Riset produk
Riset produk adalah proses mencari informasi tentang suatu produk
bisnis, baik dari sisi harga, kualitas dan persaingannya. Tujuannya,
Anda bisa tahu mana produk yang akan dijual, serta cara terbaik untuk
menjual dan mengembangkan produk tersebut.
Kalau dijabarkan lebih lanjut, riset produk dilakukan untuk mencari tahu
tiga hal berikut:
1. Potensi laku tidaknya produk atau layanan Anda di pasaran.
2. Kompetitor bisnis serupa
3. Cara terbaik untuk mengembangkan produk dan layanan Anda.
Memangnya penting ya melakukan riset produk untuk bisnis online?
Penting sekali. Menggunakan informasi yang Anda kumpulkan dari riset
produk, Anda dapat menyusun strategi penjualan yang efektif.
Dengan riset produk yang baik, Anda akan terhindar dari kerugian.
Sebab, Anda akan lebih memahami kebutuhan konsumen sehingga
menjual produk yang mereka perlukan. Selain itu, Anda juga lebih
mengerti bagaimana Anda harus bersaing dengan penjual lainnya.
Cara riset produk untuk jualan online antara lain:
1. Menggunakan Google Trend
2. Survey di Marketplace Populer
3. Menggunakan Google Keyword Planner
4. Melihat Review Produk dari Konsumen
5. Melakukan Survey dengan Kuesioner
Berikut penjelasan detail cara riset produk untuk jualan online:
1. Menggunakan Google Trend
Riset produk menggunakan tools Google Trend
Cara riset produk yang pertama adalah memanfaatkan Google Trend,
sebuah tool yang menunjukkan seberapa sering suatu topik dicari di
Google.
Nah, karena Google sendiri adalah mesin pencari yang mendominasi
dengan lebih dari 92% pencarian di seluruh dunia, hasil riset Anda tentu
akan jauh lebih tepat.
Caranya sangat mudah. Anda cukup memasukkan kata kunci yang ingin
Anda ketahui di kolom pencarian Google Trend sebagai berikut:
Contoh penggunaan Google Trend untuk tahu tren pencarian konsumen
Contoh di atas menunjukkan tren pencarian alat olahraga di Indonesia
dalam kurun waktu satu tahun.
Dari riset produk tersebut, Anda jadi tahu tren permintaan pasar. Seperti
terlihat, di awal tahun, grafiknya cenderung meningkat. Itu artinya alat
olahraga banyak dicari orang di rentang waktu tersebut.
Data tersebut bisa menjadi bekal untuk merancang strategi Anda dalam
menggenjot penjualan produk di waktu ideal tersebut.
Salah satu hasil yang ditunjukkan oleh pencarian di Google Trend
Bahkan, merk Kettler pencariannya ternyata cukup tinggi hingga 400%
ketika menggunakan pilihan Rising atau frekuensi pencarian yang
meningkat. Ini bisa jadi inspirasi Anda untuk menjual produk tersebut.
Anda juga dapat mengganti opsi ‘Rising’ ke ‘Top’, yaitu pencarian yang
paling populer sepanjang waktu. Dengan cara ini, Anda jadi lebih tahu
tren dalam rentang waktu lebih panjang.
2. Survei di Marketplace Populer
Cara riset produk berikutnya adalah survei produk yang sedang laris di
berbagai marketplace.
Katakanlah, kalau Anda ingin riset produk di Shopee. Pertama, Anda
buka situs Shopee melalui browser atau aplikasi di ponsel. Di halaman
utama Shopee, Anda dapat menemukan kolom Pencarian Populer dan
Produk Terlaris.
Nah, ternyata di bagian Pencarian Populer, masker kesehatan masih
menjadi salah satu produk yang banyak dicari. Kemudian di bagian
Produk Terlaris, produk fashion- lah yang paling banyak dibeli dari
Shopee saat ini.
Dengan riset produk singkat ini saja, Anda dapat mempertimbangkan
untuk menjual produk masker dan fashion dalam memulai bisnis Anda
sesuai tren permintaan konsumen.
Namun, karena hasil Pencarian Populer dan Produk Terlaris akan
berubah sewaktu-waktu, Anda perlu mengikuti perkembangannya dulu
sebelum benar-benar terjun ke bisnis tersebut.
Contoh pencarian produk terlaris di marketplace
Anda dapat melihat bahwa sepeda statis yang paling laris di Shopee
adalah tipe Sepeda Statis Excercise Belt Bike Twen BB379. Produk
tersebut sudah terjual lebih dari 200 unit per bulan.
Ini bisa menjadi pertimbangan Anda menjual produk jenis tersebut
karena tingkat penjualan yang menjanjikan
Riset produk di marketplace masih bisa Anda lanjutkan sesuai
kebutuhan. Misalnya, Anda hanya ingin menjual produk di kota Anda
saja, maka gunakan Filter Lokasi. Dan, terapkan berbagai filter seperti
Metode Pembayaran, Program Promosi, dan lainnya untuk memahami
tren produk secara lebih lengkap
3. Menggunakan Google Keyword Planner
Produk lain dari Google yang dapat Anda gunakan dalam riset produk
adalah Keyword Planner. Dengan tool ini, Anda bisa mendapatkan
informasi tentang:
• Ide keyword potensial yang berasal dari pencarian pengguna
Google
• Jumlah volume keyword tertentu yang menunjukkan ketertarikan
pada suatu produk
• Estimasi performa keyword, jumlah klik, yang bisa menjadi
pertimbangan dalam memilih produk tersebut
Caranya, Anda cukup mengetikkan keyword produk yang ingin Anda
jual di kolom pencarian. Misalnya, Anda ketikkan jam tangan, lalu tekan
Enter.
Riset produk dengan menggunakan Google Keyword Planner
Dari hasil yang dimunculkan, ternyata kata kunci jam tangan dicari
orang sebanyak 10 ribu – 100 ribu kali dalam sebulan. Selain itu Google
Keyword Planner juga menampilkan sederet pencarian lain yang terkait
seperti jam tangan pria, jam tangan wanita, sampai jam tangan Rolex.
Dari riset produk tersebut, Anda bisa mempertimbangkan apakah akan
menjual produk jam tangan dan kira-kira jenis apakah yang akan dijual.
Fitur Google Keyword Planner bernama Refine Keyword
Dari halaman yang sama, Anda dapat melakukan penyaringan keyword
di fitur Refine Keywords agar mendapatkan hasil yang lebih spesifik.
Misalnya, Anda bisa menentukan apakah akan menyertakan merek
dalam pencarian itu. Jika tidak, hilangkan centang Brand or Non Brand,
Jenis Kelamin, dan Orang Lain.
4. Melihat Review Produk dari Konsumen
Biasanya, produk yang penjualannya tinggi atau sedang trending akan
banyak diulas oleh konsumennya. Hal ini bisa Anda manfaatkan untuk
melakukan riset produk.
Dengan melihat review, Anda akan mendapat informasi kualitas suatu
produk sesuai review para penggunanya. Testimoni pembeli dapat Anda
bandingkan dengan deskripsi iklan yang dibuat oleh penjual.
Langkah riset produk seperti ini terutama cocok untuk Anda yang
berniat menjadi reseller produk tertentu. Jadi, Anda bisa memutuskan
apakah sebuah produk layak untuk dijual sebagai bagian dari bisnis
Anda
Namun, riset produk melalui review juga bisa menjadi sarana untuk
menemukan keunggulan dan kekurangan produk kompetitor bagi Anda
yang menciptakan produk sendiri. Dengan informasi yang didapatkan,
Anda dapat menyusun strategi bagaimana membuat produk Anda lebih
baik daripada milik kompetitor.
Misalnya, Anda melakukan riset produk smartwatch yang sedang
populer di salah satu marketplace dan menemukan Xiaomi Mi Band 5
telah diulas sebanyak 11,7 ribu kali.
Contoh review produk yang diberikan oleh konsumen.
Kalau bisnis anda adalah produk elektronik atau gadget, Anda bisa
mempertimbangkan untuk menjual produk tersebut.
