MAKALAH TENTANG
FARMASI
TUGAS KELOMPOK AKBAR ANDINI AULIYA CITRA
RIVAIN
Peran Tenaga Ahli Farmasi dalam Menyongsong Indonesia
Sehat tahun 2025
Farmasi adalah salah satu bidang yang didalamnya terdapat ilmu meracik
obat, penyediaan sediaan obat dan pelayanan pada pasien yang dimana
dalam farmasi ini memiliki peran-peran penting di masyarakat. Profesi farmasi
hingga kini masih belum sangat dikenal luas oleh masyarakat. Padahal jika
dilihat, sebenarnya farmasi memiliki peran yang sangat penting dalam
kesehatan masyarakat. Karena seorang farmasis-lah yang paling tahu dan
lebih menguasai serta paling berkompeten dalam hal obat-obatan. Farmasi
sangat perlu dikenalkan pada masyarakat, mengapa? karena farmasis juga
memiliki peranan yang penting dalam kesehatan masyarakat, jika dia berobat,
farmasis lah yang lebih mengetahui dalam pemberian obat tersebut.
Adapun peran-peran yang dijalankan oleh farmasis di masyarakat yaitu
memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien,berinteraksi secara
langsung atau patient care. Sebelum melangkah lebih jauh, kita ketahui
bersama bahwa farmasis di luar negeri bisa dikatakan lebih maju
dibandingkan farmasi di Indonesia. Hal itu disebabkan lama waktu pendidikan
seorang farmasis yang kurang efektif. Di Indonesia, pada pendidikan S1,
harus meneladani dan mempelajari dulu semua bidang-bidan farmasi. Dan
pada saat selesai, barulah merek bisa memilih dimanakah minat mereka.
Sedangkan farmasis di luar negeri it, pada pendidikan S1 di semester tiga, kita
sudah dapat memilih dimana basic dan minat kita dalam bidang farmasi,
sehingga pada bidang tersebutlah hal itu ditekankan, dan pada semester
empat, mereka sudah dapat melakukan penanganan kasus atau melakukan
kolaborasi dengan profesi-profesi yang lain.
Farmasi akan terus berkembang agar dapat menyongsong Indonesia sehat
pada tahun 2025 yang akan dating. Menurut standar PBB, untuk mencapai
Indonesia sehat, untuk 1 apoteker itu jumlah orang yang bisa dilayani yaitu
minimal 2000 orang, itu merupakan angka standar untuk mencapai Indonesia
sehat, yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu , adil , dan merata serta
memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Namun di Indonesia,
terdapat banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang
menyediakan jurusan farmasi.
Di Indonesia kurang lebih 135 untuk S1 Farmasi, dan 46 untuk Profesi. Untuk
pelayanan apoteker kepada masyarakat, di mana apoteker harus memberikan
perawatan pada pasien dengan cara mengoptimalkan terapi obat, dan
mempromosikan kesehatan serta pencegahan penyakit. Dengan melakukan
hal-hal kecil seperti penyuluhan dan promosi tentang kesehatan kepada
masyarakat, akan menumbuhkan kesadaran pada masyarakat akan
pentingnya hidup sehat dengan dibantu oleh para pelayanan kesehatan pada
masyarakat.
Menurut peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 39 tahun
2016 bahwa Program Indonesia Sehat dilaksanakan untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan
masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan
pelayanan kesehatan.
Berdasarkan banyaknya perguruan tinggi dalam bidang farmasi yang tersedia, itu memungkinkan akan melahirkan apoteker-apoteker yang
banyak yang mungkin nantinya melebihi dari batas Indonesia Sehat, sehingga Indonesia sehat pada tahun 2025 akan jauh dari
pencapaian.Banyaknya perguruan tinggi bidang farmasi memungkinkan tidak efisiennya jumlah apoteker dan jumlah masyarakat yang akan
ditangani, Indonesia Sehat akan terlampaui dengan banyaknya jumlah apoteker.
