The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by riyangz11, 2021-05-10 08:56:04

Sistem SPU

Sistem SPU

Keywords: Sistem SPU

1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ii
A. Pendahuluan
1. Deskripsi Singkat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
2. Relevansi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
3. Petunjuk Belajar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
B. Inti
1. Capaian Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
2. Pokok-pokok Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
3. Uraian Materi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
4. Forum Diskusi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26

C. Penutup 27
28
1. Rangkuman . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 33
2. Tes Formatif . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3. Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2

MODUL I
KEGIATAN BELAJAR 3
SISTEM PERIODIK UNSUR

A. Pendahuluan
1. Deskripsi Singkat
Pada abad ke 18 telah ditemukan beberapa unsur, dan pada tahun 1800-1849
merupakan masa revolusi industri, ketika kebutuhan umat manusia semakin banyak
dan luas, ilmu pengetahuan pun memiliki tujuan lain, yaitu mempermudah
pemenuhan kebutuhan manusia melalui industri, di masa inilah banyak penelitian
dan pengamatan mineral-mineral langka, dan pencarian spektrum-spektrum unsur
yang belum dikenal juga semakin marak. Hasilnya, sebanyak 24 unsur baru
berhasil ditemukan hanya dalam tempo 50 tahun. Pada masa ini merupakan
revolusi ilmu pengetahuan yang dihadapkan untuk mencari kebenaran yang
sebenarnya. Para ilmuan menyadari adanya kesamaan yang ditunjukkan oleh
unsur-unsur tersebut. Unsur-unsur tersebut di susun dan menjadi cikal bakal tabel
periodik seperti yang kita pakai sekarang ini.
Para ahli kimia telah berupaya dalam mengelompokkan unsur demi
memudahkan mengenali dan memahami unsur-unsur. Johan W Dobereiner Pada
tahun 1817 adalah orang pertama yang menemukan adanya hubungan Massa atom
relatif dengan sifat unsur. John Newlands menemukan hubungan yang lain antara
sifat unsur dan massa atom relatif pada tahun 1865. Pada tahun 1869 Mendeleev
menemukan hubungan yang lebih terperinci antara massa atom relatif dan sifat
unsur dan berhasil menyusun satu daftar terdiri dari 65 unsur yang telah dikenal
pada waktu itu. Untuk menyusun daftar unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa
atom relatif memperhatikan sifat fisika dan sifat kimia.
Perkembangan tabel periodik yang disusun oleh Mendeleev yang
memperhatikan adanya sifat kimia dan fisika unsur yang berulang secara berkala
mampu mengelompokkan unsur secara akurat dan mampu memprediksi sifat-sifat
beberapa unsur yang belum ditemukan. Tabel periodik ini menjadi alat yang sangat
diperlukan oleh para ahli kimia.
Pada Modul 1 Kegiatan Belajar 3 (M.1_KB.3) ini akan membahas tentang
perkembangan sistem periodik unsur (sistem periodik Triade Dobereiner, Oktaf
Newland, Mendeleev, dan modern), penggolongan sistem periodik unsur, dan
hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik unsur tersebut.

3

2. Relevansi
Unsur terdiri dari sekian banyak yang telah ditemukan, dan setiap unsur

memiliki karakter dan ciri tertentu yakni sifat kimia dan fisika, tentunya orang akan
mengalami kesulitan bila mempelajari sifat-sifat unsur tersebut. Oleh karena itu,
perlu dicari penyelesaian yang mudah. Para ilmuwan telah melakukan
pengelompokkan unsur sebagai solusinya. pengelompokkan akan mempermudah
kita dalam mempelajari unsur.

Penggolongan unsur menggunakan dasar atau kriteria tertentu. Penggolongan
unsur terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,
khususnya sifat-sifat yang mirip. Saat ini diketahui terdapat sistem periodik, yaitu
pengulangan periodik yang teratur dalam sifat-sifat fisika dan kimia, sehingga
ditemukan suatu sistem yang dikenal dengan istilah sistem periodik unsur atau
tabel periodik unsur

Susunan unsur-unsur berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat
unsur tersebut di sebut sistem periodik. Dengan adanya tabel periodik unsur, maka
akan memudahkan kita melihat keteraturan, memahami dan menjelaskan suatu
unsur.

Unsur kimia terdapat di kerak bumi, dasar laut, dan atmosfer, baik dalam
bentuk unsur bebas, senyawa, ataupun campuran dan ada unsur buatan dimana
keberadaan unsur-unsur kimia di alam sangat melimpah. Unsur di alam terdapat
dalam bentuk bebasnya, diantaranya logam platina (Pt), emas (Au), karbon (C), gas
nitrogen (N2), oksigen (O2), dan gas-gas mulia, namun di alam lebih banyak
berupa senyawa dengan kelimpahan bermacam.

Dengan membahas materi sistem periodik unsur berarti kita akan memahami
perkembangan sistem periodik unsur, penggolongan periodik unsur, dan hubungan
konfigurasi dengan sistem periodik unsur. Dengan mempelajari sistem periodik
unsur dapat kita ketahui bahwa sistem periodik unsur disusun berdasarkan blok,
golongan dan periode. Pengelompokkan ini didasarkan pada kecenderungan sifat
dari unsur-unsur tersebut. Dengan pengelompokkan unsur pada sistem periodik ini,
maka kita akan lebih mudah dalam mengetahui dan menghafalkan unsur-unsur
yang ada di alam. Tabel periodik juga memudahkan kita untuk mengetahui data-
data mengenai unsur yang ada, misalnya nomor atom, nomor massa, titk leleh, titik
didih dan lain-lain. Dengan mempelajari sistem periodik, maka kita bisa mengenali
unsur-unsur yang ada di alam.

4

Materi pada M.1_KB.3 ini merupakan dasar dalam mempelajari materi kimia
di SMA/MA/SMK/MAK terutama dalam mempelajari materi ikatan kimia.
Berdasarkan silabus mata pelajaran kimia SMA/MA/SMK/MAK kurikulum 2013
revisi 2018, materi pada M.1_KB.3 ini merupakan materi pokok kimia kelas X
semester 1 SMA/MA/SMK/MAK.

3. Petunjuk Belajar
Supaya proses pembelajaran berjalan dengan lancar, ikutilah langkah-langkah
pembelajaran berikut ini.
a. Pahami setiap materi yang akan menunjang penguasaan Anda dengan membaca
secara teliti.
b. Bukalah referensi yang berhubungan dengan materi modul ini link media
pembelajaran agar Anda mendapatkan pengetahuan tambahan
c. Catatlah kesulitan yang Anda temui dalam modul ini dan tanyakan kepada guru
pada saat kegiatan tatap muka/maya.
d. Untuk memudahkan Anda mengingat kembali uraian materi, maka bacalah
rangkuman pada KB ini.
e. Jawablah tes formatif sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari
modul ini.
f. Terdapat penugasan maka kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika
diperlukan konsultasikan dengan guru.
g. Lakukanlah forum diskusi dengan sesama teman / guru dengan sungguh-
sungguh karena aktivitas Anda dalam berdiskusi akan menjadi penilaian.

