Pendidikan Agama Islam
SMKN 2 Cikarang Barat
Kelas X
Hukum Ilmu Tajwid
Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara melafalkan huruf-huruf dan pengucapan dalam Al-
Quran, hadist dan lain-lainnya. Nah, dalam membaca Al-Quran kita harus memahami hukum bacaan
tajwid dengan benar. Berikut adalah macam-macam hukum bacaan tajwid.
Hukum Bacaan Nun Mati atau Tanwin
Hukum bacaan tajwid yang pertama adalah hukum bacaan nun mati bertemu suatu huruf yang dibagi
menjadi beberapa hukum.
1. Idzhar Halqi
Idzhar halqi adalah hukum bacaan apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan alif atau hamzah ( ) ء,
Haa’ ( ) ه, ‘Ain ( ) ع, Ghain ( ) غ, Kha’ ( ) حdan Kho’ ( ) خ. Secara bahasa, idzhar artinya jelas dan cara
membacanya pun harus jelas.
Contoh bacaan idzhar halqi : ٌنَا ٌر َحا ِم َية
2. Idgham Bighunnah
Idgham Bighunnah artinya melebur diiringi dengan dengungan atau istilah lainnya yaitu memasukan
salah satu huruf nun mati/tanwin ke dalam huruf sesudahnya dan dilantunkan berdengung apabila
bertemu dengan nun ()ن, mim ()م, wawu ( )وdan ya’ ()ي.
Contoh Idgham Bighunnah: ُّم َم َّد َدةٌ َع َمٌد فِ ٌي
3. Idgham Bilaghunnah
Hukum bacaan idgham bilaghunnah berbanding terbalik dengan idgham bighunnah dimana
membacanya melebur tanpa berdengung. Hukum bacaan apabila nun mati atau tanwin bertemu denagn
huruf lam dan ra’.
Contoh idgham Bilaghunnah: َلمٌ َم ٌن
4. Iqlab
Iqlab adalah hukum bacaan tajwid yang terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan ba’.
Contoh Iqlab: ٌَليٌ ۢن َب َذ َّن
5. Ikhfa Haqiqi
Hukum bacaan tajwid yang terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ikhfa yaitu ta()ت,
thsa’ ()ث, jim ()ج, dal ()د, dzal ()ذ, zai ()ز, sin ()س, syin ()ش, sod ()ص, dhod ()ض, fa’ ()ف, qof ()ق, dan huruf kaf
()ك.
Ikhfa artinya menyawarkan, oleh karena itu cara membaca bacaan ikhfa haqiqi pun harus samar.
Contoh ikhfa haqiqi: ٌَنقعًا َف َو َسط َن
Hukum Bacaan Mim Mati
Hukum bacaan selanjutnya adalah hukum bacaan mim mati bertemu dengan huruf-huruf tertentu yang
dibagi menjadi beberapa kategori yaitu:
1. Idzhar Syafawi
Idzhar syafawi adalah hukum bacaan yang terjadi apabila mim mati bertemu dengan huruf selain mim
mati ( ) ٌمdan ba ()ب. Cara membaca bacaan ini dilafalkan dengan jelas dan sambil menutup mulut.
Contoh idzhar syafawi: ٌلَعَ َّلكمٌ تَتَّقو َن
2. Ikhfa Syafawi
Ikhfa syafawi adalah hukum bacaan yang terjadi apabila mim mati bertemu dengan ba ()ب. Cara
membacanya pun dengan samar-samar dan juga berdengung.
Contoh ikhfa syafawi: َفاحكم بَي َنهم
3. Idgham Mimi
Idgham mimi adalah hukum bacaan yang terjadi apabila huruf mim mati bertemu dengan huruf mim. Cara
membacanya yaitu dengan membaca huruf mim rangkap dan mendengung.
Contoh idgham mimi: ٌَكمٌ ِمن ِفئَة
Hukum Bacaan Idgham
Adapun beberapa hukum bacaan idgham seperti:
1. Idgham Muthamatilain
Hukum bacaan yang terjadi apabila suatu huruf bertemu dengan huruf yang sama. Seperti misalnya dal
bertemu dal. Contonya adalah َﻗٌﺪ َدٌ ٌَﺨٌلﻮٌا
2. Idgham Mutaqaribain
Hukum bacaan apabila dua huruf yang makhraj dan sifatnya hampir sama bertemu. Misalnya huruf mim
bertemu ba dan kaf bertemu qaf. Contohnya adalah نَﺨلقڪٌﻢ
3. Idgham Mutajanisain
Hukum bacaan apabila dua huruf dengan makhraj yang sama namun tidak sama sifanya bertemu.
Misalnya huruf ta’ bertemu tha, lam bertemu ra dan sebagainya contohnya adalah ٌب َرٌ ﻞﻗ
Hukum Bacaan Qalqalah
Qalqalah adalah bacaan yang dibaca waqof atau dibaca suku dan membacanya dengan
dipantulkan.Terdapat 5 huruf qalqalah yaitu qaf ()ق, tha ()ط, ba’ ()ب, jim ()ج, dan dal ()د.
Adapun dua jenis qalqalah yaitu:
1. Qalqalah Sugro
Qalqalah yang pantulannya kecil dan biasanya terletak ditengah kalimat. Contoh : ٌََ ٌٌََْ ٌَنﻮ ٌع, ٌََ َنٌﻮعٌٌﺪ
2. Qalqalah Kubro
Qalqalah yang dipantulkannya besar karena adanya wakaf dan terletak diakhir kalimat. Contoh : ( تَ َّبتٌ َي َدا
)ﻗلٌ اَعوذٌ ِب َر ٌب (ال َفلَ ٌِق, ٌ )ﻗلٌ ه َوٌ اللٌ (اَ َحد, ٌاَبِي َل َه ٌب ( َّوتَ َّب
Hukum Bacaan Mad
Hukum bacaan mad memiliki arti yaitu melanjutkan. Dalam istilah ilmu tajwid mad artinya pemanjangan
suara. Nah, terdapat dua jenis bacaan mad yaitu mad asli dan mad far’i.
Huruf bacaan mad ada tiga yaitu alif, wau, dan ya’. Agar menjadi bacaan mad huruf-huruf ini harus
berbaris mati atau disebut dengan saktah.
Biasanya untuk mengukur panjang dan pendeknya huruf bacaan mad menggunakan tanda sendiri
seperti ada yang 2 harakat , 4 harakat , 6 harakat dan seterusnya.