KATA PENGANTAR Kurikulum Merdeka dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta didik dari sisi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh. Proses pencapaiannya melalui pembelajaran berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (PPP) yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi keterampilan karakter peserta didik. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tiga tema dalam satu tahun pelajaran jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila ditujukan untuk menumbuhkan keterampilan karakter yang utuh bagi peserta didik tentang implementasi enam karakter profil pelajar Pancasila yang meliputi Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkhebinnekaan Global, Bergotong Royong, Mandiri, Kreatif, dan Bernalar Kritis. Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini merupakan salah satu modul penunjang pembelajaran yang berisi kumpulan aktivitas serta kegiatan pembelajaran yang digunakan sebagai sumber belajar tambahan atau menjadiacuan dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran dalam buku ini terdiri dari berbagai aktivitas yang melibatkan langsung peserta didik dalam proses belajar secara aktif. Dengan demikian peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai keterampilan dan penguatan karakter yang dipelajarinya dan membuat pembelajaran lebih bermakna. Penyusunan dan penulisan modul ini tentu masih memerlukan penyempurnaan dan perbaikan dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan, serta penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan modul ini dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi emas Indonesia Merdeka di masa yang akan datang. Sukolilo, Juli 2023 Penyusun
DAFTAR ISI ❖ Halaman Judul ❖ Kata Pengantar ❖ Daftar Isi ❖ Tujuan, Alur dan Target Pencapaian ❖ Hal yang diperhatikan sebelum memulai projek ❖ Tahapan Projek “Sulap Plastik jadi Karya Estetik” ❖ Dimensi, Elemen dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila ❖ Perkembangan Sub Elemen ❖ Relevansi Projek bagi Guru dan Sekolah ❖ Aktivitas Projek ❖ Lampiran
1 SULAP PLASTIK JADI KARYA ESTETIK Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Fase : D Tema : Gaya Hidup Berkelanjutan Sub Tema : Sulap Plastik jadi Karya Estetik Sekolah : SMP Negeri 1 Sukolilo A. Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah sebuah program yang dapat membantu menumbuhkan kesadaran Murid dan siswi tentang pentingnya hidup berkelanjutan. Dalam tema Gaya Hidup Berkelanjutan, Murid dan siswi diajak untuk memahami dan menerapkan kebiasaan hidup sehat dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya kesadaran dan tindakan nyata dari Murid dan siswi, diharapkan lingkungan sekolah dan sekitarnya dapat terjaga dengan baik. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan atau tidak bermanfaat setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenisnya. Dengan mengacu kepada salah satu tujuan Profil Pelajar Pancasila, dengan Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan dan Judul projek “Sulap Plastik Jadi Karya Estetik” bertujuan untuk membentuk murid memiliki kesadaran bahwa mereka adalah bagian dari warga dunia (global citizen) yang dapat berkontribusi untuk mengurangi sampah khususnya sampah plastic seperti botol minuman ataupun plastic kemasan ciki-ciki dan melakukan aksi menjalani gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sampah anorganik sebagai barang kerajinan. Pemanfaatan limbah botol plastik bertujuan untuk mengurangi sampah yang ada di lingkungan sekolah serta mengajarkan para Muridnya agar lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah plastik yang masih menjadi permasalahan besar di sekolah. Sampah yang dihasilkan sekolah cukup memprihatinkan dan tindakan selama ini sekedar dibuang dan dibakar sehingga tidak meninggalkan estetik di lingkungan sekolah. Projek ini dimulai dengan tahap pengenalan, murid mengenali dan memahami konsep dari sampah, sumber sampah dan keadaan dunia saat ini. Setelah tahap pengenalan, murid masuk dalam tahap kontekstualisasi dengan melakukan riset terpadu dan mandiri, serta melihat konteks lingkungan sekitar yang berkaitan dengan potensi sumber sampah anorganik di lingkungan sekitar. Selama proses projek ini berjalan, murid tidak hanya membentuk pengetahuan dan ketrampilan, namun juga membangun kesadaran dan melakukan penyelidikan secara kritis sehingga pada akhirnya dapat merencanakan solusi aksi dari situasi yang telah mereka ketahui dan pahami. Di tahap ini, murid menuangkan aksi nyata mereka dengan melakukan kampanye bagi komunitas sekolah agar terbangun kesadaran yang lebih luas, dan merencanakan beberapa solusi program sekolah agar komunitas sekolah dapat berkontribusi untuk tetap hidup dengan berprinsip ramah lingkungan. Melalui projek ini, Murid diharapkan telah mengembangkan secara spesifik dua dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan
2 Berakhlak Mulia dan bergotong royong, beserta sub-elemen terkait yang dijabarkan secara detail di bawah ini. B. Hal yang Diperhatikan Sebelum Memulai Projek 1. Pemahaman bahwa program Hidup Berkelanjutan adalah program yang membangun kesadaran akan pentingnya menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia dengan kelestarian lingkungan. 2. Pengetahuan dan keterampilan yang dilatih adalah hal penting yang dibutuhkan di dunia nyata ataupun peran yang nantinya dipilih Murid saat dewasa. 3. Dukungan serta komitmen dari seluruh komunitas sekolah untuk menjalankan solusi aksi yang disepakati. Hal ini agar memastikan bahwa nilai pembelajaran akan secara konsisten didapatkan tidak hanya bagi murid namun bagi seluruh warga sekolah. 