The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Digital untuk SMP kelas 8

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nur Aini, 2020-11-25 04:35:31

Pendapatan Nasional

Buku Digital untuk SMP kelas 8

Keywords: pendapatan nasional

Buku Digital

Pendapatan Nasional

IPS SMP Kelas 8

NURAINI
1805112682

Inovasi Pendidikan Ekonomi

Pendapatan Nasional | NURAINI

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis ucapkan kepada Allah Swt. yang i
telah memberikan kemampuan kepada penulis sehingga
penulis dapat menyelesaikan buku yang berjudul
“Pendapatan Nasional”. Penulis menyadari bahwa
penyelesaian buku ini tidak terlepas dari motivasi dan
bantuan berbagai pihak. Untuk itu, terima kasih penulis
ucapkan kepada:
1. Bapak Dr. H. Gimin, M.Pd., selaku dosen

pembimbing mata kuliah Inovasi Pendidikan
Ekonomi.
2. Kepada teman-teman seangkatan yang bersedia
membantu dan memberikan masukan yang bersifat
membangun demi penyelesaian dan kesempurnaan
buku ini.
Semoga kebaikan yang telah mereka berikan dibalas
oleh Allah Swt. Penulis telah berusaha menyelesaikan
buku ini sesuai dengan ilmu dan pengetahuan yang
penulis peroleh. Penulis berharap agar makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua terutama dalam kemajuan
dunia pendidikan.

Pendapatan Nasional | NURAINI
Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari
kesempurnaan, baik dari segi sistematika penulisan
maupun dari segi penyajian. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan dari
pembaca. Atas perhatian, saran, dan kritikan dari pembaca
penulis ucapkan terima kasih.

Pekanbaru, 20 November 2020
Penulis

ii

Pendapatan Nasional | NURAINI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................ i
DAFTAR ISI........................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN....................................... 1
1
1.1 Latar Belakang................................................. 3
1.2 Rumusan Masalah ........................................... 4
1.3 Tujuan Penulisan ............................................. 5
BAB II PEMBAHASAN........................................ 5
2.1 Pengertian Pendapatan Nasional ..................... 6
2.2 Konsep Pendapatan Nasional .......................... 11
2.3 Perhitungan Pendapatan Nasional ................... 14
2.4 Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional.....
2.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi 16
21
Pendapatan Nasional....................................... 21
BAB III PENUTUP................................................ 23

3.1 Kesimpulan......................................................
DAFTAR PUSTAKA.............................................

iii

Pendapatan Nasional | NURAINI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1
Seorang manusia membutuhkan materi (uang) untuk

memenuhi kebutuhan hidupnya yang begitu banyak.
Materi (uang) sangat berkaitan dengan pendapatan, dalam
hal ini materi (uang) merupakan salah satu bentuk
pendapatan. Lalu apa itu pendapatan? Dalam pengertian
umum, pendapatan adalah hasil pencahrian berupa uang
atau materi lainnya yang didapat dari suatu usaha, yang
kemudian akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan
hidup. Jadi, pendapatan memegang peranan penting
dalam kehidupan seorang manusia, dengan pendapatan
yang berupa materi mereka dapat membuat peramalan,
perencanaan, dan pengaplikasian yang lebih baik dalam
kehidupannya, terutama yang berkaitan dengan
kehidupannya. Contoh, seorang pegawai negeri
memperoleh pendapatan (gaji) setiap bulan, dari jumlah
pendapatannya itu dia akan membuat suatu anggaran
pengeluaran seperti biaya makan, listrik, air, dan lain –
lain untuk jangka waktu satu bulan. Dia akan berusaha

Pendapatan Nasional | NURAINI

untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan banyaknya
pendapatan yang diperoleh. Pendapatan menjadi aspek
yang sangat penting dari setiap bentuk usaha. Di Negara
kita ini, berbagai sektor usaha seperti pertanian,
perkebunan, industri, pariwisata, perbankan dan masih
banyak sektor yang lain berlomba – lomba menghasilkan
pendapatan yang tinggi guna menghidupi usaha yang
mereka jalani agar tetap bisa bertahan. Di lain sisi,
kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh berbagai
sektor juga akan memberikan pendapatan nasional
Negara. Pendapatan nasional merupakan tolak ukur
berhasil atau tidaknya suatu Negara meningkatkan
pertumbuhan ekonominya.