B. Inti
1. Capaian Pembelajaran
Perkembangan Sistem Periodik serta hubungannya dengan konfigurasi elektron.
Setelah mempelajari modul ini, Siswa diharapkan mampu:
a. Menganalisis sistem periodik unsur dari berbagai perkembangan teori.
b. Menganalisis hubungan konfigurasi elektron terhadap letak suatu unsur dalam
sistem periodik unsur.
2. Pokok-pokok Materi
a. Perkembangan sistem periodik unsur
b. Penggolongan periodik unsur
c. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Sistem Periodik Unsur

5

3. Uraian Materi
a. Peta Konsep

Gambar 1. Peta Konsep Sistem Periodik Unsur
b. Konfigurasi Elektron

Konfigurasi elektron menggambarkan sebaran/susunan elektron dalam suatu
atom. Konfigurasi elektron dapat dituliskan berdasarkan nomor atom unsur yang
diketahui. Dalam membuat konfigurasi elektron dari suatu unsur maka harus
diikuti tiga aturan, yaitu prinsip Aufbau, larangan Pauli, dan aturan Hund.
1) Prinsip Aufbau
Menurut prinsip Aufbau, elektron-elektron dalam atom sedapat mungkin memiliki
energi terendah. Oleh sebab itu, pengisian elektron harus dimulai dari orbital yang
rendah menuju ke yang lebih tinggi tingkat energinya seperti pada Gambar di
bawah ini.

Gambar a. Urutan Konfigurasi Elektron Berdasarkan Aturan Aufbau
(Silberberg, 2009: 315)

Berdasarkan Gambar a, terlihat urutan pengisian orbital dari energy terendah ke
energi tertinggi adalah sebagai berikut ini.

1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7p dan seterusnya.

6

Sebagai contoh unsur dengan nomor atom 6, memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2
2p2, atom dengan nomor atom 10 memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6, dan
atom dengan nomor atom 12 memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2.
Konfigurasi elektron dapat juga digambarkan dengan diagram orbital yang
menunjukkan spin elektronnya. Perhatikanlah diagram orbital atom H berikut ini!

Tanda panah ke atas menyatakan salah satu dari dua kemungkinan gerak spin
elektronnya (Kita pun dapat menggambarkan elektronnya dengan anak panah ke
bawah). Kotaknya meyatakan orbital atom.
2) Prinsip Larangan Pauli

Untuk atom berelektron banyak kita menggunakan prinsip larangan Pauli (Pauli
exclusion principle) untuk menentukan konfigurasi elektron. Prinsip ini menyatakan
bahwa tidak ada elektron-elektron dalam satu atom yang mempunyai keempat
bilangan kuantum yang sama. Bila dua elektron dalam satu atom mempunyai nilai
n, l dan ml yang sama yang sama (yakni, kedua elektron ini berada dalam orbital
atom yang sama), maka kedua elektron tersebut harus mempunyai s yang berbeda.
Dengan kata lain hanya dua elektron yang dapat menempati orbital atom yang sama,
dan kedua elektron tersebut harus mempunyai spin yang berlawanan. Perhatikanlah
atom helium, yang mempunyai 2 elektron. Ada tiga kemungkinan untuk
menempatkan dua elektron dalam orbital 1s sebagai berikut ini!

Diagram (a) dan (b) tidak dapat diterima oleh prinsip larangan Pauli. Pada diagram
(a) kedua elektron mempunyai spin ke atas dan keduanya akan memiliki bilangan
kuantum (l, 0, 0, +1/2) ; pada (b) kedua elektron mempunyai spin ke bawah dan akan
mempunyai bilangan kuantum (1, 0, 0, -1/2). Hanya konfigurasi diagram (c) yang
secara fisik dapat diterima, sebab satu elektron akan mempunyai bilangan kuantum
(1, 0, 0, +1/2) dan satu lagi mempunyai bilangan kuantum (1, 0, 0, -1/2). Jadi atom
helium mempunyai konfigurasi sebagai berikut ini.

7

3) Aturan Hund
Konfigurasi elektron karbon (Z = 6) adalah 1s2 2s2 2p2. Berikut ini adalah
beberapa cara yang berbeda untuk mendistribusikan dua elektron dalam tiga
orbitat p:

Ketiga susunan ini tidak melanggar prinsip larangan Pauli, jadi kita
harus menentukan susunan mana yang kestabilannya paling besar. Jawaban
yang diberikan aturan Hund menyatakan bahwa susunan elektron yang
paling stabil dalam sub kulit adalah susunan dengan jumlah spin paralel
terbanyak. Susunan yang diperlihatkan pada (c) memenuhi kondisi ini. Baik
(a) dan (b) spinnya saling meniadakan. Diagram orbital untuk karbon adalah
sebagai berikut ini (Chang, 2011).

c. Perkembangan sistem periodik unsur
Kecenderungan manusia untuk mendapatkan sesuatu adalah yang tercepat, terbaik,
dan tepat. Jika Anda seorang laboran, apa yang akan Anda lakukan bila Anda
diminta untuk mengambil bahan kimia oleh peneliti di sebuah Laboratorium
bagaimana untuk mendapatkan bahan kimia dengan cepat dan tepat? Lebih mudah
yang mana untuk mendapatkan informasi bahan kimia yang akan di ambil?
perhatikan gambar 1. Apa tujuan penyusunan seperti gambar 1.(b)?;
berdasarkan apa penempatannya?

(a) (b) Sumber: google (20_4_2021)

Gambar 1. (a) Cara penempatan bahan kimia yang tidak baik;
(b) Cara penempatan bahan kimia yang baik.

8

Dalam sistem periodik, daftar unsur-unsur disusun dengan aturan tertentu. Semua
unsur yang sudah dikenal ada dalam daftar tersebut, susunan unsur-unsur
berdasarkan urutan kemiripan sifat. Pola kemiripan sifat unsur dalam susunan
tersebut secara periodik, yang di tuangkan dalam tabel periodik terdiri dari baris
pada tabel disebut periode, sedangkan kolom disebut golongan. Kemiripan itu
terdapat dalam arah vertikal, horizontal dan diagonal. Misalnya, pada bahan
kimia, bahan-bahan kimia dikelompokkan berdasarkan sifat asam, basa,
kereaktifan, logam dan nonlogam dll. Setiap bahan kimia yang dikelompokkan
pasti mempunyai kemiripan. Unsur-unsur kimia yang terdapat di alam memiliki
sifat-sifat yang khas, sifat tersebut mempunyai keteraturan yang disusun dalam
sistem periodik unsur. Mengapa demikian? Lalu bagaimana dengan
pengelompokkan dalam sistem periodik? Ayo cari tahu dengan semangat!

