Pengarah Jiwa
Oleh : Kinara Candy Aquira
Armansyo
Guruku adalah pengarah jiwaku
Guruku selalu membantu saat aka kesusahan
Guru rela berkorban untuk para muridnya
Guru adalah pelita bagi muridnya
Aku ingin membalas jasanya
Aku sangat ingin membahagiakannya
Aku sangat bahagia jika ia memujiku
Terima kasih guruku
Kidung Sang Dwija | 139
Tuntunlah Aku
Oleh : Arin Mirza Aliyana
Kupikir ku bisa tanpamu
Berdiri tegak menantang dunia
Berseru pongah tegakan kepala
Busungkan dada merasa bisa
Ku sadar membuka mata
Tanpamu wahai guruku
Aku bukan siapa-siapa
Hanya gelap yang terlihat olehku
Kidung Sang Dwija | 140
Ku bulatkan tekadku
Untuk berbakti padamu
Kujadikan engkau tuntunanku
Wahai guruku
Kidung Sang Dwija | 141
Pembuka Gerbang Ilmu
Oleh : Fahri Awali Akbar
Aku dulu belum tahu
Aku dulu belum bisa baca tulis
Aku juga belum bisa berhitung
Seperti kelihatan bodoh diriku
Semua berubah setelah mengenalmu
Kau ajarkan aku baca tulis
Kau ajarkan aku berhitung
Dengan sabar kau membimbingku
Kau adalah pembuka gerbang ilmu bagiku
Terima kasin guruku
Kidung Sang Dwija | 142
Pembimbing Cerita
Oleh : Ika Novita Priastutik
Dari pembimbing ceritaku
Terima kasih guruku
Kau telah membimbingku
Guruku adalah pahlawanku
Kan telah membimbingku dengan sabar
Kini aku telah menjadi anak yang pintar
Kau telah mengajar kita dengan sangat sabar
Terima kasih guruku kaulah pembimbing
ceritaku
Kidung Sang Dwija | 143
Pahlawan Abadi
Oleh : Zhahira Ottavia
Ayu Wirani
Julur kau telah membimbingku
Dengan baik berkatmu kini
Aku menjadi anak yang pintar
Kaulah pahlawanku guru
Kau telah membimbingku
Dengan sabar dan lelahnya dirimu
Guru akan teringat jasamu
Terima kasih guru kaulah pahlawan abadiku
Kidung Sang Dwija | 144
Sang Pahlawan
Oleh : Niko Setiawan
Guruku kaulah pahlawanku
Yang mendidik kami dan tak kenal lelah
Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa
Dan mendidik kami dengan sabar
Dulu aku tidak bisa membaca
Hingga sekarang kau mengajariku
Sampai bisa membaca dan menulis
Terima kasih guruku
Kidung Sang Dwija | 145
Seberkas Sinar Pagi
Oleh : M. Wildan
Sinar pagi yang cerah
Selembar berkas ulangan dipagi hari yang cerah
Mengerjakan bersama teman
Ulangan akhir semester
Sebelum mengerjakan
Berdoa kepada allah
Solat dan belajar
Agar bisa mengerjakan soal-soal
Kidung Sang Dwija | 146
Tombok kesuksesan
Oleh : Levi Dwi P.
Belajar demi keinginan
Yang harus dicapai
Demi menjadi orang sukses
Harus belajar dengan giat
Demi membahagiakan
Kedua orang tua
Berlatih demi menjadi orang terbaik
Dan berdoa kepada Allah swt
Kidung Sang Dwija | 147
Jawab Pertanyaanmu
Oleh : Tegar Aji Wiguna
Kau telah menjawab semua
Pertanyaan yang aku tanyakan
Dan membuatku tau
Yang belum aku ketahui
Dan menjawab semua
Pertanyaanku yang susah-susah
Dan menjawab soal-soal
Dan kau memberi tahu soal-soal yang aku tidak
tau
Kidung Sang Dwija | 148
Penghantar Cita Citaku
Oleh : Felysia Rizkia Fernanda
Putri
Sejak dahulu saya akan meraih cita-citaku
Karena saya masih sekolah akan belajar meraih cita-
citaku
Saya sekolah berlanjut untuk merain cita-citaku
Saya berlanjut untuk sekolah lagi untuk meraih cita-
citaku
Saya berdoa untuk meraih cita-citaku
Saya berharap untuk mencapai cita-citaku
Untuk meraih cita-citaku
Karena saya ingin meraih cita-citaku
Kidung Sang Dwija | 149
Namamu Kekal Disanubariku
Oleh : Airani Thohiroh Ramandha
Oh guruku.....
