BK SMA Malahayati 1
1. Peserta didik memahami devinisi kepribadian manusia.
2. Peserta didik dapat mengklasifikasikan antara faktor pembetuk kepribadian genetis/
bawaan dengan faktor pembentuk kepribadian dari lingkungan.
3. Peserta didik dapat mengenali tipe-tipe kepribadian orang lain.
4. Peserta didik dapat memiliki kepribadian matang untuk penyesuaikan diri dengan
berbagai tipe kepribadian dalam kehidupan sehari-hari.
BK SMA Malahayati 2
A. Pengertian Kepribadian
Gordon Allport Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang
https://hackmd.io/@ameliazein/Bk terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah
kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan. Lebih detail
LxWvxOI#/1 Allport mendefinisikan kepribadian sebagai suatu organisasi yang
dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku
dan pikiran individu secara khas. Allport menggunakan istilah sistem
psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia
adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu
sama lain, serta di antara keduanya selalu terjadi interaksi dalam
mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan
kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki
kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang
berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang
berperilaku sama
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang
terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Tingkah laku tidak lain
merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian
tersebut. Sigmun Freud menganalogikan ketiga elemen tersebut seperti
bongkahan es, yang terlihat di permukaan hanya sebagian kecil dari seluruh
elemen. Berikut penjelasan id, ego dan super ego.
https://www.idntimes.com/science/discovery/zara-fitria/struktur-psikologi-manusia-c1c2/5
1. Id : Mengenal kebutuhan alamiah manusia
Contoh
Andre terjebak macet saat pulang sekolah. Ia hanya ingin motornya bergerak! Ia marah pada
situasi itu, lalu memaksakan motornya melaju ke depan, tidak peduli bahwa dia mematahkan
kaca spion orang ketika mencoba untuk mendahului mobil-mobil di depannya.
2. Ego: Cara menghadapi realita
Conoh
Andre terjebak macet saat pulang sekolah. Ia hanya ingin motornya bergerak! Namun ia
mengerti bila terlalu memaksakan motornya melaju ke depan, dapat mematahkan kaca spion
orang ketika mencoba untuk mendahului mobil-mobil di depannya. Jadi Andre memutuskan
untuk tidak menyalip mobil di depannya.
3. Superego: Aspek moral yang diterima secara social
Contoh
Andre terburu-buru saat pulang sekolah, di jalan lampu merah menyala, Ia ingin menerobos
lampu merah, ia memiliki kesempatan dan peluang karena jalan itu sepi. Namun ia mengerti
bila menerobos lampu merah melanggar tata tertib lalulintas. Jadi ia memutuskan untuk tidak
melakukannya mekipun memiliki kesempatan.
BK SMA Malahayati 3
Faktor-faktor yang membentuk kepribadian
Kepribadian terbentuk karena proses keterlibatan subjek atau individu atas pengaruh-
pengaruh internal dan eksternal yang mencakup factor-faktor genetis atau biologis, pengalaman-
pengalaman sosial, dan perubahan lingkungan. Dengan kata lain corak dan keunikan kepribadian
individu itu dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan.
Kepribadian terbentuk oleh faktor-faktor :
1. Internal yang lebih menunjuk kepada faktor bawaan
2. Eksternal, meliputi pengaruh lingkungan baik sosial maupun non-sosial
B. Tipe-tipe Kepribadian
Ada beberapa tipe kepribadian menurut Hipocrates :
https://weakwings.blogspot.com/
1. Kepribadian Sanguinis
Tipe kepribadian ini memiliki ciri-ciri ekstrovert, optimis ,
periang dan penuh semangat, penuh rasa ingin tahu. Tipe ini
memiliki rasa humor yang tinggi, ditambah dengan
antusiasme dan sikap ekspresif mereka selalu menjadi
bintang dalam setiap pertemuan. Tipe ini memiliki
kebutuhan mendasar akan pengakuan dan penghargaan.
2. Kepribadian Melankolis
Kepribadian ini memiliki ciri-ciri : introvert, pemikir, pesimis
mendalam dan penuh pikiran yang analitis, serius dan tekun,
cenderung jenius, berbakat dan kreatif, tipe ini sangat teliti,
hati-hati dan suka curiga, taat aturan, sangat konsisten
dengan perasaan yang halus. Tipe ini memiliki kebutuhan
mendasar berupa jawaban yang bermutu dan didukung data
yang lengkap dan akurat
BK SMA Malahayati 4
3. Kepribadian Koleris
Ciri-ciri kepribadian ini adalah : ekstrovert, keras, tegas,
tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat,
bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan dan bisa
menjalankan apa saja, berbakat menjadi pemimpin. Tipe
ini sangat dinamis, aktif, dan membutuhkan perubahan.
Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa tantangan,
pilihan, dan pengendalian.
4. Kepribadian Phlegmatis
Kepribadian ini memiliki ciri-ciri: introvert, mudah
bergaul dan santai, diam tenang, sabar, pemalu, hidup
konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan rendah hati,
menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan,
tidak suka konflik dan pertentangan. Mereka sulit
mengatakan “tidak”, sangat sentimental dan suka hal
yang sama “status quo”. Tipe ini memiliki kebutuhan
mendasar berupa penghargaan dan penerimaan.
C. Kepribadian Matang
Kematangan kepribadian menggambarkan kedewasaan seseorang. Kematangan pribadi,
ditunjukkan dengan cirri-ciri antara lain :
1.Mampu menerima diri sendiri apa adanya.
2.Mampu menerima kekurangan dan kelebihan diri secara positif
3.Memiliki pegangan hidup yang kuat. Agama merupakan pegangan hidup kita, bagi orang yang
memiliki kematangan pribadi, maka ia akan memiliki kehidupan agama yang kuat
4.Mampu menjalin hubungan dengan orang lain dengan rasa aman. Dalam berkehidupan sosial,
pribadi yang matang dapat diterima dan menerima orang lain tanpa hambatan yang berarti. Dia
dapat segera menyesuaikan diri tanpa ikut arus.
5.Mempunyai perencanaan masa depan. Mempunyai perencanaan akan masa yang akan datang
dalam kehidupannya, tidak berpikiran sempit.
Sumber materi :
1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MA kelas 10, Yogyakarta, Paramitra Publishing
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta, Paramitra
3. Hutagalung, Ronal. 2015. Ternyata Berprestasi ItuMudah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
4. Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games) dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra
BK SMA Malahayati 5
Petunjuk:
Berdoalah sebelum dan sesudah mengerjakan.
Isilah Pertanyaan berikut ini sesuai dengan pemahaman yang telah Anda pelajari tentang Materi
“Kepribadian Manusia”.
Pertanyaan:
1. Apakah definisi kepribadian menurut Anda?
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
Contoh kasus1.
Angga duduk di kelas XI. Ia sangat berprestasi, disiplin dan disukai oleh teman-temannya
karena sangat humoris. Ayahnya adalah seorang dosen dan ibunya seorang guru SMP yang
sangat menghargai waktu. Di lingkungan dimana ia tinggal bersama orang tuanya sering
mengikuti kegiatan sosial bersama seperti mengaji dan kegiatan karang taruna, bahkan Andi
juga sering menjadi ketua panitia kegiatan acara karangtaruna tersebut.
2. Berdasarkan cotoh kasus 1 manakah yang termasuk dalam faktor pembetuk kepribadian genetis/
bawaan dan faktor pembentuk kepribadian dari lingkungan?
Faktor Genetis Faktor lingkungan
3. Berdasarkan contoh kasus 1 manakah yang termasuk tipe kepribadian apakah sosok Angga?
Tuliskan alasanmu!?
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
BK SMA Malahayati 6
Contoh kasus 2.
Bella pelajar yang selalu berprestasi di sekolahnya nilai-nilai ulangannya sering di atas 90.
Suatu hari Bella mendapatkan nilai yang rendah di bawah 50. Ia mendapat ejekan dari teman-
teman sekelasnya karena biasanya nilainya selalu di atas 90 bahkan terkadang 100.
4. Berdasarkan contor kasus 2 bagaimanakah sikap Bella sebaiknya dalam menghadapi situasi
tersebut jika ia memiliki kepribadian matang?
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
BK SMA Malahayati 7