The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

2023 PANDUAN ETIK DAN PROFESI KEPERAWATAN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nietazaenal, 2023-08-06 11:15:10

2023 PANDUAN ETIK DAN PROFESI KEPERAWATAN

2023 PANDUAN ETIK DAN PROFESI KEPERAWATAN

PANDUAN ETIK DAN DISIPLIN KEPERAWATAN ALIA HOSPITAL JL. PAHLAWAN REVOLUSI NO 100 PONDOK BAMBU JAKARTA TIMUR


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah atas dasar limpahan rahmat karunia–Nya sehingga penyusunan Panduan Etik dan Disiplin Profesi Keperawatan Alia Hospital ini dapat diselesaikan dengan baik. Panduan Etik dan Disiplin Profesi Keperawatan disusun dengan tujuan untuk memberikan pelayanan keperawatan yang professional yang tepat, aman, dan dapat memberikan kepuasan pelayanan yang dilaksanakan di Alia Hospital, sehingga pada akhirnya meningkatkan pelayanan seluruh staff Keperawatan di Alia Hospital. Kami menyadari penyusunan panduan ini masih jauh dari sempurna untuk itu kritik, saran, dan masukan sangat kami harapkan sebagai bahan perbaikan semoga dengan tersusunya panduan ini dapat bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Alia Hospital. Penulis Tim Etik & Disiplin Profesi Keperawatan


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan ii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i DAFTAR ISI.................................................................................................... ii BAB I DEFINISI ..................................................................................... 1 A. LATAR BELAKANG ......................................................... 1 B. TUJUAN ............................................................................. 1 C. RUANG LINGKUP ............................................................. 2 BAB II RUANG LINGKUP ..................................................................... 3 A. WAKTU PELAKSANAAN ................................................ 3 B. JADWAL PELATIHAN ....................................................... 3 C. PENGAJAR DAN FASILITATOR ........................................ 5 BAB III TATA LAKSANA ....................................................................... 7 A. PROSES PELATIHAN ....................................................... 7 B. PESERTA PELATIHAN ..................................................... 8 C. METODE PELATIHAN ..................................................... 10 D. MONITORING & EVALUASI PESERTA PELATIHAN . 11 E. HASIL PRE TEST DAN POS TEST .................................. 11 F. HAMBATAN YANG DIHADAPI ...................................... 13 G. KESAN PESERTA ............................................................. 13 BAB IV DOKUMENTASI ......................................................................... 14


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 1 BAB I DEFINISI A. LATAR BELAKANG Didalam setiap diri seorang perawat harus memiliki didiplin profesi yang tinggi dalam memberikan asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan dan menerapkan etika profesi dalam praktiknya. Profesionalisme tenaga perawatan dapat ditinggkatkan dengan melakukan pembinaan dan penegakkan disiplin profesi serta penguatan nilai-nilai etik dalam kehidupan profesi. Nilai etik sangat diperlukan bagi tenaga keperawatan sebagai landasan dalam memberikan pelayanan yang manusiawi berpusat pada pasien. Prinsip “caring” merupakan inti pelayanan yang diberikan oleh tenaga keperawatan. Pelanggaran terhadap standar pelayanan, disiplin profesi keperawatan dan kebidanan hampir selalu dimulai dari pelanggaran nilai moral-etik yang akhirnya akan merugikan pasien dan masyarakat. Beberapa faktor yang mempengaruhi pelanggaran atau timbulnya masalah etik antara lain tingginya beban kerja tenaga keperawatan, ketidakjelasan Kewenangan Klinis, menghadapi pasien gawat-kritis dengan kompetensi yang rendah serta pelayanan yang sudah mulai berorientasi pada bisnis. Kemampuan praktik yang etis hanya merupakan kemampuan yang dipelajari pada saat di masa studi/pendidikan, belum merupakan hal yang penting dipelajari dan diimplementasikan dalam praktik. Berdasarkan hal tersebut, penegakan disiplin profesi dan pembinaan etika profesi perlu dilakukan secara terencana, terarah dan dengan semangat yang tinggi sehingga pelayanan keperawatan dan kebidanan yang diberikan benar-benar menjamin pasien akan aman dan mendapat kepuasan.


