Bentuk Kearifan Lokal Pelestarian budaya Nusantara PRODUK KERAJINAN ANYAMAN BAMBU
01 02 03 04 05 06 07 08 Kerajinan Anyaman Bambu Besek Bambu Caping Bambu Wadah Nasi Bambu Tudung Saji Bambu Tampah Bambu Keranjang Bambu Ingke Bambu Daftar Pustaka DAFTAR ISI
Anyaman adalah kerajinan tangan yang berdasarkan ketekunan, terampil dan pikiran yang kreatif dengan cara silang menyilang dan susup menyusup antara iratan yang satu dengan yang lainnya (Sinaga, 1988) Anyaman bambu merupakan kerajian yang berasal dari tanah Sunda. Anyaman bambu kerap dibuat oleh masyarakat di daerah pedesaan karena bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Bambu tersebut dapat diolah (dengan menganyam) menjadi beraneka wadah, hiasan, dan aneka kebutuhan sandang yang lainnya. Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan anyaman bambu meliputi bahan antara lain: bambu, cat kayu, woodstain, rotan, pewarna basis, benang nilon, uang kepeng, kancing batok kelapa, kulit kerang, lem, dan alumunium. Bambu Apus (Gigantochloa apus) merupakan jenis bambu yang cocok untuk bahan baku anyaman bambu. Jenis bambu ini memiliki batang yang kuat, liat, dan lurus. Jenis ini terkenal paling bagus untuk dijadikan bahan baku keranjang anyaman karena seratnya yang panjang, kuat, dan lentur. KERAJINAN ANYAMAN BAMBU
Tahapan pembuatan produk kerajinan anyaman bambu ada 4 tahap yaitu penyediaan alat dan bahan, pengolahan bahan baku meliputi penebangan, pemotongan, pembelahan, pengiratan, penjemuran, pewarnaan, kemudian proses pengerjaan berupa penganyaman (Margono, 1986), dan proses finishing (Gunawan, 2008) yakni sistem vernis menggunakan copal vernish yang diaplikasikan dengan kuas, rol, dan mesin gun sprayer; sistem nitroselulosa menggunakan sanding sealer dan meuble lack; sistem melamin menggunakan melamine sanding sealer dan melamine lack. Bambu yang biasa dijadikan sebagai bahan anyaman bukanlah sembarang bambu. Menurut Graha (1990) bambu yang digunakan adalah: Bambu yang memiliki serat lebih halus dari jenis bambu biasa. Bambu jenis ini disebut dengan bambu tali. Istilah tersebut nampaknya muncul karena ketika bambu jenis ini di iris dan dijadikan sebagai tali ternyata wulet. Kewuletan itu antara lain karena memiliki serat yang halus. Sebagai bahan anyaman sebaiknya kita pilih bambu tali yang masih agak muda. Menurut Margono (1986) bambu yang baik untuk dipilih menjadi bahan anyaman adalah sebagai berikut : Bambu yang dipilih adalah bambu tali yang beruas panjang, berserat padat dan kuat. Bambu yang terlalu tua kurang baik untuk anyaman, karena mudah patah dan pecah. Sedang bambu yang terlalu mudapun juga kurang baik, sebab rautan akan mengkerut, sehingga akan menghasilkan anyaman yang tidak rapat. Juga anyamannnya kurang berkilap dan tidak bisa rapih. Supaya produk yang dihasilkan bermutu tinggi, maka bambu yang hendak digunakan sebagai bahan baku harus memenuhi beberapa persyaratan. Menurut Basuki (1985) persyaratan bambu yaitu. 1. Ruasnya panjang, agar diperoleh anyaman yang lebar dan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. 2. Seratnya cukup padat dan kuat.
