The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan Ajar Ini Berisi Tentang Materi Kelas 11 SMA.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhnurrutu32, 2022-06-04 06:27:42

Persebaran dan pengelolaan sumber daya alam indonesia

Bahan Ajar Ini Berisi Tentang Materi Kelas 11 SMA.

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran : Geografi

Kelas/Semester : XI/Ganjil

Materi Pokok : Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Kompetensi Inti
K13. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
K14. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompotensi Dasar Idikator Pencapaian Kompotensi

3.3 Menganalisis sebaran dan Pertemuan 1

pengelolaan sumber daya kehutanan, 3.3.1 Mengklasifikasikan sumber daya alam
pertambangan, kelautan, dan 3.3.2 Menggambarkan persebaran
pariwisata sesuai prinsip-prinsip sumberdaya alam kehutanan, pertambangan,
pembangunan berkelanjutan kelautan, dan pariwisata di Indonesia
3.3.3 Menganalisis potensi sumber daya
alam kehutanan, pertambangan, kelautan,
dan pariwisata di Indonesia.
Pertemuan 2
3.3.4 Menjelaskan konsep AMDAL dalam
pembangunan
Pertemuan 3

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

4.3 Menganalisis sebaran dan 3.3.5 Menganalisis bentuk-bentuk
pengelolaan sumber daya kehutanan, pemanfaatan SDA dengan prinsip
pertambangan, kelautan, dan pembangunan berkelanjutan
pariwisata sesuai prinsip-prinsip 3.3.6 Mendeskripsikan tujuan pemanfaatan
pembangunan berkelanjutan SDA dengan prinsip pembangunan
berkelnjutan
4.3.1 Membuat peta persebaran sumber
daya kehutanan, pertambangan, kelautan,
dan pariwisata Indonesia
4.3.2 Merangkum informasi potensi
sebaran sumber daya kehutanan,
pertambangan, kelautan, dan pariwisata
Indonesia

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pengelolaan sumber daya alam Indonesia, peserta didik
kelas XI SMA semester satu diharapkan mampu:

a. Mengklasifikasi sumber daya alam di Indonesia
b. Mengidentifikasi potensi dan persebaran sumber daya alam kehutanan,

pertambangan, kelautan, dan pariwisata di Indonesia
c. Menjelaskan peran analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dalam

pembangunan
d. Memahami pemanfaatan sumber daya alam dengan prinsip-prinsip

pembangunan berkelanjutan.

Dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, diiplin selama proses pembelajaran,
bersikap jujur, santun, percaya diri, dan pantang menyerah, memiliki sikap responsif
dan proaktif, serta mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

MATERI AJAR

Indikator:
3.3.1 Mengklasifikasikan sumber daya alam.
3.3.2 Menganalisis potensi sumber daya alam kehutanan, pertambangan, kelautan, dan
pariwisata di Indonesia.
3.3.3 Menggambarkan persebaran sumberdaya alam kehutanan, pertambangan, kelautan,
dan pariwisata di Indonesia

BAHASN AJAR
MATERI TENTANG SEBARAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM

INDONESIA

A. Pengertian Sumber Daya
Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur

tertentu dalam kehidupan. Sumber daya bisa berupa fisik, bisa berupa non-fisik.
Dalam Undang-Undang republik Indonesia No 4 tahun 1982, disebutkan bahwa
sumber daya adalah unsur lingkungan hidup, yang terdiri atas sumber daya manusia,
sumber daya alam hayati, sumber daya alam non-hayati, dan sumber daya buatan.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

B. Klasifikasi Sumber Daya

1. Sumber Daya Alam Berdasarkan Pembentukannya atau Sifat Kelestariannya
Berdasarkan pembentukannya, sumber daya alam dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
a. Sumber Daya Alam yang Dapat Dipebarui (Renewable Resources)
Sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang
tidak akan habis, karena bagian-bagian yang telah terpakai dapat diganti
dengan yang baru. Sumber daya alam yang dapat diperbarui jika
digunakan secara terus-menerus maka dalam jangka waktu tertentu akan
kembali seperti sediakala dan dapat digunakan lagi untuk diambil
manfaatnya. Contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah
udara, angin, tenaga air terjun, tanah, sinar matahari, tumbuh-tumbuhan,
dan hewan.

Gambar 1. Air, sumber daya alam yang dapat diperbaharui
Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

b. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui (Unrenewable
Resources)
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya alam
jika digunakan secara terus-menerus, maka lama kelamaan akan habis dan
tidak dapat dihasilkan sendiri oleh manusia. Contoh sumber daya alam
yang tidak dapat diperbarui adalah berbagai barang tambang, mineral
logam, mineral bukan logam dan mineral penghasil energi, timah, besi,
bauksit, batu bara, dan minyak bumi.