4. Kesiapan dari divisi sarana dan prasarana, apabila diperlukan untuk pengadaan hal-hal terkait dengan solusi aksi yang disepakati bersama 5. Pemahaman bahwa meskipun ada tahap di mana Murid akan diminta untuk membuat sebuah rancangan usaha dan menjalankannya, keberhasilan dari projek Hidup Berkelanjutan ini ditentukan pada perubahan perilaku dan cara pandang Murid tentang keagamaan dan hidup berkelanjutan serta bagaimana mereka menerapkan nilai-nilai keagamaan tersebut dalam kehidupan mereka 6. Memberikan bimbingan bagi Murid sekaligus memberikan ruang bagi Murid untuk menuangkan kreativitas mereka. C. Tahapan Projek “Sulap Plastik Jadi Karya Estetik” Peran pengembangan pengetahuan, dan keterampilan dalam membangun generasi muda Indonesia yang peduli terhadap lingkungan serta hidup yang berkelanjutan berdasarkan sikap iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia. I. Tahap Pengenalan Mengenali dan membangun kesadaran murid terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan dan pengelompokan sampah 1. Memperkenalkan tema proyek “Gaya hidup berkelanjutan” beserta dimensi dan elemen proyek (8 JP) 2. Mengenal lingkungan sekitar dan mengidentifikasi dampak pencemaran lingkungan (4 JP) 3. Mengklasifikasi jenisjenis sampah (4 JP) 4. Eksplorasi sampah anorganik, cara memanfaatkan sampah anorganik (4JP) 5. Analisa temuan dari pembicara tamu, mengaitkan dengan hasil eksplorasi isu (4 JP) 6. Mengambil kesimpulan awal terhadap dampak sampah anorganik terhadap lingkungan (4 JP) II. Tahap Kontekstualisasi Mengenali dan membangun kesadaran murid dalam melihat potensi sampah anorganik di lingkungan sekitar terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan 7. Melakukan riset di lingkungan sekitar (4 9. Diskusi kritis mengenai isu yang 11. “Idea pitch”: mempresentasikan isu
3 JP) 8. Melakukan kunjungan ke beberapa tempat/ lokasi di lingkungan sekitar untuk melihat potensi sumber sampah anorganik (4 JP) didapatkan dari hasil pengumpulan data (4JP) 10. Mengelompokkan isu tentang sampah anorganik; menyusun ide aksi yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan sampah anorganik (4JP) dan solusi aksi yang ditawarkan sesuai dengan pengelompokkan (8 JP) III. Tahap Aksi Melatih diri menjadi bagian dari solusi dan terbiasa melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan baik, benar, dan tepat waktu terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan 12. Strategi dan inovasi dalam melatih diri menjadi bagian dari solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan (8 JP) 13. Aksi mulai memanfaatkan sampah organic sebagai solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan (16 JP) 14. Penyempurnaan hasil strategi dan inovasi dalam melatih diri menjadi bagian dari solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan (4 JP) IV. Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut 15. Refleksi aksi: Evaluasi efektivitas aksi yang telah dilakukan dan hubungannya dengan tujuan mengurangi sampah anorganik (4 JP) 16. Tindak lanjut aksi yang telah dilakukan dan hubungannya dengan tujuan mengurangi sampah anorganik (4 JP) Total : 88 JP I JP : 40 menit D. Dimensi, Elemen, dan Sub-Elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Elemen SubElemen Target Pencapaian di Akhir Fase D Aktivitas Terkait Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia Akhlak kepada alam Menjaga alam sekitar Mewujudkan rasa syukur dengan berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan alam sekitarnya dengan mengajukan alternatif solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut 1, 2, 3, 4, 5, 6, 14, 15, Bergotong Royong Kepedulian Tanggap terhadap lingkugan sosial Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan Masyarakat 7, 8, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 16,
4 E. Perkembangan Sub-Elemen Perkembangan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila disajikan dalam tabel berikut: 1. Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia Sub-Elemen Sangat Berkembang (SB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang (BB) 4 3 2 1 Menjaga alam sekitar Sudah mulai bersyukur dan belum menunjukkan inisiatif dari dalam diri untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan Dapat Mewujudkan rasa syukur dan mulai berinisiatif dalam penyelesaian masalah dengan dorongan dan motivasi Bersyukur dan berinisiatif dalam penyelesaian permasalahan lingkungan Menjaga alam dengan bersyukur dan berinisiatif dalam penyelesaian masalah sekitar melebihi harapan 2. Bergotong Royong Sub-Elemen Sangat Berkembang (SB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang (BB) 4 3 2 1 Tanggap terhadap Lingkunan Sosial Belum mampu menunjukkan sikap tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sudah mulai menunjukkan sikap tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tanggap dan refleks terhadap lingkungan sekitar melebihi harapan F. Relevansi Projek Bagi Guru dan Sekolah Menyadari pentingnya peran dan fungsi yang melekat pada pemuda, maka pemerintah Indonesia berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang ada melalui penyadaran, pemberdayaan, pengembangan kepemudaan di segala bidang, sebagai bagian dari pembangunan nasional. (Statistik Pemuda Indonesia 2020). Penyadaran dan pengembangan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar merupakan bagian dari kewajiban seluruh warga tanpa terkecuali. Dalam kegiatan ini sekolah memberikan pengenalan, bimbingan, dan
5 pendampingan bagi Murid dalam mengenal, memahami, dan menumbuhkan sikap peduli dan tanggap terhadap lingkungan social berdasarkan iman dan takwa kepada Tuhan YME dan berakhlak Mulia. Tanggap terhadap lingkungan social merupakan wujud kepedulian murid terhadap permasalahan sampah yang masih terus terjadi. Peran murid aktif dapat dilakukan dengan berbagai langkah kecil, mulai dari pengumpulan, pewadahan, pemilihan, dan mendaur ulang sampah di lingkungan sekolah. Sekolah dapat menjadi ekosistem bagi Murid untuk belajar dan menggali pengalaman. Murid yang memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi, visioner, berjiwa pemimpin, mandiri, berkomitmen, pantang menyerah berdasarkan nilai-nilai keagamaan adalah Murid yang akan memberikan kontribusi positif dalam perannya di kelas, sekolah, dan masyarakat baik secara akademik maupun nonakademik. Rangkaian kegiatan pada Tema Hidup berkelanjutan dengan Projek “Sulap Plastik Jadi Karya Estetik” melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam pelaksanaannya. Pengenalan etika dan integritas lewat pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan. Mempunyai sikap social,gotong royong dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar melalui Pelajaran Ilmu Pendidikan Sosial, dan Peduli terhadap Lingkungan juga merupakan pengamalan dari salah ayat di dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum:42 yang dipelajari melalui mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Pelaksanaan projek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat: Murid, orangtua, guru, sekolah, masyarakat sekitar, pemerintah daerah, dan pihak lainnya. G. Aktivitas Projek Aktiviats projek “Sulap Plastik Jadi Karya Estetik” terdiri dari 17 tahapan dan terdiri dari beberapa aktivias, sebagai berikut: I. Tahap Pengenalan Mengenali dan membangun kesadaran murid terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan dan pengelompokan sampah. Aktivitas I.1 Tujuan Pembelajaran : Murid mampu memahami tema proyek “Gaya Hidup Berkelanjutan Alokasi Waktu : 8 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD Projector, Speaker aktif, Note book, Pembelajaran interaktif, Spidol atau media lain. 2. