The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kristantiwindasari18, 2022-06-02 12:30:50

kreatif menulis cerpen (4)

kreatif menulis cerpen (4)

KELAS XI
SMA

BAHASA INDONESIA

kreatif
menulis
cerpen

bahan ajar teks cerpen

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur kami panjatkan selalu kepada Tuhan
Yang Maha Esa atas Rahmat, Taufiq, dan Hidayah yang sudah
diberikan sehingga penulis bisa menyelesaikan bahan ajar dengan
tepat waktu. Tujuan dari penulisan e-book ini tidak lain adalah
untuk membantu para peserta didik dalam mempelajari dan
memahami teks cerpen sihingga peserta didik dapat membuat teks
cerpen dengan baik dan benar. Buku ini juga akan memberikan
informasi secara lengkap mengenai pengertian, nilai-nilai,unsur,
kaidah dan banyak contoh teks cerpen.
Penulis sadar bahwa penulisan e-book ini bukan merupakan buah
hasil kerja keras penulis sendiri. Ada banyak pihak yang sudah
berjasa dalam membantu penulis di dalam menyelesaikan e-book
ini, seperti pengambilan data, pemilihan contoh, dan lain-lain.
Maka dari itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu memberikan wawasan dan
bimbingan kepada penulis sebelum maupun ketika menulis e-book
ini.
Penulis juga sadar bahwa e-book yang penlis buat masih tidak
belum bisa dikatakan sempurna. Maka dari itu, penulis meminta
dukungan dan masukan dari para pembaca, agar kedepannya
penulis bisa lebih baik lagi di dalam menulis sebuah e-book.
.

Malang,

Penulis

daftar isi

Peta konsep unsur
ekstrinsik:
intrinsik : tema, latar belakng
tokoh dan penulis, latar
penokohan, belakang
alur, sudut masyarakat,
pandang, nilai dalam
setting,
amanat cerpen

kreatif menulis cerpen Unsur-unsur

struktur , cerpen
merupakan suatu
langkah- karya sastra
langkah dalam bentuk
tulisan yang
mengisahkan
tentang sebuah
cerita fiksi lalu
dikemas secara
pendek, jelas dan
ringkas.

kaidah menggunakan
kebahasaan kalimat

bermakna
lampau,
menyatakan
urutan waktu ,
kata kerja ,

peta konsep

mengidentifikasi menulis teks mengkontruksikan
nilai-nilai cerpen cerpen
cerpen

mendemonstrasikan kreatif
nilai-niali cerpen menulis
Teks cerpen

meganaliisis unsur-
unsur cerpen

Pendahuluan
Deskripsi singkat

Selamat untuk kalian sudah belajar Bahasa Indonesia dengan baik, kita
sudah memasuki tahap baru tentang dunia kesusastraan yaitu dunia
kepenulisan, dalam e-book ini dibahas mengenai kepenulisan cerpen.
Semua orang pasti sudah tahu cerpen bukan. Mempelajari sastra sangat
mengasikan. Sudahkah kalian siap beajar? Kesiapan utama kalian adalah
kalian dalam keadaan sehat sehingga dapat mempelajari e-book ini dengan
baik. Pada e-book ini, kalian akan mempelajari materi dan cara menulis
cerpen dengan langkah yang tepat.
Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang berupa cerita pendek yang
umumnya berisi tentang cerita fiksi atau fantasi.. Tidak mengherankan
apabila cerpen dapa dibaca dalam sekali duduk. Cerpen merupakan cerita
fiksi atau cerita pendek yang tidak benar-benar terjadi tetapi bisa terjadi
kapan saja dan dimana saja, dimana cerpne ini relatif singkat. Cerita pendek
memiliki unsur pembangun yang meliputi unsur intrinsik dan ekstrinsi.
Cerpen juga bisa diangkat dari pengalamana ataupun cerita imajinasi dari
penulis. Dalam menulis suatu cerita pasti terdapat langkah-langkah agar
menjadi cerita yang menarik bagi pembaca. Dalam e-book ini diharapkan
kalian dapat megembangkan kreatifitas menulis dan dapat menghasilkan
suatu karangan sendiri berupa karya sastra cerpen.

Petunjuk belajar
Supaya belajar kalian dapat bermakna maka yang perlu kalian lakukan
adalah:

1.Pastikan kalian memahami kompetensi yang akan dicapai.
2.Mulailah denganmembaca materi dengan seksama.
3.Cobalah mengerjakan soal latihanya.
4.Lalu buka kunci jawaban yang ada pada bagian akhir dari modul ini.
5.Hitunglah skor yang kalian capai.
6.Jika skor masih dibawah 75 maka cobalah baca kembali materi yang

sudah ada.

INTI
Kompetensi dasar dan indikator pencapain

KOMPENTESI DASAR INDIKATOR

3.8 Mengidentifikasi nilai-nilai 3.8.1 Memahami informasi tentang
kehidupan yang terkandung dalam nilai-nilai kehidupan dalam teks cerita
kumpulan cerita pendek yang dibaca. pendek
3.8.2Menemukan nilai-nilai kehidupan
dalam cerita pendek.

4.8 Mendemonstrasikan salah satu 4.8.1 Menentukan nilai kehidupan
nilai kehidupan yang dipelajari dalam dalam teks cerita pendek
cerita pendek. 4.8.2Mendemonstrasikan nilai
kehidupan dalam teks kehidupan

3.9 Menganalisis unsur-unsur 3.9.1 Menentukan unsur-unsur
pembangun cerita pendek dalam pembangun cerita pendek kumpulan
buku kumpulan cerita pendek. cerita pendek.
3.9.2 Menelaah teks cerita pendek
berdasarkan struktur dan kaidah

4.9 Mengkonstruksi sebuah cerita 4.9.1 Menentukan topik tentang
pendek dengan memerhatikan unsur- kehidupan dalam cerita unsur
unsur pembangun cerpen. pembangun cerpen.
4.9.2 Menulis cerita pendek dengan
memperhatikan unsur-unsur
pembangun.

