The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sellayulistiani01, 2022-04-02 11:12:31

MISAL LAGI

AAA

Keywords: AAA

Dimensi dan Struktur
Pembelajaran IPSD SD

Dosen pengampu : Dr. Tustiyana Windiyani, M.Pd.

Disusun oleh :
- Putri Ratu Gumy - 037120004
- Denira Siti Fatimah Azzahra - 037120016
- Sella Yulistiani – 037120021

i

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Materi
Dimensi dan Struktur Pembelajaran IPS SD. Materi ini disusun untuk membantu peserta didik
untuk memahami materi macam-macam dimensi dan struktur pembelajaran serta untuk
melengkapi tugas kelompok materi Pendidikan Kewarganegaraan.
Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan modul ini tidak lepas dari arahan dan
dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada keluarga serta teman-teman seperjuangan yang telah memberikan segala
dukungan, motivasi, dan do’a di saat penulis menuntut ilmu di Universitas Pakuan Bogor.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas segala pengorbanan dan bantuan yang
telah diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan Materi Ajar ini. Penulis menyadari Materi
Ajar ini sangat sederhana dan penuh kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan
kritik dari semua pihak demi sempurnanya Materi Ajar ini. Akhirnya, besar harapan kami agar
modul ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Bogor, 25 Maret 2022
Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................. i
DAFTAR ISI .............................................................................................................................. ii
A. PENDAHULUAN................................................................................................................ 1

1. Deskripsi Singkat ...................................................................................................................... 1
2. Relevansi..................................................................................................................................... 1
3. Petunjuk Belajar ......................................................................................................................... 1
B. INTI .................................................................................................................................... 2
1. Capaian Pembelajaran ............................................................................................................. 2
2. Sub Capaian Pembelajaran...................................................................................................... 2
3. Uraian Materi............................................................................................................................ 2

a. Dimensi Pembelajaran IPS SD ............................................................................................... 2
1) Dimensi Pengetahuan (Knowledge) ........................................................................................ 2
2) Dimensi Keterampilan (Skills) ................................................................................................ 4
3) Dimensi Nilai dan Sikap (Value and Attitude) ....................................................................... 6
4) Dimensi Tindakan (Action) ..................................................................................................... 8
b. Struktur pembelajaran IPS SD .................................................................................................... 8
4. Rangkuman....................................................................................................................... 12
5. Tugas Terstuktur .............................................................................................................. 14
6. Forum Diskusi................................................................................................................... 14
C. PENUTUP ......................................................................................................................... 14
1. Tes Sumatif ..............................................................................................................................14
2. Kunci Jawaban........................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................ 16

ii

A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi Singkat

Dalam materi ajar ini akan menguraikan materi mengenai dimensi dan struktur
pembelajaran IPS SD. Adapun topik bahasan yang dibahas sebagai berikut :
a. Dimensi pada Pembelajaran IPS SD dan macam-macamnya yakni:

1) Dimensi Pengetahuan
2) Dimensi Keterampilan
3) Dimensi Nilai dan Sikap
4) Dimensi Tindakan
b. Struktur pembelajaran IPS SD
1) Atribut
2) Kelas
3) Simbol
4) Konsep
5) Generalisasi

2. Relevansi
Materi ajar ini relevan dengan tuntutan pembelajaran di Sekolah Dasar.
Pembahasan tentang bahan ajar dalam materi ajar ini juga sangat dibutuhkan guru
Sekolah Dasar dan relevan dengan kompetensi guru Sekolah Dasar utamanya
kompetensi profesional terkait dengan pengembangan bahan ajarnya dalam mata
pelajaran IPS.

3. Petunjuk Belajar
Proses pembelajaran pada materi ajar ini diharapkan mampu memfasilitasi
berkembangnya kemandirian belajar dalam proses pembelajaran disekolah. Agar
proses pembelajaran berjalan dengan lancar, maka harus melakukan langkah-
langkah sebagai berikut:
1. Bacalah tiap-tiap komponen modul ini mulai dari awal sampai akhir!
2. Pelajari permasalahan yang menjadi relevansi belajar!
3. Bacalah dengan cermat materi-materi penting yang terdapat dalam materi ajar
ini!
4. Temukan kata-kata kunci untuk memudahkan pemahaman materi ajar!
5. Buatlah ringkasan materi dari hal-hal yang penting!

1

6. Cari berbagai sumber belajar lain untuk menunjang pemahaman terhadap materi
yang dipelajari!

7. Diskusikan hasil belajar dari materi ajar ini pada forum diskusi bersama peserta
lain dan dosen!

8. Kerjakan tugas terstruktur secara mandiri!
9. Praktikkan pengetahuan yang didapatkan dari proses pembelajaran ke dalam

praktik pembelajaran sehari-hari dan kemudian
merefleksikannya!