Pengelompokkan zat-zat oleh para ahli kimia Arab dan Persia mula-mula

berdasarkan sifat logam dan non logam. Unsur-unsur yang digolongkan ke
dalam jenis logam, yaitu unsur yang meiliki sifat–sifat mengkilap, umumnya

berupa padatan, mudah ditempa/ dibentuk, penghantar panas dan listrik yang

baik. Dimana unsur yang tidak memiliki sifat-sifat ini digolongkan dalam jenis

non logam. Pada tahun 1789 Antoine Lavoisier mengelompokkan zat-zat yang

dipercaya sebagai unsur berdasarkan sifat kimianya menjadi gas, logam, non-

logam, dan tanah. John Dalton (1808) mengelompokkan zat-zat berupa unsur-

unsur berdasarkan kenaikan massa atomnya yang didasarkan pada teorinya

bahwa unsur dari atom yang berbeda mempunyai sifat dan massa atom yang

berbeda. Pada tahun 1828 Jons Jacob Berzelius berhasil membuat daftar massa

atom unsur-unsur yang akurat. Hal ini menarik perhatian ilmuan selanjutnya

untuk mengelompokkan unsur-unsur dengan susunan unsur secara teratur demi

memudahkan kita untuk mengenali dan memahami unsur-unsur.

1) Sistem Periodik Dobereiner

Pada awal abad ke-19 setelah teori atom Dalton

disebarluaskan, massa atom relatif (berat atom)

digunakan untuk membedakan sifat suatu unsur dari

unsur yang lain. Johan W Dobereiner pada tahun 1817

adalah orang yang pertama menemukan adanya

Gambar 2. Johann
SumbWer:Dgooobgelere(i2n0e_r4_2021)

9

hubungan antara sifat unsur dan massa atom relatif. Penelitiannya
menemukan hasil bahwa massa atom relatif stronsium berdekatan dengan
massa rata-rata dua unsur lain yang mirip dengan stronsium yaitu kalsium dan
barium. Penelitiannya selanjutnya menunjukkan hasil bahwa beberapa unsur
yang lain memiliki kecenderungan yang sama. Dobereiner selanjutnya
mengelompokkan unsur-unsur dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang
dikenal sebagai triad. Unsur yang mempunyai kemiripan sifat yang terdiri
dari tiga kelompok dimana terdapat hubungan dengan massa atom relatif
dapat ditunjukkan sebagai berikut :

Tabel 1. Daftar Unsur Triade Dobereniner

No. Triad I Triad II Triad III Triad IV Triad V

1. Unsur pertama Li (7) Ca (40) S (32) Cl (35) Mn (55)

2. Unsur kedua Na (23) Sr (87,5) Se (79) Br (80) Cr (52)

3. Unsur ketiga K (39) Ba (137) Te (127,6) I (127) Fe (56)

Unsur-unsur kelompok I sampai V di atas disebut triade, terlihat bahwa
massa atom relatif baris ke_ke dua (blok hijau), kira-kira sama dengan
setengah dari jumlah massa atom relatif baris ke_satu, dan baris ke_tiga.
Contoh : Massa atom relatif Na = (Ar Li + Ar K)

= (7+39) = 23

Jika tiga unsur yang sama sifatnya disusun secara berurutan menurut bertambahnya
massa atom relatifnya, maka:
 Massa atom relatif unsur yang kedua merupakan rata-rata massa atom relatif

unsur pertama dan ketiga.
 Sifat lain unsur yang kedua menunjukkan sifat antara yang pertama dan ketiga.

Berdasarkan temuannya, Dobereiner menemukan suatu hukum:

“ Suatu triade adalah tiga unsur yang disusun berdasarkan kenaikan
massa atom relatif (Ar)-nya, sehingga Ar unsur kedua kira-kira sama
dengan rata-rata Ar unsur pertama dan ketiga .”

10

Triad yang ditunjukkan oleh Dobereiner tidak begitu banyak sehingga
berpengaruh terhadap penggunaannya sehingga masih jauh dari sempurna
namun penemuan Johann W Dobereiner ini mendorong ilmuan selanjutnya
untuk menyusun daftar unsur-unsur sesuai dengan sifatnya (Achmad, 2001).

2) Sistem Periodik Newlands
Pada tahun 1865 seorang ahli kimia dari Inggris bernama
John A.R Newlands (Gambar 2) terdorong untuk
melanjutkan pengelompokkan unsur setelah Johan W
Dobereiner. John Newlands menemukan hubungan yang

Gambar3.JohnA.R lain antara sifat unsur dan massa atom relatif, Ia menyusun
SumbeNr: egowolgalen(d2s0_4_2021) unsur dalam kelompok tujuh unsur, dan setiap unsur
kedelapan mempunyai sifat mirip dengan unsur pertama dari kelompok
sebelumnya (sama halnya dengan oktaf dalam nada musik), sehingga disebut
Hukum Oktaf Newlands.

“Jika unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, maka
pada unsur kedelapan sifatnya mirip dengan unsur yang pertama, dan
unsur yang kesembilan dengan unsur yang kedua, dan seterusnya”
(Syukri, 1999).

Perhatikan Tabel 2.

Sumber: google (20_4_2021)

Tabel 2. Pengelompokan unsur berdasarkan hukum Oktaf Newlands.

Pada tabel periodik Newlands, terdapat hal yang tidak dapat diterima
misalnya seperti Mn tidak mirip dengan P, Fe tidak mirip dengan S, dan
masih ada beberapa kotak yang diisi oleh lebih dari satu unsur (lihat refrensi

11

tabel lain) tetapi usahanya telah menuju ke usaha yang lebih mendekati dalam
menyusun daftar unsur. Berdasarkan kelemahan sistem periodik Newlands
tersebut, pengelompokkan unsur selanjutnya dilakukan oleh Mendeleev.