Tujuan pembelajaran

1.Setelah kalian mengetahui contoh teks cerpen kalian dapat menentukan
unsur-unsur dan kaidah kebahasaan teks cerpen yang dibaca secara
tepat.

2.Setelah mengamati teks cerpen, peserta didik mampu menunjukan bukti
yang mendukung unsur dan kaidah kebahasaan dalam teks cerpen yang
dibaca secara tepat.

3.Setelah memahamai materi peserta didik mampu merancang pengalaman
dan gagasan sesuai dengan unsur, strutur, dan kaidah kebahasaan
cerpen.

4.Setelah merancang cerpen yang sesaui dengan pengalaman dan gagasan,
peserta didik mampu memproduksi karya sastra berupa cerpen.

Mari mengenal cerpen

Menulis salah satu kegiatan yang banyak digemari semua kalangan. Ada pepatah
yang mengatakan bahwa “pensil yang pendek lebih berguna dari pada memori yang
panjang”. Pensil yang pendek masih bisa digunakan dalam menulis sedangkan
memori yang panjang hanya bisa disimpan saja. Maka segala sesuatu yang
tersimpan dalam ingatan kita tidak banyak berguna jika hanya tersimpan dan hanya
diri kita yang mengetahuinya, hal tersebut akan terasa ketika apa yang kita tulis
dapat dirasahkan dan dibaca oleh orang lain. Tentunya tulisan tersebut diungkapkan
dengan cara tertentu. Tulisan yang kita ungkapkan akan menjadi berharga dan
menjadi sumber tauladan dan inspiratif bagi pembaca.
Tahukah kamu manfaat menulis? Sebelum melakukan kegiata menulis pastinya
kalian harus memiliki wawasan yang laus, wawasan tersebut dapat kalian peroleh
dari kegiatan membaca, dengan kegiatan membaca kalian dapat mengeahui kosa
kata baru dan juga pengetahuan baru. Banyak sekali manfaat dari kegiatan menulis
salah satunya yaitu memperkuat daya ingat dan melatih kekreativitasan kita,
disamping itu menulis dapat menghasilkan uang dan bisa menjadi suatu profesi yang
menjajikan.

(Gambar buku novel dan cerpen)

Siapakah yang tidak kenal dengan sastrawan Andre Hirata? Penulis Laskar Pelangi
tersebut sukses mencuri perhatian pembaca sehingga karya yang dibuatnya menjadi
terkenal sampai sekarang. Sama halnya dengan karya dari A.A Navis penulis
Robohnya Surau Kami merupakan penulis legendaris yang karyanya masih digemari
oleh pembaca sampai saat ini. Lalu apakah yang menjadi perbedaan dari kedua karya
tersebut?
Laskar pelangi yang ditulis oleh Andre Hirata merupakan karya sastra yang berbentuk
novel, sedangkan karya A.A Navis merupakan karya sastra yang berbentuk cerpen.
Lalu apa yang membedakan dari dua karya tersebut dengan karya tulisan yang lain?
Sebelum lanjut pada materi teks cerpen hendaknya kalian mengetahui perbedaan antara
karya sastra berbentuk fiksi dan nonfiksi. Karya satra fiksi merupakan karya satra yang
yang berbentuk objektif dan bersifat imajinatif, sehingga isi dari jenis buku ini banyak
cerita yang menghibur dan membangkitkan emosi. Sedangkan nonfiksi merupakan
tulisan yang ditulis berdasarkan kenyataan atau fakta dan bersifat universal. Nah dari
sini kalian sudah mengetahui perbedaan karya sastra fiksi dan nonfiksi, seanjutnya kita
akan membahas tentang teks cerita pendek.
Ciri-ciri cerpen
1.Cerita yang tidak lebih dari 10.000 kata.
2.Penulisan lebih singkat dibandingkan novel.
3.Menceritakan intinya saja, tidak menceritakan semua tokohnya.
4.Tokoh yang diceritakan mempunyai konflik hingga penyelasaian.
5.Pilihan kata yang sederhana.
6.Menggunakan alur cerita tunggal.
7.Menceritakan satu kejadian.
Memberikan pesan dan kesan yang mendalam.

Mengidentifikasi niali-nilai kehidupan dalam teks cerita pendek


















Cerita pendek atau dengan singkatan cerpen merupakan cerita yang cenderung
padat dan lansung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih
panjang, seperti novel dan roman. Dalam sebuah karya sastra tentunya tidak
terlepas dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai cerita pendek dapat di
ambil dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai tersebut dapat dipetik sebagai
perenungan pembelajaran oleh pembaca yang berupa norma dari sebuah cerpen.
Karangan yang ada dalam budaya atau kultur manusia, berdasarkan arah tujuan
dan fungsi nilai bagi kehidupan manusia dapat digolongkan menjadi tiga jenis,
yaitu (1) nilai hidup ketuhana manusia, (2) nilai sosial kehidupan manusia, (3) nilai
kehidupan pribadi manusia. (Amir, dalam Sukatma 1992:15).
Nilai adalah suatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas, dan berguna
bagi manusia. Dalam karya sastra berwujud makna di balik apa yang ditulis
melalui unsur intrinsik seperti pelaku, dialog, peristiwa, setting, dan sebagainya.
Menurut Suherli, dkk. Terdapat enam nilai dalam cerita pendek, yaitu
1. Niali budaya
Nilai yang diambil dari budaya yang berkembang secara turun menurun di
masyarakat. Ciri khas nilai-nilai budaya dibandingkan nilai lainya adalah
masyarakat takut meninggalkan atau menentang niai-nilai tersebut karena takut
sesuatu yang buruk menimpa.
2. Nilai moral
Nilai yang berhubungan dengan masalah moral. Pada dasarnya nilai moral
berkaitan dengan nasihat-nasihat yang berkaitan dengan budi pekerti, perilaku,
atau tata sulsila yang dapat diperoleh pembaca dari cerita yang dibaca atau
dinikmati.

