The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dewirini.pbsi, 2021-07-24 03:51:09

Modul SBDP Kelas 7

Modul SBDP Kelas 7

2. Menentukan Lokasi Kejadian
Lokasi kejadian tidak hanya berupa tempat kejadian secara umum,

tetapi juga tempat-tempat khusus dalam satu ruang atau bangunan. Misalnya,
bentuk bangunan yang ditampilkan ditujukan untuk memberi gambaran bahwa
lokasi kejadian peristiwa terjadi di sebuah gedung tua di salah satu kota pada
masa tertentu.
3. Status dan Karakter Peran

Penggunaan dan penataan properti dalam sebuah panggung biasanya
dimaksudkan untuk menunjukkan karakter tokoh dalam cerita. Misalnya,
seorang yang borjuis diwakili dengan setting panggung rumah mewah.

E. TATA LAMPU
Tata lampu berperan penting bagi kelangsungan pementasan. Pada dasarnya,

tata lampu erat hubungannya dengan tata panggung. Artinya, pengaturan cahaya di
panggung harus disesuaikan dengan keadaan panggung yang digambarkan. Dalam
suatu pementasan, tata lampu memiliki fungsi sebagai berikut.
1. Penerangan

Fungsi penerangan terlihat dari adanya ketidaksamaan penerangan
antara objek yang satu dan yang lainnya. Pengaturan penerangan dimaksudkan
untuk menegaskan pesan yang hendak disampaikan melalui laku aktor di atas
pentas.
2. Pemilihan

Untuk memberikan fokus perhatian pada area atau aksi tertentu,
sutradara memanfaatkan cahaya. Pemilihan ini sangat berguna bagi para aktor
dan memberikan efek keindahan tata panggung yang dihadirkan.
3. Atmosfer

Kata ini digunakan untuk menjelaskan suasana serta emosi yang
terkandung dalam peristiwa lakon. Misalnya, warna cahaya matahari pagi
berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi membawa kehangatan, sedangkan
sinar mentari siang hari terasa panas. Gambaran suasana dan emosi seperti inilah
yang dapat dimunculkan oleh tata cahaya.

51

Mementaskan Fragmen

Setelah semua hal mengenai persiapan pementasan dilakukan, termasuk geladi resik,
tibalah saat pementasan. Menjelang pementasan, para pemain harus sudah siap satu jam
sebelumnya dengan kelengkapan tata rias dan tata busana. Demikian juga dengan tata
panggung, tata suara, dan tata lampu harus sudah siap sesuai dengan konsep awal
perencanaan. Apabila telah siap, beberapa menit sebelum pementasan fragmen dimulai, para
pemain harus sudah siap menempatkan diri di belakang panggung.

Sebelum pementasan dimulai, stage manager harus memeriksa penonton, apakah
para penonton menempati tempat duduk masing-masing atau belum. Setelah itu, ia memberi
tahu sutradara yang duduk di antara penonton dan memberi isyarat bahwa pementasan akan
segera dimulai. Selanjutnya, stage manager memberi isyarat agar layar dibuka atau lampu
dinyalakan Kemudian, pementasan dimulai.

Sepanjang pementasan, sutradara, para pemain, dan tim artistik berkonsentrasi
penuh. Saat pementasan, para pemain harus mampu memainkan peran dengan maksimal,
diusahakan melebihi aktingnya saat sesi latihan. Apabila pemain menghadapi keadaan yang
tidak terduga, seperti lupa akan dialog, pemain bisa berimprovisasi tanpa keluar dari garis
utama cuplikan cerita yang dipentaskan. Proses pementasan fragmen akan memberi
pengalaman bagi semua pihak yang terlibat.

Dalam sebuah pementasan teater, ada kalanya terdapat berbagai kekurangan dan
kesalahan. Hal ini dapat terjadi pada semua unsur pementasan, mulai dari kesalahan pemain,
penata lampu, penata busana dan rias, pemusik, hingga penata panggung yang langsung
berhubungan dengan pentas. Dengan demikian, untuk mengantisipasi berbagai kekurangan
dan kesalahan yang mungkin terjadi, diperlukan suatu evaluasi kerja.

Evaluasi kerja diperlukan untuk menilai pertunjukan yang telah dilangsungkan dari
berbagai aspek. Misalnya, pemain terlambat berdialog, pemusik yang keliru memasukkan
suara, kru penata panggung yang salah menempatkan properti sehingga menyulitkan
blocking pemain, hingga busana yang terkadang rusak.

Evaluasi pementasan teater dapat dimulai dari pemain atau aktor. Hal ini
berhubungan dengan penjiwaan tokoh, pembawaan karakter, performansi, mimik, dan
pantomimik tokoh-tokohnya. Selain itu, hal yang perlu mendapatkan evaluasi adalah penata
rias, penata busana, penata lampu, penata suara, penata panggung, dan sebagainya.

Evaluasi tidak hanya dilakukan pada unsur pementasan saja, tetapi juga dapat
dilakukan pada tim produksi. Misalnya, jika penonton pementasan sedikit, kinerja bagian
seksi publikasi perlu dievaluasi. Hal ini perlu dilakukan karena berpengaruh terhadap
besaran pembiayaan yang harus ditanggung dalam sebuah pementasan. Begitu juga evaluasi
terhadap unsur-unsur lainnya, seperti koordinator latihan, sekretaris, seksi dokumentasi, dan
seksi peralatan.

Hal yang harus kita perhatikan pada saat mengevaluasi adalah penyampaian
argumentasi yang masuk akal dan logis. Alasan yang kuat dalam sebuah evaluasi akan
memantapkan penilaian terhadap hasil kerja pementasan. Apabila dalam sebuah evaluasi
terdapat kritik yang tajam, hal itu harus kita pandang sebagai masukan berharga untuk
memperbaiki kesalahan dan kualitas pementasan di kemudian hari. Pada dasarnya,
pengalaman akan membuat seseorang menjadi lebih berkualitas pada kesempatan
berikutnya.

52

LATIHAN SOAL

1. Menyempurnakan bentuk hidung aktor melalui efek khusus riasan merupakan fungsi
tata rias sebagai ….
a. penambah aspek dramatis
b. penyempurna penampilan wajah
c. penggambar karakter tokoh
d. pemberi efek gerak pada ekspresi pemain

2. Mempertegas ekspresi melalui garis-garis karakter sehingga dapat ditangkap oleh
penonton merupakan fungsi tata rias sebagai ….
a. penambah aspek dramatis
b. penggambar karakter tokoh
c. penyempurna penampilan wajah
d. pemberi efek gerak pada ekspresi pemain

3. Fungsi tata rias untuk menciptakan aspek dramatis dalam pementasan teater terlihat
dalam ….
a. efek seorang yang menjadi orang kaya
b. karakter wajah aktor yang terlihat menua
c. peristiwa seorang yang lengannya ter gores pisau
d. penyesuaian bentuk wajah dengan karakter tokoh

4. Berikut ini yang merupakan fungsi tata busana dalam sebuah pementasan adalah ….
a. memberi ruang gerak untuk pemain
b. memberi efek gerak pada ekspresi pemain
c. menjelaskan suasana dan semangat lakon
d. dimensi objek pementasan, baik benda maupun manusia

5. Tokoh pelajar yang pendiam, rajin, dan alim, cenderung berbusana ….
a. rapi dan sederhana
b. beraksesori dan berwarna-warni
c. mewah dengan aksesori yang berlebihan
d. menggunakan seragam yang tidak sesuai ketentuan sekolah

6. Berikut ini yang tidak termasuk fungsi tata panggung dalam sebuah pementasan
teater adalah ….
a. status dan karakter peran
b. menentukan lokasi kejadian
c. memberi ruang gerak pemain
d. menjelaskan suasana dan semangat lakon

7. Pemberian fokus perhatian pada area atau aksi tertentu melalui cahaya merupakan
fungsi cahaya sebagai ….

a. penerangan c. atmosfer

b. pemilihan d. dimens

53

8. Warna cahaya matahari pagi berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi

membawa kehangatan, sedangkan sinar mentari siang hari terasa panas. Hal ini
merupakan fungsi tata cahaya, yaitu ….

a. dimensi c. atmosfer

b. pemilihan d. penerangan

9. Evaluasi kerja pementasan diperlukan untuk ….
a. menyalahkan tiap-tiap bagian yang terlibat dalam pementasan
b. mencari kambing hitam atas kegagalan sebuah pementasan
c. menilai pertunjukan dari berbagai aspek setelah pertunjukan berlangsung
d. melihat kelemahan seseorang agar dia tidak kembali memerankan tokoh yang
sama

10. Ketika melakukan evaluasi kerja pementasan, sebaiknya kita ....
a. menyampaikan kritik sampai orang lain sakit hati
b. menyampaikan argumen dengan santun dan alasan yang logis
c. terus menyerang bagian yang menyebabkan kegagalan
d. menyampaikan argumentasi yang lemah dengan suara dan tekanan yang keras

DAFTAR PUSTAKA
Fauzi, Hari D. dan Yadi Mulyadi. 2016. Seni Budaya: untuk Siswa SMP-Mts Kelas VII.

Bandung: Yrama Widya.
Readhouse, Tumpi. 2015. Alat dan Bahan untuk Membuat Batik Tulis. https://tumpi.id/alat-dan-

bahan-untuk-membuat-batik-tulis/ (diakses pada 22 April 2021)
Setianingsih, Dyah Purwani, dkk. 2017. Seni Budaya: untuk SMP-Mts Kelas VII. Jakarta: Penerbit

Erlangga.

55


Click to View FlipBook Version