Gambar 2. Batu Bara, Minyak Bumi, dan mineral.

2. Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenis Sumber daya alam berdasarkan
jenisnya dapat dikelompokkan atas sumber daya alam nonhayati (abiotik) dan
sumber daya alam hayati (biotik).
a. Sumber Daya Alam Nonhayati (Abiotik)
Sumber daya alam abiotik adalah sumber adya alam fisik berupa benda-
benda mati di lingkungan alam fisik. Contohnya tanah, air, udara, batuan,
dan mineral. Sumber daya alam nonhayati ada yang dapat diperbaharui
dan ada juga yang dapat diperbaharui. Contoh sumber daya alam abiotik

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

yang dapat diperbaharui adalah air dan udara. Contoh sumber daya alam
nonhayati yang tidak dapat diperbaharui adalah mineral.

Gambar 3. Sumber daya alam nonhayati

b. Sumber Daya Alam Hayati
Sumber daya hayati adalah sumber daya alam yang berbentuk makhluk
hidup, yaitu hewan dan tumbuhan. Sumber daya alam tumbuh-tumbuhan
disebut sumber daya nabati, sedangkan sumber daya hewan disebut
sumber daya hewani.

Gambar 4. Sumber Daya Alam hayati
Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

c. Sumber Daya Alam berdasarkan Pemanfaatan
Berdasarkan potensinya, sumber daya alam dapat dikasifikasikan sebagai
berikut:
1. Sumber Daya Alam Materi Sumber daya alam materi yaitu sumber
daya alam yang berbentuk materi, yang dimanfaatkan oleh manusia
adalah materi sumber daya alam itu sendiri. Contoh: mineral magnetit,
hematit, limonit, siderit, dan pasir kuarsa yang dapat dilebur menjadi
besi/baja yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, di
antaranya untuk kerangka beton, kendaraan, alat rumah tangga, dan
lain-lain.
2. Sumber Daya Energi Sumber daya energi adalah sumber daya alam
yang berguna untuk menghasilkan energi. Contoh: bahan bakar fosil,
Bahan bakar minyak (bensin, solar, minyak tanah), batu bara, gas
alam, dan kayu bakar merupakan sumber daya alam energi, karena
manusia menggunakan energinya untuk memasak, menggerakkan
kendaraan, dan mesin industri.
3. Sumber Daya Ruang Sumber daya alam ruang, yaitu tempat yang
diperlukan manusia dalam hidupnya. Makin besar kenaikan jumlah
penduduk, maka sumber daya alam ruang makin sempit dan sulit
diperoleh. Ruang dalam hal ini dapat berarti ruang untuk areal
peternakan, pertanian, perikanan, ruang tempat tinggal, ruang arena
bermain anak-anak dan sebagainya.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

C. Potensi Dan Sebaran Sumber Daya Alam
Kahutanan, Pertambangan, kelautan, dan Pariwisata

Di Indonesia.

1. Sumber Daya Alam Kehutanan
Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama

pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup
luas. Potensi sumber daya hutan di wilayah Indonesia sangat besar, yaitu
mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari seluruh luas wilayah Indonesia
(Kemenhut, 2011). Luas hutan yang besar tersebut saat ini masih dapat
dijumpai di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra. Di Jawa, luas hutan
telah mengalami banyak penurunan karena terjadi alih fungsi untuk pertanian
dan permukiman penduduk. Sementara itu, di Sumatera dan Kalimantan
banyak dijumpai alih fungsi hutan menjadi pertanian dan perkebunan.

Gambar 5. Hutan Tropis
Kawasan hutan adalah wilayah hutan tertentu, yang ditunjuk dan
ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan
tetap. Penetapanini dilakukan untuk menjamin kepastian hukum mengenai
status kawasan hutan, letak batas dan luas suatu wilayah tertentu yang sudah
ditunuk sebagai kawasan hutan menjadi kawasan hutan tetap.
Ada berbagai jenis hutan di Indonesia, diantaranya sebagai berikut:

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

a. Hutan hujan tropis, adalah hutan belantara dengan tumbuhan yang sangat
bervariasi. Tingkat kerapatan tumbuhannya cukup tinggi seingga sinar
matahari tidak dapat menembus permukaaan tanah. Hutan ini banyak
terdapat di daerah dengan curah hujan tahunan minimum antara 1.750
mm-2.000 mm, dan rata-rata temperatur bulanan >18o C sepanjang tahun.
Terdapat di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Gambar 6. Hutan Tropis
b. Hutan musim, yaitu hutan campuran yng terdapat di daerah dengan cuah

hujan tahunan antara 1.500-4.000 mm, yang dikombinasikan degan bulan-
bulan kering selama 4-6 bulan. Pada saat musim kemarau, pohon-pohon
menggugurkan daunna agar dapat menyesuaikan diri dan berkembang.
Pohon yang terdapat di hutan musim adalah pohon jati, bungur, kesambi
dan lain-lain. Hutan ini terdapat di Indonesia bagian tengah, seperti Jawa
Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Gambar 7. Hutan Musim
c. Hutan hujan pegunungan, terdapat pohon-pohon yang selalu menghijau.