3. Nilai agama/religi
Nilai yang berhubungan dengan masalah agama. Nilai religi biasanya ditandai
dengan pengunaan kata dan konsep tuhan, mahluk ghaib, dosa-pahala, serta surga-
neraka.
4. Niali pendidikan/edukasi
Nilai yang berhubungan dengan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang/
kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran
dan latihan.
5. Niali estetika
Nilai yang berhubungan dengan keindahan dan seni.
6. Nilai sosial
Nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat. Biasanya berupa
nasihat-nasihat yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Nilai sosial dikaitkan dengan
kepatuhan dan kepantasan bila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mempelajari cerita pendek kalian akan mengetahui tentang budaya, moral,
agama, pendidikan, sosial dan nilai-nilai kehidupan yang lain.

Menentukan nilai-nilai kehidupan dalam cerpen

Cerpen merupakan karya sastra yang terus menerus dibaca dan
diproduksi karena manfaatnya besar bagi kehidupan. Manfaat yang
langsung kita dapa kita rasakan adalah bahwa cerpen memberikan
hiburan atau rasa senang. Kita memperoleh kenikmatan batin dengan
membaca cerpen, dengan membacanya seolah-olah kita menjalani
kehidupan bersama tokoh-tokoh dalam cerita tersebut. Ketika tokoh
utamanya mengalami kesenangan, kitapun turut senang dan juga
sebaliknya.
Kebermaknaan suatu cerita lebih umum dinyatakan dalam amanat, moral
atau pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca
melalui karyanya itu. Amanat tersirat di balik kata-kata yang di susun, dan
juga di balik tema yang uangkapkan. Oleh karena itu, amanat selalu
berhubungan dengan tema cerita itu. Dengan demikian nilai-nilai
kehidupan yang ikut membangun karya sastra sangat berkaitan dengan
nilai-nilai yang ada dalam kehidupan nyata.

Bacalahteks ceerpen berikut ini!

Tikus dan Manusia
Oleh: Jakob Sumardjo

Entah bagaimana caranya tikus itu memasuki rumah kami tetap sebuah misteri.
Tikus berpikir secara tikus dan manusia berpikir secara manusia, hanya manusia-
tikus yang mampu membongkar misteri ini. Semua lubang di seluruh rumah kami
tutup rapat (sepanjang yang kami temukan), namun tikus itu tetap masuk rumah.
Rumah kami dikelilingi kebun kosong yang luas milik tetangga. Kami menduga tikus
itu adalah tikus kebun. Tubuhnya cukup besar dan bulunya hitam legam.

Pertama kali kami menyadari kehadiran penghuni rumah yang tak diundang, dan
tak kami ingini itu, ketika saya tengah menonton film. Tiba-tiba kaki saya diterjang
benda dingin yang meluncur ke arah televisi, dan saya lihat tikus hitam besar itu
berlari kencang bersembunyi di balik rak buku. Jantung saya nyaris copot, darah naik
ke kepala akibat terkejut, dan otomatis kedua kaki saya angkat ke atas.

Baru kemudian muncul kemarahan dan dendam saya. Saya mencari semacam
tongkat di dapur, dan hanya saya temukan sapu ijuk. Sapu itu saya balik
memegangnya dan menuju ke arah balik rak buku.Tangan saya amat kebelet
memukul habis itu tikus. Namun, tak saya lihat wujud benda apa pun di sana.
Mungkin begejil item telah masuk rak bagian bawah di mana terdapat lubang untuk
memasukkan kabel-kabel pada televisi. Untuk memeriksanya, saya harus mematikan
televisi dulu. Saya takut kalau tikus keparat itu menyerang saya tiba-tiba.

Imigran gelap rumah itu, saya biarkan selamat dahulu.
Saya tidak pernah menceritakan keberadaan tikus itu kepada istri saya yang
pembenci tikus, sampai pada suatu hari istri saya yang justru memberitahukan
kepada saya adanya tikus tersebut. Berita itu begitu pentingnya melebihi kegawatan
masuknya teroris di kampung kami.
“Pak, rumah kita kemasukan tikus lagi! Besar sekali! Item!”
“Di mana Mamah lihat?”
“Di dapur, lari dari rak piring menuju belakang kulkas!” Istri saya cemas luar biasa,
menahan napas, sambil mengacung-acungkan pisau dapur ke arah kulkas di dapur.
Sudah satu tahun enggak ada tikus. Rumah sudah bersih. Mengapa tikus masuk
rumah kita? Tetangga jauh. Dari mana tikus itu?”
“Itu tikus kebun, Mah,” jawab saya santai sambil mengembalikan buku ke rak buku.
“Jangan santai-santai saja Pah, cepat lihat kolong kulkas!”
Wah, situasi semakin gawat. Saya memenuhi perintah istri saya dengan menyalakan
senter ke bagian kolong kulkas. Tidak ada apa pun. Tikus keparat! Ke mana dia
menghilang?