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 2 B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Terselenggaranya pelayanan keperawatan sesuai standar profesi perawat di Alia Hospital Jakarta berdasarkan kode etik perawat. 2. Tujuan Khusus Setelah panduan etik dan disipilin profesi keperawatan ini selesai diharapkan komite keperawatan Alia Hospital Jakarta dapat : 1. Memahami konsep dasar etik dan disiplin profesi. 2. Melaksanakan penyelesaian masalah etika keperawatan dalam praktik keperawatan. 3. Merekomendasikan pencabutan kewenangan klinis tenaga keperawatan. 4. Melaksanaan pembinaan etika keperawatan dan disiplin profesi keperawatan. 5. Agar tenaga keperawatan menerapkan prinsip-prinsip etik dalam memberikan asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan. 6. Melindungi pasien dari pelayanan yang diberikan oleh tenaga keperawatan yang tidak profesional; 7. Memelihara dan meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan. C. DEFINISI 1. Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. 2. Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat melalui kolaborasi dengan sistem klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk praktik keperawatan individual dan berkelompok. 3. Asuhan keperawatan adalah proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan baik secara langsung atau tidak langsung diberikan kepada sistem klien di sarana dan tatanan kesehatan lainnya, dengan menggunakan pendekatan ilmiah keperawatan berdasarkan kode etik dan standar praktik keperawatan.


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 3 4. Komite keperawatan adalah perangkat rumah sakit untuk menerapkan tata kelola klinis (clinical governance) agar staf keperawatan di rumah sakit terjaga profesionalismenya melalui mekanisme kredensial, penjagaan mutu profesi keperawatan, dan pemeliharaan etika dan disiplin profesi keperawatan. 5. Staf keperawatan adalah perawat dan bidan di rumah sakit. 6. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. 7. Peraturan internal rumah sakit (hospital bylaws) adalah aturan dasar yang mengatur tata cara penyelenggaraan rumah sakit meliputi peraturan internal korporasi dan peraturan internal staf keperawatan. 8. Peraturan internal korporasi (corporate bylaws) adalah aturan yang mengatur agar tata kelola korporasi (corporate governance) terselenggara dengan baik melalui pengaturan hubungan antara pemilik, pengelola, dan komite keperawatan di rumah sakit. 9. Peraturan internal nursing by laws adalah aturan dasar yang mengatur tata cara penyelenggaraan rumah sakit meliputi peraturan internal korporasi dan peraturan internal staf keperawatan. 10. Kewenangan klinis (clinical privilege) adalah hak khusus seorang perawat untuk melakukan sekelompok pelayanan keperawatan tertentu berdasarkan area praktiknya dalam lingkungan rumah sakit untuk suatu periode tertentu yang dilaksanakan berdasarkan penugasan klinis (clinical appointment). 11. Penugasan klinis (clinical appointment) adalah penugasan kepalarumah sakit kepada seorang perawat untuk melakukan sekelompok pelayanan keperawatan dirumah sakit tersebut berdasarkan daftar kewenangan klinis yang telah ditetapkan baginya. 12. Sub Komite Etik dan disiplin keperawatan adalah organisasi / kelompok kerja dibawah komite medis terdiri atas ketua wakil ketua dan anggota, yang dipilih dari anggota kelompok staf medis yang berperan melakukan pembinaan terhadap para professional medis dalam hal etika profesi dan disiplin profesi perawat dan bidan. 13. Nilai etik sangat diperlukan bagi tenaga keperawatan sebagai landasan dalam memberikan pelayanan yang manusiawi berpusat pada pasien. Prinsip “caring” merupakan inti pelayanan yang diberikan oleh tenaga keperawatan. Pelanggaran terhadap standar pelayanan, disiplin profesi keperawatan dan kebidanan hampir selalu