B. INTI
1. Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran yang diharapkan pada materi ajar ini adalah mampu
menguasai teori dan aplikasi mencakup muatan materi macam-macam dimensi dan
struktur pembelajaran.

2. Sub Capaian Pembelajaran
Sub capaian pembelajaran yang diharapkan adalah menguasai macam-macam
dimensi dan struktur pembelajaran IPS di SD. Dengan mempelajari sub capaian ini
diharapkan mampu :
a. Mengaplikasikan materi dimensi pengetahuan dengan menggunakan fakta,
konsep dan generalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menganalisis perbedaan antara dimensi 1 dengan dimensi lainnya dan struktur
pembelajaran IPS SD.
c. Menguasai materi dimensi dan struktur pada pembelajaran IPS SD.

3. Uraian Materi
a. Dimensi Pembelajaran IPS SD

1) Dimensi Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan adalah kemahiran dan pemahaman terhadap sejumlah
informasi dan ide-ide. Tujuan pengembangan pengetahuan ini adalah untuk
membantu siswa dalam belajar untuk memahami lebih tentang dirinya,
fisiknya, dan dunia sosial serta lingkungan sekitarnya. Dimensi yang
menyangkut pengetahuan sosial mencakup : a) fakta, b) konsep, c)
generalisasi yang dipahami siswa.
a. Fakta
Fakta adalah data yang spesifik tentang peristiwa, objek, orang dan hal-
hal yang terjadi (peristiwa). Dalam pembelajaran IPS diharapkan siswa

2

dapat mengenal berbagai jenis fakta khususnya yang terkait dengan

kehidupan. Pada dasarnya, fakta untuk para siswa hendaknya

disesuaikan dengan usia dan tingkat kemampuan berpikirnya. Secara

umum, fakta untuk siswa SD hendaknya berupa peristiwa, objek, dan

hal-hal yang bersifat konkret. Oleh karena itu, guru perlu mengupayakan

agar fakta disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas masing-masing.

b. Konsep

Konsep merupakan kata-kata atau frase yang mengelompok,

berkategori, dan memberi arti terhadap kelompok fakta yang berkaitan.

Konsep merujuk pada suatu hal atau unsur kolektif yang diberi label.

Namun konsep akan selalu direvisi disesuaikan dengan konsep menurut

disiplin ilmu-ilmu sosial, sebagai berikut:

SEJARAH PSIKOLOGI GEOGRAFI ANTROPOLOGI
Tradisi Perilaku Lokasi Budaya
Tradisi
Perubahan Kerja kelompok Pola ruang
Nasionalisme Hubungan antar- Jarak Keyakinan

Kolonialisme kelompok Wilayah Akulturasi
Imperalisme Persepsi Tempat Adaptasi
Keragaman Lingkungan
Revolusi Fungsi individu EKONOMI Ritual
POLITIK SOSIOLOGI Produksi
Masyarakat Distribusi
Otoritas Sosialisasi Konsumsi
Kekuasaan Norma dan
sanksi Permintaan
Negara Konflik sosial Penawaran
Mobilitas sosial
Keadilan Teknologi
Tanggung Nilai

jawab
Demokrasi

Konsep dasar yang relevan untuk pembelajaran IPS diambil terutama
dari disiplin-disiplin ilmu sosial. Banyaknya konsep yang terkait dengan
lebih dari satu disiplin, isu-isu sosial, dan tema-tema yang berasal dari
banyak dimensi ilmu sosial. Konsep-konsep tersebut tergantung pula
pada jenjang dan kelas sekolah.

Konsep yang dibentuk secara multidisiplin berasal dari konsep disiplin
tradisional dan menjadi pemerkaya bagi kajian IPS. Konsep-konsep ini
muncul karena adanya keperdulian dan persepsi sosial serta munculnya

3

permasalahan social yang semakin kompleks. Hal ini telah dipandang
sebagai cara alternatif dalam mengorganisasikan konsep-konsep IPS.

c. Generalisasi
Generalisasi merupakan suatu pernyataan dari dua atau lebih konsep
yang saling terkait. Generalisasi memiliki tingkat kompleksitas isi,
disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Pengembangan
konsep dan generalisasi adalah proses mengorganisasi dan memaknai
sejumlah fakta dan cara hidup bermasyarakat. Merumuskan generalisasi
dan mengembangkan konsep merupakan tujuan pembelajaran IPS yang
harus dicapai oleh siswa dengan bimbangan guru. Hubungan antara
generalisasi dan fakta bersifat dinamis. Memperkenal informasi baru
yang dapat mendorong siswa untuk merumuskan generalisasi
merupakan cara yang baik untuk mengkondisikan terjadinya proses
belajar bagi siswa. Dengan informasi baru, pada siswa dapat mengubah
dan memperbaiki generalisasi yang telah dirumuskan terlebih dahulu.