“Sejak itu istri saya amat ketat menjaga kebersihan. Semua piring di rak dibungkus
kain, juga tempat sendok. Tudung saji diberati dengan ulekan agar tikus tidak bisa
menerobos masuk untuk menggasak makanan sisa. Gelas bekas saya minum malam
hari harus ditutup rapat. Tempat sampah ditutupi pengki penadah sampah sambil
diberati batu. Strategi kami adalah semua tempat makanan ditutup rapat-rapat
sehingga tikus tak akan bisa menerobos.
Istri saya memesan dibelikan lem tikus paling andal. Selembar kertas minyak tebal
dilumuri lem tikus oleh istri saya dan di tengah-tengah lumuran lem itu ditaruh ampela
ayam bagian makan malam saya. Jebakan lem tikus ditaruh di kaki kulkas. Pada
malam itu, ketika istri saya tengah asyik menonton sinetron, istri saya tiba-tiba
berteriak memanggil saya yang sedang mengulangi membaca di kamar kerja, bahwa
si tikus terperangkap.
Saya segera menutup buku dan lari ke dapur menyusul istri. Benar, seekor tikus hitam
sedang meronta-ronta melepaskan diri dari kertas yang berlem itu.
“Mana pukul besi?!” saya panik mencari pukul besi yang entah disimpan di mana di
dapur itu.
“Jangan dipukul Pah!”
“Lalu bagaimana?” Saya menjawab mendongkol.
“Selimuti dengan kertas koran. Bungkus rapat-rapat. Digulung supaya seluruh lem
lengket ke badannya.”
“Lalu diapakan?” Saya semakin dongkol.
“Buang di tempat sampah!”
“Aah, mana pukul besi?”Kedongkolan memuncak.
“Nanti darahnya ke mana-mana! Bungkus saja rapat-rapat!”
Saya mengalah. Ketika tikus itu akan saya tutupi kertas koran, matanya kuyu penuh
ketakutan memandang saya. Ah, persetan! Saya menekan rasa belas kasihan saya.
Tikus saya bungkus rapat-rapat, lalu saya buang di tong sampah di depan rumah,
sambil tak lupa memenuhi perintah istri saya agar penutupnya diberati batu.
Siang harinya sepulang dari mengajar, istri saya terbata-bata memberi tahu saya
bahwa tikus itu lepas ketika Mang Maman tukang sampah mau menuangkan sampah
ke gerobaknya. Cerita Mang Maman, ada tikus meloncat dari gerobak sampahnya dan
lari ke kebun sebelah dengan terbungkus kertas coklat. Cerita lepasnya tikus ini
beberapa hari kemudian diperkuat oleh Bi Nyai, pembantu kami, bahwa dia melihat
tikus hitam yang belang-belang kulitnya. Geram juga saya, dan diam-diam saya
membeli dua jebakan tikus. Ketika mau saya pasang malam harinya, istri saya
keberatan.
“Darahnya ke mana-mana,” katanya.
“Ah, gampang, urusan saya. Kalau kena lantai, saya akan pel pakai karbol,” jawabku.
Istri saya mengalah, dan rupanya merasa punya andil bersalah juga. Coba kalau tikus
itu dulu kupukul kepalanya, tentu beres.

Pada waktu subuh istri membangunkan saya.
“Tikusnya kena, Pah!”
Memang benar, seekor tikus hitam terjepit jebakan persis pada lehernya. Darah tak
banyak keluar. Ketika saya amati dari dekat, ternyata bukan tikus yang kulitnya
sudah belang-gundul.
“Ini bukan tikus yang lepas itu, Mah!”
“Masa?”Ia mendekat mengamati.
“Kalau begitu ada tikus lain.”
“Mungkin ini istrinya,” celetekku.
Ketika mau saya lepas dari jebakan, istri saya melarangnya.
“Buang saja ke tempat sampah dengan jebakannya.”
Komplikasi:
Rasa tidak aman masih menggantung di rumah kami. Tikus belang itu masih hidup.
Dendam kami belum terbalas. Berhari-hari kemudian kami memasang lagi lem tikus
dengan berganti-ganti umpan, seperti sate ayam, sate kambing, ikan jambal
kegemaran saya, sosis, namun tak pernah berhasil menangkap si belang.
Bibi mengusulkan agar dikasih umpan ayam bakar. Saya membeli sepotong ayam
bakar di restoran padang yang paling ramai dikunjungi orang. Sepotong kecil paha
ayam itu dipasang istri saya di tengah lumuran lem Fox, sisanya saya pakai lauk
makan malam.
Gagasan Bi Nyai ternyata ampuh. Seekor tikus menggeliat-geliat melepaskan diri
dari karton tebal yang dilumuri lem.Tikus itu benar-benar musuh istri saya, di
beberapa bagian badannya sudah tidak berbulu. Kasihan juga melihat sorot
matanya yang memelas seolah minta ampun.
“Mah, cepat ambil pukul besinya.”
Istri saya mengambil pukul besi di dapur dan diberikan kepada saya. Ketika mau
saya hantam kepalanya, istri saya melarang sambil berteriak.
“Tunggu dulu! Pukul besinya dibungkus koran dulu. Kepala tikus juga dibungkus
koran. Darahnya bisa enggak ke mana-mana!”
Begitu jengkelnya saya kepada istri yang tidak pernah belajar bahwa tikus yang
meronta-ronta itu bisa lepas lagi.
“Cepat sana. Cari koran!” bentakku jengkel.
“Kenapa sih marah-marah saja?” sahut istri saya dongkol juga. Saya diam saja,
tetapi cukup tegang mengawasi tikus yang meronta-ronta semakin hebat itu. Kalau
dulu berpengalaman lepas, tentu dia bisa lepas juga sekarang.
Akhirnya tikus hitam itu saya hantam tiga kali pada kepalanya. Bangkainya dibuang
bibi di tempat sampah.
Beberapa hari setelah itu istri saya mulai kendur ketegangannya. Kalau saya lupa
menutup kopi nescafe, biasanya dia marah-marah kalau bekas kopi susu itu dijilati
tikus, tetapi sekarang tidak mendengar lagi sewotnya.