Pendapatan nasional adalah ukuran nilai output
berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara
dalam periode tertentu atau jumlah seluruh penadapatan
yang diterima oleh masyarakat dalam suatu Negara dalam
satu tahun. Pendapatan nasional memiliki peran yang
sangat vital bagi sebuah Negara, karena pendapatan
nasional merupakan salah satu tolak ukur

2

keberhasilan perekonomian suatu Negara. Mengingat
konsep pertumbuhan ekonomi sebagai tolak ukur
penilaian Pendapatan Nasional dan Pertumbuhan
ekonomi nasioanal sudah terlanjur diyakini serta di
terapakan secara luas, maka kita tidak boleh
ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha
mempelajari hakekat dan sumber–sumber
pertumbuhan ekonomi tersebut. Dengan pendapatan
nasional, akan terlihat tingkat kemakmuran suatu
Negara, semakin tinggi pendapatan nasional suatu
Negara maka dapat dikatakan semakin tinggi juga
tingkat kesejahteraan rakyatnya.

1.2 Rumusan Masalah 3
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat

disimpulkan rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah Pengertian Pendapatan Nasional?
2. Bagaimanakah Konsep Pendapatan Nasional?
3. Bagaimanakah Penghitungan Pendapatan
Nasional?
4. Bagaimanakah Manfaat Penghitungan Pendapatan
Nasional?

5. Bagaimanakah Faktor–Faktor Yang
Mempengaruhi Pendapatan Nasional?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Mendeskripsikan Pengertian Pendapatan Nasional
2. Mendeskripsikan Konsep Pendapatan Nasional
3. Mendeskripsikan Penghitungan Pendapatan
Nasional
4. Mendeskripsikan Manfaat Penghitungan
Pendapatan Nasional
5. Mendeskripsikan Faktor–Faktor Yang
Mempengaruhi Pendapatan Nasional

4

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pendapatan Nasional 5
Pendapatan nasional adalah ukuran nilai output

berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara
dalam periode tertentu atau jumlah seluruh pendapatan
yang diterima oleh masyarakat dalam suatu Negara dalam
satu tahun. Pendapatan nasional memiliki peran yang
sangat vital bagi sebuah Negara, karena pendapatan
nasional merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan
perekonomian suatu Negara. Dengan pendapatan
nasional, akan terlihat tingkat kemakmuran suatu Negara,
semakin tinggi pendapatan nasional suatu Negara maka
dapat dikatakan semakin tinggi juga tingkat kesejahteraan
rakyatnya. Namun, sesungguhnya pendapatan nasional
suatu Negara tidak dapat sepenuhnya dijadikan sebagai
indikator naiknya tingkat kesejahteraan rakyat di suatu
Negara. Sebagai contoh, meskipun pendapatan nasional
Indonesia pada tahun 2010 naik dari tahun sebelumnya,
tetapi tetap saja masih (sangat) banyak rakyat Indonesia
yang sampai saat ini hidup di bawah garis kemiskinan.

2.2 Konsep Pendapatan Nasional
A. Produk Domestik Bruto (GDP)

Sebelum kita dapat menghitung pendapatan nasional
terlebih dahulu kita harus tahu apa yang dimaksud dengan
Produk Domestik Bruto/ Gross Domestik Bruto, karena
PDB merupakan salah satu instrumen penting untuk dapat
menghitung pendapatan nasional. Produk domestik bruto
(Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk
berupa barang dan jasa yang dihasikan oleh unit – unit
produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik)
selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk
juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh
perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah
negara yang bersangkutan. Barang–barang yang
dihasilkan termasuk barang modal yang belum
diperhitungkan penyusutannya,

6

karena jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap
bersifat bruto/ kotor.

Penghitungan nilai PDB dapat dilakukan atas dua
macam dasar harga yaitu:

1. PDB atas dasar harga berlaku, merupakan PDB
yang dihitung dengan dasar harga yang berlaku
pada tahun tersebut. PDB atas dasar harga berlaku
berfungsi untuk melihat dinamika / perkembangan
struktur ekonomi yang rill pada tahun tersebut.

