The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Emmy Siti Mariyam, 2024-06-21 11:05:51

MAJALAH DINAMIKA 2024

MAJALAH DINAMIKA 2024

1 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 SUSUNAN PENGURUS MAJALAH DINAMIKA SMA NEGERI 1 CIKATOMAS Edisi ke-29 Tahun 2024 PEMIMPIN UMUM Dadan Sudrajat, S.Pd, M.Pd. PEMIMPIN REDAKSI Emmy Siti Mariyam, S.Pd. DEWAN REDAKSI Mohammad Suhardiwan, M.Pd. Agis Muji Prayitno, S.Pd. REDAKTUR PELAKSANA Putri Sri Lestari KEPALA SEKRETARIAT REDAKSI Muhammad Zidan SEKRETARIS REDAKSI Yuna Eka Rahmadani BENDAHARA REDAKSI Zainuna Azzah Azizah PENGHIMPUN Koordinator : Rahma Aulia Z Anggota : Agnia, Indri PENGGANDAAN Koordinator : Noval Anggota : Nurmala, Fahri DESAIN Koordinator : Madila Anggota: M.Fadil, Vrian PRACETAK Koordinator : Neng Sifa Anggota : Radit, Nadila REPORTER Koordinator : Nurina A Anggota : Reva, Uswan, Widiawati


2 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Alhamdulillah segala puji yang sempurna hanya milik Allah SWT. Berkat pertolongan dan taufik dariNya, majalah DINAMIKA edisi ke-29 ini dapat menyapa pembaca yang budiman. Pembaca yang budiman, DINAMIKA merupakan majalah kebanggan kami, warga SMAN 1 Cikatomas. Meskipun hanya satu kali terbit dalam satu tahun, namun majalah ini telah merangkum dan merekam berbagai peristiwa penting yang terjadi di sekolah yang kita cintai ini. Berbagai prestasi dan pencapaian baik di bidang akademik maupun nonakademik yang diraih oleh siswasiswi terbaik SMANCIKA juga dapat anda lihat di sini. Semua yang kami sampaikan melalui majalah DINAMIKA ini diharapkan akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pembaca yang memiliki ikatan batin tersendiri dengan sekolah ini. Terbitnya majalah DINAMIKA ini tetntunya tidak terlepas dari kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami segenap crew DINAMIKA mengucapkan terima kasih atas bantuan moril maupun materil , semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Saudara. Kami sangat menyadari bahwa majalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saran dan kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan majalah ini di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga majalah DINAMIKA ini menjadi cindera mata atau buah tangan yang berharga dan bermanfaat bagi semua siswa kelas XII yang akan meninggalkan SMAN 1 CIKATOMAS. Selamat membaca! Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Redaksi Majalah Dinamika


3 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 DAFTAR ISI 1. SALAM REDAKSI 2. PRAKATA KEPALA SMAN 1 CIKATOMAS 3. PRAKATA KOMITE SMAN 1 CIKATOMAS 4. SMANCIKA, RAIH JUARA 1 FILM PENDEK FLS2N 2023 5. PUTRI SRI LESTARI, JUARA 3 CIPTA PUISI FLS2N 2023 6. PASKIBRAKA TERBAIK KABUPATEN TASIKMALA 7. PERAYAAN HUT RI KE-78 DI KAMPUS SMAN 1 CIKATOMAS 8. PELATOK DI SMANCIKA 9. SMANCIKA, RAIH JUARA 1 TURNAMEN FUTSAL MERAH PUTIH CUP 2023 10. PASKIBRA SMANCIKA RAIH JUARA 2 CARAKA SE-JABAR 11. ABDUL HALIM, JUARA 3 LCT GUNA KOMPUTER SE-PRIATIM 12. ENGLISH FESTIVAL COMPETITION SMANCIKA, 2023 13. LUTFI FITRIANI, MISS LANGUAGE SMANCIKA, 2023 14. TURNAMEN TENIS MEJA SMANCIKA, HAORNAS 2023 15. SEMARAK HARI BATIK 2023 16. OSIS CAMP 2023 17. AJANG BERGENSI TAHUN 2024, SMANCIKA CUP IV 18. ALOPASSTIK 2024 19. IKBAL, DUTA OSIS KABUPATEN TASIKMALAYA 2023/2024 20. OSIS SMANCIKA RAIH JUARA 3 LOMBA DEBAT IPOSISTAS SE-PRIATIM 21. SEMARAK GELAR KARYA P5 DAN HUT SMANCIKA 22. ROVANI FERLIANA GUNAWAN, JUARA 1 TENIS MEJA MKKS KAB. TASIKMALAYA 23. SANG PENULIS YANG PRODUKTIF 24. PUISI “ SEPATU BOLONG BERMIMPI” 25. CERPEN “ DIBALIK HANCURNYA SEBUAH MIMPI” 26. DADAN SUDRAJAT, S.Pd., M.Pd. KETUA MKKS KAB. TASIKAMALAYA 27. DAFTAR PRESTASI SISWA SMAN 1 CIKATOMAS PERIODE 2023/2024 28. SEPENGGAL KISAH STUDY TOUR 2023


4 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 PRAKATA KEPALA SMAN 1 CIKATOMAS Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga majalah DINAMIKA telah terbit dan bisa kita baca isinya. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua crew Majalah DINAMIKA yang sudah bekerja keras, memaksimalkan usahanya untuk konsisten membuat majalah DINAMIKA ini terbit setiap tahun. DINAMIKA merupakan majalah yang saya rintis ketika saya masih mengabdi menjadi guru di SMAN 1 CIKATOMAS. Sekarang, saya kembali bertugas menjadi Kepala Sekolah di SMA yang sama, majalah DINAMIKA masih tetap eksis, dan itu tentu saja merupakan suatu kebanggan tersendiri untuk saya pribadi. Semoga majalah ini ke depannya semakin lebih berkualitas dan menjadi kebanggan bagi semua warga SMAN 1 CIKATOMAS. Selanjutnya, kepada anakanakku kelas 12 yang akan segera meninggalkan sekolah ini, Bapak ucapkan selamat menempuh perjalanan dalam meraih cita-cita dan harapan kalian di masa yang akan datang. Ingat, jaga nama baik sekolah kita. Jadilah alumni yang membanggakan bagi almamater. Semoga kalian menjadi manusiamanusia yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Mencapai kesuksesan dengan tetap menjadi pribadi yang cerdas, shaleh dan berbudi pekerti luhur. Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih, Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Kepala SMAN 1 CIKATOMAS Dadan Sudrajat, S.Pd. M.Pd


5 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 PRAKATA KETUA KOMITE SMAN 1 CIKATOMAS Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Sehubungan dengan telah berakhirnya pembelajaran kelas 12 pada tahun pelajaran 2023/2024, Kami atas nama komite SMAN 1 Cikatomas mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu guru dan juga seluruh warga sekolah yang sudah membimbing dan mendidik anak-anak kami. Semoga ilmu dan nasihat yang telah Bapak/Ibu sampaikan bisa menjadi bekal untuk anak-anak di masa yang akan datang. Selanjutnya, kami merasa turut berbangga hati karena telah diterbitkannya majalah DINAMIKA edisi ke-29. Majalah ini akan menjadi kenang-kenangan bagi siswa-siswi yang akan meninggalkan almamaternya karena di dalamnya terdapat semua rangkaian peristiwa penting yang pernah dilalui oleh mereka. Semoga majalah DINAMIKA akan tetap eksis dan semakin berkualitas. Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, KOMITE SMAN 1 CIKATOMAS Edis Triana, S.Pd.


6 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 TINGKAT KABUPATEN TASIKMALAYA Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) merupakan ajang kompetisi yang diadakan di Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai menengah. FLS2N merupakan ajang bergengsi karena digelar secara berjenjang dari tingkat Kabupaten hingga Nasional. SMAN 1 Cikatomas sendiri selalu mengikuti ajang ini dengan mengirimkan kontingen dari beberapa lomba yang diadakan. Untuk FLSN tahun 2023, lomba yang diikuti diantaranya film pendek, vokal solo, kriya, baca puisi, foster, tari, dan cipta puisi. Adapun untuk film pendek, baru tahun ini sekolah kita mengikutinya. Dimas Julianto Nugroho (12 IPS 1) dan Dede Abdul Aziz (12 IPS 1) merupakan tim pembuat film pendek yang sekaligus mereka merupakan anggota dari ekskul jurnalistik. Hal ini tentu merupakan kebanggan tersendiri bagi ekskul jurnalistik. Berbekal kemampuan ilmu fotografi yang dimiliki oleh Dimas, dan juga dibantu oleh Dede sebagai asistennya, maka terciptalah film pendek yang mengusung tema Merdeka Berprestasi Talenta Seni yang Menginspirasi dengan judul “KITA ISTIMEWA”. Film pendek ini membawa pesan bahwa setiap anak adalah istimewa, mereka memiliki kelebihan masing-masing, tugas orang tua dan guru menuntun mereka agar menemukan keistimewaannya itu sehingga kelak mereka meraih kesuksesan di bidang yang diminatinya. Pencapaian mereka berdua tentu merupakan angin segar bagi sekolah kita. Harapannya semoga ini menjadi awal kesuksesan untuk ajang perombaanperlombaan berikutnya, sehingga slogan SMANCIKA JUARA semakin melekat. (Jurnalis SMANCIKA)


7 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Juara 3 Cipta Puisi FLS2N 2023 FLS2N tahun 2023 memang memberikan satu pengalaman yang berbeda. Biasanya pada FLS2N tahun sebelumnya, sekolah kita meraih kejuaraan pada bidang lomba vokal solo dan kriya. Namun, selain film pendek, kita berhasil meraih kejuaraan di mata lomba cipta puisi. Hal ini membuktikan bahwa banyak dan beragam sekali potensi yang dimiliki siswa-siswi SMAN 1 Cikatomas ini. Adalah Putri Sri Lestari, gadis berkacamata yang duduk di kelas 11 IPS 1 ini berhasil memikat para juri dengan karya puisinya yang berjudul “Sepatu Bolong Bermimpi”. Putri memang sangat suka menulis, terutama puisi. Karyanya sudah cukup banyak dan dia menginginkan suatu saat nanti karyanya bisa diterbitkan menjadi sebuah antologi puisi. Bakat menulis putri sepertinya menurun dari ibundanya yang juga suka menulis. Diakuinya, selama proses membuat puisi, selain mendapat bimbingan dari guru Bahasa Indonesia, Putri sering bertukar pikiran dengan ibunya. Setiap peristiwa yang dialaminya ia selalu tuangkan ke dalam sebuah puisi, maka tak heran jika kemampuan menulisnya semakin terasah. Walaupun di sela-sela kesibukannya sebagai sekretaris OSIS dan juga ketua ekskul Jurnalistik, Putri masih meluangkan waktunya untuk terus menulis. Apa yang sudah diraih Putri semoga dapat menginspirasi dan memotivasi siswa-siswi di SMANCIKA. (Jurnalis SMANCIKA)


8 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 PASKIBRAKA TERBAIK KABUPATEN TASIKMALAYA Adalah Dzikra Fawwazah Cahyadi, Siswi kelas 11 MIPA 4 yang terpilih dari 456 peserta yang mengikuti seleksi dari sekolah di seluruh SMA/SMK se-Kabupaten Tasikmalaya. Tentu saja ini adalah sesuatu yang sangatlah membanggakan bagi Dzikra, kedua orangtua, dan tentu saja seluruh warga SMAN 1 CIKATOMAS. Bukan sesuatu yang mudah untuk akhirnya dapat terpilih menjadi seorang PASKIBRAKA. Ia Harus melewati serangkaian seleksi yang melelahkan dan memerlukan kesabaran setelah terpilih, Dzikra memperoleh dispensasi dari sekolah untuk persiapan pelatihan mulai tanggal 9-18 agustus. Training centre dilaksanakan pada tanggal 9-11 agustus di Brigif 13/Galuh Rahayu, Siliwangi. Kemudian setelah training centre Dzikra pindah ke hotel parahyangan,Singaparna untuk memulai pengasramaan dan PRA TC (training centre).Rutinitas yang dilakukan seharihari ialah: pada pukul 04.0004.30 harus sudah bangun untuk melakukan sholat malam dan membraso sabuk ketimbang lalu menyemir sepatu pentovel.Kemudian melakukan kegiatan jasmani sampai dengan pukul 06.00.


