MODUL MENGUKUR TUBUH
DISUSUN OLEH :
INTUANI KHOTMA.I.P.S,SPD
SMK NEGERI 3 PEKANBARU
2022
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
1
MENGUKUR TUBUH
A. KOMPETENSI INTI
1. KI / Kompetensi Inti 3 ( Pengetahuan )
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Tata Busana. Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenPembuatan Polan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. KI / Kompetensi Inti 4 ( Keterampilan )
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja
Tata Busana.Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas
yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. KOMPETENSI DASAR
KD 3.1 Menganalisis ukuran tubuh
KD 4.1 Mengukur Tubuh Pelanggan
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
2
C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Anatomi tubuh manusia
2. Macam-macam bentuk tubuh
3. Letak titik dan garis tubuh ( body line )
4. Macam-macam alat ukur
5. Etika Mengukur
6. Teknik Mengukur Tubuh
D. INFORMASI PENDUKUNG / PRA SYARAT
1. Alat dan bahan :
a. Alat-alat Mengambil ukuran tubuh
b. Alat tulis
2. Bahan
a. Buku Ukuran
3. Pra syarat
a. Peserta didik mengenal dan mengetahui cara menggunakan alat mengukur tubuh
b. Peserta didik dapat berkomunikasi dengan baik
E. PAPARAN ISI
1. Anatomi Tubuh
Berikut ini adalah pembelajaran yang akan membahas tentang bagaimana kita
mengenal tubuh kita sendiri dan juga tubuh orang lain. Agar kita bisa menentukan
dan memilih busana yang akan kita pakai atau agar kita bisa membuat pola sesuai
dengan bentuk tubuh model. Untuk dapat mengenal bentuk tubuh, tentunya kita harus
belajar tentang bentuk dan susunan tubuh manusia. Ilmu yang mempelajari tentang
bentuk dan susunan tubuh manusia disebut dengan Anatomi.
Anatomi dalam ilmu kedokteran berarti Urai. Maksudnya adalah ilmu yang
mempelajari susunan tubuh manusia secara terurai/rinci, mulai dari ujung rambut
sampai ke ujung kaki. Antara lain adalah:
a. Susunan, bentuk, ukuran, dan perbandingan panjang maupun besar bagian tubuh.
b. Bagian bagian tubuh dan letak nya.
c. Tulang persendian , syaraf dan otot.
d. Rongga tubuh dan isinya.
e. Kulit, kelenjar, rambut dan kuku.
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
3
Untuk mendapatkan busana yang sesuai dengan ukuran dan bentuk, maka
pembuatan pola busana haruslah diawali dengan mempelajari bentuk tubuh model
yang akan memakai busana tersebut. Jadi
tujuan mempelajari bentuk dan susunan tubuh manusia adalah agar dapat diketahui
kelebihan dan kekurangan yang ada pada tubuh kita yang pada akhirnya busana
yang dibuat dapat menampilkan busana yang mampu meminimalisir kekurangan
dan menonjolkan kelebihan serta sesuai dengan bentuk tubuh pemakai.
Secara umum susunan tubuh manusia dapat dilihat pada gambar kerangka tubuh
manusia seperti gambar berikut ini:
Gambar: 1.1 Kerangka tubuh manusia
Sumber: Bunka Publishing Bureau
Dari gambar rangka tubuh di atas dapat di lihat bahwa ada macam - macam
persendian dan bagian tubuh yang mempengaruhi gerak. Tubuh dapat digerakkan
dengan berbagai gaya dan sikap karena adanya persendian. Dengan adanya
persendian, perlu dipikirkan agar dalam pembuatan pola busana tidak mengganggu
gerak tubuh. Oleh karena itu pada bagian persendian tertentu, perlu diberi
kelonggaran pada pakaian. Sebagai contoh, kita tidak dapat membuat pola busana
yang ketat atau pas pada siku, lutut, kerung lengan dan lain lain. Persendian dan
bagian tubuh tersebut adalah:
a. Sendi pelana, yaitu persendian pada leher yang dapat berputar ke segala arah.
b. Sendi Peluru.
1) Persendian yang terdapat pada antara lengan dan bahu.
2) Persendian yang terdapat antara pinggul dan paha.
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
4
c. Sendi Engsel
1) Persendian siku.
2) Persendian lutut.
d. Persendian pada pergelangan dan jari.
a. Guna kerangka:
1) Menahan seluruh bagian bagian badan supaya tegak kokoh.
2) Melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung dan paru paru.
3) Tempat melekatnya otot – otot dan untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan
otot.
4) Tempat pembuatan sel sel darah terutama sel darah merah.
5) Memberikan bentuk pada bangunan tubuh.