2. PDB atas dasar harga konstan, merupakan PDB
yang dihitung dengan dasar harga yang berlaku
pada tahun tertentu. PDB atas dasar harga konstan
berfungsi untuk melihat pertumbuhan ekonomi dari
tahun ke tahun. Contohnya, jika kita ingin
mengetahui berapa persen kenaikan PDB dari tahun
1998, 1999 dan tahun 2000, karena nilai/ harga
suatu produk tiap tahun berubah – ubah maka kita
harus mengubah nilai PDB tahun 1998 dan 1999
dengan dasar harga tahun 2000 sehingga akan
terlihat dengan jelas besaran kenaikan dari tiap
tahunnya.

7

B. Produk Nasional Bruto (GNP) 8
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau

PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang
dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama
satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang
dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri,
tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing
yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

Jadi Produk Nasional Bruto (PNB) /Gross National
Product (GNP) adalah jumlah barang dan jasa yang
dihasilkan oleh faktor–faktor produksi milik warga negara
baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri,
tetapi tidak termasuk warga negara asing yang tinggal di
negara tersebut, atau dengan kata lain PNB/GNP adalah
jumlah Produk Domestik Bruto ditambah dengan
pendapatan neto dari luar negeri (penghasilan neto)
adalah penghasilan dari wrga negara yang bekerja di luar
negeri dikurangi penghasilan warga negar lain yang
bekerja di dalam negeri.
C. Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income)
adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas

jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor 9
produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP
dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak
tidak langsung adalah pajak bebannya dapat dialihkan
kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah,
dll. Atau jika kita menghitung dari GNP dapat kita
rumuskan: NNI= GNP – Depresiasi – Pajak tidak
langsung.
Contoh:

Pada tahun 2003 GNP Indonesia atas dasar harga
berlaku 2.007.191,1 miliar rupiah, sedangkan depresiasi /
penyusutan sebesar 104.337,9 miliar dan pajak tidak
langsung dikurangi subsidi sebesar 85.272,2 miliar maka:
NNI = 2.007.191,1 – 104.337,9 – 85.272,2

= 1.817.519 miliar.
D. Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah
jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam
masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa
melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan
juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment).
Transfer payment adalah penerimaan–penerimaan yang

bukan merupakan balas jasa prouksi tahun ini, melainkan
diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu,
contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi
para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang
pemerintah, dan sebagainya.

E. Pendapatan Perkapita

Perhitungan pendapatan perkapita adalah pendapatan
nasional dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal
dalam suatu Negara tersebut.

Perhitungan pendapatan perkapita pada umumnya
dilakukan dengan membagi komponen pendapatan
nasional seperti Pendapatan nasional bruto (PNB) atau
Pendapatan Daerah Bruto (PDB) dengan jumlah
penduduk suatu Negara.

2.3 Penghitungan Pendapatan Nasional 10
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga

pendekatan, yaitu:

a. Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan
seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang
diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara
selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas
faktor–faktor produksi yang diberikan kepada
perusahaan.
Penghitungan pendapatan nasional dengan metode
pendapatan, pada umumnya menggolongkan
pendapatan yang diterima sektor–sektor produksi
dengan cara sebagai berikut:
1) Keuntungan Perusahaan Merupakan pendapatan
yang dihasilkan suatu perusahaan karena
mengelola sumber daya yang dimilikinya.
2) Pendapatan Usaha Perorangan Merupakan
pendapatan yang diterima dari penggunaan
tenaga kerja dan hasil usaha orangan, seperti
petani.
3) Pendapatan Sewa Merupakan jasa yang
diberikan pada pemilik sumber daya yang
digunakan untuk kegiatan ekonomi.

11

4) Bunga Netto dibayar oleh perusahaan dikurangi 12
dengan bunga uang diterima oleh perusahaan,
ditambah netto yang diterima dari luar negeri.
Pendapatan nasional berdasarkan pendekatan
pendapatan dapat dirumuskan sebagai berikut
NI = w + r + i + p
Keterangan :
NI = Pendapatan Nasional
w = Pendapatan dari upah, gaji, dan lainnya
r = Pendapatan bersih dari sewa
i = Pendapatan dari bunga
p = Pendapatan dari keuntungan perusahaan
dan usaha perorangan

b. Pendekatan Produksi, dengan cara menjumlahkan
nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari
bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa dan niaga
selama satu periode tertentu. Ketika menghitung
pendapatan nasional harus dihindari terjadinya
perhitungan ganda. Oleh karena itu, pendekatan
produksi diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah
(bukan nilai jual) seluruh barang dan jasa yang
dihasilkan. Nilai produk yang dihitung dengan

pendekatan ini adala nilai jasa dan barang jadi (bukan 13
bahan mentah atau barang setengah jadi). Apabila di
suatu Negara terdapat sektor, yaitu sektor ekstraktif
(E), agraris (A), industry (I), niaga/ perdagangan (N),
dan jasa (J), maka nilai yang diperoleh disebut national
income yang dirumuskan sebagai berikut :

