I
II TIM PENYUSUN apt. Suci Hanifah, Ph.D Dr. apt. Vitarani Dwi Ananda Ningrum apt. Chynthia Pradiftha Sari, M.Sc Buku Panduan Praktik Asuhan Kefarmasian Program Studi Farmasi Program Magister Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta 55584 Telp : (0274) 895920 ekstensi 3049 Faksimili : (0274) 896439 Email : [email protected] Website : pharmacy.UII.ac.id/master
III KATA PENGANTAR Praktik asuhan kefarmasian adalah suatu bentuk pembelajaran praktik bagi mahasiswa magister farmasi bergelar apoteker minat farmasi klinik yang akan mendalami ilmu bidang pelayanan farmasi khususnya bidang farmasi klinik. Berdasarkan kurikulum Program Studi Farmasi Program Magister UII Tahun 2021, PAK diselenggarakan di luar program studi yaitu di Rumah Sakit mengikuti standar penyelenggaraan pembelajaran di luar program studi di lingkungan Universitas Islam Indonesia yang tercantum pada Peraturan Rektor Universitas Islam Indonesia no 19 tahun 2020 dan standar penjaminan mutu internal (SPMI) tentang pembelajaran yang telah ditetapkan. Panduan ini digunakan sebagai bentuk penetapan pada sistem penjaminan mutu dalam melakukan perencanaan, dan pelaksanaan praktik asuhan kefarmasian (PAK) termasuk dalam penyusunan modul PAK. Selain itu, panduan ini juga menjadi acuan bagi koordinator PAK, dosen pembimbing, mahasiswa maupun preseptor dalam menjalankan sistem mutu terkait PAK. Rencana pembelajaran yang lebih spesifik termasuk bahan kajian dan capaian pembelajaran dari masing-masing PAK dirancang dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) masing-masing PAK. Semoga panduan ini membantu ketercapaian tujuan pembelajaran pelaksanaan PAK. Selamat berpraktik! Ketua Program Studi Farmasi Program Magister Dr. apt. Asih Triastuti, M.Pharm.
IV DAFTAR ISI TIM PENYUSUN................................................................................................II KATA PENGANTAR ..........................................................................................III DAFTAR ISI .................................................................................................... IV DAFTAR TABEL ................................................................................................V I. PENDAHULUAN.............................................................................................1 1.1 LATAR BELAKANG ............................................................................1 1.2 DEFINISI PAK ...................................................................................1 1.3 TUJUAN PAK.....................................................................................1 1.4 ACUAN PENYUSUNAN.......................................................................1 II. PRAKTIK ASUHAN KEFARMASIAN................................................................2 2.1. PERATURAN PAK ..............................................................................2 2.2. PELAKSANA PAK...............................................................................3 2.3. DESAIN PEMBELAJARAN .................................................................6 2.4. DESKRIPSI AKTIVITAS PAK.............................................................10 2.5. PELAKSANAAN PAK ........................................................................11 2.6. MONITORING PAK ..........................................................................16 2.7. EVALUASI DAN PENILAIAN PAK ......................................................16 2.8. PEMBIAYAAN PAK...........................................................................18 2.9. DOKUMEN PAK...............................................................................19 2.10. LOGBOOK ...................................................................................23 2.11. FORMULIR RUBRIK PENILAIAN PAK ............................................24 REFERENSI....................................................................................................25
V DAFTAR TABEL Tabel 1.Peran dosen dan preseptor dalam pelaksanaan PAK ....................... 5 Tabel 2. Desain aktivitas berdasarkan kompetensi farmasis klinik .............. 7 Tabel 3. Mata Kuliah PAK pada kurikulum Prodi Farmasi..........................12 Tabel 4. Bahan kajian dari masing-masing PAK .........................................13 Tabel 5. Rancangan Monitoring Proses Pembelajaran.................................16 Tabel 6. Metode Penilaian Praktik Asuhan Kefarmasian .............................17
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Panduan ini merupakan pedoman mahasiswa dalam melaksanakan praktik asuhan kefarmasian (PAK). Selain itu, bagi preseptor serta dosen pembimbing, dokumen ini menjadi panduan terkait proses pembimbingan dan asesmen capaian pembelajaran PAK. Panduan ini memuat standar pembelajaran melalui PAK yang menjadi bagian dari implementasi sistem mutu pendidikan di Program Studi Farmasi Program Magister UII. 1.2 Definisi PAK Definisi praktik asuhan kefarmasian atau disingkat PAK adalah kegiatan pendidikan bagi mahasiswa magister farmasi bergelar apoteker peminatan farmasi klinik dalam bentuk praktik pelayanan farmasi klinik sesuai standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit yang ditetapkan Kementerian Kesehatan terbaru. Metode pembelajaran PAK ini menekankan pada aktivitas berupa aplikasi seluruh aktivitas pelayanan apoteker di Rumah Sakit sebagai sarana untuk mencapai kompetensi bidang farmasi klinik baik dari aspek sikap, keterampilan umum, pengetahuan, dan keterampilan khusus. 1.3 Tujuan PAK Tujuan utama PAK yaitu menyelenggarakan program residensi bergelar untuk mahasiswa magister farmasi bergelar apoteker. Tujuan tambahan lain dari PAK adalah: 1. Memberikan pengalaman berpraktik dalam pelayanan bidang farmasi klinik di Rumah Sakit 2. Memberikan pengalaman mengaplikasikan pengetahuan dan ilmu kefarmasian dalam praktik asuhan kefarmasian di Rumah Sakit 3. Memberikan pengalaman pembelajaran lintas profesi dengan tenaga kesehatan lain di Rumah Sakit 1.4 Acuan penyusunan Acuan utama penyusunan modul PAK ini adalah Permendikbud No 3 tahun 2020 yang merupakan revisi dari Permenristekdikti no 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), PMK No 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit beserta petunjuk teknis tahun 2019, serta Clinical Pharmacy Competencies yang diterbitkan ACCP (American College Clinical Pharmacy) tahun 2017.