Kerapatan tumbuhannya cukup tinggi. Pohon-pohonnya diantara lain
jemuju, pinus, rasamala, dan damar. Hutan ini tersebar di Sumatera,
Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Gambar 8. Hutan Pegunungan
d. Hutan sabana, adalah hutan yang banyak ditumbuhi kelompok semak

belukar yang diselingi padang rumput dengan jenis tanaman berduri.
Tumbuhannya antara lain kaktus, Saesalpinae, Leguminosae, dan
Euphorbiaceae. Hutan sabana dapat ditemuii di Flores, Sumba, dan Timor.

Gambar 9. Sabana
e. Hutan rawa, merupakan hutan yang tumbuh pada tanah aluvial yang selalu

tergenang air tawar. Tumbuhannya berupa pohon berakar lutut yang
tunasnya terendam air. Hutan ini banyak terdapat di sepanjang pantai
timur Sumatera, dataran rendah Kalimantan, dan Papua.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Gambar 10. Hutan Rawa
f. Hutan mangrove, disebut juga hutan pantai, hutan pasang surut, hutan

payau, atau hutan bakau. Hutan mangrove terdapat di dataran rendah
pantai Sumatera, Kalimantan, Maluku, Bali, Jawa, dan Papua.

Gambar 11. Hutan Mangrop
g. Hutan gambut, terdapat di daerah beriklim tipe A atau B menurut

klasifikasi Koppen. Hutan ini tumbuh di atas tumpukan bahan organik
yang tergantung pada turunnya hujan. Hutan ini tersebar di wilayah
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua, Riau. Dan

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Gambar 12. Hutan Gambut
h. Hutan Lumut di hutan ini tidak hanya menutupi permukaan tanah, tetapi

juga batang-batang pohon. Hutan lumut terdapat pada ketinggian >.1000
mdpl di Papua, Sumatera, Kalimantan, sulawesi, dan Jawa.

Gambar 13. Hutan Lumut
2. Potensi dan Persebaran Pertambangan

Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian,
penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan
galian.
a. Miyak Bumi

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Minyak bumi dan gas merupakan sumber energi utama yang saat ini
banyak dipakai untuk keperluan industri, tranportasi, dan rumah
tangga.Saat ini telah dikembangkan sumber energi alternatif, misalnya
bioenergi dari beberapa jenis tumbuhan dan sumber energi lainnya, seperti
energi matahari, angin, dan gelombang. Namun, produksi energi dari
sumber energi alternatif masih terbatas jumlahnya.

Gambar 14. Peta Persebaran Minyak Bumi
Sebaran penghasil minyak pada sejumlah pulau di Indonesia sebagai
potensi sumber daya tambang di Indonesia dapat dilihat pada data berikut
ini.
1. Sumatra: Pereula dan Lhokseumawe (Aceh Darussalam), Sungai

Pakning dan Dumai (Riau), Plaju, Sungai Gerong dan Muara Enim
(Sumatra Selatan)
2. Jawa: Jati Barang Majalengka (Jawa Barat), Wonokromo, Delta
(Jawa Timur), Cepu, Cilacap (Jawa Tengah).
3. Kalimantan: Pulau Tarakan, Balikpapan, Pulau Bunyu dan Sungai
Mahakam (Kalimantan Timur), Rantau, Tanjung, dan Amuntai
(Kalimantan Selatan).
4. Maluku : Pulau Seram dan Tenggara
5. Papua : Klamono, Sorong, dan Babo.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

b. Batu Bara
Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan

yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Unsur-
unsur yang menyusunnya terutama adalah karbon, hidrogen, dan
oksigen.Batu bara digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai
keperluan. Energi yang dihasilkan batu bara dapat digunakan untuk
pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak),
pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih
besi dan baja, industri kimia, dan lain-lain. Batu bara dapat dijumpai di
sejumlah pulau, yaitu Kalimantan dan Sumatra