NI = E + A + I + N + J
Penghitungan pendapatan nasional dengan metode
produksi ini didasarkan atas jumlah hasil barang dan
jasa yang dihasilkan masyarakat atau negara dalam
satu tahun. Semua nilai hasil akhir barang dan jasa
tersebut dijumlahkan. Hal ini berarti bahwa
pendapatan nasional atas dasar harga pasar (NI)
besarnya sama dengan produk nasional atas dasar
harga pasar.
c. Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung
jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan
jasa yang diproduksi dalam satu negara selama satu
periode tertentu. Perhitungan pendekatan ini dilakukan
dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh
empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah
tangga (Consumption), pemerintah (Goverment),

pengeluaran investasi Investment), dan selisih antara
nilai ekspor dikurangi impor ( X – M ) Pendekatan ini
dapat dirumuskan :

PDB = C + I + G + ( X – M ) atau
PDB = C + S + G + ( X – M )
Keterangan:
PDB : Produk Domestik Bruto
C : Konsumsi rumah tangga
I : Investasi
S : Tabungan
G : Pengeluaran pemerintah
X : Total Expor
M : Total Impor

2.4 Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional 14
Tujuan penghitungan pendapatan nasional untuk

mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan
mendapatkan data – data terperinci mengenai seluruh
barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam waktu
satu tahun. Bila data pendapatan nasional diketahui, maka
akan memberikan dampak bagi kondisi perekonomian
dalam suatu Negara. Berikut ini beberapa dampak

diketahuinya pendapatan nasional bagi kondisi 15
perekonomian dalam negeri.

Dengan mengetahui data pendapatan nasional,
pemerintah dapat menelaah kembali struktur
perekonomian yang kemudian dapat dijadikan bahan
untuk membuat kebijakan guna meningkatkan kondisi
perekonomian di Negara ini.

Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat
mengetahui tingkat penyebaran pendapatan yang kurang
merata antar daerah dengan begitu pemerintah dapat
membuka lapangan kerja baru di daerah yang
berpendapatan rendah dengan tujuan mengurangi
pengangguran dan kemiskinan serta pendapatan antar
daerah juga akan lebih merata. Sehingga kondisi
perekonomian di Negara ini dapat ditingkatkan.

Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat
menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor
perekonomian terhadap pendapatan nasional.
Maksudnya, pemerintah dapat meningkatkan sektor –
sektor tertentu yang kurang memberikan kontribusi bagi
pendapatan nasional agar dapat lebih berkontribusi
terhadap pendapatan nasional untuk masa yang akan

datang, serta dapat menentukan sektor mana saja yang
menjadi anadalan untuk meningkatkan pendapatan
nasional.

Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat
membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke
waktu, sehingga dapat dijadikan sebagai landasan
perumusan kebijakan untuk meningkatkan kondisi
perekonomian di Negara ini untuk masa yang akan
datang.

Semua hal di atas bermuara pada satu tujuan bersama
yaitu peningkatan kondisi perekonomian Negara ini dan
peningkatan kesejahteraan rakyat. Semoga dengan segala
perbaikan yang akan dilakukan pemerinth, Negara kita
dapat meningkatkan pendapatan nasionalnya di masa
yang akan datang dan dibarengi dengan kenaikan tingkat
kesejahteraan rakyat.

2.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan 16
Nasional

A. Permintaan dan penawaran
Permintaan agregat adalah suatu daftar dari

keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor

– sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan
penawaran agregat menunjukkan hubungan antara
keseluruhan penawaran barang – barang dan jasa yang
ditawarkan oleh perusahaan – perusahaan dengan tingkat
harga tertentu.

