The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Jurnal Aksi Nyata Modul 2.1 Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Soffan Rulliawan, 2023-03-31 04:43:51

Jurnal Refleksi Aksi Nyata Modul 2.1 Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid

Jurnal Aksi Nyata Modul 2.1 Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid

Jurnal Refleksi Aksi Nyata Modul 2.1 Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Soffan Rulliawan, S.Pd. CGP Angkatan 6 Kabupaten Lebak Pengajar Praktik: Ibu eha Yaniarti Fasiliotator: Ibu Dewa Ayu Trisna Yuliati


Jurnal Aksi Nyata Modul 2.1 ini menggunakan model Description, Examination and Articulation of Learning (DEAL) Model ini dikembangkan oleh Ash dan Clayton (2009).


Pengalaman yang akan saya deskripsikan adalah pengalaman saat melakukan aksi nyata modul 2.1 Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid. Aksinyata saya lakukan di kelas 9b pada hari Kamis, 17 November 2022. Saya memilih kelas 9b karena memang menurut saya kebutuhan belajar di kelas tersebut beragam. Materi yang saya ajarkan adalah analisis unsur intrinsik teks cerpen. Untuk memenuhi kebutuhan belajar murid saya mencoba mempraktikkan pembelajaran berdiferensiasi dengan model tutor sebaya. Setelah tahap orientasi dengan berdoa dan mengecek kehadiran, pada apersepsi saya memberikan kuis singkat dan tanya jawab berkaitan dengan materi teks cerpen untuk mengetahui kesiapan murid berkaitan dengan pemahaman materi teks cerpen. Hasil kuis singkat dan juga tanya jawab tersebut saya jadikan sebagai informasi untuk memetakan kesiapan belajar murid. Description: Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana);


Murid yang hasil kuisnya tinggi dan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam tanya jawab dijadikan tutor sebaya dalam kerja kelompok untuk mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen. Diskusi kelompok akan dipimpin oleh tutor sebaya. Setelah diskusi kelompok dilanjutkan dengan mengomunikasikan hasil diskusi dengan cara mempresentasikan di depan kelas. Selanjutnya sebelum sesi penutup saya menginformasikan bahwa untuk pertemuan selanjutnya adalah Menyusun cerpen. Saya menyampaikan bahwa murid dapat membuat bermacam-macam produk cerpen sesuai minat dan kemampuan mereka. Boleh menulis cerpen di buku, menulis cerpen di blog pribadi, menulis cerpen dengan media powerpoint, rekaman pembacaan cerpen karya sendiri, atau video pembacaan cerpen karya sendiri. Description: Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana);


Examination: Analisis pengalaman tersebut dengan membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya; Aksi nyata tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi saya. Selain memang pembelajaran berdiferensiasi ini masih baru bagi saya tapi menuurut saya sangat menarik dan menantang. Memang tidak saya pungkiri masih banyak kekurangan, namun ini merupakan Langkah awal untuk perbaikan dalam pemenuhan kebutuhan belajar murid. Diawal saya ingin dalam pembelajaran ada diferensiasi konten, proses, dan hasil. Namun, dalam praktiknya yang terlihat baru diferensiasi proses yaitu dengan tutor sebaya. Itu pun belum sepenuhnya berjalan dengan maksimal. Masih ada tutor sebaya yang belum bisa memaksimalkan peran anggotanya da;lam diskusi kelompok. Namun tentunya hal itu akan dapat diperbaiki di praktikpraktik selanjutnya.


Articulation of Learning: Jelaskan hal yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa mendatang. Dari aksi nyata tersebut salah satu pelajaran yang saya ambil adalah pentingnya memberikan variasi baik konten, proses, maupun proseuk dalam pembelajaran di kelas agar dapat memenuhi kebutuhan belajar murid. Perencanaan juga harus matang mulai dari RPP, media yang ingin digunakan, sampai pada Langkah-langkah yang akan ditempuh. Ke depan tentunya saya akan berusa terus memperbaiki praktik pembelajaran berdiferensiasi ini. saya akan mencoba memaksimalkan diferensiasi konten dengan mempersiapkan berbagai media untuk menyampaikan materi baik media visual, audio, maupun audio visual. Selain diferensiasi konten saya juga akan memaksimalkan diferensiasi produk. Agar murid lebih maksimal dalam membuat produk sesuai dengan minat dan kemampuannya. .


Click to View FlipBook Version