Bocah Penggembala dan Serigala
Contoh Cerita Anak selanjutnya berjudul Bocah
Penggembala dan Serigala yang terkenal bahkan sudah
diceritakan sejak dulu. Seperti judulnya yang
mengisahkan tentang anak penggembala yang hidup di
suatu desa bertugas menjaga atau menggembala
domba-domba di dekat hutan tetapi bukan miliknya
sendiri tetapi tuannya yang memberikan pekerjaan.
Dengan melakukannya setiap hari dan pekerjaannya
selalu sama membuat penggembala merasa bosan
sehingga berpikiran untuk mengerjai masyarakat atau
penduduk setempat. Dengan mengerjai orang-orang
akan membuatnya terhibur sehingga memulai aksinya
dengan memanggil atau berteriak minta tolong kepada
penduduk dengan berkata “Ada Serigala, ada
serigala!”.
Seperti yang ia kira banyak penduduk berdatangan
ingin membantunya akan tetapi tidak menemukan
serigala melainkan ia yang sedang tertawa terbahak-
bahak. Dan penduduk sadar kalau sedang dikerjai dan
ditipu sehingga mereka kesal dan kembali ke desa.
Tidak lama dari itu, beberapa hari kemudian ia kembali
melakukan hal tersebut yang seolah-olah meminta
bantuan kepada penduduk karena adanya serigala
yang ganas. Penduduk kembali cemas dan berlari untuk
membantu penggembala tersebut mengusir serigala
yang dianggapnya ada. Merasa tertipu untuk kedua
kalinya membuat penduduk kembali lagi ke desa
dengan perasaan marah dan kesal..
Kisah Selanjutnya dari Contoh Cerita Anak ini adalah di
beberapa hari setelah mengerjai para penduduk saat
sore hari menggembala domba ada serigala sungguhan
yang siap menyantap dombanya. Penggembala
tersebut tidak tinggal diam, ia berteriak meminta
tolong dan berharap penduduk akan datang untuk
membantunya. Akan tetapi, karena belakangan ini
sering mengerjai membuat penduduk tidak percaya
dan membiarkannya atau tidak menghiraukan
teriakannya. Sehingga membuat serigala bebas
memakan domba-dombanya sampai habis.
Dan membuat penggembala kebingungan karena ia
melihat dari jauh dombanya telah habis dimakan dan
apa yang akan ia katakan kepada tuannya. Dengan
cerita ini tentu mengajarkan anak untuk tidak berbuat
atau berkata bohong karena sekalinya berkata bohong
sulit membuat orang lain percaya lagi.
Nama : Sarah Ningrum Puspitarini
Kls : MM