) tahun terakhir IPM
Kabupaten Samosir mengalami kenaikan sebesar 0,45 poin dengan rata – rata
pertumbuhan sebesar 0,65 persen. Nilai IPM Kabupaten Samosir pada tahun
2020 ini telah berada pada kriteria tinggi, dengan nilai sebesar 70,63. Bila
dibandingkan dengan IPM provinsi Sumatera Utara, IPM kabupaten Samosir
masih berada di bawah provinsi Sumatera Utara yaitu sebesar 71,77 yang
berada pada kriteria tinggi.
https://samosirkab.bps.go.id
Tabel. 5.2
Komponen IPM dan Status Indeks Pembangunan Manusia

Kabupaten Samosir dan Sumatera Utara
Tahun 2020

Komponen IPM Samosir Sumatera Utara

[1] [2] [3]

Umur Harapan Hidup (tahun) 71,27 69,1
Harapan Lama Sekolah (tahun) 13,47 13,23
Rata-rata Lama sekolah (tahun) 9,43 9,54
8 654 10,649
Daya Beli (000 Rp) 70,63 71,77
IPM Tinggi Tinggi
Status

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara, 2020

Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas
manusia di Kabupaten Samosir, yang dicerminkan dari capaian Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) terdapat beberapa strategi yang mungkin dapat
dikembangkan. Strategi tersebut yaitu peningkatan pendapatan perkapita
64 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

sekaligus penurunan angka kemiskinan dan pengangguran melalui
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pada bidang pendidikan, strategi
yang dapat dikembangkan yaitu peningkatan kualitas pendidikan masyarakat
yang didukung oleh pemantapan pelaksanaan pendidikan formal, mulai dari
pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai wajib belajar 12 tahun. Strategi
lainnya yaitu pengembangan lembaga jaminan sosial, peningkatan derajat
kesehatan dan status gizi masyarakat, peningkatan kesetaraan gender,
perlindungan anak, penurunan kesenjangan antar daerah serta pengendalian
pertumbuhan penduduk yang seimbang.
https://samosirkab.bps.go.id

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 65

L https://samosirkab.bps.go.id

LAMPIRAN

https://samosirkab.bps.go.id

Lampiran 1
Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk

Menurut Kecamatan
2020

No. Kecamatan Luas Penduduk Kepadatan Penduduk
[1] [2] Wilayah (jiwa) (jiwa)
1. Sianjur Mulamula per km2
(km2) [4] [5]
[3]
10 003 71,33
140,24
https://samosirkab.bps.go.id
2. Harian 560,45 9 397 16,77

3. Sitotio 50,76 8 172 160,99

4. Onan Runggu 60,89 11 122 182,66

5. Nainggolan 87,86 12 871 146,49

6. Palipi 129,55 18 209 140,56

7. Ronggur Nihuta 94,87 9 692 102,16

8. Pangururan 121,43 34 209 281,72

9. Simanindo 198,20 22 766 114,86

Kabupaten Samosir 1 444,25 136 441 94,47
Sumber : SP 2020

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 69

Lampiran 2
Jumlah Penduduk, Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin

Menurut Kecamatan
2020

Jenis Kelamin Jumlah Rasio
(jiwa) Jenis
No. Kecamatan Laki-laki Perempuan Kelamin
[5]
[1] [2] (jiwa) (jiwa) [6]
1. Sianjur Mulamula
[3] [4]

https://samosirkab.bps.go.id5 0114 99210 003 100,4

2. Harian 4 647 4 750 9 397 97,8

3. Sitotio 4 117 4 055 8 172 101,5

4. Onan Runggu 5 485 5 637 11 122 97,3

5. Nainggolan 6 382 6 489 12 871 98,4

6. Palipi 9 050 9 159 18 209 98,8

7. Ronggur Nihuta 4 811 4 881 9 692 98,6

8. Pangururan 17 164 17 045 34 209 100,7

9. Simanindo 11 290 11 476 22 766 98,4

Kabupaten Samosir 67 957 68 484 136 441 99,23
Sumber : SP 2020

70 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Lampiran 3
Persentase Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin

2020 (jiwa)

Kelompok Umur https://samosirkab.bps.go.idLaki-laki Perempuan Jumlah

[1] [2] [3] [4]
0–4 7 001 6 666 13 667
5–9 7 118 6 847 13 965
10 – 14 7 039 6 814 13 853
15 – 19 7 214 6 734 13 948
20 - 24 6 251 5 625 11 876
25 - 29 5 421 4 686 10 107
30 – 34 4 755 4 151 8 906
35 - 39 4 280 4 170 8 450
40 – 44 4 051 3 815 7 866
45 – 49 3 431 3 327 6 758
50 – 54 3 066 3 252 6 318
55 – 59 2 575 3 066 5 641
60 – 64 2 203 2 954 5 157
65 – 69 1 724 2 571 4 295
70 – 74 1 058 1 821 2 879
75 + 770 1 985 2 755

Kabupaten Samosir 67 957 68 484 136 441

Sumber : SP 2020

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 71

Lampiran 4 *
Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Jenjang Pendidikan

Jenis Kelamin di Kabupaten Samosir, 2019 (persen)

No. Jenjang Pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah
[1] [2]
1. SD [3] [4] [5]

2. SMTP 100,00 99,19 99,57
3. SMTA https://samosirkab.bps.go.id
4. PT 89,36 94,59 91,58
74,84 89,62 81,78

0,00 8,28 3,60

Sumber : BPS-Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2019
• Data 2020 belum tersedia

72 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Lampiran 5
Angka Harapan Hidup Sejak Lahir Menurut Kabupaten/Kota

di Propinsi Sumatera Utara
2016-2020 (Tahun)

No. Kabupaten/Kota Angka Harapan Hidup

[1] [2] 2016 2017 2018 2019 2020
1. N i a s [3] [7]
2. Mandailing Natal https://samosirkab.bps.go.id69 ,07 [4] [5] [6] 69,75
3. Tapanuli Selatan 61 ,77 69,18 69,43 68 ,97 62,60
4. Tapanuli Tengah 64 ,01 61,97 62,24 61 ,58 64,91
5. Tapanuli Utara 66 ,62 64,28 64,55 63 ,74 67,15
6. Toba Samosir 67 ,71 66,66 66,82 66 ,59 68,63
7. LabuhanBatu 69 ,25 70,08
8. A s a h a n 69 ,40 67,86 68,11 67 ,55 69,93
9. Simalungun 67 ,47 69,36 69,59 69 ,14 68,26
10. D a i r i 70 ,43 69,44 69,60 69 ,36 71,22
11. K a r o 67 ,95 67,57 67,79 67 ,37 69,00
12. Deli Serdang 70 ,69 70,53 70,75 70 ,34 71,40
13. Langkat 71 ,06 68,13 68,41 67 ,78 71,73
14. Nias Selatan 67 ,79 70,77 70,97 70 ,62 68,80
15. Humbang Hasundutan 67 ,83 71,11 71,31 71 ,00 68,74
16. Pakpak Barat 68 ,26 67,94 68,22 67 ,63 69,27
17. Samosir 64 ,95 65,74
18. Serdang Bedagai 70 ,47 68,00 68,24 67 ,66 71,27
19. Batu Bara 67 ,63 68,41 68,69 68 ,10 68,68
20. Padang Lawas Utara 65 ,95 65,05 65,27 64 ,85 66,96
21. Padang Lawas 66 ,54 70,68 70,87 70 ,26 67,17
22. Labuhan Batu Selatan 66 ,40 67,79 68,08 67 ,47 67,09
23. Labuhan Batu Utara 68 ,11 66,10 66,38 65 ,80 68,71
24. Nias Utara 68 ,80 66,58 66,77 66 ,50 69,46
25. Nias Barat 68 ,68 66,50 66,69 66 ,31 69,43
26. Sibolga 68 ,10 68,14 68,39 68 ,09 68,96
27. Tanjung Balai 67 ,87 69,01
28. Pematang Siantar 62 ,09 68,91 69,09 68 ,70 63,27
29. TebingTinggi 72 ,46 68,77 68,98 68 ,59 73,55
30. M e d a n 70 ,21 68,28 68,5 67 ,94 70,87
31. B i n j a i 72 ,34 68,05 68,36 67 ,70 73,14
32. Padang Sidempuan 71 ,67 62,28 62,60 61 ,90 72,38
33. Gunung Sitoli 68 ,37 72,63 72,93 72 ,29 69,41
70 ,36 71,19
Sumatera Utara 70,28 70,47 70 ,14
68 ,33 72,40 72,64 72 ,28 69, 10

