i Universitas Negeri Medan
ii Prakata Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME karena atas rahmat dan karunia-Nya buku Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IV ini dapat diselesaikan. Ilmu Pengetahuan Alam adalah mata pelajaran yang berkaitan dengan mengetahui alam secara sistematis. IPA bukan hanya kumpulan pengetahuan yang berupa fakta fakta, konsep-konsep, atau prinsip- prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Tantangan mempelajari bidang keilmuan IPAS senantiasa berkembang dari waktu ke waktu yang tentunya memengaruhi cara belajar peserta didik. Buku ini mengelaborasikan pemahaman-pemahaman esensial dengan ragam aktivitas yang diharapkan mampu menstimulus keingintahuan peserta didik terhadap topik-topik seputar fenomena alam dan sosial di sekitarnya, sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar lebih lanjut secara mandiri. Semoga buku ini dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam membantu peserta didik mencapai kompetensinya sehingga berdampak terhadap kemajuan pendidikan IPAS tingkat dasar di Indonesia. Penulis menantikan kritik dan masukan yang membangun untuk perbaikan buku ini di masa yang akan datang. Medan, Maret 2023 Penulis
iii Daftar Isi Prakata ................................................................................................................. ii Dafta Isi ................................................................................................................iii Bab 1: Tumbuhan, Sumber Kehidupan Bumi............................................................ 1 A. Bagian Tumbuh Tumbuhan................................................................................. 2 B. Fotosintesis ..................................................................................................... 10 B. Perkembangbiakan Tumbuhan.......................................................................... 12 Bab 2 : Rangka Manusia....................................................................................... 15 A. Struktur Rangka Manusia.................................................................................. 16 B. Perawatan Rangka dalam Kehidupan Sehari-hari................................................ 18 Bab 3 : Sifat dan Perubahan Wujud Benda ............................................................ 20 A. Sifat Benda...................................................................................................... 21 B. Perubahan Wujud Benda .................................................................................. 24 C. Sifat Bahan dan Kegunaannya .......................................................................... 26 Daftar Pustaka..................................................................................................... 27
1 Bab 1 Tumbuhan, Sumber Kehidupan Bumi Tumbuhan berperan sebagai sumber makanan bagi manusia danhewan. Juga berperan penting dalam ketersediaan udara yang kita hirup untuk bernapas. Bisa dibilang tumbuhan sangat penting keberadaannya di Bumi. Tumbuhan sangat penting keberadaannya di bumi. Sebagai generasi penerus kita sudah sepatutnya menjaga dan melestarikan alam sekitar. Tumbuhan sangat berperan penting bagi makhluk hidup lain karena tumbuhan menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen sebagai hasil dari fotosintesis, hal ini yang diperlukan makhluk hidup lain untuk bernafas. Selain itu tumbuhan menjadi sumber pangan untuk makhluk hidup lain.
2 A. Bagian Tubuh Tumbuhan Sama seperti anggota tubuh kita, bagian tubuh tumbuhan juga memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Mengenal Akar Lebih Jauh Akar adalah bagian yang penting bagi tumbuhan. Jika akar dipotong, maka tumbuhan tidak bisa mengambil nutrisi dari dalam tanah danakan mati. Ada 2 jenis akar pada tumbuhan yaitu akar serabut dan akar tunggang. Kalian bisa melihat perbedaannya?
3 Akar juga bisa menjadi tempat menyimpan cadangan makanan tumbuhan seperti wortel. Tanaman wortel memiliki jenis akar tunggang. Tanaman ini menyimpan cadangan makanan di dalam akar. Lalu, bagaimana jika cadangan makanan disimpan di akar serabut?Jadinya akan seperti tanaman singkong. Setiap akar cabang pada akar serabut akan tumbuh besar menjadi singkong.