9 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Lalu pukul 07.00 sudah harus berada di lapangan sampai dengan pukul 17.00 untuk melakukan latihan.Tanggal 15 Agustus diadakan acara yaitu pengukuhan di pendopo baru Kabupaten Tasikmalaya.Tanggal 16 melaksanakan gladi bersih pengibaran dan penurunan satu kali kemudian kembali istirahat sampai dengan pukul 18.00.Setelah pukul 18.00, diadakan sholat berjamaah dan mengaji serta berdoa bersama. Kemudian setelah itu malam nya diadakan acara sakral yaitu para pengibar bendera dipertemukan dengan duplikat bendera merah putih. Kami melakukan penghormatan dan mencium duplikat bendera merah putih. Keesokan harinya, tepat tanggal 17 Agustus, mereka sukses mengibarkan sang sangka di langit Tasikmalaya. Upacara yang dipimpin oleh bupati Tasikmalaya yaitu bapak Ade Sugianto berlangsung dengan khidmat. Kebanggaan tentu saja berada di dada para sang pengibar bendera, tak terkecuali ketiga anggota paskibra dari sekolah kita tercinta ini peristiwa ini akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan tak terlupakan dalam hidup dzikra pesan dari dzikra pantang menyerah serta perjuangan sampai akhir dan jangan pernah berhenti mencoba. (Jurnalis Smancika).


10 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Momentum hari kemerdekaan HUT RI ke-78 pada Agustus 2023 menjadi hari yang sangat penting bagi seluruh warga masyarakat Indonesia. Tidak hanya memperingati hari kemerdekaan saja, namun HUT RI selalu dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang dapat memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme. OSIS SMAN 1 Cikatomas, mengadakan berbagai kegiatan perlombaan untuk menjadi wadah partisipasi bagi seluruh siswa. Berbagai macam perlombaan yang diselenggarakan antara lain : balap karung, sarung berantai, bakiak, futsal memakai sarung, foto dan Videografi, estafet kelereng, tepuk air, panjat pinang, dan tarik tambang. Berhubung banyaknya perlombaan yang diadakan, maka kegiatan berlangsung selama 3 hari, yaitu dari tanggal 15,16, dan 18 Agustus 2023. Seluruh siswa dan siswi sangat antusias mengikuti berbagai gelaran kegiatan perlombaan. Para siswa bersaing secara sehat untuk memperebutkan gelar juara dan dapat mengharumkan nama kelas mereka.


11 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Berikut daftar kelas pemenang perlombaan untuk memeriahkan HUT RI ke78: Juara Balap Karung Putra 1, XII IPS 6, juara 2, XII IPA 5, juara 3, X-12. Futsal Memakai Sarung, juara 1, XI IPS 1, juara 2, X-5, dan juara 3, XI IPA 2. Juara balap karung putri XI IPA 5, juara 2, X-8, dan juara 3 , XI IPA 4. Juara foto dan videografi, juara 1, XII IPS 1, juara 2, XII IPS 2, dan juara 3, XI IPS 1. Sarung Berantai, juara 1, XII IPS 6, juara 2, XI IPS 5, dan juara 3, XI IPS 2. Estafet Kelereng, juara 1 XII IPS 7, juara 2, XI IPA 4, dan juara 3, X-11. Bakiak Putra, juara 1, XII IPS 7, juara 2, XII IPS 1, dan juara 3, XII IPS 3. Tepuk Air, juara 1, XII IPS 6, juara 2, X-4,dan juara 3, XI IPS 2. Bakiak Putri, juara 1, XII IPA 3, juara 2 XII IPA 4, dan juara 3, X-9. Tarik tambang, juara 1, XII IPS 1, juara 2, XII IPA 2, dan juara bersama (XII IPA 3 dan XII IPS 7) Selain siswa, para guru juga turut memeriahkan peringatan HUT RI dengan berbagai perlombaan seperti tenis meja, catur, estafet sarung, estafet air, dan permainan-permaianan seru lainnya. Walaupun dalam proses berjalannya lomba terdapat kendala, namun secara keseluruhan acara berlangsung lancar. Ketua OSIS SMAN 1 Cikatomas yaitu Acep Muhammad Zamaludin berharap agar ke depannya kegiatan seperti ini bisa lebih baik dan meriah lagi. (Jurnalis SMANCIKA) Keprotokolan adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi Tata Tempat, Tata Upacara dan Tata Penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan atau kedudukannya dalam negara pemerintahan, dan masyarakat. Tahapan-tahapan tersebut diperlukan untuk menunjang suksesnya puncak acara. Dalam rangka menambah wawasan siswa siswi SMAN 1 Cikatomas dalam bidang keprotokolan. OSIS SMAN 1 Cikatomas kembali mengadakan kegiatan Pelatihan Keprotokolan (PELATOK) pada tahun ini. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu 19 Agustus 2023 dengan target peserta 2 orang Perwakilan Kelas, 2 orang Perwakilan Ekstrakulikuler dan seluruh staff OSIS MPK. Diketahui jumlah keseluruhan peserta yang hadir sebanyak 105 orang. PELATOK tahun ini mengundang pak Wildan Tanjung Nugraha, S.pd sebagai pemateri. Beliau merupakan seorang guru, aktivis dan pembina tim protokol di SMAN 1 Cikalong. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 - 12.00 WIB. Beliau menyampaikan berbagai materi tentang keprotokolan dari hal dasar sampai hal umum. Seperti Pengertian, jenis-jenis,


12 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 tugas, hingga perbedaan suara dan lain sebagainya. Selama kegiatan berlangsung Pak Wildan berbagi materi dengan caranya yang unik. Beliau berhasil menghidupkan suasana belajar yang asik dengan candaan-candaan jenaka yang dilontarkan disela-sela materi. Meskipun banyak tawa menghiasi proses pelatihan, hal tersebut tidak mengurangi efektivas kegiatan. Justru, dengan cara penyampaian yang unik dan interaktif beliau berhasil menyampaikan materi keprotokolan dengan baik, sehingga meninggalkan kesan yang baik pula terhadap keprotokolan dalam benak para peserta yang hadir. "Tadinya saya pikir keprotokolan adalah hal yang jenuh, tapi setelah mengikuti pelatihan keprotokolan tahun ini jadi tertarik sama dunia keprotokolan, jadi pengen ada tim pelatihan keprotokolan juga di SMANCIKA." Tutur salah satu peserta kegiatan PELATOK 2023. Kegiatan PELATOK 2023 berhasil disambut dan diterima dengan antusias oleh para peserta. Diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan seperti ini dengan pemateri-pemateri hebat dapat membangun siswa siswi SMANCIKA yang berkualitas. (Jurnalis SMANCIKA)


13 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Kabar menggembirakan datang dari tim futsal SMAN 1 Cikatomas, yakni diraihnya prestasi juara 1 turnamen futsal Merah Putih Cup 2023, yang dilaksanakan pada hari minggu, 27 Agustus 2023 di lapang futsal MDS, Kecamatan Cikatomas. Turnamen ini dilaksanakan masih dalam rangka memperingati HUT RI ke-78. Diikuti oleh 12 tim dari beberapa sekolah tingkat SMA se-Tasik Selatan. Tim futsal SMANCIKA berhasil mengalahkan tim fustal dari SMA Cikalong pada babak final dengan skor 8-2. Tentu saja ini merupakan ajang bergengsi karena memperebutkan piala dan juga hadiah berupa uang yang tidak sedikit. Adapaun pihak penyelenggara yaitu MDS Futsal yang disponsori JH Sport. Sebenarnya, bukan kali pertama tim futsal SMANCIKA mengukir prestasi ini, karena pada tahun 2018, sekolah kita tercinta meraih juara satu mini soccer se-Priangan Timur. Hal ini tentu tak lepas dari tangan dingin para pelatih, official dan juga pembina ekskul sepak bola, yang dalam hal ini dipegang oleh Bapak Agis Muji Prayitno, S.Pd.


14 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Adapun nama-nama siswa yang mengikuti pertandingan fusal ini diantaranya di M akbar saputra ( XII MIPA 5), , M Rifky Ramdani (XI MIPA 1), Ari Nugraha ( XI MIPA 2), Angga Triana S. ( XII IPS 5), Rista Juliana (XII IPS 7), Syam Putera (XII IPA 2), Dede Rafi Permana ( X-5), Ragil Mustofa (XII IPS 1), Agis Nurdiyansah (X. 8) dan Rizky ramdani (Xll IPS 1). Selain meraih juara 1, tim futsal SMANCIKA juga meraih top scorrer dan best player, yaitu Rista Juliana sebagai best player dan Ragil Mustofa sebagai top scorrer. Menurut Robi (12 MIPA 4) yang merupakan official dari tim futsal SMANCIKA, ke 13 atlet futsal ini memang siswa terbaik yang dipilih berdasarkan kriteria konsisten dalam mengikuti latihan dan juga memiliki kualitas yang bagus. Robi berharap semoga tim fustal SMANCIKA dapat mempertahankan dan bisa meraih prestasi pada even-even baik yang diselenggarakan di lingkungan pendidikan maupun di luar. (Jurnalis SMANCIKA)


15 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Lagi-lagi SMAN 1 CIKATOMAS menorehkan prestasi, kali ini datang dari ekskul PASKIBRA dengan diraihnya juara 2 Caraka dalam Lomba Baris Berbaris (LBB) PASBRADA Tk. Jawa Barat. Acara yang dilaksanakan di SMPN Negeri 1 Karangnunggal pada tanggal 24 September ini diikuti oleh siswa mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK Sederajat se-JABAR. Ada lima tahapan lomba yang harus diikuti oleh semua peserta, diantaranya perintis, pemula, caraka, madya, dan utama. Pada tahap caraka, tim PASKIBRA SMANCIKA berhasil meraih juara 2. Tentu saja hal ini sangat membanggakan mengingat baru pertama kalinya sekolah kita mengikuti lomba seperti ini dengan level setingkat provinsi. Memang hasil yang diperoleh sangat sesuai dengan usaha yang mereka lakukan selama mengikuti proses latihan. Menurut ketua ekskul PASKIBRA, Doni Ardiansyah, latihan dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan dan itu dilakukan secara rutin. Semoga ke depannya PASKIBRA SMANCIKA dapat lebih aktif lagi dalam mengikuti berbagai even perlombaan dan tentunya bisa berhasil menjadi juara kembali. (Jurnalis SMANCIKA)