2) Dimensi Keterampilan (Skills)
Keterampilan adalah pengembangan kemampuan-kemampuan tertentu
sehingga digunakan pengetahuan yang diperolehnya. Keterampilan ini
dalam pendidikan IPS terwujud dalam bentuk. Kecakapan mengolah dan
menerapkan informasi yang penting untuk mempersiapkan siswa menjadi
warga Negara yang mampu berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat
demokratis. Kecakapan mengolah dan menerapkan informasi merupakan
keterampilan yang sangat penting untuk mempersiapkan siswa menjadi
warga Negara yang mampu berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat
demokratis. Keterampilan tersebut dalam mencakup keterampilan meneliti,
keterampilan berpikir, keterampilan partisipasi, dan keterampilan
berkomunikasi.
a. Keterampilan Meneliti
Keterampilan ini diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah data.
Secar umum penelitian mencakup sejumlah aktivitas sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi dan mengungkapkan masalah atau isu
2. Mengumpulkan dan mengolah data
3. Menafsirkan data

4

4. Menganalisis data
5. Menilai bukti-bukti yang ditemukan
6. Menyimpulkan
7. Menerapkan hasil temuan
8. Membuat pertimbangan nilai
b. Keterampilan Berpikir.
Sejumlah keterampilan berpikir banyak berkonstribusi terhadap
pemecahan masalah dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat secar
efektif. Untuk mengembangkan keterampilan berpikir pada diri siswa,
perlu ada penguasaan terhadap bagian-bagaian yang lebih khusus dari
keterampilan berpikir tersebut serta melatihnya dikelas. Beberapa
keterampilan berpikir yang perlu dikembangkan oleh guru dikelas untuk
para siswa meliputi:
1. Mengkaji dan menilai data secara kritis
2. Merencanakan
3. Merumuskan faktor sebab dan akibat
4. Memprediksi hasil dari suatu kegiatan atau peristiwa
5. Menyarankan apa yang akan ditimbulkan dari suatu peristiwa

atau perbuatan
6. Curah pendapat (brainstorming)
7. Berspekulasi tentang masa depan
8. Menyarankan berbagai solusi alternatif
9. Mengajukan pendapat dan perspektif yang berbeda
c. Keterampilan Partisipasi Sosial.
Dalam belajar IPS, siswa perlu dibelajarkan bagaimana berinteraksi dan
bekerja sama dengan orang lain. Keahlian bekerja dalam kelompok
sangat penting karena dalam kehidupan bermasyarakat begitu banyak
orang menggantungkan hidup melalui kelompok. Beberapa
keterampilan partisipasi sosial yang perlu dibelajarkan oleh guru
meliputi:
1. Mengidentifikasi akibat dari perbuatan dan pengaruh ucapan

terhadap orang lain
2. Menunjukkan rasa hormat dan perhatian pada orang lain
3. Berbuat efektif sebagai anggota kelompok

5

4. Mengambil berbagai peran kelompok
5. Menerima kritik dan saran
6. Menyesuaikan kemampuan dengan tugas yang harus

diselesaikan
d. Keterampilan Berkomunikasi.

Pengembangan keterampilan berkomunikasi merupakan aspek yang
penting dari pendekatan pembelajaran IPS, khususnya dalam inquiry
sosial. Setiap siswa perlu diberi kesempatan untuk mengungkapkan
pemahaman dan perasaannya secara jelas, efektif, dan kreatif. Walaupun
bahasa tulis dan lisan telah menjadi alat berkomunikasi yang paling
biasa, guru hendaknya selalu mendorong para siswa untuk
mengungkapkan gagasannya dalam bentuk lain, seperti dalam film,
drama, seni (suara, tari, lukis), pertunjukan, foto, bahkan dalam bentuk
peta. Para siswa hendaknya dimotivasi agar menjadi pembicara dan
pendengar yang baik.

