Lampiran 1.1 Lembar kerja Peserta Didik LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK VIRUS Identitas : Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bandung Kelas : X (Sepuluh) Fase : E Nama : Kelas : A. Tujuan Pembelajaran : 1. Melalui kegiatan hasil review materi sebelumnya peserta didik diharapkan mampu mengaitkan materi selanjutnya. 2. Melalui kegiatan mengamati video yang ditampilkan oleh guru peserta didik dapat menganalisis peranan virus yang menguntungkan dan merugikan. 3. Setelah memperhatikan penjelasan dari guru, peserta didik dapat menjelaskan kembali bagimana peranan virus yang menguntungkan dan merugikan. 4. Melalui kegiatan mengamati gambar yang ditampilkan oleh guru peserta didik dapat menjelaskan penyakit pada hewan dan tumbuhan yang disebabkan oleh virus. 5. Melalui kegiatan mengamati video yang ditampilkan oleh guru peserta didik dapat menganalis pencegahan dan pengobatan infeksi virus. 6. Setelah mendapatkan semua informasi mengenai peranan virus yang menguntungkan dan merugikan, penyakit pada hewan dan tumbuhan yang disebabkan oleh virus , pencegahan dan pengobatan infeksi virus peserta didik mampu mengisi soal yang diberikan oleh guru di depan kelas dengan baik. 7. Setelah mendiskusikan informasi hasil pencaharian dari website, peserta didik dapat melaporkan hasil diskusi mengenai peranan virus yang menguntungkan dan merugikan, penyakit pada hewan dan tumbuhan yang disebabkan oleh virus , pencegahan dan pengobatan infeksi virus. B. Langkah-langkah kerja peserta didik : 1. Bacalah Landasan Teori dan Narasi dibawah untuk mengisi LKPD 2. Bekerja mandirilah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam LKPD ! 3. Gunakanlah LKS, Internet, Modul ajar, buku pendamping dan buku IPA lainnya yang relevan sebagai sumber studi pustaka, C. Pendahuluan
Virus merupakan organisme peralihan antara benda mati dengan mahkluk hidup. Di saat lingkungan tidak mendukung, virus dapat melindungi dirinya dengan membentuk kristal. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya tanda kehidupan pada virus, sehingga seperti benda mati. Bila lingkungan sudah mendukung kembali, maka virus menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misalnya berkembangbiak. Virus tidak dapat hidup di alam secara bebas, melainkan harus berada di dalam sel atau jaringan mahkluk hidup yang lain. Virus harus dibiakkan dalam jaringan hidup. 1. Bacalah secara seksama artikel dibawah ini mengenai peran dari Toxoplasma gondii! Sekitar 300 Juta Orang Terjangkit Toxoplasmosis Toxoplasmosis merupakan penyakit zoonosis klasik yang dapat dijumpai hampir di seluruh dunia. Menurut data WHO, diketahui sekitar 300 juta orang menderita toxoplasmosis. Penyakit ini dapat menyerang manusia dan berbagai jenis mamalia. Toxoplasmosis juga memiliki dampak ekonomis yang penting karena dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan fertilitas, termasuk abortus. Hingga saat ini, toxoplasmosis masih banyak menjadi perhatian karena penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui sista di dalam daging, sayuran, dan buah-buahan, serta air yang tercemar oosista infektif. “Pada wanita hamil yang mengalami infeksi primer pada kehamilan trisemester pertama dapat mengakibatkan keguguran dan juga kelainan pada janin, seperti hidrosefalus, mikrosefalus, anesefalus, serta bisa mengakibatkan retardasi mental, retinokorioditis, dan kebutaan,” terang Prof. Dr. drh. Wayan Tunas Artama dalam pidatonya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Pengukuhan dilaksanakan di Balai Senat UGM, Kamis (6/8), Tanda-tandanya dapat berupa lesu, sakit kepala, nyeri otot-sendi, disertai demam. Dalam pidato yang berjudul “Biologi Molekuler Toxoplasma dan Aplikasinya pada Penanggulangan Toxoplasma”, dituturkan Wayan bahwa penyakit ini terkadang kurang diperhatikan karena gejala klinis yang muncul mirip dengan penyakit lain, misalnya flu. Kecurigaan terhadap penyakit ini baru timbul jika gejala klinis diertai dengan pembesaran kelenjar limfe. Karena tingginya prevalensi penyakit ini di masyarakat, perlu dikembangkan berbagai upaya diagnosis dini dan pencegahan, baik pada manusia maupun hewan. Berdasar data prevalensi toxoplasmosis, sebagian besar penduduk Indonesia pernah terinfeksi parasit toxoplasma gondii. Pemeriksaan antibodi pada donor darah di Jakarta memperlihatkan 60% di antaranya mengandung antibodi terhadap parasit tersebut. Penyebaran toxoplasmosis dapat disebabkan oleh pola hidup yang kurang higienis, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan dan makan daging setengah
matang yang tanpa disadari mengandung sista. Pemberian obat, seperti sulfonamide dan pyrimethamine, dapat membunuh toxoplasma pada stadium takizoit. Namun, pengobatan tersebut tidak efektif pada stadium bradizoit. Untuk menghindari penularan toxoplasma melalui oosit infektif dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain, selalu menjaga kebersihan hewan kesayangan (kucing diketahui sebagai induk semang definitif toxoplasma), tidak memberikan daging mentah pada kucing piaraan, dan mencuci buah serta sayur sebelum dikonsumsi. Sementara itu, untuk mencegah penularan toxoplasma melalui sista dapat dilakukan dengan mencuci daging sebelum dimasak dan mengurangi mengonsumsi daging setengah matang. Risiko toxoplasmosis individu sangat tergantung pada imunitas seseorang, bahkan sangat bervariasi sesuai dengan situasi. Salah satu misalnya adalah ibu hamil yang telah imun sebelum konsepsi, tidak mempunyai risiko toxoplasmosis terhadap fetus yang dikandung. Akan tetapi, beberapa individu yang immunocompromise berisiko bila terjadi reinfeksi toxoplasma. “Oleh sebab itu, pencegahan congenital toxoplasmosis dapat dicapai melalui promosi kesehatan dibanding dengan program screening antenatal,” tutur peraih British Council Research Awards ini. 1. Setelah membaca artikel tersebut, lakukan identifikasi masalah dengan cara diskusi kelompok mencari peran dari spesies Toxoplasma gondii. Apa peran dari Toxoplasma gondii? Memiliki peran menguntungkan atau peran merugikan bagi kehidupan? ............................................................................................................................................... ............................................................................................................................................... ............................................................................................................................................... 2. Berikan tanggapan mengenai permasalahan tersebut! Mengapa Toxoplasma memiliki peran tersebut? ............................................................................................................................................... ............................................................................................................................................... ............................................................................................................................................... 3. Buatlah kesimpulan mengenai peranan toxoplasma! ............................................................................................................................................... ............................................................................................................................................... .............................................................................................................................................. SELAMAT MENGERJAKAN