16 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Lomba Cepat Tepat Guna Komputer Se-Priangan Timur telah dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2023 yang bertempat di Politeknik Triguna Indihiang. Dengan diikuti oleh kurang lebih 60 peserta dari SMA dan sederajat , Se-Priangan Timur. SMAN 1 Cikatomas turut berpartisipasi dan mengirimkan 2 orang perwakilan dalam lomba tersebut. Dari 1200 siswa SMAN 1 Cikatomas Abdul Halim XII IPS 6 bersama Vrian Ikhrul XI MIPA 4 terpilih menjadi perwakilan untuk Lomba Cepat Tepat Guna Komputer Se-Priangan Timur. Meskipun dengan persiapan yang hanya 3 hari saja, Abdul Halim mampu unjuk gigi berhasil menjadi juara 3 dalam LCTGK Se-Priangan Timur tersebut dan membawa harum nama SMAN 1 Cikatomas. Ia menuturkan sempat merasa pesimis karena menghabiskan waktu selama 28 menit untuk mengerjakan soal, yang dimana rata-rata peserta lain menghabiskan waktu sekitar 19-24 menit saja. Prestasi yang sudah diraih oleh Abdul Halim ini kembali menunjukkan kualitas SMAN 1 Cikatomas yang mampu bersaing dengan sekolah lain. Hasil yang dipetik tentu saja berkat usaha yang maksimal juga. Ketekunan Abdul Halim dalam berlatih dan mempelajari soal-soal TIK, juga bimbingan dari guru mapel TIK yaitu Bapak Mochtar Sidik , S.Kom memberikan kontribusi bagi keberhasilan Abdul Halim. Semoga jejak Halim dapat diikuti oleh generasi berikutnya. Apalagi lomba TIK ini adalah sebagai perwujudan dari kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan masa depan yang serba menggunakan IT. (Jurnalis SMANCIKA)


17 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dengan milyaran penutur. Dengan bahasa Inggris kita bisa lebih leluasa untuk mentransfer dan juga menyerap berbagai ilmu, baik itu ilmu pengetahuan ataupun ilmu kehidupan. Dengan demikian banyak orang yang berminat mempelajari bahasa Inggris agar kehidupannya bisa melejit sampai kancah dunia. Untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris dapat dilakukan dengan berbagai cara, bisa dengan melakukan pembiasaan, seperti adanya program English Day atau mengikuti perlombaan berbahasa Inggris. OSIS SMAN 1 CIKATOMAS, setiap tahun selalu mengadakan event yang bertajuk “English Festival Competition (EFC)” untuk mewadahi serta menjembatani minat dan bakat Siswa/Siswi SMAN 1 CIKATOMAS dalam berbahasa Inggris. EFC merupakan salah satu program OSIS bidang 10. Tahun ini pun sekolah kita mengadakan kembali kegiatan EFC yang dilaksanakan pada tanggal 5-6 September 2023. Siswa/Siswi sangat antusias dengan diadakannya kegiatan (English Festival Competion), karena dalam perlombaan tersebut mereka bisa menunjukkan bakat yang mereka miliki. Mata lomba yang diselenggarakan oleh OSIS SMAN 1 CIKATOMAS dalam kegiatan (English Festival Competion), adalah sebagai berikut : Mr/Miss Language, sing a song, debate , story Telling, speech contest, news reading, dan writing Siswa/Siswi yang mengikuti kegiatan (English Festival Competion) berlomba-lomba untuk memperebutkan gelar juara. Untuk juara pada setiap mata


18 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 lomba EFC 2023 adalah sebagai berikut: Mr/Miss Language (1. Lutfi Fitriani XI MIPA 5, De Rika XII IPS 6, Melisa XI MIPA 2). Sing a Song (1. Amelia Putri XI IPS 7, 2. Radit XI MIPA 5, 3. Surya Nugraha XII IPS 7) Debate (1. Muhammad Reyhan XII MIPA 2, 2. Zaskia Meilani XII IPS 3, 3. Revina XII IPS 3). Story Telling (1. Salsabila XI MIPA 4, 2. Muhammad Zidan X-8, 3. Endi XII MIPA 2). Speech Contest (1. Deis Julia XII MIPA 2, 2. Novia XI MIPA 1, 3. Luna Intan X-9). News Reading (1. Silva Nursaadah XII MIPA 2, 2. Reva Siti Fatimah X-10, 3. Neng Sifa Khoerunisa XI IPS 4). Writing (1. Mey Meytia XII MIPA 3, 2. Neng Zahra Nurmala XII MIPA 1, 3. Yessi Restiani XII MIPA 2). Tetap semangat untuk terus bisa mengembangkan kemampuan dalam berbahasa Inggris. Kami ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pemenang. LUTFI FITRIANI, MISS LANGUAGE SMANCIKA 2023 Posisi bergengsi English Festival Competition (EFC) yakni Miss/Mr Language SMANCIKA 2023 akhirnya diraih oleh Lutfi Fitriani, siswi kelas 11 MIPA 5. Gadis kelahiran Bandung, 22 Oktober 2006 ini berhasil menggantikan posisi Mr. Language SMANCIKA 2022, yaitu Abdul Halim. Upi, begitu biasa ia dipanggil, merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Selain jago berbahasa Inggris, dia juga memiliki banyak hobi, diantaranya melukis, bernyanyi, membaca dan menulis cerita. Ketika ditanya bagaimana perasaannya ketika berhasil menyandang gelar Miss language, dia menuturkan bahwa dia merasa tidak menyangka dan menganggap ini sebuah keberuntungan. Sesungguhnya apa yang Upi peroleh bukan keberuntungan semata, namun berkat usaha yang dilakukannya dalam mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Upi menuturkan kebiasaannya yaitu ketika menemukan kosa kata baru, langsung mencari artinya. Selain itu, agar latihannya lebih menyenangkan, Upi belajar lewat lagu bebahasa Inggris. Saat ini, Upi juga aktif mengikuti belajar di English Club. Upi berpesan agar lebih giat aja belajar bahasa Inggris karena sekarang di dunia yang sudah berkembang dan maju bahasa Inggris sudah menjadi skill yang wajib dimiliki, lagipula belajar bahasa Inggris seru karena bisa belajar dimana saja dan kapanpun kita mau. (Jurnalis SMANCIKA).


19 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Dalam rangka memperingati Hari Olah Raga Nasional yang jatuh pada tanggal 9 September 2023, SMAN 1 Cikatomas yang diprakarsai oleh MGMP PJOK SMAN 1 Cikatomas, mengadakan turnamen tenis meja antarsiswa. Turnamen yang memperebutkan piala Kepala Sekolah ini diikuti oleh 30 siswa yang merupakan perwakilan dari kelas 10 sampai 12, putra dan putri. Selain memeriahkan peringatan HAORNAS, turnamen ini juga bertujuan menyaring siswa yang akan maju ke turnamen tenis meja tingkat kabupaten, untuk memperebutkan piala MKKS yang dilaksanakan mulai tanggal 25-28 September 2023. Adapun hasil kejuaraannya, untuk putri juara 1 Rovani Ferliana Gunawan (X.11) , Juara 2 Nisa Salsabila (12 Mipa 2) , dan juiara Juara 3 Azwa (X.4) . Untuk tim putra , juara 1 Rama Bintang (X.11), Juara 2 Rais (X.5) , dan Juara 3 Rasya (11 MIPA 5) Menurut penuturan Rama Bintang yang berhasil diwawancarai oleh tim jurnalis SMANCIKA, dia berhasil meraih juara satu berkat strateginya yaitu fokus dan tenang dalam menghadapi lawan. Rais yang memang dari kelas empat SD sudah menekuni tenis meja ini, hanya melakukan latihan intesn satu hari sbelum hari pelaksanaan lomba. Tentunya Rama merasa bangga dengan prestasi yang sudah diraihnya. Semoga ini membukakan jalan mulus bagi dia dalam mengikuti pertandingan tingkat kabupaten pada piala MKKS mendatang. Terakhir Rama berpesan kepada siswa SMANCIKA, agar jangan patah semangat. (Jurnalis SMANCIKA)


20 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 SEMARAK HARI BATIK 2023 SMANCIKA Hari batik nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2023 diperingati dengan meriah di SMAN 1 Cikatomas. Berbagai kegiatan dan juga perlombaan digelar dalam acara ini. Di antaranya yaitu fotografi, membatik dan pemilihan mojang jajaka SMANCIKA tahun 2023. Tema yang diusung pada peringatan hari batik nasional kali ini adalah curtural haritage atau warisan kebudayaan. Oleh karena itu, pada perlombaan fotografi harus berhubungan dengan pelestarian budaya sunda. Setiap siswa yang merupakan perwakilan kelas wajib memposting hasil fotografi di akun instagram masing-masing, dan tag akun instagram SMANCIKA. Untuk lomba membatik, jika pada tahun 2022 lalu metode yang digunakan adalah batik lukis, sekarang kami menggunakan metode batik celup. Tentu saja ini adalah pengalaman yang sangat berharga untuk para siswa karena berkesempatan untuk mencoba mendesain batik sesuai dengan kreativitas masing-masing. Lomba terakhir yang merupakan puncak dari acara peringatan hari batik nasional ini yaitu


21 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 pemilihan MOKA SMANCIKA 2023. Setiap kelas wajib mendelegasikan satu orang siswa putra dan putri untuk mengikuti babak penyisihan. Dan lima siswa-siswi yang berhasil lolos dalam babak penyisihan akan melaju pada babak final. Jika dalam babak penyisihan para peserta diminta untuk mengerjakan soal-soal ilmu pengetahuan, maka dalam babak final ini peserta diberi tantangan untuk menunjukkan bakat yang dimilikinya, seperti menari, menyanyi, membaca puisi, bela diri, dll. Pemilihan MOKA ini juga dihadiri oleh MOKA Tasikmalaya, yang merupakan salah satu alumni SMANCIKA tahun 2017 yaitu Regina Jesica Pratiwi. Regina sendiri juga menjadi salah satu juri pada acara babak final ini. Dalam setiap perlombaan pasti ada pemenang atau juara, dan inilah para juara termasuk MOKA SMANCIKA 2023 pada peringatan hari batik nasional. Pertama yaitu lomba fotografi. Juara 1 dimenangkan oleh kelas 10.8, juara 2 dimenangkan oleh kelas 11 MIPA 3, dan juara 3 dimenangkan oleh kelas 10.11. Selanjutnya yaitu lomba membatik. Juara 1 dimenangkan oleh kelas 10.8, juara 2 dimenangkan oleh kelas 10.10, dan juara 3 dimenangkan kelas 12 IPS 3. Terakhir untuk MOKA SMANCIKA 2023 diraih oleh Sinta Putri (11 MIPA 4) dan Gilsen Nazril (11 MIPA 4). Diharapkan dengan dilaksanakannya berbagai kegiatan tersebut, akan menyadarkan kita sebagai warga negara Indonesia tentang pentingnya menghargai dan melestarikan batik sebagai salah satu kebudayaan asli Indonesia yang diakui oleh PBB. (Jurnalis SMANCIKA)


22 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 OSIS Camp (Kemah OSIS) merupakan salah satu program kerja umum OSIS SMAN 1 Cikatomas yang pertama kali diselenggarakan oleh OSIS angkatan 36, kemudian dilanjutkan oleh OSIS angkatan 37 dengan nama kegiatan “SMANCIKA Youth Leadership Camp.” Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan dan merajut jalinan kekeluargaan antar Ekstrakurikuler di SMAN 1 Cikatomas. Pada tanggal 7 – 8 Oktober 2023 Forum OSIS angkatan 38 mengadakan kegiatan OSIS Camp, dipimpin oleh Doni Adriansah selaku ketua pelaksana dan berdasar keputusan bersama anggota OSIS MPK 38, OSIS Camp 2023 berganti tujuan dan sasaran menjadi kegiatan silaturahmi, evaluasi sekaligus momentum mempererat kebersamaan antar anggota OSIS MPK menjelang purna bakti.