2 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER II. PRAKTIK ASUHAN KEFARMASIAN 2.1. Peraturan PAK 2.1.1.Tugas dan Kewajiban Peserta Selama PAK, mahasiswa akan: 1. Melakukan penelusuran riwayat terapi pasien menggunakan berbagai sumber data/informasi seperti rekam medik, pasien/keluarga, catatan perawat dan sumber database pasien lainnya untuk mencegah dan mengatasi permasalahan terkait pengobatan (MRPs Medication Related Problems) baik yang bersifat aktual maupun potensial menggunakan literatur valid dan terpercaya untuk mengoptimalkan hasil terapi obat 2. Mendiskusikan berbagai kasus pasien (minimal 2 kasus/minggu) dengan metode SOAP menggunakan panduan lokal/nasional/EBM valid terpercaya dengan preseptor/dokter penanggungjawab pasien sesuai jadwalnya secara mandiri/kelompok interprofesi di semua stase PAK 3. Menganalisis kasus rawat inap dalam visite harian bersama dengan apoteker, dokter, perawat dan tenaga kesehatan lain sebagai bagian dari pembelajaran IPE (Interprofessional Education) dengan bimbingan dari preseptor dan arahan dokter penanggungjawab pasien. 4. Mempresentasikan hasil asuhan kefarmasian sebanyak minimal 1 kasus/per minggu bersama dengan preseptor/co-preseptor/dokter penanggung jawab pasien dan atau dosen pembimbing 5. Memberikan informasi dan konseling obat kepada pasien dan atau keluarga pasien sesuai arahan preseptor menggunakan literatur valid dan terpercaya menggunakan teknik komunikasi yang sesuai 6. Memberikan informasi obat kepada para tenaga kesehatan atau penyuluhan kesehatan sesuai dengan arahan preseptor menggunakan literatur valid dan terpercaya menggunakan metode komunikasi yang sesuai 7. Melakukan monitoring efek samping obat (MESO) sesuai dengan arahan preseptor 8. Mempelajari praktik dispensing steril dan handling sitostatika di Rumah Sakit serta kebutuhan prasarana-sarana standar yang diperlukan 9. Melakukan pencatatan dan pelaporan segala bentuk unjuk kerja/ performa praktik asuhan kefarmasian yang dilakukan dalam bentuk portofolio sesuai dengan template yang telah disediakan 2.1.2.Tata Tertib Peserta Tata tertib ini disusun sebagai pedoman mahasiswa menjalani PAK sesuai dengan aturan yang ada di lingkungan rumah sakit maupun UII. Tata tertib ini mengatur mulai dari sebelum, selama kegiatan pembelajaran di lokasi PAK dan hingga kembali ke Jurusan Farmasi UII.
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 3 1. Sebelum Pembelajaran PAK a. Mahasiswa wajib mengikuti pembekalan yang diselenggarakan sebelum pemberangkatan. b. Mahasiswa telah menyelesaikan persyaratan administratif dan akademik (mengikuti pembekalan PAK secara lengkap) c. Mahasiswa telah menyiapkan dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan masing-masing manajemen RS institusi PAK d. Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan orientasi RS (bagi peserta di rumah sakit tertentu yang mensyaratkan) 2. Selama Pembelajaran PAK a. Selama kegiatan PAK di rumah sakit, mahasiswa menggunakan pakaian yang sesuai (jas profesi apoteker-warna kuning muda) atau sesuai ketentuan manajemen RS (bila ada) b. Menjaga nama baik pribadi, UII, dan institusi tempat PAK c. Mengikuti seluruh proses kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan d. Menyelesaikan semua tugas dan kewajiban PAK dengan sungguh-sungguh e. Mengisi logbook kegiatan harian sesuai template yang disediakan f. Setiap mahasiswa harus melaporkan dan mendiskusikan sedikitnya 2 kasus/minggu secara mandiri untuk setiap unit g. Mahasiswa mendiskusikan dan melaporkan kepada preseptor penanggungjawab terkait CPMK sesuai modul PAK yang telah dilaksanakan secara rutin h. Membina kerjasama yang baik antara sesama mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat di lingkungan instansi Rumah Sakit. i. Menyusun portofolio sebagai bentuk unjuk kerja/performa PAK dan mendapatkan pengesahan preseptor dan dosen pembimbing 3. Selama mengikuti PAK mahasiswa dilarang : a. Mencemarkan nama baik almameter dengan melakukan tindakantindakan tidak terpuji. b. Melanggar peraturan yang ada di tempat pembelajaran PAK. c. Pelanggaran terhadap tata tertib akan mendapatkan sanksi sesuai aturan disiplin mahasiswa d. Melanggar etika profesi 3. Setelah PAK a. Menyerahkan logbook dan portofolio ke Program Studi Magister Farmasi setiap pelaksanaan PAK di setiap Rumah Sakit berakhir sebagai syarat perolehan nilai akhir PAK. b. Mengisi formulir laporan selesai kegiatan 2.2. Pelaksanaan PAK Pelaksana PAK meliputi peserta mahasiswa, preseptor, tenaga kesehatan lain dan dosen pembimbing.