Terima kasih telah membimbingku
Semoga engkau diberikan kesehatan selalu
Terima kasih jasamu akan kita kenang selalu
Namamu akan kita kenang selalu
Terima kasih sudah mengajarkanku
Terima kasih sudah mengajarkan matematika
Maafkan kami jika membuatmu kecewa
Kidung Sang Dwija | 150
Untukmu Guru
Oleh :Nabila Puji Syahira
Wahai guruku pahlawan tanpa jasa
Jasamu kukenang selalu
Tak pernah hilang semangatmu dalam mengajar kami
Tanpa rasa marah dalam mengajar kami
Terima kasih kau telah mengajar kami
Yang dulu tak bisa membaca sekarang sudah
bisa
Terkadang kami membuatmu marah
Tapi kau tetap mengajar kami dengan
semangat
Kidung Sang Dwija | 151
Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa
Yang telah mengajarkanku
Kaulah guruku yang hebat
Terimakasin guru kau selalu ada untukku
Kidung Sang Dwija | 152
Wahai Guruku
Oleh : Natasya Ainnun Shaffa
Engkau pelita di malam hari
Layaknya seberkas cahaya yang menuntun kami
Wahai guruku kau tak pernah tampakkan wajah
lelahmu
Engkau tak pernah tampakkan amarahmu
Meski kami belum bisa mengikuti pikiranmu
Tanda terima kasih kami ucapkan untukmu
Atas jasa yang telah kau berikan kepadaku
Dan akan kukenang selalu jasamu
Kidung Sang Dwija | 153
Amarahmu Guru
Oleh : Elsa Dwi Safitri
Tutur langkahmu adalah ilmu
Tak Pernah hilang rasa kasih sayangmu
Tak Pernah hilang rasa Semangatmu dalam
mengajariku
Tanpa rasa pamrih engkau dalam membimbingku
Terkadang aku sering membuatmu marah
Tetapi kau selalu sabar dalam sikapku
Tanpamu aku tidak bisa apa-apa
Terima kasih guruku engkau telah memberikan
ilmu
Kidung Sang Dwija | 154
Tombok Ilmu
Oleh : Farrel Romansyah
Wahai guruku pahlawanku tanpa tanda jasa
Memang engkau berjuang tidak dengan berperang
Tetapi engkau berperang melawan kebodohan
Engkau mencerdaskan putra putri Indonesia
Terima kasih guruku dengan bekal ilmu yang
engkau berikan
Kami bisa membaca menulis dan membaur
tanpa rasa malu
Terima kasih guruku tersayang
Jasamu akan terkenang sepanjang masa
Kidung Sang Dwija | 155
Pemerang Kebodohan
Oleh : Winova Amelya Artha
Sari
Terima kasih guruku
Kau telah membimbingku
Dengan baik berkatmu
Kini aku menjadi muridmu yang pintar
Kebodohan itu hilang berkatmu
Guruku kau telah mengajariku sampai aku
Pintar seperti ini berkatmu juga
Aku bisa menjadi pintar sepeti ini terima kasih
guruku
Kidung Sang Dwija | 156
Pembelajaran
Oleh :Safitri Yuniarti
Guruku...