23 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 OSIS Camp 2023 diadakan di Pantai Madasari selama dua hari satu malam, didampingi oleh Wakasek Kesiswaan Bapak M. Suhardiwan, S.Pd, M, Pd., Pembina OSIS Ibu Evi Tini Sukartini, S.P, serta Bapak Agus Setiawan, M.Pd selaku sesepuh di bidang Kesiswaan SMAN 1 Cikatomas. Berbagai kegiatan diselenggarakan mulai dari fun game, tukar kado, tukar surat, pentas seni, nobar, sharing dan berbagai kegiatan lainnya. Haru biru terasa, kegiatan ini menjadi kenangan yang menyenangkan bagi pengurus OSIS MPK 38, mengingat hampir genap satu tahun Forum OSIS Kabinet “Adhirajasa Balinda” mengabdi, dipimpin Acep Muhamad Jamaludin selaku ketua OSIS dan Neng Syifa Khoerunnisa selaku ketua MPK angkatan 38. OSIS MPK angkatan 38 telah melalui banyak hal, mencurahkan banyak ide, tenaga dan pikiran dalam berkarya bersama membangun kemajuan SMAN 1 Cikatomas, kegiatan ini dianggap sebagai hadiah sekaligus moment evaluasi kinerja OSIS MPK 38. OSIS Camp 2023 berhasil mencapai tujuan yang tersirat dalam tema yang diusung yaitu “Iconic Night Of Memories” karena dianggap berhasil menjadi penutup yang manis diakhir masa bakti OSIS MPK 2022/2023. (Jurnalis SMANCIKA)


24 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Belum lama ini SMAN 1 Cikatomas mengadakan kompetisi bergengsi yaitu (SMANCIKA CUP IV) yang diselenggarakan berdasar program kerja OSIS SMANCIKA. Kompetisi ini diadakan pada tanggal 29 Januari s.d 2 Februari 2024 dengan sasaran peserta siswa/i tingkat SLTP sederajat Se– Kabupaten Tasikmalaya. SMANCIKA CUP adalah kompetisi tahun-an SMAN 1 Cikatomas dengan fokus utamanya adalah bidang olahraga "Bola Voli" baik putra maupun putri. Selaras dengan tema yang diusung yaitu “Dengan Semangat Sportivitas Raih Prestasi Jalin Persaudaraan.” Terlihat dalam kompetisi ini sportivitas dari pemain serta sikap netral dari seluruh panitia sangat terekam jelas. Mengingat wasit pertandingan pun berasal dari PBVSI yang kualitas dan kuantitasnya sudah tidak diragukan lagi. Diketahui sebanyak 50 tim dari kurang lebih 30 sekolah Se-Kabupaten Tasikmalaya berpartisipasi dalam Turnamen SMANCIKA CUP IV ini. Pada puncak final persaingan semakin sengit, dimana para peserta memperebutkan gelar juara untuk sekolah tercintanya. Namun kendati demikian mereka bisa bersaing secara sehat tanpa saling menjatuhkan.


25 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Dengan kemenangan akhir putri dimenangkan oleh MTsN Tonjongsari sebagai juara 1, SMPN 3 Cikatomas sebagai juara 2, MTsN 3 Tasikmalaya sebagai juara 3 danSMPN 1 Cikatomas sebagai juara 4. Adapun pertandingan putra dimenangkan oleh SMPN Parungponteng sebagai juara 1, SMP 2 Salopa sebagai juara 2, SMPN 2 Cikatomas sebagai juara 3 dan MTsN Tonjongsari sebagai juara 4. Di akhir mereka bereuforia seraya melepas penat dan tegang yang dirasakan selama pertandingan. Pada penutupan SMANCIKA CUP kali ini dihadiri oleh ketua umum PBVSI Kabupaten Tasikmalaya yang mana hal tersebut merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan karena baru pertama kali SMANCIKA CUP dihadiri oleh ketua PBVSI untuk kegiatan turnament voli daerah Priangan Timur. Semoga informasi ini membantu bagi para pembaca, dan sampai jumpa di kabar berita civitas akademika SMAN 1 Cikatomas selanjutnya, Sobat. (Jurnalis SMANCIKA)


26 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan sekolah, SMAN 1 Cikatomas kembali mengadakan Ajang Lomba Paskibra, Sains, Seni dan TIK ke IV atau yang biasa diakronimkan ALOPASSTIK IV tingkat SLTP se - Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2024. Kegiatan ini mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun terbukti dari nama kegiatan yang terus berinovasi seiring bertambahnya mata lomba mulai dari ALOPASA, ALOPATIK hingga ALOPASSTIK. Pada jilid ke - 4 ini, ALOPASSTIK mencakup 7 mata lomba yang terdiri dari LKBB, Sains (Olimpiade IPA, IPS), Seni (solo vokal & melukis payung geulis) dan Olimpiade TIK. Tentunya tahun demi tahun OSIS SMAN 1 Cikatomas selalu berusaha meningkatkan dan mengembangkan kualitas serta kuantitas dari kegiatan ini. Selain dengan bertambahnya mata lomba, pada ALOPASSTIK IV ini berhasil mendatangkan Juri LKBB dari Kodiklat TNI AD. Dengan bernuansa keindahan nusantara kegiatan ALOPASSTIK IV menggunakan kujang sebagai simbol ciri khas kegiatan, penampilan - penampilan yang menyatukan nuansa modern


27 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 dan tradsional, tak lupa dengan melukis batik di atas payung geulis. Kegiatan pembukaan dibumbui dengan penampilan seni musik modern dan tradisional, pembukaan kujang sebagai simbolis hingga penampilan drama dari ekskul teater, menjadi pembuka kegiatan yang menjanjikan. Pada penutupan kegiatan berlangsung cukup meriah dengan berbagai penampilan dari ekskul musik band serta penampilan dari bapak kepala sekolah yang berinteraksi secara langsung dengan peserta menambah kehangatan pada kegiatan penutupan ini. Dari ketujuh mata lomba ini, juara umum diraih oleh SMPN 1 Cikatomas. Berikut rincian daftar juara pada ALOPASSTIK IV tahun 2024 : Kategori PASKIBRA/LKBB : Juara 1 Utama (SMPN 1 Rajapolah B) Juara 2 Utama (MTSN 6 Tasikmalaya A) Juara 3 Utama (SMPN Satap 2 Cikatomas)


28 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Juara 1 Harapan Utama (SMPN 1 Rajapolah A) Juara 2 Harapan Utama (SMPN 1 Salopa) Juara 3 Harapan Utama(SMPN 3 Karangnunggal) Juara 1 Madya (SMPN 1 Cikatomas) Juara 2 Madya (SMP Al-huda Cigalontang) Juara 3 Madya (MTSN 4 Tasikmalaya B) Juara Vafor Terbaik (MTSN Tasikmalaya A) Juara PBB Terbaik (SMP 1 Rajapolah B) Juara komandan terbaik (SMP Rajapolah B) Juara Best Favorit (SMPN satap 2 Cikatomas) Kategori SAINS OLIMPIADE IPA/IPS : Juara 1 IPA (Sifa Siti Nurhasanah-SMPN 1 Cikatomas) Juara 2 IPA (Riva Husni-SMPN 1 Cikatomas) Juara 3 IPA (Ade Nurmansyah-MTSN 4 Tasikmalaya) Katagori Seni uara 1 Vokal solo PA (Denis Ramdani-MTS Tonjongsari) Juara 2 Vokal solo PA (Arman Ripaldi-SMPIT Al-Barokah) Juara 3 vokal solo PA (Raka-MTS SA Al-Mulakarim) Juara 1 Vokal solo PI (Saskia Salsabila-SMP PLUS ASSYIFA) Juara 2 Vokal solo PI (Nasywa Aulia-MTSN 4 Tasikmalaya) Juara 3 vokal solo Pi (Amelia sari-MTS Tonjongsari) Juara 1 payung geulis (MTS AL-IRFAN KARANGANUNGGAL) Juara 2 payung geulis (SMP PLUS ASSYIFA) Juara 3 payung geulis (MTS TONJONGSARI) Juara 1 TIK (Dzikri-SMPN 1 CIKATOMAS) Juara 2 TIK (Bintang Satria putra-SMPN 1 SALOPA) Juara 3 TIK (Syilla Maulidya Andini-MTS LINGGALAKSANA) Harapannya semoga kegiatan ALOPASSTIK ini semakin berkembang, terus berinovasi, dan bisa dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya dengan kualitas yang lebih baik lagi. (JURNALIS SMANCIKA)


29 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 IKBAL, Duta OSIS Kabupaten Tasikmalaya 2023-2024 SMAN 1 Cikatomas kembali mendapat kabar membanggakan! kali ini Ketua OSIS SMAN 1 Cikatomas atau yang akrab disapa Ikbal berhasil terpilih menjadi Duta OSIS Kabupaten Tasikmalaya. Melalui program yang diselenggarakan IPOSISTAS (Ikatan Pengurus OSIS Tasikmalaya) Pemilihan Duta OSIS Wilayah XII Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Batch II Ikbal mengikuti beberapa tahap untuk menjadi Duta OSIS. Pada tahap pertama yaitu tahap penyisihan dilakukan secara daring yang diikuti oleh 78 siswa aktif diwilayah XII mencakup Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Adapun pada tahap final, Ikbal terpilih menjadi salah satu dari 20 finalis yang kemudian tahap final ini dilaksanakan secara luring di gedung bupati Tasikmalaya pada tanggal 29 November - 1 Desember 2024, berbagai macam tes dilalui mulai dari kemapuan public speaking, cerdas cermat wawasan organisasi hingga unjuk bakat. Semua do'a dan usaha akhirnya membuahkan hasil, pada hasil akhir diumumkan 4 pemenang yang terdiri dari 2 duta osis Kabupaten serta 2 duta osis Kota, Ikbal menjadi salah satu yang terpilih menjadi duta osis putra Kabupaten Tasikmalaya. "Saya merasa tidak percaya dan sangat bersyukur berada diposisi ini, semoga saya bisa memberikan contoh perilaku yang baik untuk semua pengurus OSIS di wilayah XII, semoga saya bisa amanah menjadi Duta