4 Daun Daun tumbuhan umumnya berwarna hijau karena di dalamnya terdapat zat warna hijau daun atau klorofil. Zat warna hijau daun ini yang menyebabkan daun dapat mengabsorpsi energi cahaya dan menghasilkan gula dalam proses fotosintesis. Jadi, tumbuhan yang mengandung zat hijau daun dapat membuat makanan sendiri. Bagaimana dengan tumbuhan yang tidak mengandung zat hijau daun? Apakah dapat membuat makanan sendiri? Beberapa tumbuhan ada yang tidak dapat membuat makanan sendiri, di antaranya adalah tali putri. Makanan untuk tumbuhan ini berasal dari tumbuhan lain. Fungsi daun sebagai berikut : Untuk Fotosintesis Penguapan air Pengeluaran air berupa tetesan air Pertukaran oksigen dan karbon dioksida (alat pernafasan pada tumbuhan) Batang Tumbuhan selain memiliki akar juga memiliki batang. Pada umumnya batang tumbuh menuju cahaya matahari sehingga batang tumbuhnya berlawanan dengan akar. Air dari tanah akan masuk ke dalam tanaman melalui akar, kemudian air akan diangkut dari akar ke daun melalui batang sehingga daun tanaman akan segar. Batang berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun dan tunas. Pada batang, tumbuh tunas-tunas cabang dan ranting. Daun, bunga, dan
5 buah tumbuh di cabang dan ranting batang tersebut. Ada juga daun, bunga, dan buah yang tumbuh pada batang. Batang tanaman bentuknya bermacam-macam. Batang dapat dikelompokkan menjadi batang berkayu, batang rumput, dan batang basah. a) Batang Berkayu Batang berkayu umumnya keras pohonnya banyak yang tinggi dan besar, maka kayunya ada yang digunakan untuk membuat perabot, seperti lemari, meja bahkan untuk perahu. Batang berkayu memiliki kambium yang berfungsi membentuk kayu dan kulit kayu. Contohnya, pohon jati, mangga, dan jambu. b) Batang Rumput
6 Batang rumput tidak berkayu, beruas-ruas, dan berongga, contohnya batang padi, jagung, dan rumput- rumputan. Batang rumput adalah batang yang tidak keras. Selain itu batang rumput juga memiliki ruas-ruas yang nyata dan sering sekali berongga. Tumbuhan dengan batang rumput umumnya pendek. c) Batang Basah Batang basah mudah dipotong, batangnya tidak keras dan berair. Tumbuhan dengan batang basah umumnya pendek, tidak setinggi pohon kayu. Contohnya: pohon pisang, bayam, pacar air, kangkung. Batang tumbuhan dapat pula dikelompokkan menjadi batang bercabang, lurus, dan berongga. Kegunaan batang adalah sebagai berikut. a. Pengangkut air dan mineral dari akar ke daun, buah, dan bunga. b. Pengangkut zat makanan dari daun ke akar. c. Tempat tumbuhnya daun, bunga, dan buah. d. Tempat menyimpan cadangan makanan (seperti pada kentang dan tebu). Bunga Tumbuhan berbiji selain memiliki akar, batang, dan daun juga memiliki bunga. Alam ini sangat indah dan nyaman jika tanaman sedang berbunga. Bunga merupakan bagian yang penting bagi pembuahan.
7 Bunga adalah bagian tanaman untuk menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Bunga adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga. Pada bagian bunga, terdapat dua organ reproduksi yaitu putik dan benang sari. Bunga dapat muncul secara tunggal maupun bersama-sama dalam satu rangkaian. \ Bunga memiliki warna yang beraneka ragam. Bunga juga ada yang berbau dan tidak berbau. Bunga yang lengkap terdiri atas beberapa bagian, yaitu: tangkai bunga, kelopak, mahkota, putik, dan benang sari. Fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut. 1) Tangkai bunga merupakan penghubung batang dengan bunga. Air dan mineral dari akar sampai ke bunga melalui batang dan tangkai bunga. 2) Kelopak bunga, berfungsi untuk membungkus mahkota bunga ketika bunga masih kuncup. 3) Mahkota bunga merupakan perhiasan bunga yang berwarna indah, berfungsi untuk menarik serangga. 4) Putik dan benang sari terletak pada mahkota bunga. Putik merupakan alat kelamin betina, sedangkan benang sari alat kelamin jantan.