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 4 dimulai dari pelanggaran nilai moral-etik yang akhirnya akan merugikan pasien dan masyarakat. D. LANDASAN HUKUM 1. Undang-Undang Republik Indonesia No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran 2. Undang-Undang Republik Indonesia No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan 3. Undang-Undang Republik Indonesia No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit 4. Undang-Undang Republik Indonesia No 38 tahun 2014 tentang Keperawatan 5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1796 tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan 6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 148 tahun 2010 tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Perawat 7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 49 tahun 2013 tentang Komite Keperawatan 8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 69 tahun 2014 tentang Kewajiban Rumah Sakit Dan Kewajiban Pasien. 9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2017 tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Bidan


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 5 BAB II RUANG LINGKUP Ruang lingkup etik dan disiplin profesi keperawatan adalah seluruh staf perawat yang melakukan tugas di pelayanan : 1. Unit UGD 2. Unit Rawat Jalan 3. Unit Rawat Inap 4. Ruang Operasi 5. Unit Perawatan Intensive (ICU) 6. Unit Perawatan Intensive PICU 7. Unit Perawatan Intensive NICU


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 6 BAB III TATA LAKSANA Setiap perawat dan bidan harus memiliki disiplin profesi yang tinggi dalam memberikan asuhan keperawatan/kebidanan dengan menerapkan Standar pelayanan, prosedur operasional (SPO) dan menerapkan etika profesi dalam praktiknya. Profesionalisme tenaga keperawatan/kebidanan dapat ditingkatkan dengan melakukan pembinaan dan penegakan disiplin profesi serta penguatan nilai-nilai etik dalam kehidupan profesi, berpedoman kepada dasar-dasar seperti dibawah ini: A. Ada 5 Prinsip Dasar Kode Etik : 1. Perawat Dengan Pasien 1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia,keunikan klien,dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan,kesukuan,warna kulit,umur,jenis kelamin,aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. 2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya,adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien. 3) Tanggungjawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. 4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 2. Perawat Dengan Praktek 1) Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus menerus. 2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. 3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi,menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 7 4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. 3. Perawat Dengan Masyarakat Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat. 4. Perawat Dengan Teman Sejawat 1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya,dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh. 2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten,tidak etis dan ilegal. 5. Perawat Dengan Profesi 1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan. 2) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan. 3) Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif dan terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi. B. Jenis Pelanggaran Berdasarkan Kode Etik Keperawatan. 1. Pelanggaran Etik Yang termasuk pelanggaran etik adalah : 1) Tidak menghormati nilai kesusilaan termasuk mengabaikan privacy klien. 2) Tidak menghormati nilai budaya. 3) Tidak menghormati nilai agama. 4) Tidak menghormati nilai adat istiadat. 5) Dalam melaksanakan tugas tidak/kurang dilandasi rasa ihlas. 6) Bertindak kurang/tidak adil dalam memberikan pelayanan sehingga mengesankan pilih kasih terhadap ras.agama,umur jenis kelamin dan lain-lain. 7) Bertindak arogan yang menimbulkan hubungan kurang baik.


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 8 8) Tidak menjaga nama baik profesi. 9) Mengeluarkan kata-kata kasar dalam melaksanakan tugas. 10) Acuh tak acuh tidak menunjukkan rasa simpati maupun empati. 11) Kurang memberikan informasi kepada klien dan keluarga. 2. Pelanggran Disiplin Yang termasuk pelanggaran disiplin profesi adalah : 1) Melampaui kewenangan tanpa melalui proses delegasi yang resmi. 2) Melakukan tindakan tidak sesuai jadwal. 3) Tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sehingga kebutuhan klien menjadi terabaiakan. 4) Tidak mengutamakan perlindungan dan keselamatan. 5) Tidak menerapkan ketrampilan yang profesional dalam melaksanakan pelayanan keperawatan. 6) Tidak menunjukkan identitas yang sesuai sebagai seorang perawat dalam melaksanakan tugas. 7) Membocorkan rahasia pada pihak yang tidak berkepentingan. 8) Melaksanakan tugas tidak sesuai dengan tupoksinya. 9) Meninggalkan tugas sehingga kebutuhan klien yang berhubungan dengan keperawatan menjadi terbengkalai. C. Kategori Pelanggaran Kategori pelanggaran ada 3 (tiga) yaitu 1. Pelanggaran Ringan Yang termasuk pelanggaran ringan adalah: apabila melakukan salah satu dari jenis pelanggaran yang telah ditetapkan, apakan melakukan pelanggaran etik atau melakukan pelanggaran disiplin etik. Penyelasaian masalahnya bila berhubungan dengan etik maka melalui ketua komite untuk di rekomendasikan kepada organisasi yang ada di rumah sakit, yaitu Ketua komisariat PPNI rumah sakit atau ketua IBI rumah sakit. Apabila melakukan pelanggaran disiplin maka penyelesaiannya melalui ketua komite keperawatan untuk direkomendasikan kepada kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan. 1) Tanggung Jawab Perawat Terhadap Pasien