4 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER Peserta PAK adalah mahasiswa Magister Farmasi bergelar apoteker yang telah memenuhi persyaratan Preseptor adalah apoteker bergelar master farmasi klinik yang telah memenuhi kriteria dan ditugaskan sebagai instruktur/pembimbing klinis di rumah sakit Co-preseptor adalah profesi kesehatan lain yang bertugas menjadi pendamping dan atau menilai CPMK pembelajaran PAK Dosen pembimbing adalah Dosen Magister Farmasi bergelar minimal master farmasi klinik yang ditunjuk sebagai pembimbing dalam pelaksanaan PAK 2.2.1.Persyaratan mahasiswa PAK Syarat mengikuti praktik asuhan kefarmasian meliputi : a. Telah menempuh semua mata kuliah wajib dan mata kuliah asuhan kefarmasian (prasyarat formatif) b. Khusus untuk pelaksanaan PAK di luar negeri dipersyaratkan memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dibuktikan dengan tes wawancara 2.2.2.Kualifikasi Preseptor dan Co-preseptor Kualifikasi preseptor adalah sebagai berikut: 1. Apoteker bergelar minimal master farmasi klinik yang bekerja penuh waktu di lokasi PAK 2. Memiliki STRA, SIPA 3. Mendapatkan surat tugas/ditunjuk oleh pihak rumah sakit untuk menjadi pembimbing PAK. Kualifikasi co-preseptor 1. Dokter, atau tenaga kesehatan lain yang berpraktik di institusi lokasi PAK 2. Terlibat dalam pembimbingan/diskusi dan atau penilaian analisis kasus pasien 2.2.3.Kualifikasi Dosen Pembimbing Syarat dosen pembimbing PAK adalah sebagai berikut: 1. Berkualifikasi akademik minimal master farmasi klinik. 2. Dosen pembimbing PAK sudah bersertifikat sebagai pendidik 3. Berpengalaman mengajar paling sedikit 2 (dua) tahun. 2.2.4.Peran Dosen dan Preseptor Peran dosen dan preseptor dalam pelaksanaan PAK
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 5 Tabel 1.Peran dosen dan preseptor dalam pelaksanaan PAK Peran Dosen Pembimbing Peran Preseptor 1. Memberikan pembekalan materi dan soft skill. 2. Melakukan monitoring dan evaluasi (termasuk supervisi) dan memastikan pemenuhan CPMK pembelajaran PAK serta mendiskusikannya dengan preceptor 3. Mengikuti kegiatan diskusi/presentasi 4. Memberikan penilaian 5. Melakukan evaluasi ketercapaian capaian pembelajaran oleh mahasiswa sesuai stase bertugas dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas PAK kepada koordinator PAK dan pengelola program studi 1. Memberikan orientasi, jadwal, dan gambaran pelaksanaan PAK serta arahan aktivitas pelayanan farmasi klinik yang dapat dilakukan mahasiswa sesuai ketentuan 2. Menyediakan minimal 2 kasus/minggu tiap mahasiswa untuk didiskusikan bersama 3. Menyediakan model pembelajaran untuk aktivitas farmasi klinik yang dilakukan melalui observasi/unjuk kerja/dst 4. Memberikan model praktik kolaborasi apoteker dengan tenaga kesehatan lainnya 5. Melakukan pembimbingan dan umpan balik terhadap performa tiap mahasiswa pada seluruh aktivitas farmasi klinik selama menjalani pembelajaran PAK 6. Menyelenggarakan diskusi/presentasi bersama profesi kesehatan lain dan dosen pembimbing 7. Memberikan penilaian 8. Preseptor atau koordinator preseptor mengisi kuisioner kepuasan sebagai mitra pendidikan pada link yang tersedia 9. Preseptor atau koordinator preseptor mengisi kuisioner kepuasan layanan manajemen pada link yang tersedia 2.2.5.Rasio Preseptor: Mahasiswa dan Rasio Dosen: Mahasiswa Perbandingan jumlah atau rasio preseptor dan mahasiswa paling banyak adalah 1:4. Preseptor yang bertugas memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang ditetapkan.
6 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER 2.3. Desain Pembelajaran 2.3.1.Beban Belajar PAK Bobot pembelajaran PAK wajib sebesar 8 SKS dan PAK pilihan 2 SKS. PAK wajib meliputi bangsal penyakit dalam, bangsal anak, bangsal bedah. Sedangkan PAK pilihan meliputi stase unit perawatan intensif atau bangsal khusus untuk onkologi atau bangsal neurologi. Total minimal tatap muka PAK adalah 27200 menit atau 453 jam (10 SKS) atau 57 hari (8 jam perhari) atau sekitar 10 minggu. Catatan: Perhitungan pembelajaran 1 (satu) Satuan Kredit Semester pada proses pembelajaran berupa praktik kerja maupun magang adalah 170 (seratus tujuh puluh) menit per minggu per semester sesuai SN DIKTI tahun 2020. 2.3.2.Metode Pembelajaran Metode pembelajaran PAK menggunakan pendekatan experiential learning berbasis kasus pasien pasien (terutama rawat inap) dan kebutuhan layanan farmasi klinik di Rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit terbaru yang berupa: a. Pengkajian dan pelayanan resep b. Penelusuran riwayat penggunaan obat c. Rekonsiliasi obat d. Konseling e. Visite (pembelajaran bermetode IPE (Interprofessional Education) f. Pemantauan Terapi Obat (PTO) g. Monitoring Efek Samping Obat (MESO) h. PKOD atau yang sebanding dengan analisis kasus pasien rawat inap dengan penggunaan obat berkisar terapeutik sempit Serta aktivitas pelayanan farmasi klinik yang menjadi indikator proses pembelajaran tambahan yang menjadi kekhasan PAK Magister Farmasi UII, yakni: a. Penyediakan informasi terkait obat dan alkes dengan media informasi yang sesuai untuk kebutuhan para tenaga kesehatan RS atau kelompok pasien/keluarga menggunakan referensi valid dan terpercaya untuk aktivitas pelayanan farmasi klinik yang berupa PIO (Pelayanan Informasi Obat) dalam bentuk media digital yang berHAKI b. Pembelajaran dispensing steril melalui observasi dan group discussion oleh profesional kesehatan yang bertugas di rumah sakit c. Pembelajaran evaluasi penggunaan obat sebagai bagian dari peran Komite Farmasi dan Terapi Rumah Sakit melalui group discussion Secara komprehensif, jenis praktik farmasi klinik yang digunakan beserta rincian aktivitas maupun kompetensi yang dicapai tertera pada Tabel 2.