8 Fungsi utama bunga adalah untuk membentuk biji agar tanaman dapat ditanam kembali sehingga keturunannya jadi bertambah banyak. Buah dan Biji Buah (Fructus) adalah organ pada tumbuhan berbunga yangmerupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Sedangkan biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Buah terdiri atas daging buah dan biji. Biji merupakan hasil dari pembuahan. Salah satu fungsinya adalah buah menjadi tempat penyimpanan cadangan makanan. Selain itu, buah menjadi tempat di mana biji berlindung dari lingkungan luar karena biji sendiri memiliki peranan yang penting. Biji dapat membantu kelangsungan hidup dari tumbuhan tersebut dengan melakukan proses pengembangbiakan yang terjadi akibat penyerbukan antara serbuk sari dan putik. Buah adalah bagian yang melapisi biji, biji adalah bagian di dalam buah. secara singkat, biji berfungsi sebagai bakal calon tumbuhan baru, sementara buah berguna untuk melindungi biji. Berdasarkan jumlah keping bijinya, tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang jumlah keping bijinya hanya satu, sedangkan tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang keping bijinya berjumlah dua. Selain dari jumlah keping bijinya, tumbuhan monokotil dan dikotil juga memiliki beberapa perbedaan yang dapat dilihat langsung secara morfologis. Perbedaan monokotil dan dikotil tersebut dapat kita amati dari akar, batang, daun, bunga, hingga klasifikasinya. Perbedaan Monokotil dan Dikotil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.
9 PERBEDAAN MONOKOTIL DIKOTIL Biji Berkeping 1 sehingga tidak membelah saat berkecambah Berkeping 2 sehingga membelah saat berkecambah Akar Serabut Tunggang Batang Tidak bercabang dan tidak memiliki kambium Bercabang dan memiliki kambium Daun Memanjang layaknya pita dengan tulang daun yang sejajar Melebar dengan tulang daun yangmenyirip atau menjari Bunga Jumlah kelopak 3 atau kelipatannya Jumlah kelopak 2, 4, dan 5 atau kelipatannya Berkas pengangkut Tersebar Teratu Kalsifikasi monokotil dan dikotil beserta contoh : NO MONOKOTIL DIKOTIL 1 Graminae, contohnya jagung dan padi Euphorbiaceae, contohnya karet dan singkong 2 Palmae, contohnya kelapa dan pinang Leguminoceae, contohnya kacang kedelai dan kacang tanah 3 Musaceae, contohnya pisang Solanaceae, contohnya terong dan tomat 4 Orchidaceae, contohnya anggrek Myrtaceae, contohnya jambu 5 Zingiberaceae, contohnya jahe Compositae, contohnya bunga matahar
10 B. Fotosintesis Adanya fotosintesis membuat makhluk hidup bisa bernapas dan makan. Inilah yang membuat tanaman menjadi sangat penting di Bumi ini. Manusia dan hewan bergantung kepadanya. Semua tumbuhan yang kita makan bisa kita nikmati karena adanya proses fotosintesis. Agar sayur tumbuh besar dan siap dipanen, tanaman harus tumbuh besar terlebih dahulu. Hal ini tidak akan terjadi jika tanaman tidak melakukan fotosintesis.
11 Mengamati Fotosintesis Alat dan bahan: 1) gelas atau mangkok bening 1 buah; 2) daun segar 1 lembar; 3) air. Cara Kerja: 1) Petiklah 1 lembar daun segar yang ada di sekitar halaman sekolah kalian. 2) Simpanlah daun segar ke dalam gelas bening. 3) Isi gelas dengan air sampai daun terendam. 4) Simpan gelas di bawah sinar matahari. 5) Diamkan selama 15-30 menit. 6) Diskusikanlah pertanyaan berikut setelah kalian selesai melakukan percobaan. a) Apa yang terlihat pada daun? b) Apa kaitan percobaan ini dengan proses fotosintesis? Pentingnya Fotosintesis Adanya fotosintesis membuat makhluk hidup bisa bernapas dan makan. Inilah yang membuat tanaman menjadi sangat penting di Bumi ini. Manusia dan hewan bergantung kepadanya. Semua tumbuhan yang kita makan bisa kita nikmati karena adanya proses fotosintesis. Agar sayur tumbuh besar dan siap dipanen, tanaman harus tumbuh besar terlebih dahulu. Hal ini tidak akan terjadi jika tanaman tidak melakukan fotosintesis. Menurut kalian, apakah hewan dan manusia bisa makan jika tanaman tidak melakukan fotosintesis? Salah satu fungsi utama fotosintesis adalah menghasilkan glukosa atau zat makanan. Glukosa dibutuhkan tumbuhan, hewan, dan manusia sebagai sumber makanan. Hal ini menjadikan fotosintesis sangat berperan penting bagi makhluk hidup.