Kerangka tubuh manusia, disempurnakan dengan adanya otot otot yang menentukan
bentuk tubuh manusia dengan memberikannya volume dan bentuk. Dengan adanya
otot tujuannya adalah untuk memerintahkan dan mengkoordinasikan gerakan. Kita
hanya akan mempelajari otot otot bergerak bagian luar yang menentukan volume
tubuh dari segi artistik. Kita perlu mengetahui fungsi setiap otot dalam tiap gerakan
agar bisa mendapat pandangan yang sempurna dari tubuh manusia, dalam pose
apapun yang kita ingin lihat. Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat pada bagian
luar menutupi dan melindungi permukaan tubuh, yang berhubungan dengan selaput
lendir yang melapisi rongga rongga, lubang lubang yang masuk pada permukaan
kulit dan bermuara pada kelenjar keringat. Tubuh manusia terdiri lebih dari 200
ulang yang saling kait mengait. Akan tetapi yang dibahas dalam bahan ajar ini adalah
yang mempengaruhi gerakan tubuh manusia di dalam persiapan pembuatan busana,
khususnya dalam pembuatan pola busana. Tulang di isi oleh otot dan darah.
Kesemuanya ini membentuk jaringan sehingga ada bagian bagian tubuh yang mampu
bergerak dengan lues. Dalam ilmu anatomi tubuh manusia, semua tulang yang ada
pada rangka tubuh, mempunyai fungsi dan nama atau istilah masing masing. Kita
tidak membahas fungsi dari masing masing tulang tersebut tapi kita cukup
mempelajari nama nama atau istilah yang biasa digunakan dalam anatomi tubuh,
khususnya yang ada kaitannya dalam pembuatan busana. Nama dan istilah anatomi
tersebut adalah sebagaimana terlihat pada gambar berikut ini.
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
5
Gambar 1.2 Struktur Tubuh Manusia Bagian Muka
Sumber: Fundamentals Of Garment Design
Gambar 1.3 Struktur Tubuh Manusia Bagian Belakang
Sumber: Fundamentals Of Garment Design
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
6
Apabila diperhatikan rangka tubuh di atas, betapa luarbiasanya dan betapa
sempurnanya ciptaan Tuhan, Tulang punggung atau tulang belakang sampai pada
pinggang di susun sedemikian rupa, sehingga dengan susunan yang sempurna ini
mampu membuat tubuh kita bergerak memutar ke kiri, ke kanan, ke muka,
membungkuk dan lain lain.
2. Bentuk Tubuh
Dari beberapa sumber mengatakan kita dapat mempelajari perubahan dan
perkembangan bentuk tubuh manusia dalam tiga periode, yaitu abat ke 14, abad ke 16
dan abat ke 17 sampai sekarang.
a. Bentuk tubuh abad ke 14
Pada Abad ke 14 bentuk tubuh manusia bulat (gemuk berisi) dan pendek sehingga
tidak begitu berbeda antara tubuh bagian atas dengan tubuh bagian bawah. Jarak
antara perut, dada dan dagu begitu dekat sehingga pada Abad ini lingkar
dada/badan sebagai patokan adalah titik dada. Garis pinggang sebagai patokan
adalah titik pusar. Garis panggul adalah bagian panggul yang terbesar disekitar
area panggul. sedangkan tengah depan atau tengah muka, dan tengah belakang
adalah tepat pada garis tengah muka dan tengah belakang. Sebagai gambaran dari
bentuk tubuh dan garis tubuh manusia pada Abad 14 ini adalah dapat dilihat pada
tampilan gambar berikut ini.
Gambar 2.1
Bentuk Tubuh Abad ke 14
Sumber: Bahan Diklat Pola - Dynan Fariz
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
7
b. Bentuk Tubuh Abad ke 16
Pada Abad ke 16 bentuk tubuh manusia mengalami sedikit perubahan yang mana
bentuk tubuh manusia menjadi lebih menarik bila dibandingkan dengan Abad
sebelumnya. Pada Abad ini bentuk tubuh manusia lebih lansing dan lebih
berbentuk. Garis pinggang sudah terlihat nyata dan jarak antara dagu dan dada
tidak begitu dekat, Cuma saja pada Abad ini manusia belum ada setinggi sekarang
(masih pendek). Pada Abad ini ditemukan bahwa garis sisi/samping harus tegak
lurus, sedangkan garis tengah belakang harus melalui setengah leher belakang dan
tengah garis pantat. Pada zaman ini garis tubuh dibuat atau ditentukan dengan
memberi tanda dengan garis lurus saja. Garis horizontal untuk garis tubuh bagian
panjang atau tinggi, dan garis vertikal untuk garis tubuh bagian lebar atau
lingkaran, seperti garis pinggang, garis panggul dan lain - lain.
Gambar 2.2
Bentuk Tubuh Abad ke 16
Sumber: Bahan Diklat Pola - Dynan Fariz
c. Bentuk Tubuh Abad ke 17
Perkembangan bentuk tubuh sampai pada Abad 17, bentuk tubuh manusia menjadi
lebih tinggi dari Abad sebelumnya. Apa yang menyebabkan manusia menjadi lebih
tinggi, belum ada penjelasan yang membahas soal itu, namun demikian semakin
baiknya kehidupan dan semakin baik pula pemenuhan kebutuhan gizi makanan
mungkin salah satu hal yang menyebabkan manusia bertambah tinggi.
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
8
Pada Abad 17 sampai sekarang dikatakan bahwa garis tubuh adalah mengikuti
perspektif tubuh. Artinya di dalam membaca desain, membuat perbandingan
desain, sesuai dengan perspektif tubuh pemakai. Jadi apa bila ada bentuk tubuh
yang tidak ideal misalnya bahu tidak sama tinggi, posisi tubuh tidak tegak lurus,
panggul tidak sama tinggi dan lain - lain maka garis tubuh dibuat disesuaikan
dengan bentuk tubuh tersebut yang akhirnya ukuran yang akan di ambil tentu juga
harus mengikuti bentuk tubuh tersebut. Sebagai contoh dapat dilihat gambar
berikut ini.
