Di museum ini tersimpan banyak benda peninggalan masa lampau mulai dari gamelan, ukiran dinding, dan tombak. Bahkan ketika hendak memasuki area museumnya saja pengunjung akan disambut oleh kereta Jempana dan kereta kencana Paksi Naga Liman. Museum ini juga menyimpan barang-barang peninggalan yang pernah digunakan Sunan Gunung Jati, patung cupid pemberian Sir Thomas Raffles serta kursi Gading Gilang Kencana yang pernah digunakan oleh Pangeran Walangsungsang, salah satu tokoh cikal bakal Kesultanan Cirebon. 48 MENGENAL LEBIH DEKAT KERATON KANOMAN MUSEUM PUSAKA
Paksi Naga Liman merupakan perpaduan tiga binatang, yakni burung, naga dan gajah. Ini merupakan perlambang dari tiga agama, yakni burung melambangkan agama Islam, naga melambangkan agama Budha, dan gajah melambangkan agama Hindu. 49 MENGENAL LEBIH DEKAT KERATON KANOMAN PAKSI NAGA LIMAN
Kereta ini digunakan untuk mengangkut permaisuri raja. Di kereta inilah terdapat motif batik yang menjadi ciri khas daerah Cirebon yakni Mega Mendung. Sebenarnya selain mega mendung ada motif batu karas. Perbedaannya kalau mega mendung bentuknya horizontal sedangkan batu karas vertical. 50 MENGENAL LEBIH DEKAT KERATON KANOMAN KERETA JEMPANA
Sederatan gamelan yang dulunya sering digunakan saat pementasan kesenian tradisional. Gamelan ini akan keluar dan dibersihkan setiap tanggal 1 Suro. Gamelan sekaten sebagai media penarik masyarakat setiap kali menjalankan tradisi. Sejak tahun 1470 keraton selalu menabuh gamelan tersebut. 51 MENGENAL LEBIH DEKAT KERATON KANOMAN ALAT MUSIK GAMELAN
Selain senjata-senjata tadi di dalam lemari di Gedung Pusaka ini terdapat beberapa peti yang merupakan peninggalan bangsa China. Ada pula pintu-pintu yang dulu pernah digunakan. Pintu tersebut ada yang bergambar Surantaka, Paksi Naga Jalmi dan lain sebagainya. 52 MENGENAL LEBIH DEKAT KERATON KANOMAN BERBAGAI JENIS PINTU DAN TOMBAK
Keraton Kaprabonan adalah peguron (tempat pembelajaran). Keraton tersebut didirikan olehPutera Mahkota Kesultanan Kanoman Pangeran Raja Adipati Kaprabon yang lebih memilih untuk mendalami ilmu agama Islam pada tahun 1696. Dibandingkan dengan tiga keraton lainnya, Keraton Kaprabonan memiliki bangunan yang kecil dan tidak kompleks. Lokasi keraton ini terletak di sekitar kompleks pertokoan pasar. Namun, ada ciri khas yang bisa membedakan antara bangunan keraton dan bangunan lainnya, yaitu adanya gerbang yang memiliki logo Kaprabonan. Begitu memasuki kompleks, di sebelah kiri terdapat musala yang bernama “Tajug Agung Kaprabonan”. Musala inilah yang menjadi sentra kegiatan keagamaan dan ritual di Kaprabonan sejak dahulu hingga sekarang. 53 KERATON KAPRABONAN
Keraton Kacirebonan merupakan keraton termuda yang ada di Cirebon. Keraton tersebut dibangun tahun 1800 M atas prakarsa Pangeran Muhamad Haerudin. Dari segi arsitektur, bangunan utama Keraton Kacirebonan didominasi oleh unsur hijau. Hal itu tampak dari 8 tiang yang menjadi pilar utama penopang bangunan. Di sisi lain, keraton tersebut pun tidak terlepas dari perpaduan gaya arsitektur antara Tiongkok, kolonial, dan tradisional. Ornamen-oranamen dari ketiga unsur tersebut dapat dilihat pada sudut-sudut bangunan. Secara geografis, Keraton Kacirebonan terletak di Kelurahan Pulasaren dan hanya berjarak 1 km dari Keraton Kasepuhan serta 500 m dari Keraton Kanoman. Keraton ini menyimpan berbagai pusaka seperti keris, wayang, perlengkapan perang, gamelan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, Keraton Kacirebonan juga memiliki bangunan “Paseban Kulon” dan “Paseban Wetan” yang berfungsi sebagai tempat penerimaan tamu. Hingga saat ini, keduanya pun masih difungsikan sebagai tempat latihan tari topeng khas Cirebon. 54 KERATON KACIREBONAN