12 C. Perkembangbiakan Tumbuhan Apakah tumbuhan di hutan ditanam oleh manusia? Jika tidak, lalu bagaimana tumbuhan bisa tumbuh tersebar di mana-mana? Siapa yang menanamnya? Bagaimana cara tumbuhan berkembang biak dan memperbanyak jenisnya? a) Proses Penyerbukan Bunga Sempurna dan Tidak Sempurna Benang sari dan putik adalah alat perkembangbiakan tumbuhan. Benang sari dan putik bisa terletak dalam 1 bunga yang sama. Ini dinamakan bunga sempurna. Namun, ada bunga yang benang sari dan putik terpisah dalam bunga yang berbeda. Ini disebut bunga tidak sempurna.
13 Contoh bunga sempurna adalah bunga stroberi dan bunga kembang sepatu. b) Penyebaran Biji Tanaman tidak bisa berpindah tempat seperti kita dan hewan. Penyebaran biji adalah pergerakan biji tumbuhan dari induknya untuk menjadi individu baru. Macam-macam proses penyebaran biji pada tanaman yaitu melalui perantara seperti air, angin, hewan dan manusia. Penyebaran biji dengan perantara hewan dapat dilakukan seperti oleh burung, serangga, mamalia, dan kelelawar. Penyebaran biji merupakan proses yang terjadi setelah pembuahan dan bakal biji menjadi bakal biji.
14 Ada juga cara perkembangbiakan tumbuhan secara buatan. Cara ini dikembangkan manusia dengan ilmu dan perkembangan teknologi yang dimilikinya, yaitu dengan cara cangkok dan setek 1) Cangkok Mencangkok adalah salah satu cara pembiakan tanaman dengan menguliti bagian cabang tanaman dan membungkusnya dengan media yang biasanya berupa tanah dengan bantuan plastik maupun sabut kelapa. Proses ini akan berhasil jika muncul akar dan sudah banyak. 2) Setek Keuntungan dengan perkembangbiakan buatan adalah kita bisa menghemat waktu. Hal ini karena kita tidak menanam langsung dari biji, namun dari batang yang sudah tumbuh, bahkan sudah berbuah. Ini akan menguntungkan bagi para petani buah.
15 Bab 2 Rangka Manusia Suatu kebesaran Tuhan sebagai Maha Pencipta sehingga manusia mempunyai rangka yang terdiri dari berbagai jenis tulang yang bentuknya bermacam-macam. Tulang ada yang berbentuk pipih, pendek, dan panjang. Apa yang terjadi jika manusia tidak memiliki rangka? Rangka merupakan alat gerak pasif dalam tubuh manusia, karena sifatnya hanya sebagai tempat melekatnya otot. Fungsi rangka di antaranya memberi postur tubuh, melekatnya otot, pelindung organorgan bagian dalam yang lunak, bekerja secara simultan dengan otot dan sistem saraf. Rangka menjaga tubuh tetap tegak dan menyediakan kerangka kerja untuk pelekatan otot dan jaringan. Rangka yang sempurna memberikan bentuk yang benar untuk tubuh manusia. Tulang rangka melindungi organ dalam dan mengurangi risiko cedera akibat benturan.
16 A. Struktur Rangka Manusia a) Rangka Kepala Rangka kepala dikenal dengan nama tengkorak. Rangka tulang kepala berbentuk bulat, disusun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipih. Tulang-tulang ini bersatu membentuk sendi, tetapi tidak dapat digerakkan. Tulangnya keras, gunanya untuk melindungi otak. Otak merupakan bagian tubuh manusia yang amat penting dan sangat lunak. b) Rangka Badan
17 Ruas-ruas tulang belakang. Sambungan antar tulang ini dapat digerakkan. Coba gerakkan tubuhmu ke depan atau membungkuk ke depan, atau gerakkan tubuhmu ke pinggir. Kamu dapat membungkukkan tubuhmu karena adanya tulang-tulang belakang. Tulang dada. Sambungan tulang-tulang ini tidak dapat digerakkan. Tulang-tulang rusuk. Sambungan tulang-tulang ini dapat digerakkan. Tulang rangka badan ada yang berbentuk pipih, misalnya pada tulang rusuk dan belikat. Ada juga yang bentuknya pendek, misalnya pada ruas-ruas tulang belakang. Rangka badan membentuk rongga dada sehingga berfungsi untuk melindungi paru-paru, jantung, hati, dan lambung. c) Rangka Anggota Gerak Bentuk rangka tangan dan rangka kaki yang memanjang disusun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipa dan keras. Masing-masing tulang dihubungkan dengan sendi sehingga dapat bergerak. Gerakan pada tangan dan kaki berbeda-beda.