71,75 71,95 71 ,59
68,41 68,73 68 ,32
70,42 70,67 70 ,29

68,37 68,61 68 ,29

Sumber : BPS Propinsi Sumatera Utara

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 73

Lampiran 6
Harapan Lama Sekolah Penduduk 7 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota

di Propinsi Sumatera Utara
2016-2020 (Tahun)

No. Kabupaten/Kota Harapan Lama Sekolah

2016 2017 2018 2020 2020

[1] [2] https://samosirkab.bps.go.id[3] [4] [5] [6] [7]
1. N i a s
2. Mandailing Natal 12 ,09 12,12 12,13 12,39 12,57
3. Tapanuli Selatan 12 ,78 12,99 13,15 13,17 13,32
4. Tapanuli Tengah 13 ,07 13,08 13,10 13,12 13,24
5. Tapanuli Utara 12 ,45 12,65 12,66 12,79 13,06
6. Toba Samosir 13 ,61 13,65 13,66 13,68 13,69
7. LabuhanBatu 13 ,19 13,25 13,26 13,28 13,45
8. A s a h a n 12 ,58 12,59 12,60 12,67 12,73
9. Simalungun 12 ,52 12,53 12,56 12,59 12,60
10. D a i r i 12 ,70 12,71 12,75 12,77 12,78
11. K a r o 12 ,84 13,06 13,07 13,09 13,10
12. Deli Serdang 12 ,65 12,71 12,73 12,75 12,76
13. Langkat 12 ,69 12,90 13,32 13,34 13,35
14. Nias Selatan 12 ,71 12,72 12,75 12,81 13,05
15. Humbang Hasundutan 11 ,97 11,98 12,20 12,22 12,23
16. Pakpak Barat 13 ,21 13,24 13,25 13,27 13,28
17. Samosir 13 ,81 13,82 13,83 13,85 13,86
18. Serdang Bedagai 13 ,42 13,43 13,44 13,46 13,47
19. Batu Bara 12 ,54 12,55 12,57 12,59 12,60
20. Padang Lawas Utara 12 ,34 12,49 12,52 12,62 12,63
21. Padang Lawas 12 ,30 12,41 12,42 12,47 12,87
22. Labuhan Batu Selatan 12 ,92 12,99 13,00 13,02 13,03
23. Labuhan Batu Utara 12 ,94 12,95 12,97 12,99 13,00
24. Nias Utara 12 ,54 12,79 12,80 12,82 13,04
25. Nias Barat 12 ,41 12,57 12,58 12,78 13,03
26 Sibolga 12 ,60 12,61 12,66 12,71 12,94
27. Tanjung Balai 13 ,11 13,12 13,13 13,15 13,16
28. Pematang Siantar 12 ,41 12,44 12,47 12,49 12,50
29. TebingTinggi 14 ,00 14,01 14,02 14,21 14,45
30. M e d a n 12 ,65 12,66 12,68 12,71 12,72
31. B i n j a i 14 ,06 14,45 14,72 14,73 14,74
32. Padang Sidempuan 13 ,57 13,58 13,59 13,61 13,62
33. Gunung Sitoli 14 ,49 14,50 14,51 14,53 14,54
13 ,66 13,69 13,71 13,73 13,74
Sumatera Utara
13 ,00 13,10 13,14 13,15 13,23