3) Dimensi Nilai dan Sikap (Value and Attitude)
Pada hakekatnya, nilai merupakan sesuatu yang berharga. Nilai yang
dimaksud disini adalah seperangkat keyakinan atau prinsip perilaku yang
telah mempribadi dalam diri seseorang atau kelompok masyarakat tertentu
yang ketika berpikir atau bertindak. Umumnya, nilai dipelajari sebagai hasil
dari pergaulan atau komunikasi antarindividu dalam kelompok seperti
keluarga, himpunan keagamaan, kelompok masyarakat atau persatuan dari
orang-orang yang satu tujuan. Heterogenitas nilai yang ada di masyarakat
tentu menimbulkan masalah tersendiri bagi guru dalam pembelajaran IPS di
kelas. Di suatu pihak, nilai dapat masuk ke dalam masyarakat dan tidak
mungkin steril dari isu-isu yang menerpa dan terhindar dalam masyarakat
demokratis. Di pihak lain, tidak dipungkiri bahwa nilai tertentu muncul
dengan kekuatan yang sama dalam masyarakat dan menjadi pembelajaran
yang baik serta menjadi perlindungan dari berbagai penyimpangan dan
pengaruh luar. Agar ada kejelasan dalam mengkaji nilai di masyarakat,
maka nilai dapat dibedakan atas nilai sustantif dan nilai prosedural.
a. Nilai Substantif

6

Nilai substantif adalah keyakinan yang telah dipegang oleh seseorang
dan umumnya hasil belajar, bukan sekedar menanamkan atau
menyampaikan informasi semata. Setiap orang memiliki keyakinan atau
pendapat yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinannya tentang
sesuatu hal. Dalam mempelajari nilai substantif, para siswa perlu
memahami proses-proses, lembaga-lembaga, dan aturan-aturan untuk
memecahkan konflik dalam masyarakat demokratis. Dengan kata lain,
siswa perlu mengetahui ada keragaman nilai dalam masyarakat dan
mereka perlu mengetahui isi nilai dan implikasi dari nilai-nilai tersebut.
Manfaat lain dari belajar nilai substantif adalah siswa akan menyatakan
bahwa dirinya memiliki nilai tertentu. Guru harus menjelaskan bahwa
siswa membawa nilai yang beragam ke kelas sesuai dengan latar
keluarga, agama, atau budaya. Selain itu, guru perlu menyadari pula
bahwa nilai yang dia anut tidak semuanya berlaku secara universal.
Program pembelajaran IPS hendaknya memberikan kesempatan kepada
siswa untuk mengungkapkan, merefleksi, dan mengartikulasikan nilai-
nilai yang dianutnya. Proses ini tergantung pada nilai-nilai prosedural di
kelas. Siswa hendaknya memiliki hak mengambil posisi nilai mana yang
akan dianut tanpa paksaan atau menangguhkan keputusan dan tetap
tidak mengambil keputusan. Dengan kata lain, siswa hendaknya
didorong untuk bersiap diri membenarkan posisinya, mendengarkan
kritikan yang ditujukan terhadap dirinya dan atau mengubah
keputusannya bila ada pertimbangan lain.
b. Nilai Prosedural
Nilai-nilai prosedural yang perlu dilatih atau dibelajarkan antara lain
nilai kemerdekaan, toleransi, kejujuran, menghormati kebenaran dan
menghargai orang lain. Nilai-nilai kunci ini merupakan nilai yang
menyokong masyarakat demokratis, seperti: toleran terhadap pendapat
yang berbeda, menghargai bukti yang ada, kerja sama, dan menghormati
pribadi orang lain. Apabila kelas IPS dimaksudkan untuk
mengembangkan partisipasi siswa secara efektif dan diharapkan
semakin memahami kondisi masyarakat Indonesia yang beraneka
ragam, maka siswa perlu mengenal dan berlatih menerapkan nila-nilai
tersebut. Pembelajaran yang mengaitkan pendidikan nilai ini secara

7

eksplisit atau implisit hendaknya telah ada dalam langkah-langkah atau
proses pembelajaran dan tidaklah menjadi bagian dari konten tersendiri.
Dengan kata lain, nilai-nilai ini tidak perlu dibelajarkan secara terpisah.
Selain itu, masyarakat demokratis yang ideal harus mampu
mengungkapkan nilai-nilai pokok dalam proses pembelajaran bukan
hanya retorika semata bahkan harus menghormati harkat dan martabat
manusia, berkomitmen terhadap keadilan sosial, dan memperlakukan
manusia sama kedudukannya di depan hukum.