Terimakasih atas semua jasamu
Yang telah engkau berikan padaku
Aku tidak akan seperti ini tanpamu
Dan engkau telah mendidikku
Semua pembelajaran yang telah kau berikan
padaku
Tidak akan aku lupakan untuk ku
Guruku
Kidung Sang Dwija | 157
Engkau bagai pahlawan pendidikan bagi ku
Telah membelajari aku
Menulis membaca dan menghitung
Semua itu tidak akan kulupakan guruku
Kidung Sang Dwija | 158
Patriot Bangsa
Oleh : Fitri Muktafiana
Kanzun
Guruku engkaulah patriot bangsa
Engkaulah yang mendidikku sejak dini sampai aku
dewasa
Terima kasih atas semua jasamu
Karena sudah mendidikku
Aku tidak bisa membalas jasamu
Berkatmu juga aku bisa menggapai cita-citaku
Terima kasih atas jasamu
Guruku terima kasih ilmu yang kau berikan
untukku
Kidung Sang Dwija | 159
Guruku Lenteraku
Oleh : Siti Nurul
Hidayah
Terima kasih guruku sudah membimbingku
Bagiku kau lah semangatku dan lenteraku
Terima kasih sudah menyayangiku sepenuh hatimu
Sudah beberapa tahun kau membimbingku
Terima kasih sudah memberikan dukungan
serta waktu
Semangat perubahan untuk kita bersama
Terima kasih sudah mengajar kami
Terima kasih jasamu kami kenang sepanjang
masa
Kidung Sang Dwija | 160
Puisi Sederhana
Oleh : Nazhril Ilham
Wahai guruku
Engkau datang dengan segudang ilmu
Engkau telah menuntunku
Membuatku berguna selalu
Wahai pahlawan tanpa tanda jasa
Engkau akan selalu ku ingat
Jasamu akan selalu kukenang,
Terima kasih kuucapkan.
Kidung Sang Dwija | 161
Wahai guruku.
Engkaulah inspirasi bagiku
Jasamu selalu berguna bagiku
Puisi sederhana ini untukmu
Kidung Sang Dwija | 162
Guruku Mulia
Oleh : Fernando Bintang
Pratama
Wahai guruku
Sungguh besar pengorbananmu
Tak akan kulupakan jasamu
Terima kasih engkau telah mengajarkanku segudang
ilmu
Terima kasih engkau telah mendidik kami
Sejak dini hingga masa kini
Terima kasih engkau telah memberi
Ilmu yang baik bagi kami
Kidung Sang Dwija | 163
Kan Kukenang Sepanjang Masa
Oleh : Amalia Widya
Fatarani
Oh pak guru
Oh ibu guru
Terima kasih karena sudah mendidikku
Kan kukenang sepanjang hidupku semua jasamu
Oh pak guru, oh ibu guru
Tak akan pernah kulupakan jasamu
Karena sudah mendidikku
Maafkan aku jika banyak salah kepadamu
Kidung Sang Dwija | 164
Surat muridmu
Oleh : Erico Raditya Anda
Dinata
Aku pernah mengirim surat pada guruku karena
Aku sakit panas aku tidak mengikuti pelajaran
Aku sakit 3 hari 3 malam
Selama aku sakit aku tidak mengikuti pelajaran
Aku telah mengirim surat
Aku telah sakit panas
Tidak mengikuti pelajaran
Karena aku sakit
Kidung Sang Dwija | 165
Sang Pengajar
Oleh : Digdho Sutopo
Sang pengajar tak henti lelah membagikan ilmunya.
Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
Kita harus bersyukur adanya pahlawan tanpa.
Oh kau adalah pelita dunia.
Oh sang pengajar kau adalah jendela dunia.
Jasamu bermanfaat untuk kita semua.
Menghormati pahlawan tanpa tanda jasa
seperti Garuda Indonesia.
Dialah sang pelita.
Kidung Sang Dwija | 166
Guruku Hebat
Oleh : Faisha Audia Syahrani
Memang sulit untuk mengajar kami
Tapi kau menghiraukan kesulitan itu
Kau tetap mengajar kami
Sampai kami bisa menulis, membaca menghitung
Terkadang kami membuatmu marah
Tapi kau tetap mengajar komi
Kaulah pahlawan tanpă tanda jasa
Dan kaulah guruku yang hebat
Kidung Sang Dwija | 167
Penabur Kebaikan
Oleh : Muhamad Agus
Kurniawan
Kebaikan kita
Adalah pancasila kita
Kebaikan harus kita patuhi bersama
Oh kebaikan kita harus menerapkan nilai-nilai
pancasila
Kebaikan harus kita laksanakan dan patuhi
penabur kebaikan adalah kebaikan diri sendiri
Oh penabur kebaikan kau selalu ada di hatiku
ini dan kau seldu ada di jiwaku ini
Kidung Sang Dwija | 168
Jasamu
Oleh : Putra Pratama
Engkau bersabar menghadapi tingkan laku kami
Engkau membimbing kami dengan penuh semangat
Kepedulian dan kasih sayangmu yang engkau berikan
Dan membagikan ilmu kepada kami
Jasamu guru
Tldak dapat kami balas
Akan kami kenang sepanjang masa
Terima kasih atas jasamu guruku
Kidung Sang Dwija | 169
Guruku Lenteraku
Oleh : M. Rizky Rama
Saputra
Terima kasih bapak ibu guruku
Yang telah mendidik kami
Dan bapak ibu guruku tak akan menyerah
Untuk mendidik kami
Terima kasih bapak ibu guruku
Yang tak kenal lelah
Kami tak akan berhenti untuk belajar
Dan kami akan mengenang jasa para
guru
Kidung Sang Dwija | 170
Coretan tinta
Oleh : Raditya
Totti Castello
Sejak pertama.
