KEPERAWATAN KOMUNITAS Dosen Pengampu : Rizqi Alvian Fabanyo, M.Kes Disusun Oleh : Kelompok 3 LEGAL ETIK KEPERAWATAN KOMUNITAS K E M E N T E R I A N K E S E H A T A N R E P U B L I K I N D O N E S I A D I R E K T O R A T J E N D E R A L T E N A G A K E S E H A T A N S A R J A N A T E R A P A N K E P E R A W A T A N P O L T E K K E S K E M E N K E S S O R O N G T A H U N 2 0 2 4
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan buku tentang “Legal Etik Keperawatan Komunitas”. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam buku ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan buku yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga buku sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan. KATA PENGANTAR Sorong, 22 Februari 2024 Kelompok 3 i
KATA PENGANTAR ...................................................................i DAFTAR ISI .................................................................................ii BAB I .............................................................................................1 PENDAHULUAN ..........................................................................1 1.1. Latar belakang .......................................................................1 1.2. Rumusan masalah .................................................................2 1.3. Tujuan Penulisan ...................................................................2 BAB II ...........................................................................................3 PEMBAHASAN ...........................................................................3 2.1 Konsep Legal Etik Keperawatan Komunitas ...................3 2.2 Prinsip-prinsip Dasar Legal Etik Keperawatan Komunitas ...................................................................................4 2.3 Peran, Fungsi dan Etika Keperawatan Komunitas ......6 BAB III ........................................................................................8 PENUTUP .....................................................................................8 3.1 Kesimpulan.............................................................................8 3.2 Saran .....................................................................................8 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................9 LAMPIRAN ................................................................................9 DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Kode etik merupakan persyaratan profesi yang memberikan penentuan dalam mempertahankan dan meningkatkan standar profesi. Kode etik menunjukan bahwa tanggung jawab terhadap kepercayaan masyarakat telah diterima oleh profesi (Kelly, 1987). Jika anggota profesi melakukan suatu pelanggaran terhadap kode etik tersebut, maka pihak organisasi berhak memberikan sanksi bahkan bisa mengeluarkan pihak tersebut dari organisasi tersebut. Dalam keperawatan kode etik tersebut bertujuan sebagai penghubung antara perawat dengan tenaga medis, klien, dan tenaga kesehatan lainnya, sehingga tercipta kolaborasi yang maksimal. Perawat professional tentu saja memahami kode etik atau aturan yang harus dilakukan, sehingga dalam melakukan suatu tindakan keperawatan mampu berpikir kritis untuk memberikan pelayanan asuhan keperawatan sesuai prosedur yang benar tanpa ada kelalaian. Namun mengapa masih banyak terjadi berbagai bentuk kelalaian tanpa tanggung jawab dan tanggung gugat? Hal ini dikarenakan oleh kurangnya pengetahuan perawat dalam memahami kode etik itu sendiri. Sehingga tindakan yang dilakukan ada kalanya akan berdampak pada keselamatan pasien. Oleh sebab itu, banyak perawat dimata masyarakat di anggap kurang berpotensi dalam melakukan asuhan keperawatan yang pada akhirnya berdampak 1
1.2. Rumusan masalah 1. Bagaimana konsep legal etik keperawatan komunitas? 2. Bagaimana prinsip-prinsip dasar legal etik keperawatan komunitas? 3. Bagaimana peran, fungsi dan etika perawat dalam keperawatan komunitas? 1.3. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Tujuan umum penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan tentang legal etik keperawatan komunitas. 2. Tujuan khusus Tujuan khusus penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : a. Untuk mengetahui konsep legal etik keperawatan komunitas. b. Untuk mengetahui prinsip-prinsip dasar legal etik keperawatan komunitas. c. Untuk mengetahui peran, fungsi dan etika perawat dalam keperawatan komunitas. 2