4) Dimensi Tindakan (Action)
Tindakan sosial ini merupakan dimensi IPS yang penting karena tindakan
sosial yang dapat memungkinkan siswa menjadi peserta didik yang aktif,
dengan jalan berlatih secara konkret dan praktik, belajar dari apa yang
diketahui dan dipikirkan tentang isu-isu sosial untuk dipecahkan sehingga
jelas apa yang dilakukan dan bagaimana caranya dengan demikian siswa
akan belajar menjadi warga Negara yang efektif di masyarakat. Dimensi
tindakan sosial dapat dibelajarkan pada semua jenjang dan pada semua
tindakan kelas. Dimensi tindakan sosial untuk pembelajaran IPS meliputi
tiga model aktivitas sebagai berikut:
a) Contoh masyarakat dalam memecahkan masalah di kelas seperti cara
berorganisasi dan bekerja sama
b) Komunikasi dengan anggota masyarakat dapat diciptakan
c) pengambilan keputusan dapat menjadi bagian kegiatan kelas, khususnya
pada saat siswa diajak untuk melakukan inquiry.

b. Struktur pembelajaran IPS SD
Pada hakekatnya, model-model pembelajaran ini lebih banyak menekankan pada upaya
membelajarkan siswa secara aktif (Students Active Learning). Istilah aktif dalam model
pembelajaran ini memiliki makna luas. Bukan hanya aktif dalam aspek fisik semata
melainkan meliputi aspek psikis serta aspek intelektual bahkan emosional. Salah satu
pendekatan dalam pembelajaran IPS dan sekaligus menjadi tugas guru pada tingkat
pendidikan dasar adalah menerjemahkan materi yang sulit menjadi mudah atau materi
pelajaran yang abstrak menjadi konkret. Suatu upaya untuk menerjemahkan dan
mengkonkretkan hal yang abstrak tersebut biasanya diperlukan sesuatu yang berfungsi
sebagai wakil atau representasi. Sesuatu yang mewakili inilah yang dikenal dengan

8

sebuah model. Dengan kata lain para guru perlu memperkenalkan pengetahuan abstrak
(abstract knowledge) kepada siswanya. Salah satu cara untuk membantu para siswa
dalam memiliki kemampuan ini adalah melalui perantara model.
Menurut Tanck (1969) pengetahuan (knowledge) dianggap sebagai hasil kerja
intelektual yang dikembangkan oleh manusia melalui proses psikologinya. Hasil-hasil
itu dapat digolongkan dalam bentuk/jenis pengetahuan yang berbeda-beda.jenis
pengetahuan dapat dilihat sebagai rancangan dalam model struktur atau organiasai
pengetahuan. Model ini berusaha membedakan jenis-jenis pengetahuan yang berbeda-
beda dan mengorganisasikannya dalam suatu struktur. Model dapat mewakili suatu cara
bagaimana pengetahuan yang bersifat abstrak ini dapat digolongkan dan disusun
sehingga para guru dapat dengan mudah lagi belajar. Model di bawah ini dapat diuji
apakah model ini dapat membantu para guru lebih efektif merancang pengajaran aspek
pengetahuan pilihan yang bersifat abstrak dan apakah para siswa merasakan terbantu
pada waktu belajar menguasai pengetahuan pilihan tersebut.
Model memiliki struktur IPS yang terdiri atas unsur -unsur sebagai berikut:

1) Atribut
Atribut merupakan karakteristik atau sifat sejumlah benda, peristiwa atau ide
dapat dibedakan. Atribut-atribut itu adalah ciri-ciri yang dapat dianggap sama,
serupa atau berbeda. Adapun atribut dapat didasarkan pada fakta berupa
informasi konkret yang dapat diverifikasi dari laporan orang lain atau hasil
pengamatan langsung seseorang. Sehingga mengetahui bahwa informasi itu
akurat, dapat dibuktikan dengan cara memeriksa kebenaran laporan atau dengan
meneliti, mendengarkan, menyentuh, dan merasakan. Misalnya, tanah yang
menjadi tempat tumbuhanya pohon jagung dan kayu yang digunakan untuk
perkakas, keduanya memiliki ciri alamiah. Selain itu, laporan lisan, gambar, dan
chart data dapat digunakan untuk mengkomunikasikan atribut-atribut.
Komunikasi antara fenomena dan kondisi yang terlihat merupakan proses
mempelajari atribut-atribut. Para siswa dapat mempelajari atribut-atribut
melalui proses persepsi, yakni memperoleh informasi dari orang lain, atau
pengamatan dan pengkajian oleh mereka sendiri.
Atribut dapat diketahui menurut tingkat kesadaran yang berbeda-beda.
Beberapa atribut dapat dengan udah dinyatakan sedangkan yang lainnya
mungkin dapat dipahami dan digunakan namun tidak mudah diungkapkan.

2) Kelas

9

Kelas adalah pengelompokkan katagori benda-benda, peristiwa atau pemikiran.

Setiap kelas meliputi benda-benda yang memiliki kesamaan atribut dan

mengabaikan atribut-atribut yang berbeda-beda atau tidak ada kaitannya.

