Bahan Ajar
AKUNTANSI
KEUANGAN
KARTU UTANG
Oleh : Wiwit Faranabilla
Kompetensi Dasar
Menerapkan pengelolaan kartu utang
Melakukan Pencatatan kartu utang
Tujuan Pembelajaran
Menganalisis pengertian kartu utang.
Menyimpulkan fungsi kartu utang.
Menganalisis metode pencatatan utang.
Menganalisis dokumen transaksi yang digunakan untuk
melakukan pencatatan ke dalam kartu utang.
Menyiapkan formulir dan alat tulis yang digunakan untuk
melakukan pencatatan ke dalam kartu utang.
Melakukan pencatatan bertambahnya utang yang
bersumber dari jurnal pembelian ke dalam kartu utang.
Melakukan pencatatan pengurangan utang yang
bersumber dari jurnal pengeluaran kas ke dalam kartu
utang.
Melakukan pencatatan pengurangan utang yang
bersumber dari jurnal memorial ke dalam kartu utang.
Peta Konsep
Kartu Utang
Pengertian Kartu Fungsi Kartu Dokumen Pencatatan
Utang Utang Kartu Utang
Menyusun Kartu Utang
PENGERTIAN KARTU UTANG
Pengertian Kartu Utang
Kartu Utang adalah salah satu sarana untuk mencatat adanya mutasi utang
secara terperinci pada tiap-tiap kreditor. Kartu ini menyajikan
penambahan dan pengurangan saldo utang secara terperinci. Informasi
yang terdapat pada kartu utang yaitu nama kreditor, nomor rekening,
syarat pembayaran utang, formulir untuk mencatat adanya mutasi utang.
Kartu utang merupakan salah satu prosedur yang dicatatkan di bagian
utang dagang perusahaan (account payable). utang dagang ini muncul saat
perusahaan memutuskan membeli suatu barang atau jasa secara kredit.
Bentuk Kartu Utang
FUNGSI
KARTU UTANG
Kartu utang memiliki banyak fungsi bagi perusahaan. Ini karena utang adalah bagian
penting dalam keuangan perusahaan. Keberadaan utang harus diawasi dengan benar
karena dapat mempengaruhi beban perusahaan. Semakin utang ditumpuk, maka
semakin berat beban perusahaan.
Ketika perusahaan melewatkan pemabayaran saat jatuh tempo atau tidak dapat
membayarkan tepat jumlah, maka perusahaan berpotensi terkena denda atau
tambahan bunga yang makin memberatkan kondisi perusahaan. Kreditur atau vendor
juga bisa saja membawa permasalahan utang ini ke jalur hukum yang dapat
membahayakan kelangsungan perusahaan.
Beberapa fungsi kartu utang yaitu:
Mencatat mutasi saldo atau penambahan dan pengurangan utang terhadap
kreditur.
Mengingatkan perusahaan akan masa jatuh tempo.
Sebagai bukti pembayaran utang.
Memudahkan mencari informasi mengenai rincian utang, seperti nama kreditur,
jumlah, tanggal transaksi, atau syarat pembayaran.
Menjadi referensi pencatatan di buku besar utang.
Membantu penyelesaian jika ada perbedaan dengan jumlah utang kepada
kreditur-kreditur dan yang tercatat secara total di buku besar
METODE PENCATATAN
UTANG
Ada dua metode pencatatan utang yaitu account payable procedure dan voucher
payable procedure. Dalam account payable procedure, catatan utang adalah berupa
kartu utang yang di selenggarakan untuk tiap kreditur, yang memperlihatkan catatan
mengenai nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran,
dan saldo utang. Dalam voucher payable procedure, tidak diselengarakan kartu
utang, namun di gunakan asip voucher (bukti kas keluar) yang di simpan dalam arsip
menurut abjad atau menurut tanggal jatuh temponya. Arsip bukti kas keluar ini
berfungsi sebagai catatan utang.
Account Payable Procedure
Dokumen yang di gunakan dalam account payable procedure adalah :
1.Faktur dari pemasok
2.Kwitansi tanda terima uang yang ditandatangani oleh pemasok atau tembusan
surat pemberitahuan yang di kirim ke pemasok, yang berisi keterangan untuk apa
pembayaran tersebut di lakukan.
3.Memo debet
Catatan akuntansi yang di gunakan dalam account payable procedure adalah :
1.Kartu utang,digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo utang kepada tiap
kreditur
2.Jurnal pembelian, digunakan untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit
3.Jurnal pengeluaran kas, digunakan untuk mencatat transaksi pembayaran utang
4.Jurnal umum, digunakan untuk mencatat transaksi retur pembelian
Prosedur pencatatan utang dengan account payable procedure adalah sebagai berikut:
Pada saat faktur dari pemasok telah di setujui untuk di bayar
1.Faktur dari pemasok dicatat dalam jurnal pembelian
2.Informasi dalam jurnal pembelian kemudian di posting kedalam kartu utang
yang di selenggarakan untuk setiap kreditur. Pada saat jumlah dalam faktur di
bayar
3.Cek di catat dalam jurnal pengeluaran kas
4.Informasi dalam jurnal pengeluaran kas yang bersangkutan dengan pembayaran
hutang di posting kedalam kartu hutang. Berikut prosedur pencatatan hutang
dengan account payable prosedure.
CATATAN HUTANG DENGAN ACCOUNT PAYABLE PROCEDURE
Voucher Payable Procedure
Jika dalam account payable procedure, pencatatan utang melalui 4 tahap, sedangkan
dalam voucher payable procedure, pencatatan utang melalui dua tahap dalam register
bukti kas keluar dan jurnal pengeluaran kas. Dokumen yang digunakan dalam
pencatatan voucher payable procedure adalah : Bukti kas keluar atau kombinasi bukti
kas keluar dan cek. Bukti kas keluar ini merupakan formulir pokok dalam voucher
payable procedure.
Dimana bukti kas keluar ini , mempunyai tiga fungsi yaitu :
1.Sebagai surat perintah kepada bagian kassa untuk melakukan pengeluaran kas
sejumlah yang tercantum di dalamnya.
2.Sebagai pemberitahuan kepada kreditor mengenai tujuan pembayarannya.
3.Sebagai media untuk dasar pencatatan utang dan persediaan.
DOKUMEN TRASAKSI YANG DIGUNAKAN
UNTUK MELAKUKAN PENCATATAN
KE DALAM KARTU UTANG
1.Faktur Pembelian, Faktur pembelian adalah dokumen sumber yang berasal dari
pemasok karena adanya transaksi pembelian secara kredit.
2.Bukti Kas Keluar. Bukti kas keluar adalah dokumen sumber yang dibuat oleh
pihak internal perusahaan karena adanya transaksi pembelian secara tunai atau
pembayaran utang.
3.Nota Debet. Nota debet adalah dokumen sumber yang dibuat oleh pihak internal
perusahaan karena adanya transaksi retur pembelian
PENCATATAN KE DALAM KARTU UTANG
Contoh:
Pada bulan Juni 2004, PD Mawar memiliki jurnal pembelian dan jurnal
pengeluaran kas sebagai berikut.
Berdasarkan jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas di atas, Buatlah kartu
utang untuk masing-masing kreditur
Jawab:
Catatan: