The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dewikhusnahintan, 2023-04-16 18:23:53

Bahan Ajar Kelas 4 IPAS

Bahan Ajar Kelas 4 IPAS

Cara Memenuhi Kebutuhan BAHAN AJAR Penyusun: Intan Dewi Khusnah SDN Sukodono 1 IPAS kelas 4


Petunjuk Penggunaan Bagi Peserta Didik PETUNJUK PENGGUNAAN SDN Sukodono 1 Petunjuk Penggunaan Bagi Orang Tua Peserta Didik 1.Bahan ajar di rancang sebagai bahan pembelajaran dengan pendekatan siswa aktif 2.Guru sebagai fasilitator 3.Penggunaan bahan ajar dikombinasikan dengan sumber belajar lainnya 4.Jika ada kesulitan dalam memahami bahan ajar, bisa di konsultasikan pada guru atau diskusi dengan teman Anda 1.Bahan ajar bisa dijadikan orang tua sebagai panduan orang tua dalam mendampingi siswa belajar 2.Dengan bahan ajar ini, diharapkan orang tua bisa terlibat aktif dalam belajar anak 3.Bantulah anak dalam memahami bahan ajar ini sebagai salah satu sumber belajar


A. KEBUTUHAN MANUSIA SDN Sukodono 1 Setiap makhluk hidup memiliki kebutuhan. Misalnya kebutuhan paling mendasar adalah makanan dan tempat tinggal. Namun, setiap orang juga memiliki kebutuhan lainnya yang berbeda-beda. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dimiliki atau diperlukan oleh seseorang untuk bertahan hidup dan memiliki kehidupan yang layak. Jenis kebutuhan manusia bermacam-macam. Bila dilihat dari kepentingan atau intensitasnya, kebutuhan manusia terbagi menjadi 3, yaitu: ·Pangan, adalah kebutuhan utama yakni makanan dan minuman. ·Sandang adalah kebutuhan utama akan pakaian yang melindungi tubuh manusia dari lingkungan. ·Papan adalah kebutuhan utama akan tempat tinggal untuk berlindung. 1. Kebutuhan Primer Kebutuhan primer adalah kebutuhan mutlak dan utama dari setiap individu yang harus dipenuhi. Jika kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi, maka individu tersebut akan terancam kehidupannya. Terdapat 3 macam kebutuhan primer, diantaranya: 2. Kebutuhan Sekunder Kebutuhan sekunder adalah yang muncul setelah kebutuhan primer dapat terpenuhi. Contoh: telepon genggam, kendaraan, sepatu, dan sebagainya. 3. Kebutuhan Tersier Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang ada atau dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.


SDN Sukodono 1 Kebutuhan tersier ini biasanya berupa kebutuhan barang mewah untuk memperlihatkan jenjang sosial seseorang atau dapat berfungsi sebagai hiburan. Contoh mobil mewah, pergi berlibur, villa, barang bermerk dan sebagainya. Kebutuhan ini dapat berbeda-beda pada setiap individunya. Tergantung kemampuan ekonomi dan profesi seseorang. . Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan tidak dapat ditunda Kebutuhan mendesak adalah kebutuhan yang tiba-tiba muncul dan bersifat sangat kritis, sehingga dapat mengancam nyawa jika tidak dipenuhi. Kebutuhan yang Akan Datang adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi di kemudian hari dan dapat ditunda sebab sifatnya yang tidak mendesak. Kebutuhan ini dapat direncanakan terlebih dahulu. Kebutuhan manusia berdasarkan waktu adalah: 1. 2. 3. .