Menurut Soedjono (1994) ada beberapa teknik atau proses menganyam antara lain : 1) Anyaman Tegak Anyaman tegak ialah anyaman yang letak lungsinya tegak lurus terhadap si penganyam, sedangkan pakannya sejajar dengan si penganyam. 2) Anyaman Serong Anyaman serong ialah anyaman yang lungsi dan pakannya membentuk sudut sesamanya dan keduanya terletak menyimpang ke kiri dan ke kanan terhadap si penganyam. 3) Anyaman Kombinasi Anyaman kombinasi ialah anyaman perpaduan antara anyaman tegak dan anyaman serong Hasil anyaman dari bambu tidak sekadar memiliki fungsi praktis, tapi juga fungsi estetis. Kerajinan anyaman yang dihasilkan pun bukan sekadar barang, tapi juga mampu menjadi pemanis mata yang bernilai seni dan indah dan ramah lingkungan.
Besek bambu adalah wadah makanan yang terbuat dari anyaman kulit bambu. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat besek hanya pisau dan bambu saja. Bambu yang digunakan adalah bambu yang masih muda agar pada saat menganyam mudah dieratkan. BESEK BAMBU Salah satu fungsi alat ini adalah untuk menyimpan bumbu-bumbu dapur, wadah makanan biasanya saat hajatan ataupun oleh-oleh. Bentuk besek lebih mirip kubus yang memang ada tutupnya. Tingginya rata-rata sekitar 4-8 cm saja, sementara sisi lainnya sekitar 25-40 cm, tergantung besar kecilnya besek. Besek merupakan wadah makanan yang ramah lingkungan. Carilah bambu yang tidak tua dan tidak terlalu muda. Tebang bambu yang sudah anda pilih, dan bersihkan bambu dari cabang-cabang yang tidak digunakan. Setelah itu potong bambu sepanjang 40-50 cm. Setelah itu potong bambu menjadi 10-15 bagian. Rautlah bambu tersebut hingga menjadi tipis. Jemur sampai kering Anyam dengan pola 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. CARA PEMBUATAN:
Siapkan 32 buah kerangka besek Tandai ditengahnya Membuat kerangka anyaman secara selang seling Menandai bagian tengah kerangka Menganyam hingga jumlah anyaman di setiap sisisisinya sama panjang Membuat ikatan sementara agar anyaman tidak lepas saat membuat sudut besek Membuat 4 sudut pada besek Menekuk ujung-ujung helai bambu hingga membentuk sisi yang rata pada area atas besek Besek persegi sudah jadi CARA MENGANYAM BAMBU UNTUK BESEK: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Sumber: YouTube
CAPING BAMBU Topi petani dari bahan anyaman bambu CARA PEMBUATAN: 8. Tudung kerucut dijepit pinggirannya dan dililit dengan bantuan jarum dan benang 9. Anyaman ditumpuk menjadi 1. Paling dalam yaitu anyaman yang berbentuk lingkaran yang di luar yaitu anyaman yang berbentuk kerucut. Keduanya disatukan dengan menjahit menggunakan bantuan benang dan jarum 10. Caping siap digunakan Raut bambu yang sudah dipilih dan belah tipis Tata dan anyam bambu Membuat anyaman bentuk trapesium Menyatukan ujung anyaman hingga membentuk lingkaran untuk bagian kepala Merapikan ujung-ujung anyaman dengan menekuk ke dalam hingga menjadi bulat sempurna Membuat tudung caping (anyaman segi empat) Anyaman dibentuk menjadi kerucut 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Sumber: YouTube
Menyiapkan bilah bambu dengan ukuran 40 cm x 2 mm sebanyak 70 lembar dengan iratan tipis 1 mm Bagi menjadi 7 kelompok Membuat anyaman di tengah Membuat pola lingkaran di tengah Menganyam pinggiran piring dan menekuk ke dalam Piring/Ingke siap digunakan 1. 2. 3. 4. 5. 6. INGKE/PIRING BAMBU CARA PEMBUATAN pn
Sumber: YouTube
KERANJANG BAMBU 1. Buatlah dasar keranjang. Pastikan kotak-kotak yang terbentuk dari anyaman untuk dasar keranjang ini tidak lebih dari 0,9 cm. 2. Tekukkan helai-helai bambu 3. Belah jeruji tengah 4. Anyam keranjang 5. Tutupi dasarnya, lanjut menganyam 6. Rapatkan dasar keranjang 7. Selesaikan tepi atas keranjang 8. Potong keranjang untuk merapikan 9. Buatlah tepiannya Merupakan wadah penyimpanan bahan makanan ataupun benda dalam rumah tangga bentuknya beragam ada yang dasar bulat, ada yang kotak.