Gambar 15. Peta Persebaran Batu Bara Di Indonesia
c. Bauksit

Bauksit merupakan bahan yang heterogen, yang mempunyai mineral
dengan susunan terutama dari oksida aluminium. Bauksit merupakan
kelompok mineral aluminium hidroksida yang dalam keadaan murni
berwarna putih atau kekuningan. Aluminium ini tahan panas, kuat namun
lentur dan mudah dibentuk. Untuk onderdil otomotif, perkapalan dan
industri pesawat terbang, menggunakan bauksit secara massif. Potensi dan
cadangan endapan bauksit terdapat di Pulau Bintan, Kepulauan Riau,
Pulau Bangka, dan Pulau Kalimantan
d. Biji Besi

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Biji besi merupakan salah satu unsur yang paling sering dimanfaatkan
dalam kehidupan sehari – hari. Bijih besi dilebur dan dicampur dengan
unsur lain lalu kemudian menjadi banyak jenis – jenis besi. Biji besi
dimanfaatkan untuk bahan baku pemebuatan besi baja dan kawat baja,
bahan dasar pembuatan tiang rambu lalu lintas dan lampu penerangan
jalan, bahan pembuatan besi tuang, besi tempa, pembuatan baja lunak, dan
baja sedang yang kemudian akan diolah menjadi produk yang dapat
dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.

Aktivitas penambangan biji besi sebagai potensi sumber daya tambang
di Indonesia dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra,
Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek
(Sulawesi Selatan), dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).
e. Timah Putih

Timah merupakan logam dasar terkecil yang diproduksi, yaitu kurang
dari 300.000 ton per tahun, apabila dibandingkan dengan produksi
aluminium sebesar 20 juta ton per tahun. Timah putih merupakan unsur
langka, sebagian besar (80%) timah putih dunia dihasilkan dari cebakan
letakan (aluvial), sekitar setengah produksi dunia berasal dari Asia
Tenggara. Mineral ekonomis penghasil timah putih adalah kasiterit
(SnO2), meskipun sebagian kecil dihasilkan juga dari sulfida seperti
stanit, silindrit, frankeit, kanfieldit dan tealit. Timah di Indonesia adalah di
daerah jalur timah yang membentang dari Pulau Kundur sampai Pulau
Belitung dan sekitarnya. Potensi timah putih di Indonesia tersebar
sepanjang kepulauan Riau sampai Bangka Belitung, serta terdapat di
daratan Riau yaitu di Kabupaten Kampar dan Rokan Ulu. Sumber daya
timah putih yang telah diusahakan merupakan cebakan sekunder, baik
terdapat sebagai tanah residu dari cebakan primer, maupun letakan sebagai
aluvial darat dan lepas pantai

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

f. Nikel
Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedtpada tahun 1751, merupakan

logam berwarna putih keperak-perakan yang berkilat, keras dan mulur,
tergolong dalam logam peralihan, sifat tidak berubah bila terkena udara,
tahan terhadapoksidasi dan kemampuan mempertahankan sifat aslinya di
bawah suhu yang ekstrim (Cotton dan Wilkinson, 1989). Nikel digunakan
dalam berbagai aplikasi komersial dan industri, seperti :pelindung baja
(stainless steel), pelindung tembaga, industri baterai, elektronik, aplikasi
industri pesawat terbang, industri tekstil, turbin pembangkit listrik
bertenaga gas, pembuat magnet kuat,pembuatan alat-alat laboratorium
(nikrom), kawat lampu listrik, katalisator lemak, pupuk pertanian, dan
berbagai fungsi lain (Gerberding J.L., 2005). Tambang Nikel di Indonesia
terdapat di Kalimantan Barat, Maluku, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Nikel Nikel ditemukan oleh A. F.
Cronstedtpada tahun 1751, merupakan logam berwarna putih keperak-
perakan yang berkilat, keras dan mulur, tergolong dalam logam peralihan,
sifat tidak berubah bila terkena udara, tahan terhadapoksidasi dan
kemampuan mempertahankan sifat aslinya di bawah suhu yang ekstrim
(Cotton dan Wilkinson, 1989). Nikel digunakan dalam berbagai aplikasi
komersial dan industri, seperti :pelindung baja (stainless steel), pelindung
tembaga, industri baterai, elektronik, aplikasi industri pesawat terbang,
industri tekstil, turbin pembangkit listrik bertenaga gas, pembuat magnet
kuat,pembuatan alat-alat laboratorium (nikrom), kawat lampu listrik,
katalisator lemak, pupuk pertanian, dan berbagai fungsi lain (Gerberding
J.L., 2005). Tambang Nikel di Indonesia terdapat di Kalimantan Barat,
Maluku, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi
Tenggara.
g. Mangan