30 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 OSIS ini." Tutur Ikbal ketika diwawancarai tim jurnalis terkait perasaannya atas terpilihnya sebagai winner duta osis wilayah XII. Adapun visi misi Ikbal selama menjadi Duta OSIS adalah sebagai berikut : Visi : "Menjadi agen perubahan dengan membentuk gerakan siswa yang dinamis dan inklusif, menginspirasi transformasi positif dalam pendidikan, melalui siswa aktif dan mempunyai sifat sifat kepemimpinan." Misi: 1. Mengembangkan program sosialisasi yang lebih luas dan menarik untuk meningkatkan minat siswa/i terhadap keanggotaan OSIS. 2. Mendorong pemberdayaan bakat-bakat siswa/i melalui programprogram kreatif dan edukatif di bawah naungan OSIS. 3. Mengembangkan program kreativitas dan inovasi untuk memotivasi siswa dalam mencapai prestasi akademis dan non-akademis. 4. Menyusun program-program yang mendukung dan memberikan wadah bagi perkembangan kepemimpinan siswa/i di sekolah. 5. Membangun citra positif OSIS melalui figur-figur inspiratif dan grand design yang mendorong rasa memiliki yang kuat terhadap organisasi tersebut. Semoga prestasi yang diraih oleh Ikbal ini dapat menginspirasi siswa-siswi yang lain untuk terus mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sehingga bermanfaat untuk orang banyak. (Jurnalis SMANCIKA)


31 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 OSIS SMANCIKA memang tidak hentinya menorehkan prestasi. Kali ini datang dari ketua OSIS periode 2022/2023, Acep Muhammad Jamaludin dan Neng Sifa Khoerunnisa, sekretaris MPK periode 2022/2023. Mereka berdua mengikuti lomba debat yang diselenggarakan oleh IPOSISTAS pada bulan Oktober 2023 di gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Lomba debat yang diikuti oleh kurang lebih 70 sekolah menengah atas yang ada di Priangan Timur ini, merupakan salah satu event untuk menyaring siswa yang akan menjadi perwakilan pada lomba debat OSIS ke tingkat provinsi. Berbeda dari lomba debat yang biasa, tim debat ini hanya terdiri dari dua orang saja. Acep dan Neng Syifa merupakan pembicara 1 dan 2 tim debat dari SMAN 1 CIKATOMAS. Ini merupakan pengalaman pertama bagi Acep dan Neng Sifa, mereka tidak menyangka akan mendapatkan predikat juara, apalagi sekolah yang menjadi lawan debat merupakan sekolah favorit, yaitu MAN 1 Kabupaten Tasikmalaya. Sebelumnya mereka sudah mengalahkan dua sekolah yaitu SMA PGRI dan SMAN Taraju. Menurut Acep, selain bermodalkan rasa percaya diri dan keberanian, wawasan juga sangat diperlukan ketika berargumen dalam debat, apalagi mosi yang diperdebatkan juga sebagian besar masalah politik dan kepemimpinan. Hal ini tidak mengherankan karena para pesertanya juga semuanya adalah para pemimpin siswa. Apa yang sudah diraih Acep dan Neng Syifa merupakan sebuah penguatan bahwa di sekolah kita tercinta ini, banyak siswa yang bertalenta di bidang debat. Harapan ke depannya semoga apa yang sudah diraih oleh angkatan sebelumnya menjadi inspirasi dan motivasi bagi para siswa-siswi generasi sekarang dan yang akan datang. (Jurnalis SMANCIKA)


32 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Ada yang berbeda dengan HUT SMANCIKA tahun ini karena dirayakan berbarengan dengan gelar karya P5. Hal ini memang sengaja dilakukan karena memang waktunya yang bersamaan. P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) merupakan program dari kurikulum merdeka yang berujung pada gelar karya siswa\siswi. Adapun untuk projek kedua pada semester ganjil di kelas X yaitu gaya hidup berkelanjutan, dengan tema pengelolaan sampah menjadi layak pakai. Adapun produk yang dihasilkan yaitu tas kain dengan menggunakan teknik ecoprint yaitu teknik pencetakan yang inovatif dan ramah lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan kayu. Kemudian membuat hiasan dari barang bekas plastik menjadi vas bunga, hiasan dinding, dan sebagainya. Membuat baju dari koran, kardus bekas, plastic, dll sehingga menjadi sebuah gaun yang indah. Hasil dari P5 ini kemudian dipamerkan pada gelar karya sekaligus perayaan HUT SMANCIKA yang ke-39. Tentu saja hal ini membuat suasana menjadi semakin meriah, karena banyak acara digelar. Selain bazar dari setiap kelas, juga digelar pertunjukkan seni, peragaan busana dari barang bekas, angklung, tari, dan lain-lain. Selain itu, sekolah juga mengundang perwakilan siswa dan guru SMP 1 Cikatomas sebagai upaya untuk memberikan motivasi, inspirasi, dan juga ajang promosi untuk penerimaan peserta didik baru pada tahun 2024/2025.


33 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Acara seperti ini bisa dijadikan sebagai wadah bagi para siswa/siswi dalam mengembangkan bakat dan potensi yang dimikinya. Semoga di usianya yang semakin dewasa, SMANCIKA bisa semakin berkualitas dan mampu mengeluarkan lulusan yang cerdas dan berakhlak mulia. (Jurnalis SMANCIKA)


34 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 JUARA 1 TENIS MEJA MKKS CUP 2023 Roviani Ferliana Gunawan merupakan siswa SMANCIKA pertama yang berhasil menyabet Juara 1 pada mata lomba tenis meja di MKKS CUP 2023. Jika sebelumnya sekolah kita berjaya pada mata lomba bola voly, sekarang bertambah lagi aset di cabang lomba yang lain, yaitu tenis meja Rovi, begitu biasa dia disapa, memang sudah menekuni tenis meja ini sedari kecil dengan mendapat bimbingan dari ayahnya sendiri. Maka tak heran, jika sekarang Rovi dengan mulusnya mampu mengalahkan lawan mainny, bahkan di tingkat kabupaten. Rovi menjadi kebanggan kita semua, karena berkat presatasinya, nama SMAN 1 Cikatomas semakin harum, khususnya di mata sekolahsekolah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Apa yang diperoleh Rovi tentu bukan sesuatu yang mudah dan bersifat instan. Hal ini berkat kerja keras, latihan dan disiplin yang tinggi. Rovi berharap semoga prestasi yang diraaihnya ini menjadi awal untuk kesuksesan yang lain lagi di masa mendatang. (Jurnalis SMANCIKA)


35 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Namanya Widiawati, gadis kalem yang sekarang duduk di kelas 11 MIPA 1 ini merupakan seorang penukis yang sangat produktif. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena karya tulisannya sudah banyak dan beberapa ada yang sudah dipublikasikan lewat wattpadd. Kemampuannya dalam menulis memang sudah tidak dapat diragukan lagi. Beberapa kali Widia meraih juara 1 pada lomba menulis cerpen bulan bahasa yang diselenggarakan di SMANCIKA. Kemudian menjadi juara 2 pada lomba bulan bahasa MGMP di Kabupaten Tasikmalaya. Widia memang memiliki hobi membaca dan menulis sedari kecil. dia juga mengikuti pelatihan menulis sehingga kemampuannya semakin terasah. Semoga widiawatii mampu memotivasi dan menginspirasi bagi siswa yang lain untuk mau menemukenali bakat yang dimiiki dan mencoba untuk mengembangkannya. Semua orang pasti memiliki kelebihan masing-masing, tinggal bagaimana kita bisa dengan tepat mengenalinya dan mencoba untuk terus mengembangkannya sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah prestasi. Sukses terus untuk Widiawati (Jurnalis SMANCIKA)


36 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 JUARA 3 LOMBA CIPTA PUISI FLS2N 2023 “Sepatu Bolong Bermimpi” Putri Sri Lestari 11 IPS 1 Mentari bangun dengan gembira Menyapa bumi yang masih terlelap Sepasang kaki kecil nan kurus Berlari beralaskan rumput yang basah Kenakan sepatu bolong melompong Mentari kian panas membakar Keringat menganak sungai Membasahi tubuh kecil nan legam Gemuruh angin menyoraki Hujan badai jadi teman baiknya Menempa diri dalam ganasnya alam Bentengi diri dari kejamnya kehidupan Mentari mulai meredup Kaki kecil nan kurus itu Masih berlari tiada kelah Mengejar mimpi yang masih tertunda Dalam hatinya selalu berbisik, “Aku berhak wujudkan mimpi dilangit yang sama” Sepasang netra nan kuyu Menatap luasnya cakrawala Membakar semangat dalam diri Mengundang angin Menantang badai Membawanya kepuncak Angin ... Melemparnya terbang tuk meraih bintang Dunia pun berguncang Terpana dalam kagum Sepasang kaki yang tegap telah berpijak Berhiaskan sepatu emas Senyum pun merekah Sehangat pelukan mentari pagi itu


37 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 JUARA 2 MENULIS CERPEN, LOMBA BULAN BAHASA 2024 MGMP BAHASA INDONESIA KAB. TASIKMALAYA “Di Balik Hancurnya Sebuah Mimpi” Widiawati XI MIPA 1 Panasnya surya tak melumpuhkan semangatku. Derasnya hujan tak memudarkan tekadku. Semangat dan tekad untuk menjadi seorang paskibraka sudah tertanam di dalam jiwaku. Panas dan hujan bukanlah tandingan untuk semangat dan tekadku dalam meraih mimpi. Aku tak peduli dengan kulitku yang semakin gelap karena terpapar sinar matahari. Aku juga tak peduli dengan tubuhku yang berkali-kali jatuh karena lelah. Aku terlalu bersemangat untuk menjadi seorang paskibraka, karena itu adalah mimpiku, mimpi pertamaku. Siang ini, di bawah teriknya matahari, aku dan rekan paskibrakaku tengah berlatih. Kami berlatih dengan semangat. Tak ada satupun dari kami yang bermalas-malasan. Karena tak ada waktu untuk bermalas-malasan dalam mengejar mimpi. Cukup lama kami berlatih, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat sejenak. Aku menghampiri Nando, sahabatku. "Oy, Nan!" panggilku seraya menepuk bahu Nando, membuat si empunya yang tengah minum hampir tersedak. "Cak, seenggaknya biarkan aku meraih mimpiku dulu sebelum aku mati!" kesal Nando sambil menyeka air di dagunya. Aku terkekeh sebagai tanggapan, lalu meminta maaf. Aku duduk di sebelah Nando. Tanpa meminta izin pemuda itu, aku meraih air minum miliknya dan meneguknya. Hal itu tentu membuat Nando berdecih kesal."Cih! Kamu benar-benar menyebalkan ya, Cak!" Aku hanya tersenyum dan mengembalikan air minum miliknya yang kuteguk hingga hampir tandas. Kami diam cukup lama, bergelut dengan pikiran masingmasing. Sampai Nando bertanya, "kamu lagi mikirin apaan, Cak? Nasi di rumah?" Tanpa menoleh, aku menjawab. "Aku lagi mikirin nanti, Nan." Nando tampak bingung dengan jawabanku, lantas aku melanjutkan kalimatku. "Hari kemerdekaan tinggal satu minggu lagi, itu artinya waktu latihan kita juga tinggal beberapa hari lagi. Aku takut bikin kesalahan, Nan. Apalagi aku dapat peran penting."


