The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

tugas E-BOOK Muhammad Raihan Al-Ghifari X-AK6

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by , 2021-10-28 23:28:33

tugas E-BOOK Muhammad Raihan Al-Ghifari X-AK6

tugas E-BOOK Muhammad Raihan Al-Ghifari X-AK6

PEREKAMAN KELOMPOK 7

KELOMPOK 5
X AK 6

Pergerakan nasional adalah masa di mana
bangkitnya rasa dan semangat persatuan
kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran
untuk memperjuangkan kemerdekaan
indonesia yang sebelumnya tidak pernah
muncul selama masa penjajahan. Masa ini
dimulai dari tahun 1908 hingga 1945 karena
pada tahun tersebut, perlawanan sudah tidak
bersifat kedaerahan seperti sebelum tahun
1908.

1. Penjajahan mengakibatkan terjadinya
penderitaan rakyat Indonesia yang tidak
terkira.
Kenangan akan kejadian masa lalu.
Lahirnya kelompok terpelajar
Menyebarnya paham-paham baru yang lahir di
Eropa seperti demokrasi, sosialisme

2. Adanya rasa senasib sepenanggungan.
3. Adanya rasa kesadaran nasional dan harga

diri.

1. Munculnya nasional untuk bebas dari penjajahan
diseluruh negara negara Asia.
Perang Dunia I (1914-1919).
Gerakan Pan-Islamisme, yang ditumbuhkan oleh
Djamaluddin al-Afgani bertujuan melenyapkan
imperialisme Barat.
Gerakan Turki Muda (1896-1918), yang bertujuan
menanamkan rasa nasionalisme.

2. Kemenangan Jepang terhadap Rusia (1905).
3. Diterapkannya pendidikan sistem Barat dalam

pelaksanaan Politik Etis (1902) yang
menimbulkan wawasan luas.

Boedi Oetomo merupakan sebuah organisasi pemuda
di Hindia Belanda (Indonesia) yang didirikan oleh Dr.
Soetomo dan mahasiswa Stovia lainnya pada tanggal 20
Mei 1908. Organisasi ini digagas oleh Dr Wahidin
Soediroehusodo. Budi Utomo sendiri memiliki semboyan
indie Voorull (Hindia Maju). Tujuan semula Budi Utomo
adalah mendirikan lembaga yang mengelola dana para
pelajar kemudian berkembang menjadi suatu organisasi
pelajar.

istilah Budi Utomo terdiri atas dua kata yaitu Budi
yang berarti Perangai atau tabiat dan Oetomo yang berarti
baik atau Luhur. Jadi Budi Utomo dapat diartikan sebagai
suatu perkumpulan yang akan mencapai suatu keluhuran
Budi.

Beberapa usaha yang dilakukan oleh Budi Utomo
adalah memajukan pertanian, peternakan, perdagangan
dan pelajaran, memajukan teknik industri dan
menghidupkan kembali kebudayaan. Semenjak dipimpin
Tirto Kusumo, Budi Utomo banyak dimasuki oleh
kalangan bangsawan dan pejabat kolonial Belanda.
Sehingga, sifat protonasionalisme dari para pemimpin
makin terdesak ke belakang. Sifat Budi Utomo yang
awalnya kooperatif kini telah berubah.

Meskipun sempat beberapa kali bangkit, namun akhirnya
organisasi ini pun hancur. Faktor penyebab runtuhnya
organisasi Budi Utomo yaitu :
1. Lebih memajukan pendidikan kaum priyayi daripada

rakyat jelata.
Keluarnya anggota dari kalangan mahasiswa.
Adanya kesulitan finansial
Adanya sikap Tirto Kusumo yang lebih memperhatikan
kepentingan pemerintah kolonial Belanda.
Bahasa Belanda lebih menjadi prioritas.
Kaum priyayi lebih banyak yang mementingkan jabatan
daripada mementingkan nasionalismenya.

Indische Partij

Tanggal Dibentuk : 25 Desember 1912

Pimpinan :

● 3 Serangkai, yaitu E.F.E Douwes Dekker, Tjipto

Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar

Dewantara)

Tujuan :

● Menyatukan semua golongan di Indonesia dalam

kesatuan bangsa dengan menumbuhkan semangat

nasionalisme.

Keterangan :

● Indische Partij dibentuk di Bandung dan dibubarkan 4

Maret 1913 karena ketiga tokoh utama sekaligus

pendiri diasingkan oleh pemerintah Kolonial Belanda.

Muhammadiyah

Tanggal Dibentuk : 18 November 1912

Pimpinan : Kiai Haji Ahmad Dahlan

Tujuan :

● Memajukan pendidikan dan pengajaran berdasarkan

agama Islam.

● Mengembangkan pengetahuan ilmu agama dan cara-

cara hidup menurut agama Islam.

● Menyatukan seluruh umat islam yang berada di

Indonesia.

Keterangan :

● Muhammadiyah di bentuk di Yogyakarta hingga

sekarang belum dibubarkan.