Begitulah kedamaian rumah kami mulai nampak, sampai pada suatu pagi istri saya
mendengar sayup-sayup cicit-cicit bunyi bayi tikus! Inilah gejala perang baratayuda
akan dimulai lagi di rumah kami.
“Harus kita temukan sarangnya! Bayi-bayi tikus itu kelaparan ditinggal kedua
orangtuanya. Kalau mati bagaimana? Kalau mereka hidup, rumah kita menjadi
rumah tikus!” kata istri.
Lalu kami melakukan pencarian besar-besaran. Bagian-bagian tersembunyi di
rumah kami obrak-abrik, namun bayi-bayi tikus tidak ketemu. Bayi-bayi itu juga tidak
kedengaran tangisnya lagi. “Mungkin ada di para-para. Tapi bagaimana naiknya?”
kata saya.
“Nunggu Mang Maman kalau ambil sampah siang,” kata istri. Ketika Mang Maman
mau mengambil sampah di depan rumah, bibi minta kepadanya untuk naik ke para-
para mencari bayi-bayi tikus.
“Di sebelah mana, Bu?” tanya Mang Maman.
“Tadi hanya terdengar di dapur saja. Mungkin di atas dapur ini atau dekat-dekat
sekitar situ,” sahut istri saya.
Sekitar setengah jam kemudian Mang Mamang berteriak dari para-para bahwa bayi-
bayi tikus itu ditemukan. Mang Maman membawa bayi-bayi itu di kedua genggaman
tangannya sambil menuruni tangga.
“Ini Bu ada lima. Satu bayi telah mati, yang lain sudah lemas. Lihat, napas mereka
sudah tersengal-sengal.”
Istri saya bergidik menyaksikan bayi-bayi tikus merah itu.
“Bunuh dan buang ke tempat sampah, Mang” kata istri saya.
“Ah, jangan Bu, mau saya bawa pulang.”
“Mau memelihara tikus?” tanya istri saya heran.
“Ah ya tidak Bu. Bayi-bayi tikus ini dapat dijadikan obat kuat,” jawab Mang Maman
sambil meringis.
“Obat kuat? Bagaimana memakannya?”
“Ya ditelan begitu saja. Bisa juga dicelupkan ke kecap lebih dulu.”
Setelah memberi upah sepuluh ribu rupiah, istri saya masih terbengong-bengong
menyaksikan Mang Maman memasukkan keempat bayi tikus itu ke kedua kantong
celananya, sedangkan yang seekor dijinjing dengan jari dan dilemparkan ke
gerobak sampahnya.
Resolusi:
Tikus-tikus tak terpisahkan dari hidup manusia. Tikus selalu mengikuti manusia dan
memakan makanan manusia juga. Meskipun bagi sementara orang, terutama
perempuan, tikus-tikus amat menjijikkan, mereka sulit dimusnahkan. Perang
melawan tikus ini tidak akan pernah berakhir.
Saya masih menunggu, pada suatu hari istri saya akan terdengar teriakannya lagi
oleh penampakan tikus-tikus yang baru.

Setelah membaca teks cerpen di atas, jawablah pertanyaan berikut!
No. Nilai Bukti

NO. Nilai Bukti

1. Nilai budaya

2. Nilai moral

3. Nilai agama/ religi

4. Nilai pendidikan/
edukasi

5. Nilai estetika

6. Nilai sosial

Mendemostrasikan nilai-nilai kehdupan dalam cerpen



Kriteria seseorang untuk membaca, pasti disebabkan oleh adanya sesuatu
bermakna dalam bacaan itu. Misalnya, seseorang petani akan membaca berita
tentang naik turunya harga. Hal itu dilakukan karean berita tersebut dianggapnya
bermakna atau bermanfaat bagi dirinya sebagai seorang petani. Bereda lagi jika
pembaca trsebut seorang pelajar, mugkin pelajar tersebut akan lebih tertarik pada
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bacaan tersebut dikatakan
bermakmana karena sesuai dengan dunia atau kebutuhannya.
Selain itu, dengan membaca suatu cerpen, kita bisa belajar tentang kehidupan,
kita lebih bijak dalam menghadapi beragam peristiwa yang mungkin pula kita
hadapi. Misalnya dalam cerita terdapat tokoh yang bersifat angkuh, kita menjadi
tahu bahwa sikap itu sering menimbulkan ketersimpangan bagipihak-pihak
tertentu. Tokoh yang bersfat angkuh tersebut dijauhi orang lain. Sikap rendah hati
ternyata medah mengundang simpati. Peduli pada orang lain, dalam hal sekecil
apapun bantuan yang diberikan, ternyata menjadi sesuatu yang benar-benar
berharga bagi orang yang membutuhkan.
Mendemonstrasikan nilai kehidupan yang ada dalam cerita pendek bisa dilakukan
dengan cara
1. Menulis nilai-nilai kehidupan dalam naskah drama sederhana. Dari naskah
tersebut dapat didemnstrasikan niali-nilai kehidupan yang ada dalam teks
tersebut dengan cara bermain peran atau memerankan drama yang akan
disusun.
2. Menentukan niali kehidupan yang ada dalam cerpen dalam deskripsi
sederhana kemudian dipresentasekan.
3. Membuat ilustrasi tentang nilai-nilai yang ada dalam cerpen kemudian
dipresentaekan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kegaiatan mendemonstrasikan cerpen adalah
kegiatan yang menyampaikan kepada pembaca agar nilai-nilai kehidupan dalam
cerita pendek yang ditulis menjadi bermakna. Hal tersebut dapat dilakukan
dengan memaparkan ilustrasi atau gambar terhadap penemuan yang ada dalam
cerita pendek. Bagaimanakah cara agar kita dapat menulis cerita dengan amanat
atau nilai-nilai kehidupan yang bisa di petik bagi pembaca? Hal tersebut akan
dibahas pada akhir materi teks cerpen.

Unsur-unsur pembangun cerpen



D. Menganalisisi unsur pembangun cerita pendek.
Cerpen memiliki dua unsur pembangun diantaranya unsur intrinsik dan unsur
ekstrinsik, mari kita bahas bersama dari perbedaan kedua unsur tersebut.
a. Unsur intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerpen yang berasal dari dalam cerpen
itu sendiri. jika harus diibaratkan sebah bangunan, maka unsur intrinsi adalah
komponen-komponen bangunan tersebut. Unsur intrinsik cerpen itu sendiri
diantaranya:

1. Tema
Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh pengarang. Untuk dapat
merumuskan tema, kita harus terlebih dahulu mengenali rangkain peristwa yang
membentuk alur cerita dalam cerpen itu. Dengan kata lain tema merupkan ide
atau gagasan dasar yang melatar belakangi keseluruhan cerita yang ada dari
cerpen. Tema memiliki sifat umum dan general yang dapat diambil dari
lingkungan sekita.