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Mangan banyak digunakan untuk proses pembuatan besi baja,
pembuatan baterai kering, keramik, gelas, dan sebagainya. Mangan
sebagai potensi sumber daya tambang di Indonesia ditambang di daerah
Tasikmalaya (Jawa Barat), Kiripan (Yogyakarta), dan Martapura
(Kalimantan Selatan).
3. Potensi dan Seberan Sumber Daya Alam Kelautan
Indonesia memiliki laut dengan potensi sumber daya kelautan yang
sangat kaya. Sumber daya laut adalah unsur hayati dan nonhayati yang
terdapat di wilayah laut. Potensi sumberdaya laut Indonesi atidak hanya
berupa ikan, tetapi juag bahan tambag seperti minyak bumi, nikel, emas,
bauksit, dan lain-lain yang berada di bawah permukaan laut.
a. Perikanan

Indonesia memiliki potensi sumber daya perikana yang sangat baik
dari segi jumlah dan keanekaragamannya. Potensi lestari (penangkapan
ikan tangkap yang memungkinkan untuk regenerasi sehingga populasi
ikan tidak berkurang) sumber daya perikanan Indoenesia sekitar 6,4 juta
ton per tahun. Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan, potesi
perikanan laut Indonesia terdiri atas perikanan pelagis yang tersebar
hampir di semua bagian laut Indoensia.
b. Hutan Mangrove

Adalah hutan khas yang hidup di sepanjang pantai di daerah tropis
yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Banyak terdapat di pesisir
timur Sumatera, pesisir Kalimantan, dan pesisir selatan Papua.Ada dua
fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di indonesia
yaitu fungsi ekologis dan ekonomis.
c. Terumbuh Karang

Adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari
kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral
membentuk koloni, koral-koral tersebut akan membentuk karang.

Gambar 16 Terumbuh Karang
Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan negara yang memiliki
terumbu karang terluas di dunia. Kekayaan terumbu karang Indonesia
tidak hanya dari luasnya, akan tetapi juga keanekaragaman hayati yang
ada di dalamnya. Keanekaragaman hayati terumbu karang sebagai potensi
sumber daya laut di indonesia juga yang tertinggi di dunia. Di dalamnya
terdapat 2.500 jenis ikan, 2.500 jenis moluska, 1.500 jenis udang-
udangan, dan 590 jenis karang.
d. Lamun Adalah tumbuhan tinggi yang sudah sepenuhnya menyesuaikan
diri hidup terendam di dalam laut. Lamun tumbuh subur di daerah terbuka
pasang surut dan perairan pantai yang dasarnya berupa lumpur, pasir,
kerikil, dan patahan karang mati, dengan kedalaman sampai empat meter.
Lamun dapat membentuk suatu padang lamun. Padang lamun tersebar di
laut perairan Indonesia. Manfaat lamun di lingkungan perairan dangkal
adalah sebagi produsen primer, habitat biota, penangkap sedimen, dan
pendaur zat hara
4. Sumber Daya Alam Pariwisata
Menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan,
pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

fasilitas serta pelayanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha,
pemerintah, dan pemerintah daerah. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang
dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat
tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari
keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

a. Wisata alam, adalah bentuk kegiatan rekreasi dan pariwisata yang
memanfaatkan potensi sumber daya alam, baik alami maupun setelah
adanya usaha budidaya. Daya tarik wisata ini berupa keanekaragaman
dan keunikan lingkungan alam, baik di wilayah perairan laut (seperti
bentang pesisir pantai, bentang laut, kolam air, dan dasar laut),
maupun di wilayah daratan (pegunungan, hutan alam/taman
nasional/taman wisata alam/taman hutan raya, Bahan Ajar Geografi
Kelas XI SMA Pendidikan Geografi Universitas Negeri Padang
Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia | 18 perairan sungai dan
danau, perkebunan, pertanian, serta bentang alam kgusus seperti gua,
karst, dan padang pasir

b. Wisata budaya adalah perjalanan yang dilakukan untuk memperlus
pandangan hidup dengan cara mengunjungi tempat lain atau ke luar
negri untuk mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat
mereka, cara hidup, serta kebudayaan dan seni. Contoh objek wisata
budaya adala situs purbakala dan budaya(candi, bangunan sejarah,
keraton dan kota tua), museum, dan perkampungan tradisional
(dengan adat dan tradisi budaya masyarakat yang khas)

c. Wisata buatan, adalah kegiatan rekreasi dan pariwisata yang
memanfaatkan objek wisata yang sangat dipengaruhi oleh upaya dan
aktivitas manusia. Wisata buatan mencakup wisata MICE (pertemuan,
insentif, konvensi, dan pameran), wisata olahraga, dan wisata
terintegrasi. Contoh objek wisata buatan antara lain fasilitas rekreasi

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

dan hiburan/taman bertema, fasilitas peristirahatan terpadu, serta
fasilitas rekreasi dan olahraga.

