The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Sirhayani - Delusi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PERPUSTAKAAN DIGITAL GRAHA PUSTAKA, 2022-02-21 22:00:22

Delusi

Sirhayani - Delusi

Memutar Ulang Waktu

saling memandang penuh tanda tanya, apa yang telah terjadi
pada putri mereka sehingga tiba-tiba mengucapkan kalimat
barusan? Namun, mereka senang dan terharu.

”Pa, Ma, aku minta izin pergi sebentar, ya,” kata Shella
sopan.

”Lho, baru pulang kok mau pergi lagi?” tanya Mama.
”Sebentar aja kok. Cuma mau mampir rumah Fika. Nggak
sampai setengah jam aku pasti balik. Boleh, ya?”
”Ya. Hati-hati di jalan,” kata Papa.
”Ya. Aku pergi dulu ya, Pa, Ma!”
Shella menghampiri motor matic birunya. Dia rindu motor
yang sudah menemaninya bertahun-tahun. Setelah menge­
nakan helm, Shella bergegas menuju rumah Fika.
”Permisi, Tante. Fika di rumah?” tanya Shella saat ibu Fika
membukakan pintu untuknya.
”Eh, Shella. Tumben pagi-pagi sudah main ke sini,” kata
ibu Fika sambil mempersilakan Shella masuk.
”Iya Tante, cuma mampir sebentar kok.”
”Jam segini Fika kerbau masih tidur nyenyak. Dia kalau
Minggu begini kan memang suka malas-malasan. Pasti
bangunnya siang.”
”Iya, Tante, aku juga kadang begitu sih.”
”Kamu langsung ke kamar Fika aja, ya? Tante baru mau
masak soalnya.”
”Oke, Tante. Permisi ya.”
Shella naik ke lantai dua. Saat Shella membuka pintu, Fika
terlihat masih tidur lelap. Shella sangat terharu melihat pe­
mandangan ini. Telah lama sekali dia tidak melihat saha­
batnya.

198

Gabriella Chandra

”Fika sayang!” teriak Shella sambil menarik selimut Fika.
”Ehhhh…” Fika mengerang dengan mata terpejam sambil
berusaha menarik kembali selimutnya.
”Bangun dong! Anak perawan jam segini kok masih
molor?” goda Shella sambil menarik bantal dan guling Fika.
”Kenapa sih?” protes Fika masih mengantuk.
Shella mendekat ke arah wajah Fika. ”Aku cuma mau
bilang, kamu sahabat terbaik yang pernah kumiliki.”
”He-em,” jawab Fika sekenanya dengan mata terpejam.
”I love you, Fika!” kata Shella tengil sambil mengecup pipi
kiri Fika.
Fika kaget sehingga membuka mata. Dia terkejut karena
baru pertama kali Shella mengecup pipinya tanpa alasan.
”Dasar anak stres!” omel Fika sambil melemparkan bantal
ke arah Shella.
Lemparan Fika ternyata meleset. Shella tertawa senang
penuh kemenangan sambil berlalu meninggalkan sahabatnya
yang masih setengah sadar lantaran mengantuk.

Malam ini Shella terlihat sangat cantik dan anggun dengan
gaun pink muda. Rambutnya disanggul elegan dengan taburan
perhiasan kerang kecil. Di hadapannya berdiri pria tampan
dengan badan tinggi dan sedikit berisi. Pria gagah dan mena­
wan dengan jas hitam. Jonathan. Lelaki yang sangat mencintai
dan dicintai Shella.

Lagu romantis yang diiringi musik lembut mengalun indah
saat cincin pertunangan disematkan ke jari manis Shella. Ke­
mudian gadis itu menyematkan cincin serupa di jari kiri Jo­

199

Memutar Ulang Waktu

nathan. Undangan yang hadir di ruang pesta Grand Jas­mine
Hotel menjadi saksi janji pertunangan Shella dan Jona­than.
Tepuk tangan riuh terdengar memenuhi ruangan begitu
prosesi pertukaran cincin selesai.

Shella memandang ke sekitar ruangan. Kedua orangtuanya
tampak bahagia. Dia juga melihat Fika tampil cantik dengan
gaun pesta biru.

”Selamat ya!” seru Fika tanpa suara.
Shella tersenyum manis menerima ucapan selamat tulus
dari sahabat terbaiknya. Dia memandang Jonathan yang te­
lah menjadi tunangannya. Shella memandang mata dan wa­
jah Jonathan dalam-dalam. Tak terlukiskan betapa bahagianya
Shella bisa mendapatkan pendamping seperti Jonathan.
Shella sangat bahagia dan bersyukur.
Jonathan pun memandang Shella dengan penuh perasaan.
Dia mengecup kening Shella dengan penuh kelembutan dan
kasih sayang. Shella terpejam, menikmati kebahagiaan tiada
tara.

Rancangan Tuhan terindah dan terbaik
jauh melebihi rancangan manusia.

200



“Jika kamu bisa kembali ke masa lalu dan mengubah
sejarah hidupmu, apakah hidupmu sekarang akan berubah

menjadi lebih baik?”

Shella sering berharap bisa memutar ulang waktu untuk
memperbaiki pilihan-pilihan hidupnya dan mengubah
keputusan-keputusannya. Hingga kesempatan itu datang…
Seorang pria tua misterius mengatakan dia bisa mewujudkan
keinginan Shella.

Ia kembali ke masa lalu.
Akhirnya Shella memutuskan mengubah hidupnya yang
monoton, memperbaiki ekonomi keluarganya,
dan menemukan kekasih yang tepat untuknya.
Tapi, apakah sesungguhnya Shella
berhasil mengubah hidupnya menjadi lebih
baik? Atau justru semakin berantakan?

NOVEL REMAJA

Penerbit
PT Gramedia Pustaka Utama
Kompas Gramedia Building
Blok I, Lantai 5
Jl. Palmerah Barat 29-37
Jakarta 10270
www.gramediapustakautama.com


Click to View FlipBook Version