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 7 Tabel 2. Desain aktivitas berdasarkan kompetensi farmasis klinik berdasarkan ACCP Clinical Pharmacist Kompetensi Rincian aktivitas Metode Direct patient care 1. Kaji pasien, termasuk mengidentifikasi dan memprioritaskan masalah pasien dan kebutuhan terkait pengobatan. 2. Evaluasi terapi obat untuk kesesuaian, efektivitas, keamanan, kepatuhan, dan keterjangkauan. 3. Mengembangkan/memulai rencana terapeutik dan mengatasi masalah terkait pengobatan. 4. Tindak lanjut dan pemantauan hasil rencana terapeutik. 5. Berkolaborasi dengan anggota lain dari tim perawatan kesehatan untuk mencapai hasil terapi yang optimal di seluruh rangkaian perawatan. 6. Menerapkan pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab anggota tim perawatan kesehatan lainnya untuk perawatan pasien Desain: visite bersama atau visite mandiri dengan rekomendasi yang didiskusikan dengan preseptor, PTO, Pengkajian dan pelayanan resep, Penelusuran riwayat penggunaan obat, Rekonsiliasi obat, Konseling Pharmacotherapy knowledge 1. Mendemonstrasikan dan menerapkan pengetahuan mendalam tentang farmakologi, patofisiologi, dan tanda klinis, gejala, dan riwayat penyakit dan/atau gangguan serta farmakoterapi 2. Menemukan, mengevaluasi, menafsirkan, dan mengasimilasi bukti ilmiah/klinis dan informasi relevan lainnya dari literatur biomedis, klinis, epidemiologis, dan perilaku sosial. 3. Gunakan bukti ilmiah/klinis sebagai dasar pengambilan keputusan terapeutik. 4. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang setara dengan sertifikasi 5. Mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan Desain: PTO, PIO, visite Bersama/mandiri dengan rekomendasi yang didiskusikan dengan preseptor
8 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER farmakoterapi, termasuk sertifikasi ulang atau metode penilaian diri dan pembelajaran lain yang sesuai Systems-based care and population health 1. Menggunakan sistem yang ada di rumah sakit (SIM/asuhan farmasi klinis/diskusi antar tenaga kesehatan) untuk mengoptimalkan perawatan pasien individu dan populasi pasien. 2. Berpartisipasi dalam mengidentifikasi kesalahan berbasis sistem dan mengimplementasikan solusi. 3. Menyelesaikan masalah terkait pengobatan untuk meningkatkan kesehatan pasien/populasi 4. Menerapkan pengetahuan farmakoekonomi dan analisis risiko-manfaat untuk perawatan khusus pasien dan/atau berbasis populasi. 5. Berpartisipasi dalam mengembangkan proses untuk meningkatkan transisi perawatan. 6. Merancang proses peningkatan kualitas untuk meningkatkan penggunaan obat. Desain: Pengkajian dan pelayanan resep menggunakan SIM, Penelusuran riwayat penggunaan obat menggunakan emedical record, rekonsiliasi, PIO, EPO Komunikasi &Profesional 1. Berkomunikasi secara efektif dengan: pasien, keluarga pasien, profesional kesehatan lainnya serta pemangku kepentingan (jika diperlukan) 2. Memberikan konsultasi yang jelas dan singkat kepada profesional kesehatan lainnya. 3. Melakukan komunikasi tertulis profesional yang sesuai dengan audiens. 4. Gunakan komunikasi verbal yang sesuai dengan beragam lingkungan klinis dan khusus pasien. 5. Berkomunikasi dengan tingkat ketegasan, kepercayaan diri, empati, dan rasa hormat Desain: PIO, konseling Sikap dan Profesionalisme 1. Menjunjung tinggi standar integritas dan kejujuran tertinggi. Penerapan aspek kompetensi ini pada seluruh
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 9 2. Berkomitmen menjaga hubungan baik dengan pasien, selalu bekerja untuk kepentingan terbaik pasien 3. Menjadi panutan/pemimpin yang kredibel bagi preseptee lain di rumah sakit serta kolega dengan menunjukkan nilai dan perilaku profesional. 4. Memajukan farmasi klinis melalui penatalayanan profesional, pelatihan apoteker klinis masa depan, dan keterlibatan aktif dalam masyarakat profesional. aktivitas pembelajaran
10 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER 2.4. Deskripsi aktivitas PAK Saat melakukan praktik asuhan kefarmasian, mahasiswa: 1. Melakukan analisis kasus pasien rawat inap yang meliputi penggalian data dan informasi pasien berdasarkan rekam medik, catatan perawat, informasi dari pasien/keluarga pasien, mengidentifikasi ada/tidaknya permasalahan terapi obat (medication related problems-MRPs) yang bersifat aktual maupun potensial dan merekomendasikan rencana terapi (1) untuk pencegahan (MRPs potensial) dan upaya penyelesaian (MRPs aktual) menggunakan literatur terpercaya; rencana monitoring/pemantauan (2) berupa parameter efektivitas terapi, ESO prioritas, interaksi obat yang bermakna klinis, toksisitas untuk obat dengan kisar terapeutik sempit, dan kepatuhan terutama pada pasien rawat jalan dengan pengobatan jangka panjang dan rencana konseling pada saat pasien KRS (keluar rumah sakit) (3). Analisis kasus rawat inap ini menggunakan metode SOAP. 2. Menyusun hasil analisis kasus pasien menggunakan metode SOAP dengan literatur valid dan terpercaya melalui pengisian formulir simulasi CPPT pada portofolio menggunakan SOAP yang diberi feedback oleh preseptor. 3. Mencermati dan mempelajari isian CPPT para tenaga kesehatan RS yang tertera pada rekam medik 4. Membuat laporan kasus pada butir 1 dan 2 meliputi permasalahan terapi pasien secara lebih rinci dengan mempertimbangkan kesesuaian pengobatan berdasarkan pertimbangan: a. Rasionalitas pengobatan (ketepatan penggunaan obat: pemilihan, kontraindikasi, dosis, rute pemberian, dan waktu dan durasi pemberian, waspada efek samping dan interaksi obat, dan toksisitas) b. Permasalahan sosio-budaya yang mendasari: ketidakpatuhan dan atau penyalahgunaan dan pengguna-salahan obat/pendidikan, ketidakpercayaan dan lain-lain c. Pertimbangan analisis biaya/cost-effectiveness dan efisiensi pengelolaan obat d. Individualisasi pilihan obat dan dosis berdasarkan kondisi fisiopatologis pasien dengan menerapkan prinsip farmakokinetik dan farmakogenomik 5. Melakukan praktik pelayanan farmasi klinik sesuai yang tertera pada standar pelayanan kefarmasian bidang farmasi klinik yang diterbitkan Kemenkes RI. 6. Menunjukkan keahlian dan menerapkan kemampuan profesional dalam menilai terapi pasien menggunakan EBM terbaik pada tiap aktivitas pelayanan farmasi klinik