Sumber : BPS Propinsi Sumatera Utara

74 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Lampiran 7
Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Penduduk 25 Tahun ke Atas

Menurut Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Utara
2016-2020 (Tahun)

No. Kabupaten/Kota Rata-rata Lama Sekolah

[1] [2] https://samosirkab.bps.go.id2016 2017 2018 201 2020
1. N i a s
2. Mandailing Natal [3] [4] [5] [6] [7]
,3. Tapanuli Selatan
4. Tapanuli Tengah 4 ,92 4,93 4,94 5,15 5,36
5. Tapanuli Utara
6. Toba Samosir 7 ,89 8,00 8,11 8,36 8,62
7. LabuhanBatu 8 ,35 8,67 8,70 8,97 9,28
8. A s a h a n 8 ,03 8,28 8,29 8,48 8,62
9. Simalungun 9 ,32 9,46 9,65 9,71 9,85
10. D a i r i 10 ,09 10,10 10,34 10,36 10,52
11. K a r o 8 ,78 9,01 9,04 9,23 9,24
12. Deli Serdang 8 ,33 8,46 8,47 8,49 8,79
13. Langkat 8 ,86 8,95 9,18 9,36 9,60
14. Nias Selatan 8 ,70 8,90 9,15 9,34 9,58
15. Humbang Hasundutan 9 ,51 9,54 9,55 9,62 9,79
16. Pakpak Barat 9 ,68 9,70 9,92 10,08 10,09
17. Samosir 8 ,18 8,51 8,52 8,64 8,65
18. Serdang Bedagai 4 ,65 4,95 5,20 5,53 5,85
19. Batu Bara 8 ,91 9,10 9,28 9,53 9,54
20. Padang Lawas Utara 8 ,46 8,47 8,48 8,73 9,03
21. Padang Lawas 8 ,94 8,95 9,14 9,15 9,43
22. Labuhan Batu Selatan 8 ,34 8,35 8,51 8,53 8,54
23. Labuhan Batu Utara 7 ,75 7,83 7,84 8,02 8,06
24. Nias Utara 8 ,92 8,93 9,06 9,10 9,37
25. Nias Barat 8 ,41 8,43 8,67 8,69 9,01
26. Sibolga 8 ,69 8,70 8,71 8,74 8,75
27. Tanjung Balai 8 ,33 8,34 8,35 8,36 8,40
28. Pematang Siantar 6 ,07 6,08 6,09 6,25 6,58
29.. TebingTinggi 5 ,77 5,78 6,00 6,14 6,49
30. M e d a n 9 ,86 9,87 9,91 10,18 10,40
31. B i n j a i 9 ,13 9,14 9,24 9,26 9,44
32. Padang Sidempuan 10 ,75 11,06 11,08 11,15 11,16
33. Gunung Sitoli 10 ,07 10,09 10,24 10,28 10,31
11 ,18 11,25 11,37 11,38 11,39
Sumatera Utara 10 ,28 10,58 10,75 10,77 10,93
10 ,48 10,56 10,63 10,7 11,00
8 ,20 8,40 8,41 8,58 8,61

9 ,12 9,25 9,34 9,45 9,54

Sumber : BPS Propinsi Sumatera Utara

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 75

Lampiran 8
Pengeluaran Riil Per Kapita Yang Disesuaikan Menurut Kabupaten/Kota

di Propinsi Sumatera Utara
2016-2020

No. Kabupaten/Kota Pengeluaran Riil Per Kapita( Rp.000)