2. Tokoh penokohan
Penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan
karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Ada beberapa cara yang digunakan
pengarang dalam menggambarkan atau melukiskan watak tokoh dalam sebuah
cerita diantaranya:

1.Langsung: penulis menggambarkan keadaan (fisik) atau sifat tokoh.
2.Tidak langsung: pengarang secara tersamar memberitahukan keadaan tokoh

cerita. Watak tokoh dapat dsimpulkan dari pikiran, percakapan dan tingkah
laku tokokh, bahkan bisa dari penampilannya.
3.Kontekstual: watak tokoh disimpulkan dari bahasa yang digunakan
pengarang secara kontekstual. Ada tiga cara penulis melukiskan atau
menggambarkan watak para tokoh dalam cerita yaitu sebagai berikut:
a. Cara analitik: pengarang menceritakan atau menjelaskan watak tokoh cerita
secara langsung.
b. Cara dramatik: pengarang menggambarkan watak tokoh dengan cara berikut
Melukiskan tempat atau lingkungan tokoh.
Menampilkan dialog antar tokoh dan dari dialog-dialog itu akan tampak watak
para tokoh cerita, menceritakan tingkah laku perbuatan atau reaksi tokoh
terhadap suatu peristiwa.
Penggambaran fisik dan perilaku tokoh.
Penggambaran tata kebahasaan tokoh.
Penggambaran oleh tokoh lain

c. Cara gabungan
Menggunakan kedua cara di atas dengan anggapan keduanya bersifat saling
melengkapi.
• Tenik analitik langsung
Alam termasuk siswa yang paling rajin di antara teman-temannya. Walaupun
berkali-kali dia mendapat juara bela diri. Sifatnya itulah yang menyebabkan ia
banyak disenangi teman-temannya.
Penjelasan: Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa analisis yang lakukan
dengan analisis secara langsung terbukti dari kalimat yang bergaris.
• Penggambaran fisik dan perilaku tokoh
Kartawi menelan ludah. Ia merasa ada gelombang pasang naik dan menyambar
ke seluruh tubuh pembulu darah. Di bawa cahaya lampu listrik 10 watt,
wajahnya tempak sangat berat dan kecut.
Penjelasan: terdapat penggambaran fisik yang ditandai oeh kalimat “wajahnya
tempak sangat berat dan kecut” serta penggambaran perilaku tokoh ditandai
oleh kalimat “. Ia merasa ada gelombang pasang naik dan menyambar ke
seluruh tubuh pembulu darah” dari sua penggambaran tersubut dijelaskan
secara detail tentang apa yang di lakukan dan di rasakan oleh tokoh dalam
cerita tersebut.
• Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh
Ruang tamu sudah demikian rusak, berantakan, lebih dari kalau anak-anaknya
mengadakan pesta ajojing pada ulang tahun mereka. Sementara itu, roh dan
kedua temannya masih saja ngorok dengan sejahtera.
Penjelasan: kalian sudah tahu bahwa dalam cerita tersbut penggambaran di
lalukan pada lingkungan yang ditandai dengan latar tempat “ruang tamu”.
• Penggambaran tata kebahasaan tokoh
Mereka hanya mengatakan saya kahir subuh, subuh putri fajar katanya. Tapi
kapan? Kapan? Saya sendiri mana tahu kapan, kalau orang tua saya tidak
tahu? Mereka hanya bilangsesudah jepang pergi. Kapan itu jepang pergi
Nyonya? Mestinya Nyonya dan Tuan mengerti. Mungkin Nyonya bisa tahu.
• Pengungkapan jalan pikiran tokoh
Ia ingin menemui anak gadisnya itu pikiranya, cuma anak gadisnya yang masih
mau menyambut dirinya. Dan mungkin ibunya, seorang janda yang renta
tubuhnya, masih berlapang dada menerima kepulangannya tanpa ketakutan,
igin ia mendekap dan mencium bau keringatnya.
• Penggambaran oleh tokoh lain
“Lalu kenapa kades marah-marah?” Kang Ursin jadi bingung sendiri.
“Kades marah-marah?” Kamsir malah cekikian. “Asal Kang tahu saja, kemarin
juga kades marah-marah di depan komandan saya. Dia bilang, Camatitu, baru
dipindahkan saja sudah macam-macam. Sudah berani banyak tingkah. Lalu
setelah Kades pergi komandan saya bilang, pantas saja kades marah, karena
camat baru bermain mata dengan istri mudanya!.”

3. Alur
Alur dibagi menjadi tiga diantaranya:
a. Alur maju: rangkaian peristiwa yang urutanya sesuai dengan urutan
waktu kejadian atau cerita yang bergerak kedepan terus.
b. Alur mundur: rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai
dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur

(flasback).
c. Alur campuran: alur ini merupakan campuran alur maju dan alur
mundur. Tahapan cerita pada alur campuran dimuali dari msa kini atau

masa lalu yang digabungkan seiring dengan berjalannya cerita.
Adapun beberapa tahap alur diantaranya sebagai berikut:
Klimaks


Ketegangan
menurun
Pengenalan Permunculan Resolusi/penyeesaian
masalah


(Gamabar kurfa alur cerpen)


a. Pengenalan

Bagian cerita berupa gambaran dan pengenalan situasi latardan tokoh
cerita. Ada deskripsi atau penggambaran secara terperinci dengan kata-

kata yang jelas tentang latar maupun tokoh, (ciri fisik maupun watak).
b. Pemunculan masalah

Bagian yang menceritakan masalah yang dihadapi pelaku.
c. Punak ketegangan atau kliaks

Masalah cerita sudah sangat gawat, konflik udah mulai memuncak.
d. Ketegangan menurun atau antiklimaks

Masalah mulai berangsur-angsur muali dapat di atasi dan kekhawatiran
mulai menurun.

e. Penyelesaian atau resolusi
Masalah sudah muali diatasi atau diselsaikan.