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. 4. Guru Bersama murid membuat kesepakatan belajajar selama proyek berlangsung 5. Guru membagikan murid membagi 4-5 kelompok 6. Guru mengondisikan murid untuk duudk sesuai dengan kelompoknya masingmasing
6 Pelaksanaan : 1. Guru meminta murid untuk mengamati video terkait pengenalan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila • Video 1: https://www.youtube.com/watch?v=aibQlimb-VQ • Video 2: https://www.youtube.com/watch?v=pnuiEGuThsI 2. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila murid belum memahami bahan tayang 3. Guru meminta murid untuk menyimpulkan bahan tayang 4. Mempresentasikan hasil diskusi 5. Ice breaking https://www.youtube.com/shorts/NtFzPRdEqfQ 6. Guru dan murid Bersama-sama melakukan refleksi Penutup: 1. Guru menutup sesi pertemuan dengan mengajak peserta didik melakukan refleksi dari kegiatan ini seperti “pengetahuan apa saja yang didapatkan pada aktivitas hari ini”? 2. Guru memberikan penjelasan singkat tentang pertemuan berikutnya dengan “melakukan observasi lapangan: mengenal lingkungan sekitar” Scan Kode QR berikut! Video 1: Pengenalan Proyek Video 2: Hidup Berkelanjutan Ice Breaking Aktivitas I.2.3 Tujuan Pembelajaran : • Murid mampu mengenal lingkungan sekitar dan mengidentifikasi dampak pencemaran lingkungan • Murid mampu mengklasifikasi jenis-jenis sampah Alokasi Waktu : 8 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD Projector, Speaker aktif, Note book, Pembelajaran interaktif, Spidol atau media lain. 2. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. 4. Guru menyiapkan bahan bacan (digital/cetak) yang membahas secara kritis isu Gaya Hidup Berkelanjutan yang dihadapi di berbagai negara, termasuk Indonesia 5. Guru menyiapkan video mengenai “Pencemaran Lingkungan, Bagaimana Cara memilih dan memilah sampah, dan Dampak Buruk Akibat Membuang Sampah Sembarangan” 6. Guru mempersiapkan pertanyaan pemantik
7 7. Apa tanda-tanda terjadinya pencemaran lingkungan? 8. Apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan? 9. Apa dampak dari perubahan pencemaran ini terhadap bumi dan kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan? 10. Apa yang dimaksud dengan gaya hidup berkelanjutan? Bagaimana contohnya? Pelaksanaan : 1. Guru meminta murid untuk mengamati video terkait pencemaran lingkungan • Video 1: https://www.youtube.com/watch?v=pnuiEGuThsI • Video 2: https://www.youtube.com/watch?v=tVuNnac7m0o • Video 3: https://www.youtube.com/watch?v=C8xvdDY0kqs 2. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila murid belum memahami bahan tayang 3. Guru menegaskan relevansi isu Gaya Hidup Berkelanjutan saat ini terhadap peserta didik, serta mengaitkan peran muriddalam menjaga keberlangsungan ekosistem dunia 4. Setiap kelompok menganalisa semua artikel dan video yang telah ditayangkan guru, kemudian membuat simpulan seperti dalam bentuk peta pikiran atau lainnya mengenai keterkaitan dari semua video yang ditonton pada kertas yang telah disediakan 5. Murid melakukan gallery walk untuk melihat ringkasan dari kelompok lain sebagai referensi tambahan 6. Ice breaking https://www.youtube.com/watch?v=ygjxLfaRsgs 7. Secara berkelompok dengan didampingi guru, murid melakukan observasi di lingkungan sekitar dengan mengisi LKPD yang telah disipakan sebelumnya 8. Mempresentasikan hasil dari observasi 9. Guru dan murid bersama-sama melakukan refleksi Penutup: 1. Guru menutup sesi pertemuan dengan mengajak peserta didik melakukan refleksi dari kegiatan ini seperti “kesulitan apa yang peserta temukan dalam melakukan tugas kelompok?” 2. Guru memberikan penjelasan singkat tentang pertemuan berikutnya dengan “melakukan observasi lapangan: Eksplorasi sampah” Scan Kode QR berikut! Video 1: Pencemaran Lingkungan Video 2: Memilah Sampah Video 3: Dampak Membuang Sampah Ice Breaking
8 Aktivitas I. 4. 5. 6 Tujuan Pembelajaran : •Eksplorasi sampah anorganik, cara memanfaatkan sampah anorganik •Analisa temuan dari pembicara tamu, mengaitkan dengan hasil eksplorasi isu •Mengambil kesimpulan awal terhadap dampak sampah anorganik terhadap lingkungan Alokasi Waktu : 12 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD Projector, Speaker aktif, Note book, Pembelajaran interaktif, Spidol atau media lain. 2. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. 4. Guru mempersiapkan pertanyaan pemantik a. Apa tanda-tanda terjadinya pencemaran terhadap sampah anorganik yang pernah mereka dengar dan/atau mereka lihat dan rasakan? b. Apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya sampah anorganik? c. Apa dampak dari sampah anorganik ini terhadap bumi dan kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan Pelaksanaan : 1. Guru memperkenalkan pembicara tamu dan membuka sesi dengan pembicara tamu. 2. Guru lebih berperan sebagai fasilitator sekaligus moderator 3. Murid dapat melontarkan pertanyaan kepada pembicara tamu untuk mendapatkan elaborasi pemahaman lebih mendalam mengenai sampah anorganik, dan membedakan jenis-jenis sampah anorganik 4. Pembicara tamu meminta murid untuk mengamati video tentang sampah anorganik • Video 1: https://www.youtube.com/watch?v=Z1C8j393gXg • Video 2: https://www.youtube.com/watch?v=gCmmf9hL7R8 • Video 3: https://www.youtube.com/watch?v=Pw5SHeNVCPI 5. Pembicara tamu memberikan penjelasan tambahan apabila murid belum memahami bahan tayang 6. Guru meminta murid menuangkan ide dalam lembar kerja yang telah diberikan sesuai pilihan masing-masing murid (poster, membuat tong sampah, puisi, video dll) 7. Guru meminta murid untuk membacakan hasil ide di depan kelas, dan murid lain memberikan masukan serta tanggapan 8. Ice breaking https://www.youtube.com/watch?v=aYx7SBMlZis 7. Guru dan murid bersama-sama melakukan refleksi