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 11 2.4.1.Kompetensi Unggulan 1. Komunikasi terapetik dengan pendekatan sesuai nilai keislaman dan nilai lokal dengan target luaran berupa media digital berHAKI 2. Praktik Interprofessional Education (IPE) 3. Kemampuan menggunakan pendekatan farmakoekonomi serta personalised medicine dalam penyediaan informasi dan rekomendasi pengobatan 4. Penggunaan sistem informasi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi layanan farmasi klinik 2.4.2.Capaian Pembelajaran CPL Sikap CPL 3. Lulusan mampu menerapkan sikap tanggung jawab, dedikasi dan kedisiplinan dengan dilandasi keihklasan, kejujuran dan integritas dalam melaksanakan pekerjaan sesuai bidangnya secara cermat dan teliti dan disertai keberanian menyuarakan kebenaran dengan tetap mempertahankan etika sopan santun dan kasih sayang serta senantiasa mengedepankan kemaslahatan bersama CPL Keterampilan Umum CPL 9. Lulusan mampu merumuskan dan mengembangkan peran kontributif untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat secara umum terutama terkait bidang kefarmasian CPL Keterampilan Khusus CPL 17. Lulusan mampu melakukan inovasi untuk mengembangkan konsep pelayanan dan penyediaan informasi obat berbasis teknologi dan keilmuan farmasi terkini untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. 2.5. Pelaksanaan PAK PAK dikelola oleh Program Studi Farmasi Program Magister dan institusi RS lokasi PAK. Kewajiban kedua belah pihak diatur dalam perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman. a. Satu SKS total PAK adalah setara dengan 40-50 jam (di RPS memunculkan sks pembelajaran mandiri, penugasan dan lain-lain dengan sks tatap muka minimal sesuai dengan SN DIKTI) terbagi menjadi pembelajaran tatap muka (praktik), penyelesaian tugas, pembelajaran mandiri maupun pembelajaran kelompok.
12 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER b. Mahasiswa harus menempuh PAK wajib sebanyak 8 SKS, yang terdiri dari 4 SKS PAK Penyakit Dalam, 2 SKS PAK Pediatrik, dan 2 SKS PAK Bedah c. Mahasiswa dapat memilih 2 SKS PAK pilihan dari PAK yang ditawarkan meliputi 2 SKS PAK neurologi, 2 SKS PAK ICU, atau 2 SKS PAK onkologi d. PAK akan dibimbing oleh preseptor yang berasal dari tempat pembelajaran klinik meliputi apoteker dan profesi kesehatan lain dan pembimbing dari prodi yang ditunjuk oleh prodi. Gambar 1. Gambaran alur pelaksanaan PAK *pada stase yang sesuai Tabel 3. Mata Kuliah PAK pada kurikulum Prodi Farmasi Program Magister Kode Mata Kuliah Mata Kuliah (English) Desain Sks praktik Asuhan Kefarmasian (PAK) Wajib MFA207 1. Asuhan Kefarmasian Pharmaceutical Care BlendedCase Based Learning 2 MFA208 2. PAK Penyakit Dalam Pharmaceutical Care practice at internal disease department praktik kerja lapangan 4 MFA209 3. PAK Pediatrik Pharmaceutical Care practice at paediatric department praktik kerja lapangan 2 MFA210 4. PAK Bedah Pharmaceutical Care practice at surgical department praktik kerja lapangan 2
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 13 Kode Mata Kuliah Mata Kuliah (English) Desain Sks praktik Asuhan Kefarmasian (PAK) Pilihan MFA514 1. PAK Neurologi Pharmaceutical Care practice at Neurological department praktik kerja lapangan 2 MFA515 2. PAK ICU Pharmaceutical Care practice at ICU department praktik kerja lapangan 2 MFA516 3. PAK Onkologi Pharmaceutical Care practice at Oncology department praktik kerja lapangan 2 Tabel 4. Bahan kajian dari masing-masing PAK PAK Bahan Kajian PAK Penyakit Dalam 1. Praktik asuhan kefarmasian pada pasien dewasa dengan kasus infeksius maupun non infeksius seperti gangguan pernapasan, pencernaan, kardiovaskular, ginjal, dan Diabetes Mellitus komplikasi. dengan mempertimbangkan efikasi, keamanan, keterjangkauan, dan ketersediaan obat. 2. Penyediaan informasi pada kasus penyakit dalam berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) 3. Permasalahan dispensing obat enteral/parenteral pada pasien dengan penyakit/gangguan kategori penyakit dalam 4. Komunikasi terapetik dengan pendekatan sesuai nilai keislaman dan nilai lokal pada kasus penyakit dalam 5. Pendekatan farmakoekonomi serta personalised medicine (Individualisasi pilihan obat dan dosis berdasarkan kondisi fisio-patologis pasien dengan menerapkan prinsip farmakokinetik dan farmakogenomik) dalam penyediaan informasi dan rekomendasi pengobatan 6. Penggunaan sistem informasi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi layanan farmasi klinik pada kasus penyakit dalam PAK Anak 1. Praktik asuhan kefarmasian pada pasien anak (neonates, infants, child), baik pada kasus infeksius maupun non infeksius dengan mempertimbangkan efikasi, keamanan, keterjangkauan, dan ketersediaan obat. 2. Penyediaan informasi pada kasus pediatrik berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) 3. Permasalahan dispensing obat enteral/parenteral pada pasien pediatrik
14 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER 4. Komunikasi terapetik dengan pendekatan sesuai nilai keislaman dan nilai lokal pada kasus pediatrik 5. Pendekatan farmakoekonomi serta personalised medicine (Individualisasi pilihan obat dan dosis berdasarkan kondisi fisio-patologis pasien dengan menerapkan prinsip farmakokinetik dan farmakogenomik) dalam penyediaan informasi dan rekomendasi pengobatan 6. Penggunaan sistem informasi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi layanan farmasi klinik pada kasus pediatrik PAK Bedah 1. Praktik asuhan kefarmasian pada pasien yang menjalani pembedahan meliputi penggunaan antibiotik profilaksis, anaestesi, manajemen nyeri, perawatan luka, dan penanganan infeksi pada dengan berbagai kondisi misalnya bedah mayor, minor, emergensi, elektif, bedah bersih, bedah bersih terkontaminasi, dan bedah kotor dengan mempertimbangkan efikasi, keamanan, keterjangkauan, dan ketersediaan obat 2. Penyediaan informasi pada kasus bedah berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) 3. Permasalahan dispensing obat enteral/parenteral pada pasien yang menjalani pembedahan (Drug shortage management, obat sisa, dispensing problem in surgery, pengenceran dan repackaging obat intravena) 4. Komunikasi terapetik dengan pendekatan sesuai nilai keislaman dan nilai lokal pada kasus bedah 5. Pendekatan farmakoekonomi serta personalised medicine (Individualisasi pilihan obat dan dosis berdasarkan kondisi fisio-patologis pasien dengan menerapkan prinsip farmakokinetik dan farmakogenomik) dalam penyediaan informasi dan rekomendasi pengobatan 6. Penggunaan sistem informasi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi layanan farmasi klinik pada kasus bedah PAK neurologi 1. Praktik asuhan kefarmasian pada pasien dengan penyakit/gangguan neurologi dengan mempertimbangkan efikasi, keamanan, keterjangkauan, dan ketersediaan obat. 2. Penyediaan informasi pada kasus neurologi berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) 3. Permasalahan dispensing obat enteral/parenteral pada pasien dengan penyakit/gangguan neurologi 4. Komunikasi terapetik dengan pendekatan sesuai nilai keislaman dan nilai lokal pada kasus neurologi
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 15 5. Pendekatan farmakoekonomi serta personalised medicine (Individualisasi pilihan obat dan dosis berdasarkan kondisi fisio-patologis pasien dengan menerapkan prinsip farmakokinetik dan farmakogenomik) dalam penyediaan informasi dan rekomendasi pengobatan 6. Penggunaan sistem informasi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi layanan farmasi klinik pada kasus neurologi PAK ICU 1. Studi kasus terapi emergensi, suportif, neurologi, hematologi, dan kelainan multiorgan, serta infeksi spesifik di ICU yaitu (ventilator-associated pneumonia (VAP), central line-associated bloodstream infection (CLABSI), urinary catheterrelated infection and surgical site infection) dengan mempertimbangkan efikasi, keamanan, keterjangkauan, dan ketersediaan obat 2. Problematika dispensing obat di unit bedah (peresepan obat dengan instruksi khusus (standing order, emergency order, automatic stop order, tapering order), pengelolaan obat high alert, kegawatdaruratan, pencampuran intravena, dan nutrisi parenteral) 3. Evidence based medicine di bidang perawatan intensif dan kegawatdaruratan 4. Komunikasi terapetik dengan pendekatan sesuai nilai keislaman dan nilai lokal pada kasus ICU 5. Pendekatan farmakoekonomi serta personalised medicine (Individualisasi pilihan obat dan dosis berdasarkan kondisi fisio-patologis pasien dengan menerapkan prinsip farmakokinetik dan farmakogenomik) dalam penyediaan informasi dan rekomendasi pengobatan 6. Penggunaan sistem informasi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi layanan farmasi klinik pada kasus ICU PAK onkologi 1. Observasi penatalaksanaan kemoterapi pada pasien kanker yang meliputi perhitungan dosis, perencanaan tindakan kemoterapi dan dispensing obat-obat sitotoksik untuk kemoterapi 2. Studi kasus secara retrospektif terkait tindakan kemoterapi pada pengobatan kanker menggunakan data rekam medik, catatan perawat dan dokumen farmasi 3. Evidence based medicine di bidang onkologi 4. Komunikasi terapetik dengan pendekatan sesuai nilai keislaman dan nilai lokal pada kasus onkologi 5. Pendekatan farmakoekonomi serta personalised medicine (Individualisasi pilihan obat dan dosis berdasarkan
16 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER kondisi fisio-patologis pasien dengan menerapkan prinsip farmakokinetik dan farmakogenomik) dalam penyediaan informasi dan rekomendasi pengobatan 6. Penggunaan sistem informasi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi layanan farmasi klinik pada kasus onkologi 2.6. Monitoring PAK Monitoring PAK dilakukan melalui partisipasi dosen pembimbing dalam diskusi, pengecekan logbook dan atau portofolio. Evaluasi dan penilaian kepuasan mitra pendidikan yakni RS lokasi PAK dilakukan dalam bentuk survei ataupun diskusi kelompok yang mengundang preseptor untuk proses perbaikan dan peningkatan mutu PAK. Tabel 5. Rancangan Monitoring Proses Pembelajaran Rancangan Monitoring Proses Pembelajaran Monitoring sikap dan attitude mahasiswa selama melaksanakan PAK dilakukan oleh preseptor dengan menggunakan rubrik Penyusunan portofolio menggunakan GoogleDocs untuk memonitor kecukupan kasus dan pemenuhan aktivitas praktik farmasi klinik sesuai yang ditetapkan Konsultasi dengan preseptor setiap hari Konsultasi rutin dengan dosen pembimbing setiap minggu Presentasi/diskusi kasus tiap minggu 2.7. Evaluasi dan Penilaian PAK 2.7.1.Evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran Standar penilaian pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan berdasarkan CPMK yang ditetapkan. Prinsip penilaian memenuhi kaidah edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi. Penilaian berbasis portofolio ini berisi bukti unjuk kerja/performa tentang kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus saat melakukan PAK yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis, gambar atau laporan hasil pengamatan, analisis situasi yang berkaitan atau relevan, deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, laporan hasil riset, penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi, yang relevan dengan capaian pembelajaran. Portofolio merupakan rekaman performa mahasiswa dari seluruh rangkaian mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga refleksi.