Kami bertemu denganmu.
Kau ajarkan coretan tinta
tuk semua ilmu.
Coretan tintamu
Kan kuingat selalu.
Ilmu darimu
Kan ku pakai seumur hidup.
Kidung Sang Dwija | 171
Daftar Penulis
Guru
Wiwit Hayuni, S.Pd
Lilik Nora Fita Hartanti,S.Pd
Anisyah
Denni Mallini, S.Pd
Titin Rumaningsih, S.Pd
Hardi Purwanita
Benny Rahmadi
Rendra Kurniadi
Dulwahab
Kelas 1
Suci Tiara Salsabila
Keanu Al-Ghazali
Javira Dewinta Okta Felany
Aiko Setya Wijaya
Anggara Yudha Dwi R
Rayhan Dzaky Alvaro
Abicika Putri Ajeng Kamaratih
Rizki Maulana Ibrahim
Ngapi Aurel
Abimanyu Meidasa Putra Henawa
Kalila Puspita Sari
Chelsea Della Fransiska
Kelas II
Adnan Pranaja K
Alden Adelio R
Alvaro Raka P
Aqwa Sabrun Jamil
Asyekhona Yusuf A
Denzel Timoti Pakpahan
Ghaida Khansa Azzahra
Kidung Sang Dwija | 172
Latifatuz Zahra Maulidia Efendi
Lizam Wida Destiano
Muhammad Abi S
Muhammad Hamdan S
Nadien Maura B A
Naffeza Rhea O
Norma Syafira
Pirga Adi Saputra
Septian Adi Putra
Saputra Fathir F
Zahratul Ma’wa
Kelas III
Adipati Arya Dastyan Sutiyono
Abhisheka Berin Pramudya
Afika Azalianti
Ainur Mayzhilla Maharani
Angelita Kezia Bening
Angraeni Dian Puspita
Ayyada Cinde Aghnisa
Danish Yufa Febriansyah
Fahrizal Atma Bakhtiar
Fathan Al – Maisan Zhafar
Jeni Setiana Dewi
Meisha Indah Maharani
Muhammad Aldi Reza Pratama
Muhammad Zidaan Galang Ramadhan
Nur Aishah Rina Saskia
Nurma Fatimah Azahra
Oktavia Zaskia Hermanacuha
Putri Julya Ruspita Dewi
Rangga Nur Rohman
Rizky Dwi Cahyani
Salma Anisatun Nabila
Kidung Sang Dwija | 173
Setiya Juliana
Wande Arkana Pranaya
Yesenia Qadira Neysa
Faizah Laila Kayana
Kelas IV
Jesline Alexia .T
Windy Radesta C.P
Naafila Zahiira .M
Rheviano Ibnu P
Hervavio Azka .A.P
Shifa Nur. S
Berlian Kusuma .W
Nurfathki L. N
Firnanda Ramadhani Nur.F
Julia Putri Anadewi
Zhara Nur Setyawati
Bella Anara Wahyu. W
Dion Nur Subagyo
Agung Febrianto
Avrilia Syahda Adinda .P
Hanung Nur Aptian
Aisyah Salwa
Allifia Hibbatus A.