Gambar 2.3
Garis Tubuh Mengikuti Perspektif Tubuh
Sumber: Figure Drawing For Fashion Design
Setelah kita memahami perkembangan bentuk tubuh wanita dari zaman ke zaman,
selanjutnya kita harus memahami pula bahwa untuk mengambil ukuran tubuh wanita
dan selanjutnya kita akan membuat pola busananya, kita harus tahu macam-macam
bentuk tubuh wanita. Apa kelebihan dan kekurangan setiap bentuk tubuh wanita
tersebut, sehingga kita bisa memahami busana seperti apa yang tepat untuk
menonjolkan kelebihan dan menutupi kekurangan bentuk tubuh wanita
d. Bentuk Buah Pir
Buah pir adalah buah yang memiliki bentuk khas. Bentuk buah bagian bawah lebih
besar daripada bentuk buah bagian atas.
Ciri-ciri bentuk tubuh buah pir:
1) Dada sempit atau kecil
2) Bahu tidak lebar
3) Pinggang kecil
4) Pinggul besar atau lebar SMKN 3 PEKANBARU
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd
9
5) Paha dan bokong berisi atau besar
Gambar 2.4
Bentuk Tubuh Buah Pir
Sumber: http://fr.wikihow.com/vous-habiller-selon-la-forme-de-votre-corps
Untuk bentuk tubuh buah pir, tips busananya adalah:
1) Cari aksesoris yang bisa dipakai di area leher sehingga dapat mengimbangi area
pinggul dan paha
2) Hindari memilih jegging atau bahan-bahan ketat
e. Bentuk Tubuh Buah Apel
Buah apel adalah buah yang mempunyai bentuk yang bulat. Ciri-ciri wanita yang
memiliki tubuh bentuk buah apel adalah:
1) Bentuk tubuh bagian dada lebar
2) Bahu lebar
3) Pinggang lebar
4) Pinggul sempit atau kecil
5) Paha dan kaki kecil
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd Gambar 2.5
10 SMKN 3 PEKANBARU
Bentuk Tubuh Buah Apel
Sumber: http://fr.wikihow.com/vous-habiller-selon-la-forme-de-votre-corps
Untuk bentuk tubuh buah apel, tips busananya adalah:
1) Hindari memilih busana berbahan kaus/spandex yang akan membungkus tubuh
ketat.
2) Cari busana yang agak longgar sehingga membantu menutup bagian pinggang.
3) Hindari aksen pinggang terlalu banyak agar pinggang tidak terlihat makin lebar dan
gemuk.
4) Pilih dress atau rok berbentuk A, dan cari warna-warna gelap untuk memberikan
kesan langsing.
e. Bentuk tubuh jam pasir
Jam pasir memiliki bentuk yang besar pada bagian bawah dan atas, namun ramping
di tengah. Bentuk tubuh jam pasir adalah bentuk tubuh yang diidamkan oleh
kalangan wanita. Bentuk tubuh ini memiliki ciri yaitu bagian dada dan pinggul
lebih lebar daripada pinggang. Pinggang pemilik tubuh jam pasir cenderung kecil
atau ramping.
Gambar 2.6
Bentuk Tubuh jam pasir
Sumber: http://fr.wikihow.com/vous-habiller-selon-la-forme-de-votre-corps
Keuntungan memiliki bentuk tubuh jam pasir ini bebas memilih berbagai macam
busana.
Agar terlihat seksi, Anda bisa memilih sequin dress, peplum atau lace.
f. Bentuk Tubuh Persegi Panjang
Ciri-ciri dari wanita yang memiliki bentuk tubuh persegi panjang adalah:
1) Lebar pinggang nyaris sama dengan lebar pinggul
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
11
2) Lebar bahu hampir sama atau sama dengan lebar pinggang dan pinggul
3) Tidak memiliki lekuk tubuh yang signifikan
Gambar 2.7
Bentuk Tubuh persegi panjang
Sumber: http://fr.wikihow.com/vous-habiller-selon-la-forme-de-votre-corps
Umumnya mereka yang bertubuh lurus / persegi panjang juga tidak mudah
memilih busana. Distribusi lemak rata-rata menyebar, namun tidak membuat berisi.
Tubuh cenderung seperti pisang atau seperti penggaris, jadi kurang terlihat
menarik. Memiliki tubuh jenis ini, gunakan bahan-bahan busana yang sifatnya
memberi volume, seperti rajut, chiffon, hycon, atau ruffle dan hindari memakai
busana yang ketat.
Anda juga sebaiknya tidak memilih busana-busana yang terlalu pendek, karena
justru sebenarnya akan semakin mengekspose tubuh kurus Anda.