38 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Ya, aku khawatir tentang nanti. Aku mendapat peran penting, yaitu menjadi anggota pasukan 8. Halhal buruk yang mungkin terjadi nanti tiba-tiba memenuhi benakku. Bendera terbalik, bendera tidak terbuka dengan sempurna, tali putus, tali terlepas saat bendera sedang berada di tengahtengah tiang, bahkan aku pingsan. Pikiran buruk itu membuatku sedikit kesulitan. "Kamu jangan terlalu memikirkan tentang bagaimana nantinya. Nanti ya gimana nanti saja. Sekarang kita cukup berlatih semaksimal mungkin dan percaya pada diri sendiri. Jangan takut gagal, karena orang yang takut gagal cuma orang yang gak punya rasa percaya diri," tutur Nando. “Ya … tapi tetap saja aku takut. Aku takut hasilnya enggak sesuai dengan apa yang aku mau," balasku. Nando terdengar menghela nafas. "Cak, aku saranin kamu jangan terlalu memikirkan hasil, karena itu bisa membuat kamu stres. Kamu jalani saja, nikmati prosesnya, urusan hasil biar terakhiran saja. Kamu percaya 'kan kalau hasil tidak akan menghianati usaha?" Ya, aku percaya itu. Namun kekhawatiran dan ketakutan dalam diriku saat ini berada di tingkat tinggi. Aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi, tapi entah kapan dan dimana. "Cakra! Nando! Masuk barisan!" Teriakan komandan pasukan mengejutkanku dan Nando. Nando segera berdiri dan mengambil posisi siap. Sementara aku yang masih memiliki sedikit kekhawatiran tentang nanti, berdiri dengan sedikit lemas. Sebelum masuk ke barisan, Nando melihatku terlebih dahulu. Ia tersenyum. "Ayo nikmati prosesnya. Semangat!" ucapnya sedikit berbisik, lalu menepuk bahuku dan masuk ke barisan. Aku masih diam di tempat, mencoba berdamai dengan kekhawatiranku itu. Sampai tiba-tiba aku teringat bagaimana senangnya aku ketika terpilih menjadi salah satu anggota pasukan 8, kekhawatiranku sedikit terobati. Seulas senyum terukir di bibirku, lalu dengan cepat aku berlari masuk ke dalam barisan. Kami lanjut latihan hingga sore, dan sekitar pukul setengah enam kami memutuskan untuk pulang. Tak semua dari kami pulang ke rumah, ada beberapa yang pulang ke asrama, salah satunya Nando. Asrama itu khusus untuk para paskibraka yang jarak dari rumah ke tempat latihannya jauh.


39 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Sebenarnya, jarak rumahku dengan tempat latihan juga cukup jauh, tapi aku tetap memutuskan untuk pulang, karena aku tak mau meninggalkan ibuku sendirian. Aku seorang anak yatim. Ayahku meninggal 2 tahun lalu, saat aku kelas 2 SMA. Saat ini aku hidup hanya bersama ibuku. Walaupun aku memiliki 2 orang kakak perempuan, tapi keduanya tinggal di luar kota karena urusan pekerjaan. Makanya aku tidak bisa tinggal di asrama, karena jika aku tinggal di asrama, ibu akan sendirian di rumah. Sesampai di rumah, aku mendapati ibuku yang tengah duduk di teras. Ia tengah menungguku. Aku tersenyum pada ibu. "Assalamu'alaikum, Bu," salamku, seraya mencium punggung tangannya. "Waalaikumsalam," jawab ibu. "Kamu sedikit terlambat, Nak," sambungnya. "Hehehe. Cakra bawa motornya pelan, Bu. Kepala Cakra agak sakit," keluhku. Sejak latihan tadi kepalaku memang pusing, tapi aku menahannya karena tak mau terlihat lemah. "Kamu pasti belum makan ya?" Tebakan ibu memang selalu benar. Aku tersenyum sebagai jawaban. "Ish! Ya sudah, Ibu udah masak 'tuh, makan dulu gih," titah ibu. "Masak apa, Bu?" tanyaku seraya melangkah masuk ke rumah. "Seadanya saja, Nak," jawab ibu dari belakangku. Senyumku mengembang ketika melihat makanan yang ada di meja makan itu adalah tumis kangkung, makanan kesukaanku. Karena rasa lapar yang sudah menggerogoti perut, aku segera mengambil piring dan mengisinya dengan nasi serta tumis kangkung. Tak lupa aku menambahkan tahu dan sambal buatan ibu. Ini benar-benar menu yang sangat nikmat, apalagi saat tengah lapar-laparnya. Melihat aku makan dengan lahap hingga hampir tersedak, ibu tersenyum dan mengelus punggungku. "Pelan-pelan saja, Nak. Enggak ada yang bakalan ngambil kok," ucap Ibu diiringi kekehan. Aku menoleh. Dengan mulut yang penuh dengan nasi, aku tersenyum dan berucap, "Hehehe. Cakra lapar, Bu." Ibu menanggapinya dengan senyum, lalu ia duduk di sampingku. Awalnya, ibu hanya memperhatikanku yang tengah makan saja, tapi kemudian ia berbicara. "Nak, kamu enggak capek tiap hari pulang pergi? Ibu enggak papa kok kalo kamu mau tinggal di asrama."


40 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Nasi yang hendak masuk ke dalam mulutku itu berhenti, ketika aku mendengar ucapan ibu. Aku menyimpan kembali suapan itu dan menoleh kepadanya. "Memangnya kenapa, Bu? Ibu enggak seneng ditemenin sama Cakra?" tanyaku, sedikit sedih. Mendengar pertanyaanku, ibu tersenyum, tangannya bergerak memegang bahuku. "Bukannya begitu, Nak. Ibu senang ditemani sama kamu, bahkan sangat senang. Tapi ibu khawatir, jarak dari sini ke tempat latihan itu jauh loh, Nak, dan kamu harus pulang pergi tiap hari, bahkan dalam keadaan capek. Ibu takut kamu kenapa-kenapa," jelas ibu. Penjelasan ibu membuatku tersenyum. "Ibu tenang saja, Cakra enggak bakalan kenapa-kenapa kok. Cakra 'kan jago bawa motornya, syung~ syung~!" seruku sambil menggerakan kedua tangan ke kanan dan ke kiri seolah sedang mengendarai motor. "Tapi tetap saja, Nak, ibu khawatir. Kamu pasti capek latihan, ditambah harus bawa motor. Bahkan sekarang kamu sakit kepala, kan?" ujar ibuku. Aku diam. Terlihat jelas kekhawatiran di dalam maniknya. Ibu memang benar, tapi mau gimana lagi? Aku tidak mau meninggalkan ibu sendirian di rumah. Lantas, aku tersenyum lagi. “Enggak papa, Bu. Cakra bisa tahan itu kok. Ibu gak usah terlalu khawatir sama Cakra, Cakra bakal baik-baik saja," ucapku mencoba meyakinkan ibu jika aku akan baikbaik saja. Ibu tak mampu berkata-kata lagi, karena ia tahu bagaimana sifatku. Aku termasuk orang yang keras kepala. Jika aku maunya A maka harus A, jika aku maunya B maka harus B. Sifat keras kepalaku itu turun dari ayah, maka dari itu ibu sudah terbiasa dengan orang-orang yang keras kepala. "Ya sudah. Selesai makan kamu langsung bersih-bersih, ya. Jangan lupa sholat. Ibu mau ke warungnya bu Imah dulu," ucap ibu sambil beranjak dari duduknya. "Mau ngapain, Bu?" tanyaku"Ibu mau beli obat, sekalian beli susu biar kamu tambah kuat," jawabnya lalu pergi. Aku menatap kepergian ibu. Entahlah, aku tiba-tiba merasa sedih. Bayangan bagaimana nanti jika ibu telah pergi tiba-tiba terbesit di benakku. Ibu memang sosok yang perhatian, entah itu kepadaku atau kepada kakak-kakakku, bahkan sebelum ayah meninggal. Dan jika ibu pergi, sepertinya hidupku akan terasa sangat hampa. Tidak peduli aku berhasil atau tidak meraih mimpiku, jika ibu tidak ada, itu tidak berarti.


41 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Setelah selesai makan, aku pergi ke kamar mandi untuk bersihbersih, sebelum itu aku membereskan bekas makanku terlebih dahulu, lalu menunaikan ibadah sholat maghrib dan berbaring. Keesokan harinya, tepat pukul setengah enam pagi, aku berangkat ke tempat latihan. Tak lupa menjemput Nando terlebih dahulu. Sampai di depan asrama Nando, aku menelponnya dan mengatakan jika aku sudah sampai. Nando datang menghampiriku. "Nan, kamu yang bawa motornya, ya. Aku agak pusing," pintaku pada Nando. Nando memperhatikan wajahku. Ia pasti sadar jika aku sedikit pucat. "Kamu sakit, Cak?" tanyanya. "Yah … sedikit," jawabku. "Kamu yakin mau ikut latihan? Menurut aku sih, kamu mending istirahat saja. Mau istirahat di asrama aku? Rapih kok," tawar Nando. Aku menggeleng. "Enggak usah, aku enggak papa. Ayo, nanti telat kena hukum lagi," tolakku. Nando tak berkomentar lagi, ia hanya menghela nafas, lalu mengambil alih tempatku. Kami akhirnya sampai di tempat latihan. Sudah terlihat komandan pasukan, komandan kelompok dan anggota paskibraka lainnya di lapangan, mereka tengah menunggu anggota yang lainnya. Aku dan Nando pun bergabung. Tak berselang lama setelah kami datang, latihan pun dimulai. Seperti biasa, aku berlatih dengan semangat. Walaupun di tengah-tengah latihan kepalaku terasa pening sehingga membuatku sedikit sempoyongan. Tak ada yang menyadari itu kecuali Nando yang berdiri di sampingku, ia bahkan menahan lenganku agar aku tak jatuh. Seperti kemarin, kami berlatih hingga sore, dan pukul setengah enam kami pulang. Sampai di depan asrama Nando, Nando menyadari jika aku semakin pucat. "Cak, kamu yakin mau pulang?” tanyanya, “wajah kamu sudah pucat banget loh," sambungnya khawatir. "Aku enggak papa, Nan. Aku juga bakal hati-hati," balasku sambil membenarkan posisi dudukku. Nando menghela nafas. "Ya sudah. Hati-hati. Kalo ada apa-apa telpon aku. Aku siap dua puluh empat jam buat kamu," ucapnya diiringi kekehan. Mendengar ucapan Nando, aku berdecih. "Cih. Aku pegang ya omonganmu!" Nando hanya menanggapinya dengan kekehan. "Ya sudah, aku balik dulu," pamitku seraya menjalankan motorku. "Hati-hati, Cak!" teriak Nando yang aku balas dengan lambaian tangan.


