The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by marthamarpaung32, 2022-03-12 11:51:52

makalah sel hewan dan tumbuhan

makalah sel hewan dan tumbuhan

MAKALAH

MEMBUAT MINIATUR SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN
MENGGUNAKAN STEROFORM

DI SUSUN OLEH :

NAMA : MARTHA MARPAUNG, S.Pd, M.Pd
NIP : 197712032008012017
MAPEL : BIOLOGI

DINAS PENDIDIKAN PROPINSI RIAU
SMA NEGERI 1 MEMPURA

Alamat : Jalan Setia Benteng Hilir Telp 0764-7005924
Kecamatan Mempura Kabupaten Siak
2020

HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Drs. RUSTAM EFFENDI

NIP : 196905101995121002

Pangkat/Golongan : Pembina Tingkat I / IV.b

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SMA Negeri 1 Mempura

Dengan ini mengesahkan makalah yang berjudul “Membuat Miniatur Sel Hewan
dan Sel Tumbuhan Menggunakan Steroform”.



Yang telah disusun oleh :

Nama : MARTHA MARPAUNG, S.Pd, M.Pd

NIP : 197712032008012017

Pangkat/Golongan : Penata Tingkat I / III.d

Jabatan : Guru

Unit Kerja : SMA Negeri 1 Mempura

Mempura, 13 Januari 2020
Kepala SMA Negeri 1 Mempura

Drs. Rustam Effendi
NIP. 196905101995121002

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “ Membuat Miniatur Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan
Menggunakan Steroform”. Dalam penulisan makalah ini, saya ingin
menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang
telah membantu saya dalam proses pembuatan makalah ini, khususnya kepada
kepala sekolah Drs Rustam Effendi yang telah memberikan bantuan secara moril
sehingga terbentuklah makalh ini, berikut peserta didik yang telah melakukan
praktek pembuatan model sel tumbuhan dan hewan ini sehingga terbentuklah
makalah ini, serta keluagra tercinta yang telah memberikan dorongan dan motivasi
secara langsung kepada saya baik secara moril dan materil.
saya menyadari bahwa makalah ini masih butuh saran dan masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang,
Akhir kata saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

Mempura , 13 September 2020

Penulis

i

DAFTAR ISI i
KATA PENGANTAR. ............................................................................. ii
DAFTAR ISI. ............................................................................................

BAB I PENDAHULUAN. ................................................................. 1
A. Latar Belakang. .................................................................. 1
B. Rumusan Masalah. .............................................................. 3
C. Tujuan. ................................................................................ 4
D. Manfaat. .............................................................................. 4
5
BAB II LANDASAN TEORI. ............................................................ 5
A. Alat Peraga. ........................................................................ 6
B. Fungsi. ................................................................................ 8
C. Manfaat. .............................................................................. 10
D. Kriteria................................................................................. 12
E. Jenis. ................................................................................... 15
15
BAB III SARANA DAN PRASARANA. ............................................ 15
A. Alat dan bahan. ................................................................... 17
B. Cara membuatan miniature hewan dan tumbuhan. ............ 17
17
BAB IV PENUTUP. ............................................................................. 18
4.1 Kesimpulan. .......................................................................
4.2 saran. .................................................................................

DAFTAR PUSTAKA. ..............................................................................
LAMPIRAN

ii

BAB l
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sel adalah unit terkecil, fungsional, struktural, hereditas, produksi, dan
kehidupan yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu membran, sitoplasma, dan
inti. Membran atau plasmalemma menyelubungi sel dengan fungsi mengatur keluar
masuknya zat, menyampaikan atau menerima rangsang, dan strukturnya terdiri dari
dua lapisan lipoprotein yang diantara molekul terdapat pori (Yatim,1987).
Sel merupakan kesatuan struktural, fungsional dan herediter yang
terkecil. Sel terbagi menjadi dua tipe, yaitu prokariot dan eukariot. Perbedaan
karakteristik antara dua sel tersebut adalah keberadaan membran yang
menyelubungi nukleus maupun organel lainnya yang memiliki fungsi spesifik,
seperti mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi dan lisosom. Sel eukariot
memiliki karakteristik tersebut, sedangkan pada sel prokariot tidak (Nelson, 2004).
Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuan Inggris
Robert Hooke, yang telah meneliti irisan gabus melalui mikroskop yang dirancang
sendiri. Kata sel berasal dari bahasa latin,cellula artinya rongga/ruangan. Semua
fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat
berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi (Gilliand,
1985).