Pengkelasan berdasarkan pada satu atau beberapa atribut tertentu, tidak pada

semua. Contohnya seperti petani yang menanamkan jagung dan penerbangan

kayu yang memproduksi kayu mungkin termasuk/memiliki kelas yang sama

karena keduanya memiliki atribut sebagai pekerja atau mereka dapat

ditempatkan dalam katagori yang berbeda karena yang satu bekerja dengan

menggunakan traktor sedangkan yang satu lagi bekerja menggunakan gergaji.

Tanah dan pohon dapat digunakan sebagai sumber alam yang digunakan untuk

memproduksi barang kebutuhan manusia. Pengkelsan merupakan sesuatu hal

yang biasa banyak kegunaanya. Adapun pengkelasan lainnya ialah

menempatkan dalam ragam kelas, seperti laki-laki dan perempuan, kaya dan

miskin, bersahabat dan bermusuhan. Benda-benda hidup dapat dikelompokkan

sebagai berikut tanaman dan hewan, mamalia atau reptil atau burung, binatang

buas atau binatang peliharaan. Kelompok buku-buku dapat dibagi menurut

jenisnya, seperti fiksi dan nonfiksi, bersampul tebal dan bersampul tipis, mudah

dan sulit. Dengan demikian, dapat mengklasifikasikan sesuatu secara praktis

menurut pengalaman sesuai dengan atribut-atributnya.

3) Simbol
Setiap kelas dapat dirujuk dengan suatu simbol. Simbol menunjukkan kelas.
Simbol dapat berupa kata-kata, tanda, gerak mimik, nomor angka, atau yang
lainnya. Adapun namanya simbol merupakan cara yang bermanfaat untuk
mengkomunikasikan tentang kelas. Kelas semua benda yang digunakan dalam
produksi mungkin cocok disebut “sumber-sumber produksi” atau “faktor-faktor
produksi”. Benda-benda seperti tanah dan pohon dapat dirujuk sebagai sumber
alam. Kelas benda-benda buatan manusia yang digunakan untuk memproduksi
dapat dinamakan “modal”. Kelompok orang yang bekerja untuk menghasilkan
sesuatu barang dapat disebut “tenaga kerja” (buruh) atau “sumber daya
manusia”.

4) Konsep

Konsep merupakan abstraksi, yaitu suatu konstruksi logis yang terbentuk dari

kesan, tanggapan, dan pengalaman-pengalaman kompleks. Konsep adalah ide

abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan

yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkain kata.

Konsep dilahirkan berdasarkan atas kesepakatan bersama untuk penamaannya

dari sejumlah fakta yang memiliki keterkaitan dan merupakan alat intelektual

10

yang membantu kegiatan berpikir dan memecahkan masalah. Jadi dengan
demikian, konsep adalah suatu pengertian yang disimpulkan dari sekumpulan
fakta/ data yang memiliki ciri-ciri yang sama. Hal ini sejalan dengan pendapat
banks bahwa konsep merupakan suatu kata atau frase abstrak yang bermanfaat
untuk mengklasifikasikan atau menggolongkan sejumlah hal, gagasan, atau
peristiwa. Berdasarkan pemaknaan tentang konsep, dapat dikemukakan suatu
pengertian, bahwa konsep merupakan abstraksi dari suatu kejadian suatu hal-
hal yang memiliki ciri-ciri yang sama atau ide tentang sesuatu didalam pikiran.
Makin abstrak suatu konsep, makin besar kemampuan mengumpulkan fakta
yang lebih spesifik, dan yang berada di bawahnya semakin tidak abstrak.
Contoh “Bentuk Geografi” adalah sebuah konsep yang cukup luas. Konsep
yang berada dibawahnya antara lain : sungai, danau, pegunungan, tebing,
lautan, dan lain sebagainya.
5) Generalisasi
Generalisasi berasal dari kata “general” yang berarti umum atau menyeluruh.
Oleh karena itu, generalisasi merupakan pengambilan kesimpulan secara umum
dari suatu gejala informasi yang kita terima yang didukung oleh data dan fakta
yang ada. Generalisasi merupakan sejumlah konsep yang memiliki karakteristik
dan makna. Generalisasi adalah pernyataan tentang hubungan diantara konsep.
Generalisasi mengungkapkan sejumlah besar informasi. Generalisasi ialah
pernyataan tentang hubungan antara konsep-konsep dan berfungsi untuk
membantu dalam memudahkan pemahaman suatu maksud pernyataan itu,
berfungsi mengidentifikasi penyebab dan pengaruhnya, bahkan dapat
digunakan untuk memprediksi suatu kejadian yang berhubungan dengan
pernyataan yang ada dalam generalisasi tersebut. Generalisasi adalah
pernyataan hubungan dua konsep atau lebih. Pernyataan tersebut boleh
terbentang dari yang sangat sederhana ke yang sangat kompleks. Kadang-
kadang mereka dikenal sebagai prinsip-prinsip atau hukum. Generalisasi
menghubungkan konsep satu sama lain, selanjutnya merupakan kesimpulan dari
pengalaman kita. Generalisasi bahkan lebih bermanfaat dibandingkan konsep,
sebab generalisasi lebih mampu meringkas informasi dibandingkan dengan
yang konsep lakukan. Generalisasi dapat juga menguraikan dunia sosial kita
dengan teliti.generalisasi menyatakan hubungan antara dua konsep atau lebih,
sering mengidentifikasi penyebab dan efek, dapat digunakan untuk meramalkan