B. SKALA PRIORITAS KEBUTUHAN SDN Sukodono 1 Skala prioritas adalah suatu daftar yang kita buat untuk mengurutkan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya atau berdasarkan tingkat urgensinya. Skala prioritas ini adalah hal yang sangat bermanfaat karena dengan membuat skala prioritas ini, kita bisa memenuhi kebutuhan yang benar-benar penting terlebih dahulu sehingga kita bisa memastikan bahwa setiap kebutuhan yang paling penting akan terpenuhi dan tidak mengganggu kelangsungan hidup kita. Ada empat kuadran yang bisa kita gunakan untuk membedakan kebutuhan kita. Penting dan mendesak: jenis kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang tinggi dan juga harus segera dipenuhi karena akan mengganggu kelangsungan hidup apabila tidak dipenuhi. Misalnya mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan besok. .Penting dan tidak mendesak: jenis kebutuhan yang memiliki tingkat kepentingan tinggi namun pemenuhannya bisa ditunda karena tidak bersifat darurat. Contohnya adalah olah raga. Tidak penting dan Mendesak: jenis kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang rendah namun harus segera dipenuhi karena bersifat mendesak dan tidak bisa ditunda. Misalnya menjawab panggilan telpon dari teman. Tidak mendesak dan tidak penting: jenis kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang rendah dan pemenuhannya bisa ditunda. Misalnya menonton film kartun. Berikut adalah empat kuadran dalam skala prioritas diri:


SDN Sukodono 1 Untuk menentukan skala prioritas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 1.Tingkat urgensi atau keharusan mendesak. 2.Kesempatan yang dimiliki 3.Pertimbangan masa depan. 4.Kemampuan diri. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menyusun skala prioritas yaitu : 1.Mencatat semua daftar kebutuhan. 2.Menyusun tingkat kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya. 3.Membuat catatan kebutuhan dan alokasi dana 4.Memilih kebutuhan mulai dari yang paling memberi manfaat secara optimal dari keseluruhan daftar kebutuhan. 5.Memenuhi kebutuhan sesuai dengan daftar yang telah dibuat.


C. CARA PEMENUHAN KEBUTUHAN DENGAN BARTER SDN Sukodono 1 Barter adalah sistem perdagangan di mana barang atau jasa ditukar dengan barang atau jasa lain tanpa melibatkan uang sebagai alat pembayaran. Dalam sistem barter, pembeli dan penjual harus sepakat tentang nilai tukar barang atau jasa yang akan ditukar. Misalnya, seseorang yang memproduksi beras dapat menukarkannya dengan seorang tukang kayu untuk memperbaiki rumahnya, atau seorang tukang cukur dapat menukarkan jasanya dengan seorang petani untuk mendapatkan bahan makanan. Sistem barter umumnya digunakan pada zaman dahulu, namun saat ini masih di beberapa tempat atau situasi tertentu yang mungkin tidak memungkinkan penggunaan uang sebagai alat pembayaran, atau ketika seseorang ingin menukar barang yang tidak diinginkan dengan barang yang diinginkan tanpa harus menggunakan uang. Tidak memerlukan uang sebagai alat pembayaran, sehingga dapat menjadi solusi alternatif ketika uang tidak tersedia atau sulit diperoleh. Mengurangi biaya transaksi karena tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh uang sebagai alat pembayaran. Dapat memperkuat hubungan antara pihak yang melakukan barter, karena melibatkan pertukaran barang atau jasa yang diinginkan oleh kedua belah pihak. Dapat menjadi cara untuk memperoleh barang atau jasa yang diinginkan, terutama ketika tidak memiliki uang untuk membelinya KELEBIHAN:


Dalam beberapa situasi tertentu, sistem barter dapat menjadi alternatif yang baik untuk perdagangan. Namun, dalam kebanyakan kasus, penggunaan uang sebagai alat pembayaran masih lebih efisien dan dapat membantu dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan masyarakat. SDN Sukodono 1 Sulit menentukan nilai tukar antara barang atau jasa yang ditukar, sehingga dapat menimbulkan ketidakadilan dalam transaksi. Tidak efisien dalam hal waktu dan usaha yang diperlukan untuk mencari pihak yang cocok untuk melakukan barter. Tidak dapat digunakan secara luas dalam perdagangan karena terbatas pada kesepakatan antara kedua belah pihak dan kurang fleksibel dalam memenuhi kebutuhan. Sulit untuk melakukan penyimpanan nilai, karena nilai barang atau jasa dapat berubah seiring waktu dan kondisi pasar. KEKURANGAN


Click to View FlipBook Version