Namun, ada baiknya anda juga melakukan riset produk dengan melihat
review di berbagai platform seperti YouTube, blog, dan lainnya
5. Melakukan Survei dengan Kuesioner
Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk riset produk adalah survei
menggunakan kuesioner. Berbeda dengan riset produk yang sudah
diulas sebelumnya, cara ini merupakan bentuk pendekatan langsung ke
konsumen sehingga bisa mendapatkan informasi yang lebih detail dan
mendalam.
Kunci dari riset produk dengan kuesioner adalah memberikan
pertanyaan yang tepat kepada responden yang sesuai dengan target pasar
bisnis Anda. Baik saat akan merilis produk baru atau untuk mengetahui
performa brand bisnis Anda di mata konsumen.
https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-riset-produk/
Apa itu riset market dan tujuannya
Marketing research atau riset pemasaran adalah proses mengidentifikasi,
mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis data/informasi tentang
pemasaran yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mendefiniskan
peluang dan masalah-masalah dalam pasar agar aktivitas pemasaran
lebih efektif.
Peran penting marketing research untuk penjualan adalah untuk
menyediakan bagi pihak manajemen dengan berbagai informasi yang
benar-benar relevan, akurat, handal, valid, dan paling uptodate.
Tujuan dari riset pemasaran bagi perusahaan :
Evaluating :
Riset pemasaran ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi program-
program pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya. Fungsi evaluasi
dalam riset pemasaran ini juga termasuk ketika perusahaan ingin
melakukan review terhadap brand positioning dibandingkan dengan
produk pesaing.
Understanding :
Riset pemasaran ini berfungsi untuk menekankan pada tujuan untuk
memahami konsumen sebagai salah satu insight atau masukan yang
sangat penting bagi perusahaan. Dengan memahami konsumen,
perusahaan akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan
konsumen. Riset pemasaran yang dilakukan biasanya adalah riset yang
menggambarkan potret kebiasaan dan perilaku konsumen serta harapan
dan keluhan mereka terhadap produk.
Predicting :
Fungsi riset pemasaran ini merupakan prediksi yang dilakukan dalam
riset pemasaran yang sangat beresiko karena sifatnya sangat relatif.
Ketika sebuah brand ingin membidik pasar baru, maka riset pemasaran
selalu dijadikan bahan acuan utama. Begitupun ketika perusahaan ingin
menyusun strategi pemasaran baru, riset pemasaran masih menjadi
penilaian utama.
Jenis riset pemasaran berdasarkan tujuannya :
Problem Solving Research :
Riset pemasaran yang diadakan untuk mengidentifikasi serta
memecahkan permasalahan yang sering terjadi dalam pemasaran. Riset
pemasaran jenis ini berorientasi pada masalah pemasaran yang sudah
pernah terjadi diidentifikasi dan dievaluasi kembali untuk mendapatkan
solusi serta mencegah terulangnya kesalahan di masa depan.
Controlling Research :
Riset pemasaran yang diadakan untuk pengawasan atau pengendalian
proses bisnis serta pemasaran yang sedang terjadi. Riset pemasaran yang
dilakukan secara reguler akan mampu menjaga kinerja proses bisnis dan
pemasaran agar mampu menghasilkan zero deffect dalam perusahaan.
Planning Research :
Riset pemasaran yang diadakan untuk mendapatkan informasi sebagai
panduan dalam merencanakan kegiatan pemasaran. Sebuah perencanaan
bisnis atau pemasaran memerlukan informasi dari riset pemasaran untuk
dapat mengukur secara tepat target serta strategi yang akan disusun agar
tidak merugikan perusahaan
https://binus.ac.id/bandung/2020/04/tujuan-dan-jenis-marketing-
research/#:~:text=Marketing%20research%20atau%20riset%20pemasar
an,agar%20aktivitas%20pemasaran%20lebih%20efektif.
Apa itu riset market dan tujuannya
Google Keyword Planner adalah tool riset keyword yang termasuk
dalam layanan Google Ads. Pada dasarnya, tool ini memang dibuat
untuk keperluan membuat iklan di Google Ads. Namun, Anda juga bisa
menggunakannya untuk keperluan lain, yaitu riset keyword SEO.