3) Sistem Periodik Lothar Meyer
Pada tahun 1868 tiga tahun setelah Newlands
mengumumkan, Lothar Meyer menemukan hubungan yang
lebih terperinci antara massa atom relatif dan sifat unsur.
Dalam mempelajari keperiodikan unsur Meyer menekankan
perhatiannya pada sifat-sifat fisika, ia membuat grafik

Gambar 4. Lothar

Meyer dengan mengalurkan volume atom unsur terhadap massa

Sumber: google (20_4_2021)

atom relatif. Volume atom suatu unsur diperoleh dengan cara membagi massa
atom relatif dengan kerapatan unsur. Diperoleh grafik yang menunjukan
bahwa unsur-unsur yang sifatnya mirip, terletak di titik-titik atau ditempat-
tempat tertentu dalam setiap bagian grafik (amati grafik 1.). Unsur-unsur
yang sifatnya mirip membentuk suatu keteraturan, misalnya unsur – unsur
alkali (Na, K, Rb) terdapat dipuncak grafik, ini menunjukan bahwa ada
hubungan antara sifat unsur dengan massa atom relatifnya dimana sifat
perodik unsur-unsur diatur menurut kenaikan massa atom relatif. Meyer
kemudian mengembangkan penemuannya ke dalam bentuk tabel (amati tabel
3.).

Grafik 1. Grafik antara volume atom dengan massa atom menurut Lothar Meyer

12

Tabel 3. Sistem Periodik Unsur menurut Lothar Meyer
Terdapat unsur-unsur yang massanya lebih besar letaknya di depan unsur
yang massanya lebih kecil dalam sistem periodik Meyer.

4) Sistem Periodik Mendeleev
Pada tahun 1869 seorang sarjana asal rusia bernama Dmitri
Ivanovich Mendelev, berdasarkan pengamatan terhadap 63
unsur yang sudah dikenal ketika itu, menyusun daftar unsur-
unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif seperti yang

Gambar5.Dmitri digunakan oleh Newland dengan beberapa perbaikan antara
lain:Ivanovich Mendelev

Sumber: google (20_4_2021)

a) Besarnya selisih massa atom relatif dua unsur yang berurutan sekurang-
kurangnya dua satuan.

b) Bagi unsur-unsur yang dikenal sebagai unsur transisi disediakan jalur
khusus.

c) Beberapa tempat dikosongkan untuk unsur–unsur yang belum ditemukan
pada waktu itu yang mempunyai massa atom 44, 68, 72, dan 100.

d) Mengadakan koreksi terhadap harga massa atom relatif yang dianggap
tidak tepat. Misalnya massa atom relatif Cr bukan 44,3 tetapi 52,0.

e) Tanpa eksperimen ia mengubah valensi boron dan aluminium dari 2
menjadi 3.

13

f) Meramalkan sifat unsur-unsur yang belum dikenal, misalnya sifat-sifat
ekasilikon (Ge)

Meendeleev mengusulkan adanya unsur yang belum ditemukan yang
disebut eka-aluminium (perhatikan tabel 4). Eka adalah istilah Sansekerta
yang artinya “pertama” jadi eka-aluminium adalah unsur pertama di bawah
aluminium dalam golongan yang sama.

Bagaiman eka-aluminium diramalkan ?

Dalam hal ini Mendeleev mengungkapkan suatu hukum yang dikenal sebagai
hukum periodik yang berbunyi:

“Sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik/berkala dari massa atom
relatifnya”
Artinya, jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom
relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik. Mendeleev
menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur
vertikal yang disebut golongan. Lajur-lajur horizontal, yaitu lajur unsur-unsur
berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, disebut priode daftar periodik
Mendeleev yang dipublikasikan tahun 1872.

Tabel 4.Tabel periodik tahun 1871. Angka-angka di sebelah simbol
adalah massa atom (Brady, at.al., 2009: 48)

14

Mendeleev mengkosongkan beberapa tempat. Hal itu dilakukan untuk
menetapkan kemiripan sifat dalam golongan. Sebagai contoh, Mendelev
menempatkan Ti (Ar = 48 ) pada golongan IV dan membiarkan golongan III
kosong karena Ti lebih mirip dengan C dan Si, dari pada dengan B dan Al.
Mendelev meramalkan dari sifat unsur yang belum di kenal itu. Perkiraan
tersebut didasarkan pada sifat unsur lain yang sudah dikenal, yang letaknya
berdampingan baik secara mendatar maupun secara tegak. Ketika unsur yang
diramalkan itu ditemukan, teryata sifatnya sangat sesuai dengan ramalan
mendeleev. Salah satu contoh adalah germanium ( Ge ) yang ditemukan pada
tahun 1886, yang oleh Mendelev dinamai ekasilikon (amati tabel 5.).

Tabel 5. Sifat eka-aluminium (Ea) yang diramalkan Mendeleev
(1871) dibandingkan Galium (Ga) (1886)

Keuntungan dari daftar Mendeleyev dalam memahami sifat unsur antara lain:
a) Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara

teratur.
b) Valensi tertinggi yang dapat dicapai oleh unsur-unsur dalam golongan, sama

dengan nomor golongan unsur.
c) Terdapat Kemiripan sifat diaginal, yang dikenal sebagai hubungan diagonal.

 Sifat Li mirip dengan sifat Mg
 Sifat Be mirip dengan sifat Al
 Sifat B mirip dengan sifat Si
d) Perubahan sifat yang mendadak dari unsur halogen yang sangat elektronegatif
ke unsur alkali yang sangat elektropositif menunjukkan adanya sekelompok
unsur yang tidak bersifat elektronegatif maupun elektropositif.
e) Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan waktu itu dan telah
mempunyai tempat yang kosong dalam daftar.

15

f) Daftar ini tidak mengalami perubahan setelah ditemukan unsur-unsur gas
mulia He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn diantara tahun 1890-1900.

Daftar Mendeleyev ditemukan kekurangan dalam beberapa hal antara lain:
a) Panjang periode tidak sama.
b) Beberapa urutan unsur adalah terbalik jika ditinjau dari urutan bertambahnya

massa atom relatif (berat atom). Seperti
 Ar (39, 9) ditempatkan sebelum K (39,1).
 Co (58, 9) ditempatkan sebelum Ni (58,7).
 Te (127, 6) ditempatkan sebelum I (126, 9).
 Th (232, 0) ditempatkan sebelum Pa (231,0).
 U (238, 0) ditempatkan sebelum Np (237).
c) Triade besi (Fe, Co, Ni), triade platina ringan (Ru, Rh, Pd) dan triade platina
(Os, Ir, Pt) dimasukan ke dalam golongan 8, 9 dan 10. Diantara unsur-unsur
golongan ini hanya Ru dan Os yang mempunyai valensi 8.
d) Selisisih massa atom relatif antara dua ansur yang berurutan tidak teratur
(berkisar antara-1 dan + 4) sehingga sukar untuk meramalkan unsur-unsur
yang belum ditemukan.
e) Perubahan sifat unsur dari elektronegatif melalui sifat lamban (inert) dari gas
mulia ke sifat elektropositif, tidak dapat dijelaskan dengan bertambahnya
massa atom relatif.
f) Unsur-unsur lantanoida yang terdiri dari 14 unsur dimasukan kedalam satu
golongan.
g) Besarnya valensi unsur yang lebih dari satu macam valensi, sukar diramal
dari kedudukannya dalam sistem periodik.
h) Sifat anomali unsur pertama setiap golongan tidak ada hubunganya dengan
massa atom relatif.
i) Jika daftar disusun berdasarkan atas massa atom relatif, maka isotop unsur
yang sama harus ditempatkan di golongan yang berbeda, sedangkan isobar
seperti: 40Ar , 40K 40Ca harus masuk dalam satu golongan.