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 9 a. Membiarkan pasien dalam keadaan tidak rapi. b. Tidak mengorientasikan tempat (ruangan) dan petugas kesehatan kepada pasien. c. Memberi informasi yang tidak optimal. d. Tidak mencuci tangan setiap kali akan dan selesai berkontak dengan pasien atau melakukan tindakan. e. Kurang menunjukan sikap empati. f. Tidak memberi informasi pasien saat akan melakukan tindakan Keperawatan. g. Melakukan tindakan / perilaku yang dapat mengganggu kenyamanan atau ketenangan kerja (berbicara keras, menghidupkan radio, TV, dll). 2) Tanggung Jawab Perawat Terhadap Tugas a. Tidak berusaha memahami berbagai prosedur dan kebijakan rumah sakit yang terkait dengan tugas sebagai perawat / bidan. 3) Tanggung Jawab Perawat Terhadap Sesama Perawat dan Profesi Lain a. Kurang menghargai privacy, hasil kerja, martabat perawat lain atau profesi lain. b. Tidak menghargai kelebihan / prestasi perawat lain atau profesi lain. c. Tidak menghormati hak sesama perawat dan atau tenaga kesehatan lain. 4) Tanggung Jawab Perawat Terhadap Profesi Keperawatan a. Berpenampilan tidak rapi, rambut tidak rapi (rambut laki – laki gondrong, wanita jika panjang tidak memakai harnet/cepol). b. Tidak memakai pakaian dinas / seragam sesuai yang ditetapkan (sepatu tidak hitam tertutup, memakai sandal saat berdinas/keluar ruangan) 2. Pelanggaran Sedang Yang termasuk pelanggaran sedang adalah apabila perawat dalam menjalankan tugas melanggar dari kedua jenis pelanggaran,yaitu melakukan pelanggaran etik dan melakukan pelanggaran disiplin profesi.Penyelasaian masalahnya melalui ketua komite keperawatan untuk direkomaendasikan kepada ketua organisasi profesi di rumahsakit dan direkomendaikan kepada kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan.


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 10 1) Tanggung Jawab perawat terhadap pasien a. Tidak memperhatiakn kebersihan diri pasien, memandikan, menggosok gigi/oral hygiene, vulva hygiene b. Member informasi yang tidak bertanggung jawab yang membuat kecemasan pada pasien dan keluarga c. Tidak memberikan bimbingan rohani/menunjuk pada pemuka agama pada saat pasienmembutuhkan/dalam sakratul maut d. Melakukan tindakan keperawatan tidak sesuai dengan protap yang dapat merugikan pasien tetapi tidak membahayakan jiwa e. Tidak membantu memenuhi kebutuhan eliminasi pada pasien yng butuh bantuan f. Tidak melakukan prosedur tekhnik aseptic/antiseptic yang mengakibatkan terjadinya infeksi g. Tidak melakukan tindakan pencegahan dekubitus (mengubah posisi, memberi pelembab, bedak, massage, mengganti alat tenun yang basah/kotor. 2) Tanggung jawab terhadap tugas a. Menjalakan tugas tidak sesuai prosedur tetap dan kebijakan rumah sakit yang berlaku. b. Tidak melakukan antisipasi terhadap keamanan kenyamanan pasien. c. Tidak memelihara mutu pelayanan dan asuhan keperawatan secara optimal. d. Tidak melakukan evaluasi setelah melakukan tindakan keperawatan (respon pasien, kondisi pasien dll). e. Tidak mawas diri dalam melaksanakan tugas perawata 3) Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi lain. a. Tidak mau bekerjasama dalam tugas dengan sesama perawat atau profesi lain. b. Tidak mau membantu perawat lain dalam menjalankan tugas saat dibutuhkan c. Tidak memelihara suasana kerja yang harmonis dan kondusif. d. Melemparkan tanggung jawab kepada perawat lain. e. Tidak mau memberi/transformasi ilmu, keterampilan dan pengalaman kepada perawat lain atau profesi lain.