18 B. Perawatan Rangka dalam Kehidupan Sehari-hari Semua orang ingin hidup normal dan sehat. Masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan tulang tubuhmu. Agar pertumbuhan rangka tubuhmu baik, perhatikan hal-hal berikut ini. a. Ketika berjalan, duduk, dan berdiri bersikap tegap. b. Sebaiknya tidurlah dengan telentang, jangan membiasakan diri c. tidur dengan cara menggulung atau tengkurap. d. Berolahraga dengan teratur karena baik untuk membantu e. pertumbuhan rangka tubuhmu. f. mengangkat benda sesuaikan dengan kemampuan tenagamu. g. Makan makanan yang bergizi. Badan kita bisa dibungkukkan dan bisa diluruskan karena tulang kita dihubungkan oleh sendi-sendi. Tubuh yang tegap dan kuat akan tampak gagah. Kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat memengaruhi struktur rangka tubuhmu. Kebiasaan sikap tubuh yang baik akan membentuk rangka tubuh yang baik. Coba perhatikan gambar cara duduk berikut ini. Manakah cara duduk yang benar? Cara duduk yang terus-menerus membungkuk mengakibatkan tulang belakang melengkung. Peragakan olehmu cara duduk yang benar. Bagaimana cara berdiri yang benar? Berdiri tegap dengan dada sedikit dibusungkan ke depan, tetapi jika berdiri dengan cara membungkuk, dadanya tidak tegap.
19 Selain cara duduk dan cara berdiri harus benar, kita juga harus memerhatikan kebiasaan cara tidur. Bagaimana cara tidur yang baik? Perhatikan gambar di bawah ini!
20 Bab 3 Sifat dan Perubahan Wujud Benda Pernahkah kamu mengamati lilin menyala. Lilin yang berwujud padat akan meleleh kena api dan membeku lagi. Lama-kelamaan lilin akan habis. Mengapa lilin habis? Benda ada yang berwujud padat, cair, dan gas. Masing-masing wujud dapat mengalami perubahan. Benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibuat berdasarkan sifat benda. Perubahan wujud benda adalah salah satu bentuk terjadinya gejala perubahan pada suatu benda menjadi berbeda wujud dari sebelumnya, baik ukuran, bentuk, warna, dan aroma atau bau nya yang berubah. Pada dasarnya, wujud benda dapat dibagi menjadi tiga yaitu cair, padat, dan gas. Nah, ketiga wujud tersebut dapat mengalami perubahan dengan berbagai cara berbeda yang meliputi; mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal.
21 A. Sifat Benda 1) Benda Padat Sifat benda padat, bentuk dan ukurannya tetap walaupun tempatnya dipindah-pindahkan. Benda padat mempunyai berat. berat benda berbeda-beda bergantung pada jenis benda padat tersebut. Berat benda yang, misalnya dari besi, makin besar ukurannya makin berat benda tersebut. Namun, berat atau ringan suatu benda tidak hanya ditentukan oleh besar atau kecil benda itu. Berat benda bergantung pula pada jenis benda padat tersebut. Contohnya bola plastik lebih ringan daripada bola sepak walaupun ukurannya sama. Dari uraian ini dapat disimpulkan ‘Benda padat memiliki berat bergantung pada jenis dan ukurannya’. Seperti Apa Karakter Benda Padat? Supaya kalian lebih paham dan mengerti tentang apa itu padat, cair, dan gas, yuk coba lakukan aktivitas berikut ini! Alat dan bahan: 1. batu/kayu/besi; 2. kertas; 3. botol plastik; 4. plastisin. Langkah Percobaan: 1. Ambillah batu/kayu/besi/kelereng lalu coba tekan kemudian amati: apakah ada perubahan bentuk?