Gambar 17. Wisata Alam

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Pertemuan 2 (Kedua)
Indikator
3.3.4 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam Pembangunan

D. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam
Pembangunan

A. Konsep Amdal
Amdal merupakan kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan kegiatan

yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan yang dapat menimbulkan
perhubahan terhadap lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah keseluruan unsur
atau komponen yang berada di sekitar individu yang memengaruhi kehidupan dan
perkembangan individu tersebut. Komponen lingkungan hidup dapat dibedakan
menjadi komponen makhluk hidup (biotik) dan komponen benda mati (abiotic)
1) Lingkungan biotik, adalah semua makhluk hidup yang menempati bumi, terdiri
atas tumbuhan, hewan, dan manusia. Menurut fungsinya, lingkungan biotik
dibedakan menjadi:
a. Produsen, organisme yang dapat menghasilkan makanan sendiri, disebut organisme
autotrofik
b. Konsumen, adalah organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang disediakan
oleh organisme lain. Konsumen disebut juga organisme heterotofik.
c. Pengurai, adalah organisme yang berperan menguraikan sisa-sisa makhluk hidup
yang telah mati. Contohnya adalah bakteri dan jamur.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

2) Lingkungan abiotik, adalah berbagai benda mati dan unsur alam yang
mempengaruhi kehidupan makhluk hidup, antara lain udara, tanah, air, sinar
matahari. Komponenkomponen lingkungan yang ada disekitar kita merupakan suatu
kesatuan yang saling mempengaruhi antara komponen yang satu dan komponen lain,
yang disebut ekosistem.
3) Lingkungan sosial budaya, adalah lingkungan sosial dan budaya yang dibuat oleh
manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan dan juga keyakinan dalam perilaku
sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai sebuah keteraturan
berkat adanya sistem nilai dan juga sistem norma yang diakui dan ditaati oleh
segenap masyarakat. Peraturan tentang kewajiban membuat Amdal diatur dalam
peraturan peraturan berikut:
a. UU No. 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;
b. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan
c. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 1994 tentang Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan;
d. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 1996 tentang Pedoman
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengendalian Dampak Lingkungan
Daerah.
Amdal berfungsi untuk:
a. Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
b. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari
rencana usaha dan atau kegiatan
c. Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan
atau kegiatan
d. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelola dan pemantauan
lingkungan hidup
e. Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak ditimbulkan dari suatu rencana
usaha dann atau kegiatan

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

f. Awal dari rekomendasi tentang izin usaha
g. Sebagai Scientific Document dan Legal Document
h. Izin Kelayakan Lingkungan
i. Menunjukkan tempat pembangunan yang layak pada suatu wilayah beserta
pengaruhnya
j. Sebagai masukan dengan pertimbangan yang lebih luas bagi perencanaan dan
pengambilan keputusan sejak awal dan arahan atau pedoman bagi pelaksanaan
Manfaat Amdal adalah sebagai berikut:
a. Bagi Pemerintahan

1) Menghindari perusakan lingkungan hidup seperti timbulnya pencemaran
air, pencemaran udara, kebisingan, dan lain sebagainya. Sehingga tidak
mengganggu kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat.
2) Menghindari pertentangan yang mungkin timbul, khususnya dengan
masyarakat dan proyek - proyek lain.
3) Mencegah agar potensi dumber daya yang dikelola tidak rusak.
4) Mencegah rusaknya sumber daya alam lain yang berada diluar lokasi
proyek, baik yang diolah proyek lain, masyarakat, ataupun yang belum diolah.
b. Bagi pemilik modal
4) Menentukan prioritas peminjaman sesuai dengn misinya.
5) Melakukan pengaturan modal dan promosi dari berbagai sumber modal.
6) Menghindari duplikasi dari proyek lain yang tidak perlu.
7) Untuk dapat menjamin bahwa modal yang dipinjamkan dapat dibayar
kembali oleh proyek sesuai pada waktunya, sehingga modal tidak hilang.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Pertemuan 3 (ketiga)

