The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Biru Ungu Ceria Lucu Cover Modul Pembelajaran Dokumen A4_20240228_160456_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Muhammad Dafi, 2024-02-28 04:06:47

Biru Ungu Ceria Lucu Cover Modul Pembelajaran Dokumen A4_20240228_160456_0000

Biru Ungu Ceria Lucu Cover Modul Pembelajaran Dokumen A4_20240228_160456_0000

KONFLIK DAN KEKERASAN ANTAR ETNIS ROHINGYA DI MYANMAR SOCIOLOGY Disusun Oleh: Faiz Ahmad Fadhilah Muhammad Dafi Rahmadary


PRAKATA Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Sosiologi yang berjudul “Konflik Dan Kekerasan Di Myanmar Antar Etnis Rohingya”. Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas sekolah dalam mata pelajaran Sosiology semester II dengan guru pembimbing Ibu Dezy Purwitaning Rahayu. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada guru pembimbing mata pembelajaran Sosiology yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Konflik yang terjadi Di wilayah Myanmar. kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.


DAFTAR ISI COVER.............................................................................1 PRAKATA.........................................................................2 DAFTAR ISI......................................................................3 latar belakang................................................................5 Faktor penyebab Konflik Rohingya.............................7 Dampak yang ditimbulkannya....................................9 Upaya Perdamaian Dari Konflik.................................10 DAFTAR PUSTAKA..........................................................11


PETA KONSEP KONFLIK ETNIS ROGINGYA Latar Belakang Faktor Penyebab Upaya Perdamaian Dampak yang Terjadi


Etnis merupakan populasi yang memiliki identitas kelompok berdasarkan kebudayaan tertentu dan biasannya memiliki leluhur yang dianggap sama. Adanya kelompok minoritas dan mayoritas yang tersebar di dunia, khususnya kelompok minoritas sendiri yang sampai sekarang masih belum diterima secara umum di berbagai negara. Selain itu, kelompok etnis minoritas memiliki jumlah penduduknya lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk lain di suatu negara. Nasib etnis minoritas ini tidak selalu mendapatkan perlakuan yang baik di wilayah negara yang didudukinya. Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) bermunculan seperti tindakan pembunuhan, tindakan Diskriminasi, tindakan pelecehan agama, dan tindakan pelecehan seksual. LATAR BELAKANG Gambar 4.1 Data Statistik Kekerasan Terhadap Rohingya di Myanmar (news, 2018)


Hal tersebut berarti sudah menjerumus pada pelanggaran HAM berat meliputi kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang dan kejahatan agresis. Namun seiring dengan perkembangan kejadian yang terjadi, salah satunya di negara Myanmar. Rohingya, merupakan konflik etnis dan agama yang berujung pada tindakan diskriminasi terhadap etnis Rohingya yang dianggap melanggar hak asasi manusia, yang berujung pada pengusiran etnis Rohingya yang mendiami wilayah Rakhine, Myanmar yang berbatasan langsung dengan Bangladesh dikarenakan perbedaan etnis yang tinggal di Myanmar. Gambar 4.2 Kondisi Penduduk Rohingya (kompas, 2017) Etnis rohingya juga tidak diakui keberadaannya oleh negara Myanmar dan tidak mendapatkan kewarganegaraan. Hal ini terbukti dengan dikeluarkannya Peraturan Kewarganegaraan Myanmar (BurmaCitizenship Law:1982), Myanmar secara resmi menghapusRohingya dari daftar delapan etnis utama yaitu Burmans, Kachin, Karen, Karenni, Chin, Mon, Arakan, Shan dan dari 135 kelompok etnis kecil lainnya. Berbagai upaya bermunculan dari negara lain seperti ASEAN, OKI (Organisasi Kerja Sama Islam), dan PBB (Perserikatan Bangsa- Bangsa) untuk menangani konflik ini dengan cara mediasi, Diplomasi atau Mahkamah Internasional oleh PBB.