42 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Aku membawa motor dengan perlahan. Jujur saja, kepalaku benarbenar pening, padahal aku tidak telat makan. Semakin lama, rasa pening itu semakin menyerang kepalaku, membuatku sedikit kesulitan untuk fokus. Ditambah dengan sinar matahari dari barat yang langsung menyorot ke wajahku, membuatku semakin kesulitan. Namun aku tetap berusaha untuk fokus dan tidak lengah. Tetapi, kemalangan terjadi padaku. Tepat di pertigaan–sekitar 50 meter dari asrama Nando–sebuah mini bus melaju dari utara ke selatan. Aku yang tak menyadari lampu merah, lantas menerobos lampu lalu lintas itu dan berbelok ke utara. Saat itulah tabrakan antara motorku dengan minibus itu terjadi. Aku terseret cukup jauh dengan posisi kaki kiri tertindih oleh motor. Bahkan, salah satu besi dari mesin motor itu menusuk kakiku. Pikiranku kosong. Dunia seolah berhenti berputar. Kaki dan tanganku terasa sangat kebas. Sampai saat aku berhenti terseret, rasa kebas itu hilang. Aku mampu merasakan semuanya. Rasa perih dari luka di kaki dan tanganku, rasa hangat dari air mataku, dan … rasa putus asa. Luka di kakiku pasti sangat parah, aku menyadari itu. Aku juga menyadari, bahwa mulai detik ini, impianku untuk menjadi seorang paskibraka tingkat nasional, telah hancur. Semuanya hancur saat ini juga. Mimpi yang telah kusiapkan matang-matang, rencana tentang bagaimana kedepannya setelah mimpiku tercapai, kekhawatiran tentang nanti, semuanya hancur. Kini yang tumbuh adalah rasa kecewa dan putus asa. Disaat para warga dan pengendara mulai berkerubun untuk menolongku, aku tetap diam. Diam di bungkam oleh kecewa dan putus asa. Saat ini, berteriak dan menangis tak ada gunanya. Berteriak meminta tolong tak akan membuat kakiku kembali seperti semula. Berteriak meminta tolong tak akan membuatku mampu berjalan tanpa kursi roda. Menangis seharian tak akan membuatku seperti Nando yang berhasil mengibarkan bendera pusaka di istana merdeka. Berteriak minta tolong dan menangis tak akan membuatku berhasil meraih mimpiku. Tak ada yang bisa kulakukan selain diam, berbaring di tempat tidur tanpa melakukan apa-apa, hanya melamun, makan, minum, dan menjadi beban ibu dan kedua kakakku. Apa yang bisa dilakukan oleh manusia lumpuh sepertiku? Berjalan saja aku tidak mampu, apalagi melakukan hal lain selain yang aku sebutkan tadi? Impianku hancur. Kecelakaan yang membuatku lumpuh yang menghancurkan


43 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 semuanya. Semangatku padam. Tekadku musnah. "Cakra," panggil kakak pertamaku. Kedua kakakku pulang saat mengetahui aku kecelakaan. "Ada Nando," ucapnya. Aku tak menjawab. Sepertinya yang lumpuh bukan hanya kakiku, tapi seluruh tubuhku kecuali otak dan jantung. Semenjak kecelakaan itu– satu bulan lalu–aku jadi jarang berbicara. Kecelakaan itu membuatku tak selera melakukan apapun, bahkan untuk hidup. "Cak," panggil Nando. Aku tak menyahut, hanya meliriknya sekilas. "Bagaimana keadaanmu?" tanyanya. Aku tak menjawab lagi. Nando duduk di kursi belajarku dengan posisi menghadap padaku. Ia menopang dagunya di lengan yang ia tumpukkan di sandaran kursi. Ia menatap kakiku yang tertutup selimut. Terdengar helaan nafas berat dari mulutnya. Lalu, ia tiba-tiba berdiri dan menghampiriku. "Enggak bisa! Kamu enggak bisa terus diam dan menjadi beban keluargamu. Bangun!" Nando menarik lenganku dengan kasar, memaksaku untuk turun dari ranjang. Namun, aku menepis lengan pemuda itu dengan kasar. "Aku menjadi beban keluarga itu enggak ada urusannya sama kamu!" balasku, menatapnya tajam. Nando tampak menggigit bibir bagiannya dalamnya. 4 tahun berteman dengan Nando membuatku tahu kebiasaan pemuda itu. Saat ini ia pasti tengah mengendalikan emosinya. Nando menghela nafas frustasi. "Terus kamu mau gimana? Kamu mau melanjutkan hidup hanya dengan tiduran, gitu? Kamu mau kaya gini sampai malaikat mencabut nyawamu? Mau sampai kapan, hah?" tanya Nando. Pemuda itu masih mampu menahan intonasi suaranya agar tidak tinggi. "Sudah mau satu bulan kamu hidup kaya gini, Cak. Kamu enggak kasian sama ibu dan kakak-kakakmu? Kamu enggak mau kerja? Kamu ?” "Terus aku harus gimana? Aku lumpuh, Nan! Impian aku untuk menjadi seorang paskibraka sudah hancur!" selaku, kesal. "Kerja? Kerjaan apa yang enggak membutuhkan otot kaki, Nan? Enggak ada kerjaan yang cocok buat orang lumpuh kaya aku!" sentakku. Nando terdiam tanpa mengalihkan pandangannya dariku. "Kamu pikir aku enggak mau kerja? Kamu pikir aku mau jadi beban keluarga? Enggak, Nan! Bahkan enggak ada satupun manusia di muka bumi ini yang mau jadi beban!


44 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Mereka jadi beban karena keadaan yang memaksa mereka!” ucapku menggebu-gebu. “Dan aku … aku di paksa jadi beban karena aku lumpuh!" teriakku. Dadaku naik turun karena emosi. Semua kalimat yang selama satu bulan tertahan di dalam tenggorokan itu akhirnya terucap. Ya, memang siapa yang mau menjadi beban? Tidak ada. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menjadi beban, tetapi keadaan yang memaksa mereka untuk menjadi beban. Nando yang sejak tadi diam, akhirnya berbicara. "Kamu pikir gitu? Orang lumpuh enggak bisa kerja? Kata siapa?" Kali ini aku yang diam. "Banyak pekerjaan yang enggak memerlukan otot kaki, Cak. Penulis, komikus, ilustrator, pelukis, mereka enggak pake otot kaki buat kerja. Tangan dan otakmu baik-baik aja 'kan? Kamu juga punya kemampuan menggambar yang bagus. Kenapa kamu enggak manfaatin itu semua?” tanyanya. “Tuhan memberi kamu itu semua untuk dimanfaatin, bukan untuk dianggurin!" Penuturan Nando membuatku semakin bungkam. "Kamu tahu kan kalo rencana Tuhan itu selalu indah? Mungkin menjadi seorang paskibraka bukan yang terbaik menurut Tuhan, makanya Tuhan menggagalkan itu. Tuhan pasti punya sesuatu yang bisa membuat kamu sukses dan lebih bahagia daripada menjadi paskibraka. Aku yakin itu!" sambung Nando. Aku benar-benar diam seribu bahasa. Ucapan Nando hampir sama dengan ucapan kakakku tempo hari, tentang Tuhan yang memiliki sesuatu yang lebih baik untuk membuatku sukses dan bahagia. Setelah mengucapkan kalimat panjangnya tadi, Nando diam. Aku pun sama diamnya. Sampai ia bangkit dari duduknya, hendak pulang, aku berbicara. "Kamu tau apa yang lebih sulit, Nan? Bukan enggak punya mimpi sejak awal, melainkan kehilangan mimpi yang sebelumnya ada. Itu yang membuat orang jadi gila, Nan." Nando menghentikan langkahnya, tepat beberapa langkah sebelum ia keluar dari kamarku. "Aku pikir, aku akan menjadi seorang paskibraka yang bisa mengangkat derajat keluargaku. Aku bahkan sudah merencanakan semuanya dengan matang. Tapi, setelah kecelakaan yang membuat aku lumpuh itu, semua rencanaku hancur! Hancur, sehancur- hancurnya!" ungkapku. Aku diam sejenak. "Setelah aku lumpuh, aku merasa enggak punya alasan untuk hidup," ucapku lirih.


45 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Nando tak langsung menyahut, ia diam beberapa saat. "Kamu bisa semenderita itu sampai membuatmu enggak semangat buat hidup itu bukan karena rencanamu yang hancur, melainkan karena ekspetasi dan harapanmu pada dunia yang terlalu besar, Cak," ujarnya sambil menoleh. "Kamu seharusnya sadar, kalo kamu itu hidup di dunia, dimana semua jalan hidupmu itu diatur sama Tuhan. Dengan begitu, kamu enggak akan terlalu kecewa jika apa yang terjadi enggak sesuai dengan harapanmu," sambungnya. Nando menatapku lebih dalam. "Dan kamu harus tau. Kamu punya alasan untuk hidup, yaitu ibu dan kakak-kakakmu. Mereka adalah alasanmu untuk hidup, dan alasan mereka hidup itu adalah kamu," tuturnya, lalu pergi. Semua ucapan Nando memang benar. Terutama kalimat terakhir pemuda itu. Aku baru sadar, jika alasan aku hidup–sejak awal– bukanlah untuk mimpiku, melainkan untuk ibu dan kedua kakakku. "Cakra," panggil seseorang dari luar kamarku. Aku tahu itu ibu. "Boleh Ibu masuk, Nak?" tanya ibu yang langsung kujawab, "Masuk saja, Bu." Lalu ibu pun masuk. Melihat wajah ibu membuatku tak kuasa menahan air mata. Wajah familiar yang sudah sedikit keriput itu benar-benar menyayat hatiku. Ibu tampak terkejut saat melihat aku yang tiba-tiba menangis. Ia lantas menghampiriku dan duduk menghadapku. "Nak, ada apa?" tanyanya khawatir. Aku tak mampu menjawab. Tenggorokanku rasanya sangat kering. Lidahku kelu. Aku tak mampu berbicara, sehingga aku menarik tubuh ibuku dan memeluknya. Ibu membalas pelukanku. Aku menangis tersedu-sedu di bahu lemah itu. Aku menangis di dalam rengkuhannya yang lembut. Aku menangis, menumpahkan semua air mata yang aku tahan sejak kecelakaan itu, di bahu lemah dan rengkuhan lembut ibu. Ibu yang tak tahu alasanku menangis, mengelus punggungku sambil mengatakan, "Ibu tahu ini sulit, Nak. Tapi Ibu yakin, kalau kamu pasti mampu melewati ini semua." Aku semakin mengeratkan pelukanku pada ibu. "Maafin Cakra, Bu," ucapku di sela-sela tangis dan peluk ibu. "Maafin Cakra karena sudah menyusahkan Ibu," sesalku. Ibu diam sejenak, lalu mengusap kepalaku dengan lembut. "Kamu memang menyusahkan, Ibu tidak menyangkal itu.” Hatiku mencelos kala mendengar perkataan ibu. Rasa bersalah mulai memenuhi hati dan pikiranku, membuat air mataku jatuh semakin deras.