3. Titik dan Garis Tubuh ( body line )
Tubuh manusia terdiri dari tulang, daging atau otot dan kulit. Letak titik tubuh yang
akan menetukan garis tubuh tidak begitu jelas apabila tubuh seseorang gemuk atau
banyak/tebal otot/dagingnya. Menentukan titik tubuh akan lebih jelas apabila model
cukup memakai busana/ pakaian dalam saja sebagaimana terlihat pada gambar berikut
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
12
Gambar 3.1
Menentukan titik tubuh
Sumber: Fundamentals Of Garment Design
Keterangan berdasarkan gambar di atas :
a. Titik puncak kepala.
b. Titik dahi.
c. Titik Tulang punggung belakang.
d. Titik leher pada bahu.
e. Titik leher muka.
f. Titik bahu.
g. Titik bawah lengan bagian muka.
h. Titik bawah lengan bagian belakang.
i. Titik puncak(payudara).
j. Titik siku.
k. Titik pegelangan tangan.
l. Titik tinggi pinggul.
m. Titik lutut.
Titik tubuh adalah langkah awal untuk menentukan garis tubuh. Untuk pembuatan
pola busana kita perlu mempelajari dimana letak titik tubuh, agar pada saat
menganalisa bentuk tubuh dan pada saat mengukur tubuh, kita akan tahu dimana garis
tubuh tersebut dimulai dan dimana garis tubuh itu berakhir, kemudian dengan
mempelajari titik tubuh, kita akan mampu mengidentifikasi tentang dimulai dari mana
dan berakhir dimana suatu ukuran yang kita ambil. Diawali dengan mengenal titik
tubuh pada boneka, kemudian kita akan lebih mudah mencoba menentukan titik - titik
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
13
tubuh tersebut pada tubuh manusia atau model yang akan kita buatkan pola
busananya. Apabila kita akan melakukan pemberian tanda titik tubuh pada model atau
dummy, kita dapat membubuhkan tanda dengan menggunakan alat bantu seperti
spidol tekstil, kertas berwarna yang ada perekat atau lemnya, atau alat bantu lain yang
dapat digunakan untuk memberi tanda yang dapat dilihat dengan jelas pada saat
memasang body line/garis tubuh. Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar berikut
ini.
Gambar 3.2
Memberi Tanda Titik Tubuh
Sumber: Patternmaking for Fashion Design
Dengan berpedoman pada titik tubuh yang sudah ditetapkan sebagaimana yang
dilakukan pada materi sebelumnya, maka titik - titik tersebut dihubungkan menjadi
berbentuk garis, kemudian garis inilah yang menjadi garis tubuh ( body line ). Untuk
mendapatkan ukuran yang tepat dari tubuh model maupun dammy kita perlu dan
harus menentukan letak titik dan garis tubuh model atau dammy tersebut. Bentuk
tubuh dan letak garis tubuh akan mempengaruhi ukuran tubuh sebab ukuran tubuh
akan diambil dengan cara berpedoman dan mengikuti garis tubuh, oleh sebab itu
menentukan titik dan letak garis tubuh betul – betul harus sesuai dengan perspektif
tubuh. Untuk memudahkan mengukur dan untuk mengetahui dengan pasti letak titik -
titik dan garis tubuh yang akan di ukur, maka kita perlu mengetahui dimana
posisi/letak garis tubuh tersebut yang sebenarnya, oleh sebab itu perlu dibuat garis
tubuh dengan menggunakan pita kecil atau pita body line pada tubuh yang akan di
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
14
ukur. Fungsi dari memberi tanda garis tubuh dengan pita body line tersebut adalah
untuk mengetahui:
a. Letak bagian – bagian tubuh.
b. Letak titik (point) dan garis tubuh, yang diperlukan untuk pengambilan ukuran dan
pembuatan pola pakaian dengan teknik konstruksi.
Bahan yang diperlukan untuk menentukan body line pada: body dummy
a. Kapur jahit.
b. Body line type , yaitu pita berperekat yang dapat digunakan langsung, tetapi kalau
tidak ada, dapat di pakai bahan pengganti seperti:
1) Pita dari bahan saten lebar 0,3 – 0,5 cm.
2) Jarum pentul ukuran panjang 2 – 2,5 cm.
Cara meletakan body line adalah dengan cara ditempelkan dengan bantuan jarum
pentul yang tidak berkepala dan pendek dengan ukuran 2 cm sampai 2,5 cm. Hindari
penggunaan jarum pentul yang berlebihan, karena akan mengganggu kelenturan
jatuhnya pita pada body dummy
Urutan kerja pemasangan body line dapat diikuti materi sebagaimana yang dipaparkan
berikut ini.
Urutan Kerja Meletakkan Garis Tubuh ( Body Line) Pada Dummy.
a. Menentukan Titik (poin) pada tubuh yang akan di ukur dan di pasang body line.
b. Garis tengah muka (TM) atau centre front line (CF).
c. Garis tengah belakang (TB) atau centre back line (CB).
d. Garis lingkar badan atau Bust line.
e. Garis lingkar pinggang atau waist line.
f. Garis lingkar panggul atau hip line.
g. Garis lingkar leher atau neck line.
h. Garis kerung lengan atau arm hole.
i. Garis bahu dan garis sisi atau shoulder line and side line.
j. Garis prinses bagian muka atau front princess line.
k. Garis prinses bagian belakang back princess line.