Wulan Pratiwi
Hadid Bahreasy
Silvia Ayu Natali
Sifa Azwilda
Galih Pratama
Kelas V
Alfian ranaa zidan
Praba laras rahardiana
Dafa Alfarisky
Kidung Sang Dwija | 174
Marina
Arif Maulana
Kaizer Hanshome Khoirul Azza
Sintia Widia Astutik
Niffa maulida
Yekti Ajeng rahayu
Aulia
Asyifa Azzalia Kamilla
Meysha Cherilla F
Zerlinda Azalia MH
Mahardika Dinarto
Andi
Nurrohman
Hariyanto
Wahyu Lukojoyo
Kelas VI
Kinara Candy Aquira Armansyo
Arin Mirza Aliyana
Fahri Awali Akbar
Ika Novita Priastutik
Zhahira Ottavia Ayu Wirani
Niko Setiawan
M. Wildan
Levi Dwi P.
Tegar Aji Wiguna
Felysia Rizkia Fernanda Putri
Airani Thohiroh Ramandha
Nabila Puji Syahira
Natasya Ainnun Shaffa
Elsa Dwi Safitri
Farrel Romansyah
Winova Amelya Artha Sari
Safitri Yuniarti
Kidung Sang Dwija | 175
Fitri Muktafiana Kanzun
Siti Nurul Hidayah
Nazhril Ilham
Fernando Bintang Pratama
Amalia Widya Fatarani
Erico Raditya Anda Dinata
Digdho Sutopo
Faisha Audia Syahrani
Muhamad Agus Kurniawan
Putra Pratama
M. Rizky Rama Saputra
Raditya Totti castello
Kidung Sang Dwija | 176
Biodata Editor
Hardi Purwanita. Biasa
dipanggil kak Hardi.
Lahir di Nganjuk pada
tanggal 12 Maret
1985. Merupakan
anak ke-1 dari 2
bersaudara.
Penulis telah menempuh beberapa pendidikan
formal yaitu; SDN Jatisari I Kabupaten Tuban, SMPN
1 Bangilan Kabupaten Tuban dan SMUN 4 Bojonegoro.
D2 Universitas Negeri Malang lulus tahun 2006, S1 UT
Pokjar Bojonegoro lulus tahun 2011. Memulai karir
ditahun 2009 menjadi PNS di SDN I Tambakromo
Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Sejak 2017 mutasi
sebagai PNS dibawah naungan Pemkab Tuban. Di SDN
Kidung Sang Dwija | 177
Wonosari II. Tahun 2019 di SDN Banyuurip II. Dan
sekarang mengajar kelas 5 SDN Banyuurip I.
Merupakan penggagas dan penggerak komunitas
Gelis (Gerakan Literasi Senori) yaitu sebuah gerakan
Literasi pembuatan buku antologi karya siswa dari
kegiatan workshop literasi penulisan buku antologi
karya siswa bagi guru jenjang Sekolah Dasar Dinas
Pendidikan Kabupaten Tuban Tahun 2022 di
kecamatan Senori.
email : [email protected]
Kidung Sang Dwija | 178
KATA MEREKA
Pak Samsuri S.Pd. M.Pd (Kepala
Kordik Kecamatan Senori)
Kabupaten Tuban). Inovasi
yang dilaksanakan oleh Hardi
Purwanita adalah sebuah
inovasi yang menarik dan
mempunyai nilai plus. Karena
bisa dikatakan bahwa di
wilayah Kecamatan Senori ini dalam hal Literasi masih
kurang. Saya harap dengan terbentukknya Gerakan Gelis
(Gerakan Literasi Senori) bisa menjadi titik awal untuk
gebrakan-gebrakan literasi di Kecamatan Senori. Dan
terwujudnya buku yang diterbitkan dengan judul Kidung
Sang Dwija diharapkan bisa menjadi inspirasi seluruh
siswa-siswa SD di Senori untuk senang menulis.
Kidung Sang Dwija | 179
KATA MEREKA
Ibu Wiwit Hayuni, S.Pd. (Kepala
Sekolah SDN Banyuurip I
Kecamatan Senori Kabupaten
Tuban) Gerakan Gelis (Gerakan
Literasi Senori) Merupakan
ujung tombak dari adanya
gerakan literasi di SDN Banyuurip
I. Saya sangat senang dan bangga
karena budaya literasi di SDN Banyuurip I bisa hidup
dengan adanya kegiatan ini. Apalagi dengan terbitnya
sebuah karya dengan judul Kidung Sang Dwija Semoga
gerakan literasi ini bisa terus berlanjut dan berkembang
menjadi lebih baik lagi.
Kidung Sang Dwija | 180
Kidung Sang Dwija | 181