46 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 “Tapi … walaupun kamu menyusahkan, Ibu enggak keberatan. Kenapa? Karena itu artinya Ibu berhasil menjadi seorang Ibu yang berguna buat kamu. Ibu senang karena Ibu bisa diandalkan oleh kamu. Ibu senang karena yang menyusahkan Ibu itu kamu, anak Ibu.” Sambung ibu. Mendengar penuturan ibu, alih-alih berhenti menangis, tangisanku justru semakin pecah. Ya siapa yang tidak akan menangis ketika mendengar ibunya mengatakan hal itu? Jika ada, maka harus dipertanyakan. Dua bulan berlalu semenjak kecelakaan yang membuatku lumpuh itu. Kini, aku sudah tak semurung dulu. Aku juga tak hanya diam di kamar. Sesekali aku keluar, walau hanya ke halaman depan rumah untuk sekadar berjemur dan mencari udara segar bersama ibu. Kedua kakakku sudah kembali bekerja. Namun tak seperti dulu, dimana mereka hanya pulang ketika tahun baru dan hari raya saja. Kali ini, mereka pulang hampir setiap akhir minggu. Sebenarnya ibu melarang, tetapi kedua kakakku itu juga memiliki sifat yang sama denganku, yaitu keras kepala. Mereka tetap pulang, dengan alasan ingin melihat peningkatan semangat dan senyumku. Saat ini, aku dan ibu tengah menunggu kedatangan kedua kakakku di teras. Saat mereka datang, senyumku dan senyum ibu mengembang. Keduanya datang, tak lupa mengucap salam dan mencium tangan ibu. "Wah, kayaknya sudah delapan puluh persen, nih!" seru kakak pertamaku. Maksudnya, tingkat semangat dan senyumku yang sudah delapan puluh persen. Mendengar ucapan kakak pertamaku, kakak keduaku menimpali. "Duh, sebentar lagi seratus persen dong. Jangan cepet-cepet lah, Cak, kakak belum gajian nih." "Waduh, iya juga. Kakak juga belum gajian," sahut kakak pertamaku. Aku tak kuasa menahan senyum. "Aku sih enggak mau tahu ya!" balasku sambil mengedikan bahu. Sekitar satu bulan lalu, ucapan Nando tentang pekerjaan yang dapat dilakukan oleh orang sepertiku, terus memenuhi benakku. Aku punya kemampuan menggambar yang cukup bagus, jadi aku bisa memanfaatkan kemampuanku itu untuk bekerja. Entah itu menjadi seorang komikus, ilustrator, atau pelukis. Namun hal itu tentu tidak mudah. Aku membutuhkan sebuah alat gambar berupa tab. Aku berencana untuk menjadi ilustrator.


47 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Aku memberi tahu rencanaku kepada ibu dan kedua kakakku. Tentunya mereka sangat senang, karena akhirnya aku mampu keluar dari keterpurukanku. Makanya, saat aku meminta tab, kedua kakakku langsung setuju. Namun dengan syarat, aku harus kembali semangat dan tersenyum. Minggu berikutnya datang. Seperti biasa, aku dan ibu menunggu kedatangan kedua kakakku di teras. Tidak lama kemudian, keduanya datang. Aku tersenyum, senyum yang kuyakini adalah senyumku dulu saat aku masih bermimpi untuk menjadi seorang paskibraka. "Kak!" panggilku. Keduanya, bahkan ibu, menoleh. Aku mengulurkan tanganku, meminta sesuatu yang sudah keduanya janjikan. Paham dengan maksudku, kakak pertamaku berucap, "Aduh, adek kakak enggak sabaran banget sih. Semangat dan senyumnya udah seratus persen, ya?" Aku tersenyum lebih lebar. "Udah dong!" balasku penuh semangat. Kakak keduaku menghampiriku dan menyerahkan sebuah tas besar di tangannya. "Nih, sesuai janji kakak," ujarnya, tak lupa dengan senyum. Dengan malu-malu, aku meraih tas itu. Saat hendak membukanya, kakak pertamaku tibatiba menghentikan. "Eh, jangan dibuka di sini," ucapnya. Aku mengerutkan kening. "Kenapa?" tanyaku."Nanti tetangga lihat. Ayo, di dalam saja bukanya," ajaknya, sambil mendorong kursi rodaku, diikuti ibu dan kakak keduaku. Ketika sampai di dalam rumah, aku membuka tas yang diberikan oleh kedua kakakku itu. Senyumku benarbenar lebar karena bahagia. Awalnya aku hanya meminta tab, tapi ternyata kakak-kakakku memberikan satu set alat gambar digital. Melihatku begitu bahagia, kakak pertamaku mengelus kepalaku. "Karena sekarang alatnya sudah ada, jadi kamu bisa menggambar sepuas kamu," ucapnya, yang kusahut dengan anggukkan. “Tapi kakak mau pesan satu hal sama kamu. Walaupun kamu suka menggambar, tapi jangan pernah kamu menggambar asal-asalan. Gunakan perasaanmu, gunakan ketulusanmu. Walaupun gambar itu hanya sebuah gambar sederhana, tapi jika kamu menggambarnya dengan perasaan yang tulus, gambar itu akan lebih hidup dan berarti," pesannya. Aku melihat ibu dan kakakkakakku secara bergantian, lalu tersenyum. “Terima kasih, Bu, Kak, tanpa kalian aku tidak akan sekuat ini," ucapku. Lalu Nando. Terima kasih, Nan. Jika saat itu kamu tidak menyadarkanku, aku pasti tidak akan pernah berusaha untuk bangkit, sambungku dalam batin.


48 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Esoknya, aku mulai menggambar. Hanya gambar sederhana. Namun seperti yang kakakku ucapkan, jika menggambar itu harus menggunakan perasaan dan ketulusan. Gambar ini memang sederhana, tapi ini berarti bagiku, karena ini adalah gambar pertamaku setelah aku bangkit dari keterpurukan. Hampir setiap hari aku menggambar dan mengunggahnya di sosial mediaku. Awalnya, tak ada yang tertarik dengan gambarku, sampai ketika aku menggambar sebuah ilustrasi tentang seorang pemuda yang kehilangan mimpinya, gambarku ramai. Bahkan, namaku berada di pencarian teratas di beberapa platform gambar. Hal itu tentu diketahui oleh keluargaku dan Nando, mereka sangat senang, begitupun denganku. Namun, kesenanganku tak berakhir di situ. Saat sebuah email masuk, kesenanganku benar-benar berada di tingkat tinggi. Email itu berisi tentang tawaran untuk menjadi ilustrator pada hari sumpah pemuda nanti, dimana hasil gambarku nanti akan diunggah di instagramnya presiden Indonesia. Walaupun aku sangat senang, tetapi aku tidak langsung menyetujui tawaran itu. Aku bertanya terlebih dahulu kepada keluargaku. Kenapa? Karena setelah memutuskan untuk menjadi seorang ilustrator, mereka tak hanya berperan sebagai keluargaku, tapi juga sebagai menejerku. "Semua kembali padamu, Nak. Kalau kamu mampu, Ibu tentu akan setuju. Namun, kalau kamu tidak mampu, Ibu tidak akan memaksa. Tapi Ibu yakin, kalau kamu pasti mampu," ucap ibu. "Kakak juga sama seperti Ibu. Kamu yang menjalani, jadi semua tergantung padamu," timpal kakak pertamaku. Aku melihat pada kakak keduaku yang tengah santai menyantap kolak biji salak buatan ibu. "Kalau menurut Kakak?" tanyaku. Sadar jika pertanyaan itu ditujukan padanya, kakak keduaku menoleh. "Mmm, Kakak sih setuju-setuju saja," jawabnya. Aku menghela nafas. Ibu dan kakak pertamaku pasti menyadari jika aku tengah bimbang. Lantas Ibu mendekatiku dan mengusap bahuku. "Ibu percaya sama kamu, Nak. Apapun keputusan yang kamu ambil, Ibu yakin kalau itu adalah yang terbaik buat kamu," ucap ibu. Ucapan ibu membuatku sedikit lega. Namun tetap saja, aku memikirkan keputusanku sedang sungguh-sungguh, karena keputusanku saat ini menentukan bagaimana hidupku kedepannya. Aku menarik nafas dalam. Aku sudah mengambil keputusan yang kuyakini adalah keputusan terbaik. Aku setuju untuk menjadi ilustrator pada hari sumpah pemuda nanti. Aku juga setuju dan yakin bahwa saat ini mimpiku adalah menjadi seorang ilustrator yang sukses.


49 Majalah Dinamika, Edisi ke-29 Tahun 2024 Satu minggu berlalu. Hari ini adalah hari yang kutunggu-tunggu, karena hasil gambarku akan di publikasikan di akun instagram presiden Indonesia, dimana hampir semua rakyat Indonesia akan melihatnya. Namun yang paling kutunggu adalah tanggapan dari masyarakat Indonesia. Aku beruntung, hasil gambarku mendapat tanggapan positif, dan itu membuatku benar-benar bahagia. Mereka memuji gambarku. Mereka juga mengatakan bahwa gambarku bukanlah hanya sebuah benda mati, melainkan gambar yang penuh arti. Gambar ilustrasiku tentang sumpah pemuda itu sukses besar, sehingga aku mendapat tawaran kerja sama dari berbagai platform dan perusahaan. Aku tentu setuju, karena itu adalah mimpiku saat ini. Mendapat pekerjaan dan menghasilkan uang untuk membantu ekonomi keluargaku. Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa aku sudah menggeluti profesiku sebagai ilustrator selama 2 tahun. Aku sukses menjadi seorang ilustrator, walau jalanku untuk sukses itu tidak mudah. Namun aku mampu melewatinya. "Cakra, masuk, Nak, makanan sudah siap!” panggil ibuku dari dalam rumah. Mendengar ibu memanggil, aku menyahut. "Iya, Bu." Aku diam sejenak, menatap rumah hasil jerih payahku dan kedua kakakku. Rumah impianku sejak dulu. Rumah impian kakak-kakakku. Rumah impian keluargaku. "Cakra, kamu lagi ngapain sih? Ibu sama Kakak sudah nungguin tau!” ucap kakak keduaku yang menghampiriku. Aku menoleh lalu tersenyum. "Enggak papa, Kak, cuma lagi nikmatin angin aja," sahutku. Kakakku mengangguk dan tersenyum. "Ya sudah, ayo masuk. Ibu sama Kakak sudah nungguin," katanya sambil mendorong kursi rodaku. Kami berkumpul di meja makan. Walaupun ekonomi kami udah meningkat, tapi selera makan kami tetap sama yaitu tumis kangkung dan semua masakan ibu. Bahkan, di meja makan ini hanya ada nasi, tumis kangkung, tahu, tempe, dan sambal serta beberapa buah-buahan saja. Namun, walaupun kami hanya makan dengan makanan sederhana, tapi kami tetap bahagia, karena yang makan bersama kami adalah orang yang kami sayangi. Aku memperhatikan kakak keduaku yang tengah antusias menceritakan tentang dirinya yang baru saja naik jabatan. Dulu ia hanya seorang pegawai biasa, tapi kini ia seorang sekretaris. Kami tertawa mendengar ceritanya. Bukan cerita tentang bagaimana ia bisa naik pangkat, melainkan tentang khayalannya yang akan menikah dengan sang direktur.


Click to View FlipBook Version