9 Penutup: 1. Guru menutup sesi pembelajaran dan menyampaikan pembahasan pada pertemuan berikutnya “melakukan kunjungan” Scan Kode QR berikut! Video 1: Bahaya sampah plastik Video 2: Cara memanfaatkan sampah Video 3: contoh kreasi botol plastik Ice breaking II. Tahap Kontekstualisasi Mengenali dan membangun kesadaran murid dalam melihat potensi sampah anorganik di lingkungan sekitar terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan. Aktivitas II. 7. 8 Tujuan Pembelajaran : • Melakukan riset di lingkungan sekitar • Melakukan kunjungan ke beberapa tempat/ lokasi di lingkungan sekitar untuk melihat potensi sumber sampah anorganik Alokasi Waktu : 8 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD Projector, Speaker aktif, Note book, Pembelajaran interaktif, Spidol atau media lain. 2. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. 4. Guru menyiapkan LKPD untuk persiapan kunjungan di berbagai tempat 5. Guru mempersiapkan pertanyaan pemantik a. Apa yang kalian jumpai terkait benda-benda yang terbuat dari sampah anorganik? b. Sampah anorganik jenis apa yang banyak kalian temukan di lingkungan sekitar kalian? Pelaksanaan : 1. Murid melakukan kunjungan ke berbagai tempat disekitar untuk melakukan riset mengenai sampah anorganik 2. Murid mengisi LKPD yang telah disampaikan sebelumnya 3. Secara berkelompok mengklasifikasn jenis sampah organic yang banyak dijumpai 4. Setiap kelompok menyampaiakn opini sebagai solusi pemecahan isu permaslahan Hidup Berkelanjutan 5. Ice breaking https://www.youtube.com/watch?v=rQH14YrDLkM 6. Guru dan murid bersama-sama melakukan refleksi
10 Penutup: 1. Guru menutup sesi pembelajaran dan menyampaikan pembahasan pada pertemuan berikutnya “pemecahan isu permasalahan” Scan Kode QR berikut! Ice breaking Aktivitas II. 9. 10 Tujuan Pembelajaran : • Diskusi kritis mengenai isu yang didapatkan dari hasil pengumpulan data (4JP) • Mengelompokkan isu tentang sampah anorganik; menyusun ide aksi yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan Alokasi Waktu : 8 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD Projector, Speaker aktif, Note book, Pembelajaran interaktif, Spidol atau media lain. 2. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. 4. Guru mempersiapkan pertanyaan pemantik a. Menurut kalian, bagaimana langkah kalian sebagai murid yang peduli terhadap lingkungan? b. Apakah yang terjadi jika sampai tersebut dibiarkan? Pelaksanaan : 1. Murid duduk sesuai dengan kelompok masing-masing 2. Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan ide pemecahan solusi terhadap isu permasalahan Hidup Berkelanjutan 3. Secara berkelompok menyusun ide aksi, langkah-langkah, alasan pemilihan ide, bahan dan alat yang dibutuhkan untuk memanfaatkan sampah anorganik, 4. Ice breaking https://www.youtube.com/watch?v=W7ZKhiY6BNY 5. Guru dan murid bersama-sama melakukan refleksi Penutup: 1. Guru menutup sesi pembelajaran dan menyampaikan pembahasan pada pertemuan berikutnya
11 Scan Kode QR berikut! Ice breaking Aktivitas II. 11 Tujuan Pembelajaran : “Idea pitch”: mempresentasikan isu dan solusi aksi yang ditawarkan sesuai dengan pengelompokkan Alokasi Waktu : 8 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD Projector, Speaker aktif, Note book, Pembelajaran interaktif, Spidol atau media lain. 2. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. 4. Guru mempersiapkan pertanyaan pemantik a. Menurut kalian, manfaat yang dapat diambil dengan pemanfaatan sampah anorganik ! Pelaksanaan : 1. Murid duduk sesuai dengan kelompok masing-masing 2. Setiap kelompok mempresentasikan ide-ide aksi, langkah-langkah, alasan pemilihan ide, dan bahan yang dibutuhkan dalam memanfaatkan sampah anorganik 3. Perwakilan kelompok mempresentasikan ide-ide aksi, langkah-langkah, alasan pemilihan ide, dan bahan yang dibutuhkan dalam memanfaatkan sampah anorganik 4. Mengambil kesimpulan ide aksi sebagai solusi pemecahan isu permasalahan 5. Ice breaking https://www.youtube.com/watch?v=AWmfZqZTlZo 6. Guru dan murid bersama-sama melakukan refleksi Penutup: 1. Guru menutup sesi pembelajaran dan menyampaikan pembahasan pada pertemuan berikutnya untu menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan ide aksi Scan Kode QR berikut! Ice breaking
12 III. Tahap Aksi Melatih diri menjadi bagian dari solusi dan terbiasa melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan baik, benar, dan tepat waktu terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan Aktivitas III. 12 Tujuan Pembelajaran : • Murid mampu memahami strategi dan inovasi dalam melatih diri menjadi bagian dari solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan Alokasi Waktu : 8 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru mempersiapkan media/alat peraga/bahan berupa LCD Projector, Speaker aktif, Note book, Pembelajaran interaktif, Spidol atau media lain. 2. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. Pelaksanaan : 1. Guru menayangkan video yang terkait dengan kegiatan syiar islam sesuai hasil kesepakatan 2. Guru mendiskusikan dengan Murid pertanyaan-pertanyaan tentang strategi dan inovasi terkait hasil kesepakatan bersama 3. Ice breaking https://www.youtube.com/watch?v=e61eDCOQFdc 4. Guru dan murid bersama-sama melakukan refleksi Penutup: 1. Guru menutup sesi pembelajaran dan menyampaikan pembahasan pada pertemuan berikutnya untuk melakukan aksi nyata Scan Kode QR berikut! Ice breaking
13 Aktivitas III. 13 Tujuan Pembelajaran : • Murid mampu melakukan aksi mulai memanfaatkan sampah organic sebagai solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan Alokasi Waktu : 16 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 2. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. Pelaksanaan : 1. Ice breaking https://www.youtube.com/watch?v=H0gqYMTFos0 2. murid duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing 3. Menyiapkan alat dan bahan serta segala perlengkapan pendukung untuk melakukan aksi nyata 4. Guru mengecek alat dan bahan serta segala perlengkapan pendukung untuk melakukan aksi nyata 5. Murid dengan di damping melaksanakan aksi nyata 6. Guru memonitoring kerja murid 7. Melakukan refleksi Bersama Penutup: 1. Guru menutup sesi pembelajaran dan menyampaikan pembahasan pada pertemuan berikutnya penyermpurnaan hasil karya Scan Kode QR berikut! Ice breaking