Selain itu, adapun penyebab lain tidak tercapainya Indonesia Sehat yaitu, di Indonesia, jika ingin melakukan praktek, harus menjadi apoteker
dan memiliki izin praktek apoteker untuk menjadi penanggung jawab di apotek, rumah sakit, dan industri. Sehingga menyebabkan terlalu
banyaknya jumlah apoteker di Indonesia. Di Dalam Farmasi, meliputi beberapa bidang yaitu pelayanan, pengelolaan, pengembangan, dan
pendistribusian bahan obat.
Berdasarkan bidang-bidang tersebut, dapat kita lihat bahwa Farmasi itu sangat luas, tidak terpaku hanya dalam meracik obat, menerima resep,
memberi obat dan selesai. Farmasi memiliki banyak bidang yang kita bisa memilih pada bidang apa yang akan kita cintai. Nah, untuk mencapai
Indonesia Sehat, perlunya kita melakukan pemanfaatan bidang-bidang tersebut dengan baik. Dalam bidang-bidang tersebut juga kita dapat
melaksanakan visi misi kita sebagai seorang farmasis yang akan berperan dalam pencapaian Indonesia Sehat.
Peran-peran sebagai seorang farmasis yang harus dilaksanakan untuk menyongsong Indonesia Sehat tahun 2025 yaitu dengan memperdalam
wawasan masyarakat mengenai kesehatan dan informasi tentang obat walaupun masih menyandang S1, kita tetap harus memberikan
informasi kepada masyarakat karena seorang farmasis adalah ‘communicator yang mempunyai keterampilan berkomunikasi yang baik,
sehingga pelayanan kefarmasian dan interaksi antar tenaga kesehatan berjalan dengan baik. Sasarannya yaitu agar masyarakat lebih sadar
akan perilaku hidup sehat,dan lingkungan yang sehat serta mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
Peran selanjutnya yaitu memelihara pelayanan kesehatan yang bermutu dan dapat terjangkau untuk semua kalangan masyarakat yaitu
dengan cara mengatasi terjadi peredaran obat bebas di pasaran. Karena dengan beredarnya obat bebas ini , masyarakat akan mengkonsumsi
obat secara bebas tanpa resep dari dokter. Sehingga jika takada resep, pasti akan menimbulkan efek samping yang besar bagi pasien. Selain
itu juga, sarjana farmasis harus menghafal dan mengetahui 243 obat generik. Obat generik adalah jenis obat yang memiliki kesamaan yaitu
kualitas, dosis, keamanan dan kekuatan dosis dengan obat yang bermerek. Sehingga jika farmasis telah menguasai mengenai obat generic,
maka akan lebih mudah dalam menganalisis obat-obat paten yang beredar yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan obat generik.
Agar semua kalangan masyarakat dapat menjangkau kesehatan yang bermutu, pengetahuan seorang farmasi tentang obat generic akan
sangat membantu. Selama ini, obat yang memiliki hak paten-lah yang lebih dikenal oleh sebagian masyarakat walaupun harganya lebih mahal.
Padahal obat generic memiliki keamanan yang sama dengan obat paten untuk dikonsumsi oleh masyarakat . Obat generic harganya jauh lebih
murah dibandingkan obat paten karena tidak bermerek. Namun obat generic inilah yang akan sangat membantu masyarakat agar semua
kalangan masyarakat dapat mengkonsumsi obat dan merasakan kualitas hidup yang baik.
Selain itu, agar masyarakat dapat menjangkau kesehatan yang bermutu, maka masyarakat harus menggunakan obat secara rasional atau
Penggunaan Obat Rasional (POR) Menurut WHO, pendefinisian POR adalah “Pasien menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan
klinis mereka, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan individu, untuk jangka waktu yang tepat dan dalam biaya terapi yang terendah bagi
pasien maupun komunitas mereka.”
