~NURFAIKA RAMDANI~
PO714203211026
HEMA
TOLOGI
1
Metode Tallquist
PRINSIP PEMERIKSAAN
“Metode Tallquist adalah metode
pemeriksaan hemoglobin dengan
membandingkan darah asli dengan
suatu skala yang bertingkat-tingkat
(warna standar yang tersedia pada buku
tallquist), yang dimulai dari warna
merah muda hingga merah tua (mulai
10%-100%).”
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
✘ Skala Tallquist dan
kertas uji atau test paper
✘ Swab Alkohol
✘ Hemolet Steril
✘ Handscoon
✘ Tisue Kertas
✘ Tempat Sampah Medis
Metode Tallquist
PROSEDUR KERJA
1. Ambil selembar tisu kertas dari
booklet Tallquist
2. Usap ujung jari tengah atau jari manis
yang akan diperiksa dengan swab
alkohol
3. Pegang ujung hemolet dengan tangan
yang telah memakai handscoon, lalu
tusuk jari tersebut
4. Buang tetesan darah pertama, lalu
ambil tetesan darah kedua dan teteskan
ditengah kertas uji
Metode Tallquist
PROSEDUR KERJA
5.Tunggu selama 15 detik, lalu
bandingkan sampel pada kertas uji
dengan skala Tallquist, catat
skalanya
SKALA PEMBACA
Metode Tallquist memiliki
tingkat ketepatan
pemeriksaan yang kurang
tepat dengan tingkat
kesalahan 25-50% Metode
ini tidak dianjurkan untuk
digunakan karena tingkat
akurasinya yang rendah,
kecuali dalam keadaan
darurat
Metode CuSO4 (Falling Drop)
PRINSIP PEMERIKSAAN
“Pemeriksaan Hemoglobin dengan
cupri sulfat adalah mengukur kadar
hemoglobin berdasarkan perbedaan
berat jenis darah dengan berat jenis
suatu cupri sulfat”.
NILAI RUJUKAN
Darah Darah Darah
tenggelam melayang terapung
menunjukka menunjukka menunjukka
n kadar Hb n kadar Hb n kadar Hb
diatas 80% berkisar 80% dibawah 80%
(>12,5 g/dL) (=12,5g/dL) (<12,5 g/dL)
Metode CuSO4 (Falling Drop)
PROSEDUR KERJA
1. Persiapkan alat dan bahan yang
dibutuhkan
2. Persiapkan larutan cupri sulfat
dengan berat jenis 1,053
3. Lakukan sterilisasi pada area kulit
yang akan dilakukan pengambilan
4. Lakukan tusukan perifer, hapus
tetesan darah yang pertama kelua
5. Ambil darah dengan menggunakan
pipet pasteur
6. Teteskan darah diatas larutan cupri
sulfat dengan ketinggian kurang
lebih 2-3 cm
7. Perhatikan darah tersebut hingga
15 detik, baca dan catat hasil yang
didapatkan
METODE SAHLI
PRINSIP PEMERIKSAAN
“Hemoglobin diubah menjadi asam
hematin kemudian warna yang terjadi
dibandingkan secara visual dengan
standar dalam alat
(Hemoglobinometer)”.
PROSEDUR KERJA
1. Masukkan HCl 0,1N ke dalam tabung
pengencer sampai tanda 2
2. Isap darah kapiler dengan pipet Hb
sampai tanda 20 µl
3. Hapus darah yang melekat disisi luar
ujung pipet
4. Segera alirkan darah dari pipet ke
dasar tabung pengencer. Catat
waktu saat darah dicampurkan ke
dalam HCl
Metode Cyanmethemoglobin
PRINSIP PEMERIKSAAN
“Prinsip dasar metode cyanmethemoglobin adalah mengubah
hemoglobin darah menjadi sianmethemoglobin dalam larutan
drabkin, yang berisi kalium sianida dan kalium ferisianida.
Larutan drabkin yang digunakan untuk mengubah hemoglobin,
oksihemogolobin, methemoglobin dan karboksihemoglobin
menjadi sianmethemoglobin sedangkan sulfhemoglobin tidak
berubah karena tidak diukur”.
PROSEDUR KERJA
1. Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 5 ml larutan
drabkin
2. Diisap darah kapiler 20 µl dengan pipet mikro atau pipet
sahli. Kelebihan darah yang melekat pada bagian luar
pipet dihapus dengan kain kasa kering / tisue
3. Darah dalam pipet dimasukkan ke dalam tabung reaksi
yang berisi larutan drabkin
4. Pipet dibilas beberapa kali dengan larutan drabkin
tersebut
5. Campur larutan ini dengan cara menggoyang-
goyangkan tabung secara perlahan-lahan hingga
larutan menjadi homogen, dan biarkan selama 3 menit
6. Baca dengan spektrofotometer pada Panjang
gelombang 540 nm, sebagai blanko digunakan larutan
drabkin.