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 11 f. Tidak mau menerima pengetahuan, pengalaman, keterampilan dari semua perawat dan profesi lain dalam rangka peningkatan keterampilan di bidang keperawatan. g. Membicarakan kekurangan/keburukan perawat lain didepan/kepada pasien/keluarga. 4) Tanggung jawab terhadap profesi keperawatan. a. Menolak untuk meningkatkan pendidikan formal dan non formal. b. Menolak untuk mengikuti kegiatan in house training/eks House Training yang diselenggarakan Rumah Sakit. c. Tidak berupaya meningkatkan kemampuan professional. d. Tidak menjunjung tinggi nama baik profesi dengan menunjukan perilaku dan sifat pribadi yang tercela, merokok diruang perawatan, tidak menggunakan seragam lengkap, menjelekan profesi perawat atau organisasi profesi, mengeluarkan kata-kata kotor saat dinas. 3. Pelanggaran Berat Yang termasuk pelanggaran berat adalah apabila perawat dalam melaksanakan tugasnya melakukan pelanggaran yang melanggar hukum dan perundang-undangan yang berlaku,misal melakukan penipuan,penggelapan aset rumah sakit,melakukan transaksi yang tidak resmi diluar ketentuan rumah sakit,pemalsuan dokumen dll.Sehingga untuk menyelesaikan pelanggaran berat diserahkan kepada kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan atau kepada direktur rumah sakit melalui ketua komite keperawatan. 1) Tanggung Jawab Terhadap Pasien a. Tidak memenuhi kebutuhan nutrisi, cairan elektrolit b. Tidak memenuhi kebutuhan oksigenasi, kebersihan jalan nafas c. Tidak memperhatikan/mempertahankan sirkulasi kardiovaskuler d. Tidak bertindak pada saat pasien dalam keadaan sekarat/henti jantung/pain (kecuali keinginan keluarga). e. Tidak memperhatikan keamanan pasien (pasien jatuh, tergelincir, keracunan, salah obat, salah tranfusi, dll).


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 12 f. Melakukan tindakan keperawatan yang tidak sesuai prosedur tetap yang dapat menyebabkan kematian/kecacatan. g. Memberikan informasi yang tidak benar/tidak dapat dipertanggung jawabkan. h. Meminta imbalan kepada pasien/keluarga. i. Bersikap judes atau tidak ramah dalam melayani pasien/keluarga (laporan tertulis/lisan/kotak saran). j. Tidak menjaga kerahasian pasien/keluarga pada profesi/orang yang tidak berhak mengetahuinya. k. Komunikasi yang tidak baik dan dimuat dimedia massa. l. Tidak melakukan prosedur aseptic/antiseptic. m. Tidak menghargai agama pasien/keluarga. n. Membedakan pelayanan terhadap pasien berdasarkan status social dan martabat pasien. 2) Tanggung Jawab Perawat Terhadap Tugas a. Berulangkali melakukan tugas yang tidak sesuai dengan prosedur tetap dan kebijakan rumah sakit yang dapat merugikan pasien secara fisik/mental. b. Tidak memegang teguh rahasia jabatan. c. Bekerja dengan mempertimbangkan kesukuan, jenis kelamin, aliran politik, agama dan status social sesuai dengan keinginan pribadi. 3) Tanggung Jawab Perawat Terhadap Sesama Perawat Dan Profesi Lain a. Bertengkar dengan sesama perawat atau profesi lain b. Melakukan tindakan tidak etis terhadap sesama perawat atau profesi lain c. Mencelakakan perawat dan profesi lain d. Mengadu domba sesama perawat atau profesi lain. e. Melindungi perbuatan teman yang tidak etis/praktek legal f. Melakukan perbuatan asusila dengan sesame profesi/profesi lain. 4) Tanggung Jawab Terhadap Profesi Keperawatan a. Mengkomersialkan/memperjualkan harta rumah sakit untuk kepentingan pribadi atau profesi keperawatan.