Indikator

3.3.5 Menjelaskan Prinsip-Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

3.3.6 Menganalisis Bentuk-Bentuk Pemanfaatan SDA Dengan Prinsip
Pembangunan Berkelanjutan

A. Pengembangan berkelanjutan
1. Konsep Pembangunan berkelanjutan
Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota,
bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang
tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan.
Pembangunan berkelanjutan artinya memperhatikan dan
mempertimbangkan dimensi lingkungan hidup untuk memperbaiki
kerusakan lingkungan hidup.
Pembangunan berkelanjutan dilatar belakangi dengan adanya
keinginan dari PBB untuk menanggulangi dan memperbaiki masalah
kerusakan lingkungan yang terjadi. Pada tanggal 1 Juni 1970, Sidang
Umum PBB No 2657 (XXV) Tahun 1970 menugaskan pada Penitian
Persiapan untuk menyesuaikan kebijakan nasional di bidang lingkungan
hidup dengan rencana Pembangunan Nasional untuk usaha
“melindungidan mengembangkan kepentingan-kepentingan negara yang
sedang berkemban”. Hal inilah yang selanjutnya dikembangkan dan
menjadi hasil dari Konferensi Stocholm yang dianggap sebagai dasar-
dasar atau cikal bakal konsep “Pembangunan Berkelanjutan
Menurut Emil Salim, pembangunan berkelanjutan atau suistainable
development adalah suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

manfaat dari sumber daya alam dan sumber daya manusia, degan
menyerasikan sumber alam dengan manusia dalam pembangunan.

Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan global
yang dihasilkan oleh KTT Bumi Rio de Jeneiro pada tahun 1992. Di
dalamnya terkandung dua gagasan penting, yaitu :
a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk
menopang hidup, di sini yang diprioritaskan adalah kebutuhan kaum
miskin.
b. Gagasan keterbatasan, yakni keterbatasan kemampuan lingkungan
untuk memenuhi kebutuhan baik masa kini maupun masa yang akan
datang
Pembangunan berkelanjutan memerlukan faktor lingkungan untuk
mendukungnya (Otto Soemarwoto, 1977), yaitu:
a. Faktor tersedianya sumber daya yang cukup
b. Faktor terpeliharanya proses ekologi yang baik
c. Faktor lingkungan sosial budaya dan ekonomi yang sesuai
B. Pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan Prinsip-Prinsip Pembangunan
Berkelanjutan

Sumber daya alam dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidunya.
Dengan demikian, sumber daya alam memiliki peranganda, yaitu sebagai
modal pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus sebagai penopang sistem
kehidupan. Pemanfaatan SDA berkelanjutan adalah prinsip yang dilakukan
untuk menjaga kelestarian SDA dalam jangka panjang. Pemanfaatan SDA
berkelanjutan dikembangkan dalam kegiatan pertanian, pertambangan,
industri, dan pariwisata. Keberhasilan pemanfaatan SDA tersebut juga dapat
didudung dengan prinsip ekoefisien.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan diatur dalam Undang-
Undang No. 5 tahun 1960 tentang Ketentuan Pokok Agraria, Undang-Undang
No. 5 tahun 1967 tentang ketentuan pokok Kehutanan, kemudian dicabut dan
digantikan dengan Undang-undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.
Undang-Undang no. 11 Tahun 1967 tentangketentuan pokok Pertambangan
yang direncanakan akan diganti dalam waktu dekat, dan Undang-Undang No.
11 Tahun 1974 Tentang Pengairan.

1. Kehutanan Berkelanjutan
Kehutanan berkelanjutan bertujuan untuk menjaga kelestarian sumber
daya hutan dan kelestarian lingkungan untuk kepentingan hidup manusia saat
sekarang dan generasi yang akan datang. Sumber daya hutan merupakan
sumber daya alam yang sangat erat
keterkaitannya dengan lingkungan hidup, baik secara fisik maupun sosial
budaya. Kerusakan sumber daya hutan dapat berdampak pada kerusakan
iklim, kerusakan sungai dan kerusakan lingkungan hidup manusia. Oleh
karena itu dalam pengelolaan sumber daya hutan tidak terlepas dari
pengelolaan sumber daya alam secara komprehensif dan berkelanjutan.

Gambar 18 Hutan Berkelanjutan

2. Pertanian Berkelanjutan
Secara umum, pertanian barkelanjutan bertujuan untuk meningkatakan

kualitas kehidupan (equality of life). Untuk mencapai tujuan tersebut,

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

menurut Manguiat, ada beberapa kegiatan yang diperlukan. Beberapa
kegiatan itu antara lain adalah meningkatkan pembangunan ekonomi,
memprioritaskan kecukupan pangan, meningkatkan pengembangan sumber
daya manusia, dan menjaga stabilitas lingkungan.