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 17 Penilaian dilakukan oleh preseptor apoteker maupun dokter/profesi kesehatan lain serta dosen pembimbing. Preseptor apoteker menilai berdasarkan observasi selama mahasiswa unjuk kerja/performa, penugasan, diskusi, portofolio, dan presentasi. Penilaian tenaga kesehatan lain yang bertugas sebagai co-preseptor dilakukan pada sesi diskusi dan atau presentasi. Sementara dosen pembimbing menilai kemampuan mahasiswa berdasarkan performa saat diskusi-presentasi dan portofolio. Standar penilaian sesuai dengan yang ditetapkan universitas. Penilaian terhadap proses PAK didasarkan pada: a. Observasi selama praktik (30%) b. Portofolio berupa paparan kasus dan analisisnya dinilai oleh preseptor dan atau dosen dengan atau tanpa luaran PAK berupa produk media digital (30%) c. Presentasi kasus yang mencakup penguasaan materi dan kemampuan diskusi, yang dinilai oleh preseptor dan atau co-preseptor dan dosen pembimbing (40%) Mahasiswa dinyatakan lulus jika memenuhi kriteria sebagai berikut. a. Melaksanakan PAK dengan memenuhi kelengkapan stase dan durasi yang sudah ditetapkan b. Menyusun portofolio secara lengkap pada semua aktivitas PAK c. Mengikuti ujian presentasi tiap stase yang telah dijadwalkan dan dinyatakan lulus dengan nilai minimal 70 d. Mengikuti ujian presentasi akhir yang telah dijadwalkan dan dinyatakan lulus dengan nilai minimal 70 Tabel 6. Metode Penilaian Praktik Asuhan Kefarmasian Asesmen Hasil Pembelajaran Metode Penilaian Penilai Asesmen terhadap aspek sikap disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan PAK dilakukan dengan menggunakan rubrik Observasi Preseptor (15%) Asesmen terhadap kemampuan komunikasi dengan tenaga kesehatan, pasien dan keluarga pasien dilakukan dengan menggunakan rubrik Observasi Preseptor (15%) Asesmen terhadap analisis kasus pada seluruh aktivitas farmasi klinik selama PAK dilakukan dengan menggunakan portfolio dengan atau tanpa luaran PAK berupa produk media digital Portofolio Pembimbing dan preseptor (30%)
18 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER Asesmen terhadap penguasaan materi dan hasil PAK dilakukan dengan ujian presentasi dan diskusi , serta ujian akhir yang dinilai menggunakan rubrik Presentasi dan Diskusi Pembimbing dan preseptor dan atau copreseptor (40%) 2.7.2.Evaluasi PAK dengan Mitra Pendidikan Evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari sistem implementasi mutu dalam pembelajaran PAK (PPEPP). Penilaian dari mitra pendidikan terkait kualitas sistem pembelajaran maupun layanan manajemen sangat bermanfaat untuk selanjutnya dilakukan tindak lanjut sebagai bentuk perbaikan untuk senantiasa melakukan peningkatan kualitas (continuous improvement). Kuisioner yang digunakan telah disusun dan dikembangkan bersama oleh Badan Penjaminan Mutu UII (link kuesioner dapat diakses pada website Jurusan Farmasi UII). Selanjutnya, hasil penilaian tersebut akan dibahas pada RTM (Rapat Tinjauan Mutu) jurusan Farmasi UII untuk menyusun strategi tindak lanjut yang sesuai. 2.8. Pembiayaan PAK 1. Biaya administrasi rumah sakit dan honorarium preseptor menjadi tanggung-jawab program studi. 2. Biaya transport dan akomodasi selama PAK menjadi tanggung-jawab mahasiswa yang bersangkutan.