1

Objek yang dikaji biologi berupa kehidupan yang berjenjang, terdiri atas
berbagai tingkat organisasi biologi mulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem
organ, organisme, populasi, komunitas, ekosistem, dan bioma Sel adalah unit
terkecil yang memiliki kemampuan hidup dan berkembang biak, baik secara
independen maupun sebagai bagian dari organisme multiseluler. Biologi pada
tingkat sel memaparkan tentang struktur dan fungsi setiap bagian sel serta proses
kehidupan di dalam sel. Organel-organel dengan fungsi tertentu dapat ditemukan di
dalam sel. Jadi, proses kehidupan setiap organisme berlangsung di dalam sel.
Mahkluk hidup dibagi menjadi 3 yaitu manusia, hewan dan tumbuhan. Hewan dan
tumbuhan juga memiliki sel yang menyusun tubuhnya. Sel-sel itu hidup dan saling
bekerja sama satu dengan yang lain untuk melakukan fungsi hidup.

Biologi merupakan ilmu yang mempelajari seluruh aspek kehidupan.
Dalam kehidupan sehari-hari biologi mengampil peran yang sangat penting.
Untuk itulah kita mempelajari biologi khususnya tentang Sel. Ini dikarenakan
sel merupakan dasar dari sebuah kehidupan. Sel-sel tersebut membentuk
kesatuan untuk membetuk kehidupan. Kita bisa lihat bahwa alam semesta ini
begitu luas. Namun apabila kita selidiki lebih dalam lagi ternyata terdapat
kehidupan yang lebih kecil dan lebih sederhana dari yang kita bayangkan.dari
masa kemasa dilakukan penelitian dan penemuan tentang sel. Dimulai dari
penemuan Robert Hook dengan sel gabusnya pada tahun 1665 sampai sekarang
pun masih dilakukan penelitian bahkan sudah mencapai tahap materi genetic.

Sel memiliki ukuran yang sangat kecil dan tak kasat mata. Ada yang hanya 1
-10 mikron, ada yang mencapai 30-40 mikron, bahkan ada yang beberapa

2

sentimeter. Didalam ukuran yang sangat kecil bentuk yang bermacam-macam
tersebut, sel memiliki bagian-bagian sel yang memiliki fungsi masing-masing.
Antar bagian sel itu melakukan interaksi dan salingt ketergantungan. Oleh
karena itu sel dipandang sebagai dasar kehidupan makhluk hidup. Dalam
pembagiannya sel terdiri dari Eukariot(eu=sejati, karyon=inti) yang
memiliki membrane inti dan Prokariot(pro=sebelum, karyon=inti) yang tidak
memiliki membrane inti dan pada umumnya makhluk hidup uniseluler.

Media alat peraga dalam pembelajaran memiliki fungsi yaitu untuk
menerangkan atau memperagakan suatu mata pelajaran dalam proses belajar
mengajar, dalam penggunaan alat peraga harus mampu menghasilkan generalisasi
atau kesimpulan abstrak dari representasi konkret. Maksudnya, dengan bantuan alat
peraga yang sifatya konkret, peserta didik mampu menarik kesimpulan dalam suatu
pembelajaran.

Materi sel merupakan materi yang tak kalah penting yang dipelajari pada
bidang studi biologi khusunya dipelajari dikelas XI, untuk itu agar peserta didik
mampu memiliki keterampilan dan konsep sel oleh karena itu peserta didik
mengeksplor kompetensi mereka dalam membuat suatu produk miniatur sel.

B. Rumusan Masalah
Dari paparan latar belakang makalah ini dapat dirumusan sebagai berikut :
1. Bagaimanakan cara membuat miniatur sel tumbuhan menggunakan steroform ?

2. Bagaimanakah cara membuat miniatur sel hewan menggunakan steroform ?
3

C. Tujuan
Adapun tujuan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apakah peserta didik mampu membuat miniatur sel tumbuhan

menggunakan steroform.
2. Untuk mengetahui apakah peserta didik mampu membuat miniatur sel hewan

menggunakan steroform.
D. Manfaat
Adapun manfaat yang diharapkan adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui kemampuan peserta didik dalam membuat miniatur sel tumbuhan.
2. Mengetahui kemampuan peserta didik dalam membuat miniatur sel hewan.