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
15
Sebelum meletakkan body line pada dummy, yakinkan titik - titik (poin) yang akan di
ukur sudah di beri tanda dengan benar sebab tanda ini nantinya yang akan dijadikan
sebagai patokan dalam pemasangan body line. Untuk melihat ketepatan letak garis
atau titik yang telah di pasang, lihatlah dari jarak jauh kira - kira 2 meter sampai 2,5
meter.
Kriteria Pemasangan Body Line.
a. Ikuti urutan kerja pemasangan body line yang sudah di tulis sebelumnya, apa bila
tidak sesuai urutan, akan ada bagian pita yang terganggu oleh pita yang lain.
b. Garis lingkar harus rata apa bila dilihat dari muka sisi dan belakang.
c. Garis prinses dimulai dari pertengahan bahu melalui titik puncak payudara dan
lurus ke bawah.
d. Garis bahu haruslah terlihat segaris, yang dapat di lihat dari bagian muka dan dari
bagian belakang. Apa bila garis bahu hanya dapat di lihat dari bagian depan saja,
berarti letak garis bahu belum benar, artinya terlalu maju ke depan. Apa bila garis
atau pita hanya terlihat dari belakang saja berarti pemasangan garis bahu belum
benar, artinya terlalu ke belakang. Seharusnya dapat dilihat dari muka dan dari
belakang.
e. Garis sisi harus lurus dan segaris dengan gari
f. Kerung lengan mengikuti bentuk lengan.
Gambar 3.3
Memasang Body Line
Sumber: Bunka Publishing Bureau
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
16
4. Macam-macam alat ukur
a. Pengertian Ukuran
Pada kegiatan pembuatan pola busana, ukuran tubuh adalah faktor penting yang
akan menentukan hasil dan bentuk konstruksi pola dari busana yang akan di buat.
Ukuran adalah Bilangan yang menunjukkan besar kecilnya satuan ukuran atau
suatu benda, sedangkan fungsi ukuran adalah sebagai berikut:
1) Sebagai data dalam pembuatan pola, baik pola datar ( flat pattern ) maupun pola
pulir ( drapping )
2) Sebagai dasar untuk pengembangan desain-desain baru
3) Merupakan referensi di dalam pengecekan pola
4) Membantu dalam pengepasan ( fitting )
b. Macam-macam alat untuk Mengukur Tubuh
1) Centimeter
2) Peterban
3) Alat tulis
4) Daftar ukuran / buku ukuran
c. Jenis ukuran BAHASA INGGRIS
NO BAHASA INDONESIA Neck line
Ukuran Lingkar Bust line
Waist line
1 Lingkar leher Hip line
2 Lingkar badan Arm hole
3 Lingkar pinggang Knee line
4 Lingkar panggul Wrist
5 Lingkar kerung lengan Around the elbow
6 Lingkar lutut Around the hand
7 Lingkar ujung lengan / pergelangan Around the head
8 Lingkar siku Around the thigh
9 Lingkar tangan Around the lower leg
10 Lingkar kepala
11 Lingkar paha Shoulder line
12 Lingkar betis Across back
Across front
Ukuran Lebar
13 Lebar bahu
14 Lebar punggung
15 Lebar muka
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
17
Ukuran Panjang Back length
16 Panjang punggung Front length
17 Panjang muka Sleeve length
18 Panjang Lengan Dress length
19 Panjang blus / gaun / blaze Skirt length
20 Panjang rok
Ukuran Tinggi Hip length
21 Tinggi panggul Bust point
22 Tinggi dada
Weight
Ukuran Berat / Tinggi Badan Tall
23 Berat badan
24 Tinggi badan
Tabel 4.2 Jenis Ukuran
Sumber: Bunka Publishing Bureau
5. Etika Mengukur
a. Posisi di depan sebelah kanan model yang di ukur
b. ujung pita ukuran yang ber angka kecil ada di tangan kiri
c. bila pita ukuran di lingkarkan atau di gantung pada leher,
maka pita ukuran yang ber angka kecil, ada di tangan kanan
d. pastikan pita ukuran tidak terlipat atau tidak melintir
e. mulailah mengukur dengan sopan dan teliti
f. usahakan model tidak berpindah tempat atau berputar
mengikuti keinginan yang mengukur
g. jangan memasang pita ukuran disekeliling tubuh dengan
ketat, sehingga menekan otot
h. sebaiknya letakkan pita ukuran dengan tekanan yang ringan
dan merata, untuk mendapatkan ukuran yang benar
i. Akan lebih lengkap lagi apabila kita juga mengetahui berat
badan model, supaya dapat diketahui apakah model mempunyai
tubuh yang seimbang antara berat badan dengan tinggi badan
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd Gambar 5. 1 Posisi Tubuh Pada Saat Di Ukur
18 Sumber: Pattern Making For Fashion Design
SMKN 3 PEKANBARU
6. A. Teknik Mengukur Tubuh Pada Model / Pelanggan
1. Lingkar leher
Diukur sekeliling leher yang
terbesar.
2. Lingkar badan
Pita ukuran dilingkarkan
melalui ke dua titik puncak
payudara dan di ukur rata
dari bagian muka dan
belakang tidak ditambah dan
tidak dikurangi.
3. Lingkar pinggang
Pita ukuran dilingkarkan pada
pinggang yang paling kecil,
sehingga pita ukuran tidak
bergeser ke atas dan ke
bawah(sebelumnya pinggang
sudah di ikat dengan
peterban).