Konsumsi merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi pendapatan nasional. Jika terjadi
perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka
perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan –
perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan
tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adannya
kenaikan pada permintaan agregat cenderung
mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output
nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan
mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada
tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga,
tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan
nasional) dan menambah pengangguran.

B. Konsumsi dan tabungan total untuk 17
Konsumsi adalah pengeluaran jasa dalam

memperoleh barang–barang dan

perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu 18
tahun), sedangkan Tabungan (saving) adalah bagian dari
pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi.
Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat
hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat
Keynes yang dikenal dengan psychological consumption
yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi
jika dihubungkan dengan pendapatan.
C. Investasi

Investasi atau secara lebih spesifik investasi domestik
swasta bruto, adalah belanja pada barang kapital baru dan
tambahan untuk persediaan. Contohnya: bangunan dan
mesin baru yang dibeli perusahaan untuk menghasilan
barang dan jasa. Pengeluaran untuk investasi merupakan
salah satu komponen penting dari pengeluaran.

Sumber-Sumber Pendapatan Negara
A. Penerimaan Dalam negeri

a. Penerimaan perpajakan
1. Pajak dalam negeri (PPh, PPN, PBB, cukai, dan
lainnya)
2. Pajak perdagangan internasional (bea masuk,
pajak impor)

b. Penerimaan bukan pajak
1. Penerimaan sumber daya alam
2. Bagian laba BUMN
3. Penerimaan Negara bukan pajak lainnya

B. Hibah
Sumber-Sumber Pendapatan Daerah
a. Pendapatan Asli Daerah
 Pajak daerah
 Retribusi daerah
 Bagian laba Badan Usaha Milik Daerah
 Penerimaan dari dinas-dinas daerah
 Penerimaan lain-lain
b. Dana Perimbangan
 Bagi hasil pajak dan bukan pajak
 Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah
Pusat
 Dana Alokasi Khusus (DAK)
 Dana perimbangan
 Pinjaman pemerintah daerah
 Pinjaman untuk Badan Usaha Milik Daerah
(BUMD) Lain-lain pendapatan yang sah

19

20

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan 21
Kesimpulan bertolak dari latar belakang di atas maka

dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pendapatan Nasional adalah ukuran nilai output
berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara
dalam periode tertentu atau jumlah seluruh
pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam
suatu Negara dalam satu tahun.
2. Konsep pendapatan nasional adalah sebagai berikut
produk domestik bruto (GDP), produk sasional bruto
(GNP), pendapatan nasional netto (NNI), pendapatan
perseorangan (PI), pendapatan yang siap
dibelanjakan (DI).
3. Cara untuk menghitung pendapatan nasional dengan
cara pendekatan produksi, pendekatan pendapatan,
dan pendekatan pengeluaran.
4. Manfaat penghitungan pendapatan nasional adalah
agar pemerintah dapat menelaah kembali struktur
perekonomian yang kemudian dapat dijadikan bahan

untuk membuat kebijakan, dapat mengetahui tingkat
penyebaran pendapatan yang kurang merata antar
daerah, dengan begitu pemerintah dapat membuka
lapangan kerja baru di daerah yang berpendapatan
rendah, pemerintah dapat menentukan besarnya
kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap
pendapatan nasional. Maksudnya, pemerintah dapat
meningkatkan sektor – sektor tertentu yang kurang
memberikan kontribusi bagi pendapatan nasional,
dapat membandingkan kemajuan perekonomian dari
waktu ke waktu, sehingga dapat dijadikan sebagai
landasan perumusan kebijakan.
5. Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional
adalah permintaan dan penawaran agregat, konsumsi
dan tabungan, dan investasi.

22

DAFTAR PUSTAKA

http://harisahmad.blogspot.com/2011/01/faktor-yang-
mempengaruhi-pendapatan.

http://wardayadi.wordpress.com/materi-ajar/kelas-
x/pendapatan-nasional-2/

http://murnywantis.wordpress.com/2013/07/03/ringkasan
-materi-pendapatan-nasional/

http://www.materiakuntansi.com/perhitungan-
pendapatan-nasional-dengan-pendekatan-
pengeluaran/

http://faiza-ulfa.blogspot.com/2012/03/metode-
penghitungan-pendapatan-nasional.html

Wikipedia Bahasa Indonesia Tentang Pendapatan
Nasional

23


Click to View FlipBook Version