22 2. Ambillah kertas, kemudian coba robek/gunting kertas/ karton tersebut. Kemudian amati : apakah ada perubahan bentuk? Menurut kalian apakah kertas atau karton itu bisa menjadi bentuk semula ? 3. Ambillah botol plastik kemudian remas botol tersebut dan cobalah untuk mengembalikannya menjadi seperti bentuk semula. Apakah hal itu mungkin untuk dilakukan? 4. Ambil plastisin, lalu tekan hingga berubah bentuk. Setelah itu cobalah membuat bentuk benda yang kalian suka menggunakan plastisin! 2) Benda Cair Benda cair mempunyai sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan benda padat. benda cair bentuknya selalu berubah sesuai dengan. Jika air makin banyak, beratnya pun bertambah. Demikian pula minyak. Maka, benda cair mempunyai berat, dan berat benda cair bergantung pada volumenya jadi dapat disimpulkan bahwa benda cair memiliki berat, permukaan selalu datar, mengalir ke tempat yang rendah, dan menekan ke segala arah. . 3) Benda Gas Gas udara merupakan campuran berbagai gas yang menyelimuti bumi. Gas dapat dikenali berdasarkan sifat-sifatnya misalnya memiliki bentuk, yaitu gas mengikuti bentuk tempatnya, gas juga mempunyai berat, dan gas juga dapat menekan dan memuai, bentuk gas juga mengikuti bentuk tempatnya.
23 B. Perubahan Wujud Benda A. Membeku dan Mencair Es merupakan benda padat yang dapat berubah menjadi air yang berwujud cair. Perubahan wujud benda cair disebut mencair. Sebaliknya, perubahan wujud dari benda cair menjadi benda padat disebut membeku. B. Menguap dan Mengembun Air jika dipanaskan akan berubah wujud dari bentuk cair ke bentuk gas atau dikenal sebagai uap air. Perubahan ini disebut menguap. Coba amati dinding gelas bagian luar. Pada saat gelas berisi air es, pada dinding gelas terjadi titik-titik air. Titik-titik air berasal dari udara yang berwujud gas berubah menjadi cair. Perubahan ini disebut mengembun. Embun itu berasal dari uap air yang ada di udara. Pada malam hari, suhu udara sangat dingin sehingga uap air berubah wujud menjadi titik-titik air yang disebut embun. Ketika matahari semakin tinggi dan suhu udara mulai panas, embun itu menguap kembali.
24 C. Menyublim Kapur barus atau kamper adalah benda padat. Jika kita menyimpan kamper pewangi di ruangan atau kamar mandi, lama-kelamaan akan habis. Ke mana kamper tersebut? Kamper berubah menjadi gas. Buktinya kita dapat merasakan harumnya. Perubahan dari kamper yang padat menjadi gas disebut peristiwa menyublim. Dari uraian di atas perubahan wujud dapat kembali ke semula disebut mencair, membeku, menguap, mengembun, dan menyublim. Bagan perubahan wujud tersebut dapat ditulis sebagai berikut. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan-perubahan wujud benda tersebut adalah perubahan suhu. Contoh perubahan wujud yang dapat diamati sehari-hari, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
25 C. Sifat Bahan dan Kegunaannya Untuk membuat bermacam-macam benda, sifat bahan yang dipakai harus sesuai dengan kegunaan benda tersebut. Beberapa sifat bahan dengan kegunaannya tertera pada tabel berikut ini.
26 Daftar Pustaka Devi, P. K., & Anggraeni, S. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Fitri, A., Rasa, A. A., Kusumawardhani, A., Nursya'bani, K., Fatimah, K., & Setianingsih, N. I. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD kelas IV. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Bdan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementrian Penddikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Marta, N. (2017, Desember Jumat). Perbedaan Monokotil dan Dikotil dalam Tabel dan Gambar. Diambil kembali dari Utakatikotak: https://www.utakatikotak.com/Perbedaan-Monokotil-dan-Dikotil-dalam-Tabeldan-Gambar/kongkow/detail/9370 Rossalia, D. (2010). Buku Poket Pintar SD Kelas 4, 5, dan 6. Cianjur, Jakata Selatan: KAWAHmedia.
27