Legal dalam konteks keperawatan merujuk pada hak-hak dan tanggung jawab yang terkait dengan pelayanan kesehatan yang disyaratkan oleh undang-undang, norma etika, dan standar profesional. Contohnya termasuk hak pasien untuk mendapatkan pelayanan yang terhormat, memperoleh informasi pengobatan lengkap, dan mempertolak pengobatan jika diharapkan tidak efektif. Etik, kata asal dari Yunani "Etos," merujuk pada kebiasaan yang baik yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Di dunia keperawatan, etika merupakan prinsip-prinsip moral yang memberikan petunjuk bagaimana seorang perawat harus berinteraksi dengan pasien, keluarga, dan komunitas. Aspek legal etik adalah Ilmu pengetahuan mengenai hak dan tanggung jawab legal yang terkait dengan praktik keperawatan merupakan hal yang penting bagi perawat. Etika dalam keperawatan komunitas mengatur bagaimana mahasiswa dan pekerja kesehatan bekerja di masyarakat mencakup prinsip-prinsip yang menentukan apa yang baik dan buruk, serta kewajiban dan tanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuannya untuk menumbuhkan kepercayaan klien terhadap satu sama lain, keluarga, komunitas, dan kolega kesehatan seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan, nutrisionis, dll. Untuk mempersiapkan diri dalam pelayanan kesehatan di masyarakat, pertanyaan dasar etika yang perlu ditanyakan adalah tentang bagaimana tindakan saya berdampak pada profesi saya, diri saya, tim kerja, dan klien secara khusus. BAB II 2.1 Konsep Legal Etik Keperawatan Komunitas 3
2.2 Prinsip-prinsip Dasar Legal Etik Keperawatan Komunitas Perlu diingatkan dimana klien mempunyai hak penuh dalam komunitasnya, seperti: • Hak klien untuk berpartisipasi. • Hak untuk mengambil keputusan. • Hak untuk mendapatkan nasehat. • Hak mendapatkan informasi tentang prosedur yang harus diikuti. • Hak untuk membina hubungan sesuai dengan standar etik. • Hak untuk mengekspresikan kesedihan dan ketakutannya, dalam rencana pelayanan asuhan keperawatan. • Hak untuk menolak rencana perubahan. Dalam praktik kerja lapangan dapat pula dijalankan prinsip etika dan legal keperawatan, seperti: 1. Pengambilan data penduduk di masyarakat dari bayi, batita, balita,anak sekolah, ibu menikah muda, ibu hamil, lansia dan rentan terhadap penyakit tertentu, dll. 2. Tingkat sasaran dalam pelayanan keperawatan komunitas: individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat pada pembinaan perilaku sehat bekerja secara tim dan kader. 3. Kegiatan perawat komunitas adalah klien/masyarakat sehat/sakit, untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bersama kader di Posyandu dan Posbindu. 4. Melakukan penelitian sesuai dengan kasus yang disepakati. Prinsip-prinsip etik keperawatan komunitas sebagai berikut : a. Justice. Perawat harus adil ketika mendistribusikan perawatan kesehatan komunitas, misalnya diantara klien/kelompok yang menjaditanggung jawab dalam wilayah binaanya. 4
b. Autonomy. Pemenuhan hak klien dalam menentukan nasib sendiri sebagai individu/kelompok yang unik dalam megemukakan pendapat, persepsi, nilai-nilai dan keyakinan mereka tentang kesehatan. Perawat memberikan saran kepada klien untuk mengambil keputusan sendiri tanpa paksaaan dari perawat. Klien berhak untuk menerima atau menolak tindakan keperawatan yang diberikan. c. Beneficence. Perawat melakukan tindakan yang benar dan memberikan kemanfaatan bagi kesehatan klien. d. Non-Maleficence. Perawat berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari atau melakukan kesalahan yang merugikan status kesehatan klien, baik sengaja maupun tidak sengaja. e. Veracity. Perawat menerapkan prinsip kejujuran dalam menyampaikan kebenaran tentang kesehatan klien. f. Confidentiality. Perawat memegang teguh prinsip-prinsip kerahasiaan informasi tentang data kesehatan klien hanya untuk kepentingan pemberian layanan keperawatan. 5