4. Latar/ setting
Latar/ setting merupakan gambaran tempat, waktu dan suasana, hal

tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Latar waktu: menjekaskan kapan kejadian atau peristiwa alam cerpen

tersebut.
2. Latar tempat: menjelaskan di mana kejadian atau peristiwa dalam

cerpen tersebut.
3. Latar suasana: menjelaskan gambaran suasana dalam sebuah

cerpen.
5. Sudut pandang
Sudut pandang berisikan pandangan pengarang terhadap cerpen, biasa
saja pengarang menjadi orang pertama atau orang ketiga.
Adapun bebapa sudut pandang diantaranya:
a. Sudut pandang orang pertama tokoh utama
Sudut pandang orang pertama adalah pengarang terlibat langsung atau
orang pertama adalah dalam cerita yang ditandai dengan penggunaan
kata ganti aku, saya, dan sebagainya.
b. Sudut pandang orang kedua
Pada sudut pandang dalam cerpen yang menggunakan sudut pandang
orang kedua, penulis menempatkan pembaca seolah-olah menjadi tokoh
utama, di mana penulis terus menerus berkomunikasi dengannya
c. Sudut pandang orang pertama tokoh sampingan
Dalam sudut pandang orang pertama tokoh sampingan, penulis akan
menuliskan tokoh utama melalui tokoh pembantu atau sampingan.

Contoh:
“Aku melihatnya sebagai pria pemberani yang tak kenal takut, ia adalah

kumbang alfa yang menjadi idola semua bunga”.
Sosok pria di atas adalah tokoh utama yang diceritakan melalui sudut

pandang tokoh aku yang merupakan tokoh sampingan.
d. Sudut pandang orang ketiga seba tahu

Sudut pandang dalam cerita di mana orang ketiga seakan-akan ia
adalah penulis cerita di mana ia mengetahui semua tokoh, watak-
wataknya, pikiran, perasaan, kejadian dan aspek-aspek cerita lainnya.

6. Amanat
Amanat merupakan pesan yang terkandung dalam cerita. Cerpan
biasanya membawa pesan moral yang dapat dipelajari pembaca.
Amanat inilah yang menjadikan cerpen memiliki makna kebermanfatan.

b. Unsur ekstrinsik
Dalam penjelasan datas, terdapat dua unsur dalam cerpen salah
satunya adalah unsur ekstrinsik, berikut ini dari unsur ekstrinsik.

1. Latar Belakang Penulis
Latar belakang penulis merupakan unsur ekstrinsik cerpen yang
mendorong pengarang untuk menuliskan cerita. Beberapa di antaranya

yaitu pengalaman hingga kondisi psikologis dirinya sendiri.
2. Latar Belakang Masyarakat

Unsur ekstrinsik cerpen berikutnya adalah latar belakang masyarakat.
Hal ini tak lain merupakan suatu kondisi tertentu di sekitar yang mampu

mempengaruhi penulis di dalam mengarang cerpen. Beberapa di
antaranya yakni seperti kondisi sosial, politik, ideologi negara, hingga

ekonomi.
3. Nilai Dalam Cerpen
Sementara itu, unsur ekstrinsik cerpen yang selanjutnya adalah nilai. Hal
tersebut biasanya dapat ditemui di dalam cerpen seperti nilai moral, nilai
sosial, hingga nilai budaya.

E. Kaidah kebahasaan teks cerpen
1. Banyak menggunakan kalimat bermakna lampau, yang ditandai oleh
fungsi-fungsi keterangan yang bermakna kelamauan, seperti ketika itu,

beberapa tahun yang lalu, telah terjadi.
2. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi

kronolagis). Contoh: sejak saat itu, setelah itumula-mula, kemudian
3. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu

peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, membersihkan, menawari,
melompat dsb

4. Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukan kalimat tak
langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh
pengarang. Contoh: mengatakan bahwa, menceritakan tentang,

mengungkapkan, menanyakan dsb.
5. Banyak menggunakkna kata kerja yang menyatakan sesuatu yang
dipirkan atau dirasahkan oleh tokoh. Contoh: merasahan, mengiginkan,

mengharapkan, mendambakan dsb.
6. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukan oleh tada petik ganda

(“…”) dankata kerja yang menunjukan tuturan langsung. Contoh:
a. Dian berkata, “Jangan diam saja, segera temui orang itu!”

b. “Bagaiman keadaan ibumu sekarang?” tanya ani pada indra.
7. Menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat

atau suasana.
Contoh: segala sesuatu tampak berbeda dalam kenali sekarang.
Bahkan , kamarnya sekarang sangat rapi dan bersih. Segalanya tamak
tepat berada di tempatnya sekarang. Bersih, rapi dan tertata dengan
baik. Ia adalah juru masak terbaik yang pernah ia lihat. Ahli dalam
membuat masakan timur dan barat `yang sangat lezat`. Ayahnya telah

menjadi pecandu beratnya.

Mari membuat cerpen
Setelah kalian mempelajari teks cerita pendek cobalah kalian mencoba
membuat teks cerpen dengan menggunakan teknik hots. Mari kita simak
bersama bagaimana cara menulis cerpen dengan menggunakan teknik

tersebut.
a. Menyimpulkan unsur-unsur pembangun cerita pendek.
Cara menyimpulkan unsur intrinsik dalam sebuah cerpen adalah sebagai

berikut:
1. Membaca dan memahami keseluruhan cerita.
2. Menentukan tokoh utama yang mengalami masalah atau kejadian.
3. Menentuukan masalah yang dihadapi oleh tokokh utama.
b. Cara menulis cerpen dengan langkah yang tepat.
Dalam memulai menulis cerpen pastinya kalian akan menentukan
langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan, berikut ini akan
dijabarkan cara menulis cerpen dengan langkah yang tepat.