Tabel 6.1 Cara Mengambil
Ukuran Pada Model
Sumber: Bunka Publishing Bureau
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
19
4. Lingkar pinggul
Pita ukuran dilingkarkan pada
keliling panggul yang
terbesar. Untuk model yang
perutnya tebal sebaiknya
diberi alat bantu dengan
menempelkan karton pada
bagian perut, kemudian pita
ukuran dilingkarkan di atas
alat bantu tersebut, lihat
gambar.
5. Lingkar kerung lengan
Diukur sekeliling lingkar
kerung lengan mulai dari titik
bahu melalui ketiak sampai
titik bahu semula.
6. Panjang bahu
Diukur dari titik bahu pada
leher tertinggi sampai titik
bahu terendah pada ujung
bahu bagian lengan
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
20
Tabel 6.2 Cara Mengambil
Ukuran Pada Model
Sumber: Bunka Publishing Bureau
7. Lebar punggung
Diukur dari garis lipatan ketiak
kiri bagian belakang sampai
batas garis lipatan ketiak
kanan bagian belakang.
8. Panjang punggung
Diukur dari tulang leher
belakang sampai batas garis
pinggang (pita ukuran lurus
9. Lebar muka atau lebar dada
Diukur dari garis ketiak kiri
bagian muka sampai garis
ketiak kanan bagian muka.
Tabel 6.3 Cara Mengambil
Ukuran Pada Model
Sumber: Bunka Publishing Bureau
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
21
10. Panjang muka
Diukur dari lekuk leher bagian
muka sampai batas garis
pinggang.
11. Panjang lengan
Diukur dari titik bahu sampai
batas yang diinginkan
12. Lingkar ujung lengan (lengan
panjang) Diukur sekeliling
pergelangan tangan.
Tabel 6.4 Cara Mengambil
Ukuran Pada Model
Sumber: Bunka Publishing Bureau
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
22
13. Panjang gaun
Diukur dari titik leher belakang
sampai batas yang diinginkan
atau mulai dari lantai sampai
batas ketinggian berapa
panjang dari lantai yang
diinginkan.
14. Panjang rok
Diukur dari garis pinggang
sampai batas yang diinginkan
atau mulai dari lantai sampai
batas ketinggian berapa
panjang dari lantai yang
diinginkan.
Tabel 6.5 Cara Mengambil
Ukuran Pada Model
Sumber: Bunka Publishing Bureau
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
23
15. Tinggi pinggul
Diukur pada bagian sisi muka
mulai dari garis pinggang
sampai garis panggul yang
tertinggi atau terbesar
16. Tinggi dada/tinggi puncak
dada Diukur lupus dan tegak
lupus dari batas garis
pinggang menuju titik puncak
tertinggi.
17. Lingkar Pesak(untuk celana)
Lingkar pesak di ukur dengan
cara melingkarkan pita ukuran
melalui selangkangan mulai
dari batas garis pinggang
bagian depan sampai pada
batas pinggang bagian
belakang.
Tabel 6.6 Cara Mengambil
Ukuran Pada Model
Sumber: Bunka Publishing Bureau
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
24
18. Panjang Celana 1 (celana
panjang) Panjang celana
diambil dari bagian sisi, Pita
ukuran(meteran) yang
berangka 1 Diletakkan pada
sisi pas pada garis
pinggang Kemudian di ukur
lurus sampai pada batas
mata kaki.
19. Panjang Celana 2 (celana
pendek) Cara mengambil
ukurannya sama dengan
celana panjang, hanya saja
panjang celana disesuaikan
dengan batas panjang
celana yang diinginkan.
Tabel 6.7 Cara Mengambil
Ukuran Pada Model
Sumber: Bunka Publishing Bureau
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
25
6. B. Teknik Mengukur Pada Dummy / Patung
Mengukur tubuh pada dummy / patung akan menghasilkan ukuran standar sesuai
ukuran dummy, yaitu ukuran S, M, L dan XL.
Bagian depan Bagian belakang Bagian samping
Gambar 6.1 Cara Mengambil
Ukuran Pada Dummy
NO Nama Ukuran
1 Lingkar dada
2 Lingkar pinggang
3a Lingkar panggul 1 ( 15 cm dari pinggang )
3b Lingkar panggul 2 ( 20 cm dari pinggang )
4 Lebar pundak belakang
5 Lebar pundak depan
6 Lebar muka
7 Lebar belakang
8 Panjang punggung
9 Panjang badan dari titik bahu tertinggi
10 Panjang badan depan
11 Panjang sisi
12 Lebar bahu
13 Jarak puncak dada
14 Bust depth ( jarak puncak dada )
15 Panjang body strap depan
16 Panjang body strap belakang
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
26
F. PENILAIAN PENGETAHUAN : Tes Tulis Pilihan Ganda
1. Perhatikan gambar di bawah ini
A
Garis tubuh A sesuai panah disebut ...
A. Garis tengah muka (TM) atau centre front line
B. Garis lingkar badan atau Bust line.
C. Garis prinses bagian muka atau front princes line.
D. Garis tengah belakang (TB) atau centre back line (CB).
E. Garis lingkar pinggang atau waist line
2. Perhatikan gambar di bawah ini
B
Garis tubuh B sesuai panah disebut ...