[1] [2] https://samosirkab.bps.go.id2016 2017 2018 2020 2020
1. N i a s
2. Mandailing Natal [3] [4] [5] [6] [7]
3. Tapanuli Selatan
4. Tapanuli Tengah 6 409 6 629 6 941 7 042 6 898
5. Tapanuli Utara 9 237 9 385 9 653 9 900 9 684
6. Toba Samosir 10 821 10 955 11 209 11 410 11 236
7. LabuhanBatu 9 694 9 852 10 067 10 175 10 071
8. A s a h a n 11 242 11 407 11 607 11 791 11 648
9. Simalungun 11 687 11 846 12 095 12 375 12 154
10. D a i r i 10 559 10 760 11 053 11 193 11 150
11. K a r o 10 288 10 477 10 735 10 983 10 890
12. Deli Serdang 10 855 11 055 11 311 11 422 11 308
13. Langkat 10 190 10 395 10 492 10 602 10 350
14. Nias Selatan 11 925 12 059 12 367 12 474 12 349
15. Humbang Hasundutan 11 683 11 891 12 132 12 317 12 225
16. Pakpak Barat 10 567 10 784 11 088 11 208 11 071
17. Samosir 6 647 6 792 6 941 7 105 6 974
18. Serdang Bedagai 7 135 7 412 7 630 7 902 7 850
19. Batu Bara 7 641 7 913 8 099 8 402 8 170
20. Padang Lawas Utara 7 813 8 163 8 348 8 654 8 422
21. Padang Lawas 10 246 10 551 10 737 11 061 10 950
22. Labuhan Batu Selatan 9 886 10 084 10 385 10 575 10 410
23. Labuhan Batu Utara 9 600 9 737 9 912 10 194 9 987
24. Nias Utara 8 094 8 445 8 772 9 100 8 807
25. Nias Barat 10 712 10 892 11 280 11 553 11 495
26 Sibolga 11 278 11 510 11 730 11 957 11 779
27. Tanjung Balai 5 770 5 835 6 041 6 245 6 064
28. Pematang Siantar 5 391 5 594 5 817 6 009 5 830
29. TebingTinggi 11 034 11 221 11 405 11 656 11 473
30. M e d a n 10 577 10 778 11 102 11 383 11 132
31. B i n j a i 11 878 12 106 12 290 12 571 12 372
32. Padang Sidempuan 11 747 12 055 12 434 12 895 12 876
33. Gunung Sitoli 14 393 14 613 14 845 15 033 14 890
10 342 10 487 10 750 11 260 10 997
Sumatera Utara 10 198 10 464 10 795 11 181 10 856
6 963 7 300 7 639 8 058 7 980