11

suatu kejadian dimasa depan yang berhubungan dengan yang dinyatakan dalam
generalisasi. Berpijak pada pernyataan tersebut dapat dikemukakan bahwa
generalisasi merupakan pernyataan tentang hubungan antara konsep-konsep
yang berfungsi untuk membantu dalam memudahkan pemahaman suatu maksud
pernyataan bersangkutan, mengidentifikasi penyebab dan pengaruhnya, bahkan
dapat digunakan untuk memprediksi suatu kejadian yang berhubungan dengan
pernyataan yang ada dalam generalisasi bersangkutan.

4. Rangkuman
1) Pengetahuan adalah kemahiran dan pemahaman terhadap sejumlah informasi
dan ide-ide. Tujuan pengembangan pengetahuan ini adalah untuk membantu
siswa dalam belajar untuk memahami lebih tentang dirinya, fisiknya, dan dunia
sosial serta lingkungan sekitarnya.
2) Fakta adalah data yang spesifik tentang peristiwa, objek, orang dan hal-hal yang
terjadi (peristiwa).
3) Konsep merupakan kata-kata atau frase yang mengelompok, berkategori, dan
memberi arti terhadap kelompok fakta yang berkaitan.
4) Generalisasi merupakan suatu pernyataan dari dua atau lebih konsep yang saling
terkait. Generalisasi memiliki tingkat kompleksitas isi, disesuaikan dengan
tingkat perkembangan siswa.
5) Keterampilan adalah pengembangan kemampuan-kemampuan tertentu
sehingga digunakan pengetahuan yang diperolehnya.
6) Keterampilan dalam dimensi keterampilan mencakup keterampilan meneliti,
keterampilan berpikir, keterampilan partisipasi, dan keterampilan
berkomunikasi.
7) Nilai merupakan seperangkat keyakinan atau prinsip perilaku yang telah
mempribadi dalam diri seseorang atau kelompok masyarakat tertentu yang
ketika berpikir atau bertindak. Umumnya, nilai dipelajari sebagai hasil dari
pergaulan atau komunikasi antar individu dalam kelompok seperti keluarga,
himpunan keagamaan, kelompok masyarakat atau persatuan dari orang-orang
yang satu tujuan.
8) Nilai substantif adalah keyakinan yang telah dipegang oleh seseorang dan
umumnya hasil belajar, bukan sekedar menanamkan atau menyampaikan
informasi semata.

12

9) Manfaat lain dari belajar nilai substantif adalah siswa akan menyatakan bahwa
dirinya memiliki nilai tertentu. Guru harus menjelaskan bahwa siswa membawa
nilai yang beragam ke kelas sesuai dengan latar keluarga, agama, atau budaya.
Selain itu, guru perlu menyadari pula bahwa nilai yang dia anut tidak semuanya
berlaku secara universal.

10) Nilai-nilai prosedural yang perlu dilatih atau dibelajarkan antara lain nilai
kemerdekaan, toleransi, kejujuran, menghormati kebenaran dan menghargai
orang lain. Nilai-nilai kunci ini merupakan nilai yang menyokong masyarakat
demokratis, seperti: toleran terhadap pendapat yang berbeda, menghargai bukti
yang ada, kerja sama, dan menghormati pribadi orang lain

11) Tindakan sosial ini merupakan dimensi IPS yang penting karena tindakan sosial
yang dapat memungkinkan siswa menjadi peserta didik yang aktif, dengan jalan
berlatih secara konkret dan praktik, belajar dari apa yang diketahui dan
dipikirkan tentang isu-isu sosial untuk dipecahkan sehingga jelas apa yang
dilakukan dan bagaimana caranya dengan demikian siswa akan belajar menjadi
warga negara yang efektif di masyarakat.