54 TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN Jelaskanlah 4 keraton yang ada di Cirebon dengan berbantuan audio visual. Tujuannya agar mereka memiliki gambaran yang jelas tentang tempattempat tersebut REFERENSI DISPORBUDAPAR KOTA CIREBON REFERENSI KONTRIBUTOR OBSERVASI LAPANGAN ALFIAH, DKK
TEMPAT WISATA DI CIREBON 55 ... UNIT 4
TEMPAT WISATA DI CIREBON 56 ... UNIT 4 SELAMAT DATANG REKAN MAHASISWA DI UNIT 4 “TEMPAT WISATA DI CIREBON”. TEMPAT WISATA MERUPAKAN HAL YANG KERAP MEMBUAT KITA PENASARAN UNTUK MENGUNJUNGINYA. KITA TIDAK BUKAN SAJA DISUGUHKAN PEMANDANGAN YANG MENARIK, MELAINKAN JUGA CERITA-CERITA UNIK YANG DIMILIKI TEMPAT TERSEBUT. BAB INI AKAN MENJELASKAN BEBERAPA TEMPAT WISATA POPULER DI CIREBON. DENGAN DEMIKIAN, MAHASISWA TIDAK HANYA MEMPELAJARI BAHASA INDONESIA SAA, TETAPI JUGA MAMPU MENGENAL TEMPAT-TEMPAT IKONIK YANG DIMILIKI CIREBON.
57 ... UNIT 4 KEGIATAN BELAJAR 4: TEMPAT WISATA DI CIREBON TUJUAN PEMBELAJARAN Pada akhir pembelajaran, Anda diharapkan mampu menjelaskan destinasi wisata yang ada di Cirebon dengan lugas.
... 58 UNIT 4 MATERI GOA SUNYARAGI Gua Sunyaragi disebut juga sebagai Taman Klangenan, Taman Air Sunyaragi, atau Tamansari Sunyaragi. Nama tempat tersebut berasal dari bahasa Sansakerta, yakni “sunya” yang bermakna sepi dan “ragi” yang bermakna raga. Gua tersebut dibangun pada tahun 1703 oleh Pangeran Arya Carbon dan termasuk ke dalam kompleks benda cagar budaya yang memiliki luas tanah ± 15 hektare. Dahulu gua tersebut difungsikan sebagai tempat meditasi bagi Sultan Cirebon dan keluarganya.
... 59 UNIT 4 Kompleks Gua Sunyaragi berbentuk gunungan-gunungan, kemudian konstruksi dinding-dindingnya didominasi bebatuan karang yang menyerupai awan dan wadasan. Selain sarat dengan kesakralan, ternyata gaya arsitektur gua ini dipengaruhi oleh unsur-unsur dari Hindu, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa. Jika berkunjung ke Cirebon, wisatawan harus menyempatkan diri datang ke Gua Sunyaragi karena tempat ini sangat menarik. Selama di sana, wisatawan akan dimanjakan oleh pemandangan yang asri dan mereka pun dapat melihat 12 bangunan gua yang memiliki fungsi berbeda-beda, antara lain Bangsal Jinem (tempat Sultan memberi wejangan dan melihat prajurit berlatih), Gua Pengawal (tempat berkumpulnya pengawal Sultan), Kompleks Mande Kemasan, Gua Pandekemasang (tempat membuat berbagai senjata tajam), Gua Simanyang (tempat pos penjagaan), Gua Langse (tempat untuk bersantai), Gua Peteng (tempat menyepi dan melatih kekebalan tubuh), Gua Arga Jumud (tempat bagi orang-orang penting keraton), Gua Padang Ati (tempat bersemedi), Gua Kelanggengan (tempat bersemedi agar memperoleh jabatan yang langgeng), Gua Lawa (tempat berkumpulnya kelelawar), dan Gua Pawon (ruangan dapur dan tempat penyimpanan makanan).