7. Kadar Hb ditentukan dengan perbandingan antara
absorban sampel dengan absorban standar
Metode POCT
DEFINISI
POCT (Point Of Care Testing) adalah pemeriksaan Kesehatan yang
dilakukan didekat atau disamping tempat tidur pasien dengan
menggunakan sampel darah atau urine dalam jumlah yang sedikit.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan atau tanpa tahap pra-analitik, dan
dapat memberikan hasil yang cepat sehingga pengambilan keputusan
dapat segera dilakukan untuk penanganan pasien yang lebih baik. POCT
bukanlah pengganti layanan laboratorium konvensional melainkan
layanan tambahan untuk laboratorium klinik
PRINSIP PEMERIKSAAN
“Prinsip pemeriksaan yang digunakan yaitu dengan
prinsip reflectance (pemantulan) yaitu membaca warna
yang terbentuk dari sebuah reaksi antara sampel yang
mengandung bahan tertentu dengan reagen yang ada
pada sebuah strip, selanjutnya warna yang terbentuk
dibaca oleh alat”.
Metode POCT
PROSEDUR KERJA
1.Ambil 1 strip uji, masukkan ke dalam
alat pengukur dan secara otomatisalat
akan hidup.
2.Layar akan menampilkan nomor kode
strip, yaitu nomor kode yang sama
dengan kode pembungkus strip.
Kemudian akan terlihat gambar tetesan
darah
3.Teteskan sampel darah pada zona reaksi
strip uji
4.Setelah 30 detik, layer akan
menampilkan hasil pemeriksaan kadar
hemoglobin
Metode POCT
KELEBIHAN POCT
1.Penggunaan instrument sangat praktis, mudah dan
efisien
2.Penggunaan jumlah sampel yang sedikit
3.Mengurangi atau meniadakan tahap pra analitik sehingga
mengurangi kemungkinan kesalahan pada tahap ini
4.Hasil dapat diketahui dengan cepat
5.Mengurangi waktu kunjungan klinik rawat jalan, dan
penggunaan waktu tenaga kesehatan yang optimal.
6.Pemeriksaan dapat dilakukan secara mandiri tanpa perlu
mengunjungi laboratorium atau sarana pelayanan
kesehatan
KEKURANGAN POCT
1.Jenis pemeriksaan masih terbatas
2.Akurasi dan presisi hasil pemeriksaan POCT belum sebaik
hasil dari laboratorium klinik
3.Proses QC (Quality Control) belum baik
4.Proses dokumentasi hasil belum baik, karena biasanya
alat ini belum dilengkapi dengan sistem identifikasi
pasien, printer, dan belum terkoneksi dengan sistem
informasi laboratorium
5.Biaya pemeriksaan lebih mahal apabila dibandingkan
dengan biaya pemeriksaan di laboratorium klinik
6.Pemeriksaan masih menggunakan prosedur yang invasif
Metode Elektroforesa Hemoglobin
DEFINISI
“Elektroforesis hemoglobin adalah tes darah
yang digunakan untuk mengukur dan
mengidentifikasi jenis-jenis hemoglobin yang
berbeda di dalam aliran darah”
PRINSIP PEMERIKSAAN
Proses elektroforesis memanfaatkan muatan listrik
yang berbeda pada tiap jenis hemoglobin. Selama
prosedur berlangsung, sebuah aliran listrik
dialirkan melalui hemoglobin dari sampel darah
yang diambil. Hal ini menyebabkan jenis-jenis
hemoglobin yang berbeda akan terpisah dan
membentuk kelompok masing-masing.”.
PERSIAPAN PASIEN
Tidak ada persiapan khusus untuk melakukan tes ini,
namun jika pernah mendapatkan transfusi darah dalam 3
bulan terakhir, maka kadar hemoglobinnya bisa berubah.
Atau jika pasien mengkonsumsi obat zat besi maka wajib
diberitahukan ke dokter.
Metode Elektroforesa Hemoglobin
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
✘ Minicap Capillary Electroforesis
✘ Buffer pH 9,4
✘ Homolysing Solution
✘ Wash Solution
✘ Sampel darah dengan Antikoagulan (EDTA,
Sitrat atau Heparin.
PROSEDUR KERJA
1. Buka pintu reagen bay, periksa apakah buffer, wash
solution, cup dan aqua destilata sudah tersedia dan
terpasang pada tempatnya
2. Pilih program elektroforesis hemoglobin pada menu
3. Masukkan sampel dan control ke dalam rotating
sampler. Letakkan sampel pada posisi 1-26, posisi 27
diletakkan 5 ml hemolysing solution dan pada posisi 28
diletakkan control normal HbA2
4. Tutup pintu MINICAP dan Analisis akan berjalan secara
otomatis.
5. Setelah semua rangkaian proses elektroforesis selesai,
keluarkan semua sampel dan kontrol