The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN KE 7 MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iswandrainitita, 2023-01-03 05:55:19

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN KE 7 MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIKa

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN KE 7 MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

Keywords: COACHING UNTUK SUPERVISI

PENDIDIKAN
CALON GURU
PENGGERAK
ANGKATAN 6
KAB. SUKABUMI

FASILITATOR PENGAJAR PRAKTIK
SUJARYONO AAN SYARIPUDIN

REFLEKSI
DWI MINGGUAN

MODUL 2.3

COACHING UNTUK
SUPERVISI AKADEMIK

3

CICILIA TITA ISWANDRAINI

CGP ANGKATAN 6
SMANEGERI I CIKIDANG KAB. SUKABUMI

4



JURNAL REFLEKSI
DWI MINGGUAN

MODUL 2.3

COACHING UNTUK SUPERVISI
AKADEMIK

MODEL ROUND ROBIN

Apa itu Refleksi Gaya Round Robin : 5

➜ Apa hal yang paling anda kuasai setelah
mempelajarai modul ini,Mengapa Anda merasa
hak tersebut bisa membuat sangat
menguasainya?

➜ Apa yang belum anda kuasai setelah mempelajari
modul ini? Apa yang akan anda lakukan untuk
mengatasi hal tersebut?

➜ Apa hal yang masih membingungkan anda dari
modul ini?ceritakan hal hal apa saja yang
membuat hal tersebut membingungkan?

6

Setelah mempelajari modul ini hal yang paling
saya kuasai adalah
mengenai bagaimana melakukan percakapan
pada saat coaching baik kepada murid maupun
rekan sejawat baik dalam membicarakan
masalah pendidikan maupun masalah kehidupan
yang lainnya yaitu dengan menggunakan alur
TIRTA yang terdiri dari

T = menentukan Tujuan Utama
I = Identifikasi Masalah
R = Rencana Aksi
TA= Tanggung Jawab/Komitmen

7

Dalam Proses Coaching menggunakan alur
TIRTA saya sudah mampu menerapkan
paradigma berfikir coaching antara lain

1. Fokus pada coachee/rekan yang akan
dikembangkan
2. bersikap terbuka dan ingin tahu
3. memiliki kesadaran diri yang kuat
4. mampu melihat peluang untuk masa depan

8

Saat melaksanakan coaching saya juga sudah
mampu menerapkan prinsip berfikir coaching
yaitu antara lain:

1. kemitraan
2. proses kreatif
3. memaksimalkan potensi

saya juga mampu menguasai kompetensi
coaching dengan baik yaitu

1. kehadiran penuh/presence
2. mendengarkan aktif
3. mengajukan pertanyaan berbobot

9

Yang membuat saya merasa menguasainya

adalah… Karena saya merasa sudah pernah

mempraktekannya mulai dari latihan

sampai pada praktek hasil perbaikan

latihan pada saat tahap Ruang

Kolaborasi dan juga Demonstrasi

Kontekstual. Selain itu saya juga

mempraktekkan alur TIRTA ini kepada

murid dan rekan sejawat saya saat saya

melakukan praktek coaching pada

Demonstrasi Kontekstual saya mendapat

umpan balik dari rekan yang berperan

sebagai Observer di mana saya

dikatakan sudah mampu menjadi

seorang coach meskipun masih harus

sering berlatih

10

Hal yang belum

saya kuasai adalah

Hal yang belum saya kuasai
adalah penguasaan terhadap
pemahaman konsep- konsep
pendidikan, pengajaran dan
wawasan umum lainnya sehingga
saya masih belum percaya diri
untuk mengidentifikasi masalah
dan memberikan penguatan yang
logis dan sistematis pada coachee
sehingga coachee dapat
menemukan solusi atas
permasalahannya.

11

Yang akan saya lakukan untuk

mengatasi hal tersebut adalah

Memperbanyak Mempersering,komu Memperluas

Literasi nikasi, koordinasi Kolaborasi

Diskusi Saya akan berusaha untuk

Saya akan mencoba Saya akan meningkatkan terus berkolaborasi dengan
memperbanyak litersasi imtensitas diskusi saya beberapa komunitas dan
dari berbagai sumber dengan rekan rekan instansi baik secara online
secara mandiri untuk sejawat baik dalam maupun offline untuk
memperdalam ilmu komunitas internal maupun berbagi ilmu dan
pengetahuan, eksternal untuk pengalaman membersamai
memperluas wawasan menambah wawasan dan coachee dengan
juga meningkatkan pengalaman permasalahannya yang
keterampilan banyak dan berbeda

12

Hal yang masih membuat saya

bingung setelah mempelajari
modul ini adalah….

Penerapan Coaching untuk supervisi ini dapat secara
ideal diterapkan di sekolah sehingga supervisi yang
dilakukan bukan hanya sekedar tuntutan atas kewajiban
dan berakhir pada penilaian untuk berbagai kepentingan
namun dari supervisi ini seseorang akan berkembang dari
segala potensi yang dimilikinya.
Hal itu sangat membingungkan saya karena selama ini
seringnya supervisi dilakukan hanya untuk laporan
belaka sehingga tidak ada proses PRA
Supervisi,Pelaksanaan Supervisi dan Pasca Supervisi
sehingga tidak ada umpan balik untuk didiskusikan dalam
rangka memperbaiki sistem yang perlu diperbaiki dan
meningkatkan potensi diri sendiri dan orang lain

13

HATUR NUHUN
MATUR NUWUN

TERIMAKASIH

14

SALAM GURU HEBAT

SIAP TERGERAK,BERGERAK,DAN MENGGERAKKAN


Click to View FlipBook Version