Masjid Sang Cipta Rasa atau Masjid Agung Kasepuhan terletak di sekitar kompleks Keraton Kasepuhan. Masjid yang berdiri sejak 1480 M ini diarsiteki oleh Sunan Kalijaga. Nama Masjid Sang Cipta Rasa diambil dari kata “sang” yang bermakna keagungan, “cipta” yang bermakna dibangun, dan “rasa” yang bermakna digunakan. Masjid tersebut konon hanya dibangun dalam waktu semalam dan melibatkan 500 orang yang berasal dari Majapahit, Demak, serta Cirebon. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, masjid tersebut dahulunya memiliki puncak atap (memolo). Namun, atap itu berpindah dengan sendirinya ke Masjid Agung Banten setelah azan pitu (azan tujuh) dikumandangkan. Kala itu, azan pitu (azan secara bersamaan oleh 7 orang muazin berseragam serba putih) dilakukan untuk mengusir Aji Menjangan Wulung. Hingga saat ini tradisi azan pitu tetap dilaksanakan, yakni setiap salat Jumat tiba. Hal menarik lainnya, di beranda utara masjid terdapat sumur zam-zam atau “Banyu Cis Sang Cipta Rasa” yang ramai dikunjungi warga. Air dari sumur tersebut dipercayai dapat mengobati berbagai penyakit dan menguji kejujuran seseorang. Tidak hanya itu, hal yang paling menakjubkan adalah pembangunan Masjid Sang Cipta Rasa tidak menggunakan paku. Tiang-tiang besar di masjid tersebut hanya disambung-sambung dengan pasak atau knock down. Jika Anda ke Cirebon, jangan lupa untuk berwisata religi ke Masjid Sang Cipta Rasa. ... 60 M UNIT 4 ASJID AGUNG SANG CIPTA RASA
Sunan Gunung Jati merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa yang berasal dari Cirebon. Beliau dimakamkan di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati dan kini tempat itu dikenal dengan sebutan Kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Kompleks tersebut berdiri di atas lahan seluas 4 hektare dan telah menjadi destinasi wisata religi yang sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Bangunan makam Sunan Gunung Jati dari segi arsitektur sangat unik karena menggabungkan antara unsur Tiongkok, Jawa, dan Arab. Arsitektur Tiongkok terlihat dari adanya keramik dan porselin pada dinding makam, sedangkan arsitektur Jawa tampak pada atap bangunan yang berbentuk limasan. Lalu, arsitektur Arab tergambar dari keindahan kaligrafi di dinding bangunan makam. Hal paling unik dari Kompleks Makam Sunan Gunung Jati adalah adanya 9 pintu makam yang menjadi jalan menuju makam Sang Sunan. Pintu-pintu tersebut memiliki nama berbeda-beda dan tersusun secara bertingkat. Nama pintu tersebut, yakni pintu gapura, pintu krapyak, pintu pasujudan, pintu ratnakomala, pintu jinem, pintu rararoga, pintu kaca, pintu bacem, dan pintu teratai. Dalam hal ini, peziarah hanya diizinkan masuk sampai pintu ke lima karena pintu berikutnya hanya diperuntukkan bagi keturunan Sunan Gunung Jati saja. Oleh karena itu, peziarah tidak dapat secara langsung berdoa di depan makam Sunan Gunung Jati dan inilah yang menjadi pembeda antara kompleks makam Sunan Gunung Jati dan kompleks makan sunan lainnya. ... 61 KOMPLEKS MAKAM SUNAN GUNUNG JATI sumber foto: kompas.com
Cirebon memiliki destinasi wisata batik. Tempatnya, yaitu di Desa Trusmi, bahkan sudah merambah ke Desa Panembahan, Kali Tengah, dan Kali Wulu. Di sana, para wisatawan akan menjumpai banyak toko batik dan ada juga yang mengajari wisatawan tentang cara membatik. Cirebon sendiri terkenal memiliki motif batik Mega Mendung yang telah mendunia. Motif awan tersebut telah ada sejak era Wali Songo sekaligus menjadi penanda adanya akulturasi antara budaya Tiongkok dan Islam di Cirebon. Di kampung batik ini para wisatawan dapat membeli berbagai motif batik yang menarik dengan harga terjangkau. ... 62 WISATA BATIK TRUSMI
... 63 TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN Dari empat tempat wisata yang telah dijelaskan, tempat wisata manakah yang paling menarik untuk dikunjungi ? Jelaskanlah dengan lugas!