A. Garis tengah muka (TM) atau centre front line
B. Garis lingkar badan atau Bust line.
C. Garis prinses bagian muka atau front princes line.
D. Garis tengah belakang (TB) atau centre back line (CB).
E. Garis lingkar pinggang atau waist line
3. Perhatikan gambar di bawah ini
C SMKN 3 PEKANBARU
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd
27
Garis tubuh C sesuai panah disebut ...
A. Garis lingkar badan atau Bust line.
B. Garis prinses bagian muka atau front princes line.
C. Garis tengah belakang (TB) atau centre back line (CB).
D. Garis lingkar pinggang atau waist line
E. Garis lingkar panggul atau hip line
4. Sebelum membuat pola sebaiknya kita mengambil ukuran terlebih dahulu,cara
mengambil ukuran harus benar-benar diperhatikan agar hasil yang diperoleh pas dan
enak dipakai.Tertib kerja sebelum mengambil ukuran antara lain….
A. Sikap tegak,baju dikeluarkan,ikat pinggang dilepas,isi saku dikeluarkan,mengikat
bagian-bagian yang akan diukur dengan peterband,orang yang ukur tidak boleh
membantu yang mengukur.
B. Sikap sesuka hati,baju tidak dikeluarkan,ikat pinggang dilepas,isi saku
dikeluarkan.
C. Sikap tegak,baju dikeluarkan,mengikat bagian-bagian yang akan diukur,orang
yang diukur boleh membantu yang mengukur/
D. Sikap menunduk,isi saku dikeluarkan,tali pinggang tidak dilepas,diukur dengan
peterband.
E. Sikap tegak,baju dikeluarkan,ikat pinggang dilepas,isi saku dikeluarkan.
5. Ukuran yang diambil lekuk leher bagian muka sampai batas garis pinggang disebut ...
A. Lebar muka
B. Panjang muka
C. Lebar dada
D. Tinggi dada
E. Panjang punggung
6. Ukuran yang digunakan untuk membuat celana pria yang diambil dengan cara
melingkarkan pita ukur pada sekeliling paha adalah ukuran ...
A. Lingkar paha
B. Lingkar pesak
C. Lingkar panggul
D. Lingkar kaki
E. Lingkar pipa celana
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
28
7. Perhatikan gambar bentuk tubuh dibawah ini ! Bentuk tubuh yang menunjukkan
pinggul rata dan perut menonjol ke depan adalah...
12 3 4 5
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
8. Perhatikan gambar bentuk tubuh dibawah ini !
Gambar diatas menunjukkan bentuk tubuh abad ke…
A. Abad 16
B. Abad 15
C. Abad 14
D. Abad 13
E. Abad 12
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
29
9. Perhatikan gambar di bawah ini ...
Gambar di atas adalah cara mengambil ukuran :
A. Panjang Muka
B. Panjang sisi
C. Lingkar dada
D. Lingkar pinggang
E. Lingkar panggul
10. Perhatikan gambar di bawah ini...
1
2
3
Untuk membuat pola badan bagian bawah diperlukan ukuran yang ditunjukkan pada
Tanda panah gambar diatas ...
A. Tanda panah 1 dan 2
B. Tanda panah 1 dan 3
C. Tanda panah 2 dan 3
D. Tanda panah 3
E. Tanda Panah 2
Tes Tulis Essay
1. Jelaskan pengertian anatomi!
2. Jelaskan pengertian ukuran!
3. Jelaskan 2 macam metode mengukur tubuh!
4. Jelaskan apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum mengambil ukuran!
5. Tulislah macam-macam jenis ukuran minimal 15 macam.
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
30
KUNCI JAWABAN PILIHAN GANDA
1. B
2. E
3. E
4. A
5. B
6. A
7. B
8. C
9. D
10. C
KUNCI JAWABAN ESSAY
1. ilmu yang mempelajari susunan tubuh manusia secara terurai/rinci, mulai dari ujung
rambut sampai ke ujung kaki. Antara lain adalah: Susunan, bentuk, ukuran, dan
perbandingan panjang maupun besar bagian tubuh. Bagian bagian tubuh dan letak nya.
2. Pengertian ukuran adalah bilangan yang menunjukkan besar kecilnya satuan ukuran
atau suatu benda.
3. Macam metode mengukur tubuh adalah
a. Mengukur tubuh model
b. Mengukur dummy / patung
4. Yang perlu dipersiapkan sebelum mengambil ukuran adalah
a. Buku cacatan ukuran.
b. Alat-tulis (pulpen/pensil).
c. Piterban(pita kecil, untuk mengikat pinggang sebagai tanda letak pinggang).
d. Pita ukuran(meteran).
e. Penggaris (kalau diperlukan).
f. Daftar jenis ukuran atau daftar macam-macam ukuran yang akan diambil.
g. Model/orang yang akan di ukur atau pakaian jadi, yang dijadikan pedoman untuk
ukuran.
h. Kertas karton atau sejenisnya untuk alat bantu pada saat mengukur lingkar pinggul.