2.3 Peran, Fungsi dan Etika Keperawatan Komunitas Bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seseorang perawat pada situasi praktik lapangan dalam menjalankan tugasnya sebagai: 1. Pemberi Asuhan Keperawatan Pemberian asuhan keperawatan pada kebutuhan kesehatan klien secara holistik, dilakukan dari yang sederhana sampai yang kompleks, kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya. 2. Pembuat Keputusan Klinis Perawat membuat keputusan sendiri atau berkolaborasi dengan klien dan keluarga. Dalam setiap situasi seperti ini, perawat bekerja sama, dan berkonsultasi dengan pemberi perawatan kesehatan professional lainnya juga (Keeling dan Ramos, 1995). 3. Pelindung dan Advokat Klien Perawat membantu hak atas informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi, hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian. 4. Manager Kasus Perawat mengkoordinasikan, mendelegasikan dan mengatur kelompokyang memberikan perawatan pada klien dan tanggung jawab asuhan serta mengawasi tenaga kesehatan lainnya. 5. Rehabilitator Perawat berperan membantu klien beradaptasi semaksimal mungkin dengan proses dimana individu kembali ke tingkat fungsi maksimal setelah sakit, kecelakaan, atau kejadian yang menimbulkan ketidakberdayaan lainnya. 6. Pemberi Kenyamanan Perawat membantu klien untuk mencapai tujuan yang terapeutik memberikan kenyamanan, kekuatan dan dukungan emosi bagi klien sebagai individu yang memiliki perasaan dan kebutuhan yang unik. 6
7. Komunikator Dalam memberikan perawatan yang efektif dan membuat keputusan dengan klien dan keluarga tidak mungkin dilakukan tanpa komunikasi yang jelas. Kualitas komunikasi merupakan factor yang menentukan dalam memenuhi kebutuhan individu, keluarga dan komunitas. 8. Penyuluhan (pendidikan kesehatan/penkes) Perawat menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan klien serta melibatkan sumber-sumber yang lain misalnya keluarga dalam pengajaran yang direncanakannya. 9. Kolaborator Mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapi, ahli gizi dan lain-lain dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya. 10. Edukator Perawat membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, yang diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan. 11. Konsultan Perawat sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien tehadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan. 12. Pembaharu Perawat dapat mengadakan perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan. 7
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Aspek Legal Etik Keperawatan adalah Aspek aturan Keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dantanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang keperawatan. Praktik keperawatan yang aman memerlukan pemahaman tentang batasan legal yang ada dalam praktik perawat. Sama dengan semua aspek keperawatan, pemahaman tentang implikasi hukum dapat mendukung pemikiran kristis perawat. Perawat perlu memahami hukumuntuk melindungi hak kliennya dan dirinya sendiri dari masalah. Perawat tidak perlu takut hukum, tetapi lebih melihat hukum sebagai dasar pemahaman terhadap apa yang masyarakat harapkan dari penyelenggara pelayanan keperawatan yang profesional. 3.2 Saran Prinsip hukum dan etika penting dalam keperawatan komunitas untuk memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang aman dan tepat. Perawat juga harus memastikan bahwa penelitian mereka dilakukan dengan cara yang melindungi martabat dan hak-hak manusia. Akhirnya, menekankan pentingnya mematuhi prinsip-prinsip hukum danetika dalam praktik keperawatan, termasuk menjaga kerahasiaan pasien, mendapatkan persetujuan, dan menghindari konflik kepentingan 8
DAFTAR PUSTAKA Amalia Yunia Rahmawati. (2020). Pendekatan Teoritis Keperawatan Komunitas Lapangan (Issue July). Ekasari, Tamher, Hartini, Rosidawati, Syaifudin, Suryati, & maryam. (2018). Keperawatan Komunitas. 64, 1–15. Yusuf, A. (2018). Kompetensi dan Kewenangan Perawat Dalam Menghadapi Masalah Legal Etik Keperawatan. Kompetensi Dan Kewenangan Perawat, April, 0–11. https://www.researchgate.net/publication/328159892 9