16

5) Sistem Periodik Modern
Unsur kimia terus bertambah dan perkembangan teknologi mempengaruhi

perkembangan tabel sistem periodik unsur. Selama lebih dari 200 tahun
terjadi perkembangan pengelompokan unsur dalam tabel sistem periodik
unsur. Pengelompokkan unsur dimulai dari lavoiser, Dalton, Berzelius yang
mengelompokkan unsur secara umum dan kenaikan masa atom. Selanjutnya
Doberiner, Newlands, Meyer, Mendeleev menyusun unsur berdasarkan
kemiripan dan keperiodikan sifat unsur. Penyusunan tabel sistem periodik
mengalami evolusi dimana para ahli diatas mempelajari unsur berdasarkan
penelitian sebelumnya. Perkembangan tabel sistem periodik yang baru
megandung tabel periodik unsur para ahli sebelumnya. Hal ini sesuai dengan
teori evolusi perkembangan sains yang dikemukakan popper (Firman. 2015).

Para ahli mengelompokkan unsur dalam tabel sistem periodik berdasarkan
kemiripan sifat unsur dan kenaikan masa atom merupakan pemikiran para
ahli kimia selama lebih dari 100 tahun lamanya yang disebut fase normal
sains (Kuhn, 1970, Firman, 2015). Tetapi para ilmuan ini tidak bisa
menjelaskan beberapa unsur yang ditempatkan tidak berdasarkan kenaikan
masa atom seperti unsur Te diletakkan sebelum I, Co sebelum Ni, Ar sebelum
K, sehingga muncul kembali pertanyaan dasar pengelompokan unsur dalam
tabel sistem periodik. Pertanyaan ini mencari pemikiran baru yang menjadi
penentu dalam pengelompokan unsur dalam tabel sistem periodik unsur.

Seorang kimiawan inggris bernama Henry Moseley melakukan
eksperimen Pada tahun 1913 yakni pengukuran panjang gelombang unsur
menggunakan sinar-X. Ia menyimpulkan bahwa sifat dasar atom bukan
didasari oleh massa atom relative, melainkan berdasarkan kenaikan jumlah
proton, hal tersebut diakibatkan adanya unsur-unsur yang memiliki massa
atom berbeda, tetapi memiliki jumlah proton sama atau disebut isotop.
Kenaikan jumlah proton ini mencerminkan kenaikan nomor atom unsur
tersebut.

Konsep nomor atom mengklarifikasi beberapa masalah dalam tabel
periodik terdahulu yang didasarkan pada massa atom. Sebagai contoh, berat

17

atom Ar (nomor atom 18) lebih besar dari K (nomor atom 19), namun sifat
kimia dan fisik Ar lebih mirip dengan Ne dan Kr daripada seperti Na dan Rb.
Namun, ketika unsur-unsur disusun dalam urutan peningkatan nomor atom,
daripada peningkatan berat atom, Ar dan K muncul di tempat yang benar
dalam tabel. Studi Moseley juga memungkinkan untuk mengidentifikasi
"holes" dalam tabel periodik, yang mengarah pada penemuan unsur yang
sebelumnya tidak diketahui (Brown, at. al., 2012).

Pengelompokan unsur merupakan penyempurnaan hukum periodik
Mendeleev, yang di sebut juga sistem periodik bentuk panjang yang disusun
berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Pengelompokkan ini
mampu menjawab permaslahan sebelumnya terkait urutan unsur Te sebelum
I, Co sebelum Ni, Ar sebelum K. Menurut Moseley, sifat-sifat kimia unsur
merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Artinya, jika unsur-unsur
diurutkan berdasarkan kenaikan nomor atomnya, maka sifat-sifat unsur akan
berulang secara periodik. Dari sistem periodik Moseley ini kemudian
dikembangkanlah sistem periodik modern.

Perhatikan Struktur elektron unsur-unsur dalam gambar 5. Unsur-unsur
tersebut mempunyai pola yang sama. Dari litium sampai neon, banyaknya
elektron pada kulit terluar bertambah dari periode 1 sampai 8. Kemudian
terulang lagi pada periode berikutnya dari natrium pada periode 1 sampai
argon pada periode 8. Dalam setiap kolom, banyaknya elektron pada kulit
terluar setiap unsur selalu sama misalnya fluor dan klor, Magnesium dan
calsium. Struktur elektron sangat penting untuk memahami sifat-sifat unsur
pada Tabel Sistem Periodik.

18

VIII

Sumber: google (20_4_2021)

Gambar 6. Konfigurasi elektron 19 unsur pertama setelah H
Dalam Tabel Periodik unsur (TPU) modern unsur-unsur ditempatkan
secara teratur menurut naiknya nomor atom atau jumlah proton. Ada beberapa
model TPU namun yang paling umum dijumpai adalah TPU bentuk panjang,
TPU ini menampilkan unsur-unsur lantanida (4f) dan aktinida (5f) masing-
masing hanya dalam satu kotak dalam bayangbayang golongan 3 dengan
kelengkapan keanggotaan seri ditempatkan secara terpisah di bawah tubuh
tabel. Hal ini dengan pertimbangan bahwa unsur-unsur lantanida dan aktinida
masing-masing menunjukan kemiripan sifat-sifat kimiawi yang sangat dekat
satu sama lainya. Dengan demikian diperoleh suatu TPU yang lebih kompak,
sebab jika kedua seri unsur-unsur ini (4f dan 5f) ditampilkan langsung dalam
tabel, maka menghasilkan TPU dengan bentuk yang sangat panjang, dengan
kemungkinan penomoran golongan hingga 32. Perkembangan TPU dengan
beberapa model ditunjukan di akhir.

19

Dalam upaya untuk menstandarisasi International Union of Pure and
Applied chemistry (IUPAC) menyetujui suatu sistem periodik modern
dimana penomoran golongan unsur-unsur mulai dari 1 hingga 18, Sistem ini
menggantikan system sebelumnya yang menggunakan notasi kombinasi
dengan angka Romawi dan label A-B yang dianggap membingungkan karena
perbedaan pelabelan A-B antara model Amerika utara dan Eropa. Dengan
demikian dalam TPU ini penomoran golongan tidak diberlakukan pada unsur-
unsur lantanida dan aktinida karena kemiripan unsur-unsur tersebut dalam
periode (lajur mendatar) dari pada golongan (lajur fertikal).yang digambarkan
pada Gambar 7.