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
31
5. Macam-macam jenis ukuran minimal 15 macam BAHASA INGGRIS
NO BAHASA INDONESIA Neck line
Ukuran Lingkar Bust line
Waist line
1 Lingkar leher Hip line
2 Lingkar badan Arm hole
3 Lingkar pinggang Knee line
4 Lingkar panggul Wrist
5 Lingkar kerung lengan Around the elbow
6 Lingkar lutut Around the hand
7 Lingkar ujung lengan / pergelangan Around the head
8 Lingkar siku Around the thigh
9 Lingkar tangan Around the lower leg
10 Lingkar kepala
11 Lingkar paha Shoulder line
12 Lingkar betis Across back
Across front
Ukuran Lebar
13 Lebar bahu Back length
14 Lebar punggung Front length
15 Lebar muka Sleeve length
Dress length
Ukuran Panjang Skirt length
16 Panjang punggung
17 Panjang muka Hip length
18 Panjang Lengan Bust point
19 Panjang blus / gaun / blaze
20 Panjang rok Weight
Tall
Ukuran Tinggi
21 Tinggi panggul
22 Tinggi dada
Ukuran Berat / Tinggi Badan
23 Berat badan
24 Tinggi badan
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
32
G. Penilaian Keterampilan
1. Ambil ukuran tubuh pelanggan bentuk tubuh tinggi, sedang dan rendah sesuai
lembar kerja
LEMBAR KERJA MENGUKUR TUBUH
NAMA PELANGGAN : ______________ NAMA SISWA : ________________
NO. TELP : ______________ HARI/TGL : ________________
NO JENIS UKURAN HASIL PENGUKURAN
Ukuran Lingkar Tinggi Sedang Rendah
1 Lingkar leher
2 Lingkar badan
3 Lingkar pinggang
4 Lingkar panggul
5 Lingkar kerung lengan
6 Lingkar lutut
7 Lingkar ujung lengan /
pergelangan
8 Lingkar siku
9 Lingkar tangan
10 Lingkar kepala
11 Lingkar paha
12 Lingkar betis
Ukuran Lebar
13 Lebar bahu
14 Lebar punggung
15 Lebar muka
Ukuran Panjang
16 Panjang punggung
17 Panjang muka
18 Panjang Lengan
19 Panjang blus / gaun /
blaze
20 Panjang rok
Ukuran Tinggi
21 Tinggi panggul
22 Tinggi dada
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
33
RUBRIK PENILAIAN PRAKTEK
No Komponen/Sub Komponen Indikator Skor
Penilaian
Penggunaan alat dan bahan sesuai 91 -
1 Persiapan Kerja prosedur 100
Penggunaan alat dan bahan kurang 80 -
a. Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 90
Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai 70 -
b. Ketersediaan alat dan bahan prosedur 79
91 -
2 Proses dan Hasil Kerja Ketersediaan alat dan bahan lengkap 100
a. Kemampuan MengukurTubuh Ketersediaan alat dan bahan cukup 80 -
lengkap 90
b. Kemampuandalambekerja Ketersediaan alat dan bahan kurang 70 -
lengkap 79
Kemampuan menggunakan 91 -
MengukurTubuh tinggi 100
Kemampuan menggunakan 80 -
MengukurTubuh cukup 90
Kemampuan menggunakan 70 -
MengukurTubuh kurang 79
91 -
Kemampuandalambekerjatepat 100
80 -
Kemampuandalambekerjacukup tepat 90
70 -
c. Laporan Kemampuandalambekerjakurang tepat 79
Hasil Laporan disusun rapih 91 -
100
Hasil Laporan disusun cukup rapih 80 -
90
3 Sikap kerja Hasil Laporan disusun kurang rapih 70 -
a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 79
Bekerja dengan cukup terampil 91 -
100
b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan kurang terampil 80 -
Bekerja dengan disiplin 90
70 -
Bekerja dengan cukup disiplin 79
Bekerja dengan kurang disiplin 91 -
100
SMKN 3 PEKANBARU 80 -
90
70 -
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd
34
No Komponen/Sub Komponen Indikator Skor
Penilaian
Bertanggung jawab 79
c. Tanggung jawab dalam bekerja Cukup bertanggung jawab 91 -
Kurang bertanggung jawab 100
d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 80 -
Bekerja dengan cukup konsentrasi 90
4 Waktu Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 -
Penyelesaian pekerjaan 79
Selesai sebelum waktu berakhir 91 -
Selesai tepat waktu 100
Selesai setelah waktu berakhir 80 -
90
70 -
79
91 -
100
80 -
90
70 -
79
Pengolahan Nilai Keterampilan :
Persiapan Nilai Praktik(NP) Waktu ∑ NK
1 Proses SikapKerja 5 6
dan Hasil
Kerja
23
SkorPerolehan
Skor Maksimal
Bobot 10% 60% 20% 10%
NK
Keterangan:
Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap
komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total
bobot untuk komponen penilaian adalah 100
NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi
skor maksimal
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
35
NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK
H. DAFTAR PUSTAKA
1. Novida, Eri ( 2013 ). Dasar Pola I. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2. Soekarno. ( 2002 ). Buku Penuntun Membuat Pola busana Tingkat Dasar. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama
3. Sriyati. ( 2012 ). Pola Dasar dan Pecah Pola busana wanita. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama
INTUANI KHOTMA.I.P.S,S.Pd SMKN 3 PEKANBARU
36