RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA Judul Modul : Modul 1.4 Budaya Positif Nama Peserta : Arief Diana Nugraha Latar Belakang Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan rasa aman dan nyaman, dimanapun dan kapanpun, terlebih pada saat mereka menimba ilmu. Ki Hajar Dewantara telah mengajarkan suatu konsep yaitu Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggitingginya. Maka membuat agar peserta didik merasa selamat dan bahagia, terutama di lingkungan sekolah, perlu diterapkannya “Budaya Positif”, sehingga mereka berkembang menjadi pribadi kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab Tujuan • Menerapkan Budaya Positif di lingkungan pendidikan • Menumbuhkan paradigma posisi kontrol guru sebagai manajer • Menerapkan Segitiga Restitusi sebagai solusi permasalahan peserta didik • Menerapkan keyakinan kelas dalam kegiatan belajar Tolok Ukur • Tersusunnya Tata Tertib Sekolah yang menerapkan budaya positif • Tingkat kedisplinan peserta didik meningkat, walaupan tanpa adanya pengawasan • Guru menerapkan posisi kontrol sebagai manajer dalam kegiatan pembelajaran • Guru menerapkan segitiga restitusi dalam menangani masalah peserta didik • Terpasangnya keyakinan kelas di ruangan belajar Linimasa Tindakan Yang Akan Dilakukan • Melaksanakan konsultasi dan koordinasi dengan Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan • Melaksanakan sosialisasi budaya positif ke seluruh warga • Melaksanakan workshop tentang keyakinan kelas, posisi kontrol guru dan segitiga restitusi • Guru bersama peserta didik membuat kesepakatan kelas yang kemudian dijadikan keyakinan kelas • Guru menerapkan posisi kontrol sebagai manajer • Guru menerapkan segitiga restitusi dalam meangani masalah peserta didik • Guru dan peserta didik menerapkan keyakinan kelas dalam proses pembelajaran • Membuat survei penerapan budaya positif Dukungan Yang Dibutuhkan • Dukungan Kepala Sekolah dan segenap Manajemen Sekolah, yaitu Wakil Kepala Sekolah, Kepala Program Keahlian, Kepala Bengkel dan Kepala Unit Kerja lainnya. • Dukungan seluruh guru, staf Tata Usaha, peserta didik dan orang tua • Dukungan sarana sosialisasi, berupa: ruang meeting, projektor dan akses internet • Alat dan bahan sosialisasi: banner, poster, media online