Oleh: Mustika Mayasinta
Di kedalaman samudra yang biru pekat, hiduplah seekor paus biru bernama Luno. Luno adalah paus terbesar di samudra itu, dengan panjang lebih dari 30 meter dan berat mencapai 150 ton. Meskipun tubuhnya raksasa, hatinya sangat lembut dan penuh rasa ingin tahu.
Suatu hari, Luno merasakan getaran aneh di air. Getaran itu datang dari arah timur, tempat Luno jarang pergi. Ia penasaran dan memutuskan untuk menyelidiki sumber getaran tersebut. Dengan kecepatan yang luar biasa untuk makhluk sebesar dirinya, Luno berenang menuju timur, melewati terumbu karang dan kumpulan ikan-ikan kecil yang berwarna-warni.
Setelah berjam-jam berenang, Luno tiba di sebuah daerah yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Di sana, ia menemukan seekor paus kecil bernama Nori yang terjebak di antara karang-karang besar. Nori berusaha keluar, namun tubuhnya yang kecil tidak cukup kuat untuk melepaskan diri.
Luno mendekati Nori dengan hati-hati agar tidak membuatnya ketakutan. “Hai, namaku Luno. Apa yang terjadi padamu?” tanya Luno dengan suara lembut. Nori menoleh dengan mata yang penuh harap. “Aku terjebak di sini saat mengikuti arus. Tolong, bisakah kau membantuku keluar?”
Luno mengangguk. Dengan hati-hati, ia menggunakan tubuhnya yang besar untuk mendorong dan memindahkan karang-karang yang menghalangi Nori. Perlahan namun pasti, karang-karang itu mulai bergeser dan akhirnya Nori berhasil bebas.
Nori melompat kegirangan. “Terima kasih, Luno! Kau telah menyelamatkanku!” Luno tersenyum. “Tidak apa-apa, Nori. Kamu harus lebih berhati-hati. Arus di sini bisa sangat kuat.”
Sejak hari itu, Luno dan Nori menjadi sahabat karib. Mereka berenang bersama, menjelajahi keindahan bawah laut, dan bertemu dengan berbagai makhluk laut lainnya. Luno mengajari Nori tentang cara membaca arus laut dan mengenali tanda-tanda bahaya, sementara Nori mengajarkan Luno tentang tempat-tempat tersembunyi yang penuh dengan keajaiban.
THE END