Nahdatul Ulama

Tanggal Dibentuk : 31 Januari 1926

Pimpinan : K.H Hasjim Asy’ari

Tujuan :

● Berlakunya ajaran Islam yang menganut paham

ahlussnnah wal jamaah (aswaja) untuk terwujudnya

tatanan masyarakat yang berkeadilan demi

kemaslahatan dan kesejahteraan umat demi terciptanya

rahmat bagi semesta alam.

Keterangan :

● Dibentuk pada 24 Oktober 1943 (organisasi), 8

November 1945 (Partai). Dibubarkannya pada 17 Agutus

1960

Serekat Islam

Tanggal Dibentuk : 16 oktober 1905

Pimpinan : Tjokroaminoto

Tujuan :

● Memperkuat pedagang setempat dalam menghadapi

para pedagang Tionghoa.

● Memajukan perdagangan.

● Membantu para anggotanya yang mengalami kesulitan

dalam bidang usaha (permodalan).

● Memajukan kepentingan rohani dan jasmani penduduk

asli serta mengembangkan ajaran Islam.

Keterangan :

● Terbentuk di Surakarta pada 16 Oktober 1905.

Partai Komunis Indonesia

Tanggal Dibentuk : Tahun 1920

Pimpinan : H.J.F.M. Sneevliet

Tujuan :

● Untuk menyebarkan Marxisme di kalangan kaum buruh

dan Raya Indonesia.

● Untuk menggulingkan pemerintahan yang sah yakni,

Republik Indonesia dan mengganti landasan negara.

Keterangan :

● PKI melakukan pemberontakan pada tanggal 18

September 1948.

Partai Nasional Indonesia

Tanggal Dibentuk : 4 Juli 1927

Pimpinan : Ir. Soekarno

Tujuan :

● Berasas pada self-help, yakni prinsip menolong diri

sendiri, artinya memperbaiki keadaan politik, ekonomi,

dan sosial budaya yang telah rusak oleh penjajah

dengan kekuatan sendiri. Nonkooperatif, yakni tidak

mengadakan kerjasama dengan pemerintah Belanda.

Marhaenisme, yakni mengentaskan masa dari

kemiskinan dan kesengsaraan.

Keterangan :

● Didirikan 4 Juli 1927 dan dibubarkan 10 Januari 1973

Perhimpunan Indonesia

Tanggal Dibentuk : Tahun 1908

Pimpinan :

● Soetan Kasajangan dan R.M. Noto Soeroto

Tujuan :

● Untuk menyasarkan mahasiswa agar mempunyai

komitmen yang bulat.

● Membuka mata rakyat Belanda dan meyakinkan tentang

kebenaran perjuangan kaum nasionalis pada rakyat

Indonesia

Keterangan :

● Perhimpunan Indonesia mulanya bernama Indische

Vereeniging.

Gabungan Politik Indonesia

Tanggal Dibentuk : 21 Mei 1939

Pimpinan : Muhammad Husni Thamrin

Tujuan :

● Terwujudnya “Indonesia Berparlemen” yang berarti

negara yang berdiri sendiri.

Keterangan :

● Tujuannya adalah "Indonesia Raya" bertujuan untuk

kesejahteraan rakyat Indonesia dan kesempatan cita-

citanya.

Partai Indonesia Raya

Tanggal Dibentuk : 25 Desember 1935

Pimpinan : Dr. Sutomo

Tujuan :

● Untuk mencapai Indonesia mulia dan sempurna,

dengan dasar nasionalisme Indonesia.

Keterangan : Didirikan di Surakarta

Gerakan Rakyat Indonesia

Tanggal Dibentuk : 24 Mei 1937

Pimpinan : Adnan Kapau Gani

Tujuan :

● Untuk mencapai kemerdekaan di bidang ekonomi,

sosial, dan politik.

● Mengangkat kesejahteraan kaum buruh, dan memberi

bantuan bagi kaum pengangguran.

Keterangan :

● Pemilihan dan penyusunan dari pengurus besar

Gerindo yaitu melalui suatu referendum.

Ir. Soekarno

Ir. Soekarno adalah presiden pertama Republik
Indonesia, beliau lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Peneleh,
Surabaya.

Ir. Soekarno mendirikan Perserikatan Nasional
Indonesia (PNI) pada tanggal 4 Juni 1927, yang kemudian
dipilih sebagai ketua.

Ir. Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di Jakarta.

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara lahir pada 2 Mei 1889
di Yogyakarta dengan nama Raden Mas Soewardi

Soerjaningrat.
Pada tahun 1912, Ki Hajar Dewantara mendirikan
organisasi pergerakan nasional bernama Indische Partij
bersama tiga serangkai lainnya. Ki Hajar Dewantara wafat
pada 26 April 1959 di Yogyakarta.

Dr. Douwes Dekker

Dr. Ernest François Eugène Douwes
Dekker adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pahlawan
nasional Indonesia. Beliau lahir di Pasuruan pada 8 Oktober
1879.

Dr. Douwes Dekker mendirikan organisasi pergerakan
nasional pertama, yaitu Indische Partij pada tahun 1912
bersama tokoh tiga serangkai lainnya. Dr. Douwes Dekker
wafat pada 28 Agustus 1950 di Bandung.