FAKTOR PENYEBAB Puncak dari konflik ini ditandai dengan adanya pembakaran besar-besaran terhadap perumahan yang dihuni oleh etnis Rohingya serta penyerangan yang dilakukan oleh kedua belah etnis. Bahkan tentara dan polisi Myanmar diduga ikut memprovokasi kedua etnis dan turut menyerang perkampungan Rohingnya. Banyak pihak yang mengecam konflik tersebut, hal ini dikarenakan Myanmar pada saat itu sedang mengalami proses demokrasi hingga saat ini. 1. Status yang Berbeda Penyebab konflik Rohingya adalah status mereka yang berbeda, hingga mereka dianggap sebagai imigran ilegal di Myanmar. Etnis Rohingya adalah penduduk minoritas beragama Islam di Myanmar tepatnya provinsi Arakan (sekarang Rakhine atau Rakhaing). 2. Ketimpangan Sosial Penyebab konflik Rohingya adalah adalah ketimpangan sosial lainnya. Bukan hanya dilatarbelakangi heterogenitas etnis, penyebab konflik Rohingya juga pengaruh ketimpangan ekonomi, agama, superioritas etnis, dan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah terutama kebijakan yang mengandung unsur-unsur etnisitas. 3. Diskriminasi Budaya oleh Pemerintah Penyebab konflik Rohingya adalah adanya diskriminasi budaya oleh pemerintahnya. Penduduk Myanmar tidak pernah mengakui warga Rohingya.Disebut sebagai Muslim Arakan, Muslim Burma, atau Bengal dari Burma adalah nama-nama yang disematkan kepada Rohingya sebagai bahan ejekan. Inilah penyebab konflik Rohingya. Tidak hanya pemerintah Burma yang mengintimidasi, tetapi junta militer pun menggembar-gemborkan gerakan anti Islam di kalangan masyarakat Buddha Rakhine dan penduduk Burma sebagai bagian dari kampanye memusuhi Rohingya. mayoritas masyarakat Rakhine dan Burma menolak mengakui Rohingya sebagai golongan etnis, dan mereka telah ditolak dalam keanggotaan Dewan Nasional Etnis. Etnis Rohingya merasa menjadi golongan kelas kedua sebagai masyarakat tertindas. Penindasan yang dilakukan bukan tanpa alasan, ini bagian dari wujud kecemburuan antar etnis. Ini karena populasi etnis Muslim Rohingya dalam beberapa tahun terus meningkat dibanding etnis Rakhine.


4. Puncak Konflik saat Diberitakan secara Internasional Penyebab konflik Rohingya semakin memanas dan memuncak adalah saat konflikantar etnis mereka diberitakan secara internasional pada bulan Juni-Agustus 2012.Pada mulanya, konflik yang terjadi antara etnis Rohingya dan Rakhine belum banyakdiketahui oleh dunia luar. Puncak dari konflik ini ditandai dengan adanya pembakaran besar-besaran terhadapperumahan yang dihuni oleh etnis Rohingya serta penyerangan yang dilakukan olehkedua belah etnis. Bahkan tentara dan polisi Myanmar diduga ikut memprovokasikedua etnis dan turut menyerang perkampungan Rohingya. 5. Bukan Kelompok Etnis Myanmar Penyebab konflik Rohingya adalah anggapan Rohingya bukan kelompok etnisMyanmar. Adanya UU Kewarganegaraan tahun 1982 yang menjadikan Rohingyatidak diakui kewarganegaraannya. Tentu saja ini membuat nasib etnis Rohingya penuh dengan ketidakpastian bahkanmereka sering mendapatkan perlakuan sadis dari junta militer Myanmar.Mulai daripenjarahan, pembakaran hidup-hidup, pengrusakan tempat tinggal dan rumahibadah, pemerkosaan, dan pembunuhan secara sewenang-wenang melalui OperasiNagamind tahun 1990.


DAMPAK Dampak dari terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berupa penyiksaandan pembunuhan dan dilakukannya operasi-operasi militer pemerintah Myanmaradalah terjadinya beberapa kali terjadinya gelombang pengungsian secara besarbesaran keluar dari daerah Arakan. Eksodus Myanmar ke Negara-negara Asia Tenggara. Eksodus Myanmar ke Negara-negara Asia Tenggara Eksodus Myanmar ke Negara-negara Asia Tenggara Akibat kekerasan dan diskriminasi yang dihadapi oleh etnis Rohingya, mereka memutuskan untuk melarikan diri dari tanah kelahirannya itu. Pada “Operasi Raja Naga” tercatat sebanyak 200.000 lebih orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. (Imtiaz Ahmed,2001). Penolakan pemberian kewarganegaraan etnis Rohingya penolakan pemberian kewarganegaraan etnis Rohingya Sejarah mempunyai peran penting dalam konflik horizontal di Myanmar, khususnya Negara Bagian Rakhine. Kekuasaan Inggris terhadap mayoritas Buddha Myanmar dan memberi kebebasan terhadap etnis minoritas di Myanmar menjadi salah satu pemicu pecahnya konflik etnis setelah Myanmar merdeka pada tahun 1948