Sumber: WikiHow
Menyiapkan bilah bambu Meraut bambu Membuat anyaman di tengah Membuat pola lingkaran Menganyam pinggiran tampah Mengikatkan dengan bagian tengah tampah Tampah siap digunakan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. TAMPAH BAMBU CARA PEMBUATAN Tampah, penampi, atau nyiru adalah alat yang digunakan untuk menampi, yaitu membersihkan beras dari sekam atau bulir serealia lainnya dari kulitnya. Tampah umumnya berupa nampan/baki bulat berukuran besar (berdiameter kira-kira 65–80 cm) yang terbuat dari anyaman belahan batang pohon bambu. Motif seperti geribik berwarna coklat, bagian tepian tampah diikat dengan tali tis berwarna kuning Teknik Pembuatan dengan dianyam dan ditali, bahan terbuat dari bambu dan tali tis (Kemdikbud, 2022).
Sumber: YouTube
Tudung Saji Bambu yang masih muda dan bagus dengan diameter besar dan beruas Kolindang benang Gergaji dan pisau Kompor untuk memanaskan bambu Amplas, plitur dan cat poxy clear ALAT DAN BAHAN UNTUK MEMBUAT TUDUNG SAJI DARI BAMBU: Potong-potong dan irat bambu sesuai dengan ruasnya. Bagian luar luar bambu dibuang sehingga tinggal bagian dalam dengan ketebalan yang tipis. Panaskan bambu yang telah diirat di perapian sehingga bagian bambu yang licin menjadi paring dan terkelupas. Belah bambu yang telah dipanaskan menjadi lembaran yang tipis kira-kira 1-2 mm dan haluskan seluruh permukaan dengan amplas. Cuci lalu jemur dengan panas matahari sampai benar-benar kering agar mudah dilengkungkan. Setelah kering, potong bambu yang berupa iratan sesuai dengan ukuran tudung yang akan dibuat. Iratan bambu disusun secara bertinding atau berlapis dan dijahit satu sama lainnya menggunakan kolindang benang hingga berbentuk cekungan oval atau persegi panjang seperti pada gambar. Pada bagian ujung sekeliling cekungan tadi diberi bingkai dari rotan yang sudah dikupas kulitnya. Agar tudung saji terlihat lebih menarik, anda biasa memberikan hiasan dan warna sesuai selera. CARA PEMBUATAN TUDUNG SAJI DARI BAMBU 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
Sumber: YouTube
BAKUL NASI Cara Membuat Kerajinan Bakul Nasi Dari Bambu: 1. Bambu dipotong – potong per ruas dan dibuang buku-bukunya. 2. Belah-belah menjadi bentuk lembaran, bagian paling dalam digunakan untuk kaki bakul. 3. Lembaran bambu dijemur sampai kering. 4. Belah lagi dengan ukuran kurang lebih 0,5 cm. 5. Dianyam. 6. Bagian atasnya diberi bambu yang melingkar. 7. Bagian bawahnya diberi kaki dari bambu bagian dalam tadi.
Sumber: YouTube
Daftar Pustaka Basuki, Budi. 1985. Anyaman Bambu. Jakarta: Penebar Swadaya. Graha, Oho. 1990. Seni Kerajinan Bambu. Bandung: Angkasa. Gunawan. (2008). Kajian Sifat-sifat Finishing Bambu Tali. Skripsi tidak diterbitkan. Bandung: Institut Pertanian Bogor. https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/anyaman-bambudi-tengah-zaman-plastik/ https://museum.kemdikbud.go.id/koleksi/profile/tampah+bambu_5 9543# Margono, G. 1986. Ketrampilan Anyaman Bambu dan Rotan. Semarang: Aneka Ilmu. Sinaga Bermin. 1988. Pengetahuan Tentang Anyaman dan Perkembangannya. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Ikip Medan. Soedjono, B. Sc. 1994. Membuat Kerajinan dari Bambu. Bandung: Angkasa.