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 19 2.9. Dokumen PAK 2.9.1.Formulir Portofolio PORTOFOLIO PRAKTIK ASUHAN KEFARMASIAN Nama : NIM : No Telp : Tempat PAK : Dosen Pembimbing : Preseptor : Logo UII Logo RS tempat praktik
20 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER LEMBAR PENGESAHAN PAK _____________________ PERIODE _____________________________ RUMAH SAKIT _____________________________ Koordinator Preseptor (_______________________) Dosen Pembimbing (_______________________) Kaprodi Farmasi Program Magister (_______________________)
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 21 1. Isi portofolio sesuai dengan aktivitas yang anda lakukan dengan izin dan arahan dari preceptor 2. Perbanyak formulir atau kertas tambahan sesuai kebutuhan 3. Jilid semua hasil portofolio kemudian kumpulkan kepada dosen pembimbing setelah selesai PAK CONTOH FORMULIR KASUS 1 A. Laporan Kasus Contoh data pasien Bangsal/Kode Pasien : Diagnosis masuk Jenis kelamin Riwayat masuk rumah sakit Usia Riwayat penyakit TB/BB A. Riwayat pengobatan B. Hasil interpretasi pemeriksaan dan data laboratorium C. Lembar Asuhan Kefarmasian dan (Form CPPT) D. Analisis kasus terapi pasien 1. Analisis rasionalitas pengobatan (ketepatan penggunaan obat: pemilihan, kontraindikasi dosis, rute pemberian, dan waktu pemberian, waspada efek samping dan interaksi obat, dan toksisitas) 2. Permasalahan sosio-budaya yang mendukung: ketidakpatuhan, penyalahgunaan dan pengguna-salahan obat, pendidikan, ketidakpercayaan dan lain-lain 3. Pertimbangan analisis biaya/cost-effectiveness dan efisiensi pengelolaan obat 4. Analisis farmakokinetik dan farmakogenomik (jika ada) 5. Referensi (penggunaan EBM) 6. Portofolio Praktik Farmasi Klinis (visite mandiri/bersama, rekonsiliasi, konseling, monitoring obat, dan penyiapan sediaan steril (jika ada)
22 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER Hari/Tanggal Aktivitas Tujuan Laporan Pelaksanaan IPE dan IPC (jika ada) Jelaskan peran masing-masing IPE IPC Pengalaman/Kesan Hasil/luaran Evaluasi E. Portofolio Hasil Diskusi/presentasi Hari/Tanggal Tema diskusi Peserta diskusi Hasil Laporan Pelaksanaan IPE Jelaskan peran masing-masing Hasil/luaran Evaluasi F. Refleksi Capaian positif Hal yang perlu diperbaiki/ditingkatkan Rencana perbaikan
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 23 2.10. Logbook Isian logbook yang harus diisi harian oleh mahasiswa pada tiap stase Contoh Logbook Hari/Tanggal Aktivitas Catatan
24 ▌ PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER 2.11. Formulir Rubrik Penilaian PAK Metode Penilaian Aspek yang dinilai Rentang Nilai 5 4 3 2 1 0 Observasi 1. Bertanggung terhadap semua 2. Menggunakan komunikasi yang baik 3. Menunjukkan kedisiplinan (ketepatan waktu) 4. Kejujuran dalam bertindak dan berbicara 5. Menunjukkan Integritas, dedikasi dan keikhlasan dilihat dari kesungguhan dalam bekerja Laporan Kasus 1. Ketepatan CPPT 2. Ketepatan analisis permasalahan terapi 3. Menggunakan pertimbangan farmakokinetik, farmakodinamik dan atau farmakogenomik 4. Menggunakan pertimbangan biaya dan efisiensi pengobatan 5. Menggunakan referensi yang terbaik Portofolio 1. Format dan bahasa yang baik 2. Kelengkapan isian 3. Mengungkap pengalaman dan hasil pengalaman 4. Melakukan evaluasi 5. Mengetahui kekurangan diri dan rencana pengembangan dirinya dengan atau tanpa Media digital berHAKI Mampu menghasilkan produk media digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas Presentasi 1. Kualitas substansi yang disampaikan 2. Ketepatan menjawab pertanyaan 3. Kemampuan komunikasi dan menghargai orang lain 4. Kreativitas dan pemanfaatan media dan teknologi informasi 5. Kesiapan mengikuti presentasi (kualitas media, dll)
PANDUAN PAK PRODI FARMASI PROGRAM MAGISTER ▌ 25 REFERENSI ACCP, 2017, ACCP Clinical Pharmacist Competencies Evans SM. 1995. Professional portfolios: Documenting and presenting performance excellence. VIRGINIA Beach . VA Teacher’s Little Secret Kemenkes RI, Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Kemenkes RI, 2019, Petunjuk Teknis tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Kolb, David A., 1984, Experiential Learning Experience as The Source of Learning and Development, New Jersey, Prentice Hall McMullan, M. 2008, Using portfolios for clinical practice learning and assessment: The pre-registration nursing student’s perspective. Nurse Education Today, 28, 873-879. NHS, 2018a, Preceptorship portfolio, Southern Health, NHS Foundation Trust, https:// https://intranet.southernhealth.nhs.uk NHS, 2018b, Preceptorship Procedure, Clin-0031-001-V1 Preceptorship procedure last amended. Available at https://fdocuments.in/document/preceptorship-procedure-ref-clin-0031- 001-v1-preceptorship-procedure-last-amended.html N Cong-Lem, 2019, Portfolios as learning and alternative-assessment tools in EFL context: A review, CALL-EJ, 20(2):165-180 Peraturan Rektor UII No 19 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Luar Program Studi di Lingkungan Universitas Islam Indonesia Steven L. Sheaffer, Christina E. DeRemer, and Nancy T. Yam, in Preceptor’s handbook in Pharmacy, Chapter 1. Precepting Fundamentals, ASHP, 2016, 3rd edition. Umi Athiyah, Dyah Aryani Perwitasari, Ajeng Diantini, Fatma Sri Wahyuni, M.Si, Agung Eno Nugroho, Mahdi Jufri., Yandi Syukri, Suci Hanifah., M.Si., Satibi., Daryono Hadi Tjahjono, 2020, Acuan Akademik Pelatihan Preseptor, 2020, ITB Press, Bandung
I