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 13 b. Menjual nama organisasi profesi keperawatan untuk kepentingan pribadi, mencari dana atas nama profesi lain untuk kepentingan pribadi, promosi produk tertentu dikaitkan dengan profesi untuk kepentingan pribadi. c. Menggunakan obat-obat terlarang/alcohol saat betugas. d. Meninggalkan atau tidak dinas ketika dinas sore, malam tanpa ijin. e. Meninggalkan/tidak dinas selama 7 hari berturut-turut dalam satu bulan tanpa ijin. D. TATA LAKSANA / MEKANISME KERJA Tatalaksana sub komite etik dan disiplin profesi adalah : a. Melakukan prosedur penegakan disiplin profesi dengan tahapan : 1. Mengindetifkasi sumber laporan kejadian pelanggaran etik dan disiplin didalam rumah sakit. 2. Melakukan teaalh atas laporan kejadian pelanggaran etik dan disiplin profesi b. Membuat keputusan. Pengambilan keputusan pelanggran etik profesi dilakukan dengan melibatkan panitia adhoc . c. Melakukan tindakan lanjut keputusan, berupa : 1. Pelanggaran etik direkomendasikan kepada organisasi profesi keperawatan dan kebidanan melalui ketua komite. 2. Pelanggaran disiplin profesi diteruskan kepada direktur medik dan keperawatan/direktur keperawatan melaui ketua komite keperawatan . 3. Rekomendasi pencabutan kewenangan klinis diusulkan kepada ketua komite keperawatan untuk diteruskan kepada direktur rumah sakit d. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan, meliputi: 1. Pembinaan ini dilakukan secara terus menerus melekat dalam praktik keperawatan dan kebidanan sehari – hari 2. Menyusun program pembinaan, mencakup jadwal, materi/topik dan metode serta evaluasi. 3. Metode pembinaan dapat berupa diskusi, ceramah, lokakarya “coaching”, simposium, “bedside teaching”, diskusi refleksi kasus dan lain – lain disesuaikan dengan lingkup pembinaan dan sumber yang tersedia. e. Menyusun laporan kegiatan sub komite untuk disampaikan kepada ketua komite keperawatan


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 14 E. MEKANISME PENANGAN MASALAH ETIK 1. Penanganan masalah etika keperawatan merupakan penanganan masalah yang dilakukan untuk meneyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan pelanggaran masalah kode etik keperawatan Indonesia dan kode etik kebidanan. 2. Yang bertanggung jawab dalam masalah etik a. Direktur rumah sakit b. Kepala bagian keperawatan c. Kepala sub-bagian keperawatan d. Komite medik. 3. Mekanisme penyelesaian a. Membuat kronologis kejadian b. Menilai bobot masalah (pelanggaran ringan, sedang, berat). c. Penyelesaian masalah secara berjenjang (ka-sub bagian, ka-bag perawatan) dengan melibatkan komite medik dan organisasi profesi (PPNI dan IBI). d. Member sanksi lisan maupun tertulis. 4. Tujuan teguran/peringatan dalam pelanggaran etik a. Menghindari masalah berulang b. Memperbaiki sikap karyawan c. Meningkatkan motivasi kerja bagi diri sendiri dan orang lain d. Sebagai kesempatan untuk pembinaan


Panduan Etik dan Disiplin Keperawatan 15 BAB IV DOKUMENTASI 1. Dokumentasi berkas perawat disimpan dalam arsip kepegawaian. 2. Absensi tenaga perawatan 3. Daftar hadir di setiap kegiatan unit keperawatan


Click to View FlipBook Version