4

BAB ll
LANDASAN TEORI
A. Alat Peraga
Alat peraga merupakan bagian dari media pembelajaran, media pembelajaran
diartikan sebagai semua benda yang menjadi perantara proses terjadinya belajar
dapat berwujud perangkat lunak maupun perangkat keras. Berdasarkan fungsinya
media pembelajaran dapat berbentuk alat peraga dan sarana pembelajaran
(Maharani, 2016). Menurut (Anderson dalam Sukiman, 2012, hlm. 28) media
pembelajaran diartikan sebagai sarana media yang dapat mewujudkan hubungan
langsung atau interaksi langsung antara karya seseorang pengembang mata
pelajaran dengan para siswa yang sedang belajar.
Menurut (Hamalik dalam Arsyad, 2002, hlm. 15) mengemukakan bahwa
pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan
rangsangan kegiatan belajar bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis
terhadap siswa. Kalau menurut (Sudjana, 2002, hlm. 59) bahwa alat peraga adalah
alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar
proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efesien. Sedangkan menurut
(Sadiman, 2008, hlm. 7) menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke
penerima pesan.

5

B. FUNGSI
Menurut beberapa ahli media alat peraga memiliki berbagai fungsi,

diantaranya yaitu menurut (Asnawir dan Usman, 2010, hlm. 24) berikut ini
fungsi-fungsi dari penggunaan media pembelajaran:

1) Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu
memudahkan mengajar bagi guru.

2) Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi
lebih konkrit).

3) Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapat
berjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan).

4) Semua indra siswa dapat diaktifkan.
5) Lebih menarik perhatian dan minat siswa dalam belajar. Menurut (Munadi,

2013, hlm. 36-37) menjelaskan bahwa media memiliki lima fungsi
diantaranya yaitu:
1) Fungsi sumber belajar Media sebagai sumber belajar dapat dikatakan
berarti suatu alat, bahan, cara yang berada diluar diri seorang guru yang
dapat memudahkan proses penyampaian materi kepada siswa.
2) Fungsi semantic Guru dapat menggunakan media untuk menambah
perbendaharaan kata (simbol verbal) yang memiliki makna dalam
penyampaian materi pelajaran. Misalnya dengan: dramatisasi, simulasi,
dan cerita bergambar.
3) Fungsi manipulative Media dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
untuk menyampaikan materi pelajaran. Misalnya: media dapat

6

menghadirkan objek yang abstrak menjadi dapat dipelajari dengan mudah.
4) Fungsi psikologis Media dapat meningkatkan perhatian siswa, menggali

perasaan dan emosi, merepresentasi dan mewakili objek- objek yang akan
dipelajari, meningkatkan dan mengembangkan imajinasi siswa, dan
mendorong siswa melakukan kegiatan pembelajaran.
5) Fungsi sosiokultural Media dapat mengatasi keberagaman karakteristik
siswa dengan memberikan pengalaman yang sama, rangsangan yang
sama sehingga menimbulkan persepsi yang sama pada setiap siswa.

Menurut (Hamalik dalam Arsyad, 2010, hlm. 20) fungsi media
pembelajaran yaitu:
1) Untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif.

2) Penggunaan media merupakan bagian internal dalam sistem
pembelajaran.

3) Media pembelajaran penting dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran.

4) Penggunaan media dalam pembelajaran adalah untuk mempercepat
proses pembelajaran dan membantu siswa dalam upaya memahami
materi yang disajikan oleh guru dalam kelas.

5) Penggunaan media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk
mempertinggi mutu pendidikan.
Sedangkan menurut (Suwardi, Firmiana dan Rohayati, 2014, hlm 300)

7

media alat peraga dalam pembelajaran memiliki fungsi yaitu untuk
menerangkan atau memperagakan suatu mata pelajaran dalam proses belajar
mengajar, dalam penggunaan alat peraga harus mampu menghasilkan
generalisasi atau kesimpulan abstrak dari representasi konkret. Maksudnya,
dengan bantuan alat peraga yang sifatya konkret, siswa diharapkan mampu
menarik kesimpulan.

C. MANFAAT

Manfaat media menurut (Kemp dan Dayton dalam Riyana, 2012, hlm.
14) yaitu:

1) Pesan pembelajaran mempunyai standar untuk disampaikan.

2) Pembelajaran lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar.

3) Kualitas pembelajaran meningkat.

4) Peran guru akan lebih positif dalam penyampaian materi.

5) Dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran.
Manfaat media menurut (Arsyad, 2002, hlm. 26) dalam proses belajar
mengajar yaitu:
1) Media pengajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi
sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil
belajar.
2) Media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian
8

anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang
lebih langsung antara siswa dengan lingkungannya, dan
memungkinkan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan
kemampuan dan minatnya.
3) Media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan
waktu.
4) Media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman
kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka,
serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru,
masyarakat, dan lingkungan. Manfaat media menurut (Hamalik
dalam Herlina, 2010, hlm. 1)
mengemukakan bahwa alat peraga dalam pengajaran dapat bermanfaat
sebagai berikut:
1) Meletakkan dasar-dasar yang kuat untuk berpikir sehingga mengurangi
verbalisme.
2) Dapat memperbesar perhatian siswa.

3) Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar,
sehingga belajar akan lebih mantap.
Adapun beberapa manfaat media menurut (Rivai dan Sudjana, 2015,
hlm. 2)

yaitu sebagai berikut:

1) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga menumbuhkan
9

motivasi belajar siswa.
2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dapat

dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan
pengajaran lebih baik.
3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi
verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, seehingga siswa tidak
bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.
4) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,
melakukan, dan mendemonstrasikan.

D. KRITERIA
Menurut (Ruseffendi dalam Pujiati, 2009) beberapa kriteria yang

harus dimiliki alat peraga diantara lain sebagai berikut ini:
1) Tahan lama (dibuat dari bahan-bahan yang cukup kuat).

2) Bentuk dan warnanya menarik.

3) Sederhana dan mudah dikelola.

4) Ukurannya sesuai (seimbang) dengan fisik anak.

5) Dapat menyajikan konsep baik dalam bentuk real, gambar, atau
diagram.

10

6) Sesuai dengan konsep.

7) Dapat memperjelaskan konsep dan bukan sebaliknya.

8) Peragaan itu supaya menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berfikir
abstrak bagi siswa.

9) Menjadikan siswa belajar aktif dan mandiri dengan memanipulasi alat
peraga.

10) Bila mungkin alat peraga tersebut bisa berfaedah banyak.

Menurut (Rivai dan Sudjana, 2015, hlm 4-5) dalam memilih media untuk
kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria
sebagai berikut:
1) Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran

dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan.
2) Dukungan terhadap isi bahan pelajaran, artinya bahan pelajaran yang

sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan
bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.
3) Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah
diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu
mengajar.
4) Keterampilan guru dalam menggunakannya, artinya apapun media yang
diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam
proses pengajaran.

11

5) Tersedia waktu untuk menggunakannya, artinya media tersebut dapat
bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.

6) Sesuai dengan taraf berfikir siswa, artinya memilih media untuk
pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berfikir siswa,
sehinggamakna yang terkandung didalamnya dapat dipahami oleh para
siswa.

E. J E N I S

Adapun jenis-jenis media pembelajaran diantaranya disampaikan
oleh beberapa ahli. Menurut (Herry, 2007, hlm 6.31) menyatakan bahwa ada
tiga jenis media pembelajaran yang dapat dikembangkan dan digunakan
dalam kegiatan pembelajaran oleh guru di sekolah, yaitu:

1) Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan
menggunakan indra penglihatan terdiri atas media yang dapat
diproyeksikan (projekted visual) dan media yang tidak dapat
diproyeksikan (nonprojekted visual).

2) Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif
yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para
siswa untuk mempelajari bahan ajar dan jenisnya.

3) Media audio visual merupakan kombinasi dari media audio dan media
audio visual atau media pandang dengar.

12

Menurut (Rivai dan Sudjana, 2015, hlm. 3) mengemukakan bahwa
adanya beberapa jenis media pengajaran, yaitu:
1) Media grafis Seperti gambar, foto, grafik, bgan atau diagram, poster dan

kartun.

2) Media tiga dimensi Media dalam bentuk model seperti model padat
(solid model), model penampang, model susun, model kerja, mock up
dan diorama.

3) Media proyeksi Seperti slide, film strips, film, dan penggunaan OHP.

4) Media lingkungan Penggunaaan lingkungan sebagai media pengajaran.

Menurut (Heinich dan Molenda dalam Asrori dan Ali, 2009, hlm. 20)
terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran, yaitu:
1) Teks

Merupakan elemen dasar dalam menyampaikan suatu informasi yang
mempunyai berbagai jenis dan bentuk tulisan yang berupaya memberi
daya tarik dalam penyampaian informasi.
2) Media audio

Membantu menyampaikan maklumat dengan lebih berkesan dan
membantu meningkatkan daya tarikan terhadap sesuatu persembahan.
Jenis audio termasuk suara latar, musik, atau rekaman suara, dan lainnya.