Berdasarkan definisi tersebut, maka seorang farmasis diwajibkan memberikan obat berdasarkan kondisi pasien,obat dapat diberikan sesuai
dengan keluhan dan hasil diagnosa. Memberikan dosis yang tepat dan lama pemberian obat, dan memilih biaya pengobatan sesuai dengan
kemampuan pasien agar semua kalangan dapat menjangkau
Untuk menyongsong Indonesia sehat delapan tahun kedepan atau tahun 2025 maka peran farmasis yang lain yaitu pembangunan dalam
bidang kesehatan agar masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya karena itu merupakan hak fundamental bagi setiap
orang tanpa membeda-bedakannya baik itu agama, suku ras maupun tingkat sosial ekonominya. Peran farmasis dalam mewujudkan hal
tersebut dengan melibatkan seorang farmasis atau apoteker dalam pelayanan pasien baik mengenai obat-obatan maupun tentang alat
kesehatan, serta kontribusi seorang apoteker dalam hal resep untuk pasien dan penggunaan obatnya.
Hal tersebut membutuhkan seorang farmasis yang profesional dan memiliki kemampuan disiplin yang tinggi. Mengamalkan kode etik dan
standar profesi serta menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun upaya dan peran farmasis untuk mewujudkan Indonesia
sehat tahun 2025 yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan. Selain itu, hal yang dapat dilakukan seorang
farmasis dalam pelayanan masyarakat yaitu dengan cara menentukan prioritas kesehatan.
Semakin majunya teknologi saat ini, maka untuk lebih mensejahterakan masyarakat dalam mencapai Indonesia Sehat tahun 2025, maka
beberapa wilayah telah menggunakan aplikasi online untuk memudahkan dalam pembelian, pemesanan dan pengantaran obat ke rumah
pasien yang membutuhkan dengan sasaran pemasarannya didasarkan pada apotek terdekat dari rumah pasien yang memesan obat. Apotek
yang menerima pesanan obat akan menerima pesanan berdasarkan resep yang diterima. Adapun upaya dan peran farmasis untuk
mewujudkan Indonesia sehat tahun 2025 yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan. Selain itu, hal yang dapat
dilakukan seorang farmasis dalam pelayanan masyarakat yaitu dengan cara menentukan prioritas kesehatan.
Adapun macam-macam ruang lingkup farmasi yaitu , yaitu pada beberapa bidang. Diantaranya adalah bidang Industri. Bidang industri pada
farmasi meliputi dalam hal fungsi pemasaran produk, dan pengembangan produk,manajemen serta kualitas produk. Disamping itu dokter juga
ikut berperan bersama apoteker dalam memperkenalkan produk yang dihasilkan oleh seorang farmasis yang kemungkinan dihasilkan oleh
seorang apoteker maupun tenaga yang lain yang ahli dalam bidang ini.
Namun, sebagai seorang yang lebih mengenal tentang hal obat-obatan atau sejenisnya, dan yang langsung berhubungan dengan produk
tersebut, apoteker lah yang paling ideal dalam pembuatan produk tersebut. Bidang yang mencakup ruang lingkup farmasi selanjutnya adalah
bidang klinis atau bidang rumah sakit. Dalam bidang ini dapat dilakukan di rumah sakit pemerintah dan dapat pula dilakukan di rumah sakit
swasta. Farmasi rumah sakit juga sangat dibutuhkan karena bertambahnya jumlah penduduk yang memungkinkan dibutuhkannya jumlah
apoteker atau seorang farmasis di rumah sakit dalam jumlah yang banyak, selain itu penggunaan obat juga akan semakin meningkat.
Selanjutnya, bidang yang mencakup ruang lingkup farmasi adalah dalam bidang pemerintahan, pemerintah sangat membutuhkan seorang
tenaga farmasis dalam hal penyaluran obat dan alat kesehatan. Selain dalam hal penyaluran obat, dalam ruang lingkup pendidikan, juga
dibutuhkan seorang farmasis untuk direkrut agar bisa menjabat sebagai seorang dosen di perguruan tinggi.
Dan sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyangkut pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, maka seorang farmasi
sangat dibutuhkan dan wajib mengabdi kepada masyarakat. Ruang lingkup farmasi yang lain yaitu dalam bidang Pengawasan obat dan
makanan, penanganan dan pengawasan narkotika dan psikotropika, dan masih banyak lagi.