9 744 10 036 10 391 10 649 10 420

Sumber : BPS Propinsi Sumatera Utara

76 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

Lampiran 9
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Kabupaten/Kota

Di Propinsi Sumatera Utara
2016-2020

No. Kabupaten /Kota 2016 2017 IPM 201 2020
[1] [2] [3]
[4] 2018 [6] [7]
1. N i a s https://samosirkab.bps.go.id59,75
2. Mandailing Natal 60,21 [5] 61,65 61,93
3. Tapanuli Selatan 64,55
4. Tapanuli Tengah 68,04 65,13 60,82 66,52 66,79
5. Tapanuli Utara 67,27 68,69 69,75 70,12
6. Toba Samosir 71,96 67,96 65,83 68,86 69,23
7. LabuhanBatu 73,61 72,38 69,10 73,33 73,47
8. A s a h a n 70,50 73,87 68,27 74,92 75,16
9. Simalungun 68,71 71,00 72,91 71,94 72,01
10. D a i r i 71,48 69,10 74,48 69,92 70,29
11. K a r o 69,61 71,83 71,39 72,98 73,25
12. Deli Serdang 73,29 70,36 69,49 71,42 71,57
13. Langkat 73,51 73,53 72,49 74,25 74,43
14. Nias Selatan 69,13 73,94 70,89 75,43 75,44
15. Humbang Hasundutan 59,14 69,82 73,91 70,76 71,00
16. Pakpak Barat 66,56 59,85 74,92 61,59 61,89
17. Samosir 65,81 67,30 70,27 68,83 68,87
18. Serdang Bedagai 68,82 66,25 60,75 67,47 67,59
19. Batu Bara 68,77 69,43 67,96 70,55 70,63
20. Padang Lawas Utara 66,69 69,16 66,63 70,21 70,24
21. Padang Lawas 68,05 67,20 69,99 68,35 68,36
22. Labuhan Batu Selatan 66,23 68,34 69,69 69,29 69,85
23. Labuhan Batu Utara 70,28 66,82 67,67 68,16 68,25
24. Nias Utara 70,26 70,48 68,77 71,39 71,40
25. Nias Barat 60,23 70,79 67,59 71,43 71,61
26. Sibolga 59,03 60,57 70,98 61,98 62,36
27. Tanjung Balai 72,00 59,56 71,08 61,14 61,51
28. Pematang Siantar 67,09 72,28 61,08 73,41 73,63
29. TebingTinggi 76,90 67,41 60,42 68,51 68,65
30. M e d a n 73,58 77,54 72,65 78,57 78,75
31. B i n j a i 79,34 73,90 68,00 75,08 75,17
32. Padang Sidempuan 74,11 79,98 77,88 80,97 80,98
33. Gunung Sitoli 73,42 74,65 74,50 75,89 75,89
66,85 73,81 80,65 75,06 75,22
Sumatera Utara 67,68 75,21 69,30 69,31
70,00 74,38
70,57 68,33 71,74 71,77

71,18

Sumber : BPS Propinsi Sumatera Utara

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020 77

Lampiran 10
Peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten/Kota
di Sumatera Utara secara Nasional dan Propinsi Sumatera Utara

2016-2020

No. Kabupaten /Kota Peringkat

2016 2017 2018 2019 2020

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

1. N i a s https://samosirkab.bps.go.id31 31 31 31 31
2. Mandailing Natal 29 29 29 29 29
3. Tapanuli Selatan 21 20 20 20 20
4. Tapanuli Tengah 22 22 23 23 23
5. Tapanuli Utara 10 9 10 10
6. Toba Samosir 4 6 9
7. LabuhanBatu 12 12 6 7 7
8. A s a h a n 19 19 12 12 12
9. Simalungun 11 11 19 19 18
10. D a i r i 15 15 11 11 11
11. K a r o 8 8 15 14 14
12. Deli Serdang 6 4 8
13. Langkat 16 16 4 8 8
14. Nias Selatan 32 32 16 4 4
15. Humbang Hasundutan 26 25 32 16 16
16. Pakpak Barat 28 28 25 32 32
17. Samosir 17 17 28 24 24
18. Serdang Bedagai 18 18 17 28 28
19. Batu Bara 25 26 18 17 17
20. Padang Lawas Utara 20 21 26 18 19
21. Padang Lawas 27 27 21 26 26
22. Labuhan Batu Selatan 13 14 27 22 21
23. Labuhan Batu Utara 14 13 14 27 27
24. Nias Utara 30 30 13 15 15
25. Nias Barat 33 33 30 13 13
26. Sibolga 9 10 33 30 30
27. Tanjung Balai 23 24 10 33 33
28. Pematang Siantar 2 2 24 9 9
29. TebingTinggi 5 5 2 25 25
30. M e d a n 1 1 5 2 2
31. B i n j a i 3 3 1 5 6
32. Padang Sidempuan 7 7 3 1 1
33. Gunung Sitoli 24 23 7 3 3
22 6 5
Sumatera Utara 11 11 21 22
12
12 14

Sumber : BPS Propinsi Sumatera Utara

78 Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kabupaten Samosir 2020

https://samosirkab.bps.go.id


Click to View FlipBook Version