Gambar 7. Tabel Periodik Modern (www.modelscience.com/Periodic/Lead.html)
Dari Gambar 5. terlihat unsur-unsur yang terdapat di alam dalam keadaan
bebas mapun dalam senyawanya, seperti kita ketahui ada yang terdapat dalam
bentuk cairan, padatan dan gas. Semua unsur memiliki sifat yang spesifik,
salah satunya adalah memiliki sifat konduktivitas listrik, nonkunduktivitas
listrik, penghantar panas tinggi, non penghantar panas yang cenderung
menunjukkan sifat logam dan non logam. Terdapat Unsur yang terletak di
sepanjang garis yang memisahkan logam dari bukan logam memiliki sifat

20

yang jatuh di antara logam dan logam, unsur ini sering disebut sebagai
metaloid. berdasarkan sifatnya, unsur dikelompokkan menjadi unsur logam,
non logam, dan metaloid seperti pada Gambar 11.

Gambar 8. (a) Contoh NonLogam dan
(b) Contoh Logam (Brown, at. al., 2012:51)

Gambar 9. Distribusi Logam, Bukan Logam, dan Metalloid Diantara Unsur-Unsur
Dalam Table Periodik (Jespersen, et al., 2012)

Sistem periodik modern disusun berdasarkan konfigurasi elektron unsur.
Letak unsur dalam sistem ini ditentukan oleh orbital yang terisi paling akhir.
Sistem periodik terdiri atas periode (baris/row, horizontal) dan golongan
(kolom vertikal). Dalam sistem periodik, tiap unsur terletak pada kotak

21

tertentu sehingga ada kelompok yang mempunyai kemiripan sifat. Kemiripan
itu terdapat dalam arah vertikal, horizontal dan diagonal. (Syukri,1999 &
Jespersen, et al., 2012).

Untuk lebih memahami perkembangan sistem periodik unsur, silahkan
dilihat, dipelajari dan dipahami video pada link:
https://www.youtube.com/watch?v=fZKFW2JzOXU (Video perkembagan
sistem periodik lengkap).

d. Penggolongan periodik unsur
Pada Sistem periodik modern diberi angka numerik dari 1 hingga 18 dari
kolom paling kiri (logam alkali) hingga kolom paling kanan (gas mulia).
Sebelumnya, dikenal penomoran menggunakan angka Romawi diikuti dengan
huruf "A" jika golongan berada dalam blok-s atau blok-p, atau "B" jika
berada pada blok-d. Angka Romawi digunakan merujuk pada angka terakhir
konvensi penamaan terkini (misal: unsur golongan 4 sebelumnya adalah IVB,
dan golongan 14 sebelumnya adalah golongan IVA. Di Eropa, penggunaan
abjad juga sama, kecuali: "A" digunakan jika golongan berada sebelum
golongan 10, dan "B" digunakan untuk golongan 10 dan seterusnya. Selain
itu, golongan 8, 9, dan 10 diperlakukan sebagai satu golongan berukuran tiga,
telah diketahui secara umum yang diberi tanda golongan VIII. Pada tahun
1988, digunakan sistem penamaan IUPAC baru, dan nama golongan lama
telah dianggap usang.

Golongan biasanya mempunyai tren periodik yang lebih bermakna
daripada periode dan blok. Teori mekanika kuantum modern dari struktur
atom menjelaskan bahwa unsur-unsur yang berada dalam golongan yang
sama memiliki konfigurasi elektron yang sama pada kulit valensinya.
Akibatnya, unsur-unsur dalam golongan yang sama cenderung memiliki sifat
serta tren yang jelas seiring dengan kenaikan nomor atom. Namun, dalam
beberapa bagian tabel periodik, seperti blok-d dan blok-f, kesamaan
horisontal lebih penting, atau lebih jelas daripada kesamaan vertikalnya.
perhatikan tabel di bawah ini.

22

Sumber: wikipedia (20_4_2021)

Gambar 10. Golongan dalam tabel periodik

Untuk lebih memahami materi ini, silahkan lihat dan pahami video
penggolongan periodik unsur lengkap pada link.
https://www.youtube.com/watch?v=C61fAcPXxCU.

e. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Sistem Periodik Unsur
Untuk menggambarkan susunan elektron (konfigurasi elektron) dalam suatu
atom berdasarkan model atom mekanika gelombang, ada empat jenis
bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum
azimuth (l), bilangan kuantum magnetik (m), dan bilangan kuantum spin (s).
Susunan elektron dalam suatu atom berdasrkan prinsip Aufbau, larangan
Pauli, dan aturan Hund. Untuk itu pelajari kembali ketiga aturan penulisan
konfigurasi elektron ini pada modul perkembangan teori atom.

Apa hubungannya konfigurasi elektron dengan sistem periodik?

Berdasarkan nomor atom unsur yang diketahui, maka konfigurasi elektron
yang mengikuti aturan Aufbau yaitu cara s, p, d, dan f, dapat
menggambarkan sebaran/susunan elektron dalam suatu atom, dimana
kemungkinan daerah ditemukannya elektron dalam suatu atom disebut orbital
Tingkat energi orbital atom terdiri dari s, p, d, dan f dengan elektron

23

maksimal berturut-turut 2,6,10, dan 14 elektron. Arah orbital rbital S
mempunyai satu arah orbital berbentuk bola, orbital p akan mempunyai tiga
arah orbital yaitu px, py, dan pz. orbital d mempunyai 5 arah orbital yaitu.
Amatilah Gambar 11.

Orbital s

Orbital p

Orbital d

Orbital f

Sumber: google (20_4_2021)

Gambar 11. Bentuk Orbital

Dari Gambar di atas, dapat dilihat bahwa elektron tidak hanya berada pada
suatu orbit, tetapi pada suatu daerah atau ruang dengan arah orbital tertentu.
Untuk pengisian elektron dalam suatu atom mengikuti aturan Aufbau akan
didapatkan pola yang jelas unsur-unsur dalam golongan tertentu perhatikan
tabel 11 dengan tabel 12. Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan
IA dan IIA ditunjukkan dalam Tabel 11.