12) Atribut merupakan karakteristik atau sifat sejumlah benda, peristiwa atau ide
dapat dibedakan. Atribut-atribut itu adalah ciri-ciri yang dapat dianggap sama,
serupa atau berbeda. Adapun atribut dapat didasarkan pada fakta berupa
informasi konkret yang dapat diverifikasi dari laporan orang lain atau hasil
pengamatan langsung seseorang.

13) Kelas adalah pengelompokkan katagori benda-benda, peristiwa atau pemikiran.
Setiap kelas meliputi benda-benda yang memiliki kesamaan atribut dan
mengabaikan atribut-atribut yang berbeda-beda atau tidak ada kaitannya.
Pengkelasan berdasarkan pada satu atau beberapa atribut tertentu, tidak pada
semua.

14) Konsep merupakan abstraksi, yaitu suatu konstruksi logis yang terbentuk dari
kesan, tanggapan, dan pengalaman-pengalaman kompleks. Konsep adalah ide
abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan
yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkain kata.

15) generalisasi merupakan pengambilan kesimpulan secara umum dari suatu gejala
informasi yang kita terima yang didukung oleh data dan fakta yang ada.
Generalisasi merupakan sejumlah konsep yang memiliki karakteristik dan
makna.

13

5. Tugas Terstuktur
a) Bacalah kembali materi ajar Dimensi dan Struktur Pembelajaran IPS SD
dengan teliti dan seksama.
b) Buatlah laporan dalam bentuk intisari materi dari materi ajar yang disertai
dengan peta konsepnya (mind map).
c) Selamat bekerja

6. Forum Diskusi
Coba diskusikan dengan teman-temanmu, tentang perbedaan Dimensi serta
diskusikan juga perihal Struktur Pembelajaran IPS SD.

C. PENUTUP
1. Tes Sumatif

Pililah salah satu jawaban yang dianggap paling sesuai!
1. “Pengetahuan adalah kemahiran dan pemahaman terhadap sejumlah
informasi dan ide-ide. Tujuan pengembangan pengetahuan ini adalah untuk
membantu siswa dalam belajar untuk memahami lebih tentang dirinya,
fisiknya, dan dunia sosial serta lingkungan sekitarnya.” Kalimat tersebut
merupakan pengertian dari dimensi...
a. Dimensi Tindakan
b. Dimensi Keterampilan
c. Dimensi Pengetahuan
d. Dimensi Nilai dan Sikap
2. Yang tidak termasuk ke dalam struktur pembelajaran IPS SD adalah …
a. Kelas
b. Atribut
c. Konsep
d. Ruang
3. Perhatikan pernyataan berikut ini!
“Untuk membantu dalam memudahkan pemahaman suatu maksud
pernyataan bersangkutan, mengidentifikasi penyebab dan pengaruhnya,
bahkan dapat digunakan untuk memprediksi suatu kejadian yang
berhubungan dengan pernyataan yang ada dalam generalisasi
bersangkutan.”
Kalimat di atas merupakan konsep dari….

14

a. Konsep Atribut
b. Konsep Generalisasi
c. Konsep Simbol
d. Konsep Kelas
4. Perhatikan pernyataan di bawah ini!
Pembelajaran IPS meliputi tiga model aktivitas sebagai berikut:

a) Contoh masyarakat dalam memecahkan masalah di kelas seperti
cara berorganisasi dan bekerja sama

b) Komunikasi dengan anggota masyarakat dapat diciptakan
c) Pengambilan keputusan dapat menjadi bagian kegiatan kelas,

khususnya pada saat siswa diajak untuk melakukan inquiry.

Dari pernyataan di atas merupakan pembelajaran IPS tiga model aktivitas
dari…
a. Dimensi Tindakan
b. Prosedural
c. Keterampilan Berkomunikasi
d. Generalisasi
5. Perhatikan kalimat berikut!
“Melalui proses persepsi, yakni memperoleh informasi dari orang lain, atau
pengamatan dan pengkajian oleh mereka sendiri.”
Pernyataan di atas merupakan langkah-langkah dari…
a. Atribut
b. Generalisasi
c. Konsep
d. Dimensi Keterampilan

2. Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Tes Formatif
1. C
2. D
3. B
4. A
5. A

15

DAFTAR PUSTAKA
https://oktaseiji.wordpress.com/2011/04/24/dimensi-dan-struktur-pendidikan-ips/
https://penerbitdeepublish.com/bahan-pengajaran/
https://rafikaterritory.wordpress.com/2017/10/02/dimensi-dan-struktur-pendidikan-ips/
https://sites.google.com/site/yudymuanitiwas92/

16


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Kendang Aki Bocor-AndiSolihat-November_0
Next Book
01. Information Technology class 9 Code 402_Neat