14 Aktivitas III. 14 Tujuan Pembelajaran : • Murid mampu melakukan pnyempurnaan hasil strategi dan inovasi dalam melatih diri menjadi bagian dari solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan Alokasi Waktu : 8 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 2. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. Pelaksanaan : 1. Ice breaking https://www.youtube.com/watch?v=SJRK1-pLp54 2. Murid duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing 3. Menyiapkan bahan dan alat yang di butuhkan 4. Melakukan aksi penyempurnaan terhadap karya 5. Guru memonitoring kerja murid 6. Melakukan refleksi bersama Penutup: 1. Guru menutup sesi pembelajaran dan menyampaikan pembahasan pada pertemuan membuat refleksi selama pembelajaran proyek Scan Kode QR berikut! Ice breaking
15 Aktivitas IV. 15. 16 Tujuan Pembelajaran : • Murid merefleksikan pengalaman belajar mereka lewat jurnal refleksi • Murid mampu melakukan perbaikan strategi dan inovasi sebagai bentuk tindak lanjut • Murid mampu melaksanakan intruksi dari guru dengan tujuan tahap penyempurnaan strategi dan inovasi Alokasi Waktu : 8 JP Bahan : Alat tulis, laptop, papan tulis, buku bacaan/video, dan prangkat pendukung lainnya Peran Guru : Fasilitator Persiapan: 1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, dilanjutkan pembacaan surah/ayat pilihan, memperhatikan kesiapan murid, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk murid. 2. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran proyek, menyampaikan cakupan materi, tujuan, dan kegiatan yang akan dilakukan, lingkup dan teknik penilaian. Pelaksanaan : 1. Guru meminta Murid mengerjakan refleksi pribadi dengan menggunakan pertanyaan panduan pada jurnal 2. Guru meminta Murid duduk berkelompok dan berbagi hasil refleksinya 3. Guru mengajak seluruh Murid untuk sebuah diskusi kelas, meminta perwakilan untuk berbagi tentang refleksi pribadi dan refleksi kelompok 4. Murid melaksanakan tindak lanjut berdasarkan diskusi dengan guru 5. Murid malaksanakan penyempurnaan hasil strategi dan inovasi berdasarkan diskusi bersama guru Penutup: 1. Guru menutup sesi pembelajaran dan menyampaikan evaluasi serta penyempurnaan hasil karya dan jurnal kegiatan murid
16
LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Aktivitas I. 1 A. Lembar Kerja Murid 1) Tulislah enam dimensi dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ! Nama : Kelas : No. Dimensi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila 1 2 3 4 5 6 2) Menuliskan “pengetahuan apa saja yang didapatkan pada aktivitas hari ini” di buku siswa ! B. Asesmen Memahami tema proyek : Hidup Berkelanjutan Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/Sub-Elemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Bersyukur karena hidup dan beraktivitas dalam lingkungan yang sehat 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Berinisiatif dengan kesadaran diri untuk membuang sampah pada tempatnya Keterangan: SB : Sangat Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang
C. Bahan Bacaan 1) Mengenal P5 dalam Kurikulum Merdeka dan Contoh Penerapannya Beberapa dekade terakhir, tenaga pendidik dan praktisi pendidikan di seluruh dunia mulai menyadari bahwa mempelajari berbagai hal di luar kelas dapat membantu peserta didik berkembang dengan lebih baik. Mempelajari halhal di kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan kepekaan dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekitarnya. Gagasan tentang pentingnya mempelajari hal-hal di luar kelas tersebut pernah disampaikan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, bahwa “... perlulah anak-anak [Taman Siswa] kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’sendiri , dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.” - Ki Hadjar Dewantara. Pernyataan Ki Hadjar Dewantara tersebut tedengar sangat hangat dan mulia bagi pendidikan bangsa ini. Namun, dalam praktiknya hal tersebut belum dilakukan secara optimal dalam sistem pendidikan saat ini. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan cita-cita pendidikan bangsa tersebut, hadirlah Kurikulum Merdeka beserta inovasi-inovasi yang menyertainya dalam bentuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Projek tersebut merupakan salah satu sarana untuk mencapai berbagai target dalam Profil Pelajar Pancasila. Dalam praktiknya, projek tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk ‘mengalami pengetahuan’ sebagai sebuah proses penguatan karakter sekaligus sebagai bentuk belajar secara nyata dari lingkungan sosialnya. Apa itu Profil Pelajar Pancasila? Apa saja poin-poin yang terdapat dalam Projek P5? dan Bagaimana penerapannya? Simak penjelasan sampai akhir ya! Profil Pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profill pelajar Pancasila (pembelajaran kokurikuler), dan ekstrakurikuler. Profil Pelajar Pancasila memiliki 6 dimensi utama meliputi: 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