13

3) Media visual
Media yang dapat memberikan rangsangan-rangsangan visual seperti
gambar /foto, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster, papan
buletin, dan lainnya.

4) Media proyeksi gerak
Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV, video
kaset (CD, VCD, atau DVD).

5) Benda-benda tiruan/ miniatur
Termasuk di dalamnya benda-benda tiga dimensi yang dapat
disentuh dan diraba oleh siswa.

6) Manusia
Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi
tertentu.

14

BAB lll
PEMBAHASAN

A. ALAT DAN BAHAN
1. Sterofom
2. Origami
3. Cutter
4. Double tape
5. Pena
6. Lem kertas
7. Plastisin
8. Kertas stiker label
9. Tusuk gigi

B. CARA MEMBUAT MINIATUR SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

1. Pertama siapkan dua buah Steroform warna hijau dan biru, kemudian bentuk pola bulat
pada Steroform warna biru setelah itu potong menggunakan cutter.

2. Siapkan Steroform warna hijau, bentuk pola segi empat dan segi enam pada Steroform
menggunakan cutter.

3. Gambarlah bagian-bagian sel yang lainnya menggunakan pensil diatas kertas origami,
kemudian gunting kertas origami yang sudah digambar

4. Bentuk pola bagian dalam sel tumbuhan menggunakan pena pada sisa Steroform tadi,
kemudian potong menggunakan cutter.

15

5. Setelah itu tempelkan double tape dibagian bawah setiap bagian-bagian dalam sel
hewan dan sel tumbuhan yang sudah dibuat tadi, dan lekatkan bagian itu di dalam pola
yang sudah dibuatkan tadi.

6. Setelah selesai menempelkan setiap bagian dalam sel pada polanya, kemudian beri
nama pada bagian sel yang digambar tadi. Dan ini hasil akhirnya.

Miniatur Sel Tumbuhan Miniatur Sel Hewan

Miniatur Sel hewan dan Tumbuhan Miniatur Sel Tumbuhan
16

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah melakukan berbagai proses dalam pembuatan miniatur sel hewan dan

tumbuhan dapat disimpulkan :
1. Peserta didik mampu membuat miniatur sel tumbuhan menggunakan steroform.
2. Peserta didik mampu membuat miniatur sel hewan menggunakan steroform

B. Saran
Untuk melakukan Pembuatan miniatur sel hewan dan tumbuhan ini maka

disarankan hal-hal berikut ini :

1. Harus berhati-hati dalam memotong bahan-bahan agar lebih mendapatkan bentuk
yang persis sama dengan sel hewan dan tumbuhan.

2. Setiap siswa agar lebih kreatif dan mengeluarkan pendapatnya mengenai bahan-
bahan lain yang juga dapat digunakan dalam membuat miniatur sel hewan dan
tumbuhan agar lebih menyerupai bentuk aslinya.

3. Keselamatan dalam bekerja harus benar-benar diperhatikan agar tidak terjadi
luka pada saat bekerja.
17

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, Sel. nationalgeographic.co.id/berita/2013/10/triliunan-sel-bekerja-sama-

tanpa- timbulkan-perang pada 20 Agustus 2021
Alberts B 1994.Biologi Molekuler Sel,Edisi kedua.penerbitan PT Gramedia
pustaka utama,jakarta.
WWW.slideshare.net/iwanpalembang/bab-iv-sel-tumbuhan
www.sentra-edukasi.com/2021/23/pengertian-selhewan
https://youtu.be/Ut70Kx3EncQ pada 20 Agustus 2021

18

LAMPIRAN

ALAT DAN BAHAN
MEMBUAT DAN MEMTONG POLA

LAMPIRAN

POLA SEL TUMBUHAN YANG BELUM DIWARNAI
POLA SEL TUMBUHAN YANG SUDAH DIWARNAI

LAMPIRAN

MENEMPELKAN ORGANEL SEL TUMBUHAN

MENEMPELKAN ORGANEL SEL TUMBUHAN YANG SUDAH
DIWARNAI

LAMPIRAN

MODEL SEL TUMBUHAN YANG SUDAH SELESAI
MODEL SEL HEWAN YANG TEMPELI ORGANEL SEL

LAMPIRAN

PENYEMPURNAAN PENEMPELAN SEMUA ORGANEL SEL
PADA HEWAN

MODEL ORGANEL SEL HEWAN YANG SUDAH LENGKAP

LAMPIRAN

MODEL SEL TUMBUHAN
MODEL SEL HEWAN


Click to View FlipBook Version