1. Merumuskan ide cerita
Sebelum merumuskan ide cerita, kalian perlu menentukan genre cerita

dari cerpen yang akan kalian buat tersebut. Jika genre sudah
didapatkan, waktunya kalian mencatat ide-ide yang kalian miliki dan

buatlah menjadi dafaryang runtut.
2. Membuat atau menententukan karakter utama
Setelah menentukan ide cerita, waktunya kalian membuat karakter
utama dan krakter pendukung dalam cerita tersebut.
Karakter utama ini yang akan menggerakkan cerita dalam cerpen yang
akan kalian tulis. Menentukan karakter utma juga akan membantu kalian
untuk membuat cerita yang tidak melebar dari ide cerita yang sdah

kalian tentukan.
3. Membentuk plot besar
Membuat plot besar maksudnya adalah menentukan alur cerita dari
awal, tengah hingga akhir secara garis besar. Hal ini dilakukan agar
kalian ebih mudahmembuat cerita dan tidak melebar dari ide cerita yang

kalian buat.
Hindari menulis cerita tanpa plot, seperti mengalir saja, karena
kemungkinan besa cerita ayang kalian buat akan melebar dari ide cerita

awal.
4. Memulai menulis

Kegiatan menuls tidak harus memuai dari bab pertama dan menulisnya
secara runtut. Kalian bisa mulai menulis cerpen dari baba tau ceria yang

kalian ingnkan, meskipun tetap berpijak pada plot besar yang sudah
kalian buat sebelumnya.

Selama proses menulis, kalian tidak perlu memikirkan editing terebih
dahulu, hal tersebut bisa dilakukan setelah selesai menulis. Menulis
tanpa memikirkan editing, kalian bisa mendalami cerita dan mengeksplor

gaya bercerita sehinggakalian bisa melakukan evauasi terhadap
penulisan.

5. Menentukan setting cerita
Tentukan setting waktu dan tempat dari cerita yang kalian tulis. Hal ini

dilakukan agar pembaca bisa lebih merasahkan apa yang karakter
tersebut alami.

Setting certa juga bisa membantu kalian untuk mengembangkan alur
maupun detail cerita yang kalian tulis. Kalian juga harus

menggambarkan setting tersebut secara rinci, agar pembaca bisa
memvisualisasikan kodisi tersebut dengan lebih jelas.
6. Membuat dialog

Dalam sebuah cerita memang tidak ada aturan untuk selalu membuat
dialog. Keberadaan dialog pada cerpen bermaksud untuk menegaskan
dari suatu kejadian tertentu. Buatlah dialg yang memiliki makna jalas,

seperti menekankan sebuah kejadian erkelahi atau kejadian penting
lainnya.

7. Membuat klimaks
Klimaks merupakan salah satu bagian terpenting dalam sebuah cerita,

karena klimaks akan mengarahkan alur cerita pada titik puncak
permasalahan. Kalian bisa membua klimaks dengan cara mengarahkan
karakter utama kedalam situasi yang sagat menekan dirinya, sehingga ia

dipaksa untuk menentukan jalan keluar.
c. Cara menentukan topik

Topik adalah gagasan yang dijadikan dasar cerita dalam sebuah cerpen.
Menentukan topik suatu cerpen sama saja mencari tahu “tema-tema

kecil” dari cerpen tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa topik merupakan
bagian dari tema suatu cerpen. Suatu cerpen pasti memiliki sebuah tema

atau topik besar yang menjadi gagasan utama. Namun demikian,
bagian-bagian kecil dari cerpen bisa jadi terdiri atas beberapa topik kecil

lainnya.
Untuk dapat menentukan topik suatu cerpen, langkah-langkah yang

perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
1. Membaca seluruh isi cerpen dengan saksama;
2. Menandai setiap peristiwa dalam cerpen secara berurutan;

3. Menentukan topik kecil dari setiap urutan peristiwa yang telah
ditandai;

4. Menentukan tema sebagai topik besar dari cerpen tersebut.
d. Cara menyusun dialog

Dalam sebuah cerita tentu saja tidak semua cerita tersebut berbentuk
narasi, pasti pembaca akan merasa bosan dengan isi cerita tersebut.

Adanya dioalog pada cerita akan menimbulkan rasa ketertarikan
pembaca dan menjadikan cerita tersebut lebih hidup. Upaya tersebut
menjadikan pembaca untuk lebih masuk dalam certa dan mendalami

karakter tokoh dalam cerita yang kalian tulis tersebut.
Adapun tata cara membuat dialog dengan benar, diantaranya sebagai

berikut:
1. Penggunaan tanda titik akhir dialog
2. Penggunaaan tanda petik diawal diakhir dialog
3. Penggunaan tanda koma diakhir dialog
4. Penggunaan tanda titik diakhir dialog
5. Penggunaan tanda seru diakhir dialog
6. Penggunaan tanda tanya diakhir dialog

7. Tanda elipsis atau titik tiga (…)
8. Penggunaan en dash (–) dalam dialog
9. Penggunaan kata “kan” dalam dialog
10. Pengguaan nama panggilan dalam dialog

Cara membuat dialog yang menarik dalam cerpen
Dialog adalah bagian penting dari sebuah cerita. Para penulis sering

menggunakan dialog untuk memberikan informasi pada pembaca
dengan cara yang menarik dan melibatkan emosi. Lalu bagaimana cara

menulis dialog yang menarik dan enak dibaca? Menulis dialog sama
halnya mengungkapkan persaan atau kondisi si tokoh tersebut, penulis
hendaknya mengetahui cara dan pemilihan kata yang pas dan menarik

agar pembaca larut saat membaca dialog dalam cerita tersebut.



Sebelum membuat cerita, kamu perlu membuat character sheet yang
berisi tentang sifat-sifat detail para tokoh yang terlibat pada ceritamu.

Dengan menentukan sifat, kita bisa menentukan dialog.

Glosarium


Click to View FlipBook Version