2. Berkebinekaan global. 3. Bergotong-royong. 4. Mandiri. 5. Bernalar kritis. 6. Kreatif. Salah satu langkah untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila tersebut dilakukan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yaitu pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila. 2) Gambaran Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Projek adalah serangkaian kegiatan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dengan cara menelaah suatu tema menantang. Projek didesain agar peserta didik dapat melakukan investigasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Peserta didik bekerja dalam periode waktu yang telah dijadwalkan untuk menghasilkan produk dan/atau aksi. Berdasarkan Kemendikbudristek No.56/M/2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek tersebut dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila. 3) Contoh Penerapan P5 dalam Pembelajaran Berikut merupakan beberapa contoh penerapan P5 dalam pembelajaran. Perlu ditekankan bahwa projek tersebut dapat dilandasi studi kasus dan studi lapangan yang dilakukan oleh peserta didik. Proses tersebutlah yang dapat memberikan kepekaan mereka terhadap berbagai isu sosial yang terjadi di masyarakat. a) Projek Pemberdayaan Lingkungan dan Konservasi Air Akhir-akhir ini, di Ternate sering terjadi krisis air bersih karena mata air mengering. Kemudian Pak Abdulah sebagai tenaga pendidik menyarankan tema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan topik “Konservasi Air” sebagai tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. Selanjutnya pada projek ini siswa belajar tentang siklus air, lalu menyelidiki penyebab keringnya mata air. Ternyata sebabnya adalah kerusakan hutan di lereng Gunung Gamalama, akibat erupsi pada tahun sebelumnya. Siswa dan sekolah sepakat membuat aksi
penghijauan lereng gunung. Tenaga pendidik kemudian menghubungi DLHK untuk mendapat bantuan bibit pohon. Setelah penanaman, siswa kerap berkunjung untuk menjenguk dan merawat pohon mereka. Dimensi Akhlak Mulia, khususnya Akhlak terhadap Alam, berkembang pesat pada diri siswa setelah menjalani projek profil ini. b) Projek Pengelolaan Gurita untuk Ekonomi Kreatif Ningsih seorang siswa SMP yang tinggal di desa nelayan gurita. Di sekolah, guru Ningsih merancang projek profil bertopik “Detektif Gurita.“ Ningsih mengeksplorasi segala hal tentang dunia gurita, mulai dari karakteristik dan cara hidup gurita, hingga bagaimana gurita mempengaruhi kesejahteraan masyarakat desanya. Sewaktu menyelidiki hal tersebut, Ningsih dan temanteman baru tahu bahwa gurita yang tidak laku biasanya hanya dibuang ke laut. Lalu dengan bimbingan guru, Ningsih dan teman sekelasnya bersama-sama mengembangkan kreasi pangan olahan gurita untuk memanfaatkan gurita yang tidak laku. Melalui projek tersebut, Ningsih telah berhasil mengasah dimensi Kreatif dan Gotong Royong. c) Projek Melatih Kedisiplinan dan Budaya Kerja yang Baik Bu Reina adalah pengurus komite di SMK tempat puteranya bersekolah. 50% lulusan SMK tersebut belum diterima bekerja. Dari observasi pada saat praktek, Bu Reina menemukan, siswa belum memiliki budaya kerja yang baik. Bu Reina mendukung inisiatif Tim Fasilitator Projek Profil untuk membuat projek profil bertema Kebekerjaan. Dengan bantuan dana dari komite, siswa melakukan kunjungan ke industri dan merefleksikan budaya kerja yang baik di dunia industri. Siswa lalu berdiskusi dan menyepakati budaya kerja yang ingin mereka latih, lalu menerapkannya di waktu praktek. Di akhir projek profil, Bu Reina lega karena para siswa telah terbiasa bekerja secara profesional baik secara mandiri maupun di dalam tim, cerminan berkembangnya dimensi Mandiri dan Gotong-Royong. 4) Tema Projek dan Contoh Implementasinya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sangat luas dan fleksibel. Masih banyak tema lainnya yang dapat Bapak/Ibu terapkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih baik lagi. Berikut merupakan beberapa contoh projek yang dapat Anda jadikan sebagai referensi materi ajar. a. Gaya Hidup Berkelanjutan Topik konservasi lingkungan: Gerakan peduli sampah untuk cegah banjir b. Kearifan Lokal SMK tata kecantikan: eksplorasi seni pranata acara adat Jawa c. Bhinneka Tunggal Ika
Topik kerukunan antar-agama: Membuat dialog lintas agama bersama tokoh Masyarakat d. Bangunlah Jiwa dan Raganya Jenjang SMP/SMA dan setara: Mencari solusi untuk masalah cyber bullying yang marak di kalangan remaja. e. Suara Demokrasi Eksplorasi sistem musyawarah yang dilakukan masyarakat adat tertentu untuk memilih kepala desa f. Rekayasa dan Teknologi Membuat desain inovatif sederhana yang menerapkan teknologi untuk menjawab permasalahan di sekitar satuan pendidikan. g. Kewirausahaan Membuat produk dengan konten lokal yang memiliki daya jual. h. Kebekerjaan Kawasan industri sekitar Jakarta: budidaya dan pengolahan tanaman lokal Betawi Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila beserta contoh penerapannya. Simak terus artikel-artikel Guruinovatif untuk mengetahui berbagai topik menarik lainnya seputar kurikulum merdeka dan Profil Pelajar Pancasila ya! Semangat untuk semua guru di Indonesia! Bersama, mari kita transformasikan pendidikan bangsa pada taraf yang lebih baik lagi! Salam Inovatif ! Scan Kode QR Berikut ! https://guruinovatif.id/@luqmanulhakim12/mengenal-p5- dalam-kurikulum-merdeka-dan-contoh-penerapannya 2. Aktivitas I. 2. 3 A. Lembar Kerja Murid a. Sebutkan macam-macam pencemaran lingkungan dan dampak pencemaran lingkungan Nama Anggota Kelompok : Kelas : No. Macam-macam Pencemaran Contoh Dampak 1 1 2. dst 2 1 2. dst 3 1 2. dst
b. Mengidentifikasi macam-macam sampah Nama: Kelas: No. Sampah dan Dampaknya Organic Dampak An-organik Dampak c. Lembar Observasi Nama Anggota Kelompok : Kelas : 1. Sampah apakah yang kalian temukan di lingkungan sekolah? No. Nama Sampah Organik Anorganik Lokasi 1 Daun Buah Matoa v Depan kelas 2. Sampah yang paling banyak ditemukan adalah…………………yang berjenis…………….. 3. Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini?........................ 4. Yang kamu rasakan bekerja kelompok hari ini ?................ 5. Menuliskan “kesulitan apa yang peserta temukan dalam melakukan tugas kelompok?” B. Asesmen Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/SubElemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Bersyukur karena hidup di lingkungan yang sehat 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Mampu mengidentifikasi dampak pencemaran lingkungan