Sebagai salah satu fitur dari Google Ads, Anda harus mendaftar ke
Google Ads terlebih dahulu untuk menggunakan Google Keyword
Planner. Namun, tenang saja, Anda bisa menggunakan Google Keyword
Planner tanpa harus memasang iklan di Google.
Fitur utama Google Keyword Planner memang hanya dua di atas, yaitu
Discover New Keywords dan Get Forecast and Search Volume.
Kelihatannya memang sedikit fiturnya.
Namun, Anda bisa memaksimalkan kedua fitur tersebut untuk riset
keyword Anda. Begini caranya:
1. Manfaatkan Filter Kata Kunci
Google Keyword Planner memang membatasi maksimal 10 kata kunci
dalam satu kali riset. Namun, Anda bisa menemukan lebih banyak ide
keyword dengan menggunakan filter. Setelah memasukkan kata kunci
pada fitur Discover New Keywords, Anda akan mendapatkan hasil riset
keyword. Kemudian klik add filter > keyword.
Setelah itu, masukkan filter kata kunci. Pada tutorial ini kami mencoba
untuk menambahkan filter “cara” dan “beli”. Berikut hasil filternya:
2. Curi Keyword Kompetitor
Dengan Google Keyword Planner, Anda juga bisa mencuri ide-ide kata
kunci kompetitor. Pada fitur Discover New Keywords, Anda bisa
memasukkan URL website untuk riset keyword. Nah, di situ Anda juga
bisa memasukkan URL website kompetitor Anda.
Misalnya, Anda punya website niche teknologi. Salah satu kompetitor
terbesarnya tentu adalah Jalan Tikus. Anda bisa mengetahui kata kunci
yang berkaitan dengan Jalan Tikus dengan Google Keyword Planner.
Berikut adalah beberapa kata kunci yang berkaitan dengan Jalan Tikus:
3. Temukan Kata Kunci Paling Potensial
Google Keyword Planner memang memberikan banyak saran kata
kunci. Itu tentu adalah hal bagus. Anda punya banyak ide kata kunci
yang bisa ditargetkan. Namun, Anda juga bisa kebingungan menentukan
kata kunci yang perlu diprioritaskan.
Tentu Anda harus memberikan prioritas kepada kata kunci yang punya
potensi lebih bagus. Bagaimana cara mengetahui mana kata kunci yang
lebih bagus potensinya? Salah satu cara paling efektif adalah dengan
melihat biaya Top of page bid (high range tertinggi).
Data top of page bid (high range) menunjukkan biaya yang dihabiskan
pengiklan untuk sebuah kata kunci. Semakin tinggi biaya yang
dihabiskan, artinya semakin tinggi pula nilainya. Sebab orang lain mau
menghabiskan uang banyak untuk kata kunci tersebut.
Misalnya, pada kata kunci “website”, “blog”, dan “domain”, berikut
adalah kata kunci dengan nilai tertinggi:
4. Atur Lokasi Pencarian
Secara default, Google Keyword Planner akan melakukan riset keyword
planner berdasarkan negara yang Anda daftarkan pertama kali. Namun,
Anda bisa mempersempit jangkauan riset keyword hingga tingkat kota
sekalipun.
Tentu ini akan menguntungkan Anda yang mengincar pelanggan lokal.
Caranya mudah, pada hasil riset keyword Discover New Keywords, klik
menu Locations.
Misalnya, kami memfokuskan riset keyword kali ini di Provinsi DKI
Jakarta. Anda bisa menggantinya dengan kota atau provinsi target
audiens Anda.
5. Ketahui Perangkat yang Digunakan dan Lokasi Populer
Dengan Google Keyword Planner, Anda juga bisa mencari tahu
perangkat apa yang digunakan pengguna untuk mencari kata kunci dan
lokasi populer untuk kata kunci tersebut. Untuk melihatnya, buka fitur
Forecast and Search Volume.
Setelah memasukkan kata kunci, lihat hasilnya, lalu buka menu Plan
Overview. Berikut adalah contoh untuk kata kunci website, blog, dan
domain.
https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-menggunakan-google-
keyword-planner/