UPAYA PENYELESAIAN Dalam pasal 33 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dijelaskan bahwa untuk menyelesaikan kasus seharusnya menggunakan cara diplomasi terlebih dahulu sebelum ke ranah hukum. Hal tersebut berbunyi sebagai berikut : Azyat 1, Pihak-pihak yang tersangkut dalam sesuatu pertikaian yang jikaberlangsung secara terus menerus mungkin membahayakan pemeliharaan perdamaian dan keamanan nasional, pertama-tamaharus mencari penyelesaian dengan jalan perundingan, penyelidikan, mediasi, konsiliasi, arbitrasi, penyelesaian menurut hukum melalui badan-badan atau pengaturan-pengaturan regional, atau dengan cara damai lainnya yang dipilih mereka sendiri. ayat 2, Bila dianggap perlu, Dewan Keamanan meminta kepada pihak-pihak bersangkutan untuk menyelesaikan pertikaiannya dengan cara-cara yang serupa itu. Adapun bentuk-bentuk mekanismediplomasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan kasus yang terjadi di Myanmar ialah dengan menggunakan Mediasi. Mediasi adalah cara penyelesaian dengan melalui perundingan yang diikut sertakan pihak ketiga sebagai penengah. Pihak ketiga disini disebut sebagai mediator. Mediator disini tidak hanya negara tetapi dapat individu, organisasi internasional dan lain sebagainya. Mengenai kasus yang terjadi pada etnis rohingya, PBB dapat sebagaimediator untuk menengahi para pihak yang bersengketa (etnis rohingya denganpemerintah Myanmar dan penduduk warga negara Myanmar). Serta PBB dapat membantu memberikan usulan-usulan bagi para pihak untuk menyelesaikan masalah yang terjadi tanpa adanya salah satu pihak yang dirugikan. Dalam menyikapi kasus yang terjadi di Myanmar terhadap etnis rohingya, PBB memang telah mengecam keras kepada pemerintah Myanmar untuk segeramengakhiri kekerasan yang terjadi. Namun,hal tersebut tidak ditanggapi dengan baikoleh pemerintah Myanmar dan hingga saat ini masih belum ada upaya penyelesaian. Jika dalam menggunakan cara mediasi sudah digunakan oleh negara dalam mengakhiri permasalahan yang terjadi, namun masih belum dapatmenyelesaikan masalah yang terjadi dengan hal ini kasus yang terjadi dapat diambil alih oleh Dewan Keamanan PBB untuk diselesaikan menggunakan cara melalui Mahkamah Pidana Internasional (International Crimina lCourt).


DAFTAR PUSTAKA ery Aryanto,Kondisi Faktual Muslim Rohingya di Indonesia.www.indonesia4rohingya.org, diakses pada tanggal 27/9/2013. Anonim,Rohingya 101 Data dan Fakta.www.indonesia4rohingya.org, diaksespada tanggal 16/8/2013.Anonim,Pendidikan Layanan Khusus. Pendidikanlayanankhusus.wordpress.com/2008/10/04/pengertian-kelompok-etnisminoritas/, diakses pada tanggal 16/8/2013. Anonim, PBB Kutuk Kekerasan Terhadp Muslim Myanmar. Diakses darihttp://www.tempo.co/read/news/2013/10/25/118524655/PBB-Kutuk-Kekerasanterhadap-Muslim-Myanmar. pada tanggal 21/1/2014 pukul 07:32 WIB Agil Iqbal Cahaya, S. (2015, Juni 16). "Rohingya Korban Minoritas yang Terusir Dari Negaranya". Diambil kembali dari www.setkab.go.id/artikel-5309-html Alam, M. A. (2006, Maret 07). A short Historical Background. Diambil kembali dari http://www.rohingyatimes.i.p.com/history/history.maa.html.


Click to View FlipBook Version