C. Bahan Bacaan 1) Pencemaran Lingkungan Ciri-ciri lingkungan tercemar yaitu bau busuk yang sangat menyengat. Pencemaran tanah dan air bisa menyebabkan udara menjadi bau. Kondisi lain yang menyebabkan udara tercemar di antaranya seperti limbah asap pabrik, bakar sampah dan kendaraan bermotor. Apa tanda tanda terjadinya kotornya lingkungan? Tempat sampah tidak tersedia. Adanya sampah yang menumpuk dan berserakan dimana-mana tentu akan merusak pemandangan lingkungan sekitar dan juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Tidak ada saluran air. Apa saja ciri-ciri lingkungan yang tidak sehat? • Kualitas Udara yang Buruk. • Tak Ada Tempat Pembuangan Sampah. • Tidak ada Saluran Air. • Lingkungan yang Gersang. • Daerah Kumuh dan Banyak Hewan Kotor 2) Jenis Pencemaran a. Pencemaran Udara. Pencemaran udara terjadi karena adanya zat-zat polutan yang mengotori udara. Zat-zat polutan ini dapat dihasilkan dari penggunaan alat-alat tertentu, seperti AC, kendaraan bermotor, dan hair dryer. Selain itu, zat-zat polutan juga dapat dihasilkan dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia, seperti membakar sampah, menggunakan pestisida untuk membunuh hama di lahan pertanian, dan aktivitas pabrik yang menimbulkan asap. b. Pencemaran Air. Pencemaran air terjadi karena adanya zat-zat polutan yang masuk ke dalam sumber air, seperti insektisida, kotoran, limbah, pupuk, dan sampah. Air yang tercemar akan berbau, keruh, dan berwarna, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Jika dikonsumsi, air tersebut akan mengganggu Kesehatan c. Pencemaran Tanah. Pencemaran tanah terjadi karena adanya zat-zat polutan yang masuk ke dalam lapisan tanah sehingga kualitas tanah menurun. Zat-zat polutan tersebut dapat berasal dari tumpahan minyak, kebocoran limbah yang berbentuk cair, pestisida yang digunakan secara berlebihan, cairan dari timbunan sampah, serta zat-zat lainnya, seperti arsen, besi, cadmium, chloride, chromium, fluor, mercury, lead, nitrate, silver, selenium, dan sulfate. Menurut Badan Kesehatan Dunia, pencemaran yang terjadi di lingkungan terbagi menjadi empat tingkatan, antara lain: • Tingkatan Pertama (pada tingkatan ini, pencemaran tidak menyebabkan kerugian). • Tingkatan Kedua (pada tingkatan ini, pencemaran mulai mengganggu komponen ekosistem dan menimbulkan iritasi pada manusia).
• Tingkatan Ketiga (pada tingkatan ini, pencemaran mulai menimbulkan reaksi fatal pada tubuh dan penyakit kronis). • Tingkatan Keempat (Pada tingkatan ini, pencemaran sudah terlalu parah dan dapat menimbulkan kematian pada makhluk hidup karena kadar polutan yang sangat tinggi. Keberadaan polutan di lingkungan yang kotor dan tidak sehat akan mengakibatkan banyak masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Faktor-faktor yang memengaruhi masalah kesehatan tersebut di antaranya adalah pencemaran udara, air, dan tanah. Scan Kode QR Berikut ! https://dlh.semarangkota.go.id/jenis-dan-tingkatanpencemaran-yang-merusak-lingkungan/ 3. Aktivitas I. 4. 5. 6 A. Lembar Kerja Murid a. Dari berbagai sampah yang ditemukan pada pertemuan sebelumnya, murid membuat sebuah produk berupa poster, tong sampah, puisi, atau video sesuai dengan pilihan masing-masing Nama Anggota Kelompok : Kelas : Contoh poster b. Carilah benda-benda yang terbuat dari sampah anorganik di sekitar kalian ! Nama : Kelas : No. Benda Bahan sampah anorganik 1 Kalender Fleksibel Tutup botol platik 2 3
B. Asesmen Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/SubElemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Bersyukur, bisa memanfaatkan sampah anorganik menjadi barang guna 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Mampu bekerjasama dalam menemukan ide sebagai solusi adanya sampah anorganik Keterangan: SB : Sangat Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang C. Bahan Bacaan 1) Dampak Sampah Anorganik Banyaknya jumlah sampah anorganik tidak hanya mengotori lingkungan, tapi juga mengancam kelestarian bumi. Padahal sampah anorganik bisa dimanfaatkan ulang supaya tidak mencemari lingkungan. Ada banyak manfaat sampah anorganik yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Sampah anorganik adalah sampah dari bahan-bahan non-organik, seperti plastic, Styrofoam, kaleng, kertas, alumunium, dan kaca. Berbeda dengan sampak organic yang mudah terurai dan dapat diolah menjadi kompos, sampah an-organik butuh waktu sangat lama untuk bisa terurai. Akibatnya banyaj timbunan sampah anorganik dimana-mana dan mencemari lingkungan, termasuk laut. Dampak negative lain dari sampah anoranik diantaranya; a) Lingkungan jadi kotor. Sampah anorganik kerap ditemukan menumpuk di tanahkosong dekat permukiman. Hal ini bikin pemandangan tidak sedap dan lingkungan jadi berbau b) Sebabkan banjir. Sampah yang menumpuk di selokan atau Sungai berpotensi sebabkan banjir karena menghambat aliran air c) Sumber penyakit. Lingkungan yang kotor merupakan tempat favorit kuman penyebab penyakit 2) Manfaat Sampah Anorganik bagi Rumah Tangga Tentu tidak ingin tinggal di lingkungan yang kotor dan tercemari sampah. Langkah sederhana yang bisa dilakukn untuk menghindari ini adalah dengan
memanfaatkan ulang sampah anorganik di rumah. Coba perhatikan lagi, di rumah, kemungkinan ada banyak benda yang terbuat dari bahan-bahan yang sulit terurai. Daripada langsung dibuang dan jadi sampah anorganik, kitab bisa memanfaatkan untuk kebutuhan lain. Contoh manfaat sampah anorganik untuk rumah tangga: a) Digunakan Kembali (Reuse) Botol plastic atau kaca bisa digunakan lagi sebagai wadah, tempat serbaguna, media tanam hingga pot tanaman. Kita bisa mengubah bentuknya atau menghiasinya agar terlihat lebih menarik. Jadi tidak perlu beli wadah atau pot tanaman baru b) Dibikin kerajinan Botol plastic dan kemasan palstik ataupun kertas bisa diubah menjadi kerajinan tangan. Saset kopi, shampoo, sbaun mandi, sabun cuci piring, detergen, misalnya bisa dikrasikan menjadi tote bag, tempat pensik, gelang, kolase hiasan dinding, bunga plastic, dan lain-lain. c) Menghemat biaya Membawa botol minuman sendiri setiap bepergian bisa menekan dorongan untuk jajan minuman. Membiasakan menggunakan Kembali barang-barang yang masih layak pakai juga mencegah konsumtif membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting. Kita pasti pernah mendengar atau baca berita tentang Indonesia sebagai negara penghasil sampah plastic terbesar di dunia. Ini tentu saja bukan berita baik. Setelah mengetahui berbagai manfaat sampah anorganik, mari kita ikut mengurangi penghasilan sampah plastic atau sampah anorganik di rumah. Pilah sampah organic dan aorganik di rumah dan ubah sampah organic menjadi kompos. Hindari juga menggunakan barang-barang yang sifatnya sekali pakai (disposable). Pilih produk kebersihan ramah lingkungan misalnya yang kemasannya dibuat dari bahan daur ulang, seperti Rinso Detergen kemasan pouch dan Wipol pembersih kemasan botol. Tak lupa, ajak anak berkreasi menggunakan sampah anorganik dan biasakan menggunakan Kembali barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan. Semua itu perlu dilakukan demi mewujudkan clean future dan kelestarian bumi kita di masa depan. Scan Kode QR Berikut ! https://www.cleanipedia.com/id/kepedulianlingkungan/manfaat-sampah-anorganik.html