Dr. Tjipto Mangunkusumo

Dr. Tjipto Mangunkusumo lahir pada 4
Maret 1886 di Jepara. Beliau mendirikan
organisasi pergerakan nasional pada tahun
1912 yang bernama Indische Partij bersama
tokoh tiga serangkai lain (Ki Hajar Dewantara dan Dr.
Douwes Dekker).
Dr. Tjipto Mangunkusumo wafat pada 8 Maret 1943
dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ambarawa.

Dr. Soetomo

Dr. Soetomo lahir pada 30 Juli 1888 di Nganjuk,
Jawa Timur. Beliau mendirikan Budi Utomo
pada tanggal 20 Mei 1908 yang menjadi tanda
kebangkitan nasional di Indonesia, pada tanggal tersebut
kita memperingati hari Kebangkitan Nasional. Dr. Soetomo
wafat pada 30 Mei 1938 di Surabaya.

Dr. Wahidin Soediroehusodo

Dr. Wahidin Soedirohoesodo lahir tanggal 7
Januari 1852 di Sleman dan wafat tanggal 26
Mei 1917 dan dimakamkan di Yogyakarta.
Dr. Wahidin Soedirohoesodo terkenal sebagai pelopor
semangat kebangsaan kita. Dia adalah tokoh yang
mengilhami lahirnya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei
1908. Hari lahir organisasi Budi Utomo itu kemudian kita
peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Moh Hatta

Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di
Bukittinggi. Mohammad Hatta bergabung menjadi anggota
Perhimpunan Indonesia di Belanda, dan menjadi
ketua dalam organisasi tersebut.

Mohammad Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di
RSUD dr. Cipto Mangunkusumo.

DAFTAR PUSTAKA

• Henry A. Landsberger dan Yu.G. Alexandrov, Pergolakan Petani dan Perubahan Sosial, (Jakarta: Rajawali
diterbitkan untuk Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, 1984), hlm. 24-25.

• 220S0u4d)i,yhol,mPe1r6g.erakan Nasional Mencapai dan Memper-tahankan Kemerdekaan, (Jakarta: Rineka Cipta,
• 3KeSbaurtdoanyoaaKna-rBtoaldaiirPjou,sdtkakk.a, ,S1e9ja7r7a)h, hNlamsi.o1n8a1l.Indonesia V, (Jakarta: Departemen Pendidikan dan
• 4 G. Moedjanto, Indonesia Abad Ke-20, (Yogyakarta: Kanisius, 1988), hlm. 25.
• 5 Sudiyo, op. cit., hlm 14.
• 6 Sekadar dikemukakan bahwa tatkala Daniel Dhakidae memberi kata pengantar berjudul “Memahami

BpReearnsbaeedKdiecabtaaAnnnagdnsetaarasrnoandbaa“nInmgMsaeagni(nypeiemdopaClkoem)BdamnaungnsnaiatSiseeisob”na(g(eandiaiKstiioobmna)hu. anIasitamaIsen-nkdgooemnleausbnioaitl)aa, ssainTpteaarnrbadaalyanaingnagina” dMmaoelancmhgtuablrausPkaubottingi
yang mengatakan bahwa bangsa adalah kolektivitas sosiologis, sedangkan nasion adalah kolektivitas
pkpooronlibstielkep.mBitaauthimkkadennaneDmpaneunikeualhnDtrhiiatsikikkidotea. rMeamensgekmbi ab-hbewagyiataunn,agaskkiahoninrapnleyisrambpeerdobasuaeknsakpneeldarahubaiamnaypnaiadsneubasaleigpsameirehtiabllaayhzaikmnagnnsymaanutglhtaeit-Aismmeerican
Dream, tetapi merupakan suatu bangunan dengan mengadaptasi istilah Bung Karno “bangunan rasa
Nsheiadlteuinopgn”kayalaipsnnmgy”ta,etdredarlijar. imOdmaBriaiInn“ebtdaaniycatNnAagno-dbmeairy. sKaonongm,”“uyInmaintaaggsip-nKaeoddmaCguoinlmiirtmaansunTnyeiatribemasye: arRunemgfl.euYcsotkigoaynnaskaokanrsti.tahL: eiIhnOastrisiugtlibanesaaknnedrjaSspaemada of
Pustaka Pelajar, 2008), hlm. vii-xli.

• Suhartono, Sejarah Pergerakan Nasional: Dari Budi Utomo Sampai Proklamasi 1908-1945,
(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1994), hlm. 7.

• 8 Ibid., hlm. 8; Lihat juga Sartono Kartodirjo, ”Kolonialisme dan Nasionalisme di Indonesia Abad
XIX-XX”, Lembaran Sejarah, No. 1 Tahun 1967, hlm. 32; Anthony D. Smith, Theories of Nationalism,
(New York: Holmes & Meir), hlm. 65-108.

• 9 Ignas Kleden, Menulis Politik: Indonesia Sebagai Utopia, (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2001),
hlm. 73.

• 10 Ibid., hlm. 73-74.
• 11 Sudiyo, op. cit., hlm. 14-15.

G Terimakasih


Click to View FlipBook Version