Gambar 19. Pertanian Berkelanjutan

Manfaat pertanian berkelanjutan :
a) Mampu meningkatkan produksi pertanian dam menjamin ketahanan
pangan di dalam negeri
b) Menghasilkan pangan dkualitas tinggi serta meminimalisasi kandungan
bahan pencemar kimia ataupun bakteri yang membahayakan.
c) Tidak mengurangi dan merusak kesuburan tanah, tidak meningkatkan
erosi.
d) Mendukung dan menopang kehidupan masyarakat pedesaan dengan
meningkatkan kesempatan kerja serta menyediakan penghidupan layak bagi
petani.
e) Tidak membahayakan kesehatan masyarakat yang bekerja atau hidup di
lingkunganpertaniandan bagi yang mengonsumsi hasil pertanian.
f) Melestarikan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dilahan
pertanian dan perdesaanserta melestarikam SDA dan keragaman hayati.
3. Pertambangan Berkelanjutan

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

Kegiatan usaha tambang berisiko tinggi dan menimbulkan dampak
terhadap lingkungan fisik dan sosial. Dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu
Bara, kegiatan berkelanjutan merupakan kegiatan yang diawali dengan
eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, dan kegiatan pascatambang. Pengelolaan
tambang yang berkelanjutan memerlukan adanya komitmen perusahaan
terhadap nilai-nilai keberlanjutan. Selain itu, struktur organisasi sistem
manajemen yang memadai juga diperlukan

Gambar 20. Pertambangan Berkelanjutan

4. Industri Berkelanjutan
Kegiatan industri berperan terhadap tiga hal secara signifikan, yaitu kepada

faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor lingkungan. Pengaruh industri
terhadap ekonomi dan sosial adalah pengaruh positif, dimana kegiatan industri
menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara. Sementara
itu, pengaruh industri terhadap lingkungan, yaitu berupa pencemaran
lingkungan adalah pengaruh yang merugikan. Kombinasi yang seimbang dari

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

ketiga faktor terpengaruh tersebut akan mewujudkan industri yang
berkelanjutan.
Oleh karena itu, pelaksanaan aktivitas di sektor industri perlu memperhatikan
prinsipprinsip berikut:

a. Menggunakan SDA secara berkelanjutan.
b. Menjamin kualitas hidup masyarakat disekitar lokal penambangan.
c. Menjaga kelangsungan hidup ekologi sistem alami (environmental

system).
Akan tetapi, ada hambatan bagi negara berkembang dalam melaksanakan
kegiatan industri berkelanjutan. Hambatan dalam pelaksanaan kegiatan industri
berkelanjutan sebagai berikut:
a. Potensi sumber daya melimpah, tetapi pemanfaatannya belum optimal.
b. Dukungan pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan dan

berwawasan lingkungan masih kurang.
5. Kelautan Berkelanjutan

Hasil perikanan laut tahun 2003 cenderung menunjukkan adanya
penurunan jumlah. Untuk memperoleh hasil yang sama dengan waktu
sebelumnya, diperlukan waktu yang cukup lama. Hal ini terjadi karena makin
menurunnya populasi ikan yang disebabkan tertangkapnya ikan-ikan yang
masih kecil. Di samping itu, tidak ada kesempatan bagi ikan dewasa untuk
berkembang biak. Oleh karena itu, perlu adanya usaha pengelolaan perikanan di
Indonesia.
a. Perlindungan anak ikan, yaitu larangan penangkapan ikan yang belum

dewasa dengan menggunakan alat penangkapan yang ukuran jaringnya
ditentukan.
b. Sistem kuota, yaitu menentukan bagian perairan yang boleh diambil
ikannya pada musim tertentu. Penggunaan sistem ini harus disertai kontrol
yang baik.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Bahan Ajar Geografi Kelas XI SMA Pendidikan geografi
Universitas Negeri Gorontalo

c. Sistem kuota, yaitu menentukan bagian perairan yang boleh diambil
ikannya pada musim tertentu. Penggunaan sistem ini harus disertai kontrol
yang baik.

d. Penutupan daerah perikanan, yaitu larangan penangkapan ikan di daerah
pemijahan dan pembesaran ikan, terutama di daerah yang populasinya
menurun.

6. Pariwisata Berkelanjutan
Pariwisata berkelanjutan berfokus pada keberlanjutan pariwisata sebagai

aktifitas ekonomi dan mempertimbangkan pariwisata sebagai elemen kebijakan
pembangunan berkelanjutan yang lebih luas. Pembangunan pariwisata harus
dapat menggunakan sumber daya dengan berkelanjutan yang artinya kegiatan-
kegiatannya harus menghindari penggunaan sumber daya yang tidak dapat
diperbaharui (irreversible) secara berlebihan. Hal ini juga didukung dengan
keterkaitan lokal dalam tahap perencanaan, pembangunan, dan pelaksanaan,
sehingga pembagian keuntungan yang adil dapat diwujudkan. Dalam
pelaksanaannya, kegiatan pariwisata harus menjamin bahwa sumber daya alam
dan buatan dapat dipelihara dan diperbaiki dengan menggunakan kriteria-
kriteria dan standarstandar internasional.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia


Click to View FlipBook Version