4. Aktivitas II. 7. 8 A. Lembar Kerja Murid 1) Tulislah jenis sampah anorganik yang kalian temukan dan rencana pemfaatannya ! Nama : Kelas : No. Jenis sampah anorganik Sample sampah Dapat di manfaatkan 1 2 3 2) Menuliskan kesimpulan banyaknya sampah anorganik yang telah ditemukan Saya banyak menemukan sampah anorganik jenis…………………………. Rencana mau dimanfaatkan sebagai…………………………. B. Asesmen Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/SubElemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Mampu memanfaatkan sampah anorganik sesuai kebutuhan sebagai implementasi bahawa kebersihan adalah Sebagian dari iman 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Mampu berkerjasama dalam mengkalsifikasikan jenis sampah anorganik Keterangan: SB : Sangat Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang
5. Aktivitas II. 9. 10 A. Lembar Kerja Murid 1) Tulislah ide aksi pemanfaatan sampah anorganik Nama : Kelas : 1) Tulislah ide aksi yang akan dilakukan dalam pemecahan isu permasalahan Hidup Berkelanjutan ! 2) Tulislah langkah-langkah ide aksi yang akan dilakukan dalam pemecahan isu permasalahan Hidup Berkelanjutan ! 3) Tulislah alasan pemilihan ide aksi yang akan dilakukan dalam pemecahan isu permasalahan Hidup Berkelanjutan ! 4) Tulislah alat dan bahan yang dibutuhkan dalam mengaplikasikan ide aksi yang akan dilakukan dalam pemecahan isu permasalahan Hidup Berkelanjutan ! B. Asesmen Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/SubElemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Mampu memanfaatkan akal untuk berpikir secara positip dalam menyelesaikan isu permasalahan Hidup Berkelanjutan 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Mampu bekerjasama dalam menyusun ide aksi yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan sampah anorganik Keterangan: SB : Sangat Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang
6. Aktivitas II. 11 A. Lembar Kerja Murid 1) Tulislah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menunjang berlangsungnya kegiatan aksi nyata yang akan dilakukan Nama : Kelas : Rencana dalam melakuan ide aksi yang dibutuhkan …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… ………………… 2) Latar belakang pemilihan ide aksi……………… 3) Tujuan pemilihan ide aksi ………………. B. Asesmen Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/SubElemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Bersyukur masih bisa menghirup udara yang segar 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Mampu bekerjasama dalam mempersentasikan ideide aksi nyata yang akan dilakukan Keterangan: SB : Sangat Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang
7. Aktivitas III. 12 A. Lembar Kerja Murid 1) Tulislah rencana kegiatan dalam mengaplikasikan Strategi dan inovasi dalam melatih diri menjadi bagian dari solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan Nama : Kelas : Rencana kegiatan: 1. 2. 3. B. Asesmen Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/SubElemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Bersyukur, diberi kesehatan untuk melaksanakan kegiatan dalam mengaplikasikan strategi dan inovasi dalam melatih diri menjadi bagian dari solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Mampu bekerjasama dalam menentukan rencana kegiatan dalam mengaplikasikan strategi dan inovasi dalam melatih diri menjadi bagian dari solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan Keterangan: SB : Sangat Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang
8. Aktivitas III. 13 A. Lembar Kerja Murid 1). Tulislah rencana kegiatan dalam mengaplikasikan Strategi dan inovasi dalam melatih diri menjadi bagian dari solusi terhadap isu Gaya Hidup Berkelanjutan Nama : Kelas : Rincian kegiatan: 1. 2. 3. C. Asesmen Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/SubElemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Bersyukur, diberi kesempatan bisa bekerjasama dengan baik 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Mampu bekerjasama dalam melaksanakan aksi nyata Keterangan: SB : Sangat Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang 9. Aktivitas III. 14 A. Lembar Kerja Murid 1). Melengkapi Jurnal Kegiatan Nama : Kelas : Rincian kegiatan: 1. 2. 3. 4 5 Dst
B. Asesmen Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/SubElemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Bersyukur, bisa memanfaatkan sampah sekitar 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Ada perkembangan pada hasil kara proyek Keterangan: SB : Sangat Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang 10. Aktivitas III. 15. 16 A. Lembar Kerja Murid 1). Tulislah jurnal kegiatan dalam menemukan ide pemecahan isu Hidup Berkelanjutan ! B. Asesmen Nama : Kelas : No. Dimensi/Elemen/SubElemen Indikator yang diamati SB BSH MB BB 1 Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berkhlak Mulia/Akhlak kepada Alam/Menjaga Alam sekitar Bersyukur, lingkungan sekitar menjadi bersih 2 Gotong Royong/Kepedulian/Tanggap terhadap Lingkungan Sosial Melaksanakan kegiatan proyek dengan tertib Keterangan: SB : Sangat Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang
UMPAN BALIK DARI REKAN PENDIDIK Nama : Latar Belakang : 1. Apakah asessment yang dibuat sudah sesuai untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran ? Jawaban : ………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… 2. Apakah kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan asesmen dan tujuan pembelajaran? Jawaban : ………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… UMPAN BALIK DARI REKAN PENDIDIK Nama : Latar Belakang : 1. Apakah asessment yang dibuat sudah sesuai untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran ? Jawaban : ………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… 2. Apakah kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan asesmen dan tujuan pembelajaran? Jawaban : ………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………