Tabel 6. Konfigurasi elektron golongan IA dan IIA

Dari Tabel 5 dapat dilihat bahwa semua unsur golongan IA yaitu logam alkali
memiliki konfigurasi elektron terluar yang mirip ns1. Demikian pula golongan

24

IIA yaitu logam alkali tanah dengan konfigurasi elektron terluar ns2. Elektron
terluar suatu atom yang terlibat dalam ikatan kimia disebut elektron valensi
(valence electron). Jumlah elektron valensi yang sama menentukan kemiripan
sifat kimia diantara unsur-unsur setiap golongan. Hal ini juga berlaku untuk
halogen (unsur-unsur golongan VIIA), yang memiliki konfigurasi elektron
terluar ns2np5 dan menunjukkan sifat-sifat yang sangat mirip.

Pengelompokkan dengan label orbital ini (s ,p, d dan f) menunjuk pada
pengisian elektron terakhir terhadap orbital tersebut bagi atom unsur yang
bersangkutan dalam membangun konfigurasi elektron menurut prinsif
Aufbau. Dengan demikian hubungan antara nomor atom dengan letaknya
dalam Tabel periodik dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Atom unsur dengan konfigurasi elektron [gas mulia]ns1 dan [gas

mulia]ns2 masing-masing terletak dalam golongan 1 (alkali) dan 2 (alkali
tanah), jadi dalam hal ini elektron kulit terluar menunjukan nomor
golonganya, atom unsur demikian ini sering disebut kelompok s
(golongan utama A).
2) Atom unsur transisi dengan konfigurasi elektron [gas mulia](n-1)dx nsy
(y = 1 atau 2), nomor golongannya sesuai dengan jumlah “elektron
terluar” nya yakni (x+y) = 3-12; Atom unsur ini sering disebut sebagai
golongan transisi (B) atau kelompok d, yakni golongan 3-12; Atom
dengan konfigurasi elektronik [gas mulia]ns2 npx (x= 1s/d6), maupun gas
[gas mulia](n-1) d10 ns2 npx (x = 1 s/d 6) terletak dalam golongan
(10+2+x): atom unsur ini sering disebut sebagai kelompok p, yakni
golongan 13-18.
3) Nomor periode ditunjukan oleh nilai n tertinggi yang dihuni oleh
elektron dalam konfigurasi elektroniknya.

Kita harus berhati-hati dalam meramalkan sifat-sifat golongan IIIA sampai VI
A. Sebagai contoh, terdapat lebih banyak keragaman dalam sifat-sifat kimia
diantara unsur-unsur berikut ini: karbon adalah non logam, silikon dan

25

germanium adalah metaloid, serta timah dan timbal adalah logam.
Penggolongan unsur dapat dilihat pada Gambar 13.

Tabel Periodik Modern

Sumber: Modul PPG yerimadesi (2019)

Gambar 12. Tabel Periodik Modern

4. Forum Diskusi
1) Mengapa sistem periodik mengalami perubahan, apa yang melatarbelakngi
dan apa yang menjadi dasar hingga dihasilkan sitem periodik yang sering
digunakan sampai saat ini?
2) Diskusikanlah penggolongan sistem periodik modern menurut IUPAC
berdasarkan penggolongan golongan utama (A), golongan Transisi (B) dan
penggolongan 1 s/d 18 apa yang membedakan dan apa yang menjadi dasar.
(carilah refrensi tambahan).
3) Diskusikanlah dari data nomor atom dan nomor massa yang terdapat
dalam sistem periodik melihat kemungkinan dua unsur atau lebih yang
berbeda menempati posisi kolom dan baris yang sama dalam tebel
periodik, jelaskan apa yang menjadi dasar kemungkinan atau tidaknya.

26

C. Penutup
1. Rangkuman
 Tabel Sistem Periodik Unsur merupakan suatu cara untuk menyusun dan
mengklasifikasi unsur-unsur, dimana unsur-unsur yang mirip sifatnya
diletakkan pada kelompok yang sama.
 Hukum Triade Johann W. Dobereiner : Jika tiga unsur yang sama
sifatnya disusun menurut bertambahnya massa atom relatifnya, maka
massa atom relatif unsur yang kedua merupakan rata-rata massa atom
relatif unsur pertama dan ketiga.
 Hukum Oktaf John Newlands :setiap unsur kedelapan mempunyai sifat
yang mirip dengan unsur pertama”.
 Sistem Periodik Pendek Julius Lothar Meyer :Adanya hubungan
keperiodikan antara sifat-sifat fisika unsur dengan massa atom relatif.
 Sistem Periodik Pendek Mendeleyev (Rusia, 1869): Adanya hubungan
keperiodikan antara sifat-sifat fisika dan kimia unsur dengan massa atom
relatif. Tabel Sistem Periodik Mendeleyev yang telah disempurnakan
(1871) terdiri atas golongan (lajur tegak) dan periode (deret mendatar)
 Letak unsur dalam sistem periodik sesuai dengan konfigurasi
elektronnya, unsur seperiode mempunyai bilangan kuatum utama yang
sama, sedangkan unsur-unsur segolongan mempunyai jumlah elektron
valensi yang sama.
 Letak golongan unsur dalam tabel periodik dapat diramalkan dari
subkulit terakhir yang berisi elektron, sedangkan periodenya dapat
diramalkan dari kulit jumlah kulit elektron dari unsur tersebut
 Berdasarkan konfigurasi elektronnya, unsur-unsur dalam sistem periodik
dikelompokkan ke dalam blok s, blok p, blok d, blok f.
 Blok s dan blok p disebut unsur golingan utama (golongan-golongan a)
 Blok d disebut unsur transisi (golongan-golongan b)
 Blok f disebut unsur transisi dalam (lantanida dan aktinida)

27

2. Tes Formatif
1. Jika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor massa atom, sifat
unsur tersebut akan berulang pada unsur kedelapan. Pernyataan in
dikenal dengan hukum oktaf yang dikemukakan oleh ....
A. Dobereiner
B. Newlands
C. Lothar Meyer
D. Mendeleev
E. Moseley

2. Kelompok unsur yang membentuk triade menurut Dobereiner adalah ....
A. Li, Na, dan K
B. Li, Ca, dan S
C. S, Cl, dan Mn
D. Sr, Se, dan Br
E. Sr, Ba dan Br

3. Menurut hukum Triade, jika massa atom relatif kalsium 40 dan massa
atom relatif barium 137 maka massa atom relatif stronsium yang berada
di antaranya sebesar ....
A. 80,5
B. 85,5
C. 88,5
D. 90,5
E. 95,5

4. Kelemahan tabel periodik yang dikemukakan oleh mendeleyev adalah ....
A, Pengelompokan unsur-unsur hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan
massa atom relatif rendah
B. Kemiripan alat unsur tidak hanya berlaku pada tiga unsur yang berada
dalam setiap kelompok
C. Penempatan unsur tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya
D. Menempatkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan nomor atom dalam
periode
E. Penempatan unsur sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya

28

5. Pada sistem periodik modern unsur-unsur yang berada dalam satu
periode disusun berdasarkan ....
A. Kemiripan sifat
B. Jumlah elektron valensi
C. Kenaikan nomor massa
D. Jumlah kulit atom
E. Kemiripan sifat dan nomor atom

6. Letak unsur dan konfigurasi elektron yang tepat untuk unsur 19X adalah …
(nomor atom Ar = 18)
A. Periode 4, golongan IA, [Ar] 4s1
B. Periode 1, golongan IB, [Ar] 4d1
C. Periode 1, golongan IIA, [Ar] 4s2
D. Periode 2, golongan IIB, [Ar] 4d2
E. Periode 3, golongan IVA, [Ar]4s2 3d2

7. Letak unsur X dengan nomor atom 26 dan nomor massa 56 dalam sistem
periodik unsur terletak pada golongan dan periode ….
A. IIA dan 6
B. VIB dan 3
C. VIB dan 4
D. VIIIB dan 3
E. VIIIB dan 4

8. Konfigurasi unsur X = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p3 maka
letak unsur X dalam system periodic unsur adalah…..golongan /periode
A. IIA dan 6
B. VA dan 5
C. VB dan 4
D. VIIIB dan 3
E. VIIIB dan 4

29

9. Diantara unsur–unsur dibawah ini :
12P, 16Q, 19R, 34S dan 53T yang terletak pada golongan yang sama
dalam sistem periodik unsur adalah…
A. P dan Q
B. P dan R
C. S dan T
D. Q dan S
E. R dan T

10. Lima unsur dalam satu periode dinyatakan sebagai berikut!
(1) Massa atom unsur B lebih kecil daripada unsur C.
(2) Keelektronegatifan unsur A lebih besar daripada unsur D tetapi lebih kecil
daripada unsur B.
(3) Energi ionisasi unsur E lebih kecil daripada unsur D.
(4) Jumlah elektron valensi unsur A lebih kecil daripada unsur B.
Urutan letak unsur dalam tabel periodik unsur dari kiri ke kanan adalah ….
A. A, B, C, D, dan E
B. A, B, C, E, dan D
C. C, E, D, A, dan B
D. E, D, C, B, dan A
E. E, D, A, B, dan C

11. Kelompok unsur berikut yang semuanya bersifat logam yaitu ....
A. Emas, seng, dan Karbon
B. Besi, nikel dan belerang
C. Fosfor, oksigen dan tembaga
D. Emas, perak dan nikel
E. Belerang, fosfor dan perak

12. Salah seorang siswa menemukan atom golongan pertama, yaitu Li. Li
mempunyai sifat logam lunak, kerapatan rendah, secara kimia sangat
reaktif dan membentuk Li2O, LiCl. Ternyata pada golongan kedelapan,
diketahui bahwa atom Na juga memiliki sifat yang sama dengan Li.
Pernyataan ini sesuai dengan hukum yang dikemukakan oleh ….
A. Dobereiner
B. Newlands
C. Mendeleev
D. Moseley
E. Modern

30

13. Empat atom mempunyai konfigurasi elektron
P: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
Q: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
R: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p4
S: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p5
Diantara atom tersebut, atom yang terletak dalam satu golongan adalah….

A. P dan Q D. Q dan R

B. P dan R E. Q dan S

C. P dan S

14. Suatu atom memiliki 4 bilangan kuantum sebagai berikut ini.
n= 5, l= 0, m= 0 s= -1/2

dimanakah letak unsur tersebut dalam sistem periodik unsur?
A. Periode 5, golongan I A
B. Periode 5, golongan IIA
C. Periode 5, golongan IB
D. Periode 5, golongan IIB
E. Periode 5, golongan IIIB

15. Jika ion S2- mempunyai 18 elektron, maka letak S dalam tabel periodik
adalah:
A. periode 3, golongan VIIIA
B. periode 3, golongan VIA
C. periode 4, golongan IIA
D. periode 2, golongan IVA
E. periode 2, golongan IIIA

16. Perhatikan sketsa tabel periodik berikut.

Pada tabel periodik, unsur-unsur X, Y, Z adalah ....
A. logam transisi, logam, gas mulia
B. logam alkali tanah, bukan logam, halogen
C. logam, semilogam, bukan logam
D. logam alkali, logam transisi, gas mulia
E. logam alkali, semilogam, halogen

31

17. Unsur dengan nomor atom 15 memiliki sifat kimia sama dengan unsur
bernomor atom ....
A. 23
B. 31
C. 43
D. 51
E. 65

18. Konfigurasi elektron atom unsur A: 2 8 8 6. Unsurn tersebut dalam
sistem periodik terletak pada ....
A. golongan IA dan periode 2
B. golongan IIA dan periode 4
C. golongan IVA periode 6
D. golongan VIA periode 4
E. golongan IVA periode 4

19. Dalam sistem periodik modern, unsur-unsur transisi dalam terletak pada
periode ....
A. 1 dan 2
B. 3 dan 4
C. 4 dan 5
D. 5 dan 6
E. 6 dan 7

20. Pernyataan yang tepat mengenai tabel periodik unsur yang dibuat oleh
Mendeleyev adalah...
A. Pengelompokan unsur didasarkan pada kenaikan massa atom relatif
unsur
B. Penyususnan golongan unsur berdasarkan volume atom unsur dalam
bentuk grafik
C. Unsur-unsur yang berada pada golongan yang sama mempunyai
kemiripan sifat
D. Setiap golongan disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan
nomor massa atom
E. Sistim periodik unsur hanya sesuai dengan massa atom relatif rendah

32

3. Daftar Pustaka
Budi Utami dkk, Kimia 2, Pusat Berbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2009
Bayharti, Yerimadesi, dan Ellizar. 2019. Modul 1, Sub Materi Struktur Atom,
Sistem Periodik Unsur, dan Ikatan Kimia. PPG Dalam Jabatan.
Kemendikbud.
Chang, Raymond. 2003. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti. Jakarta : Erlangga
https://rumusrumus.com/tabel-periodik-unsur-kimia/ di akses pada tanggal 21
April 2021
https://www.metasynthesis.com/webbook/35_pt/pt_database.php?Button=Me
ndel/ di akses pada tanggal 21 April 2021
https://www.modelscience.com/PeriodicTable.html di akses pada tanggal 21
April 2021
Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Surakarta : Erlangga

33

KUNCI JAWABAN TES SUMATIF

1. B 11. D

2. A 12. B

3. C 13. E

4. C 14. A

5. D 15. A

6. A 16. D

7. E 17. D

8. B 18. D

9. D 19. E

10. E 20. C

34


Click to View FlipBook Version